cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019" : 13 Documents clear
VIABILITAS RAGAM HIAS SULUR GELUNG TERATAI Akhmad Nizam; Wisma Nugraha Ch R.; SP. Gustami
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.247 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2796

Abstract

The walls of Hindu and Buddhist temples in Java are often found in the carved ornament of lotus plants that is grown from tubers or urns. In early period of Islam in Java, the existence of this decorative variety remained. Based on the books of the Hindu Purana, there is an explanation of the concept of the the universe creations embodied in the form of lotus scrolls. Meanwhile, from the old manuscripts belonging to the Wali, although limited in the scope of Sufism of the Tarekat Syaththariyah there is an explanation of the lotus with the name of the Tunjung flower. This article discusses the concept of creating works of art based on the theory of adaptation by Linda Hutcheon in his book: A Theory of Adaptation. The discussion is more emphasized on the visual aesthetic aspects contained in Lara Jonggrang Prambanan temple in Kalasan Yogyakarta, Surowono Temple in Kediri East Java and Sunan Drajat tomb in Lamongan, East Java. The ornamental variety, whose concept of creation was adapted from Purana books of Hindu, was in early Islam believed to follow the theoretical procedures, as well as in later times, but the philosophical meaning may be less well known. Keywords: ornament, sulur gelung, padmamūla, tunjung Dinding candi-candi Hindu dan Buddha di Jawa, sering ditemukan pahatan ragam hias sulur tumbuhan teratai yang tumbuh dari bonggol atau guci bergelung-gelung. Pada masa Islam awal, eksistensi ragam hias ini tetap bertahan. Berdasarkan kitab-kitab Purana Hindu, terdapat penjelasan mengenai konsep pembentangan alam semesta yang diwujudkan dalam bentuk gulungan teratai. Sementara itu, dari naskah lama milik para Wali, meskipun terbatas dalam lingkup tasawuf Tarekat Syaththariyah terdapat penjelasan mengenai teratai dengan nama bunga tunjung. Artikel ini membahas tentang konsep penciptaan karya seni berdasarkan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon dalam bukunya: A Theory of Adaptation. Pembahasan lebih ditekankan pada aspek-aspek estetis visual yang terdapat di candi Lara Jonggrang Prambanan di Kalasan Yogyakarta, Candi Surowono di Kediri Jawa Timur dan makam Sunan Drajat di Lamongan Jawa Timur. Ragam hias tersebut, yang konsep penciptaannya diadaptasi dari kitab-kitab purana Hindu, maka pada masa Islam awal diyakini mengikuti prosedur teori tersebut, begitu juga pada masa berikutnya, tetapi makna filosofisnya mungkin kurang begitu dikenal. Kata kunci: ragam hias, sulur gelung, padmamūla, tunjung
PENERAPAN TEKNIK KASAB ACEH PADA PRODUK SEPATU WANITA DEWASA Zulfikar Zulfikar; Adi Isworo Josef; Ratna Endah Santoso
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.711 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2793

Abstract

Indonesia has many cultural heritages, one of them are the techniques of traditional textile such as Kasab from Aceh. The purpose of this design is to invent a brand new product in ethnic women shoes diversities with edgy style.  The designs were made based on the aesthetic value and also new material as an innovation for the oldest Kasab which had been existed. The results of this creative process were 6 designs of shoes, all designs are applied on the upper and 5 amongst them were produced as 2 pairs of flat shoes and 3 pairs of wedges. Keyword : Kasab, Shoes, Surface design, Upper, Edgy Style. Indonesia memiliki banyak warisan budaya, salah satunya yaitu teknik Kasab yang berasal dari Aceh. Tujuan perancangan adalah menciptakan produk baru untuk keberagaman sepatu etnik untuk wanita dewasa dengan karakter fashion edgy style. Pengolahan visual dirancang dengan mempertimbangkan nilai estetis dan menggunakan bahan baru sebagai potensi inovasi Kasab yang sudah ada. Proses kratif dengan metode teknik ini menghasilkan 6 desain, seluruh desain diaplikasikan pada upper dan 5 diantaranya direalisasi pada 2 sepatu flat dan 3 sepatu wedges. Kata Kunci : Kasab, Sepatu, Desain permukaan, upper, Edgy
PERANCANGAN MONUMEN IDENTITAS KOTA JEPARA BERBASIS UKIR TRADISI MENGGUNAKAN METODE BLACK BOX Darmanto, Eko
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2973

