cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Conservation
ISSN : 22529195     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The Indonesian Journal of Conservation [p-ISSN 2252-9195] is a journal that publishes research articles and conservation-themed conservation studies, including biodiversity conservation, waste management, green architecture and internal transportation, clean energy, art conservation, ethics, and culture, and conservation cadres
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
LAJU EROSI DAN SEDIMENTASI DAERAH ALIRAN SUNGAI RAWA JOMBOR DENGAN MODEL USLE DAN SDR UNTUK PENGELOLAAN DANAU BERKELANJUTAN Wibowo, Ariyanto; Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Sudarno, Sudarno
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5154

Abstract

Rawa Jombor which located in Klaten have 3 (three) watershed as channels of water in the swamp. These watersheds are Kali Danguran Bajing Watersheds, Kali Gebyok Watersheds and Kali Jayan Watersheds. The existence of the three watersheds that passes through residential areas and agriculture in the suspect may cause sedimentation and increased fertility in Rawa Jombor. To predict rate of sedimentation on each watershed in the Rawa Jombor needed a soil erosion prediction and sedimentation models. One of model that often used is the USLE model. This research aim is to determine decrease of the function of the environment in Rawa Jombor measured from erosion and sedimentation parameters and their impact on Rawa Jombor. This research uses the USLE models to predict soil erosion and Sediment Delivery Ratio (SDR) model to  predict sediment results with the help of software ArcGIS 10.1. The results of both models obtained value erosion in the Kali Danguran Bajing watershed of 15892.39 tonnes / year, Kali Gebyok watershed of 8972.29 tons / year, and Kali Jayan watershed of 5142.95 tonnes/year. Estimation of sediment in the watershed Danguran Bajing is at 3996.94 tons / year, the watershed Gebyok of 2621.70 tons / year, while the Jayan at 1812.37 tons / year. Rawa Jombor terletak di Kabupaten Klaten memiliki 3 (tiga) DAS sebagai saluran masuknya air pada rawa. Ketiga DAS tersebut adalah DAS Kali Danguran Bajing, DAS Kali Gebyok, dan DAS Kali Jayan. Ketiga DAS tersebut melewati daerah permukiman dan pertanian di duga dapat menyebabkan sedimentasi dan peningkatan kesuburan pada Rawa Jombor. Untuk memprediksi laju sedimentasi pada tiap – tiap DAS di Rawa Jombor diperlukan suatu model pemrediksi erosi tanah dan model sedimentasi. Salah satu model yang sering digunakan adalah model USLE. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan nilai fungsi lingkungan Daerah Aliran Sungai di Rawa Jombor diukur dari parameter erosi dan sedimentasi dan dampaknya terhadap Rawa Jombor. Penelitian ini menggunakan model USLE untuk prediksi erosi tanah dan model Sediment Delivery Ratio (SDR) untuk prediksi hasil sedimen dengan menggunakan bantuan software ArcGIS 10.1. Hasil dari kedua model tersebut didapatkan nilai erosi pada DAS Kali Danguran Bajing sebesar 15.892,39 ton/tahun, DAS Kali Gebyok sebesar 8972,29 ton/tahun, dan DAS Kali Jayan sebesar 5142,95 ton/tahun. Perkiraan hasil sedimen pada DAS Danguran Bajing adalah sebesar 3.996,94 ton/tahun, pada DAS Gebyok sebesar 2.621,70 ton/tahun, sedangkan DAS Jayan sebesar  1.812,37 ton/tahun. 
PERSEBARAN DAN KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DALAM MENDUKUNG KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAMPUS SEKARAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Rahayuningsih, Margareta; Abdullah, Muhammad
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2059

