cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Metode Peramalan Jaringan Saraf Tiruan Menggunakan Algoritma Backpropagatin (Studi Kasus Peramalan Curah Hujan Kota Palembang) Sofian, I M; Apriaini, Y
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memprediksi curah hujan bulanan menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) dengan suatu fungsi pelatihan backpropagation. Penelitian ini menggunakan data curah hujan di Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang dari tahun 2014 sampai tahun 2016. Analisis dilakukan terhadap tingkat korelasi antara output jaringan dengan data observasi dan dari nilai MSE yang dihasilkan jaringan. Hasil penelitian menunjukkan jaringan terbaik dengan jumlah neuron 12 pada lapisan input,  pada lapisan tersembunyi terdapat 3 lapis terdiri dari 50-20-20 neuron, 1 neuron pada lapisan output, data latih tahun 2014 dengan target tahun 2015, data uji tahun 2015 dengan target tahun 2016. Adapun parameter JST lr=0,1, mc=0,9, epochs=1000, te=20, e=0,001 yang mempunyai korelasi terhadap data observasi sebesar 0,99276 dengan nilai MSE 0,00086145 (proses pelatihan). Sementara pada proses pengujian, korelasi terhadap data observasi sebesar 0,79544 dengan nilai MSE 0,25528. Jaringan ini kemudian digunakan untuk proses prediksi curah hujan tahun 2017.The study aims to predict monthly rainfall using artificial neural network (ANN) with a backpropagation training function. This research uses rainfall data at Climatology Station Class I Palembang from 2014 until 2016. The analysis is done to determine correlation level between network output with observation data and from value of MSE produced by network. The results show the best network with the number of 12 neurons in the input layer, in the hidden layer there are 3 layers consisting of 50-20-20 neurons, 1 neuron in the output layer, training data of 2014 with a target of 2015, test data of 2015 with the target year 2016. The JST parameter lr = 0,1, mc = 0,9, epochs = 1000, te = 20, e = 0,001 have correlation to observation data equal to 0,99276 with value of MSE 0.00086145 (training process). While in the testing process, the correlation to observation data of 0.79544 with the value of MSE 0.25528. This network is then used for the rainfall prediction process in 2017.
Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum conyzoides. L) dalam Pelarut Etanol Hidayati, A S; Harjono, H
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman babadotan tergolong keluarga Asteraceae, merupakan salah satu bahan baku obat alami, baik dari daun maupun  akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun babadotan dengan VCO (Virgin Coconut Oil) serta penerapannya pada krim penyembuh luka. Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak daun babadotan dengan cara perendaman tanaman dalam pelarut n-heksana dilanjutkan dengan pelarut etanol masing-masing selama 3 x 24 jam. Krim penyembuhan luka diformulasi menggunakan bahan utama ekstrak daun babadotan (dalam pelarut etanol) dengan variasi 2,5%, 5% dan 10% dan penambahan variasi VCO 5% dan 10%. Hasil identifikasi fitokimia ekstrak daun babadotandalam pelarut etanol positif menunjukkan adanya saponin, flavonoid, dan alkaloid. Ekstrak dalam pelarut etanol selanjutnya digunakan dalam formulasi krim penyembuh luka. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak daun babadotan dalam pelarut etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli.Babadotan plant included in the family Asteraceae family, is one of the raw materials of natural medicine, both from leaves and roots. This study aims to determine the antibacterial activity of babadotan leaf extract with VCO (Virgin Coconut Oil) and its application to wound healing cream. This research used maceration method to get leaf extract of babadotan by plant immersion in n-hexane solvent followed by ethanol solvent each for 3 x 24 hours. Wound healing creams were formulated using the main ingredients of babadotan leaf extract (in ethanol solvent) with variations of 2.5%, 5% and 10% and the addition of 5% and 10% VCO variations. The results of phytochemical identification of babadot leaf extracts in a positive ethanol solvent showed the presence of saponins, flavonoids, and alkaloids. The extract in the ethanol solvent is then used in the formulation of wound healing cream. Examination of antibacterial activity showed cream of leaf extract of babadotan in ethanol solvent can inhibit the growth of bacterium Bacillus subtilis and Escherichia coli.
