cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
FENOMEN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Fenomen merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah pada lembaga penelitian ISI Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol 4, no 1 (2026)" : 15 Documents clear
Pemberdayaan Sampah Anorganik Sebagai Ekspresi Berkesenian Oleh REEXP ade sakinah noviana
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12759

Abstract

REEXP memanfaatkan sampah anorganik sebagai medium seni yang kreatif dan inovatif untuk mengubah persepsi masyarakat tentang daur ulang. Karya mereka membuktikan bahwa material daur ulang bisa memiliki nilai estetika tinggi dan daya tarik visual yang modern. Melalui pendekatan unik, REEXP tidak hanya membantu pelestarian lingkungan tetapi juga diapresiasi oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Melalui mainan seninya, Karya seni ramah lingkungan ini berhasil mengintegrasikan pendidikan dan gaya hidup urban, memperkuat relevansi seni daur ulang dalam kehidupan kota besar. Dengan menggunakan bahan bekas dari kehidupan sehari-hari, mereka menciptakan karya seni yang menggabungkan nilai estetika dengan kesadaran lingkungan, mengurangi penggunaan sumber daya alam baru, dan jejak karbon. Seni daur ulang mereka menjadi sarana untuk mengkritik konsumerisme berlebihan dan mendorong perilaku berkelanjutan. REEXP menunjukkan bahwa seni berbasis daur ulang dapat menarik perhatian dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan melalui berbagai platform, termasuk pameran seni, kolaborasi, workshop, dan kerja sama dengan berbagai institusi. Mereka menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan dengan memulai dari hal-hal terdekat yang disukai.
PERANCANGAN BUKU INTERAKTIF PENGENALAN BODY FOCUSED REPETITIVE BEHAVIOR SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP ANAK USIA 4-8 TAHUN Nada Khairunnisa; Edi Jatmiko; Fransisca Sherly Taju
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12178

Abstract

Kebiasaan-kebiasaan seperti menggigit kuku, menggaruk kulit, mencabut rambut, menggigit pipi seringkali dianggap sebagai kebiasaan yang lumrah bagi sebagian orang. Pada kenyataannya, kebiasaan ini merupakan salah satu respon dari adanya gangguan perilaku berulang yang berfokus pada tubuh atau Body Focused Repetitive Behaviors (BFRBs). Menurut Psychology Today, perilaku ini diperkirakan dimiliki oleh tiga persen dari populasi dan memengaruhi anak-anak serta orang dewasa. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, maka dapat mengakibatkan beberapa permasalahan pada tubuh seperti luka, infeksi, botak di kepala, dan cedera fisik lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sarana edukasi tentang BFRBs melalui buku interaktif untuk menambah pengetahuan serta memberikan kepekaan kepada orang tua terhadap kebiasaan-kebiasaan anaknya. Tujuan kreatif perancangan ini adalah mengenalkan kebiasaan BFRBs pada anak usia 4-8 tahun melalui media buku interaktif yang dapat memberikan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan. Gerakan kertas seperti pull the tab dan lift the flap pada tiap buku bertujuan untuk membangun rasa penasaran serta simulasi mengenai kebiasaan serta dampak BFRBs. Buku ilustrasi interaktif dibuat berdasarkan hasil analisis data dengan metode 5W+1H yang diperoleh melalui studi literatur, wawancara, serta kuesioner untuk menjawab rumusan masalah. Hasil perancangan berupa empat serial buku interaktif dengan narasi yang mudah dipahami oleh anak-anak. Warna dan ilustrasi dari perancangan menggunakan warna vibrant namun masih nyaman di mata. Tipografi yang digunakan juga berupa huruf sans serif yang terkesan tidak terlalu tegas dengan mempertimbangkan kenyamanan mata pembaca
Analysis of Tea Aroma Visualization on Local Perfume Packaging in Indonesia Brenda Febricha
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.14579