Abstract

Research on the distribution and diversity of herpetofauna in  Semarang State University needs to be done. This relates to developed of biodiversity conservation program in Semarang State University. The objective of the research was to analyze the distribution and diversity of herpetofauna in Semarang State University. The study was conducted in June to October 2010. The data of herpetofauna were collected by Visual Encounter Survey (VES). Time of observation made in the morning (8:00 to 11:00 am) and nigh time (19:00 to 23:00 pm). Data were analyzed using margaleft index for the Species Richness Index, Shannon Diversity Index (H ') for species diversity and Index of Equitability or Evenness Simpsons to determine the proportion of the abundance species. The results showed that 20 species of herpetofauna(9 familiesand 3 order) were found in Semarang State University. The Species richness Index (DMg) was 3.98, Diversity Index was 3,84, and Eveness Index was 1,28. The most of species that we found are the member of Family Ranidae, Bufonidae, and Gekkonidae.Penelitian tentang distribusi dan keanekaragaman  herpetofauna di Universitas Negeri Semarang perlu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan program konservasi keanekaragaman hayati di Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi dan keanekaragaman herpetofauna di Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni hinggaOktober 2010. Data herpetofauna dikumpulkan oleh Visual Encounter Survey (VES). Waktu pengamatan dilakukan pada pagi hari (8.00 sampai 11.00 pagi) dan dekat waktu (pukul 19.00 sampai 23.00 malam). Data dianalisis menggunakan indeks Margaleft untuk Indeks Kekayaan Spesies, Shannon Indeks Keanekaragaman (H') untuk keanekaragaman spesies dan Indeks Pemerataan atau Kemerataan Simpsons untukmenentukan proporsi dari spesies yang kelimpahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 spesies herpetofauna(9 famili dan 3 ordo) ditemukan di Universitas Negeri Semarang. Indeks Kekayaan Spesies (DMG) adalah 3,98, Indeks keanekaragaman 3,84, dan Indeks Eveness adalah 1,28. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah anggota famili Ranidae, Bufonidae, dan Gekkonidae.
SEKOLAH MUHAMMADIYAH KOTA SEMARANG MENUJU GREENSCHOOL Rahayuningsih, Margareta; Utami, Nur Rahayu
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12528

Abstract

Salah satu misi Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah adalah mengembangkan pendidikan lingkungan hidup guna membangun kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di seluruh tingkatan dan lini organisasi sehingga Muhammadiyah menjadi pioner dalam gerakan lingkungan. Tim pengabdian UNNES bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Muhammadiyah Kota Semarang melakukan kegiatan pengabdian untuk meningkatkan kesadaran dan karakter cinta lingkungan di sekolah Muhammadiyah Kota Semarang melalui sosialisasi dan pendampingan kiat-kiat dan strategi menuju sekolah hijau. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengoptimalkan peran sekolah Muhammadiyah dalam penyelamatan lingkungan menuju sekolah hijau melalui sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan anggotan tim, melakukan koordinasi dengan pihak Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Kota Semarang dan Dikdasmen Muhammadiyah Kota Semarang, perijinan. Disepakati sekolah yang dilibatkan adalah SD 15, SMP 9, SMA 2, dan SMK 2. Dalam pelaksanaan workshop sebagai narasumber adalah tim pengabdian UNNES, dari Majelis LH PP Muhhamadiyah Bapak Ir. Agus Hadiarto, MT, dan dari Dinas Pendidikan Kebudayaan Propinsi Jateng Drs. Sentot Widodo, M.Si. Pada hari pertama workshop diisi materi mengenai Materi Umum Lingkungan Hidup dan kiat-kiat menjadi sekolah hijau, hari kedua diisi materi Bagaimana menyiapkan Sekolah Adiwiyata, dan visitasi langsung ke SD Muhammadiyah Pedurungan sebagai sekolah percontohan, untuk memberikan saran dan masukkan apabila akan mengajukan diri menjadi sekolah Adiwiyata. SD Muhammadiyah sudah menyatakan diri untuk siap menjadi percontohan sekolah hijau dan sudah mulai berbenah. Disamping itu Majelis Lingkungan Hidup dan Drs. Sentot Widodo, MT yang berpengalaman sebagai juri Adiwiyata tingkat Propinsi juga siap untuk melakukan pendampingan. Dari kegiatan ini beberapa sekolah Muhammadiyah sangat antusias untuk mempersiapkan sekolahnya, hal ini diitunjukkan dari pertanyaan yang muncul dan diskusi dalam kegiatan tersebut.
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENANAMAN DI KECAMATAN GUNUNGPATI OLEH MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL Subagyo, Subagyo; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3087

