cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Formulasi Koefisien Gesekan Kinetis pada Gaya Gesekan antara Benda dengan Lantai Jati, B M E; Murdaka, H R
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mendapatkan formulasi empiris pada kefisien gesekan kinetis ( k ) yang terjadi ada gesekan antara benda dengan lantai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa nilai koefisien pada gaya gesekan benda dengan fluida (udara dan zat cair) selalu berkaitan dengan dimensi benda yang bergerak di dalam medium itu. Namun, hingga sekarang, belum dijumpai hasil riset tentang hubungan antara dengan variabel luas penampang benda yang bergesekan (A) dan massa benda (m) pada gesekan antara benda dengan lantai. Faedah dari penelitian ini, dapat diramalkan hubungan k terhadap A dan m. Metodologi eksperimen, dilakukan dengan menggerakkan benda (logam berbentuk silinder) di permukaan meja, dan benda itu terhubung dengan tali ke pembeban (melalui sebuah katrol) sehingga benda melakukan gerak lurus beraturan (GLB). Saat itu gaya resultan pada benda adalah nol, sehingga gaya tarikan oleh pembeban sebesar gaya gesekan kinetis pada benda. Itu dilakukan ketika luas penampang alas benda divariasi (pada massa benda yang tetap), dan massa benda divariasi (pada luas penampang balok yang tetap). Diperoleh simpulan bahwa ketika koefisien gesekan kinetis pada A = adalah dan konstanta positif (bergantung jenis lantainya) maka . Ketika A = 14,5 cm 2 , permukaan gelas memberikan dan permukaan kayu memberikan Dari pernyataan itu, berarti k tidak bergantung pada massa benda tetapi hanya bergantung pada luas penampang benda yang bergesekan berupa fungsi eksponensial negatif.
EDTA Sebagai Agen Proteksi Ginjal pada Tikus yang Dipapar Timbal Asetat Marianti, A; Isnaeni, W; Anatiasara, D
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat timbal (Plumbum/Pb) adalah salah satu logam berat yang bersifat toksik, dan ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) merupakan salah satu senyawa pengkhelat timbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya proteksi EDTA terhadap ginjal tikus yang dipapar timbal (Pb) asetat per oral. Penelitian ini menggunakan post test control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih galur wistar dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol (KK), kontrol negatif (KN) diberi Pb asetat 175 mg/kg BB, kelompok perlakuan (KP1, KP2, KP3) dipapar Pb asetat 175 mg/kg BB dan EDTA masing-masing 50, 150 dan 250 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 dilakukan pengukuran kadar Pb darah dengan AAS, kemudian tikus diterminasi dan diambil organ ginjal untuk dianalisis tingkat kerusakan jaringan ginjalnya. Data kadar Pb darah dianalisis menggunakan one way Anova dan Duncan Multiple Range Test (DMRT), tingkat kerusakan ginjal dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan penurunan kadar Pb darah dan penurunan kerusakan sel ginjal secara signifikan pada kelompok tikus yang dipapar Pb asetat dan diberi EDTA dibandingkan dengan kelompok tikus yang dipapar Pb asetat tanpa diberi EDTA. Disimpulkan, EDTA aman digunakan dan efektif mengkhelat Pb darah serta memproteksi organ ginjal pada dosis 150 mg/kg BB. Pada dosis 250 mg/kg BB, EDTA mulai bersifat toksik sehingga merusak jaringan ginjal.This research aims to investigate the protective effect of Ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA) on renal tissue in lead acetate-exposed rats via oral administration. This research applied post test control group design method for data collection. Twenty five Wistar rats were divided into five treatment groups, which are control group (KK); negative control group (KN), treated with 175 mg/kg b.w. of lead acetate; treatment groups (KP1, KP2, KP3), treated with 175 mg/kg b.w. of lead acetate and 50, 150, and 250 mg/kg b.w of EDTA respectively. Treatment was carried out in 30 days. On the 31 st day, blood lead level measurement was performed using AAS method. Rats were later terminated and had their kidney removed for further analysis in renal tissue damage. Research data were statistically analysed using one way Anova test and Duncan Multiple Range Test (DMRT). Renal damage was analysed using descriptive method. Result showed that there were significant decrease in blood lead level and renal cells damage in lead acetate-exposed rats with EDTA treatment. This result was significantly different from non- EDTA treatment. This research shows that EDTA is safety used and effective for chelating lead in rats blood in dose of 250 mg/kg b.w. and protecting rats kidney in dose of 150 mg/kg b.w. but EDTA becomes a toxic substances that damages renal tissue in dose of 250 mg/kg b.w.
