cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
SINTESIS LAPIS TIPIS BERBASIS NANOPARTIKEL TITANIA TERMODIFIKASI SILIKA SECARA SOL-GEL SEBAGAI BAHAN ANTIFOGGING
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i1.2097

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis lapis tipis berbasis nanopartikel titania termodifikasi silika (TiO2-SiO2) secara sol-gel sebagai bahan antifogging untuk (i) mengetahui pengaruh temperatur kalsinasi terhadap energi band-gap, struktur dan ukuran kristal, serta porositas titania-silika, (ii) mengetahui pengaruh komposisi sol terhadap karakteristik lapis tipis titania-silika yang meliputi hidrofilitas dan sifat transparan, serta (iii) mengetahui kinerja antifogging lapis tipis titania-silika pada substrat kaca. Sintesis dilakukan melalui  metode sol-gel. Teknik pelapisan pada kaca menggunakan teknik celup, kemudian diaplikasikan sebagai bahan anti-kabut. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal, SEM-EDX untuk mengetahui morfologi dan komposisi padatan, serta DR-UV untuk mengetahui band-gap TiO2-SiO2. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa TiO2-SiO2 dengan 15% b/b silika  pada temperatur kalsinasi 500°C memiliki ukuran partikel dan band gap optimum  yaitu masing-masing sebesar 11,15 nm dan  3,20 eV. Hasil ini bersesuaian dengan hasil pengukuran sudut kontak minimum yaitu sebesar sebesar 14,49°. Hasil uji kinerja antifogging menunjukkan bahwa lapis tipis TiO2-SiO2 memiliki kemampuan untuk digunakan sebagai bahan anti-kabut. The research on synthesis of thin layer Based on TiO2 nanoparticle modified silica by sol gel as antifogging materials has been conducted to (i) determine the effect of calcination temperature on the gap energy, structure and size of crystal, and porous titania-silica, (ii) determine the effect of sol composition on thin layer titania-silica covering hydrophilic and transparent character, and (iii) determine the performance of antifogging thin layer titania-silica on glass substrate. The synthesis is done by using sol-gel method. Dye technique was used to coat the glass, and then applied as antifogging materials. The result of synthesis of TiO2-SiO2  was characterized  with XRD to determine the structure and size of crystal, with SEM-EDX to determine the morphology and composition of solid, and with DR-UV to determine the TiO2-SiO2  band-gap. The characterization shows that TiO2-SiO2 with 15% b/b silica in the temperature of 500°C has optimum particle size and band gap with each 11,15 nm and 3,20 eV. This result is consistent with minimum contact angle measurement of 14,49°. The result of antifogging performance test shows that thin layer TiO2-SiO2 is able to be used as antifogging material.
Pembuatan Carbon Black Berbasis Nanoserbuk Tempurung Biji Karet Menggunakan High Energy Milling
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i1.12475

Abstract

Tempurung biji karet merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tempurung biji karet adalah diproses menjadi carbon black. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari karbon dan mengolah tempurung biji karet menjadi carbon black berbasis nanoserbuk menggunakan High Energy Milling (HEM). Carbon black dibuat melalui proses karbonisasi dan aktivasi dengan larutan H3PO4, kemudian karbon dilakukan penghalusan menggunakan HEM. Untuk mengetahui kualitas karbon, karakteristik karbon aktif diuji kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arang aktif memenuhi standar SNI 06-3730-1995 yaitu kadar air (2,5%), kadar abu (3,5%), kadar zat menguap (23,5%) dan kadar karbon terikat (73%).Rubber seed shell is a waste that has not been widely utilized. One effort to increase the economic value of rubber seed shell is processed into carbon black. This study aims to determine the characteristics of carbon and treat rubber seed shell into carbon black based nano powder  using High Energy Milling (HEM). Carbon black is made through carbonization and activation process with H3PO4 solution, then carbon is smoothing using HEM. To determine the carbon quality, the characteristics of activated carbon are tested for moisture content, ash content, volatile substance and bound carbon content. The results showed that the characteristics of activated charcoal fulfilled SNI 06-3730-1995 standard were moisture content (2.5%), ash content (3.5%), vapor content (23.5%) and bound carbon content (73% ).
Formulir
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i1.5864

