cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
ANALISIS KEANEKARAGAMAN KULTIVAR PISANG MENGGUNAKAN PENANDA PCR-RFLP PADA INTERNAL TRANSCRIBED SPACER (ITS) DNA RIBOSOM Ekasari, T.W.D.; Retnoningsih, A.; Widianti, T.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan bahan makanan pokok keempat terpenting di negara berkembang yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi. Penanda DNA mikrosatelit dapat membedakan kultivar pisang yang memiliki genom A dengan kultivar pisang bergenom B. Namun penanda mikrosatelit memiliki beberapa keterbatasan, yaitu membutuhkan primer spesifik dan membutuhkan preparasi yang lebih rumit, sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang cukup mahal. Polymerase Chain Reaction Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) terhadap DNA internal transcribed spacer (ITS) ribosom mampu mengklasifikasikan kultivar-kultivar pisang berdasarkan pita restriksi daerah ITS yang dipotong dengan enzim RsaI. Koleksi DNA dari 15 kultivar pisang di Laboratorium Genetika dan Molekular Jurusan Biologi UNNES sudah diklasifikasikan genomnya berdasarkan mikrosatelit. DNA kultivar pisang diamplifikasi menggunakan primer ITS L dan ITS 4 menghasilkan fragmen ITS sebesar 700 pb. Pemotongan fragmen ITS DNA ribosom dengan enzim RsaI menghasilkan fragmen  530 pb yang spesifik untuk genom A, fragmen 350 pb dan 180 pb spesifik untuk genom B. Hasil perbandingan klasifikasi genomik berdasarkan mikrosatelit dan PCR-RFLP dari daerah ITS DNA ribosom menunjukkan bahwa klasifikasi genomnya serupa. Banana is the fourth most important staple foods in developing countries which has very high diversity. Microsatellite markers can be able to differentiate bananas cultivars which have A and B genomes, but this marker has restrictions. It requires a specific primer which is takes time and the costs expensive enough. Polymerase Chain Reaction Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) of the ribosomal DNA internal transcribed spacer (ITS) was able to classify banana cultivars based on the restriction band ITS regions cut by RsaI enzyme. The DNA collection from 15 banana cultivars from the Laboratory of Genetics and Molecular Biology Department of Biological Science UNNES have been classified its genome based on microsatellite. Banana cultivar amplified using the primers ITS L and ITS 4 produce ITS fragment at 700 bp. The cutting of ribosomal DNA ITS fragments by RsaI enzyme produce 530 bp fragment that was unique for the A genome, the other fragment 350 bp and 180 bp genome are unique for the B genome. Comparison result of genomic classification based on microsatellite and PCR-RFLP of ribosomal DNA ITS regions showed that the genome classification was similar.
MODEL VOLATILITAS GARCH(1,1) DENGAN ERROR STUDENT-T UNTUK KURS BELI EUR DAN JPY TERHADAP IDR Salim, F. C.; Nugroho, D. B.; Susanto, B.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyajikan model volatilitas Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH)(1,1) untuk returns keuangan yang mengasumsikan bahwa returns error berdistribusi Student-t. Parameter dari model volatilitas diestimasi menggunakan algoritma Markov Chain Monte Carlo (MCMC). Secara khusus, nilai-nilai parameter model dibangkitkan menggunakan metode adaptive random walk Metropolis dan independence chain Metropolis–Hasting (IC-MH) yang dikonstruksi dalam algoritma MCMC. Model dan metode diaplikasikan pada data kurs beli harian Yen Jepang (JPY) dan Euro (EUR) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) pada periode Januari 2009 sampai dengan Desember 2014. Berdasarkan kriteria faktor Bayes, hasil empiris menunjukkan dukungan sangat kuat terhadap asumsi distribusi student-t untuk returns error.This study investigates a volatility GARCH(1,1) model with Student’s t-error distribution for financial return. The parameters of GARCH model are estimated by using Markov Chain Monte Carlo (MCMC) algorithm. Specifically, the draws are sampled using adaptive random walk Metropolis and independence chain Metropolis–Hastings (IC-MH) methods that constructed in the MCMC algorithm. The model and methods  are applied to the daily buying rate data of the Euro (EUR) and Japanese Yen (JPY) to Indonesian Rupiah (IDR) from January 2009 to December 2014. According to the Bayes factor criteria, empirical results shows a strong support to the assumption of Student’s t-error distribution.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN SILIKA GEL DARI ABU SABUT KELAPA DAN ABU SEKAM PADI UNTUK MENURUNKAN KADAR LOGAM Cd2+ Yusrin, AF; Susatyo, EB; Mahatmanti, FW
