cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2007)" : 9 Documents clear
Peranan Komunitas Mangkunagaran dalam Meperkembangkan Tari Gaya Mangkunagaran (Role of Mangkunagaran Community to Develop Dance of Mangkunagaran Style) Malarsih, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.795

Abstract

Tari gaya Mangkunagaran merupakan jenis tari klasik Jawa yang masih banyak digunakanuntuk berbagai kepentingan oleh masyarakat pendukungnya. Komunitas Mangkunagarandiprediksi mempunyai andil besar dalam menjaga keeksistensian tari gaya Mangkunagarantersebut. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini, adalah bagaimana peranan komunitasMangkunagaran dalam memperkembangkan tari gaya Mangkunagaran. Metode penelitianyang diterapkan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian, Pura Mangkunagaran.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analilisis interaktif mengikuti alur analisisMiles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, komunitas Mangkunagaran berperanpenting dalam usaha memperkembangkan tari gaya Mangkunagaran. Usahamemperkembangkan utamanya berkait dengan fungsi dan materi tari gaya Mangkunagaran,yaitu tari itu sebagai sarana upacara perkawinan bagi masyarakat umum, penyambutantamu, pariwisata, festival, dan pertukaran budaya dengan negara sahabat. Perkembanganmateri dilakukan dengan cara mencipta materi tarian baru namun pijakan garapannyamenggunakan sebagian dari unsur tari gaya Mangkunagaran. Selain itu, juga melakukanpelatihan-pelatihan pada masyarakat umum. Berdasar hasil penelitian, disarankan: (1)hendaknya komunitas Mangkunagaran dalam memperkembangkan tari gayaMangkunagaran tetap menggunakan pijakan tari gaya Mangkunagaran yang asli, (2) perluadanya regenerasi untuk pelatih dan juga penari tari gaya Mangkunaran yang loyal terhadapperkembangan tari gaya Mangkunagaran.Kata kunci: peranan, gaya tari, komunitas, fungsi tari, interaksi.
Pengembangan Model Pembelajaran Seni Berbasis Kompetensi Pada Anak Usia Dini (The Development of Competency Based Art Learning Model on the Early-Childhood Children) Hartono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.796

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripikan (1) Kemampuan guru dalam mengidentifikasi isikurikulum; (2) Tingkat pola interaksi antara guru dan anak, (3) metode pengajaran yangdigunakan, (4) Pola-pola pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah; (5) Tingkat kesulitananak Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.Lokasi di Jawa Tengah. Analisis data dilakukan dengan metode interaktif dari Milles danHubermann. Temuan penelitian menunjukkan (1) Kemampuan guru dalam mengidentifikasiisi kurikulum, Menyusun program pembelajaran mingguan maupun program pembelajaranharian mengacu enam aspek perkembangan.. Program Perencaaan Harian disesuiakandengan kondisi dan situasi di setiap TK masing-masing. Rancangan Satuan KegiatanMingguan, yang berkaitan dengan seni menunjukkan bahwa materi seni musik, seni tari, senidrama, dan seni rupa belum adanya saling keterkaitan dan kesinambungan pada setiap tatapmuka. (2) Tingkat pola intereaksi antara guru dengan anak dalam kegiatan pembelajaran seniterjalin sejak anak sebelum memasuki ruang kelas. (3) Pemilihan metode pengajaran seni,guru kurang memadukan dari beberapa metode. (4) Pemaksimalan pemanfaat potensi alamsekitar dalam pembelajaran seni, masih dimungkinkan untuk ditingkatkan. (5) Tingkatkesulitan anak dalam memahami konsep-konsep seni yang diajarkan oleh guru sangatberagam. (6) terumuskan model pembelajaran seni untuk AUD. Saran-saran yangdisampaikan dalam penelitian ini (1) Perlu pendalam materi seni bagi guru-guru TK. (2)guru di setiap TK perlu ditambah, (3) harus lebih berani danlebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran seni.Kata kunci : Anak Usia Dini, Pembelajaran, Seni, Kompetensi
Campursari dalam Stratifikasi Sosial di Semarang (Social Statification of Campursari in Semarang) Wadiyo, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan minat terhadap musikcampursari antara masyarakat remaja golongan atas dengan masyarakat remaja golongan bawahdi Semarang. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif. Populasi, seluruh remajaSemarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Ukuran sampel104 orang, terdiri dari remaja golongan atas 52 orang dan remaja golongan bawah 52 orang.Analisis data untuk menguji perbedaan, menggunakan rumus uji beda dua rata-rata (t-tes).Analisis data untuk mengetahui kategori besaran minat, menggunakan analisis deskriptifkategoris. Hasil penelitian menunjukkan, minat terhadap musik campursari antara masyarakatremaja golongan atas dengan masyarakat remaja golongan bawah, ada perbedaan. Kategoribesaran minat diketahui, masyarakat remaja golongan atas masuk dalam kategori cukupsedangkan masyarakat remaja golongan bawah masuk dalam kategori besar. Disarankan,hendaknya campursari sebagai seni budaya lokal mendapat perhatian yang serius dari semuapihak agar keberadaannya tidak lenyap ditelan jaman. Dalam hal ini perlu ditumbuhkan kreatorkreatorbaru utamanya dari kaum remaja sebagai generasi penerusnya.Kata kunci: campursari, stratifikasi sosial, minat, remaja, seni
Perkembangan Tari Ritual Menuju Tari Pseudoritual di Surakarta (The Development of Ritual Dance toward Pseudoritual Dance in Surakarta) Bisri, Moh Hasan
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.798

Abstract

Seni tari merupakan cermin dari realitas manusia yang dicoba dikemas lewat"gerak-musikal". Kekuatan seni tari terletak pada makna di belakang setiap gerakanyang dipandu dengan alunan iringan musik. Realitas alam fisik maupun non fisikditampilkan seni tari dengan gerakan yang mempunyai arti bagi manusia itusendiri. Sejak jaman prasejarah telah diketahui bahwa tari lahir didasari olehkegunaannya pada masyarakat jamannya. Pada masyarakat primitif sangatdirasakan tari sebagai sarana atau media untuk mencapai suatu kebutuhan, merekasangat percaya dengan menari akhirnya apa yang diinginkan akan tercapai. Tariupacara sebagai media persembahan dan pemujaan terhadap kekuasaan yang lebihtinggi dengan maksud untuk mendapatkan perlindungan, demi keselamatan,kebahagiaan dan kesejahteraan hidup masyarakat. Dengan demikian, tari upacarajuga disebut tari ritual. Pada tari upacara (ritual) faktor keindahan adalahsekunder, yang mengutamakan kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupanmanusia sendiri ataupun hal-hal di luar diri manusia. Keindahan jiwa manusia itusendiri dimanifestasikan menjadi bentuk gerak tari. Tari dilaksanakan untukmendapatkan makanan, menghormati orang mati, atau untuk menjamin tertib yangbaik dalam kosmos. Tarian tersebut dilangsungkan pada kesempatan inisiasi,upacara magis-religius, perkawinan, dan sebagainya.Kata Kunci : perkembangan, tari ritual, psiuduritual.
(Components in Music-Culture) Sunarto, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.799

Abstract

Seorang filsuf wanita dari Amerika Serikat, Susanne K. Langer, pernah berucapbahwa, musik telah mampu merasuk ke dalam umat manusia setua umurmanusia di bumi ini. Musik telah membentuk suatu buaya tersendiri di anaraseni-seni yang lainnya. Ia hadir di setiap saat dalam suatu budaya di mana punbudaya itu tumbuh. Ada semacam universalitas: di mana ada budaya di situ pulamusik bereksistensi. Rangkaian yang membentuk komunitas dalam musik itusendiri hadir sebagai sebuah harmonisasi dari alam yang melahirkannya. Dalamkomponen-komponen budaya-musik terdapat empat yang melingkupinya, yaitu:1) ide-ide tentang musik (musik dan sistem kepercayaan, estetika musik, konteksmusik); 2) organisasi sosial musik ; 3) repertoar musik (gaya, jenis aliran, teks,komposisi, transmisi, gerakan); dan 4) budaya material musik.Kata Kunci: musik, budaya, sosial, estetika, etnisitas.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Seni melalui Pengembangan Kurikulum Pendidikan Seni Berbasis Kompetensi di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Rapi, Muhammad
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.800