K-Nearset Neighbor (K-NN) dan Support Vector Machine (SVM) untuk Klasifikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Tengah Fauzi, F
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks pembangunan manusia (IPM) adalah salah satu alat ukur pencapaian kualitas hidup satu wilayah bahkan negara. Terdapat  3 komponen dasar peyusun IPM yaitu dimensi kesehatan, pengetahuan, dan hidup layak. IPM menurut BPS dibagi menjadi 4 kategori yaitu IPM rendah (IPM<60), sedang (60≤IPM<70), tinggi (70≤IPM<80), dan sangat tinggi (≥80). Salah satu metode klasifikasi yang terdapat dalam data mining dan sering digunakan serta menghasilkan akurasi yang cukup baik adalah metode k-Nearset Neighbor (k-NN) dan Suppport Vector Machine(SVM). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan akurasi kaslifikasi antara kedua metode tersebut. Diperoleh hasil klasifikasi IPM dengan menggunakan metode k-NN dengan nilai k sebesar 5 didapat akutasi klasifikasi sebesar 91.64%. Klasifikasi IPM menggunakan metode SVM dengan parameter gamma 1 dan C= 1, 10, dan 100 menghasilkan akurasi sebesar 95.36%. Metode yang tepat untuk pengklasikfikasian atau pengelompokan IPM adalah metode SVM dengan ketepatan klasifikasi mencapai 95.36%, dengan variabel Harapan Lama Sekolah (HLS) merupakan faktor paling besar mempengaruhi IPM.  Human development index (HDI) is one of the measuring instruments of achieving the quality of life of one region and even the state. There are 3 basic components of IPM that is the dimensions of health, knowledge, and decent living. HDI according to BPS is divided into 4 categories: low HDI (HDI <60), moderate (60≤IPM <70), high (70≤IPM <80), and very high (≥80). One of the classification methods contained in data mining and is often used and produces a fairly good accuracy is the k-Nearset Neighbor (k-NN) and Suppport Vector Machine (SVM) methods. The purpose of this study was to compare the accuracy of casclification between the two methods. Obtained by result of classification of IPM by using k-NN method with value k equal to 5 obtained classification akutasi equal to 91.64%. IPM classification using SVM method with parameter gamma 1 and C = 1, 10, and 100 yield accuracy of 95.36%. The appropriate method for clarifying or grouping HDI is the SVM method with classification accuracy of 95.36%, with Hours Expectancy (HLS) variable being the biggest factor influencing HDI.
Characteristic of Near Ring From Group Object of Categories Puspita, N P; SRRM, Titi Udjiani; Suryoto, S; Irawanto, B
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap objek pada kategori dengan objek terminal dan produk disebut grup objek jika memiliki beberapa aksioma seperti aksioma grup tetapi didefinisikan oleh diagram komutatif. Aksioma-aksioma tersebut seperti asosiatif, eksistensi elemen identitas dan elemen invers. Untuk setiap objek kelompok G, himpunan endomorfisme dari G ke G dilambangkan dengan Hom (G, G). Hom (G, G) berada tepat di dekat ring pada opersai penjumlahan Å dan operasi  perkalian °. Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa Hom (G, G) dapat dipertimbangkan sebagai cincin B1 di dekat kedua operasi tersebut.Every object on category with terminal object and product is called group object if its have some axioms like group axioms but defined by comutative diagram. Its axioms such as associative, existence identity element and invers element. For any group object G, set of endomorphism from G to G denoted by Hom(G,G). Hom(G,G) is right near ring over addition operation Å and multiplication operation °. In this research we shown that Hom(G,G) can be considering as B1- near ring over both operation.