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pembuatan silika gel dari bahan baku abu sabut kelapa (ASK) dan abu sekam padi (ASP) telah dilakukan dengan memanfaatkan kandungan silikanya. Bahan baku ASK dan ASP ditambah larutan NaOH dengan pemanasan dan peleburan pada suhu 500ï‚°C selama 30 menit menghasilkan larutan natrium silikat, kemudian larutan natrium silikat masing-masing diasamkan dengan HCl 3 M hingga pH 7 dan dikeringkan hingga menjadi silika gel abu sabut kelapa (SG-ASK) dan silika gel abu sekam padi (SG-ASP). Hasil karakterisasi XRD menyatakan bahwa SG-ASK dan SG-ASP menghasilkan silika berbentuk amorf, sedangkan hasil analisis FT-IR menyatakan bahwa silika gel memiliki gugus fungsi Si-OH, Si-O dan Si-H. Hasil penelitian mengenai uji penyerapan ion logam Cd2+ menunjukkan bahwa penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASK adalah pada pH 6, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi optimum 7,45 ppm. Hasil uji penyerapan optimum ion logam Cd2+ dalam larutan oleh SG-ASP pada pH 7, waktu kontak 90 menit dan konsentrasi optimum 11,78 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan SG-ASP lebih besar dibandingkan dengan kemampuan SG-ASK dalam menurunkan kadar ion logam Cd2+ dalam larutan.Research on the manufacture of gel silica from coconut husk ash (ASK) and rice husk ash (ASP) has been conducted by utilizing their silica contents. ASK and ASP were added by an NaOH solution, then by heated and melted at temperature 500ï‚°C for 30 minutes to produce sodium silicate solution. The solution was then acidified separately with HCl 3 M up to pH 7 and dried into silica gel of coconut husk ash (SG-ASK) and silica gel of rice husk ash (SG-ASP). The result of XRD characterization showed that SG-ASK and SG-ASP both produced amorphous silica, while the result of FT-IR analysis showed that silica gel had functional groups of Si-OH, Si-O and Si-H. The research on the test adsorption of Cd2+ metal ions showed that the optimum adsorption of Cd2+ metal ions in solution by SG-ASK was occured at pH of 6, contact time of 60 minutes and concentration optimum of 7.45 ppm. Results of adsorption Cd2+ metal ions in solution by SG-ASP showed that the optimum adsorption was occured at optimum pH of 7, contact time optimum of 90 minutes and concentration of 11.78 ppm. This means that the ability of SG-ASK is larger than the SG-ASP to decrease the levels of Cd2+ metal ions in solution.
ANALISIS KESTABILAN LOKAL DAN BIFURKASI TITIK EKUILIBRIUM MODEL SEIRS DENGAN WAKTU TUNDAAN DAN LAJU INSIDENSI TAK LINEAR Setiawan, R
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam paper ini dianalisa sifat kualitatif secara lokal dari model epidemi SEIRS (Susceptible Exposed Infected Recovered Susceptible) dengan waktu tundaan dan laju insidensi nonlinear (strong nonlinear incidence). Waktu tundaan diskrit dalam model ini merupakan waktu yang dibutuhkan individu rentan penyakit ketika mulai terinfeksi penyakit sampai masuk ke dalam kelas exposed. Dapat dibuktikan bahwa terdapat dua titik ekuilibrium yaitu titik ekuilibrium penyakit dan bebas penyakit yang eksistensinya bergantung pada angka reproduksi dasar yang telah didefinisikan sebelumnya. Analisa kestabilan lokal dilakukan untuk masing masing titik ekuilibrium serta pengaruh adanya waktu tundaan terhadap perubahan kestabilan dari masing masing titik ekuilibrium yang memungkinkan terjadinya proses bifurkasi. Susceptible Exposed Infected Recovered Susceptible was analyzed qualitatively bu using delay time and strong nonlinear incidence. The discrete delay time in this model is the time needed by the person that is vurnerable to disease from the infection phase to reach the exposed class. It can be proved that there were two equilibirum points, they are disease equilibrium points and disease free point that their existence depend on their the reproduction rate that has been defined previously, The local stability anylisis was dore to each equilibrium point and the influence of delay time towards the stability change from each equilibrium point that enables the bifurcation process. 
AKUMULASI CADMIUM (CD) PADA IKAN WADER MERAH (PUNTIUS BRAMOIDES C.V), DI SUNGAI KALIGARANG Prabowo, R.; Purwanto, P.; Sunoko, H. R.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium merupakan bahan beracun yang menyebabkan keracunan kronik pada manusia, maka tingkat maksimun yang diperbolehkan di perairan adalah 0,01 mg/L (PP No 82 Th 2001 Tentang Kualitas Air). Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi gambaran umum kualitas air Sungai Kaligarang, (2) Mengidentifikasi konsentrasi logam berat Kadmium (Cd) di Sungai Kaligarang, serta (3) mengidentifikasi akumulasi logam berat Cd pada ikan wader merah (Puntius bramoides C.V) yang hidup di Sungai Kaligarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kandungan logam berat Cd pada air dan ikan wader merah di Sungai Kaligarang. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposif sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lingkungan berupa Suhu, pH, BOD, DO di Sungai Kaligarang tidak melebihi baku mutu berdasarkan mutu air penggolongan kelas I. Parameter logam berat Cd dalam air tidak melebihi aturan yang ditetapkan PP Nomor 82 Th 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kadar logam berat yang terkandung pada ikan wader merah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan baik dari FDR New Zealand, FAO, Serta SNI. 7387.2009, Tentang Batas Maksimum Cemaran logam Berat Dalam Pangan.Cadmium is a toxic substance that causes chronic poisoning in humans and the maximum permissible level in the water is 0.01 mg / L. (Th Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality). This study aimes to (1) identify general description of Kaligarang water quality, (2) heavy metalconcentrations of Cadmium (Cd ) in Kaligarang river and (3) identifying Cd accumulation of heavy metal in red Wader fish. This research is an observational exploration with a quantitative approach that aims to describe the level of heavy metal Cd in water and wader in Kaligarang. The location is determined by sampling study with purposive sampling. The result shows that the environmental parameters such as temperature, pH, BOD, DO of Kaligarang does not exceed the quality standard as applied by the classification of water quality class I. Parameter of heavy metals Cd in the water does not exceed the rules as set by the PP . No. 82 Th 2001 on management of water quality and red water pollution control. Heavy metal levelcontained in red wader is still below the quality standard as set by both FDR New Zealand, FAO, and SNI.7387.2009 about maximum level of heavy metal pollution in food.
ESENSI NILAI DAN VEKTOR EIGEN DARI SUATU OPERATOR PADA RUANG HILBERT KLASIK -, Wuryanto
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu transformasi linear T dari  V ke W adalah fungsi dari ruang linear V atas F  ke ruang linear W atas F dengan sifat untuk setiap vektor  dan  skalar  berlaku V  Ruang Hilbert atas lapangan kompleks C senantiasa yang dimaksudkan adalah ruang hasilkali dalam lengkap dalam arti V adalah ruang linear atas C   yang dilengkapi dengan suatu fungsi   dari  ke C dan memenuhi semua sifat hasilkali dalam, dan kelengkapan V ditunjukkan dalam kapasitas V sebagai ruang metrik dengan sifat setiap barisan Cauchy di V konvergen ke suatu titik di V. Metrik untuk V dibangun melalui suatu norm pada V yang didefinisikan . Selanjutnya yang dimaksud dengan operator adalah suatu transformasi linear kontinu  dari ruang Hilbert V ke ruang hibert W.  Dengan demikian jika dikatakan T suatu operator pada  V, senantiasa yang dimaksudkan adalah  V ruang Hilbert atas C dan T adalah suatu transformasi linear  dari V ke V. Notasi  adalah koleksi semua operator dari V ke W . Esensi nilai eigen dan vektor eigen berkaitan langsung dengan sifat mendasar dari nilai dan vektor eigen dari suatu operator pada ruang hilbert klasik. A linear transformation of T from V to W is function from linear space V to F to linear space W to F with the properties of every vector  and scalar  applies V . A Hilbert Space V over a complex field C is always meant the complete inner product space where V is a linear space to C with a function of   from   to C and satisfies all properties of inner product space, and the completeness of V is shown by the capacity of V as the metric space with the properties of Cauchy sequence in a convergent V to any point in V. The metrics for V is built through a norm at V which is defined as . . Further, what is meant with an operator is a continuous linear transformation of Hilbert Space V to Hibert Space W. Therefore, if T is said to be an operator on V, then it is always said that Hilbert Space V  is on C and T is a linear transformation from V to V. The notation   is the collection of all operators from V to W. The essentials of eigen values and eigen vectors are related directly with the basic properties  of eigen value and vector of an operator on a classical Hilbert Space.
KONSERVASI TANAMAN ANGGREK Gramatophyllum SECARA IN VITRO MELALUI PERTUMBUHAN MINIMAL MENGGUNAKAN PACLOBUTRAZOL Habibah, NA; -, Sumadi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji medium pertumbuhan minimal bagi plantlet anggrek Gramatophyllum dan pertumbuhan kembali plantlet setelah mengalami pertumbuhan minimal selama empat bulan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan paclobutrazol ke dalam medium tanam dengan konsentrasi berturut-turut: 1, 3, dan 5 mg/l. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan tunas, dengan parameter pengamatan jumlah daun dan panjang tunas setelah dipelihara dalam medium dengan penambahan paclobutrazol dengan berbagai konsentrasi selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan anggrek pada medium dengan penambahan paclobutrazol pada semua konsentrasi perlakuan (1, 3, dan 5 mg/l) mengalami hambatan, baik dalam jumlah daun maupun panjang tunas. Hambatan pertumbuhan yang terjadi bervariasi berdasar konsentrasi paclobutrazol yang ditambahkan. Perlakuan paclobutrazol pada plantlet Grammatophyllum dapat menurunkan panjang tunas hingga 33,3% bila dibandingkan dengan kontrol yaitu pada konsentrasi 1 mg/l. Jumlah daun juga mereduksi hingga 29% bila dibandingkan dengan kontrol pada konsentrasi paclobutrazol 5 mg/l. Hasil tersebut menunjukkan bahwa paclobutrazol dapat digunakan dalam konservasi jangka pendek pada plantlet Grammatophyllum pada konsentrasi 1-5 mg/l. Konservasi Grammatophyllum menggunakan paclobutrazol hendaknya tidak melebihi empat bulan karena akan menurunkan kualitas plantlet. The objective of this research was to study the minimum growth medium for Grammatophylum plantlet and the plantlets regeneration after grown in paclobutrazol medium at least in four months. The study was conducted experimentally using a complete random design. The independent variable in this study was concentrations of paclobutrazol added into the planting medium : 1, 3, and 5 mg/l. The dependent variable was the growth of shoot and the observed parameter of shoot growth was the number of leaves and shoot length after maintained in the medium with the addition of paclobutrazol in various concentrations for four months. The results showed that the growth of orchids on the medium with the addition of paclobutrazol treatment at all concentrations (1, 3, and 5 mg/l) had growth inhibition both in the number of leaves and shoot length. Growth inhibition that occured was varied depend on the addition of paclobutrazol concentration. Paclobutrazol treatment on Grammatophyllum plantlets was reduced the shoot length until 33.3% compared to the control at concentration of 1 mg/l. The number of leaves was also reduced until 29% compared to the control group at concentration of 5 mg/l paclobutrazol. These results indicated that paclobutrazol could be used as the short-term conservation of Grammatophyllum plantlets at 1-5 mg/l concentration. The conservation of Grammatophyllum using paclobutrazol should not exceed more than four months because it will reduce the quality of plantlets.
Pemberian Kompos Daun Jati, Air Kelapa dan Limbah Cair Ampas Tahu Terhadap Hasil Tanaman Temulawak Kusnadi, Kusnadi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak sebagai tanaman obat memiliki banyak khasiat, diantaranya meningkatkan kerja ginjal, anti inflamasi, obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, antikolesterol, antianemia, dan pencegah kanker. Untuk menghasilkan rimpang temulawak berkualitas, perlu upaya pembudidayaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menguji pemberian kompos daun jati, air kelapa, dan limbah cair ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil temulawak. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi pemberian kompos daun jati, air kelapa, limbah cair ampas tahu pada konsentrasi 0%, 25%, dan 50% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah anakan dan berat kering rimpang (g).Teknik analisis data digunakan analisis varian (anava) satu arah, dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Perlakuan dengan menggunakan air kelapa j1k2t2 dan j2k2t2 menghasilkan tinggi tumbahan dan berat rimpang temulawak yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sedangkan parameter pertumbuhan yang lainnya relatif sama, kecuali pada perlakuan j0k0t0. Tinggi tanaman temulawak yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 36,50 cm dan 38,70 cm. Berat rimpang yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 360, 30 g dan 365,60 g.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Alkaloid pada Daun Pepaya Jati, Ninda Kirana; Prasetya, Agung Tri; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi biasanya diatasi dengan menggunakan antibiotik. Antibiotika atau antibakteri dapat diperoleh dari senyawa bahan alam. Di dalam ekstrak daun pepaya terkandung alkaloid karpain yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam daun pepaya dan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun pepaya dan senyawa alkaloid hasil isolasi sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus. Tahapan penelitian dimulai dari pembuatan ekstrak daun papaya, uji skrining fitokimia (uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji steroid dan triterpenoid), isolasi alkaloid, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya memiliki daya hambat bakteri lebih kuat dibandingkan isolat alkaloid. Pada inkubasi selama 1×24 jam daya hambat bakteri E. coli dari ekstrak etanol daun pepaya lebih kuat dibandingkan alkaloid yaitu 16,1 mm. Pada inkubasi selama 5×24 jam daya hambat bakteri semakin meningkat yaitu 17,1 mm. Senyawa aktif yang terkandung dalam daun pepaya adalah tanin, alkaloid, flavonoid, steroid, dan saponin.
Pengaruh Sulfonasi terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia Membran Polisulfon Lusiana, Retno Ariadi; Saputry, Agriccia Pangestica; Prasetya, Nor Basid Adiwibawa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan material membran diarahkan untuk menghasilkan membran yang memiliki karakteristik antara lain berpori-pori kecil yang seragam, kuat secara mekanik, bersifat hidrofilik, dan mempunyai ketahanan terhadap tekanan tinggi. Penelitian ini mempelajari pengaruh tiga konsentrasi asam sulfat pada proses sulfonasi terhadap membran polisulfon (PSf). Membran dibuat melalui metode inversi fasa dan modifikasi dilakukan melalui pemaduan PEG dan reaksi sulfonasi. Keberhasilan reaksi modifikasi dianalisis menggunakan FT-IR dan derajat sulfonasi (DS). Karakteristik fisika membran dianalisis menggunakan uji serapan air, pengembangan air, porositas, ketahanan pH, dan hidrofilisitas. Hasil spektra FT-IR membran mengindikasikan bahwa modifikasi membran polisulfon dengan PEG dan proses sulfonasi berhasil dilakukan. Semakin tinggi  konsentrasi asam sulfat sebagai agen sulfonasi, derajat sulfonasi, persentase serapan air, daya pengembangan, porositas, dan hidrofilisitas membran meningkat. Secara umum, modifikasi meningkatkan sifat fisiko-kimia membran PSf.