cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019): December" : 18 Documents clear
PEMETAAN KONFLIK MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS RAFFLES) DI DESA SEPAKUNG KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG Santoso, Budi; Febriana L, Sisca; Subiantoro, Darus
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22997

Abstract

Telah dilakukan survey di Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah, untuk memetakan konflik satwa liar monyet Ekor Panjang. Survey dilakukan dengan mengidentifikasi kelompok monyet ekor panjang, menganalisa habitat monyet ekor panjang dan melakukan pendataan sosial pada masyarakat Desa Sepakung.  Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah kelompok monyet ekor panjang di Desa Sepakung ± 10 Kelompok dengan estimasi populasi antara 200-500 ekor,  kelimpahan vegetasi pada habitat monyet ekor panjang di Desa Sepakung masingmasing  Pinus Sp. (50,00), Tooina sureni (46,43), Arenga pinnata, Hibiscus sp dan Swietenia sp masing-masing 21,43. Sementara itu pendapat masyarakat menunjukkan bahwa sejumlah 10% masyarakat merasa sangat terganggu dengan kehadiran MEP, sementara itu 35%, 10% dan 45% masyarakat lainnya merasa terganggu, tidak terganggu dan merasa biasa saja dengan kehadiran MEP. Untuk meredakan konflik satwa disarankan beberapa hal antara lain pengayaan vegetasi, pengurangan populasi, pengusiran dan peningkatan kapasitas masyarakat.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PENAMBANG PASIR DI SUNGAI KRASAK Fatlulloh, Muhammad Nur; Hayati, Rahma; Indrayati, Ariyani
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22690

Abstract

Kegiatan penambangan pasir menghasilkan dampak-dampak baik negatif maupun postif. Dalam kegiatan penambangan pasir di Sungai Krasak para penambang seharusnya memiliki pengetahuan mengenai lingkungan agar dapat mendorong adanya perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengukur tingkat pengetahuan penambang mengenai lingkungan; 2) untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan penambang pasir; 3) untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kelingkungan penambang sedang dengan rata-rata skor 73,33%, sedangkan untuk perilaku ramah lingkungannya sedang dengan rata - rata skor 73,33%. Untuk hasil regresi diketahui nilai koofisien variabel pengetahuan adalah sebesar 0,897. Artinya jika terjadi suatu peningkatan variabel pengetahuan sebesar 1, maka nilai perilaku ramah lingkungan akan meningkat 0,897. Besarnya kontribusi pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan diketahui dari nilai R Square yaitu sebesar 60,10% yang berarti bahwa pengetahuan kelingkungan penambang mempengaruhi perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak.
PENERAPAN METODE SCIENCE LITERACY CIRCLES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Hanifah, Husnul; Retnoningsih, Amin
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22685

Abstract

Metode Science Literacy Circles (SLC) merupakan metode pembelajaran secara diskusi kelompok yang melibatkan peran anggota kelompok (peran literacy circle) yang efektif untuk mencapai kemampuan literasi sains. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan penerapan metode SLC terhadap literasi sains aspek konteks, kompetensi (proses), konten, dan sikap sains pada materi perubahan lingkungan kelas X. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 1 Kedungwuni. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling diperoleh kelas X MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Variabel bebas yaitu pembelajaran SLC pada materi perubahan lingkungan, dan variabel terikatnya yaitu kemampuan literasi sains aspek konten, konteks, kompetensi (proses), dan sikap sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rerata persentase pencapaian kemampuan literasi sains peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol; (4)Rata-rata nilai sikap peduli lingkungan peserta didik kelas eksperimen berbeda signifikan terhadap kelas control; (3) Peserta didik memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan metode SLC; dan (4) Guru memberikan tanggapan baik terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan SLC. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SLC efektif dalam mengoptimalkan kemampuan literasi sains dalam materi perubahan lingkungan.
PELAKSANAAN ASESMEN PEMBELAJARAN IPA DALAM KTSP R, Setyoningsrum N; T, Supriyanto
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsi pelaksanaan asesmen pembelajaran IPA, menganalisis dan mendeskripsi hambatan dalam pelaksanaan asesmen, dan memaparkan solusi dari hambatan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran IPA berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas III, IV, dan V, serta peserta didik kelas III, IV, dan V. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh informasi bahwa (1) guru sudah melaksanakan asesmen pembelajaran IPA, meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik; (2) pelaksanaan asesmen belum dilakukan secara komprehensif/keseluruhan dan belum sesuai dengan silabus dan RPP. Hambatan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran IPA, sebagai berikut: (1) alokasi waktu pembelajaran IPA tidak sebanding dengan banyaknya materi pelajaran IPA yang harus disampaikan oleh guru kepada peserta didik; (2) kurangnya kemampuan guru dalam mengelola waktu; serta (3) kemampuan peserta didik berbeda-beda. Solusi dari hambatan tersebut sebagai berikut: (1) guru harus menyusun sendiri RPP dan membuat rencana penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran IPA; (2) guru harus pandai mengatur waktu dalam menyampaikan materi pelajaran dan mengadakan penilaian; serta (3) guru harus menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan lebih komunikatif pada saat menyampaikan pembelajaran IPA.
PELAKSANAAN PROGRAM ADIWIYATA BERDASARKAN KOMPONEN BERBASIS LINGKUNGAN Irlansari, Anisa; Hardari, Puji
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22687

Abstract

Kerusakan lingkungan berakar pada perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap alam. Masalah yang muncul dapat diatasi dengan cara merubah perilaku dan gaya hidup. Penanaman karakter peduli lingkungan ditanamkan kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa melalui program adiwiyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program adiwiyata berdasarkan komponen berbasis lingkungan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Negeri 1 Teras sejumlah 1.058 siswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu simple random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 3% didapatkan hasil sampel sebanyak 35 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program adiwiyata. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan mendapat hasil dengan kriteria tinggi karena pembelajaran lingkungan hidup terintgerasi kesemua maat pelajaran. Sedangkan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif memiliki hasil sedang karena siswa belum berpartisipasi secara maksimal dalam kegiatan yang diadakan oleh sekolah ataupun dari pihak lain.
DAMPAK PEMBANGUNAN WADUK KEDUNG OMBO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI DI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 1989 – 1998 Novandi, Ardhi Setyawan; Wasino, Wasino; Jayusman, Jayusman
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22692

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan waduk buatan yang dibangun pada tahun 1985-1989 untuk membendung aliran air dari Sungai Serang. Waduk Kedung Ombo berfungsi untuk mengatasi banjir dan kekeringan yang sering melanda wilayah Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode sejarah, yang mencakup (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Waduk Kedung Ombo yang diresmikan pada tanggal 14 Junuari 1989 telah mampu mengatasi masalah banjir dan kekeringan yang sering melanda wilayah bagian utara di Jawa Tengah. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan sistem tanam padi oleh masyarakat petani di Kabupaten Grobogan. Masyarakat petani yang mulanya hanya bisa menanam 1 kali masa tanam padi dan 2 kali masa tanam palawija dalam satu tahun, sekarang menjadi 2 kali masa tanam padi dan 1 kali masa tanam palawija dalam satu tahun.
PENGEMBANGAN MODEL SPASIAL KAJIAN PERLUASAN ROB TERHADAP PERUBAHAN KONDISI MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG Setyaningsih, Wahyu; Benardi, Andi Irwan; Aji, Ananto; Kahfi, Ashabul
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui perluasan rob dari tahun 2019 di Kota Semarang, 2) Mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat yang dipengaruhi oleh banjir rob. Populasi penelitian ini yaitu daerah yang paling sering terkena bencana rob dan daerah yang menjadi perluasan rob. Lokasi penelitian berada di satu kecamatan di Kota Semarang yaitu Semarang Utara. Sampel masyarakat berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Metode pengumpulan data berupa metode observasi, metode angket, metode wawancara, dan metode survei lapangan. Teknik analisis data berupa analisis interpretasi peta banjir rob, dan analisis deskriptif.  Hasil dari penelitian ini adalah 1) Terjadi Perluasan area banjir rob di Kota Semarang dari tahun 2017 sampai tahun 2018. 2)Terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terjadi karena perluasan banjir rob, dalam beberapa hal diantaranya yaitu perubahan bentuk rumah, kondisi kesehatan masyarakat, mata pencaharian dan pendapatan. Saran yang dikemukakan oleh peneliti diantaranya 1) Peran pemerintah dan masyarakat sangat penting sehingga diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat program yang dilaksanakan. 2) Menjaga kebersihan lingkungan tetap dilaksanakan oleh masyarakat dan juga diharapkan selalu tanggap bencana. 3) Menaati peraturan untuk tidak membangun rumah di wilayah non bangunan.
PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN BIOPARK PADA TAMAN MADUKORO SEBAGAI ATRIBUT KOTA HIJAU DI SEMARANG Wicaksono, Dimas; Munasari, Tri
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22693

