cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2011)" : 14 Documents clear
PENDUGAAN POLA SEBARAN LIMBAH TPA JATIBARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK Nilasari, P. R.; Khumaedi, -; Supriyadi, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPA Jatibarang merupakan tempat pembuangan akhir di Semarang yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk. Penumpukan sampah di TPA Jatibarang yang sudah semakin banyak dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, untuk ituperlu dilakukan penelitian di TPA Jatibarang dengan tujuan untuk mengetahui sebaran limbahnya. Pendugaan sebaran limbah dibawah permukaan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis. Pengambilan data dengan Resistivitymeter Geosound menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Dari hasil pengolahan datamenggunakan software Res2Dinv3.56 dapat disimpulkan bahwa sebaran limbah di TPA Jatibarang ke arah Selatan menujusungai Kreo, selain itu juga sebaran limbahnya juga sampai ke pemukiman penduduk di Kelurahan Bambankerep KecamatanNgaliyan Kota Semarang yang lokasinya sebelah Barat danTimur dariTPAJatibarang. TPAJatibarang is a final garbage disposal area located in Semarang and positioned near the inhabitant area. The accumulation ofgarbage at TPA Jatibarang can cause environment pollution. Therefore, this research was done to explore the distribution of thewaste. The distribution of waste under soil surface can be traced using resistivity geoelectricity method of Schlumbergerconfiguration. Based on the data processing using software Res2Dinv3.56, it is concluded that waste distribution of TPAJatibarangdirects to the south, toward Kreo river, and moves to inhabitants area at Bambankerep Ngaliyan, Semarang.Keywords: Geoelectricity; Resistivity method; TPA Jatibarang waste
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERVISI SETS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS PESERTA DIDIK KELAS X Maghfiroh, U.; Sugianto, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir analitis peserta didik. Untuk mengatasi permasalahantersebut, diterapkan pembelajaran bervisi Science, Environment, Technology, and Society (SETS) yang bertujuan untukmendeskripsikan pembelajaran bervisi SETS, mengetahui peningkatan kemampuan berpikir analitis, dan besar indeks kinerjaguru. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Data kemampuan berpikir analitis diperoleh dari lembar kerja siswa, lembardiskusi, dan tes, dilengkapi hasil belajar kognitif yang diperoleh dari tes, dan hasil belajar psikomotorik dari lembar observasi. Hasilanalisis data menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analitis yang signifikan namun masuk dalam kategorirendah. Selain itu, juga terjadi peningkatan ketuntasan klasikal dari kemampuan berpikir analitis, hasil belajar kognitif, danpsikomotorik. Indeks kinerja guru juga mengalami peningkatan di tiap siklusnya. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkanbahwa penerapan pembelajaran bervisi SETS dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis peserta didik. The background of this study is the low analytical thinking of student. In order to increase it, the SETS vision learning study withthree cycles was performed with the purposes of describing SETS vision learning, increasing students analytical thinking andexamining index value of teacher work performance. The data of analytical thinking was gathered using students worksheet,discussion sheet and test, while those of cognitive was gathered using test and the psychomotor was taken from observation sheet.Result of data analysis shows that there is a low significant increase of analytical thinking ability of student. Additionally, there is alsoan increase of classical mastery learning and index of teacher work performance in every cycle. It was concluded that theapplication of SETS based learning can increase the ability of student in thinking analytically.Keywords: SETS; analytical thinking; Physics learning
PENGEMBANGAN CONCEPT-MAPPING ASSESSMENT UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN MAHASISWA MENGKONSTRUK KONSEP ELEKTRONIKA Rusilowati, Ani; Sopyan, Ahmad
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model concept-mapping assessment (CMA) untuk mengukur kemampuan mahasiswadalam mengkonstruk konsep elektronika, beserta fitur pendukungnya. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dalam tigatahap, yaitu: (1) eksplorasi secara teoretis dan reviu pakar terhadap fitur model CMA. (2) Uji empiris, untuk memvalidasi secaraempiris fitur model CMA. (3) Tahap implementasi, untuk mengetahui efektifitas model dan memperoleh model alat evaluasi yangtelah teruji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang dikembangkan telah memenuhi validitas dan reliabilitas sebagaiinstrumen penilaian. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruk konsep berada padaLevel III. Hal ini berarti mahasiswa telah mampu: (1) membuat banyak konsep yang berhubungan dengan tema, (2) memahamipengaturan konsep dengan menunjukkan keterkaitan antarkonsep, (3) menggunakan struktur hirarkis untuk memindahkan idepokok ke subpokok, (4) menggunakan banyak garis dan kata penghubung atau label, (5) menggunakan kata penghubung yangbervariasi, dan (6) membuat cross link yang menunjukkan keterkaitan antarkonsep secara langsung. Rerata skor yang diperolehmahasiswa dalam menyelesaikan CMA model C sedikit lebih tinggi dari model S. The purpose of this research is to develop concept-mapping assessment (CMA) model to measure students ability in constructingelectronics concepts and their support feature. The research was performed in three stages: (1) theoretical exploration and expertreview of CMA model feature. (2) Empirical test to validate CMA model feature empirically. (3) Implementation stage to examinemodel effectiveness and find tested evaluation tool model. The result shows that the developed features have satisfied assessmentinstrument validity and reliability. Result of implementation shows that students ability in constructing electronics concepts locatedin the third level, which means that the student is able to (1) make many concepts related to theme, (2) understand concept structureby showing interrelation concept, (3) use hierarchical structure to move main idea to sub-main idea, (4) use many lines andconnection words or label, (5) use various connection words, and (6) make cross link showing interconnection between conceptsdirectly. Average score gathered by the student in finishing C CMA model is little bit higher than S model.Keywords: concept-mapping assessment; electronics concept; evaluation
PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR HIPOTETIKAL DEDUKTIFPADA SISWA SMA Juliyanto, E.; Hartono, -; Wiyanto, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir siswa SMA di kota Semarang yang hasilnya dijadikan dasaruntuk pengembangan model pembelajaran fisika yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir Hipotetikal Deduktif padasiswa SMA di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D),yang terdiri dari dua tahap. Penelitian tahap I bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir siswa SMA di kota Semarang.Penelitian tahap II bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran fisika yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikirHipotetikal Deduktif di Kota Semarang dengan berdasar pada hasil penelitian tahap I dan mencari tahu keefektifan model tersebut.Hasil penelitian tahap I menunjukkan mayoritas (78,28%) siswa SMA di kota Semarang berada pada tingkat kemampuan berpikirEmpirikal Induktif, dan sisanya berada pada tingkat Transisi. Hasil penelitian tahap II adalah model pembelajaran denganpendekatan inkuiri latihan penelitian, yang memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk berhipotesis, mengidentifikasidan merencanakan percobaan, dan menarik kesimpulan dari hasil percobaan, mampu menumbuhkan kemampuan berpikirHipotetikal Deduktif pada siswa SMA di kota Semarang. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar -11.95 dan ttabel= 2.64 yangmenunjukkan thitung tidak berada pada daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan model pembelajaran inisecara signifikan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir Deduktif pada siswa SMA di kota Semarang. This study aims to describe thinking ability of SHS student in Semarang. The result of the study will be used as a base of physicslearning model development which can grow hypothetical-deductive thinking ability of the student. The research metode used wasResearch and Development (R & D), consisting of two stages. The result of first stage shows that 78.28% of SHS student inSemarang has the level of empirical-inductive thinking ability, while the remaining has ability of transition level. The second stage ofthe study resulted a model of physics learning with inquiry approach of doing research practice, giving more chance to student togive hyphotesis, identify and plan a research and derive a conclusion, and being able to grow hypothetical-deductive thinking to thestudent. It was concluded that the learning model developed can grow hypothetical-deductive thinking ability of SHS student inSemarang significantly.Keywords: hypothetical-deductive; thinking ability; Physics learning
PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS HANDS ON ACTIVITIES UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Yuliati, D. I.; Yulianti, D.; Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran berbasis Hands on Activities, menumbuhkankemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Data kemampuanberpikir kritis, hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi, hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kemampuan berpikir kritis meningkat secara signifikan disertai dengan peningkatanjumlah siswa yang termasuk kategori kritis maupun sangat kritis. Selain itu nilai rata-rata hasil belajar juga mengalami peningkatansecara signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fisika berbasis Hands on Activities dapatmenumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan hasil belajar siswa. The goals of this three-cycles classroom action research are to describe Hands on Activities based learning model, grow criticalthinking ability and increase learning achievement of JHS student-grade VIII. The data of critical thinking ability, affective andpsychomotor learning achievement are derived from observation sheet, while those of cognitive learning achievement was takenfrom test. The result shows that there is a significant increase of critical thinking ability and average of learning achievement leadingto the conclusion that Hands on Activities based learning model, grow critical thinking ability and increase learning achievement ofJHS.Keywords: critical thinking; Hands on activities (HOA); classroom action research
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI CAHAYA DI SMP Hapsoro, C. A.; Susanto, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi awal di kelas VIII SMP Negeri 1 Demak menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang selama ini dilaksanakanmasih berpusat pada guru sehingga siswa tidak aktif. Berdasarkan hasil pengamatan, tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui adakah peningkatan hasil belajar dengan menerapkan metode pembelajaran Problem Based Instruction berbantuanalat peraga materi cahaya di SMP Negeri 1 Demak. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran Problem Based Instructionberbantuan alat peraga lebih baik dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Akivitas siswa pada kelas kontrol sebagaianbesar berada pada rentang cukup aktif, sedangkan pada kelas eksperimen sebagian besar siswa berada pada rentang tinggi. Earlier observation at SMP Negeri 1 Demak showed that learning method used in the current physics lesson was teacher centeredcausing inactive student. Based on that observation result, the study with the purpose of exploring the increase of learningachievement of the student of SMP Negeri 1 Demak tought by Problem Based Instruction supported by teaching aid applied in lightlesson was carried out. The result of the study shows that Problem Based Instruction supported by teaching aid can increaselearning achievement of the student. This is proved by the result of average learning achievement of experiment class which ishigher than those of control class. In addition to that, the active student of experiment class also shows higher rate value than thoseof control class.Keywords: Problem Based Instruction, learning achievement, Activity of student
MONITORING DAERAH RESAPAN AIR DENGAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS KELURAHAN SEKARAN, KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG Khumaedi, -; -, Supriyadi; Millah, N.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Gunungpati merupakan salah satu wilayah konservasi di Kota Semarang yang mengalami perkembangan sejakdidirikannya Kampus Unnes di Kelurahan Sekaran. Pesatnya pembangunan yang ada saat ini telah mengakibatkan terjadinyaperubahan tata guna lahan. Untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fungsi daerah resapan air di Kelurahan Sekaran makadilakukan pengukuran dengan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuistatus daerah resapan air di Kelurahan Sekaran. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Kampus Unnes Sekaran dan sekitarnyadalam 2 tahap, yaitu bulan Nopember 2010 dan Januari 2011. Hasil pengolahan data dengan software Res2dinv ver. 3.56 diketahuibahwa untuk TS 01, TS 02, TS 04, TS 05 resapan air paling banyak terjadi pada bulan Nopember 2010, untuk TS 03 pada bulanJanuari 2011. Lapisan batuan penyusun yang ada umumnya terdiri dari lempung dan batu pasir. Lapisan batu pasir inilah yangdiharapkan dapat berfungsi sebagai penyimpan air hujan yang meresap dan teridentifikasi sebagai air tanah dangkal. Simpulandari penelitian ini yaitu Kelurahan Sekaran masih berfungsi sebagai daerah resapan air dengan ditemukannya air tanah dangkal dilokasi penelitian. This research aims to study the influence of development of Sekaran into the function of its water infiltration area by using a methodof Schlumberger configuration. There were two steps of research conducted in November 2010 and January 2011. The result ofdata processing using software Res2dinv ver. 3.56 shows that the most water infiltration happened in Nopember 2010 forTS 01,TS02, TS 04, TS 05 points, while those for TS 03 happened in January 2011. In general, the composing layers are clay and sand. Thesand is supposed to have the function of infiltrated rain water keeper and identified as shalow soil water. Based on the identifiedshalow soil water, the research concluded that Sekaran still has a function of water infiltration.Keywords: Geoelectricity; Resistivity method; water infiltration area