Abstract

Pendidikan seni khususnya Pendidikan Tinggi Seni, diharapkan dapat menjadi wadahpengkajian, pengembangan dan pelestarian seni Indonesia secara berimbang dan terus-menerus,baik dalam tataran praktis maupun epistomologi. PendidikanTinggi Seni memiliki peluangsangat strategis untuk menyiapkan individu-individu yang kreatif dan inovatif jika dirancangdan dilaksanakan berdasarkan pendekatan akademik yang menoleransi lingkungan belajar yangfleksibel, proses pembelajaran yang unik, serta aktivitas dan metode instruksional yang sahih.Perjalanan panjang pendidikan tinggi seni di Indonesia sejauh ini menunjukkan bahwapemenuhan fungsi edukasional dan kultural oleh pendidikan tinggi masih belum optimal.Sementara itu perubahan sosial yang telah terjadi telah membawa pengaruh yang tidakterhindarkan, baik bagi kehidupan pada umumnya maupun bagi dunia seni itu sendiri, dalamberbagai aspek seperti; makna, proses kreatif, cita rasa, konsep, komunikasi, fungsi dan lainsebagainya. Dalam kondisi tersebut, hasil pendidikan seni belum dinikmati oleh seluruh lapisanmasyarakat Indonesia, dan belum mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.Kata kunci: paradigma baru, kurikulum , dan pendidikan seni
Tari Ratoh Bantai (Ratoh Bantai Dance) Syai, Ahmad
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.801

Abstract

Tari Ratoh Bantai ditampilkan dengan desain lantai berbanjar dari awaltarian hingga akhir, tari Ratoh Bantai berasal dari Aceh Selatan, denganmenggunakan bantal kecil sebagai properti, tarian ini mengutamakankeserempakan gerak dalam menepuk-nepuk bantal kecil hinggamenimbulkan efek suara yang lebih menarik. Ragam tari tradisional Acehini sangat unik, sampai saat ini kurang diekspose menjadi suatu bentuktulisan yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk dapat diinformasikanke pada khalayak ramai guna pengenalan lebih lanjut kesenian tradisionalAceh di tingkat Nusantara. Kesenian tradisi memiliki nilai dan maknayang sangat khusus bagi masyarakat Aceh pada umumnya. Ratoh Bantaimerupakan salah satu seni tari tradisional Aceh, sebagai salah satu senipertunjukan dan sebagai media ungkap nilai-nilai religius, saranakomunikasi, sarana kesinambungan kebudayaan, dan pembelajaranbudaya.Kata kunci: ekspos, rujukan, tradisional, religius, komunikasi.
Tari Slawatan Angguk Rame Ngargatantra : Kajian Sosiologis (Slawatan Angguk Rame Ngargatantra Dance : The Sociology Study) Soemaryatmi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.802

Abstract

Slawatan Angguk Rame merupakan kesenian rakyat yang bertemakan keIslaman. Kesenian rakyat merupakan seni bagi komunitas pedesaan. Slawatanmuncul di tengah masyarakat, berfungsi untuk mengikat solidaritaspendukungnya. Keterkaitan kesenian rakyat Slawatan Angguk Rame denganhidup dan kehidupan masyarakat terjelma melalui kebudayaan. Sifat-sifatbersahaja, spontan, responsif dan sederhana, sebagai cermin dari sebagian sifatmasyarakat pedesaan, terjelma dalam Slawatan Angguk Rame.Kata kunci : kesenian rakyat, kislaman, solidaritas.
Refleksi Teori Kritik Seni Holistik : sebuah Pendekatan Alternatif dalam Penelitian Kualitatif bagi Mahasiswa Seni (Reflection on Art Criticism and Holistic Art Criticism : an Alternative Approach of Qualitative Research for Art Students) Suharto, S.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.803

Abstract

Kritik seni sudah lama dikenal dalam dalam dunia seni maupun sastra. Dalam duniapendidikan maupun penelitian pun sudah banyak diterapkan. Walaupun semula, sepertisifatnya yang evaluatif, pendekatan kritik seni digunakan untuk penelitian evaluatif,namun dalam perkembangannya dapat digunakan untuk jenis penelitian lainnya baikpenelitian dasar maupun terapan karena sebenarnya dalam pendekatan ini ada aspekdeskriptif, interpretatif, dan aspek evaluatif. Pendekatan kritik seni yang dalamanalisisnya menggunakan tiga faktor seperti faktor genetik, objektif, dan afektif dapatmemecahkan masalah penelitian secara komprehensip seperti sifat penelitian kualitatifyang fenomenologis dan hermeneutik. Sifatnya yang lentur, pendekatan ini dirasasangat aplikatif untuk penelitian-penelitian pada umumnya lebih khusus lagi untukpenelitian dalam cabang ilmu humaniora. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue