cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Analisis Porositas dan Kuat Tekan Campuran Tanah Liat Kaolin dan Kuarsa sebagai Keramik Setiawan, F; Arifani M, L; Yulianto, A; Aji, M P
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik merupakan bahan komposit yang memiliki tahanan suhu tinggi, keausan dan korosi yang lebih baik daripada super alloy namun memiliki sifat getas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik keramik dengan penambahan campuran pasir kuarsa terhadap sifat mekaniknya. Preparasi lempung dan pasir kuarsa dilakukan dengan cara ditumbuk menggunakan cawan dan mortar, sehingga diperoleh material serbuk. Penentuan komposisi bahan dihitung berdasarkan persentase massa. Sampel keramik dibuat dengan komposisi berbeda sebanyak 6 sampel, dengan variasi perbandingan kaolin dan pasir kuarsa 8:0, 7:1, 6:2, 5:3, 4:4 ,3:5  Pembentukan sampel dengan cara cetak dan proses sintering menggunakan furnace hingga mencapai suhu 750 ºC dengan waktu penahanan 1,5 jam. Parameter karakterisasi sampel meliputi porositas dan kekerasan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sifat mekanik optimum keramik dihasilkan pada komposisi 50% kaolin dan 50% pasir kuarsa. Pada komposisi tersebut dihasilkan karakteristik porositas 34,83% dan kekerasan 342,53 kgf/cm2. Keramik merupakan bahan material yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai produk kerajinan dan sebagai bahan material bangunan. Produk dari kerajian keramik dapat berupa porselen, ubin, kendi, patung, atau kerajinan yang tidak banyak menerima beban kerja secara terus menerus. Keramik merupakan bahan komposit yang memiliki tahanan suhu tinggi, keausan dan korosi yang lebih baik daripada super alloy namun memiliki sifat getas (Subiyanto & Subowo 2003). Untuk mendapatkan keramik yang baik, dibutuhkan uji mekanis keramik. Kajian penelitian tentang kekuatan mekanis masih sangat jarang dilakukan karena belum menjadi perhatian utama dalam produksi keramik. Untuk meningkatkan kualitas produk keramik perlu rekayasa sifat mekanis sehingga meminimalisir cacat atau rusak saat pengiriman maupun ketahanan pada produk keramik. Kekerasan keramik kaolin semakin naik seiring dengan naiknya suhu sinter dan tekanan kompaksi (Amin & Irawan 2008). Material keramik berkembang dengan pesat, perkembangan tersebut meliputi kuat tekan keramik, struktur dalam berupa porositas, densitas keramik dan juga komposisi keramik. Penelitian mengenai kuat tekan keramik dan pengujian porositas dengan bahan yang berbeda-beda masih jarang dilakukan. Uji kuat tekan dan porositas bisa digunakan untuk menentukan kualitas keramik yang baik. 
Sintesis Kitosan-Silika Bead serta Aplikasinya untuk Menurunkan Kadar Ion Cr(VI) dalam Larutan Sari, M Y; Susatyo, E B
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis kitosan-silika bead sebagai adsorben untuk menurunkan kadar ion logam Cr(VI) dalam larutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi optimum yakni komposisi kitosan dan silika, waktu kontak dan konsentrasi ion logam Cr(VI) maksimal. Kitosan-silika bead disintesis dengan variasi komposisi kitosan dan silika bead 1:4; 1:1; dan 4:1, kemudian komposisi optimum yang diperoleh diaplikasikan dalam menurunkan ion logam Cr(VI) dengan variasi bertahap waktu kontak (30, 60, 90 dan 120 menit) dan konsentrasi (50-250 ppm). Kandungan ion Cr(VI) dalam larutan diuji menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada penentuan komposisi optimum diperoleh komposisi kitosan-silika bead 4:1 sebagai komposisi terbaik untuk adsorpsi ion logam Cr(VI) dengan kapasitas adsorpsi sebesar 19,449 mg/g. Waktu kontak optimum dalam penurunan ion logam Cr(VI) oleh kitosan-silika bead 4:1 adalah 90 menit dengan kapasitas adsorpsi 17,66 mg/g, sedangkan konsentrasi optimum ion logam Cr(VI) diperoleh pada 200 mg/L dengan kapasitas adsorpsi sebesar 31,502 mg/g.The synthesis of chitosan-silica bead as an adsorbent has been done to reduce the Cr(VI) metal ion content in solution. The purpose of this research is to know the optimum condition of chitosan and silica composition, contact time and maximum concentration  of Cr(VI) metal ion. Chitosan-silica beads were synthesized with a variation of chitosan: silica bead composition and 1: 4; 1: 1; and 4: 1, then the optimum composition obtained was applied in lowering Cr(VI) metal ions with gradual variation of contact time (30, 60, 90 and 120 min) and then concentration (50-250 ppm). The Cr(VI) ion content in the solution was tested using SSA (Atomic Absorption Spectrophotometer). The results of this study indicate that on determination of the optimum composition obtained the composition of chitosan-silica bead 4: 1 as the best composition for adsorption of Cr(VI) metal ions with adsorption capacity of 19.449 mg/g. The optimum contact time in the decrease of Cr(VI) metal ions by 4: 1 beads silica chitosan was 90 minutes with adsorption capacity of 17.66 mg/g, while the optimum concentration of Cr(VI) metal ions was obtained at 200 mg/L with adsorption capacity of 31.502 mg/g.