Abstract

PENYELESAIAN PERSAMAAN DUFFING OSILATOR PADA APLIKASI WEAK SIGNAL DETECTION MENGGUNAKAN METODE AVERAGING
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3725

Abstract

Pada persamaan diferensial terdapat klasifikasi yaitu persamaan diferensial linear dan persamaan diferensial tak linear. Salah satu contoh dari persamaan diferensial tak linear yaitu persamaan Duffing. Persamaan Duffing adalah persamaan tak linear yang menggambarkan osilator dengan ketaklinearan pangkat tiga. Persamaan Duffing digunakan oleh banyak peneliti sebagai suatu pendekatan model banyak sistem fisik, persamaan ini memperlihatkan satu jangkauan sangat luas dari perilaku dalam sistem dinamika tak linear. Salah satu aplikasi pada persamaan Duffing tersebut adalah weak signal detection. Pada penelitian ini akan dibahas model persamaan Duffing osilator pada aplikasi weak signal detection kemudian diselesaikan menggunakan metode aproksimasi salah satunya yaitu metode Averaging. Dari hasil penelitian diperoleh model persamaan Duffing osilator pada aplikasi weak signal detection serta solusi aproksimasi dari model persamaan Duffing osilator pada aplikasi weak signal detection menggunakan metode Averaging dengan nilai parameter yang berbeda-beda yang solusinya dibandingkan dengan metode numerik yaitu metode Runge Kutta orde empat. Hasil yang diperoleh kemudian divisualisasikan menggunakan program Maple-12.On the differential equations there is classificaton i.e linear differential equations and nonlinear differential equations. One example of nonlinear differential equations is Duffing equation. Duffing equation is used by many researchers as a model of physical systems approach, this equation shows a very wide range of behavior in nonlinear dynamics system. One of the applications on the Duffing equation is weak signal detection. This research will be discussed Duffing oscillator equation model in weak signal detection applications then solved using approximation methods one of which is the averaging method. From the research results obtained  model equation of Duffing oscillator in weak signal detection applications, and approximate solution of the model equation of Duffing oscillator in weak signal detection applications using the averaging method with varying parameter values and its solution compared with the numerical method that is fourth order of Runge Kutta method. The obtained of results then visualized using Maple-12 program.
FAUNA IKAN SILURIFORMES DARI SUNGAI SERAYU, BANJARAN, DAN TAJUM DI KABUPATEN BANYUMAS
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 2 (2013): October 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i2.2970

Abstract

Abstrak __________________________________________________________________________________________ Sebagian besar Ordo Siluriformes hidup di perairan sungai, dan kelompok ikan ini memiliki morfologi yang sangat beragam.  Suatu kajian telah dilakukan untuk mengetahui variasi morfologi, kekayaan spesies serta kelimpahan Ordo Siluriformes pada Sungai Serayu, Banjaran, dan Tajum yang melintas di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah survei eksploratif dan pengambilan sampel dilakukan secara acak kelompok, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Fauna ikan Siluriformes yang berhasil dikoleksi dari ketiga sungai adalah sebanyak tujuh spesies dan yang termasuk ke dalam familia Bagridae lima spesies, Clariidae satu spesies, serta  Sisoridae sebanyak satu spesies. Karakter morfologi yang dapat digunakan sebagai pembeda spesies pada anggota Siluriformes adalah adanya sirip lemak, perbandingan panjang sirip lemak dan sirip dubur, bentuk dan ukuran panjang sungut serta bentuk ujung sirip ekor. Secara umum keberadaan ikan Mystus nigriceps lebih melimpah dibandingkan keenam spesies lainnya.   Abstract __________________________________________________________________________________________ Most of the order Siluriformes live in river, this the fish has various morphology diversities. This study was conducted to determine the morphology variations, species richness, and abundance of the order Siluriformes in Serayu, Banjaran, and Tajum River in Banyumas. The research method used explorative survey while the sample drawing used random sampling method, then the data were analyzed descriptively. The species of Siluriformes that were collected from three rivers belong to family Bagridae (seven species); Clariidae (one species), and Sisoridae (one species).  The morphology characters that can be used to differentiate the Siluriformes member are the presence of adipose fin; the ratio of the length of adipose and anal fin; the shape and size of burble; and the shape of caudal fin.  Generally, the existence os Mystus nigriceps is more abundant than six other species.
Analisis Citra Hasil Scanning Electron Microscopy Energy Dispersive X-Ray (SEM EDX) Komposit Resin Timbal dengan Metode Contrast to Noise Ratio (CNR)
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i2.33143

