cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2013)" : 42 Documents clear
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN KADER DALAM PENGGUNAAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK Sistiarani, Colti; Nurhayati, Siti; -, Suratman
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2632

Abstract

Kader posyandu dalam pelaksanaan program KIA memegang peranan penting untuk menggerakkan keaktifan ibu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Masalah penelitian adalah faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA di Kecamatan Kalibagor. Metode penelitian adalah studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kader posyandu aktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor. Proportional random sampling digunakan untuk mendapatkan sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 59,7% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 56,7% responden memiliki motivasi yang kurang baik, 55,2% responden memiliki masa kerja baru (<15 tahun), 53,7% responden memilki peran yang baik dalam penggunaan buku KIA. Pengetahuan terbukti berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,013), sedangkan motivasi dan masa kerja tidak berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA (nilai p=0,140). Simpulan penelitian adalah pengetahuan berhubungan dengan peran kader dalam penggunaan buku KIA. In maternal and child health (KIA) program, Posyandu cadres needed to increase maternal and child health. Research problem was whether factors related to role of cadres in the use of KIA book. Research purpose was to determine the factors related to the role of cadres in use of KIA book in Kalibagor District area. The research method was analytic study with cross sectional approach. Population was existing cadres which active in Kalibagor public health center area. Proportional random sampling was used to obtain 67 samples. The results were 59.7% of respondents had a good knowledge level, 56.7% of respondents have poor motivation, 55.2% of respondents have a new working period (<15 years), 53.7% of respondents have a good role in use KIA book. There was associated between knowledge and cadres role in use KIA book (p=0.013), there were no association between motivation and working period to cadres role in use KIA book (p=0.140). Conclusion, knowledge related to cadre’s role in use KIA book.
KEEFEKTIFAN RODENTISIDA RACUN KRONIS GENERASI II TERHADAP KEBERHASILAN PENANGKAPAN TIKUS Astuti, Desi Rini
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2820

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit menular zoonosis yang disebabkan bakteri patogen leptospira dengan reservoar utama dalam penularan adalah tikus. Pengendalian tikus secara kimiawi selama ini menggunakan rodentisida racun akut yang menyebabkan jera umpan pada tikus. Disamping itu angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi. Permasalahan yang timbul adalah begaimana keefektifan rodentisida racun kronis generasi II terhadap keberhasilan penangkapan tikus di daerah fokus leptospirosis. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan G.pati, Kota Semarang, pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian post test only by control group. Pada penelitian ini digunakan purposive sampling. Jumlah sampelnya adalah 50 rumah. Dari hasil penelitian ini didapatkan data tikus yang tertangkap dengan rodentisida racun kronis generasi II sebanyak 35 ekor dan dengan kontrol ikan asin sebanyak 54 ekor. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa penggunaan rodentisida racun kronis generasi II tidak efektif terhadap keberhasilan penangkapan tikus (p= 0,986 > α= 0,05).  Keberhasilan penangkapan  (Trap Succes) tikus di daerah ini tergolong  tinggi sebesar 17,8 %. Jumlah tikus tertangkap yang paling banyak adalah jenis Rattus rattus diardii sebesar 62 % (55 ekor) dan jenis kelamin tikus terbanyak adalah jantan 57 % (51 ekor). Leptospirosis is a zoonotic infectious diseases caused by leptospira pathogenic bacteria with rat as the primary transmission reservoir. The chemically rats controllings used to using acute rodenticide poison that causes the deterrent effect bait in rats. The problem that arises was how the effectiveness of using rodenticide anticoagulant second generation toward the success of catching rats on the leptospirosis focus area. This type of research was quasi experimental research design with a post-test only by control group. A purposive sampling was used in this research. The samples were 50 houses. From the results of the observation, there were 35 rats were caught using rodenticide anticoagulant second generation while the control group which was using salted fish caught 54 rats. Based on the Mann Whitney test results it can be concluded that the use of rodenticide anticogulant second generation was not effective towards the success of catching rats (p= 0,986 > α= 0,05). The success of the rats capture (trap success) in this area was relatively high amounting to 17,8%. The highest number of rats caught was from the kind of Rattus rattus diardii amounting to 62% (55 rats) and most of them were male with the number of 57% (51 rats).
INTENSITAS JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH Fauzi, Lukman
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2633

Abstract

Masalah penelitian adalah bagaimana perbedaan jalan kaki dengan intensitas sedang dan intensitas tinggi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan jalan kaki dengan intensitas sedang dan intensitas tinggi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM. Metode penelitian adalah eksperimen semu. Sampel penelitian adalah anggota paguyuban DM “Ngudi Waluyo”, Kabupaten Purbalingga sebanyak 36 orang. Jalan kaki dengan intensitas sedang dengan kecepatan 4 km/h atau 2,5 mph dan dicapai Denyut Nadi Target (DNT) sebesar 75% x (200-umur). Jalan kaki dengan intensitas tinggi dengan kecepatan 5 km/h atau 3,2 mph dan dicapai Denyut Nadi Target (DNT) sebesar 200–umur–10. Instrumen penelitian adalah treadmill, lembar penjaringan sampel, buku panduan dan monitoring, dan fotometer. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan dan repeated Anova (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara jalan kaki dengan intensitas sedang (p=0,001) dan tinggi (p=0,001) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM ringan (kadar glukosa darah sewaktu <250 mg/dl). Simpulan penelitian adalah ada perbedaan antara jalan kaki dengan intensitas sedang dan tinggi terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM ringan. Research problem was how different moderate intensity and high intensity walking to decrease blood glucose levels in diabetic patients. Research purpose was to determine differences in moderate-intensity and high intensity walking to decrease blood glucose levels in diabetic patients. Research method was a quasi-experiment. Research sample were members of the DM community “Ngudi Waluyo”, Purbalingga many as 36 people. Moderate intensity walking at 4 km/h speed or 2.5mph and achieved target pulse Denyut Nadi Target (DNT) by 75%x(200-age). High intensity walking at 5km/h speed or 3.2mph achieved target pulse Danyut Nadi Target (DNT) by 200-age-10. The research instruments were a treadmill, netting samples sheet, guide and monitoring books, and a photometer. Data analysis using a paired t- test and repeated ANOVA (α=0.05). The result showed there was difference between moderate intensity (p=0.001) and high intensity walking (p=0.001) to decrease blood glucose levels in mild diabetes patients (blood glucose levels as <250 mg/dl). Conclusion, there was difference between moderate and high intensity patients to decrease blood glucose levels in mild diabetes mellitus patients.
MANFAAT SENAM HAMIL UNTUK MENINGKATKAN DURASI TIDUR IBU HAMIL -, Wahyuni; Ni'mah, Layinatun
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2638

Abstract

Gangguan tidur banyak dialami oleh wanita pada kehamilan trimester ketiga, seperti nyeri punggung bawah. Pada masa ini wanita hamil mengalami kecemasan yang berakibat munculnya depresi dan kesulitan tidur. Kesulitan tidur pada wanita hamil bisa berupa penurunan durasi tidur. Masalah penelitian adalah bagaimana senam hamil dapat meningkatkan durasi tidur ibu hamil. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat senam hamil dalam meningkatkan durasi tidur ibu hamil pada trimester ketiga. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan pendekatan quasi eksperiment dan desain penelitian  pre and post test without control design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah dari 9 responden. Tempat penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Surakarta selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam hamil berpengaruh dalam peningkatan durasi tidur ibu hamil pada trimester ketiga, ditunjukkan dengan nilai p = 0,004 (p<0,005). Hal ini disebabkan karena senam hamil akan memberikan efek relaksasi pada ibu hamil yang bisa berpengaruh terhadap peningkatan durasi tidur bagi ibu hamil. Simpulan penelitian adalah senam hamil bermanfaat dalam peningkatan durasi tidur ibu hamil pada trimester ketiga. Sleep disturbances experienced by women in the third trimester of pregnancy, such as lower back pain. At this time pregnant women experience anxiety, so they have depression and difficult to sleep. Difficult to sleep in pregnant women can decrease sleep duration. Research problem was how pregnancy exercise can improve maternal sleep duration. Research purpose was to determine the benefits of pregnancy exercise to improve sleep duration in third trimester pregnant women. This study used pre experiments with quasi experiment by pre and post test design without control. The number of samples was 9 respondents. Research was conducted in the General Hospital PKU Muhammadiyah Surakarta for 4 weeks. The results showed that pregnancy exercise influence in increasing sleep duration third trimester pregnant women, p=0.004 (p<0.005). Pregnancy exercise will provide a relaxing effect on pregnant women so could affect to increase sleep duration of pregnant women. Conclusion, pregnancy exercise was beneficial in increasing sleep duration in third trimester pregnant women.
PRAKTIK PENCEGAHAN FILARIASIS Agustiantiningsih, Dina
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2821

Abstract

Filariasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan, dan tercatat 1 kelurahan merupakan daerah endemis filariasis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan filariasis di kelurahan Kertoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada tahun 2012. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 72 orang yang ditentukan secara random sampling. Hasil penelitian ini diperoleh ada hubungan dengan praktik pencegahan filariasis yaitu tingkat pendidikan (p=0,041), jenis pekerjaan (p= 0,047), tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), persepsi (p=0,000) dan dukungan kepala keluarga (p=0,000). Sementara yang tidak ada hubungan dengan praktik pencegahan filariasis yaitu umur (p=0,476), jenis kelamin (p= 0,570), tingkat pendapatan (p=0,113), sosialisasi pengobatan massal (p=0,769), dukungan TPE (p=0,220) dan memelihara hewan ternak (p=0,997). Elephantiasis was still being a problem for Pekalongan citizen and one village is endemic filariasis. The purposed of the study was to find out the factors related to preventive action toward elephantiasis. This research was analytic research used cross sectional research design that began in 2012. Sample was taken using random sampling which finds 72 peoples. The result of the study found that were a correlation between elephantiasis preventive action with education level (p=0,041), occupation (p= 0,047), knowledge level (p=0,000), behavior (p=0,000), perception (p=0,000) and patriarch support (p=0,000). Mean while there is no correlation between the preventive actions with age (p=0,476), sex (p= 0,570), income rate (p=0,113), therapy socialization (p=0,769), TPE support (p=0,220) and keeping cattle (p=0,997).
FASILITASI PELAPORAN KD-RS DAN W2 DBD UNTUK MENINGKATKAN PELAPORAN SURVEILANS DBD Siyam, Nur
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2634

Abstract

Masalah penelitian adalah bagaimana fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan surveilans DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan surveilans DBD. Metode penelitian adalah pra-eksperimen dengan pendekatan rancangan One Group Pretest-Postest. Populasi penelitian ini adalah 8 RS di wilayah kerja Kota Pekalongan. Subyek penelitiannya petugas surveilans di 8 RS (8 orang), Kabid. P2P-PL (1 orang) dan Staf P2P (2 orang) di DKK Pekalongan, menggunakan total sampling. Instrumen penelitian kuesioner, check list observasi, dan check list dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon (α= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna persentase ketepatan waktu pelaporan KD-RS pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD dengan p value 0,063. Ada perbedaan yang bermakna persentase kelengkapan pelaporan KD-RS (p= 0,046), ketepatan waktu W2 (p= 0,010), dan kelengkapan pelaporan W2 (p= 0,015) pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD. Simpulan penelitian adalah perbedaan kelengkapan pelaporan KD-RS, ketepatan waktu W2, dan kelengkapan pelaporan pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD. Research problem was how to facilitate reporting of KD-RS and W2 DBD can improve the timeliness and completeness of dengue surveillance reporting. Research purpose was to determine the KD-RS facilitating reporting and W2 DBD to improve the timeliness and completeness of dengue surveillance reporting. Research method was a pre-experimental design by one group pretest-posttest. Population was 8 hospitals in Pekalongan region. Research subjects were 8 hospital surveillance officers (8 people), head of P2P-PL (1 people) and P2P staff (2 people) in DKK Pekalongan, using total sampling. The instruments were questionnaire, observation checklist, and documentation check list. Data analysis by Wilcoxon test (α=0.05). The results showed no significant difference in the percentage reporting timeliness KD-RS facilitating between pre and post implementation reporting KD-RS and W2 DBD (p value= 0.063). There was significant difference percentage reporting completeness KD-RS (p=0.046), timeliness W2 (p=0.010), and completeness of reporting W2 (p=0.015) before and after application of KD-RS facilitating reporting and W2 DBD. Conclusion, there were difference percentage of completeness KD-RS reporting, W2 timeliness, and reporting completeness between pre and post implementation reporting facilitation KD-RS and W2 DBD.
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH BERISIKO TERHADAP KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN Azinar, Muhammad
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2639

Abstract

Perilaku seksual pranikah di kalangan mahasiswa semakin meningkat, sehingga diperlukan perhatian khusus dari semua pihak termasuk perguruan tinggi. Kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, dan infeksi menular seksual pranikah semakin banyak terjadi di kalangan mahasiswa. Permasalahan penelitian adalah  faktor apakah yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Metode penelitian adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah sebagian mahasiswa yang berusia remaja (18-24 tahun) yang berjumlah 380 mahasiswa, dengan proporsional simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 12,1% mahasiswa memiliki perilaku seksual pranikah berisiko terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan ada lima variabel yang secara signifikan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah mahasiswa yaitu religiusitas, sikap, akses dan kontak dengan media pornografi , sikap teman dekat, serta perilaku seksual teman dekat. Simpulan penelitian adalah perilaku seksual teman dekat, sikap responden terhadap seksualitas, dan religiusitas dominan mempengaruhi perilaku seksual pranikah berisiko KTD pada mahasiswa. Increasing premarital sexual behavior among college students today needs special attention from all parties, including the universities. The case of an unwanted pregnancy, abortion, and sexually transmitted infections premarital are more common among students. Research problem was whether the factors that influence the risk of premarital sexual behavior to unwanted pregnancy in college students. Research purpose was to determine the factors that influence to premarital sexual behavior to unwanted pregnancy in college students. Methods research was explanatory research with cross sectional approach. Sample was mostly teenage students (18-24 years old) who totaled 380 students, by proportional simple random sampling. The results of this study showed that 12.1 % of students have high risk of premarital sexual behavior to unwanted pregnancy. Bivariate analysis by chi square test showed that religiosity; attitudes, access and contact with pornography media, close friend’s attitudes and sexual behavior were significantly associated with premarital sexual behavior of students. Conclusion, close friend’s sexual behavior, respondent’s sexuality attitudes, and religiosity dominant influence to sexual behavior for student’s unwanted pregnancy.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI TERHADAP KEAKTIFAN KADER DALAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS Kusuma Wijaya, I Made
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2637

Abstract

Masalah penelitian adalah bagaimana hubungan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi kader kesehatan dalam pengendalian kasus tuberkulosis. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi kader kesehatan dalam pengendalian kasus tuberkulosis di Kabupaten Buleleng. Metode penelitian menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Randomisasi dilakukan untuk mendapatkan sampel penelitian. Instrumen menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variabel pengetahuan dengan keaktifan kader (p=0,012; OR=18.44), antara sikap dengan keaktifan kader (p=0,011; OR=8.08), dan antara motivasi dengan keaktifan kader (p=0,018; OR=15.01). Kader kesehatan dengan pengetahuan tinggi memiliki kemungkinan untuk aktif 18 kali lebih besar daripada pengetahuan rendah. Kader kesehatan dengan sikap baik memiliki kemungkinan untuk aktif 8 kali lebih besar daripada sikap kurang. Kader kesehatan dengan motivasi tinggi memiliki kemungkinan untuk aktif 15 kali lebih besar daripada motivasi rendah. Simpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan motivasi dengan keaktifan kader kesehatan dalam pengendalian kasus tuberkulosis. Research problem was how the relationship between knowledge, attitudes, and motivation of health cadres in tuberculosis control. Research purpose was to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and motivation of health cadres in tuberculosis control in Buleleng regency. The research method used analytic observational study by cross - sectional approach. Samples obtained by randomization. Instruments used questionnaires and multivariate analyzes used multiple logistic regression. The results showed there were association between knowledge and cadre activity (p=0.012 ; OR =18.44), between the attitude and cadres activity (p=0.011; OR=8.08), between motivation and cadre activity (p=0.018; OR=15.01) . Health cadres with high knowledge tended to be 18 times more active than the low knowledge. Health cadres with a good attitude tended to be 8 times more active than the fewer attitudes. Likewise, health cadres with high motivation were 15 times more active than the low motivation. Conclusion, knowledge, attitudes, and motivations related with activeness of health cadres in tuberculosis control.
PRAKTIK PENCEGAHAN FILARIASIS
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2821

Abstract

Filariasis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan, dan tercatat 1 kelurahan merupakan daerah endemis filariasis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan praktik pencegahan filariasis di kelurahan Kertoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan pada tahun 2012. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 72 orang yang ditentukan secara random sampling. Hasil penelitian ini diperoleh ada hubungan dengan praktik pencegahan filariasis yaitu tingkat pendidikan (p=0,041), jenis pekerjaan (p= 0,047), tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), persepsi (p=0,000) dan dukungan kepala keluarga (p=0,000). Sementara yang tidak ada hubungan dengan praktik pencegahan filariasis yaitu umur (p=0,476), jenis kelamin (p= 0,570), tingkat pendapatan (p=0,113), sosialisasi pengobatan massal (p=0,769), dukungan TPE (p=0,220) dan memelihara hewan ternak (p=0,997). Elephantiasis was still being a problem for Pekalongan citizen and one village is endemic filariasis. The purposed of the study was to find out the factors related to preventive action toward elephantiasis. This research was analytic research used cross sectional research design that began in 2012. Sample was taken using random sampling which finds 72 peoples. The result of the study found that were a correlation between elephantiasis preventive action with education level (p=0,041), occupation (p= 0,047), knowledge level (p=0,000), behavior (p=0,000), perception (p=0,000) and patriarch support (p=0,000). Mean while there is no correlation between the preventive actions with age (p=0,476), sex (p= 0,570), income rate (p=0,113), therapy socialization (p=0,769), TPE support (p=0,220) and keeping cattle (p=0,997).
FASILITASI PELAPORAN KD-RS DAN W2 DBD UNTUK MENINGKATKAN PELAPORAN SURVEILANS DBD
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i2.2634

Abstract

Masalah penelitian adalah bagaimana fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan surveilans DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD untuk meningkatkan ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan surveilans DBD. Metode penelitian adalah pra-eksperimen dengan pendekatan rancangan One Group Pretest-Postest. Populasi penelitian ini adalah 8 RS di wilayah kerja Kota Pekalongan. Subyek penelitiannya petugas surveilans di 8 RS (8 orang), Kabid. P2P-PL (1 orang) dan Staf P2P (2 orang) di DKK Pekalongan, menggunakan total sampling. Instrumen penelitian kuesioner, check list observasi, dan check list dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon (α= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna persentase ketepatan waktu pelaporan KD-RS pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD dengan p value 0,063. Ada perbedaan yang bermakna persentase kelengkapan pelaporan KD-RS (p= 0,046), ketepatan waktu W2 (p= 0,010), dan kelengkapan pelaporan W2 (p= 0,015) pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD. Simpulan penelitian adalah perbedaan kelengkapan pelaporan KD-RS, ketepatan waktu W2, dan kelengkapan pelaporan pra dan pasca penerapan fasilitasi pelaporan KD-RS dan W2 DBD. Research problem was how to facilitate reporting of KD-RS and W2 DBD can improve the timeliness and completeness of dengue surveillance reporting. Research purpose was to determine the KD-RS facilitating reporting and W2 DBD to improve the timeliness and completeness of dengue surveillance reporting. Research method was a pre-experimental design by one group pretest-posttest. Population was 8 hospitals in Pekalongan region. Research subjects were 8 hospital surveillance officers (8 people), head of P2P-PL (1 people) and P2P staff (2 people) in DKK Pekalongan, using total sampling. The instruments were questionnaire, observation checklist, and documentation check list. Data analysis by Wilcoxon test (α=0.05). The results showed no significant difference in the percentage reporting timeliness KD-RS facilitating between pre and post implementation reporting KD-RS and W2 DBD (p value= 0.063). There was significant difference percentage reporting completeness KD-RS (p=0.046), timeliness W2 (p=0.010), and completeness of reporting W2 (p=0.015) before and after application of KD-RS facilitating reporting and W2 DBD. Conclusion, there were difference percentage of completeness KD-RS reporting, W2 timeliness, and reporting completeness between pre and post implementation reporting facilitation KD-RS and W2 DBD.

Filter by Year

2013 2013