T-FANTYQ 09: Teknologi Lingkungan Penyaring Udara Sebagai Upaya Degradasi Polutan Asap Rokok Mudhofir, F; Yulianti, I; Sujarwata, S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang terus berkembang di kalangan masyarakat. Berbagai jenis polutan, baik pada air, tanah, maupun udara sangat potensial merusak lingkungan dan merugikan kesehatan manusia. Asap rokok merupakan salah satu polutan udara yang sangat berbahaya baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Sebuah teknologi “T-FANTYQ 09” dirancang sebagai teknologi untuk mendegradasi polutan CO yang dihasilkan asap rokok. Teknologi ini berbasis fotokatalis TiO2 yang dicampurkan dengan SiO2  dari lumpur lapindo yang disemprotkan pada preparat. Preparat sebagai katalis dan tiga lampu UV disusun dalam bentuk kotak berukuran 16cm x 10cm x 20cm. Pengujian dilakukan dengan memasukkan asap rokok dalam kotak untuk kemudian disinari lampu UV. Dalam pengujian alat menggunakan CO meter diperoleh hasil penurunan konsentrasi CO sampai 95% dengan waktu penyinaran 60 menit.The problem of pollution is a problem that continues to develop among the people. Various types of pollutants, both in water, soil and air are very potential to damage the environment and harm human health. Cigarette smoke is one of the air pollutants that is very dangerous for both active smokers and passive smokers. A "T-FANTYQ 09" technology is designed as a technology to degrade CO pollutants produced by cigarette smoke. This technology is based on TiO2 photocatalyst mixed with SiO2 from lapindo mud which is sprayed on preparations. Preparations as catalysts and three UV lamps are arranged in a box shape measuring 16cm x 10cm x 20cm. The test is done by inserting cigarette smoke in a box and then illuminating the UV lamp. In testing tools using CO meters obtained results of a decrease in CO concentrations to 95% with a 60-minute irradiation time.
Efek Infusa Umbi Garut (Marantha arundinaceae L) Terhadap Kadar Glukosa dan Insulin Plasma Tikus yang Diinduksi Streptozotocyn Yuniastuti, A; Susanti, R; Iswari, R S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia merupakan faktor risiko terjadinya diabetes mellitus (DM). Salah satu pengelolaan penyakit DM adalah konsumsi makanan tinggi serat dan rendah indeks glikemik. Umbi garut (Marantha arundinaceae L) merupakan bahan pangan dengan tinggi serat dan rendah indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan untukmembuktikan pengaruh infusa umbi garut terhadap kadar glukosadan insulin plasma tikus yang diinduksi streptozotocyn (STZ). Sebanyak 30 ekor tikus putih galur wistar jantan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 ekor. Kelompok I (KI; kontrol sehat), diberi Na.CMC 1%. Kelompok II, III, IV dan V diinduksi hiperglikemia dengan pemberian STZ 40 mg/kgBB dosis tunggal secara intra peritoneal (i.p). Kelompok II (KII; kontrol negatif) tidak diberi infusa umbi garut, kelompok III, IV dan V berturut-turut diberi infusa umbi garut 120mg/kgBB; 240mg/kgBB, dan 360mg/kgBB. Infusa diberikan selama 28 hari. Kadar glukosa darah diukur dengan spektrofotometer, sedangkan kadar insulin diukur dengan ELISA.Data kadar glukoda dan insulin, masing-masing dianalisis statistik uji Kruskal Walis dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rerata kadar glukosa dan insulin plasma tikus KI berbeda nyata dengan KII dengan nilai p<0,05. Sementara KI tidak berbeda nyata dengan KIII, KIV, dan KV. Kelompok KII berbeda nyata dengan semua kelompok lainnya (p<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian infusa umbi garutberpengaruh terhadap kadar glukosa dan insulin plasmatikus yang diinduksi STZ. Variasi dosis infusa umbi garut dalam penelitian ini, tidak berpengaruh terhadap perbedaan kadar glukosa