Profil Fitoestrogen Kacang Gude (Cajanus cajan) dalam Darah, Urin dan Feses pada Tikus Putih Betina Primiani, C N; Pujiati, P
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kacang gude sebagai sumber fitoestrogen merupakan salah satu upaya pelestarian keragaman hayati. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis metabolisme fitoestrogen kacang gude dalam tubuh dan retensinya dalam jaringan. Hewan coba menggunakan sembilan ekor tikus putih betina galur Sprague Dawley umur 6-7 bulan, dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok.  Kelompok I kontrol (P1), kelompok II diberi larutan kacang gude perbandingan 24g : 24ml (P2) dan kelompok III diberi larutan kacang gude perbandingan 8g : 24ml (P3). Pemberian larutan kacang gude menggunakan sonde, dimasukkan dalam lambung. Darah, urin, dan feses dikoleksi pada jam ke-8, ke-16, dan ke-24 (fraksi I, fraksi II, dan fraksi III) setelah pemberian kacang gude. Analisis fitoestrogen daidzein dalam darah, urin, dan feses dilakukan menggunakan high performance liquid chromatography (HPLC). Hasil analisis menunjukkan kadar daidzein kacang gude di darah lebih tinggi daripada di urin dan feses. Kadar daidzein meningkat pada fraksi II dan menurun pada fraksi III. Daidzein mengalami absorbsi, distribusi, ekskresi, dan retensi di dalam jaringan. Retensi fitoestrogen daidzein dalam jaringan sebesar 95,472%. The purpose of this research to analyze the metabolism of phytoestrogens pigeon pea in the body and its retention in the tissues. Animals used nine female Sprague-Dawley rats 6-7 months. The rats were grouped into 3 treatment groups. The first group was the control (P1), the second group contained those given a solution of pigeon pea seeds under the ratio of 24g : 24ml (P2) and the third group was given a solution of pigeon pea seeds under 8g : 24ml ratio (P3). The provision of pigeon pea solution by gavage using a sonde into the stomach. Blood, urine, and feces were collected on the hour all 8 hours of the 16th, and the 24th hour (fractions I, II fractions and fractions III). Analysis of phytoestrogen daidzein in the blood, urine, and feces was performed using high performance liquid chromatography (HPLC). The analysis showed that the levels of daidzein pigeon pea in the blood is higher than the levels in the urine and feces. Daidzein levels increased in the second fraction and decreases in fraction III. Daidzein experiencing absorption, distribution, excretion and retention in the tissues. Retention phytoestrogen daidzein in tissue 95.472% 
Pengaruh Variasi Konsentrasi Arang Ampas Kopi terhadap Sifat Fisika Tinta Spidol Whiteboard Rengganis, A P; Yulianto, A; Yulianti, I
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan karbon dan tanin dalam ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar tinta spidol whiteboard. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi arang ampas kopi terhadap sifat fisika tinta yaitu densitas, viskositas, dan tingkat keabuan dalam pembuatan tinta spidol whiteboard. Pembuatan pigmen dilakukan dengan cara karbonisasi ampas kopi dan penyaringan dengan screen mesh. Proses pembuatan tinta dilakukan dengan mencampurkan pigmen karbon ampas kopi dengan bahan-bahan pembuat tinta yaitu gum arab, aquades, alkohol, dan PEG. Proses pembuatan tinta dilakukan dengan variasi konsentrasi arang ampas kopi ri 15-40% dengan interval kenaikan 5% terhadap volume total tinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi arang ampas kopi berpengaruh terhadap nilai densitas, viskositas, dan tingkat keabuan tinta yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi arang ampas kopi maka semakin tinggi pula nilai densitas, viskositas, dan tingkat keabuan tinta. Kondisi optimum yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah tinta dengan nilai densitas 0,95 g/cm3, nilai viskositas 1,14 cP, tingkat keabuan 80%, serta memiliki daya hapus yang sesuai sebagai tinta spidol whiteboard adalah tinta dengan konsentrasi arang ampas kopi 30%.Carbon content and tannins in coffee grounds can be utilized as a base material ink marker whiteboard. The purpose of this research is to know the effect of coagulation concentration variation of coffee to physical physics of ink namely density, viscosity, and gray level in making ink marker whiteboard. Pigment production is done by carbonization of coffee grounds and screening by screen mesh. The process of making the ink is done by mixing carbon pigments of coffee grounds with ink-making materials such as gum arab, aquades, alcohol, and PEG. The ink-making process is carried out by variation in the concentration of 15-40% ri-ri oil with an interval of 5% increase to the total ink volume. The results showed that the addition of the dregs coffee concentration effect on the value of density, viscosity, and gray level of ink produced. The higher the concentration of the coffee grounds, the higher the density, viscosity, and gray ink levels. Optimum conditions that meet the Indonesian National Standard (SNI) are inks with a density value of 0.95 g / cm3, a viscosity value of 1.14 cP, a gray level of 80%, as well as having an appropriate discharge power as the ink marker whiteboard is ink with charcoal dregs concentration coffee 30%.