Abstract

Penelitian ini menganalisis visualisasi aroma teh pada kemasan parfum merek lokal di Indonesia dengan menggunakan pendekatan teori encoding-decoding dari Stuart Hall. Objek penelitian mencakup empat varian parfum dari merek Mykonos, yaitu Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, dan Down To Earth yang memiliki visual kemasan yang berbeda-beda meskipun sama-sama mengandung notasi aroma teh. Penelitian ini berfokus pada bagaimana elemen visual seperti warna, ilustrasi, dan bentuk digunakan oleh produsen untuk menyampaikan pesan tertentu dan bagaimana elemen-elemen tersebut dipahami atau dimaknai oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur dengan desainer (encoder) dan konsumen (decoder). Proses encoding mencakup penggunaan elemen warna yang diasosiasikan dengan karakter aroma, sedangkan decoding mengeksplorasi bagaimana latar belakang individu, preferensi, dan ekspektasi memengaruhi interpretasi konsumen terhadap kemasan. Survei pra-penelitian dilakukan untuk membuktikan adanya tren aroma teh pada industri parfum lokal dan menunjukkan popularitas aroma ini di kalangan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya beragam pendekatan dalam memvisualisasikan suatu aroma pada kemasan parfum. Kemudian, warna, ilustrasi, dan desain kemasan yang digunakan untuk merepresentasikan aroma teh dimaknai secara beragam oleh konsumen, dipengaruhi oleh persepsi personal dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual pada kemasan tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik estetis, tetapi juga menjadi media komunikasi yang dapat mencerminkan identitas aroma parfum yang abstrak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan keilmuan desain komunikasi visual, khususnya dalam memahami hubungan antara elemen visual pada kemasan parfum dan interpretasi konsumen terhadap visual dan aroma, serta memberikan panduan bagi industri kreatif dalam menciptakan kemasan yang lebih komunikatif dan efektif.Analysis of Tea Aroma Visualization on Local Perfume Packaging in Indonesia This study analyzes the visualization of tea aroma on local perfume packaging in Indonesia using Stuart Hall's Encoding-Decoding theory. It focuses on four Mykonos perfume variants—Matcha Latte, Tea Poetry, Hawaiian Crush, and Down To Earth—each with distinct packaging designs, despite sharing tea aroma notes. The research examines how visual elements like color, illustration, and shape are used by producers to communicate messages and how consumers interpret them. A qualitative-descriptive method was employed, involving semi-structured interviews with designers (encoders) and consumers (decoders). The encoding process highlights the strategic use of colors and visuals linked to specific aromas or nuances, while decoding explores how consumer interpretations are influenced by their backgrounds, preferences, and expectations. A preliminary survey confirmed the rising trend and popularity of tea aromas in the local perfume industry. The findings reveal varied approaches to visualizing aroma on packaging and diverse consumer interpretations of these visuals, shaped by personal and cultural contexts. Colors, illustrations, and packaging designs meant to evoke tea aroma are perceived differently by individuals, underscoring the subjective nature of visual communication. This study emphasizes that packaging visuals are not only aesthetic tools but also vital communication mediums, reflecting the abstract identity of a perfume’s aroma. The results contribute to the field of visual communication design by deepening the understanding of how packaging elements connect with consumer perceptions. They also provide valuable insights for the creative industry to develop more effective and communicative packaging designs.
Perancangan Komik Media Sosial dan Art Toys dengan Konstruksi Baru Mitos Hantu Indonesia Nibras Ali Husni; IT Sumbo Tinarbuko; Terra Bajraghosa
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12316

Abstract

Cerita hantu merupakan folklore masyarakat Indonesia yang selalu relevan. Dalam cerita-cerita tersebut hantu sering kali diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat tidak manusiawi seperti teror, tempat yang kotor, bersimbah darah, bebauan yang tidak sedap dan lain semacamnya. Folkore dan mitos memenuhi fungsi-fungsi sosial tertentu di sebuah masyarakat, seperti membantu anggota masyarakat tersebut untuk menghindari tempat dan aktivitas yang berbahaya bagi anggota dan kelompoknya. Seiring perkembangan zaman, bentuk mitos senantiasa berkembang menyesuaikan relevansi zaman. Menggunakan data-data kualitatif  dan pendekatan dekonstruksi, perancangan ini membuat komik strip dan art toy berdasarkan pemaknaan alternatif dari folklore dan mitos yang telah didekonstruksi. Platform Instagram dipilih sebagai platform publikasi karya utama berupa komik strip dikarenakan fitur-fitur yang mendukung seperti fitur carousel. Selain itu, platform Instagram dipilih karena kemampuan jangkauannya yang luas melalui algoritma yang terpasang. Setelahnya, karakter-karakter dari komikstrip tersebut diadaptasi ke dalam bentuk art toy sebagai alih media ke dalam bentuk mainan. Menggunakan kedua media utama tersebut perancangan ini merupakan pengembangan baru dari cerita rakyat ke dalam bentuk dan narasi yang lebih segar dan relevan.
Upaya Sanggar Rajo Batuah Roza Oktari
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12760