dan insulin plasma tikus yang diinduksi STZ. Kata Kunci :umbi garut, glukosa darah, insulin plasma, streptozotocynHyperglycemia is a risk factor of Diabetes Mellitus (DM). One of the management of DM is by eat high-fiber and low glycemic index food. Arrowroot tuber (Marantha arundinaceae L) is a food with high fiber and low glycemic index content. The aim of this study was to prove the effect of Arrowroot tuber infusion on glucose and insulin levels of mices’ plasma which is induced by streptozotocyn (STZ). As many as 30 male wistar white mice were divided randomly into 5 groups, each group consists of 6 male wistar white mice. Group I (GI; healthy control), was given 1% Na.CMC. Group II, III, IV and V was induced hyperglycemia by addition 40 mg/kg(bw) of STZ single dose intra-peritoneally (i.p). Group II (GII; negative control) was not given arrowroot tuber infusion, group III, IV and V were given 120mg/kg(bw); 240mg/kg(bw), and 360mg/kg(bw) arrowroot tuber infusion respectively. Infusa was given for 28 days. Blood glucose levels were measured by spectrophotometer, insulin levels were measured by ELISA. Data of glucose and insulin levels were analyzed statistically by Kruskal Walis test with a significance level of 0.05. The results of the statistical analysis showed that the mean of glucose and insulin levels of GI rats’plasma were significantly different from GII rats’plasma with value of p <0.05. In the other hand, GI is not significantly different from GIII, GIV, and GV. The GII group was significantly different from all other groups (p <0.05). It was concluded that the addition of garut tuber infusion affected the levels of glucose and insulin of rats’ plasma which was induced by STZ. Variations of arrowroot tuber infusion doses in this study did not affect to the differences in glucose and insulin levels of rats’ plasma which was induced by STZ.
Metode Goal Programming Berbasis QM for Windows dalam Optimasi Perencanaan Produksi Sari, G; Mujib, M; Andriani, S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan perencanaan produksi kopi bubuk menggunakan metode goal programming dengan penyelesaiannya berbasis aplikasi QM For Windows dalam produksi bubuk kopi di Industri Rumahan Kopi Bubuk SR Asli Lampung. Goal Programming adalah perluasan dari linear programming yang dapat menyelesaikan persoalan lebih dari satu tujuan dengan adanya kendala-kendala sasaran. Penelitian ini dengan mengkaji jurnal-jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan bidang yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa penelitian ini menggunakan perhitungan aplikasi QM for Windows menunjukan jumlah produksi yang optimal  adalah 120 kemasan 1 dan 160 kemasan  2 sehingga terpenuhi tujuan-tujuan yaitu memaksimalkan pendapatan sebesar Rp.9.200.000, meminimumkan biaya produksi sebesar Rp.6.580.000, memaksimalkan penggunaan mesin sebesar 28 jam dan meminimumkan jam kerja karyawan sebesar 81 jam.The purpose of this research is to optimize powder coffee production planning using goal programming method with its solution based on QM For Windows application in coffee powder production in Pure Coffee Industry of SR Original Lampung. Goal Programming is an extension of linear programming that can solve the problem of more than one purpose in the presence of target constraints. This study by studying journals and books related to the field under study. The results showed that this study uses the calculation of QM for Windows application shows the optimal amount of production is 120 packaging 1 and 160 packaging 2 so that fulfilled goal-goal is maximize revenue of Rp. 9.200.000, minimize production cost of Rp. 6,580,000, maximizing machine usage by 28 hours and minimizing employees work hours by 81 hours.