Pengalaman Pengguna Laman Pelayanan Publik Adha, Y A; Winarno, W W; Santosa, P I
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggara pelayanan publik mengembangkan sistem layanan publik untuk melayani pengguna (masyarakat) secara efisien, efektif. Perkembangan konten-konten pada sistem daring menjadikan semakin sulit diukur oleh instansi untuk melihat kualitas pengalaman pengguna. Mengem-bangkan suatu sistem tidak hanya melihat dari sistem daring tersebut tetapi juga dilihat dari pengalaman pengguna. Dengan mengunakan metrik PULSE dan HEART, yang akan dikem¬bangkan dengan metode variabel kualitas interaksi layanan dan perceived benefit. Metrik PULSE dan HEART diguna¬¬kan untuk meneliti pengalaman pengguna terhadap suatu produk. Pengu¬naan metode ini akan diterapkan terhadap sistem layanan publik pemerintah pada bidang pendidikan sistem daring pendaftaran penyetaraan ijazah lulusan perguruan tinggi luar negeri pada Kementerian Riset, Teknologi dan pendidikan tinggi. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan responden pengguna pelayanan penyetaraan ijazah lulusan perguruan tinggi luar negeri, total 90 responden. Enam hipotesis diuji coba dengan menggunakan SmartPLS 3 dan semua hipotesis dapat diterima.
Pemanfaatan MOL Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos Suwatanti, E P S; Widiyaningrum, P
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan pada proses pengomposan menggunakan mikorganisme lokal (MOL) limbah sayur dan EM4, mengetahui kualitas fisik kompos menurut penilaian responden dan kualitas kimia kompos berdasarkan analisis laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu, terdiri dari dua perlakuan, yakni pengomposan menggunakan bioaktivator MOL limbah sayur dan EM4. Data yang diambil meliputi fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan selama proses pengomposan, kualitas fisik (warna, bau dan tekstur) dan kualitas kimia (kadar air, pH, C/N rasio P2O5, dan K2O) setelah kompos matang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harian faktor lingkungan kompos dengan MOL limbah sayur dan EM4 memberikan gambaran fluktuasi yang cenderung sama. Kualitas fisik kompos menurut penilaian responden masing-masing menunjukkan skor 30 pada aspek warna, bau dan tekstur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  kualitas fisik kedua perlakuan kompos memiliki kategori warna kehitaman, bau seperti tanah, dan bertekstur halus sesuai kriteria SNI Nomor SNI 19-7030-2004. Namun demikian C/N rasio kompos yang menggunakan limbah sayur lebih baik karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan SNI dibanding kompos dengan menggunakan EM4.The purpose of this research are to know the daily environmental factor fluctuation in the composting process using vegetable waste local microorganism (MOL) and EM4, the compost’s physical quality based on respondent’s evaluation and compost’s chemical quality based on laboratory analysis. This research was conducted for 4 weeks, consisted of two treatments, which were composting using vegetable waste MOL bioactivator and EM4 bioactivator. The data taken including the daily environmental factor fluctatuion during the process, physical quality (colour, smell and texture), and chemical quality (water level, pH, C/N ratio, P2O5 and K2O) after the compost was processed. The data were analysed descriptively. The result of the research showed that the compost’s daily environmental factor fluctuation with vegetable waste MOL and EM4 showed a relatively similar result.  Each compost’s physical quality based on respondent’s evaluation give a result with score 30 in aspect of colour, smell and texture. This research conclude that the physical quality of both treatment showed blackish colour, smell like soil and smooth texture according to SNI 19-7030-2004 criteria. However, the C/N ratio of compost using vegetable waste was better than the EM4 compost, because it’s already meet the criteria determined by SNI.