Abstract

Bahan resin timbal menjadi bahan alternatif dari bahan proteksi radiasi. Scanning Electron Microscopy Electron Dispersive X-ray (SEM EDX) banyak digunakan sebagai karakterisai suatu material karena mampu mendapatkan hasil topologi dan nilai konsentrasi atomik dari suatu bahan. Dalam penelitian dilakukan uji SEM EDX dengan sampel resin timbal berbentuk serbuk dengan variasi komposisi resin dan timbal asetat sebesar 0;100, 90;10, 70;30, dan 50;50. Hasil scan EDX menunjukkan komposisi 50;50 memiliki kandungan timbal lebih besar sehingga mampu menjadi bahan proteksi yang baik. Sedangkan uji SEM menghasilkan data berupa citra yang dilakukan perbesaran sebesar 3000, 5000 dan 10.000x. hasil analisis citra SEM menggunakan metode Contrast to Noise Ratio (CNR) menghasilkan rata-rata nilai CNR pada perbesaran 3000, 5000 dan 10.000 kali adalah 8.085, 11.0425, dan 18.495. Dari hasil rata-rata nilai CNR dapat disimpulkan bahwa nilai CNR paling besar pada citra dengan perbesaran 10.000 kali dan dari hasil pengamatan visual citra dengan perbesaran 10.000 kali memiliki detail yang lebih baik dibandingkan perbesaran lainnya sehingga peneliti lebih mudah menentukan objek dan background.
PENGARUH PENAMBAHAN TRIPOLYFOSFAT PADA KITOSAN BEADS UNTUK ADSORPSI METHYL ORANGE
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5819

Abstract

Modifikasi kitosan dilakukan dalam rangka meningkatkan daya adsorpsi kitosan. Penambahan tripolyfosfat (TPP) dapat mempengaruhi kinerja kitosan untuk mengadsorpsi methyl orange. Penambahan cross-linker epiklorohidrin (ECH) bertujuan untuk meningkatkan stabilitas kimianya dalam kondisi asam serta membentuk pori kitosan beads lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman TPP optimum pada adsorpsi methyl orange oleh kitosan. Konsentrasi TPP (1%, 5%, 10% dan 15% b/v) dan lama perendaman  dalam TPP (1, 3, 6, 12, dan 24 jam) divariasi untuk mendapatkan jumlah methyl orange teradsorpsi optimum. Evaluasi kondisi optimum dilakukan dengan mengadsorpsi methyl orange dengan metode batch. Kondisi optimum diperoleh pada adsorpsi kitosan dengan konsentrasi TPP 10% dan lama perendaman selama 12 jam dengan jumlah methyl orange yang teradsorpsi mencapai 12,5 ± 0,744 mg/g. TPP berpengaruh pada pembentukan pori dan kekakuan kitosan beads. Karakterisasi SEM menunjukkan bahwa pori kitosan beads tergolong makropori dan pori partikulat. Spektra FTIR menunjukkan bahwa TPP  telah mampu melindungi gugus NH2 dari kitosan tetapi masih tertinggal di dalam kitosan beads. Mekanisme adsorpsi lebih bersifat fisik karena spektra FTIR kitosan beads setelah adsorpsi tidak jauh berbeda dengan kitosan beads sebelum adsorpsi yang ditandai oleh serapan pada 2362 cm-1 yang menunjukkan terdapatnya methyl orange di dalam kitosan beads.Chitosan modifications performed in order to increase the adsorption capacity of chitosan. Addition tripolyfosfat (TPP) can affect the chitosan performance to adsorb methyl orange. The addition of cross-linker epichlorohydrin (ECH) aims to improve chemical stability in acidic conditions and to form larger pores of chitosan beads. This study aims to determine the concentration and immersion time TPP optimum in adsorption of methyl orange by chitosan. TPP concentrations (1%, 5%, 10% and 15% w / v) and immersion time in TPP (1, 3, 6, 12, and 24 hours) were varied to obtain the optimum amount of adsorbed methyl orange. Evaluation of the optimum condition is done by adsorption of methyl orange by the batch method. The optimum conditions obtained in the adsorption of chitosan with TPP concentration of 10% and a immersion time for 12 hours with the amount of adsorbed methyl orange reached 12.5 ± 0.744 mg/g. TPP effect on pore formation and stiffness chitosan beads. SEM characterization showed that the porous of chitosan beads classified as macropore and particulate pore. FTIR spectra showed that the TPP has been able to protect the NH2 group of chitosan but still lagging behind in the chitosan beads. Adsorption mechanism is more physical interaction because of the FTIR spectra of chitosan beads after adsorption is not much different from the chitosan beads before adsorption by absorption at 2362 cm-1 which indicate the presence of methyl orange in the chitosan beads.
AKUMULASI KROMIUM (Cr) PADA DAGING IKAN NILA MERAH (Oreochromis ssp.) DALAM KARAMBA JARING APUNG DI SUNGAI WINONGO YOGYAKARTA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3716

