cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2001)" : 24 Documents clear
ASPEK HISTORIS WIRAWANITA DALAM BUDAYA JAWA (The Historical Aspect of Womens Bravery in Javanese Culture) Subandi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.848

Abstract

Seiring perjalanan waktu , sejarah peradaban manusia mencatat berbagaiperisiwa penting dalam hidup manusia. Pada budaya Jawa pria dan wanitamengalami siklus dalam memimpin masyarakat. Wanita bukan lagidipandang sebagai lambang kesuburan. Wira wanita menunjukkan buktisejarah bahwa kepemimpinan wanita pernah terjadi di lingkungan budayaJawa. Berbagai prasasti yang tertinggal, arca dalam candi-candi, legende,karya sastra dan babat merupakan peningalan yang berharga agarmendapatkan makna baru dalam peradaban sekarang.Kata Kunci: Sejarah, Wirawanita, Budaya Jawa, Makna Baru
MAKNA DALAM BUSANA DRAMATARI ARJA DI BALI (Meaning in the Arja Dance Drama Costume in Bali) Astini, Siluh Made
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.849

Abstract

Busana yang dikenakan oleh penari atau yangs ering disebut denganbusana tari, disamping mempunyai maksud untuk membungkus badanpenari juga dimaknai lain oleh pengamat atau penonton lewat tanda-tandayang ada pada busana tersebut. Adapun tanda-tanda yang terlihat sepertiwarna, disain, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkanantara satu dengan yang lainnya dalam busana tari. Warna dapatmemberikan kesan khususkepada penon ton dalam membedakan keraslembutnya masing-masing peran. Disain, disamping dapat membedakanperan putra dan putri, juga dapat dipersepsikan sebagai tanda daribeberapa organ-organ tubuh manusia. Berbagai macam motif atau ragamhias yang dikenakan pada manusia memberi kesan yang sangat dinamispada kesenian Bali khususnya pada Dramatari Arja.Kata Kunci : Semiotik, warna, desain, ragam hias.
RELIGIO-MAGIS SRIMPI ANGLIRMENDHUNG DI KERATON SURAKARTA (The Magis Religious Aspect of the Anglir Mendhung Srimpi in the Court of Surakarta) Supriyanto, Mt.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.850

Abstract

Salah satu tari tradisi Jawa di Keraton Surakarta yang masihdianggap keramat dan mempunyai daya magis adalah SrimpiAnglirmendhung. Tari ini disejajarkan dengan Bedhaya Ketawang.Pengucapan mantram atau doa sebenarnya suatu peristiwa magis, karenaberdasarkan pendirian bahwa kekuatan sakti yang keluar dari ucapanucapanitu bisa membuat dewa-dewa atau roh untuk memenuhi keinginanmanusia. Syair tembang Durma dalam gending kemanak Anglirmendhungitu sebenarnya adalah mantram (doa) yang mempunyai daya magis,kepercayaan seluruh pendukung (umat) terhadap adanya ilmu gais/magis,menjadikan tarian Anglirmendhung merupakan tari yang sakral. SrimpiAnglirmendhung dipercaya oleh masyarakat Keraton Surakarta khususnyadan kalangan seni tradisi di Surakarta dianggap mempunyai daya magisdan dapat mendatangkan hujan.Kata Kunci : Religio-magis, Anglirmendhung, hujan.
MEMPERTIMBANGKAN KONSEP PENDIDIKAN SENI (Considering the Concept of Art Education) Iryanti, V Eny; Jazuli, M
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.851

Abstract

Seni mempunyai peran yang sangat penting, yaitu sebagai kebutuhandasar pendidikan manusia (Bacis Experience in Education), memenuhikebutuhan dasar estetika, pengembangan sikap dan kepribadian, dandeterminan terhadap kecerdasan lainnya. Pendiidkan seni yangebrdimensi mental (moral) sesungguhnya dapat membantu kecerdasanemosional dan intelektual, menghargai pluralitas budaya dan alamsemesta, menumbuhkan daya imaginasi, motivasi, dan harmonisasi siswadalam menyiasati atau menanggapi setiap fenomena sosial budaya.Kata Kunci : pendidikan seni, kompetensi
ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN (KAJIAN MANAJEMEN) (The Organization of Performing Art (a Management Study) Hartono, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.852

Abstract

Memasuki millenium ketiga, era industri, era teknologi era informasi, atauera gloal, menuntut semua organisasi tidak terkecuali organisasi senipertunjukan untuk lebih efektif, memenuhi kebutuhan pelanggan, danpeningkatan kualitas terus menerus, pengelolaan organisasi seni harusmengoptimalkan nsi sumber daya manusia dalam mendorong peningkatanpengetahuan dan kecakapan, serta perencanaan secara terpadu. Untukmemenuhi harapan-harapan peningkatan kualitas dan kepuasanpelanggan menuntut perubahan manajemen. Upayamengimplementasikan sistem manajemen kontemporer adalah suatupendekatan yang seharusnya dilaksanakan oleh organisasi masa ini yaituuntuk memperbaiki outputnya, menekan biaya produksi, danmeningkatkan produktifitasnya.Kata Kunci : Menejemen Mutu Terpadu, organisasi, seni pertunjukan.
KEBANGKITAN TARI RAKYAT DI DAERAH BANYUMAS (The Resurgence of Folk Dances in Banyumas) Indriyanto, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.853