Sintesis Silika Gel Teraktivasi dari Pasir Kuarsa untuk Menurunkan Kadar ION Cu2+ dalam Air Susanti, S; Widiarti, N; Prasetya, A T
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir kuarsa merupakan hasil alam yang melimpah dengan kandungan utama silika sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan silika gel. Penelitian ini mempelajari penurunan kadar ion logam Cu2+  dalam air menggunakan silika gel teraktivasi. Silika gel teraktivasi dibuat dari pasir kuarsa melalui proses sol gel. Karakterisasi silika gel teraktivasi menggunakan XRD dan metode BET. Hasil analisis dengan XRD menunjukkaan puncak pada 2θ= 21,64º adalah tridymite dan fasa monoclinic. Analisis dengan metode BET menunjukkan bahwa silika gel kering teraktivasi memiliki luas permukaan dan pori-pori yang besar dengan luas permukaan 222,068 m2/g. Pada proses penurunan kadar ion Cu2+ digunakan variasi pH, waktu kontak, dan konsentrasi awal larutan Cu2+. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar ion Cu2+ oleh silika gel teraktivasi optimal pada pH 6 dengan waktu kontak 80 menit dan konsentrasi 30 ppm dengan kapasitas adsorpsi 0,0074 mg/g.Quartz sand is an abundant natural product with the main content of silica so it can be utilized as the main ingredient in the manufacture of silica gel. This study studied the decrease of Cu2+ metal ion content in water using activated silica gel. Activated silica gel is made from quartz sand through sol gel process. Characterization of activated silica gel using XRD and BET method. The result of analysis with XRD showing peak at 2θ = 21,64º is tridymite and monoclinic phase. The BET method analysis showed that the activated dry silica gel had a large surface area and pores with a surface area of 222.068 m2/g. In the process of decreasing levels of Cu2+ ions is used pH variation, contact time, and initial concentration of Cu2+ solution. The results showed decreased levels of Cu2+ ions by activated silica gel at optimally pH 6 with contact time of 80 min and concentration of 30 ppm with adsorption capacity of 0.0074 mg/g.
Analisis Faktor-Faktor dan Peluang yang Berpengaruh terhadap Tingkat Keparahan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Sleman Yogyakarta Menggunakan Regresi Logistik Ordinal Pratama, Z Z Y I; Widodo, E
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regresi logistik ordinal merupakan salah satu metode statistika yang menggambarkan hubungan antara suatu variabel dependen dengan lebih dari satu variabel independen, dimana variabel dependen memiliki lebih dari dua kategori dan skala pengukuran bersifat ordinal. Regresi logistik ordinal dapat diaplikasikan pada bidang kecelakaan lalu lintas. D.I Yogyakarta dikenal dengan kota pendidikan, pariwisata dan kebudayaan memiliki jumlah kecelakaan yang terbilang tinggi. Dengan wilayah meliputi 4 Kabupaten dan 1 Kota, Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tergolong tinggi dengan kerugian materil paling banyak pada tahun 2016 berdasarkan data kantor Dirlantas Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan korban dan peluang berdasarkan faktor yang ada. Dari penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan korban kecelakaan lalu lintas adalah Usia, Jenis Kelamin, Peran Korban, Jenis Kecelakaan, Profesi, Kendaraan Korban dan Kendaraan Lawan. Dari tingkat ketepatan klasifikasi model tepat menerangkan keparahan korban kecelakaan sebesar 90,5%.Ordinal logistic regression is one of the statistical methods that describes the relationship between a dependent variable with more than one independent variable, where the dependent variable has more than two categories and the measurement scale is ordinal. Ordinal logistic regression can be applied to the area of traffic accidents. D.I Yogyakarta is known as the city of education, tourism and culture has a number of accidents are fairly high. With the region covering 4 districts and 1 city, Sleman regency is an area with high traffic accident level with the biggest material loss in 2016 based on data of Yogyakarta Dirlantas office. This study aims to see the factors that affect the severity of victims and opportunities based on existing factors. From the research note that the factors that influence the severity of traffic accident victims are Age, Sex, Role of Victim, Type of Accident, Profession, Vehicle Victim and Vehicle Opponent. From the level of accuracy of the exact model classification explains the severity of casualty victims by 90.5%.