Abstract

The monument is an identity that undoubtedly provides an informative understanding of a region, not only is the memorial memorial, Jepara is a small town with a vast cultural culture among the most prominent cultures is carving. Carving in Jepara gradually began to erode with the flow of industrialization so as to provide a discourse to the government of Jepara district to formulate policies so that carving remains the identity of society as the largest cultural culture of society. The research was conducted in Jepara Regency in collaboration with the City Planning Department of Jepara Regency. Research using black box method with focus of research on visual masterpiece and philosophy of Jepara city monument. The results of the research are (1). Criteria and concept of a monument that has a local cultural identity, (2). The work of designing a monument with an element of carving identity as part of the most prominent cultural culture. Keywords: Identity, monument, traditional carving Monumen merupakan sebuah identitas yang tak pelak memberikan pemahaman informatif  terhadap sebuah wilayah, tidak hanya itu monumen bersifat memorial, Jepara merupakan kota kecil dengan kultur budaya yang luas diantara budaya yang paling menonjol adalah ukir. Ukir di jepara lambat laun mulai tergerus dengan arus industrialisasi sehingga memberikan wacana terhadap pemerintah kabupaten jepara untuk merumuskan kebijakan supaya ukir tetap menjadi identitas masyarakat sebagai bagian terbesar kultur budaya masyarakatnya. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jepara dengan berkerja sama dengan Dinas Tata Kota Kbupaten Jepara. Penelitian menggunakan metode black box dengan fokus penelitian terhadap karya visual dan filosofi monumen kota jepara. Hasil penelitian berupa (1). Kriteria dan konsep monumen yang memiliki identitas  budaya lokal, (2). Karya perancangan monumen dengan unsur identitas ukir sebagai bagian kulturasi budaya yang paling menonjol. Kata kunci: Identitas, monumen, ukir tradisi
ESTETIKA DAN ETIKA WUWUNGAN RUMAH TRADISIONAL JAWA DALAM ERA GLOBAL Arif Suharson
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.18 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2794

Abstract

Philosophically, the ornamental art of wuwungan on top of Javanese traditional houses is characterized by such high Javanese esthetic and ethical values. It is necessary to re-actualize the existence and essence of the Javanese ornamental art of wuwungan in the era of industrial revolution 4.0. This cultural and traditional literacy will be necessary to strengthen the national characters and values in anticipation of the rapidly global era transformation. The new cultural values in the digital era are expected to ensure improvement of survival and establishment of new understandings inspired by local cultural diversity, appreciation, and knowledge to ensure the successful actualization of Javanese traditional cultural values. This is a qualitative study and accordingly this study will employ the qualitative method using the analytical interaction method through the grounded research. This study urges the re-actualization of understanding about Javanese philosophy in the form of the ornamental art of wuwungan in Javanese traditional houses that represents Javanese esthetic and ethical values. Javanese traditional local culture can serve as the local traditional identity and is a part of Indonesian national culture. Therefore, they have to be re-actualized and represented in the adjusted and adapted forms to meet the current condition of global. The technological advancement can serve as a smart tool to enhance the innovative and creative industry based on local cultures and global discourses. Key Words: Wuwungan, Javanese Traditional House, Industrial Revolution, Global. Seni hias wuwungan pada atap rumah tardisional Jawa memiliki karakteristik di dalamnya terkandung falsafah hidup orang Jawa dimana terdapat muatan ajaran luhur yang mantap dan mendalam menyangkut nilai estetika dan etika. Reaktualisasi terhadap eksistensi dan esensi seni hias wuwungan Jawa dibutuhkan. Hal ini dapat dijadikan sebagai literasi budaya tradisi menghadapi derasnya arus perubahan zaman yang serba cepat untuk memperkuat nilai-nilai karakter bangsa. Pengaruh-pengaruh budaya baru di era digital menjadi satu daya hidup untuk memberikan bentuk pemahaman baru atas inspirasi kekayaan budaya lokal, apresiasi, dan pengetahuan baru dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran luhur budaya Jawa secara luas. Penelitian ini akan memberikan penjelasan secara kualitatif, sehingga metode yang digunakan adalah metode kualitatif   dengan menggunakan metode interaksi analisis melalui grounded research. Urgensi penelitian ini terkait dengan reaktualisasi pemahaman   tentang   filosofi   hidup   orang   Jawa   melalui   seni   ornamentasi wuwungan rumah tradisional Jawa dibalik wujud visual yang tampak berdasarkan korelasi Estetika dan Etika Jawa. Keunggulan budaya lokal Jawa sebagai identitas tradisi merupakan bagian budaya nasional Indonesia yang bernilai dapat diaktualisasikan kembali dalam representasi baru menyesuaikan dengan gerak perkembangan global. Kemajuan teknologi menjadi sarana cerdas untuk memajukan kreatifitas dalam peranannya memajukan industri kreatif yang inovatif berbasis tradisi budaya lokal dalam wacana global. Kata Kunci: Wuwungan, Rumah Tradisional Jawa, Revolusi Industri, Global
PENCIPTAAN SENI KRIYA LOGAM KREATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH ONDERDIL KENDARAAN Irawani, Titiana; Hartono, Budi
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2795