Abstract

Tradisi Banyumas mulai tmapak kemajuannya pada tahun 1980-an. Haltersebut ditandai dengan popularitas yang semakin meningkat padaproduk-produk budaya Banyumas, seperti penciptaan seni yangbanyak bermunculan diantaranya gending-gending Banyumasan,kemudian disusul dengan tari Banyumasan. Kesadaran masyarakatBanyumas mendorong tradisi Banyumas mampu berdiri sejajardengan tradisi lain dalam skala nasional maupun internasional.Kata Kunci : Tari, Tradisi, Banyumas, Pertunjukan, Rakyat, Istana
FUNGSI TARI SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN (The Function of Dance as A Performing Art) Ratih E.W., Endang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.854

Abstract

Fungsi tari dalam kehidupan manusia, dapat dibedakan menjadi empat,yaitu tari sebagai sarana upacara, sebagai hiburan, seni pertunjukan, dansebagai media pendidikan. Antara keempat jenis tari yang berbeda-bedafungsinya tersebut, masing-masing mempunyai ciri atau kekhasantersendiri. Namun pada saat ini dari keempat jenis tari tersebut secarasepintas perbedaannya semakin kabur. Banyak seniman tari yangmengambil inspirasi dari tari-tarian upacara magis menjadi sebuah taripertunjukan. Banyak aspek yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:faktor tari sebagai seni (obyek Apresiasi), yaitu bagaimana kita menyajikansuatu tarian yang bernilai estetis, tentu saja hal ini didukung dengan mediabantu lain seperti iringan, rias dan busana, dekorasi dan tata pentas yangbaik dan komunikatif. Kedua adalah faktor penonton (Apresiator), yangperlu diperhatikan adalah tari yang kita sajikan untuk dokomunikasikankepada penonton. Kedua faktor tersebut harus betul-betul diperhatikankarena keduanya saling mendukung satu sama lain.Kata Kunci : Fungsi, Tari, Pertunjukan.
KRITIK SENI PERTUNJUKAN (Critic of The Performing Art) Jazuli, M
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.855

Abstract

Tiadanya kritik berarti salah satu informasi budaya tak sampai. Tiada kritik,maka nilai-nilai dan kualitas karya seni tak dapat dikenali dan dipahami.Kritik bukan hanya bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangankhasanah seni, melainkan juga dapat memacu kreatifitas seni man danmeningkatkan daya apresiasi khalayak luas. Namun mengkritik karya senitidaklah mudah, karena membutuhkan kedewasaan dan kearifan daripengkritiknya. Selain itu, sebuah kritik seni harus mempertahankanaktifitas-aktifitasnya yang memancarkan kejelasan dan kekuatanproporsional dan mampu menyertakan posisinys (stage of the art) diantara jenis karya seni yang menjadi objek kritik .Kata Kunci : kritik, kritikus
MAKNA DALAM BUSANA DRAMATARI ARJA DI BALI (Meaning in the Arja Dance Drama Costume in Bali) Astini, Siluh Made
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.849

Abstract

Busana yang dikenakan oleh penari atau yangs ering disebut denganbusana tari, disamping mempunyai maksud untuk membungkus badanpenari juga dimaknai lain oleh pengamat atau penonton lewat tanda-tandayang ada pada busana tersebut. Adapun tanda-tanda yang terlihat sepertiwarna, disain, yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkanantara satu dengan yang lainnya dalam busana tari. Warna dapatmemberikan kesan khususkepada penon ton dalam membedakan keraslembutnya masing-masing peran. Disain, disamping dapat membedakanperan putra dan putri, juga dapat dipersepsikan sebagai tanda daribeberapa organ-organ tubuh manusia. Berbagai macam motif atau ragamhias yang dikenakan pada manusia memberi kesan yang sangat dinamispada kesenian Bali khususnya pada Dramatari Arja.Kata Kunci : Semiotik, warna, desain, ragam hias.
FUNGSI TARI SEBAGAI SENI PERTUNJUKAN (The Function of Dance as A Performing Art) Ratih E.W., Endang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.854

Abstract

Fungsi tari dalam kehidupan manusia, dapat dibedakan menjadi empat,yaitu tari sebagai sarana upacara, sebagai hiburan, seni pertunjukan, dansebagai media pendidikan. Antara keempat jenis tari yang berbeda-bedafungsinya tersebut, masing-masing mempunyai ciri atau kekhasantersendiri. Namun pada saat ini dari keempat jenis tari tersebut secarasepintas perbedaannya semakin kabur. Banyak seniman tari yangmengambil inspirasi dari tari-tarian upacara magis menjadi sebuah taripertunjukan. Banyak aspek yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:faktor tari sebagai seni (obyek Apresiasi), yaitu bagaimana kita menyajikansuatu tarian yang bernilai estetis, tentu saja hal ini didukung dengan mediabantu lain seperti iringan, rias dan busana, dekorasi dan tata pentas yangbaik dan komunikatif. Kedua adalah faktor penonton (Apresiator), yangperlu diperhatikan adalah tari yang kita sajikan untuk dokomunikasikankepada penonton. Kedua faktor tersebut harus betul-betul diperhatikankarena keduanya saling mendukung satu sama lain.Kata Kunci : Fungsi, Tari, Pertunjukan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue