cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): June" : 16 Documents clear
OPTIMALISASI DIGITAL LIBRARY DALAM PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BERMUATAN NILAI KONSERVASI Utomo, Asep Purwo Yudi; Haryadi, Haryadi; Widhiyanto, Riyadi; Liana, Novi Izmi
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22684

Abstract

Rumusan masalah dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen ini meliputi : 1) Bagaimana analisis strategi optimalisasi Digital Library  dalam Pelatihan Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS) Bermuatan Nilai Karakter bagi Guru Bahasa Indonesia SMA/SMK di Kota Salatiga? 2) Bagaimana optimalisasi Digital Library  dalam Pelatihan Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS) Bermuatan Nilai karakter bagi Guru Bahasa Indonesia SMA/SMK di Kota Salatiga? Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah yang dapat dilakukan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat adalah dengan cara: 1) melakukan pelatihan terstruktur mengenai optimalisasi Digital Library; 2) melakukan pelatihan terstruktur mengenai Penyusunan Soal High Order Thinking Skills (HOTS); 3) melakukan penyusunan soal High Order Thinking Skills (HOTS) yang bermuatan nilai karakter; dan 4) uji validitas dan reliabilitas Soal High Order Thinking Skills (HOTS).
KADERISASI NILAI KONSERVASI MELALUI PEMBERDAYAAN WALI MURID TK AS SHOLIHAH BAWEN KABUATEN SEMARANG Lestari, Eta Yuni; Sumarto, Slamet
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22679

Abstract

Pemberdayaan kelompok wali murid pada sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Terjadinya permasalahan sosial dan permasalahakan kerusakan lingkungan mengharuskan pemerintah hingga orang tua harus berperan serta dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembangunan karakter bagi warga negara mulai sejak dini. Keluarga merupakan lingkungan belajar utama yang diperoleh anak dan akan menjadi fondasi yang kuat untuk membentuk karakter setelah dewasa. Pembangunan karakter sesuai dengan program pemerintah atau yang di kenal dengan NAWACITA yaitu untuk melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Pendidikan karakter juga sesuai dengan Visi UNNES sebagai kampus konservasi baik konservasi sosial budaya dan lingkungan. Nilai-nilai konservasi meliputi inspiratif, humanis, peduli, innovatif, kreatif, sportif, jujur dan adil juga relevan juga diimplementasikan pada sekolah mitra atau pada masyarakat umum. Untuk mendukung upaya pemerintah sekaligus mendukung Visi UNNES sebagai kampus konservasi baik konservasi lingkungan maupun konservasi sosial budaya, pengabdi mendorong sekolah mitra untuk mengembangkan pelaksanaan pendidikan karakter. Mengingat sekolah mitra merupakan sekolah yang tergolong baru, maka masih membutuhkan masukan dan perbaikan khususnya dari perguruan tinggi. Solusi yang ditawarkan untuk mitra diantaranya: 1) membentuk  sentra karakter; 2) melaksanakan kegiatan parenting berfokus pada pendidikan karakter; 3) melaksanakan kegiatan pemilahan sampah; serta 4) melaksanakan kegiatan menghijaukan sekolah dengan gerakan menanam pohon.
KEEFEKTIFAN MEDIA POWTOON DALAM PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS V SD Ismet, Maulana; Suwandi, Suwandi
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media powtoon pada pembelajaran IPA kelas V SD Negeri Banjaragung 01 Kabupaten Tegal. Desain eksperimen yang digunakan yaitu Quasi Experimental berbentuk nonequivalent control group design. Hasil pengujian hipotesis keefektifan media powtoon terhadap minat belajar IPA menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,741 > 2,042) dan terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,721 > 2,042). Dapat disimpulkan bahwa penerapan media powtoon efektif jika ditinjau dari minat dan hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi struktur bumi.
KEEFEKTIFAN MODEL SAVI TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SDN LAWATAN 01 KABUPATEN TEGAL Tiyas, Devitasari; M, Fatimah
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22681

Abstract

One of the less maximal factors of  science learning is that teachers are less innovative in packaging the learning so that students become passive and less interested in science learning. It can have the impact on low interest student learning and outcomes, so that innovative is need in science learning, one of them by applying Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) learning model. This study aims to determine the effectiveness of SAVI learning model on the science learning in grade V of SDN Lawatan 01 Tegal Regency. Experimental design used was Quasi Experimental in the form of nonequivalent control group design. The result of hypothesis testing of effectiveness to nature science learning interest showed that thitung > ttabel (8,272 > 2,074) and the result of learning showed that thitung > ttabel (8,325 > 2,074). It can be concluded that the implementation of SAVI learning model is effetive on the interest and learning outcomes of social science student of grade V on the subject of  the characther of light.
MUSIK KERONCONG DI SURAKARTA: PERJALANAN DARI TAHUN 1960 HINGGA 1995 Christy, Dian Eka; Wasino, Wasino; Suryadi, Andy
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22677

Abstract

Keroncong merupakan salah satu genre musik indonesia.  Musik ini pun tak luput dari sejarah panjang bagaimana perkembangannya di Indonesia dan Surakarta, dimana Surakarta juga dikenal sebagai kota budaya dan kota dimana keroncong melahirkan banyak artis dan musisinya. Oleh karena itu, penulis ingin menguraikan tiga permasalahan dari latar belakang tersebut yaitu (1) bagaimana sejarah perkembangan musik keroncong di Indonesia, (2) bagaimana perkembangan musik keroncong di Surakarta pada tahun 1960−1995, (3) Faktor apa saja yang mempengaruhi eksistensi keroncong di Surakarta. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah arsip mengenai keroncong yang terdapat di Depo arsip Suara Merdeka, arsip rekaman lagu Lokananta, majalah HAI, surat kabar Pikiran Rakyat, Badan Pusat Statistik Surakarta. Selain berupa dokumen, penulis juga mendapat sumber wawancara dari saksi hidup yang turut andil saat itu seperti Waljinah, Koesudiarso, Yohanes Puji dan Ary. Sementara sumber sekunder yang digunakan ialah dari buku-buku atau jurnal yang terkait penelitian. Hasil dari penelitian ini, penulis menyatakan bahwa musik keroncong merupakan kebudayaan yang sangat kental di Surakarta. Akulturasi dengan budaya Jawa yang menjadikan genre musik keroncong ini dikenal sampai kepelosok Indonesia bahkan mancanegara. Namun ketenaran ini tidak serta merta mengalami gelombang pasang dalam perjalannya, pada tahun 1960-an merupakan masa keemasan atau puncak kejayaan dari musik keroncong di Surakarta hingga melahirkan musisi yang melegenda serta deretan lagu-lagu yang tidak lekang oleh zaman. Hingga berjalannya waktu banyaknya genre musik yang masuk atau tenar di Surakarta sedikit demi sedikit menggerus puncak ketenaran musik keroncong serta beberapa faktor lain yang menyebabkan sinarnya meredup. Meskipun meredup pesona keroncong Surakarta memiliki ruang tersendiri untuk para penggemarnya.
SILATURAHIM SEBAGAI BENTUK UTAMA DALAM KEPEDULIAN SOSIAL PADA TRADISI WEH-WEHAN DI KALIWUNGU Sari, Pambayun Mustika Rahayu; Priyanto, Agustinus Sugeng
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22682

Abstract

Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, serta segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Tradisi merupakan salah satu unsur yang membentuk suatu kebudayaan. Tradisi weh-wehan merupakan tradisi yang masih dilaksanakan sampai saat ini oleh masyarakat Kaliwungu. Tradisi weh-wehan dilaksanakan untuk merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau maulud dalam kalender bahasa Jawa. Tradisi weh-wehan adalah tradisi saling memberi atau bertukar makanan dan berkunjung atau silaturahim kepada sanak saudara, kerabat, tetangga, atau teman. Tradisi ini dalam pelaksanaanya mengandung nilai-nilai, salah satunya yaitu nilai kepedulian sosial. Kepedulian sosial merupakan suatu rangkaian ibadah, tidak lepas dari budi pekerti yang luhur/ baik sesuai dengan norma-norma agama, adat istiadat serta norma-norma yang diatur oleh UUD/Peraturan Pemerintah. Kepedulian sosial yang ada pada tradisi weh-wehan terwujud dalam tiga bentuk kegiatan yaitu kegiatan silaturahim, dermawan, dan saling menghargai. Bentuk utama dalam kepedulian sosial pada tradisi weh-wehan adalah silaturahim, hal tersebut dikarenakan silaturahim merupakan kebutuhan secara fitrah dan sosial. Bentuk utama silaturahim dalam tradisi weh-wehan adalah sikap pemaaf dari masyarakat, kemudian saling mengunjungi, dan menyenangkan suasana hati pada saat tradisi weh-wehan berlangsung.
KAMPUNG-KOTA DAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA BANDUNG TAHUN 1965-1985 Bagas Yusuf Kausan Kausan, Bagas Kausan
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22678

Abstract

In the 1970s-1980s, along with the development planning of the metropolitan city, the issue of the settlements into a single symptom that happens almost in every big city in Indonesia. This is caused by the limited capacity of the city, while a surge in population resulting from urbanization continued to increase. As a result many migrants who later settled in land unused and filling the pockets of the kampung-kota of the city which had previously existed. This study discusses the history of the kampung-kota, especially those associated its position in an increasingly modern city planning. Further, this research is trying to see how the Government viewed the kampung-kota and simultaneously reviewed what efforts the Government has to improve the environment of the settlement. After observation, in the 1970-1980s, various forms of the settlement repair program ever undertaken in the city of Bandung. Although there is also a pure settlement improvement program was initiated by the non-governmental community, in the majority of program improvements the kampung-kota at that time was a Government project that worked with philanthropic foundations. But just take a focus on improvements to the physical aspect of the kampung-kota, a few repair program was not significantly impact on the community which settled in the settlement of the city. For improving the environment of settlement does not warrant improving the condition of their economy are more absorbed into the urban informal economy.
PERKEMBANGAN KELOMPOK WAYANG ORANG NGESTI PANDOWO DI SEMARANG TAHUN 1996 – 2001 Azhari, Dinda Huwaidaa’; Ibnu, Sodiq; Atno, Atno
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22683

Abstract

Kesenian wayang orang Ngesti Pandowo mengalami kejayaan tahun 1950-an hingga 1970-an. Setelah periode tersebut kejayaan kelompok ini memudar perlahan. Kemunduran Ngesti Pandowo mencapai puncaknya ketika terjadi pemutusan kerjasama yang dikeluarkan oleh yayasan GRIS yang menaungi gedung pementasannya di tahun 1990. Permasalahan yang muncul adalah, bagaimana nasib Ngesti Pandowo dalam mempertahankan gedung pementasan mereka di kompleks GRIS? Lalu bagaimana nasib kelompok wayang orang ini setelah resmi keluar dari GRIS?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tahun 1996 kompleks GRIS resmi terjual ke BPD Jawa Tengah, Ngesti Pandowo mendapatkan hak sebesar Rp500 juta. Kelompok ini kemudian menempati gedhong ndhuwur di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) namun tidak bertahan lama karena gedung tidak representatif. Selanjutnya Ngesti Pandowo menyewa gedung pementasan di Istana Majapahit Pedurungan dari tahun 1997–2000, yang mana sewa gedung dihentikan karena ketidakmampuan membayarnya. Untuk mempertahankan pementasan, kelompok ini kemudian dipinjami gedung Ki Narto Sabdo oleh Pemerintah Kota Semarang di kompleks TBRS tanpa membayar sewa pada tahun 2001.
KEEFEKTIFAN MEDIA POWTOON DALAM PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI MINAT DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS V SD
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media powtoon pada pembelajaran IPA kelas V SD Negeri Banjaragung 01 Kabupaten Tegal. Desain eksperimen yang digunakan yaitu Quasi Experimental berbentuk nonequivalent control group design. Hasil pengujian hipotesis keefektifan media powtoon terhadap minat belajar IPA menunjukkan bahwa thitung ttabel (3,741 2,042) dan terhadap hasil belajar menunjukkan bahwa thitung ttabel (2,721 2,042). Dapat disimpulkan bahwa penerapan media powtoon efektif jika ditinjau dari minat dan hasil belajar IPA siswa kelas V pada materi struktur bumi.
KEEFEKTIFAN MODEL SAVI TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA SDN LAWATAN 01 KABUPATEN TEGAL
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 1 (2019): June
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i1.22681

Abstract

One of the less maximal factors of  science learning is that teachers are less innovative in packaging the learning so that students become passive and less interested in science learning. It can have the impact on low interest student learning and outcomes, so that innovative is need in science learning, one of them by applying Somatic Auditory Visualization Intellectually (SAVI) learning model. This study aims to determine the effectiveness of SAVI learning model on the science learning in grade V of SDN Lawatan 01 Tegal Regency. Experimental design used was Quasi Experimental in the form of nonequivalent control group design. The result of hypothesis testing of effectiveness to nature science learning interest showed that thitung ttabel (8,272 2,074) and the result of learning showed that thitung ttabel (8,325 2,074). It can be concluded that the implementation of SAVI learning model is effetive on the interest and learning outcomes of social science student of grade V on the subject of  the characther of light.

Page 1 of 2 | Total Record : 16