cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015)" : 33 Documents clear
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN METODEPREDICT, OBSERVE, EXPLAIN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Fayakun, M.; Joko, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kontekstual dengan metode POE terhadap pencapaian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok pretes-postes. Pengambilan sampel dengan teknik acak sederhana untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berupa instrumen soal pretes dan postes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t satu pihak berdasarkan nilai sig.serta normalized gain (N-gain). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual dengan metode POE berpengaruh positif dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa daripada siswa yang menggunakan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji t dengan nilai sig. skor posttest yaitu 0,001 dan hasil uji peningkatan dengan N-gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang, lebih tinggi daripada kategori kelas kontrol yaitu rendah. This research aimed to know the effectiveness contextual teaching and learning models (CTL) with POE methods toward high order thinking skill students’ attainment on static fluids. The kind of this research is quasi experiment with Pretest-Posttest Control Group Design. Sample’s taking has done with simple random sampling technique to find experiment and control class. The technique that being used isinstrument test called pretest and posttest matter. Technique of analizing data using t-test one tailed beside sig. value and normalized gain (N-gain). The data analysis result showed that CTL models with POE methods influential possitive and could raising students’s high order thinking skill than student use conventional method.  This was showed by result sig. value posttest score got 0,001 and result of attainment with N-gain got experiment class there medium category, highest than control class category is low .
PEMBELAJARAN KEBENCANAAN ALAM BERVISI SETS TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN FISIKA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Rusilowati, A.; Supriyadi, Supriyadi; Widiyatmoko, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4002

Abstract

Kearifan lokal merupakan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu mayarakat, yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah laku sehari-hari, serta menggambarkan cara bersikap dan bertindak untuk merespons perubahan-perubahan yang khas dalam ingkungan fisik maupun kultural. Kearifan lokal yang ada di setiap daerah di Inonesia merupakan satu aset atau harta terpendam bagi bangsa Indonesia yang harus digali dan terus dipertahankan sebagai satu kesatuan dalam hidup dan kehidupan semua masyarakat Indonesia. Tujuan penulisan artikel ini adalah menentukan cara (1) menanamkan kearifan lokal bagi generasi muda, (2) mendesiminasikan kearifan lokal dilakukan melalui  pendidikan. Metode penelitian analisis kepustakaan. Hasil analisis menyimpulkan salah satu cara menanamkan kearifan lokal dengan mengaitkannya pada pembelajaran Fisika terintegrasi kebencanaan alam bervisi  Science Environment Technology and Society (SETS). Desiminasi kearifan lokal dapat dilakukan melalui pendidikan, termasuk dalam  pembelajaran dan penelitian kependidikan, serta penulisan artikel di media. Local wisdom is the values prevailing in a society, which is believed to be true and become a reference in the daily activity, and describe how to behave and act in response to specific changes in physical and cultural environment. Local wisdom in every region in Indonesia is an asset or a hidden treasure for the nation of Indonesia to be collected and maintained as a unity in life and the lives of all the people of Indonesia. The purpose of writing this article is to determine how to (1) embed local wisdom to the younger generation, (2) disseminate local wisdom through education. Analysis of the literature research method. Results of the analysis concluded one way of instilling local wisdom by associating the natural disaster integrated physics learning in the vision of Environment Science Technology and Society (SETS). Dissemination of local wisdom can be done through education, including the teaching and educational research, as well as writing articles in the media.
VARIASI SUHU DEPOSISI PADA STRUKTUR, SIFAT OPTIK DAN LISTRIK FILM TIPIS SENG OKSIDA DENGAN DOPING GALIUM (ZNO:GA) Sulhadi, S.; Fatiatun, F.; Marwoto, P.; Sugianto, S.; Wibowo, E.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4007

Abstract

Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO:Ga di atas substrat kaca korning pada tekanan deposisi 500 mtorr dengan metode DC-magnetron sputtering. Film ditumbuhkan masing-masing pada suhu 325oC, 375oC, dan 425oC. Struktur, sifat optik dan sifat listrik film tipis yang dideposisikan telah dikarakterisasi dengan menggunakan EDX, XRD, SEM, spektrofotometer UV-Vis dan I-V Meter. Analisis EDX menunjukkan bahwa film yang terdeposisi merupakan film tipis ZnO:Ga. Hasil analisis struktur dengan XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO:Ga yang dideposisikan merupakan polikristalin dengan struktur heksagonal wurtzite. Film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325o mempunyai kualitas kristal yang lebih baik dibandingkan dengan film yang dideposisikan pada suhu 375o dan 425oC. Hasil XRD juga terkonfirmasi dengan observasi SEM menunjukkan bahwa film ZnO:Ga yang dideposisikan pada suhu 325oC mempunyai ukuran butir yang lebih homogen dibandingkan dengan film yang ditumbuhkan pada suhu deposisi 375o dan 425oC. Film tipis ZnO:Ga yang ditumbuhkan pada suhu 325oC mencapai transmitansi optik ~ 89% dan energi bandgap ~3,33 eV. Sifat listrik dapat diketahui dengan menggunakan I-V Meter yang menunjukkan nilai  1,74 x10ˉ3 (Ωcm)ˉ1 pada suhu deposisi 325oC. Thin films ZnO:Ga were deposited on corning glass substrates with argon gas pressure 500 mtorr and variation temperature at 325oC,  375oC and 425oC by DC-Magnetron Sputtering. The structural studies, optical and electricity properties of the thin films have been investigated by means of EDX, XRD, SEM, Uv-Vis spectroscopy and I-V meter. The EDX result show that thin films were deposited is ZnO:Ga thin films. The structural studies result from XRD show the ZnO:Ga thin films deposited have polycrystalline with the hexagonal wurtzite structure. ZnO:Ga film were deposited at 325oC have the better quality crystal with the other. The XRD result also appropriate with SEM, it was shown at 325oC has grain size more homogeny with the other films. Thin films ZnO:Ga was deposited at 325oC has the optical transmittance ~89% and the bandgap ~3,33 eV. Electrical conductivity 1.74 x10ˉ3 (Ωcm)ˉ1 at deposited  325oC. 
DEVELOPING LOCAL WISDOM BASED SCIENCE LEARNING DESIGN TO ESTABLISH POSITIVE CHARACTER IN ELEMENTARY SCHOOL Subali, B.; Sopyan, A.; Ellianawati, Ellianawati
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.3998

Abstract

This study aims to design a science learning program based on the local wisdom and apply it in elementary school. Mixed method research was use to gain the significance improvement from the design. There were 35 elementary science teachers from 16 elementary schools chosen by using purposive random sampling. The previous research revealed that there are about 80% of the teachers who were recognized the local wisdoms in their environment, but none of them have a capability to use it as a part of their science program in the classroom. To overcome this constrain, Review(R), Task(T), Solution(S), Reflection(R), and Evaluation(E) design was proposed in elementary school science learning. By implementing the design in two elementary schools, 11 positive characters expected were indicated from students’ performance. But characters of honest, disciplined, conscientious, diligent, careful, responsibility, and caring environment, are most significant. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan desain pembelajaran sains berbasis kearifan lokal pada tingkat sekolah dasar. Metode penelitian campuran (mixed method) digunakan untuk melihat signifikasi capaian pengembangan desain. Penelitian ini melibatkan 35 guru dari 16 sekolah dasar yang dipilih secara acak dari sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Dari penelitian sebelumnya diperoleh hasil bahwa sekitar 80% dari sampel telah mengenali kearifan lokal di lingkungan sekolah masing-masing. Namun, tidak satupun dari sampel yang memiliki kapasitas untuk mengaplikasikan kearifan lokal tersebut ke dalam kurikulum sains mereka. Untuk mengatasi kendala ini, maka digagaslah desain Review(R), Task(T), Solution(S), Reflection(R), dan Evaluation(E) ini. Dua sekolah dipilih secara purposive sampling sebagai kelas eksperimen. Dengan mengkombinasikan dari kualitatif hasil RnD desain dan data kuantitatif nilai tes, diperoleh informasi bahwa 11 karakter positif terindikasi pada performan siswa. Dari kesebelas karakter tersebut, kejujuran, keingintahuan, jujur, hati-hati, tanggung jawab, dan peduli lingkungan yang paling meningkat secara signifikan.  
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN METODEPREDICT, OBSERVE, EXPLAIN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Fayakun, M.; Joko, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kontekstual dengan metode POE terhadap pencapaian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok pretes-postes. Pengambilan sampel dengan teknik acak sederhana untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berupa instrumen soal pretes dan postes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t satu pihak berdasarkan nilai sig.serta normalized gain (N-gain). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual dengan metode POE berpengaruh positif dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa daripada siswa yang menggunakan metode konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji t dengan nilai sig. skor posttest yaitu 0,001 dan hasil uji peningkatan dengan N-gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang, lebih tinggi daripada kategori kelas kontrol yaitu rendah. This research aimed to know the effectiveness contextual teaching and learning models (CTL) with POE methods toward high order thinking skill students’ attainment on static fluids. The kind of this research is quasi experiment with Pretest-Posttest Control Group Design. Sample’s taking has done with simple random sampling technique to find experiment and control class. The technique that being used isinstrument test called pretest and posttest matter. Technique of analizing data using t-test one tailed beside sig. value and normalized gain (N-gain). The data analysis result showed that CTL models with POE methods influential possitive and could raising students’s high order thinking skill than student use conventional method.  This was showed by result sig. value posttest score got 0,001 and result of attainment with N-gain got experiment class there medium category, highest than control class category is low .
PEMBUATAN ELEKTRODA KARBON BERPORI DARI TEMPURUNG KEMIRI DAN PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM CAPACITIVE DEIONIZATION (CDI) UNTUK DESALINASI AIR PAYAU Astuti, A.; Taspika, M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4008

Abstract

Telah dilakukan pembuatan karbon aktif dengan bahan dasar tempurung kemiri menggunakan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan suhu aktivasi (400, 500, dan 600) oC.Luas permukaan aktif yang dihasilkan masing-masing adalah (6,6; 95,6; dan 391,6) m2/g. Karbon yang diaktivasi pada suhu 600 oC digunakan sebagai bahan dasar pembuatan elektroda kapasitor untuk system capacitive deionization (CDI) menggunakan polimer polyvinyl alcohol (PVA) sebaga ipengikat. Berdasarkan data voltammogram siklik terhadap elektroda CDI diperoleh besar kapasitansi spesifik elektroda adalah 50,21 mF/g.  Proses desalinasi dilakukan pada larutanNaCl 0,24 M dengan menyusun elektroda menggunakan system monopolar dan diberitegangan DC 1,2 V.  Penurunan konduktivitas larutan NaCl menggunakan sistem CDI ini sebesar 61,58%, dengan penurunan kadar natrium dalam larutan NaCl yaitu dari 138,0 mg/L menjadi 80,7 mg/L  selama 40 menit. Karbon aktif tempurung kemiri ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai elektroda CDI untuk sistem desalinasi air payau.The writers had done the research of the activated carbon that prepared with the candlenut shell by using H3PO4 2,5% as the activating agent.  All samples were heated at the temperatures of (400, 500, and 600) oC.  The activated carbon have specific surface area (6.582; 95.623; and 391.567) m2/g respectively. Capacitor electrode for capacitive deionization (CDI) was fabricated by using activated carbon that was heated at activation temperature of 600 oC with polyvinyl alcohol (PVA) as the binder. Based on cyclicvoltammogram of electrode, specific capacitance of CDI electrode is 50.21 mF/g.  To observe desalination process of electrode, CDI was made by monopolar system and immersed in NaCl 0.24 M as brackish water sample.  Direct current voltage 1.2 V was applied to CDI cell.  The decreased of NaCl conductivity with CDI system respectively is 61.58%.  Sodium concentration in NaCl decreases from 138.000 mg/L to 80.667 mg/Labout 40 minutes of desalination process.The activated carbon that prepared from candlenut shell is potential to develop as CDI system for desalination of brakish water.
MODEL PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PROSES KREATIF-INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP Panjaitan, M. B.; Nur, M.; Jatmiko, B.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.3999

Abstract

The purpose of this research is to develop and describe science characteristics learning model based on Creative-Inquiry process to increase students’ creative thinking and understanding in SMPN Pematangsiantar. The learning model used Borg & Gall with One-Group Pretest Posttest Design. The data collection used validation method, observation, test, and questionnaire. The technique of data analysis used descriptive quantitative, qualitative, and non-parametric statistic. The research results are: 1)The learning material has valid category, 2) Learning material from lesson plan implementation has practical category, 3)The effectiveness of learning material is seen from Improving students’ learning achievement and Creative thinking ability through N-gain has high category. Result of non-parametric statistic analysis, namely: There isn’t difference and improvement of students’ creative thinking ability in SMPN P.siantar. Students’ responds in learning material implementation are very positive. The conclusion is science learning materials based on Creative-Inquiry process are valid, practical, and effective in SMPN Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakan dan mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kreatif siswa di SMPN. Model pembelajaran menggunakan model Borg & Gall dengan One-Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif, uji statistik non-parametrik. Hasil penelitian adalah: 1) perangkat pembelajaran berkategori tinggi, 2) perangkat pembelajaran ditinjau dari pelaksaan RPP berkategori tinggi, 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui N-gain berkategori tinggi. Hasil dari analisa uji statistik non-parametrik adalah tidak terdapat perbedaan dan peningkatan dari kemampuan berpikir kreatif siswa di SMPN Pematangsiantar. Respon siswa terhadap pelaksanaan perangkat pembelajaran sangat positif. Kesimpulannya adalah perangkat pembelajaran sains berbasis proses kreatif-inkuiri adalah valid, praktis, dan efektif di SMPN Pematangsiantar.
PENGEMBANGAN MEDIA KAPASITOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA Muhaimin, A.; Susilawati, S.; Soeprianto, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran materi fisika kapasitor pada tingkat Sekolah Menengah Kekuruan (SMK) kelompok teknologi berbentuk MTDK (media tiga dimensi kapasitor). Melalui tahap-tahap penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan tiga model MTDK yaitu MTDK kertas, MTDK keping sejajar, dan MTDK rangkaian kapasitor. Keefektifan model MTDK yang dikembangkan, diujicoba pengaruhnya terhadap pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa SMK, dengan melibatkan 116 siswa SMK kelompok teknologi yang dibagi dalam dua kelas perlakuan, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Untuk mengukur pemahaman konsep siswa dan sikap ilmiah siswa, digunakan instrumen tes pemahaman konsep dan instrumen tes sikap ilmiah. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji beda rata-rata pada taraf signifikasi ()=0,05. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan nilai rata-rata pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa secara signifikan, dimana kelompok siswa kelas eksperimen mengungguli kelompok siswa kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan MTDK berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa SMK. This study aims to develop instructional media of physics capacitor learning for vocational technology student as three-dimensional media capacitor (Media Tiga Dimensi Kapasitor/MTDK). On the development stage, it resulted that MTDK models consisting of MTDK paper, MTDK parallel plate, and MTDK capacitor circuit. The testing stages of MTDK is to determine the effect of MTDK on vocational students’ understanding of concept and scientific attitude, it involved 116 students from SMK which are divided into two groups of treatment, the experimental group and the control group. Data were collected used understanding of concept test and scientific attitude test than analyzed by using mean-different test at the level of significance () = 0.05.  Based on the result of analysis, there are significantly differences in the average of students’ understanding of the concept and scientific attitude, where the experimental group was higher than the control group.  It can be concluded that MTDK significantly influence on vocational students’ understanding of concepts and scientific attitude.
PENGARUH MODEL PENEMUAN TERBIMBING DENGAN STRATEGI SELF-EXPLANATION TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA ZAT PADAT MAHASISWA Parno, P.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4000

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap pengaruh pembelajaran model penemuan terbimbing dengan strategi self-explanation terhadap peningkatan prestasi belajar fisika zat padat mahasiswa pada bahasan struktur kristal dan dinamika kisi kristal. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen rancangan Pre- and Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model penemuan terbimbing dengan strategi self-explanation mampu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, yang ditandai oleh gain score ternormalisasi rata-rata kelas eksperimen 0,467 (kategori medium) lebih tinggi daripada kelas kontrol 0,385 (kategori medium); dan mahasiswa kelas model penemuan terbimbing dengan strategi self-explanation memiliki pencapaian prestasi belajar lebih tinggi secara signifikan daripada kelas model STAD dengan strategi self-explanation. Penelitian menghasilkan effect size 0,47 kategori “biasa”. Tetapi, mahasiswa kelas eksperimen memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran lebih rendah daripada kelas kontrol.This study is aimed to reveal the influence of the guided discovery model with self-explanation learning strategy toward improvement of students’ achievement on solid state physics of the crystal and dynamic of lattice structures. The study uses quasi-experimental with Pre- and Posttest Design. The result shows that the guided discovery model with self-explanation learning strategy can improve students’ achievement.  Experiment class attaines the normalized everage gain score of 0.467 (medium category), while control class attaines the normalized everage gain score of 0.385 (medium category). Experiment class students have higher achievement significantly than control class. This research has effect size 0.47 in typical category. However, experiment class students give lower positive response than control class for learning process.  
PEMBELAJARAN REAL LABORATORY DAN TUGAS MANDIRI FISIKA PADA SISWA SMK SESUAI DENGAN KETERAMPILAN ABAD 21 Susilawati, S.; Ristanto, S.; Khoiri, N.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v11i1.4005

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran pembelajaran real laboratory dan tugas mandiri fisika pada siswa SMK. Paket real laboratory konsep gelombang bunyi dilakukan untuk mengidentifikasi fenomena bunyi yang belum mampu dipraktikumkan menggunakan KIT mekanika. Prosedur penelitian terdiri dari persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan dilakukan analisis konsep gelombang bunyi dan penyusunan instrumen penelitian. Pada tahap pelaksanaan diterapkan pembelajaran real laboratory dan tugas mandiri fisika pada siswa SMK, selanjutnya dilakukan analisis data hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan kinerja dan keaktifan siswa yang mendapatkan pembelajaran real laboratory dengan tugas mandiri lebih baik dibandingkan dengan hasil tes kinerja siswa yang hanya mendapatkan pembelajaran real laboratory. The purpose of this work is to get an idea of the real learning physics laboratory and self-regulated assignment of vocational students. A real laboratory package of sound wave concept was done to identify the sound phenomena that have not been able to be practiced using mechanics apparaturs sets. The procedure of this work consists of the preparation and execution, where in the preparatory phase it was done an analysis of sound wave concept and preparation of research instruments. The implementation was done using real laboratory learning and self-regulated assignment of physics subject on vocational students, further the analysis of the research data was also done. The result showed that the performance and activity of students getting a real laboratory learning with self-regulated assignment are better than that of students only getting real laboratory learning.

Page 2 of 4 | Total Record : 33