Pengaruh Jenis Prekursor dan Suhu Kalsinasi terhadap Karakteristik Komposit TiO2-SiO2 dan Aplikasinya dalam Degradasi Rhodamin B Wiyono, E; Mahatmanti, F W; Priatmoko, S.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna yang membayakan jika terpapar langsung sehingga perlu pengolahan khusus. Salah satu upaya pengolahannya adalah dengan fotodegradasi menggunakan material semikonduktor dan radiasi sinar ultraviolet. Titanium dioksida (TiO2) merupakan fotokatalis yang sangat baik dan dengan substrat SiO2 dapat menyediakan situs adsorpsi yang dapat mendukung TiO2 dalam mendegradasi senyawa organik. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis fotokatalis komposit TiO2-SiO2 untuk: (i) mengetahui pengaruh jenis prekursor TiO2 dan suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO2-SiO2, (ii) mengetahui pengaruh pH larutan awal terhadap degradasi zat warna rhodamin B oleh komposit TiO2-SiO2. Komposit disintesis dengan metode sol-gel menggunakan titanium (IV) isopropoksida, titanium (IV) butoksida sebagai prekursor TiO2, dan tetraorthosilikat sebagai prekursor SiO2. Proses kalsinasi dilakukan pada suhu 500, 600 dan 700°C. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan komposit TiO2-SiO2amorf, SiO2 berfungsi sebagai host dari TiO2. Hasil karakterisasi DR-UV menunjukkan komposit TiO2-SiO2 memiliki nilai band gap terkecil sebesar 3,34 eV. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan ikatan Si-O-Si, Si-O-Ti dan Ti-O pada bilangan gelombang 1083,61 cm-1; 951,89 cm-1; dan 660,62 cm-1. Hasil uji degradasi rhodamin B menunjukkan komposit TiO2-SiO2 yang disintesis menggunakan TiIPP dan suhu kalsinasi 600°C memiliki aktivitas fotokatalitik tertinggi dengan pesentase degradasi sebesar 56,63% dan menunjukkan aktivitas fotokatalitik tertinggi pada pH 9 sebesar 60,92% selama 3 jam.Rhodamine B is a coloring substance that endangers if exposed directly so that special processing is needed. One of the processing efforts is by photodegradation using semiconductor materials and ultraviolet radiation. Titanium dioxide (TiO2) is a very good photocatalyst and with SiO2 substrate can provide adsorption sites that can support TiO2 in degrading organic compounds. The research of the synthesis of TiO2-SiO2 photocatalyst composite has been done. The aims of this research is to: (i) study the effect of TiO2 precursor and the calcination temperature of the TiO2-SiO2 composite characteristics, (ii) the effect  of  initial  pH  of  solution  to  the  degradation  of  rhodamine  B  dye  by TiO2-SiO2 composite. Synthesis of composite prepared by sol-gel method using titanium (IV) isopropoxide, titanium (IV) butoxide as a precursor of TiO2, and tetraorthosilicate as a precursor of SiO2. Calcination process at a temperature of 500, 600 and 700°C. XRD characterization results indicate TiO2-SiO2 composite amorphous and amorphous SiO2 which functions as host of TiO2. DR-UV characterization results that TiO2-SiO2 composites has the smallest value of band gap is 3,34 eV. FTIR characterization results indicate a bond Si-O-Si, Si-O-Ti and Ti-O at 1083,61 cm-1; 951,89 cm-1; and 660,62 cm-1 wavenumbers. The results of degradation of rhodamine B shows the composite TiO2-SiO2 synthesized using TiIPP and calcination temperature of 600°C has the highest photocatalytic activity with the degradation percentage is 56,63% and showed the highest photocatalytic activity at pH 9 is 60,92% for 3 hours.