Abstract

The purposes of this research are as follows: (1) describing the implementation of planting in Gunungpati District done by students of Social Science Faculty of UNNES; (2) evaluating the implementation of planting in Gunungpati District done by students of Social Science Faculty of UNNES. The research activities were carried out in two Subdistric, Sekaran Subdistric and Plalangan Subdistric. Both Subdistrics were selected because they were the locations of planting done by students of Social Science Faculty of UNNES. This study was an evaluation. The Faculty of Social Sciences in 2012 did planting in Pongangan and Sekaran on a regular basis. Planting in the Sekaran Subdistric was conducted  on March 18, 2012, then planting in Pongangan Subdistric was conducted on April 13, 2013. Planting in Sekaran area were conducted in three points, namely: (1) Margasatwa Street, Banaran; (2) Persen Village, and (3) Bandardowo Village RT II RW VII. There were 500 seedlings were planted. Planting in Pongangan Subdistric was also conducted in three points, namely in RW II, III RW, and RW V. The seeds planted reached 2060 seeds. The plants which were in well-maintained category were only 9% meanwhile the plants which were well-maintained were 40%. Last, the plants which categorized into bad condition were 51%. Then plants are not maintained in the category by 51%.Keywords: planting, conservation, studentTujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan implementasi penanaman di Kecamatan Gunungpati oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes; (2) Mengevaluasi implementasi penanaman di Kecamatan Gunungpati yang telah oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Lokasi kegiatan penelitian dilakukan di dua keluraan, yakni Kelurahan Plalangan dan Kelurahan Sekaran. Kedua kelurahan ini dipilih karena keduanya adalah lokasi penanaman yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Unnes. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi.  Fakultas Ilmu Sosial pada tahun 2012 melakukan penanaman secara berkala di Kelurahan Pongangan dan Sekaran. Penanaman di Kelurahan Sekaran dilakukan pada tanggal 18 Maret 2012. Kemudian, penanaman di Pongangan dilakukan pada 13 April 2013. Penanaman di Sekaran dilakukan di tiga titik, yakni: (1) Jalan Margasatwa, Banaran; (2) Dukuh Persen, dan (3) Dukuh Bandardowo RT II RW VII.  Di Kelurahan Sekaran, ditanam sebanyak 500 bibit. Penanaman di Pongangan dilakukan di tiga titik, yakni RW II, RW III, dan RW V. Penanaman di Kelurahan Pongangan mencapai 2060 bibit. Tanaman yang ada pada kategori terawat hanya 9 %. Sementara tanaman pada kategori terawat sebesar 40%. Kemudian tanaman yang berada pada kategori tidak terawat sebesar 51%.Kata kunci: penanaman, konservasi, mahasiswa
GUNUNGPATI SEBAGAI KAWASAN PENYANGGA KOTA SEMARANG dkk., Moch. Samsul Arifin
Indonesian Journal of Conservation Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v2i1.2693

Abstract

This paper describes study of development of Gunungpati as effect of city growth and its impact for burying capacity of District Gunungpati as buffer zone. Suitability of land in the District Gunungpati the category is suitable for residential land is an area of ​​1612.2 Ha, 1079,3 Ha categories according amounted and 2719.5 areas unsuitable for residential use Gunungpati District. Areas which are not suitable for residential land has a high slope, degraded land, land for buffer zones and land for protected area. Growth and district development Gunungpati equitable development aimed at the area between the center and periphery are directed at areas that still have land suitability and environmental carrying capacity, thus retaining the agricultural and conservation areas in order to maintain the functioning of urban areas as buffer zones. Gunungpati districts in the future spatial planning is prioritized as a green area with vegetation - vegetation is able to reduce the criticality of land in District Gunungpati in particular, and can keep the Garang River discharge runoff in general so as to minimize flooding in the city of Semarang. .Keywords : buffer zones , Gunungpati , spatial Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan di Gunungpati akibat pengembangan kota dan dampaknya terhadap daya dukung lahan di Kecamatan Gunungpati sebagai kawasan penyangga. Kesesuaian lahan di Kecamatan Gunungpati pada kategori sangat sesuai untuk lahan permukiman adalah seluas 1612,2 Ha, kategori sesuai sebesar 1079,3 Ha dan kawasan yang kurang sesuai 2719,5 digunakan untuk permukiman Kecamatan Gunungpati. Kawasan yang yang tidak sesuai untuk lahan pemukiman adalah lahan yang memiliki tingkat kemiringan tinggi, lahan kritis, lahan untuk kawasan penyangga dan lahan untuk kawasan lindung. Pembangunan dan pengembangan Kecamatan Gunungpati yang ditujukan untuk pemerataan pembangunan wilayah antara pusat dan pinggiran diarahkan pada daerah yang masih memiliki kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungan, sehingga tetap mempertahankan kawasan pertanian dan konservasi dalam rangka mempertahankan fungsi wilayah sebagai wilayah penyangga perkotaan. Kecamatan Gunungpati dalam penataan ruang pada masa mendatang lebih diprioritaskan sebagai kawasan hijau dengan vegetasi-vegetasi yang mampu mereduksi kekritisan lahan di Kecamatan Gunungpati pada khususnya, dan dapat menjaga debit limpasan Sungai Garang pada umunya sehingga mampu meminimalisir banjir di Kota Semarang. Kata kunci: kawasan penangga, Gunungpati, tata ruang  
NO SMOKING HANDOUT BERBASIS STUDI KASUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISTEM RESPIRASI BERWAWASAN KONSERVASI Lisdiana, Lisdiana; Alimah, Siti; Supriyanto, Supriyanto; Oktaviani, Windy
Indonesian Journal of Conservation Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v5i1.11764