Abstract

Taman Kota sebagai ruang terbuka di wilayah perkotaan sudah layaknya difungsikan sebagai ruang interaksi warga kota untuk berbagai kegiatan, fungsi dan kepentingan yang bermanfaat. Keberadaan ruang terbuka merupakan unsur penting yang dapat menjaga keberlanjutan ekologi suatu kota. Taman kota yang ada saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh warga kota secara maksimal, karena mengingat keberadaannya diimbangi dengan eksistensi pusat perdagangan seperti bangunan retail dan komersil yang pembangunannya marak di perkotaan. Pertumbuhan Kota cenderung menghabiskan ruang-ruang terbuka yang ada untuk pemenuhan aspek ekonomi sehingga lansekap dan tata guna lahan di perkotaan menjadi lebih dinamis. Berdasarkan data yang ada, kebutuhan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik sebesar 20% dari luas kota. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan Konsep BioPark pada Taman Kota Maduko di Semarang sebagai ruang terbuka hijau yang menggunakan delapan atribut kota hijau. Dengan ruang terbuka hijau yang berkualitas dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini memberikan banyak manfaat dan juga memberikan kontribusi yang positif dalam mendukung kebutuhan akan fasilitas kota dan perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang. Metode penelitian yang dilakukan ini dengan studi pustaka primer dan sekunder. Taman Madukoro Semarang menggunakan 8 (delapan) atribut Kota Hijau yaitu green planning dan green design, green community, green open space, green building, green energy, green transportasion, green water, dan green waste. Dari hasil analisis data 8 atribut Kota Hijau tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam perencanaan atau pengembangan taman kota yang lebih nyaman dan standar RTH Kota Semarang.
KEEFEKTIFAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA Zuhryzal, Afief; Fatimah, Mur
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22689

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Experiential Learning model on science learning in grade V of SD Debong Kidul Tegal City. Experimental design used was Quasi Experimental in the form of nonequivalent control group design. The result of hypothesis testing of effectiveness Experiential Learning model to nautral science learning motivation showed that thitung > ttabel (3,882 ≥ 2,037)and the result of learning showed that thitung> ttabel (5,269 ≥ 2,037). It can be concluded that the implementation of Experiential Learning model is effective on the motivation and learning outcomes of science students of grade V on the subject.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU RAMAH LINGKUNGAN PENAMBANG PASIR DI SUNGAI KRASAK
Indonesian Journal of Conservation Vol 8, No 2 (2019): December
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v8i2.22690

Abstract

Kegiatan penambangan pasir menghasilkan dampak-dampak baik negatif maupun postif. Dalam kegiatan penambangan pasir di Sungai Krasak para penambang seharusnya memiliki pengetahuan mengenai lingkungan agar dapat mendorong adanya perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan penambangan. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengukur tingkat pengetahuan penambang mengenai lingkungan; 2) untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan penambang pasir; 3) untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan kelingkungan penambang sedang dengan rata-rata skor 73,33%, sedangkan untuk perilaku ramah lingkungannya sedang dengan rata - rata skor 73,33%. Untuk hasil regresi diketahui nilai koofisien variabel pengetahuan adalah sebesar 0,897. Artinya jika terjadi suatu peningkatan variabel pengetahuan sebesar 1, maka nilai perilaku ramah lingkungan akan meningkat 0,897. Besarnya kontribusi pengetahuan terhadap perilaku ramah lingkungan diketahui dari nilai R Square yaitu sebesar 60,10% yang berarti bahwa pengetahuan kelingkungan penambang mempengaruhi perilaku ramah lingkungan penambang pasir di Sungai Krasak.

Page 1 of 2 | Total Record : 18