Metode Simpleks Program Linear pada Optimalisasi Pengelolaan Lahan Parkir FST UIN Walisongo dengan Konsep “Ukhuwah” Rois, M A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan ruang parkir di UIN Walisongo sebagai kampus yang baru berdiri tahun 2015, sangat penting diperhatikan. Kenyamanan dan ketertiban adalah salah satu sebab mendukung belajar mengajar yang efektif, terutama ruang parkir yang rapi dan bisa dimanfaatkan secara efektif dan optimal. Penelitian skala kecil ini membahas aplikasi metode simpleks sederhana pada persoalan penggunaan ruang parkir di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo. Data didapatkan dan diproses dari konsep ukhuwah, yaitu dengan bantuan dari silaturahim yang sudah terjaga dengan teman, dosen dan satpam. Data dari 3 kawasan lingkungan FST yaitu lahan parkir gedung akademik, gedung K+laboratorium dan gedung Q dianalisis dengan metode simpleks secara manual dan menggunakan aplikasi QMW v5 untuk mendapatkan optimalisasi ruang parkir di FST UIN Walisongo. Hasil analisis tersebut menghasilkan solusi optimal yaitu lahan parkir yang ada di gedung akademik (246 roda dua dan 9 roda empat), gedung K+laboratorium (Hanya 259 roda dua) dan gedung Q (56 roda dua dan 3 roda empat). Jadi kapasitas maksimum lahan parkir yang ada di kawasan FST UIN Walisongo bisa menyediakan ruang parkir dengan maksimal sebanyak 573 parkir kendaraan yang terbagi atas 561 roda dua dan 12 roda empat.The need for parking space at UIN Walisongo as a newly established campus in 2015, is very important to note. Comfort and order are one to support effective teaching and learning, especially neat parking spaces and can be used effectively and optimally. This small-scale study discusses the application of a simple simplex method on the problem of parking space use at the Faculty of Science and Technology (FST) in UIN Walisongo. The data was obtained and processed from the ukhuwah concept, namely with help of friendship that had been maintained with friends, lecturers and security guards. Data from 3 environmental areas in FST, namely academic building parking lot, K+laboratory building and Q building were analyzed using the simplex method manually and using application of QMW v5 to obtain optimization of parking space at FST UIN Walisongo. The results of the analysis produced an optimal solution namely the parking space in the academic building (246 two wheels and 9 four wheels), K+laboratory building (only 259 two wheels) and Q building (56 two wheels and 3 four wheels). So the maximum capacity of parking space in FST can provide parking space with a maximum of 573 parking vehicles divided into 561 two wheels and 12 four wheels.
Penerapan Kombinasi Metode Ridge Regression (RR) dan Metode Generalized Least Square (GLS) untuk Mengatasi Masalah Multikolinearitas dan Autokorelasi Nurdin, I; Sugiman, S; Sunarmi, S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis regresi merupakan salah satu metode analisis data dalam statistika yang seringkali digunakan untuk mengkaji hubungan antara beberapa variabel dan meramal suatu variabel. Metode Generalized Least Square (GLS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah autokorelasi. Metode Ridge Regression (RR) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah multikolinearitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan model regresi terbaik dengan menggunakan metode RR dan metode GLS pada jumlah uang yang beredar.Tujuan lainnya yang ingin dicapai adalah menetapkan tetapan bias  untuk mengatasi masalah multikolinearitas, selanjutnya menentukan nilai koefisien autokorelasi  berdasarkan nilai , AR(1) residual dan Cochrane Orcutt Iterative Procedure serta dengan mentransformasikan variabel  dan . Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai  dengan nilai VIF sebesar 4,6671 dan diperoleh persamaan model regresi berdasarkan nilai , AR(1) residual, dan Cochrane Orcutt Iterative Procedure. Model regresi berdasarkan nilai AR(1) residual merupakan model regresi terbaik karena mendekati selang  dengan nilai MSE 224506836,3 terkecil dan nilai  sebesar 72,3%.Regression analysis is a statistical method of data analysis that often used to examine the relationship between several variables and predict a variable. Method of Generalized Least Square (GLS) is one of the method that used to overcome the problem of autocorrelation. Methods Ridge Regression (RR) is one method used to solve the problem of multicollinearity. The purpose of this research is to determine the best regression model of the amount of money in circulation by using RR and GLS method. The other purpose is to establish constant bias  to overcome the problem of multicollinearity, then determine the coefficient score of autocorrelation  based on the value , AR (1) residuals and Cochrane Orcutt Iterative Procedure and by transforming the variabel  and . The results of this study were obtained value   with VIF value of 4.6671 and equation regression model based on value , AR (1) residuals, and Cochrane Orcutt Iterative Procedure.  The regression model based on value is the best regression model for AR(1) residual approaching the hose  with a MSE (Mean Square Error) value 224506836,3 and the value  amounted to 72.3%.