Abstract

In the learning process , learning resources can be presented in various forms of media. Handout is a learning resource that contains material that is contextual such as the dangers of smoking. This study aims to analyze the validity and feasibility of No Smoking handout as a learning resource conservation minded. This study is a research and development (Research and Development) by following the ten steps compiled by Sugiyono namely the potential and problems, data collection, product design, design validation, design revisions, limited testing, revision of the design, implementation learning, revision, and printing the final product. Validity No Smoking Handout analyzed using instruments BSNP. Test is limited to 15 students of class XII and the implementation of the handout at the learning done in class XI MAN Pemalang, eligibility No Smoking Handout seen improved cognitive outcomes of students with the design of making a one-group pre-test and post-test design. The validity of research results handout 80.7% with a valid criteria. Improved student learning outcomes in class XI MIA 1 of 0.63 and grade XI MIA 2 of 0.59, both criteria being. The conclusions of this study is No Smoking Handout is a learning resource valid and fit for use as a learning resource conservation minded in learning the respiratory system. Dalam pembelajaran sumber belajar dapat disajikan dalam berbagai bentuk media. Handout merupakan salah satu sumber belajar yang berisi materi-materi yang bersifat kontekstual seperti bahaya merokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas dan kelayakan No Smoking Handout sebagai sumber belajar berwawasan konservasi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengikuti sepuluh langkah yang disusun oleh Sugiyono yakni Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba terbatas, revisi desain, implementasi dalam pembelajaran, revisi, dan pencetakan produk akhir. Validitas No Smoking Handout dianalisis dengan menggunakan instrumen BSNP. Uji terbatas pada 15 siswa kelas XII dan implementasi handout pada pembelajaran dilakukan di kelas XI MAN Pemalang, kelayakan No Smoking Handout dilihat dari peningkatan hasil kognitif siswa dengan desain pengambilan one-group pre-test and post-test design. Hasil penelitian validitas handout 80,7% dengan kriteria valid. Peningkatan hasil belajar siswa pada kelas XI MIA 1 sebesar 0,63 dan kelas XI MIA 2 sebesar 0,59, keduanya dengan kriteria sedang. Simpulan penelitian ini adalah No Smoking Handout merupakan sumber belajar yang valid dan layak digunakan sebagai sumber belajar yang berwawasan konservasi pada pembelajaran sistem respirasi. 
SEBARAN VEGETASI DAN KONSENTRASI GAS CO - Pb DI TAMAN KB, SIMPANG LIMA, DAN TUGU MUDA KOTA SEMARANG Margahayu, Hilyana; Hariyanto, Hariyanto; Setyowati, Dewi Liesnoor
Indonesian Journal of Conservation Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v4i1.5159