Estimasi Distribusi Mixing dalam Model Mixture Poisson Dwidayati, N
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model mixture telah dikenalkan sejak tahun 1986 (Farewell, 1986) dengan menganalisis penderita kanker payudara. Model ini diaplikasikan dalam ruang kerja yang berbeda sesuai dengan fleksibilitas pandangan kompleksnya situasi, walaupun generalisasi teori belum sepenuhnya dikembangkan. Studi klinik yang dilakukan difokuskan pada estimasi proporsi pasien yang sembuh dan distribusi  failure time pasien yang tidak sembuh. Pada penelitian ini dikonstruksi estimator konsisten dari distribusi mixing dalam model mixture Poisson melalui inversi Laplace, baik untuk data tak tersensor maunpun tersensor. Berdasar estimasi tersebut ditentukan IMSE dan laju kekonvergenan yang berkorespondensi dengan inverse estimator. The mixture model has been introduced since 1986 (Farewell, 1986) by analyzing breast cancer patients. This model was applied in different workspaces according to the flexibility of the complex view of the situation, although the generalization of the theory has not been fully developed. Clinical studies undertaken focused on estimating the proportion of patients who recovered and the distribution of patient failure times that did not heal. In this research constructed a consistent estimator of the mixing distribution in the Poisson mixture model through Laplace inversion, both for uncensored and uncensored data. Based on these estimates, the IMSE and the convergence rate correspond to the inverse estimator. 
Pengaruh Pemberian Inokulan Legin dan Mulsa terhadap Jumlah Bakteri Bintil Akar dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Varietas Grobogan Ni’am, A M; Bintari, S H
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pemberian inokulan legin dan mulsa terhadap jumlah bakteri bintil akar dan pertumbuhan tanaman kedelai varietas Grobogan. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian inokulan legin dengan empat perlakuan yaitu L0 (tanpa inokulan), L1 (5 g/kg benih), L2 (10 g/kg benih), L3 (15 g/kg benih). Faktor kedua adalah pemberian mulsa dengan dua perlakuan yaitu M0 (tanpa diberi mulsa) dan M1 (diberi mulsa). Hasil penelitian menunjukkan pemberian inokulan legin dan mulsa dapat meningkatkan jumlah bakteri bintil akar, tinggi tanaman, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Dosis terbaik dalam penelitian ini adalah pemberian inokulan legin 15 g/kg benih dan mulsa. Simpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulan legin dan mulsa berpengaruh terhadap jumlah bakteri bintil akar dan pertumbuhan tanaman kedelai varietas Grobogan.This study aims to test the effectiveness inoculant legin and mulch for the number of bacteria nodule root and growth of Grobogan soybean varieties. The research design used is Group Randomized Design method with 8 combination of treatments and 4 repetation. The results showed that inoculant legin and mulch could increase the number of bacteria nodule root, plant height, wet weight of plant, and dry weight of plant. The best dose in this study was inoculant of legin 15 g / kg seed and mulch. Conclusion of research result showed that inoculant legin and mulch have an effect on the number of bacteria nodule root and soybean growth varieties of Grobogan.