Efek Paparan Logam Berat Terhadap Kadar Malondialdehida dan Aktivitas Katalase Ikan Mas dan Ikan Nila di Sungai Kaligarang Dewi, N K
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah domestik, aktivitas industri, dan proses pertanian berkontribusi terhadap cemaran logam berat seperti Pb, Cd dan Hg di perairan Sungai Kaligarang. Cemaran logam berat menimbulkan terjadinya stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan. Indikator stres oksidatif adalah malondialdehida (MDA) dan enzim katalase (CAT). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan crossectional untuk mengetahui kandungan Pb, Cd dan Hg serta aktivitas enzim CAT dan MDA pada organ hati ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dan ikan Nila (Oreochromis niloticus L.), yang dipelihara dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di sungai Kaligarang, Semarang. Analisis kadar Cd, Pb dan Hg menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Aktivitas katalase dan kadar MDA ditentukan menggunakan spektrofotometer. Uji normalitas data mengunakan Shapiro-wilk (p>0,05). Perbedaan kadar Pb, Cd dan Hg antara ikan mas dan ikan nila dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan, dengan taraf kepercayaan 95%. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar logam berat Pb, Cd dan Hg serta kadar MDA mengalami peningkatan di dalam organ hati dari minggu ke-2, ke-4 dan ke-6. Aktivitas enzim katalase meningkat dari minggu ke-2 ke minggu ke-4 dan menurun pada mingu ke-6. Logam berat Pb, Cd dan Hg perairan berpengaruh terhadap kadar Pb, Cd dan Hg ikan nila, tetapi tidak berpenaruh terhadap Pb ikan mas. Logam berat Pb, Cd dan Hg diduga penyebab terbentuknya ROS dan berakibat timbulnya stres oksidatif. Katalase merupakan enzim antioksidan yang dapat digunakan sebagai biomarker stress oksidatif dan toksistas logam berat pada ikan air tawar, serta indikator yang sensitif terhadap cemaran perairan. Domestic waste, industrial activities, and agricultural processes contribute to heavy metal contamination such as Pb, Cd and Hg in Kaligarang river. Heavy metal contamination causes oxidative stress, which is an imbalance between oxidants and antioxidants. Indicators of oxidative stress are catalase enzymes (CAT) and malondealdehyde (MDA). This research is a descriptive crossectional approach to determine the content of Cd, Pb and Hg and the activity of catalase enzymes and malondeladehide (MDA) in goldfish (Cyprinus carpio L.) and parrot fish (Oreochromis niloticus L.), which were kept in floating net cages on the Kaligarang river. Fish which were used in this research were 2.5 months old, the weight were 19-25 grams, and the average of body length were 8-12 cm. Fish samples were 20 goldfish and 20 parrot fish. Analysis of Cd, Pb and Hg levels used Atomic Absorption Spectrophotometer. Catalase activity was determined used a spectrophotometer with 240nm wavelength. Whereas MDA determination used spectrophotometer at a wavelength of 532-534 nm. Data normality test was determined using Shapiro-wilk (p> 0.05). Differences levels of Pb, Cd and Hg between goldfish and parrot fish were analyzed using unpaired t test, with a 95% confidence level. Statistical analysis was determined using SPSS for windows 17.0. The data which was obtained showed that the levels of heavy metals Pb, Cd, Hg, and MDA experienced an increase in liver since the 2nd, 4th and 6th weeks. Catalase enzyme activities increased from 2nd until 4th week and decreased in 6th week. Heavy metals of Pb, Cd and Hg affect the levels of Pb, Cd and Hg of parrot fish, but didnot not affect in goldfish. Heavy metals of Pb, Cd and Hg are thought to be the cause of ROS formation and result in oxidative stress. Catalase is an antioxidant enzyme that can be used as a biomarker of oxidative stress and heavy metal toxicity in freshwater fish, as well as sensitive indicators in water contamination.