Abstract

The warming temperatures are caused high gas escaping emissions in the air. Industrial activities and transport in the city led to increased gas CO, Pb, dust and noise. It needs the efforts to restructure and improve the environment through a city park. City park in addition to having a value of beauty is also able to absorb dust particles, gases CO, Pb and noise. This study aimed to vegetation distribution and gas concentration CO, Pb, dust, noise in the garden city of Semarang. The object of this study was the city park area in the district of Semarang and Semarang in the form of South Central. The research sample KB Park, Taman Simpang Lima and Garden Tugu Muda. The research variables include the type and amount of vegetation, species composition of vegetation, vegetation density and state of vegetation distribution, gas concentration CO, Pb, dust and noise. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis. The distribution of vegetation in the park KB, Simpang Lima Park and Garden Tugu Muda of aspects of the composition of the vegetation is very little to the value category ≤20,0%, aspects of the category of very rare vegetation density value ≤14,0%, and distribution of vegetation including the category of very ugly with ≤20,0% value. The concentration of air pollutants such as dust 409 μgr / m3 and 76.19 dBA noise both have exceeded the national ambient air quality standard. When compared to the air pollution in Taman Simpang Lima and Garden Tugu Muda higher than Taman KB. Semarang City Government needs to increase the number of trees in the Garden of KB to be effective in lowering the levels of CO, lead and noise. Memanasnya suhu di kota-kota besar disebabkan oleh tingginya gas emisi yang lepas di udara. Kegiatan industri dan transportasi di kota menyebabkan meningkatnya gas CO, Pb, debu dan kebisingan. Diperlukan usaha untuk menata dan memperbaiki lingkungan melalui taman kota. Taman kota selain mempunyai nilai keindahan juga mampu menyerap partikel debu, gas CO, Pb dan kebisingan. Tujuan penelitian mengetahui sebaran vegetasi dan konsentrasi gas CO, Pb, debu, kebisingan di taman Kota Semarang. Objek penelitian ini adalah kawasan taman kota di Kecamatan Semarang berupa Selatan dan Semarang Tengah. Sampel penelitian Taman KB, Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda. Variabel penelitian meliputi jenis dan jumlah vegetasi, komposisi jenis vegetasi, kerapatan vegetasi dan keadaan sebaran vegetasi, konsentrasi gas CO, Pb, debu dan kebisingan. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kuantitatif. Sebaran vegetasi di Taman KB, Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda dari aspek komposisi vegetasi kategori sangat sedikit dengan nilai ≤20,0%, aspek kerapatan vegetasi kategori sangat jarang dengan nilai ≤14,0%, dan sebaran vegetasi termasuk kategori sangat jelek dengan nilai ≤20,0%. Konsentrasi cemaran udara seperti debu 409 µgr/m3 dan kebisingan 76,19 dBA keduanya telah melebihi batas baku mutu udara ambien nasional. Kalau dibandingkan maka cemaran udara di Taman Simpang Lima dan Taman Tugu Muda lebih tinggi dari Taman KB. Pemkot Kota Semarang perlu menambah jumlah pohon di Taman KB agar efektif dalam menurunkan kadar CO, timbal dan kebisingan. 
EKOFEMINISME DAN PERAN PEREMPUAN DALAM LINGKUNGAN Pudji Astuti, Tri Marhaeni
Indonesian Journal of Conservation Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v1i1.2064

Abstract

Ecofeminism is a move emerges among women all over the world from various professions as the result of the unfairness towards women who are always being a myth of nature. This paper suggests a variety of examples of women's role in the environment in various countries. Discussion about the environment as well as the implications associated with ecofeminism high feminist consciousness among women scientists in universities in the world. The feminist awareness upon exploitations to the nature brings them to the action of saving the environment to create an eco-friendly and women-friendly way of living. The key of this case is involving and giving empathy to women for their role in the environment. Therefore it is urgent to understand the local wisdom as a reference by using the deconstruction of local wisdom to create the reconstruction of a new environmentally friendly local wisdom. Ekofeminisme merupakan sebuah gerakan yang muncul di kalangan perempuan di berbagai belahan dunia dari berbagai profesi sebagai akibat adanya ketidak adilan terhadap perempuan yang selalu dimitoskan dengan alam. Tulisan ini mengemukakan berbagai contoh peran perempuan dalam lingkungan hidup di berbagai Negara. Pembahasan tentang lingkungan juga terkait dengan ekofeminisme sebagai implikasi kesadaran feminis yang tinggi di kalangan ilmuwan perempuan di perguruan tinggi di berbgagai belahan dunia. Kesadaran para perempuan feminis terhadap eksploitasi alam membuat mereka bangkit berperan dalam penyelamatan lingkungan hidup sehingga tercipta kehidupan yang eco-friendly dan Womenfriendly. Kunci dari hal itu adalah melibatkan dan empati terhadap perempuan dalam perannya dalam lingkungan hidup. Oleh karenanya perlu memahami kearifan lokal sebagai sebuah acuan dengan dekonstruksikearifan lokal agar muncul rekonstruksi kearifan lokal baru yang ramah lingkungan.
UPAYA MENDORONG KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM INOVASI KONSERVASI PANGAN Wusqo, Indah Urwatin
Indonesian Journal of Conservation Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v3i1.3092

Abstract

This study aimed to analyze efforts to encourage creative thinking skills of science education students on the problem of food security in Indonesia. This was due to the abundance of basic foodstuff in Indonesia. However, there were still problems in innovative processing and interesting packaging of the foods. Therefore, to foster the creative thinking skills among the college students, the implementation of project-based learning on the concept of conventional biotechnology was designed in biotechnology class learning. The goal was to nurture students’ creative thinking skills on the conventional concept of biotechnology in order to produce innovative conservation-based food products. The research design used in this study is One-Shot Case Study. It was implemented by providing treatment for students of Science Education Year 2013/2014 who were involved in Project Based Learning in the biotechnology course learning. Next, the students’ creative thinking skills were observed. The results showed that the implementation of project-based learning improve the students’ creative thinking skills that the students were able to create innovations on conservation-based food products using conventional Biotechnology principles.Keywords: creative thinking, project-based learning, food conservation, conventional biotechnology Tulisan ini bertujuan menganalisis upaya mendorong kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA terhadap masalah ketahanan pangan di Indonesia. hal ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya bahan pangan asli Indonesia namun masih memiliki permasalahan dalam pengolahan dan pengemasan yang inovatif dan menarik. Oleh karena itu, untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa pada kuliah Bioteknologi, maka dirancang suatu pembelajaran melalui penerapan  model pembelajaran project based learning pada konsep Bioteknologi konvensional. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam konsep Bioteknologi konvensional dalam upaya menghasilkan produk inovasi berbasis konservasi pangan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen One-Shot Case Study. Pelaksanaanya dengan cara memberikan perlakuan dalam pembelajaran matakuliah Bioteknologi pada mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA tahun pembelajaran 2013/2014 yang semester genap mengambil mata kuliah Bioteknologi berupa  pembelajaran menggunakan Project Based Learning. Selanjutnya diobservasi hasilnya berupa kemampuan berpikir kreatif  mahasiswa dalam berinovasi menghasilkan produk berbasis konservasi pangan. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui  penerapan model pembelajaran project based learning, mampu mendorong kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam membuat produk inovasi konservasi pangan menggunakan dasar Bioteknologi konvensional.Kata kunci: berpikir kreatif, project based learning, konservasi pangan, bioteknologi konvensional 
PENGELOLAAN WISATA ALAM CURUG GLAWE DAN BUKIT SELO ARJUNO DI KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH BERBASIS ECOTOURISM A, Isfajar; Kuswardono, Singgih; Miftahudin, Ahmad; Sunahrowi, Sunahrowi
Indonesian Journal of Conservation Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Badan Pengembang Konservasi UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v6i1.12523

Abstract

Semarang State University as a conservation university in Indonesia is required to have a role in the environment around the campus and also in the wider environment that is throughout Indonesia. Academicians Semarang State University where in it is the teacher (lecturer), education personnel, and others should be hand in hand to realize the ideals of the luhur. Each individual can play a role in this conservation field in accordance with its capacity and capability. With this simultaneous and simultaneous movement, it is expected that Semarang State University really becomes a superior university in playing its role in society, nation and state. The target in this service is the manager of Curug Glawe natural tourism in Cening and Bukit Selo Arjuno village in Kedungboto Village using approach developed through ecotourism concept. The method to be applied in this training is the SWOT method. The selection of targeted methods and objects is based on facts resulting from initial observation that this nature tourism has good strength and attractiveness and prospective (strength), weakness in the management and supervision (weaknesses), the opportunity to be developed and conceptualized well (opportunities ) and there are some serious threats to sustainability (threats). Based on the facts, the ecotourism training activities in the management of nature tourism Curug Glawe and the management of nature tourism of Selo Arjuno hill by the devotees need a proper method to find the solution faced by the object of devotion, that is by applying the SWOT method (strength, weaknesses , opportunities, and threats). Selection of this method is also based on the needs and objectives for the conservation values as the basis of ecotourism can be realized.

Page 8 of 32 | Total Record : 319