Abstract

Minangkabau merupakan daerah di Sumatera Barat yang memiliki nilai warisan budaya yang sangat kaya, akan tetapi di saat sekarang ini budaya budaya yang diwariskan mulai terlupakan karena perubahan pola kehidupan akibat globalisasi, anak muda tidak lagi melirik kesenian tradisi sehingga kesenian tradisi mulai kehilangan keeksisannya. Untuk mengatasi masalah tersebut penelitian ini akan membahas mengenai upaya sanggar seni rajo batuah dalam mempertahankan eksistensi kesenian Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengumpulkan data melalui studi dokumen dan juga wawancara. Upaya yang dilakukan sanggar rajo batuah ini berupa pemberian pengetahuan dan kegiatan latihan yang cukup intens kepada para anggotanya, kemudian turut berperan aktif dalam kegiatan festival maupun lomba dan sering diundang untuk bermusik dan menari di acara pernikahan. Sanggar Rajo Batuah juga aktif memperkenalkan kesenian Minangkabau di media sosial. 
EDUCATIONAL POP-UP BOOK DESIGN OF FOOD INGREDIENTS AND BASIC COOKING EQUIPMENT FOR GIRLS Davina Reva Fawnia
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12182

Abstract

The habit of ordering food via online delivery services after the COVID-19 has become popular because of its practicality and efficiency. However, it also brings negative effects, especially on children's health, growth and development processes. Children are more often fed with instant food without knowing the manufacturing and selection process of the food. This can be avoided by involving children in cooking activities. Before starting to cook, it would be good if children can learn about food ingredients and cooking utensils as a means of training themselves not to be a food picker, as well as initial preparation before starting to cook. From the explanation above, a design is needed to convey knowledge of food ingredients and basic cooking equipment to girls as the target audience. The aim of this design was to create a pop-up book on knowledge of food ingredients and basic cooking equipment, especially for girls. The data analysis method used was 5W+1H. The design process was obtained by processing data originating from literature studies and surveys. The result of this design is a pop-up children's book that will be published, containing an introduction and tips on preparing food ingredients and cooking utensils, with an introductory approach through the characters of a child and her mother. The design of this pop-up book is expected to increase literacy as well as tips for introducing food ingredients and cooking utensils to children, especially girls
Busana Thrifting Dalam Fotografi Fashion Rian Febriyana Nugraha; Mohammad Iqbal Fauzan Pratama
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12641

Abstract

Praktikpenjualanbusanabarangbekas,ataufashionthrifting,telahmenjadi fenomenayangmarakdierasaatini,merambahdaripasartradisional hinggaplatformdigitalsepertie-commerce.Treninimenarikminatberbagai kalangan,darianakmudahinggaorangtua,dantelahmembentukgaya hidupbaruyangpopulerdimasyarakat.Industrithriftingtelahmenjadi sektoryangdiminati,denganbanyakindividuyangterlibatdalambisnisini. Disisilain,fotografifashion juga memegang perananpenting dalamindustri fashionmodern.Fotografifashionmenampilkantidakhanyapakaiandan aksesoris,tetapijugamenekankanpadadesaindancirikhasprodukfashion. Dalamkarya"BusanaThriftingDalamFotografiFashion",metodepenciptaanyangdigunakanmeliputitahapanpraproduksi,produksi,dan pascaproduksi(editing).Tahapaninimembutuhkanobservasi,riset,dan persiapanperalatanuntukmenghasilkanfoto-fotofashionyangestetisdan memikat.ProseseditingmenggunakanperangkatlunaksepertiAdobe LightroomdanAdobePhotoshopuntukmeningkatkannilaiestetisdari karyafoto.Dengandemikian,kombinasiantarapraktikfashionthriftingdan fotografifashionmenciptakantrenyangmenarikdanrelevandalambudaya konsumsisaatini,memperkenalkandanmempromosikanfashionkepada masyarakat dengan cara yang kreatif dan estetis.
Penerapan Metode EDFAT dalam Foto Dokumenter Eksistensi Delman Wisata di Kawasan Monumen Nasional Aditya Nugroho
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.13371