Abstract

Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas dan ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk memanfaatkan limbah onderdil kendaraan yang berupa skrup, baut, rantai, gir, blog mesin, dan lain-lain menjadi sebuah karya kriya logam yang kreatif-inovatif. Selain itu juga untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomis, dari semula limbah yang umumnya dijual murah dengan harga kiloan, menjadi produk seni kriya yang memiliki nilai artistik dengan harga yang tinggi. Produk yang diciptakan adalah produk-produk fungsional atau home decorative. Kata Kunci: kriya logam, kreatif, limbah onderdil
ELING PIWELING Wulandari, Tri
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i2.3094

Abstract

Kata mutiara Jawa menjadi piweling atau pesan-pesan yang diingat, diresapi, dan diimplementasikan dalam kehidupan bagi masyarakat Jawa. Kata mutiara Jawa diwujudkan dalam tulisan aksara Jawa di atas media kain panjang. Pada kain pertama, menyampaikan pesan ati suci marganing rahayu mengingatkan kita bahwa hati yang suci adalah jalan keselamatan. Kain kedua, aja panasten mengingatkan kita untuk menjadi orang yang tidak sering panas hati karena rasa iri dan dengki. Kain ketiga, janma tan kena kinira kinaya napa mengingatkan kita bahwa manusia itu tidak dapat diterka maupun diduga.
TEKNIK PIJATAN GULALI PADA PERHIASAN LOGAM Achmad Fauzi
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.926 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2788

Abstract

Penciptaan karya seni perhiasan ini berasal dari kerinduan akan kenangan masa kecil yang ceria, bahagia dan sederhana. Dengan pijatan gulali sebagai teknik penciptaan perhiasan logam adalah wujud pengekspresian ide atau gagasan yang terinspirasi dari keunikan dan kekhasan bentuk pijatan gulali. Pijatan gulali tersebut akan dieksplorasi dan dikembangkan dengan daya imajinasi serta kreativitas sehingga tercipta sebuah karya seni perhiasan yang unik. Metode penciptaan yang digunakan berupa aktivitas penggalian sumber ide, pengumpulan data dan referensi, analisis data menggunakan pendekatan estetis. Metode selanjutnya adalah perwujudan karya yang dimulai dari perancangan, pembuatan model atau pola sesuai dengan karya sebenarnya. Teknik yang digunakan dalam penciptaan perhiasan ini adalah teknik cor kuningan, patri dan pave. Karya yang diciptakan berupa empat set perhiasan dengan empat macam pewarnaan dan tiga karya dikombinasikan dengan batu alam antara lain: batu red jasper, batu natural carnelian, batu red swarovski. Kata Kunci: Kenangan, Pijatan, Gulali, Seni, Perhiasan, Logam.
EROTIKA KAMASUTRA Yulianto, Andi Kurnia
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v8i2.3115

Abstract

Visualisasi Kamasutra Malanaga Vatsyayana dalam Karya Seni Rupa Kontemporer.
KEBEN (BARRINGTONIA ASIATICA), MOTIF DAN PEWARNA BATIK Djandjang Purwo Sedjati
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.032 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2789

Abstract

Perkembangan batik di Yogyakarta cukup menggembirakan, namun bila melihat  batik khas Yogyakarta di pasaran masih di dominasi  motif lama yang sudah ada sejak dulu. Motif baru khas Yogyakarta belum nampak secara signifikan, kalau pun ada masih sebatas mengkomposisikan tata letak beberapa motif yang dijadikan satu dalam sebuah kain. Hal ini kurang menjadi daya tarik, sehingga diperlukan karya ciptaan baru yang kreatif dan inovatif yang akan memperkaya motif batik khas Yogyakarta dan akan memantabkan kedudukan sebagai kota batik dunia. Berangkat dari kondisi tersebut, penulis ingin menciptakan motif baru dengan mengambil tumbuhan Keben (Barringtonia Asiatica) sebagai motif dan pewarna alam pada kain panjang batik tulis. Metode pustaka dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Metode Practiced Based Research digunakan untuk memperoleh pengetahuan baru melalui riset praktek dan hasil riset praktek. Metode Penciptaan Seni Kriya Pola Tiga Tahap Enam Langkah digunakan untuk menggali sumber ide dan perancangan. Metode Eksperimen dan Improvisasi juga digunakan penulis untuk mendapatkan pengetahuan baru dari eksperimen yang dilakukan terutama pada pewarna alam serta improvisasi bila dalam pelaksanaan menemukan ide-ide baru. Karya yang dihasilkan berupa 4 lembar kain panjang batik tulis sutera motif stilisasi daun,bunga dan buah Keben dengan zat warna alam Keben dikombinasikan pewarna alam lain yang menghasilkan warna khas batik Yogyakarta. Pola yang dipakai adalah pola Ceplok, Parang, dan Lung-Lungan. Kata Kunci : Keben, Batik, Warna Alam
BUNGA ANGGREK HITAM SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA BATIK PADA KAIN TENUN ULAP DOYO Irma Indah Sari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 8, No 2 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.444 KB) | DOI: 10.24821/corak.v8i2.2792