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN STRUKTURAL TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA Ismawati, N.; Hindarto, N.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya ketuntasan belajar klasikal siswa kelas X-3 SMA N 1 Bojayaitu sebesar 57,5%. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas siswa saat mengikuti pelajaran sehingga siswa menjadi pasif, gurumasih menjadi pemeran utama dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran yang sesuai dan tepat diharapkan dapatmemotivasi siswa sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika. Salah satu strategi dalam pembelajaran adalahmenerapkan pembelajaran kooperatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Boja. Objek penelitian ini adalah kelas X-3 tahunpelajaran 2009/2010. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode tes, lembar observasi dan dokumentasi yangkemudian di uji dengan t-test untuk menguji peningkatan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif denganpendekatan struktural TSTS. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajarankooperatif dengan pendekatan struktural TSTS meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas X-3 SMA N 1 Boja. Dari penelitian inidapat disarankan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktural TSTS dapat dijadikan alternatif untukmeningkatkan hasil belajar siswa. The background of this research was low classical learning mastery of SMA N 1 Boja student-grade X-3 due to inactive studentduring the lesson. In order to motivate student to be active in following the lesson and increase students learning achievement, acooperative learning strategy was applied in the lesson, with the object of X-3 class. The data collection methods used in theresearch were test, observation sheet documentation method, while the increase of learning achievement was tested using t-test.In conclusion, the application of cooperative learning model with structural TSTS approach can increase the learning achievementof X-3 class of SMA N 1 Boja. It was suggested to use cooperative learning model with structural TSTS approach as an alternativeway to increase students learning achievement.Keywords: cooperative learning model; structural TSTS approach; learning achievement
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN PENGUKURAN Widodo, S.; Sukiswo, S. E.; D. Putra, N. M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian materi Besaran dan Pengukuran di beberapa SMP kurang memanfaatkan alat peraga, sehingga hasil belajar siswamasih rendah. Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan besaran dan pengukurandengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini adalah berupa penelitian tindakan kelas yangmenggunakan rancangan desain one-shot case study. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif diperoleh dari tes, hasil belajarafektif dan psikomotorik diperoleh dari lembar observasi. Analisis data penelitian dengan menghitung nilai gain faktor. Data hasilbelajar siswa dari siklus I, siklus II dan siklus III menunjukkan adanya peningkatan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwapembelajaran kooperatif model Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Based on the earlier observation showing low students learning achievement of Quantity and Unit material, a classroom actionresearch using one-shot case study design and Numbered Head Together (NHT) model was performed with the aim of increasingthe achievement. The data of affective and psychomotor learning achievement are derived from observation sheet, while those ofcognitive learning achievement was taken from test. From the analysis data using gain factor value, the research shows that there isan increase of learning achievement of the student from one cycle to the next leading to the conclusion that cooperative learningmodel of Numbered Head Together can increase students learning achievement.Keywords: Cooperative learning; Numbered head together; Learning achievement
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENALAN POLA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE MINUTIAE Sudartono, -; Susilo, Sunarno
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengenalan pola sidik jari menggunakan metode minutiae sehingga dihasilkan sistempengenalan pola sidik jari menjadi lebih akurat. Dalam penelitian ini, dilakukan operasi pengolahan citra yang meliputi PerbaikanCitra (Image Enhancement), Binerisasi, Image Segmentation, Minutia Extraction, Pencocokan citra sidik jari. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa minutiae dapat digunakan untuk merancang sistem pengenalan pola sidik jari. Hal ini dapat dibuktikandengan cukup tingginya nilai pencocokan (match) untuk citra sidik jari yang sama yaitu diatas 30%, sedangkan untuk citra sidik jariyang berbeda nilai pencocokan (match) sangat kecil yaitu dibawah 30%. The goal of this research is to design an accurate system of finger print pattern recognition using a minutiae method. There areseveral operations performed in this research, those are image processing, consisting of image enhancement, binary processing,Image Segmentation and Minutia Extraction, and finger print image recognition. The result shows that minutiae method can beused to design a system of finger print recognition, proven by the high value of match recognition for similar finger print image, that isabove 30% and those for different finger print image which is only below 30%.Keywords: Image; Minutiae; finger print

Page 1 of 2 | Total Record : 14