Abstract

Karya seni foto dokumenter ini membahas Eksistensi Delman Wisata di Kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan menerapkan metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time). Metode EDFAT berguna dalam pemotretan Foto Dokumenter ini dengan keefektifan dan efisiensinya untuk memperoleh hasil foto yang beragam. Penciptaan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa metode EDFAT dapat diterapkan dalam foto dokumenter. Observasi langsung dilakukan terhadap keadaan delman wisata di kawasan Monas. Tujuan penciptaan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada khalayak dengan penerapan metode EDFAT yang menyoroti secara estetika visual eksistensi delman wisata di Kawasan Monas. Karya-karya ini memperlihatkan aktivitas kusir delman menghadapi tantangan mereka dalam menjalankan usaha delman di tengah arus transportasi modern, dan menghadapi kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait dengan pengoperasian delman di Kawasan Monas. Karya-karya ini menunjukkan metode EDFAT yang berhasil diterapkan dalam penciptaan karya foto dokumenter yang menggambarkan kehidupan dan peran penting delman dalam konteks eksistensi di Kawasan Monumen Nasional. 
Visual Communication Design of Sustainable Lifestyle Campaign Among Dorm Students Widyasari Hanaya
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12199

Abstract

Climate change is a complex and urgent issue driven by increased waste production without consideration of long-term consequences. In the dorm environment, there are still many students who are not fully responsible for their consumption, even though they have knowledge of environmental issues and knowledge of simple practices to reduce waste. Therefore, it is necessary to establish media to overcome this, especially through visual communication campaign media. Data analysis was carried out quantitatively, using the 5W+1H theoretical approach which was then also combined with the AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) advertising communication model. The results of the analysis show that dorm students still experience obstacles in implementing a sustainable lifestyle. Another finding is the interest of dorm students in fictional characters that appears in entertainment media, where these characters are not only popular but also influence the life values of dorm students. It was also found that students actively consume information and entertainment from social media such as Instagram. Based on these findings, the form of solution that initiated was to create a visual communication campaign via the Instagram account @klubtandatanya carrying the tagline "#Bertindakdengansadar", highlighting the stories of fictional characters with cartoon-style illustrations, doodles look-alike. Characters and objects are not represented realistically, but are distilled into simple, sometimes distorted-looking shapes. The campaign message is focused on the role of characters in problem-solving, inviting open discussion, and creating characters that reflect the characteristics of the student audience who are the target of the campaign. The character as a communicator is not positioned as someone who knows everything, but together invites the audience to understand the problem, asking questions that the target audience can respond to. This combination of illustrations, comics and articles in character story format produces visual media with uniqueness and novelty that is effective in inspiring and guiding dorm students towards a sustainable lifestyle.
Peran Komunitas Seni Sanggar Selendang Delime bagi Masyarakat Melayu di Yogyakarta Ayati Tasrip
Fenomen: Jurnal Fenomena Seni Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/fenomen.v4i1.12778

Abstract

Sanggar Selendang Delime yang merupakan sebuah komunitas seni khususnya kesenian melayu yang berada di Yogyakarta memiliki peran terhadap masyarakat melayu di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adlaah untuk mengetahui peran Komunitas Seni Sanggar Selendang Delime bagi masyarakat melayu di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi dari teori George Herbert Mead. Hasil dari Penelitian ini adalah peran dari Sanggar Selendang Delime bagi masyarakat melay di Yogyakarta, yaitu 1) sebagai komunikator, tugasnya adalah menyampaikan nilai, ide, dan pengetahuan tentang hand lettering kepada anggota dan komunitas pendukungnya 2) sebagai wadah bagi masyarakat melayu di Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri 3) sebagai sarana mempromosikan serta melestarikan kesenian melayu di Yogyakarta.

Page 1 of 2 | Total Record : 15