Abstract

Black orchid flower is a natural plant typical of Borneo. Human life cannot be separated from the surrounding environment. The admiration of the authors of black orchid flowers aroused the writer's request to preserve this natural Kalimantan plant, by making artworks with the concept of batik that raised the theme of black orchid flowers. By making this work the author hopes that the community has concern and awareness of the black orchid flower and its natural habitat. This batik work will be poured on the woven Ulap Doyo which comes from doyo leaf fibers typical of East Kalimantan. Making a senior work The method used is discussing aesthetics and asking for empirical, while the method used is the method that uses S.P. Gustami, namely exploration, design, embodiment. When starting exploration, it starts with data collection. The data collection method used is literature study. At the time of design, two designs were made and the designs were made through an embodiment process. This written batik works using traditional batik techniques using the canting process, the dye dye synthesis technique, the colet and the lorodan process. This work also has a unique impression that uses the basic ingredients of doyo weaving derived from doyo leaf fiber which has been through a long process, making it a unique webbing. This work is a batik work combined with doyo weaving. The work produced by the panel made of interior decoration, is accepted to be very flexible because it can only be interior decoration, besides being easily appreciated and conveyed the message can also encourage creative economic inspiration of local wisdom of the local community. From this final project, 2 panel works were made. The panel work that was made still used the original shape and color of the black orchid flower did not want to eliminate the character of the black orchid flower, but there were some that the author made with the author's creations such as curves on the stem and leaves. The colors created have bright colors and black that have characteristics such as Borneo and black orchid flowers that are not far from the theme taken, while the fining uses filigree figures. Keywords: Black Orchid Flowers, Written Batik, Doyo Ulap Weaving Bunga anggrek hitam merupakan tumbuhan alam khas Kalimantan. Kehidupan manusia tidak lepas dari alam sekitarnya. Kekaguman penulis akan bunga anggrek hitam menggugah keinginan penulis untuk melestarikan tanaman alam Kalimantan ini, dengan cara membuat suatu karya seni dengan konsep batik yang mengangkat tema bunga anggrek hitam. Dengan pembuatan karya ini penulis berharap agar masyarakat memiliki keperdulian dan kesadaran terhadap bunga anggrek hitam dan alam habitatnya. Karya batik ini akan dituangkan di atas tenun Ulap Doyo yang berasal dari serat daun doyo khas Kalimantan Timur. Pembuatan sebuah karya seni Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan estetika dan pendekatan empiris, sedangkan metode penciptaan yang digunakan ialah metode penciptaan S.P. Gustami, yakni eksplorasi, perancangan, perwujudan. Pada tahap eksplorasi, penciptaan diawali dengan melakukan pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Pada tahap perancangan dibuatlah 2 rancangan karya kemudian rancangan-rancangan ini diwujudkan melalui proses perwujudan. Karya batik tulis ini menggunakan teknik batik tradisional dengan menggunakan proses canting, teknik pewarnaan sintesis celup tutup, colet dan proses lorodan. Karya ini juga memiliki kesan yang unik dikarenakan menggunakan bahan dasar tenun ulap doyo yang berasal dari serat tumbuhan daun doyo yang telah melalui proses panjang, sehingga menjadi sebuah tenun yang unik. Karya ini merupakan karya batik yang dipadukan dengan tenun ulap doyo. Karya yang dihasilkan berupa kaya panel yang berfungsi sebagai hiasan interior, dirasakan sangat fleksibel karena bisa untuk hiasan interior dimana saja, selain mudah diapresiasi dan menyampaikan pesan juga dapat mendorong inspirasi ekonomi kreatif kearifan lokal  masyarakat  setempat. Dari karya tugas akhir ini berhasil diciptakan 2 karya panel. Karya panel yang diciptakan masih menggunakan bentuk dan warna asli pada bunga anggrek hitam dikarenakan tidak ingin menghilangkan karakter pada bunga anggrek hitam namun ada beberapa yang penulis kreasikan dengan kreasi penulis seperti lekukan pada batang dan daunnya. Warna-warna yang diciptakan memiliki warna-warna cerah dan gelap yang memiliki karakteristik seperti alam Kalimantan dan bunga anggrek hitam yang tidak jauh dari tema yang diambil, sedangkan sebagai fininghing-nya menggunakan figura kerawang. Kata kunci : Bunga Anggrek Hitam, Batik Tulis, Tenun Ulap Doyo

Page 1 of 2 | Total Record : 13