Pembuatan Carbon Black Berbasis Nanoserbuk Tempurung Biji Karet Menggunakan High Energy Milling Ramayana, D; Royani, I; Arsyad, F S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempurung biji karet merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tempurung biji karet adalah diproses menjadi carbon black. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari karbon dan mengolah tempurung biji karet menjadi carbon black berbasis nanoserbuk menggunakan High Energy Milling (HEM). Carbon black dibuat melalui proses karbonisasi dan aktivasi dengan larutan H3PO4, kemudian karbon dilakukan penghalusan menggunakan HEM. Untuk mengetahui kualitas karbon, karakteristik karbon aktif diuji kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arang aktif memenuhi standar SNI 06-3730-1995 yaitu kadar air (2,5%), kadar abu (3,5%), kadar zat menguap (23,5%) dan kadar karbon terikat (73%).Rubber seed shell is a waste that has not been widely utilized. One effort to increase the economic value of rubber seed shell is processed into carbon black. This study aims to determine the characteristics of carbon and treat rubber seed shell into carbon black based nano powder  using High Energy Milling (HEM). Carbon black is made through carbonization and activation process with H3PO4 solution, then carbon is smoothing using HEM. To determine the carbon quality, the characteristics of activated carbon are tested for moisture content, ash content, volatile substance and bound carbon content. The results showed that the characteristics of activated charcoal fulfilled SNI 06-3730-1995 standard were moisture content (2.5%), ash content (3.5%), vapor content (23.5%) and bound carbon content (73% ).
Enkapsulasi Minyak Lemon (Citrus limon) Menggunakan Penyalut β-Siklodekstrin Terasetilasi Priambodo, O S; Cahyono, E; Kusuma, S B W
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak lemon bermanfaat untuk mengurangi rasa tertekan dan menyegarkan pikiran bila dihirup uapnya.  Minyak atsiri umumnya mudah menguap dan mudah rusak. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan enkapsulasi. Senyawa β-siklodekstrin adalah penyalut yang baik untuk enkapsulasi minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah melakukan enkapsulasi minyak lemon menggunakan penyalut β-siklodekstrin terasetilasi, dan mendapatkan rasio (b/b) terbaik β-siklodekstrin terasetilasi : minyak lemon melalui pengujian controlled release limonene dalam mikrokapsul minyak lemon. Penelitian yang dilakukan meliputi preparasi katalis Zr4+-zeolit beta, asetilasi β-siklodekstrin, enkapsulasi minyak lemon dan pengukuran controlled release. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 6,40% logam zirkonium teremban dalam zeolit beta. Hasil spektra FTIR adalah intensitas-OH yang muncul pada bilangan gelombang 3336,93 cm-1pada β-siklodekstrin terasetilasi mengalami penurunan, sedangkan C=O pada bilangan gelombang 1738,45 cm-1mengalami peningkatan. Controlled release limonene terbaik dalam mikrokapsul minyak lemon terletak pada variasi A2 (β-siklodekstrin terasetilasi : minyak lemon = 2 gram : 2 gram). Hasil SEM mikrokapsul minyak lemon adalah kristal berbentuk menyerupai balok dan nampak lebih gelap daripada β-siklodekstrin terasetilasi yang diyakini adalah minyak lemon telah masuk ke dalam rongga β-siklodekstrin terasetilasi. Ukuran mikrokapsul yang dihasilkan rata-rata sebesar < 2µm.Lemon oil is useful for reducing stress and refresh the mind when inhaled its steam. Essential oils are generally volatile and easily damaged. To solve the problem, encapsulation needs to be done. The β-cyclodextrin is a good coating for the encapsulation of essential oils. The purpose of this study was to encapsulate the lemon oil using an acetylated β-cyclodextrin coating, and obtain the best (w/w) ratio of the acetylated β-cyclodextrin: lemon oil by testing controlled release limonene in the lemon oil microcapsules. The studies include preparation of Zr4+-zeolite beta catalyst, acetylation of β-cyclodextrin, encapsulation of lemon oil and controlled release measurements. The result obtained is as much as 6.40% of zirconium metal is plugged in zeolite beta. The result of FTIR spectra is the OH-intensity that appears at 3336.93 cm-1 in β-cyclodextrin of acetylated decrease, whereas C = O at wave number 1738,45 cm-1 has increased. The best controlled release limonene in lemon oil microcapsules lies in the variation of A2 (β-cyclodextrin acetylated: lemon oil = 2 grams: 2 grams). The result of SEM microcapsule of lemon oil is crystal resembling a beam and appears darker than the β-cyclodextrin which is believed to be lemon oil has entered into the cetylated cytlodextrin cavity. The resulting microcapsule size averaged <2μm.
