cover
Contact Name
Ary Wijayanto
Contact Email
412y.wija@gmail.com
Phone
+6281326177669
Journal Mail Official
selonding@isi.ac.id
Editorial Address
Gedung Lt.2 Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Jl. Parangtritis km. 6,5 Sewon, Bantul Yogyakarta-55141
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
SELONDING
ISSN : 14121514     EISSN : 26859327     DOI : https://doi.org/10.24821/sl.v20i1
Focus & Scope Science: Organology-acoustics, Semiotics, Hermeneutic, Etnomusicology, Transcript, Composition of Ethnic music, Music Exploration, Anthropologi Music, Sosiology Music, Physics, Culture Assesment and Practice: Assesment of Ethnic music, Practice base Research, Practice led Research Ideas, Concept, Thoughts about music ethnic
Articles 129 Documents
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENGGUNA JALAN DALAM WUJUD KARYA CIPTA MUSIK BERJUDUL “BANGJO” Raden Aditya Nugraha; M. Yoga Supeno
SELONDING Vol 16, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i1.5053

Abstract

MUSIK SAKEPENG DALAM UPACARA PANGANTEN HAGUET SUKU DAYAK NGAJU DI KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH Kartinus Muda
SELONDING Vol 16, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i2.5058

Abstract

FUNGSI MUSIK ONDEL-ONDEL GRUP WIBAWA SAKTI DI DESA KEBON KOPI KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT Agung Wira Sentika Cahya
SELONDING Vol 16, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i1.5049

Abstract

Makna Narasi Musik Perkusi Calempong Unggan: Tinjauan Narratology Hery Budiawan; Fahmi Marh
SELONDING Vol 17, No 1 (2021): : MARET 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v17i1.5384

Abstract

Calempong Unggan merupakan musik tradisi Minangkabau dari Nagari Unggan yang mempunyai narasi terbagi menjadi 3 tahapan yaitu intramusikal, ekstramusikal dan perilaku musikal. Ketiga tahapan ini menjadi landasan dalam proses transmisi dan memaknai eksistensinya dalam aktifitas kebudayaan masyarakat. Membicarakan Calempong Unggan maka dalam aktifitas masyarakat sering terkait dengan cerita rakyat yang memberikan nilai sejarah terhadap instrumen perkusi tersebut sehingga hal ini menjadi fokus permasalahan karena posisi cerita rakyat dalam 3 tahapan, yaitu intramusikal, ekstramusikal dan perilaku musikal. Mengadopsi konsep narratology sebagai suatu bidang naratif maka dalam penelitian ini mencoba menggunakan teori dari Rolland Barthes untuk membaca narasi musik tradisi dari rakyat. Narasi-narasi musik calempong ini dibaca sebagai narasi yang naratif, pola-pola narasi untuk pertunjukan calempong yang dipahami dari praktek musik tradisi suatu masyarakat. Untuk pemaknaan maka konsep Nattiez mengenai pemaknaan musik melalui tiga tataran keilmuan untuk menjelaskan pemaknaan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif jenis narasi yang berfungsi untuk memahami narasi musik melalui musisi atau pemainnya. Baik narasi secara musikal dari  komposisi-komposisi calempong yang telah dimainkan maupun narasi non musikal. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan membaca komposisi berdasarkan narasi yang diwakili pada judul, serta narasi dari pengalaman musisi dari komposisi. Kemudian wawancara langsung dengan pemain musik calempong,  dan narasumber yang berkaitan pertunjukan calempong. Sementara data sekunder diperoleh dari berbagai  tulisan, hasil penelitian, foto, dan rekaman audio visual (vcd dan DVD) pertunjukan calempong.Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Unggan mengenal kuanta bunyi yang mempunyai dualisme bunyi sebagai partikel dan gelombang, mempunyai erat dengan filosofi masyarakat tentang sistem kehidupan sehingga mengkontruksi pada sebuah makna keseimbangan dalam kehidupan.
KONTRUKSI IDENTITAS BUDAYA SUNDA MASYARAKAT JAWA BARAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ela Yulaeliah
SELONDING Vol 16, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i2.5054

Abstract

Kontruksi suatu budaya masyarakat pada sebuah wilayah, secara fungsional dapat diamati dari sejarah perkembangan nilai guna pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang, seperti seni pertunjukan Sunda masyarakat Jawa Barat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Eksistensi seni pertunjukan sunda menjadi sebuah fenomena yang menarik, karena mampu memposisikan diri ditengah-tengah kemapanan budaya lokal.Perpindahan penduduk Jawa Barat ke Yogyakarta, menyebabkan hadirnya seni pertunjukan Sunda di Yogyakarta sehingga memberi dampak positif terhadap segi kehidupan masyarakat Jawa Barat. Orang Jawa Barat banyak saling mengenal karena sering bertemu dalam acara seni, misalnya dalam latihan membuat karya atau pementasan yang dilaksanakan secara kelompok baik di asrama kabupaten, instansi pemerintahan, Perguruan Tinggi, atau di sanggar-sanggar kesenian. Metode deskriptif analisis dengan pendekatan emik digunakan untuk melihat fenomena kebudayan yang ada di masyarakat berdasarkan pemilik budayanya. Penelitian menunjukkan bahwa kontruksi identitas budaya masyarakat Sunda melalui seni pertunjukan Sunda digunakan diawali dari fungsi sebagai sarana pendidikan, presentasi estetis, serta sebagai sarana komunikasi untuk mempererat hubungan antar sesama warga Jawa Barat. Seni pertunjukan Sunda di Yogyakata lebih berfungsi sebagai alat komunikasi, alat pemersatu etnis Sunda untuk mempererat tali silaturahim di antara warga Jawa Barat
POLOPALO: TINJAUAN ETNO ORGANOLOGI AKUSTIK Rahmawati Ohi
SELONDING Vol 16, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i2.5059