Optimasi Perencanaan Produksi Kayu Lapis PT. XXX Menggunakan Metode Goal Programming Titilias, Y A; Linawati, L; Parhusip, H A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan produksi barecore di PT. XXX, menggunakan data primer dan data sekunder bulan Januari – Mei 2017. Model Goal Programming untuk menentukan banyak produksi setiap produk (produk barecore A, B, C) pada setiap minggu selama 1 bulan dengan tujuan memenuhi permintaan konsumen bulanan, memaksimumkan output produksi setiap minggu dalam bulan, memaksimumkan kapasitas gudang, meminimumkan saldo akhir mingguan, memaksimumkan penggunaan bahan baku kaso, memaksimumkan penggunaan bahan tambahan yang tersedia perminggu, memaksimumkan jam kerja forklift yang tersedia. Berdasarkan penyelesaian model Goal Programming dapat disusun jadwal produksi optimal yang dapat memenuhi semua tujuan berdasarkan proritas yang ditetapkan dan usulan untuk perbaikan perencanaan produksi.The research aims to create barecore production planning in PT. XXX, use primary data and secondary data on January – May 2017. Goal Programming Method is used determine how many production of each product (barecore product A, B,C) every week per month in order to fulfill the consumer’s monthly demand, maximize production output every week per month, maximize warehouse capacity, minimize weekly balance, maximize available raw material usage per week, maximize additional raw materials usage per week, maximize available forklift working hours. According to the completion of Goal Programming method, optimal production schedule can be arranged  in purpose to fulfill all priority goals that has been set, and a proposal for the improvement of production  planning.
Optimasi Pertumbuhan Plantlet Krisan melalui Peningkatan Permeabilitas Tutup Botol dan Penurunan Sukrosa Triyastuti, N; Rahayu, E S; Widiatningrum, T
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan luas permeabilitas tutup botol kultur dan konsentrasi sukrosa dalam medium kultur yang optimal untuk pertumbuhan plantlet krisan (Chrysanthemum indicum L.). Peningkatan luas permeabilitas tutup dilakukan dengan pembuatan lubang seluas 0,2 cm2 pada tutup botol kultur yang kemudian dilapisi dengan membran mikropori berukuran 0,5 µm. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu luas permeabilitas (0 ; 0,2 ; 0,4 dan 0,6 cm2) dan konsentrasi sukrosa (0;, 10; 20 dan 30 g/l) dalam media Murashige and Skoog (MS). Parameter yang diamati adalah waktu munculnya tunas, jumlah dan tinggi tunas, jumlah dan luas daun, serta jumlah dan panjang akar. Data dianalisis dengan Anava dua arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas permeabilitas tutup botol kultur, konsentrasi sukrosa, dan interaksinya mempercepat waktu munculnya tunas krisan. Konsentrasi sukrosa meningkatkan tinggi tunas, jumlah daun dan luas daun plantlet. Medium MS yang mengandung sukrosa 20 g/l dengan semua taraf permeabilitas dapat mengoptimalkan pertumbuhan plantlet krisan. Perlakuan tersebut menghasilkan tunas tertinggi, daun terluas, dan mampu mendorong munculnya tunas yang lebih cepat. Berdasarkan hasil tersebut disarankan menumbuhkan krisan secara in vitro dalam media MS mengandung sukrosa 20 g/l dengan atau tanpa peningkatan permeabilitas tutup botol kultur.This study aims to determine the permeability area of the culture vessel cap and the optimum sucrose concentration in the culture medium on the growth of chrysanthemum (Chrysanthemum indicum L.) plantlet. Increased permeability area of the cap is made by making a 0,2 cm2 hole in the culture vessel cap and then coated with a 0,5 μm microporous membrane. This research was carried out using completely randomized factorial design with two factors, permeability (0; 0,2; 0,4 and 0,6 cm2) and sucrose concentration (0; 10; 20, and 30 g/l) in Murashige and Skoog (MS) media. The parameters observed were the time of bud appearance, number and height of shoot, number and area of leaves, and number and length of roots. Data were analyzed with two-way Anova and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the permeability area of culture vessel cap, sucrose concentration and interaction accelerated the time of chrysanthemum buds emergence. The concentration of sucrose increases the shoot height, leaf number and plantlet leaf area. Medium MS containing sucrose 20 g/l with all permeability area can optimize the growth of chrysanthemum plantlet. The treatment produces the highest shoots, the largest leaves and is able to encourage the emergence of faster shoots. Based on these results it is advisable to grow chrysanthemums in vitro in MS medium containing sucrose 20 g/l with or without increased permeability of culture vessel cap.