Aplikasi Kendali LQR Diskrit untuk Sistem Pergudangan Barang Susut dengan Peninjauan Berkala pada Radioisotop Fosfor-32 Munawwaroh, D A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibahas mengenai pengendalian sistem pergudangan untuk barang yang mengalami penyusutan. Teknik kendali yang digunakan adalah kendali regulator linier kuadratik dengan waktu diskrit. Kendali regulator linier kuadratik merupakan kendali optimal dengan fungsi objektif berbentuk kuadratik dan memiliki kendala berbentuk linier. Teknik kendali tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemesanan kepada pemasok tunggal, karena diasumsikan tidak terjadi kekurangan barang, meskipun terdapat waktu tundaan dalam proses pengiriman barang. Sistem pergudangan yang telah diberikan kendali LQR diaplikasikan untuk mengoptimalkan pemesanan radioisotop fosfor-32 yang memiliki waktu paruh 14,26 hari. Salah satu kegunaan dari radioisotop fosfor-32 adalah untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pupuk pada bidang pertanian. This research discusses about inventory control with periodic review policy for perishable goods. Optimal control linear quadratic regulator in discrete time is used in this research. This optimal control has quadratic equation for objective function and linear equation for the constraint. This control can be used to optimize ordering to single supplier, because lost sales and back order are not permitted, although has a lead time. This LQR control for inventory systems will applied to optimize ordering radioisotope phosphorous-32 which has a half-life 14,26 days. One of the uses of radioisotopes phosphorus-32 is to determine the pattern of spread of fertilizer and effectiveness of fertilizers in agriculture.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroorganisme Penghasil Pigmen dari Limbah Kulit Kentang Fibriana, F; Amalia, A V; Mubarok, I
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pewarna sintetik sangat digemari dalam berbagai proses industri karena mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Akan tetapi, penggunaan pewarna sintetik secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang serius. Masalah yang muncul akibat penggunaan pewarna sintetik menginduksi ketertarikan dunia industri untuk beralih memanfaatkan pigmen alami. Dalam penelitian ini, dilakukan isolasi dan identifikasi mikroorganisme penghasil pigmen dari limbah kulit kentang. Enam isolat bakteri, jamur benang dan khamir berhasil diperoleh, dengan nama isolat B1, B2, J1, J2, J3, dan K1. Identifikasi secara morfologi pada koloni dan sel menunjukkan bahwa isolat B1 merujuk pada genus Bacillus, sedangkan isolat B2 merujuk pada genus Streptococcus. Isolat J1 memiliki karakteristik yang mirip dengan genus Trichoderma, sedangkan isolat J2 dan J3 memiliki ciri yang hampir sama dengan genus Aspergillus. Terakhir, isolat K1 memiliki karakteristik yang merujuk pada genus Geotrichum. Hasil penelitian ini merupakan referensi untuk penelitian selanjutnya yaitu identifikasi spesies mikroorganisme secara molekuler menggunakan teknik PCR, sekuensing dan pencocokan homologi di database gene bank, serta mengenai karakterisasi dan aplikasi pigmen pada proses pewarnaan batik. Application of synthetic dyes is very popular in many industrial processes because it is easily obtained at an affordable price. However, an excessive use of synthetic dyes in the long period can cause the serious health and environmental problems. Problems arising from the use of synthetic dyes induce the interest in the industrial field come back to utilize the natural pigments. In this study, we conducted the isolation and identification of pigment-producing microorganisms from potato peel. Six isolates of bacteria, fungi and yeasts were successfully acquired, by the name of isolates B1, B2, J1, J2, J3, and K1. Identification of the colony and cell morphology showed that isolates B1 refers to the genus Bacillus, whereas isolates B2 refers to the genus Streptococcus. Isolates J1 has characteristics similar to genus Trichoderma, while isolates J2 and J3 have characteristics similar to genus Aspergillus. Finally, isolates K1 has a characteristic that refers to the genus Geotrichum. The results of this study can be used as a reference for future research, i.e. the identification of species name using sequencing techniques and homology searching at the gene bank database, as well as the characterization and application of pigment in the dyeing process of batik.