Abstract

GAMBUS TUNGGAL EDI PULAMPAS DI PEKON BANJAR NEGERI-LAMPUNG Nofriyan Hidayatulloh
SELONDING Vol 16, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i1.5050

Abstract

PENGARUH BONANG SEKATEN PADA BONANG BARUNG: KAJIAN GARAP KARAWITAN Teguh, Teguh; Widiandari, Widiandari
SELONDING Vol 17, No 1 (2021): : MARET 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v17i1.5383

Abstract

Gamelan Sekaten merupakan salah satu jenis gamelan Pakurmatan, dimana mempunyai  instrumen yang unik yaitu bonang yang ditabuh oleh 2-3 pengrawit, dimana lazimnya bonang lanang ditabuh oleh seorang pengrawit, sedangkan bonang wadon oleh 1-2 pengrawit. Selain itu permasalahan kreatifitas dalam motif tabuhan bonang menyebabkan stagnansi pada kualitas di dalam penyajian seni karawitan yang biasanya berdasarkan “angon rasa” menjadi “angon ngelmu”. Kolaborasi garap ricikan yang satu dengan ricikan lainnya akan menimbulkan harmoni dalam sebuah sajian gending, sehingga ketepatan pemilihan motif tabuhan bonang  menjadi sangat penting, begitu pula sebaliknya tanpa alasan yang mendasar sajian sebuah gending menjadi hambar atau bahkan tidak berkualitas, cebleh, sangli, ora mungguh dan seterusnya. Penelitian ini mempergunakan kualitatif deskripsi dimana teknik pengumpulan data terbagi menjadi studi pustaka, observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa Teknik tabuhan mipil rangkep bonang sekaten isiannya relatif sedikit, hal ini ada pengaruh dari bentuk fisik dan penyajian sekaten yang membutuhkan tenaga ekstra. Ditambah pula bahwa penyajian sekaten menjelang suwuk selalu ada permainan tabuhan soran dengan irama tanggung laya seseg, oleh karenanya penabuh bonang harus bisa menghemat atau mengelola tenaga dengan baik. Selanjutnya pada teknik tabuhan gembyang hanya satu nada alasannya adalah bahwa bonang sekaten hanya terdiri dari tujuh nada dengan wilayah oktaf tinggi atau kecil. Konteks adopsi yang dimaksud adalah tabuhan bonang barung yang mengambil dari tabuhan bonang sekaten, sedangkan adaptasi adalah meniru motif tabuhan yang ada pada tabuhan bonang sekaten yang kemudian diaplikasikan ke dalam tabuhan bonang barung meskipun selehnya berbeda.
MANUHARA PERSPEKTIP STRUKTUR, GARAP, DAN FUNGSI Teguh Teguh
SELONDING Vol 16, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v16i2.5055

Abstract

KISMAMARTA : INTERPRETASI SEJARAH DAN KONFLIK DI KAMPUNG SAYIDAN YOGYAKARTA Antonius Ragipta Utomo
SELONDING Vol 17, No 1 (2021): : MARET 2021
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v17i1.5387

Abstract

Keberadaan tanah di Kampung Sayidan Daerah Istimewa Yogyakarta sampai sekarang masih berstatus quo, hal itu membuat masyarakat tidak tenang dan gelisah. Masyarakat sebenarnya hanya ingin tahu tentang kepastian hak milik tanah di kampung tersebut yang selama ini sudah mereka tempati berpuluh-puluh tahun. Belum lama ini, terjadi hal yang semakin meresahkan masyarakat. Adanya oknum dari luar masyarakat yang membeli tanah di Sayidan, namun setelah dibeli rumah tersebut dibongkar dan tidak dipakai. Penyusunan karya ini mengangkat objek tentang Kampung Sayidan yang berjudul Kismamarta. Karya tersebut menginterpretasikan sejarah, konflik, dan sosial masyarakat di Kampung Sayidan. Penggarapan karya musik ini disusun dengan format musik ansambel. Karya komposisi ini disusun menggunakan perpaduan antara alat musik dengan alat-alat musik nonkonvensional sebagai sumber bunyi. Karya dalam Kismamarta mempunyai bentuk eksplorasi. Bentuk eksplorasi karya ini dituangkan ke dalam empat bagian karya. Keempat bagian karya tersebut menginterpretasikan tentang sejarah Sayidan, sosial masyarakat, konflik tanah, dan perenungan.

Page 8 of 13 | Total Record : 129