cover
Contact Name
Tri Wahyu Widodo
Contact Email
notasi3@yahoo.co.id
Phone
+6287839174055
Journal Mail Official
promusika7@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indoneisa Yogyakarta Jl. Parangtritis Km 6,5 Sewon Bantul Yogyakarta Telp: 0274-384108, 375380, fax: 0274-384108/0274-484928 HP: Hp. 087839174055
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik
ISSN : 2338039X     EISSN : 2477538X     DOI : https://doi.org/10.24821/promusika.v1i2
Core Subject : Art,
PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik, focuses on the results of studies in the field of music, that its topics scope encompasses: Western Music Studies; History of music; Music theory/ analysis; Choir; Orchestra/ Ensemble/ Chamber Music; Composition/ Arrangement; Music Pedagogy/ education; Instrumental/ Vocal Studies; Music Technology; Popular/ folk Music; Music Esthetic/ philosophy
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016" : 6 Documents clear
Strategi Pembelajaran Seni Musik bagi Siswa Kelas XII SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan Media Audio Visual Suryati Suryati
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2275

Abstract

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta adalah salah satu sekolah swasta di bawah Yayasan Muhammadiyah yang terletak di tengah kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Kapas No. 7 Yogyakarta. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajarnya menggunakan kurikulum nasioal 2013. Kurikulum tersebut mewajibkan mata pelajaran Seni budaya pada siswa-siswa kelas aepuluh, sebelas, dan duabelas. Hingga kini proses pembelajaran seni budaya pada kelas duabelas kurang diperhatikan oleh siswasiswanya karena dianggap tidak penting dan tidak mempengaruhi kelulusan. Oleh sebab itu penelitian ini terfokus pada strategi pembelajaran seni budaya, khususnya pelajaran seni musik, untuk siswa-siswa kelas duabelas.  Penelitian ini mengungkapkan tiga permasalahan yaitu; 1) proses pembelajaran seni budaya, khususnya seni musik, pada kelas duabelas, 2) penerapan strategi pembelajaran seni musik dengan menggunakan media audio visual, dan 3) dampak penerapan media audio visual pada pembelajaran seni musik pada  siswa kelas duabelas di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang dilakukan melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, proses pembelajaran seni musik di sekolah ini diawali dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian; Kedua, strategi model pembelajaran seni musik dengan media audio visual yang digunakan dalam proses pembelajaran menerapkan pendekatan saintifik; ketiga, dampak penerapan media audio visual pada proses pembelajaran ialah bahwa para siswa dapat mengikuti pelajaran dengan aktif, baik secara individu maupun kelompok. Di samping itu hasil dari tayangan video dapat menginspirasi siswa dalam pembuatan konsep penampilan musik yang berbeda.
Penerapan Sistem Pembelajaran Kelas pada Mata Kuliah Praktik Instrumen Flute di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta Tri Wahyu Widodo
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2276

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan metode tindakan kelas dalam memberikan sebuah materi ajar kepada peserta didik dalam bidang musik. Berbagai lembaga pendidikan, dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi, umumnya menerapkan sistem pembelajaran kelas. Pada proses pendidikan di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta penerapkan  sistem pembelajaran kelas tidak hanya diterapkan pada mata kuliah teori namun juga pada kuliah praktik instrumen musik, yang menggunakan pendekatan instruksional secara individual. Kajian ini menelusuri bagaimana metode tindakan kelas diterapkan pada proses pembelajaran mata kuliah praktik musik di Jurusan Musik. Proses pembelajaran kelas pada mata kuliah praktik instrumen tentunya akan berbeda dengan pembelajaran secara individual. Hal ini lah yang mendorong penulis untuk meneliti sistem pembelajaran kelas untuk salah satu mata kuliah praktik instrumen khususnya flute. Proses pembelajaran praktik flute di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta hingga kini masih banyak menggunakan proses pembelajaran individual karena sistem ini sudah lama dijalankan dengan berbagai permasalahan yang ada.  Penerapan metode tindakan kelas pada institusi yang sudah terbiasa dengan pengajaran instruksional secara iundividual tentulah tidak mudah. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif lain dari sistem pembelajaran musik secara individual yang selama ini digunakan.
Matinya Pertunjukan Musik Sang Nyoman Satria Irnanningrat
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2277