Modifikasi Zeolit Alam dan Uji Aktivitas Katalitiknya pada Reaksi Asetilasi 1,3-Dihidroksibenzena Fadhilah, A W; Cahyono, E; Hadisaputro, S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zeolit alam biasa digunakan pada reaksi-reaksi senyawa organik. Untuk mendapatkan aktivitas dan selektivitas yang tinggi, diperlukan modifikasi zeolit alam pada reaksi asilasi 1,3-dihidroksibenzena menjadi senyawa aromatik keton yakni 2,4-dihidroksi asetofenon. Modifikasi tersebut dilakukan dengan mengembankan zeolit pada suatu logam. Logam zirkonium merupakan unsur logam transisi yang banyak digunakan dalam proses katalitik, sebagai pendukung dan promotor. Pada penelitian ini, dianalisis pengaruh waktu dan karakteristik katalis zeolit alam termodifikasi pada reaksi asetilasi 1,3-dihidroksibenzena. Zeolit alam yang berasal dari Malang diaktivasi dengan perlakuan asam dan garam menjadi katalis H-zeolit alam. Preparasi katalis Zr4+-zeolit alam dilakukan dengan metode pertukaran ion dengan kalsinasi pada 400°C selama 4 jam. Karakterisasi katalis meliputi kristalinitas katalis menggunakan metode difraksi sinar-X, morfologi dan komposisi komponen logam dengan scanning electron microscopy, dan keasaman katalis dengan metode spektroskopi Infra Red piridin. Proses reaksi asetilasi menggunakan reaktor batch dengan variasi waktu reaksi 6, 8, dan 10 jam. Analisis produk menggunakan high performance liquid chromatography untuk mengetahui kadar dan jumlah senyawa. Aktivitas terbaik dihasilkan pada reaksi asetilasi 1,3-dihidroksibenzana menggunakan katalis Zr4+-zeolit alam selama 8 jam yang menghasilkan senyawa target yaitu 2,4-dihidroksiasetofenon sebanyak 35,03%.Natural zeolite is commonly used in the reactions of organic compounds. To obtain high activity and selectivity, modification of natural zeolite in the acylation reaction 1,3-dihydroxybenzene to become an aromatic ketone compound, namely 2,4-dihydroxy acetophenone is required. The modification is done by developing zeolite with a metal. Zirconium metal is a transition metal element that is widely used in catalytic processes as a support and promoter. In this study, the influence of time and characteristics of modified natural zeolite catalysts on the acetylation reaction of 1,3-dihydroxybenzene is analyzed. Effect of time and natural zeolite modified characteristics as cataliyst in acetylation of 1,3-dihidroksibenzena were analyzed. Natural zeolite from Malang activated by treatment with acid and salt as H-natural zeolite catalyst. Preparation of Zr4+-natural zeolit catalyst using ion exchange method with calcination at 400C for 4 hours. Characterization of catalysts include crystallinity using X-ray diffraction, morphology and composition of the metal components using scanning electron microscopy, and the acidity of the catalyst using pyridine IR spectroscopy method. Acetylation reaction process using a batch reactor with reaction time variations 6, 8, and 10 hours. Product analysis using high performance liquid chromatography to determine the concentration and amount of the compounds. Best activity result is 1.3-dihidroksibenzana acetylation reaction using catalysts Zr4+- natural zeolit for 8 hours yielding the target compound, namely 2,4-dihidroksiasetofenon as much as 35.03%.