Abstract

Musik merupakan suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur musik serta ekspresi sebagai satu kesatuan. Salah satu cara penyampaian musik yaitu melaui pertunjukan musik. Namun, perkembangan teknologi membuat pertunjukan musik menjadi semakin jarang diminati oleh para penikmat musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah bentuk-bentuk penyebab matinya pertunjukan musik dilihat dari teori McDonaldisasi serta bagaimana efek McDonaldisasi terhadap pertunjukan musik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menerapkan pendekatan sosiologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat dimensi dalam bentuk kematian pertunjukan musik yaitu dimensi efisiensi, dimensi prediksi, dimensi daya hitung, dan dimensi kontrol. Selanjutnya, McDonaldisasi juga membawa dampak terhadap matinya pertunjukan musik yaitu salah satunya adalah dehumanisasi atau manusia telah meninggalkan kodratnya sebagai manusia.
Estetika Musik: Autonomis versus Heteronomis dan Konteks Sejarah Musik Sunarto Sunarto
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2278

Abstract

Estetika musik Barat telah dikaji sejak ratusan tahun, yang telah dimulai sejak sebelum Masehi. Dalam perjalanan sejarahnya tersebut telah mengalami berbagai perubahan ide atau konsep tentang estetika musik. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari roh tiap zaman di mana musik itu hidup berdampingan dengan disiplin yang lain. Ide atau konsep estetika musik selalu dipengaruhi oleh hal-hal di luar musik itu sendiri, seperti: budaya, sosial, dan politik. Para tokoh estetika musik berdebat tentang estetika musik, sesuai dengan ideologi mereka masing-masing. Perdebatan tersebut mencapai puncaknya terjadi antara Eduard Hanslick dan Richard Wagner. Keduanya berbeda ideologi: Hanslick seorang akademi dan kritikus musik; sedang Wagner seorang komposer dan juga penulis musik. Perdebatan keduanya telah menghiasi iklim intelektual dalam bidang musik sejak era Romantik.
Perawatan Instrumen Horn di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta Wahyudi Wahyudi
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2273

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada penggunaan dan perawatan instrumen Horn di Jurusan Musik FSP ISI Yogyakarta. Instrumen Horn memiliki komponen yang komplek terutama pada organologi. Kemudian jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptis-analisitikal. Hasil penelitian adalah penggunaan instrumen yang terkontrol akan memudahkan dalam perawatan. Membersihkan karat yang menempel pada bagian dalam maupun luar dapat dilakukan dengan bahan kimia dan bahan tradisional.
Soundscape: Musik dan Lingkungan Hidup Daniel de Fretes
PROMUSIKA Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v4i2.2279

Abstract

Pada pemikir terdahulu telah merumuskan bahwa musik adalah manifestasi dari suatu pertemuan yang intim antara manusia dengan alam semesta. Namun, peradaban masa kini mendesak manusia untuk mengeksploitasi alam semesta guna mencapai tujuan modernitas. Ekologi menawarkan berbagai wacana mengenai interkoneksi manusia dan alam semesta yang bersifat jaringan keterhubungan antara satu dengan yang lainnya. Perspektif ini hadir pula dalam musik, yaitu soundscape. Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang mengedepankan wacana ekologi musik sebagai suatu alternatif dalam kajian maupun karya musik. Soundscape memberikan suatu wacana untuk meningkatkan kesadaran manusia terhadap suara-suara di lingkungan hidupnya sebagai suatu proses evaluatif guna mencapai tatanan masyarakat yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6