Abstract

Sungai Winongo merupakan salah satu sungai penting di Yogyakarta, karena berperan dalam menunjang dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr) pada air dan daging ikan nila merah di Sungai Winongo Yogyakarta serta mengetahui kelayakannya untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survai, dengan penetapan pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Random Sampling. Metode analisis uji kandungan logam berat Cr pada air dan ikan nila merah menggunakan AAS. Konsentrasi Cr pada air di Sungai Winongo Yogyakarta adalah 0,0213 mg/L, nilai ini masih berada di bawah ambang batas yang sudah ditetapkan PPRI No. 82 Tahun 2001 yakni  sebesar 0,05 mg/L. Pada ikan nila merah diketahui akumulasi tertinggi pada stasiun 1 sebesar 10,2265 mg/Kg; kemudian pada stasiun 3 dan 2 sebesar 9,81075 mg/Kg dan 9,2245 mg/Kg. Nilai ini melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Dirjen POM 1989 yakni sebesar 2,5 mg/Kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cr dalam air masih di bawah ambang batas. Ikan nila merah di sungai Winongo sudah mengakumulasi Cr di atas ambang batas, sehingga tidak layak konsumsi.Winongo river is one of the important rivers in Yogyakarta because this supports and fulfils the people’s needs. The purpose of this study was to determine the heavy metal content of Cr in water and red tilapia fish meat captured in Winongo Yogyakarta and to know whether the meat is edible or not. The study design was used exploration design with survey method, in which the determination of sampling was using purposive random sampling. Method of test analysis of heavy metals Cr in water and red tilapia was using AAS. Chromium concentration in water of Winongo river was 0.0213 mg/l, this value remains below the threshold set by PPRI No. 82 year 2001 which was 0.05 mg/L, the highest accumulation of Cr in red tilapia meat was at station 1 i.e. 10.2265 mg/Kg; followed by station 3 and 2 by 9.8108 mg/Kg and 9.2245 mg/Kg, respectively. Thiese values exceed the standard quality set forth by the Director General of POM in 1989 i.e. 2.5 mg/Kg. The conclusion was that Cr content in the water is still below the threshold but Tilapia fishes in Winongo river accumulated Cr above the threshold, so that people better not consume red tilapia fish.
IDENTIFIKASI ZONA PENGURANGAN AIR TANAH BERDASARKAN MODEL 3D GAYA BERAT MIKRO ANTAR WAKTU
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2959

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa di kota Semarang telah terjadi penurunan muka air tanah di beberapa lokasi. Penelitian menggunakan metoda gaya berat mikro antar waktu (time lapse selama kurun waktu Desember 2003 hingga Juni 2004 di daerah Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan metoda gaya berat mikro dalam menentukan zona pengurangan air tanah dataran aluvial Semarang dan melakukan pemodelan 3D menggunakan program Grav3D untuk identifikasi zona pengur angan air tanah dataran aluvial Semarang. Akusisi metoda gaya berat dilakukan dengan menggunakan alat gravitimeter Lacoste Romberg tipe G1158 dan G1118 yang dilengkapi dengan alliod 100 untuk mengukur gaya berat tiap stasiun dan gravitimeter Lacoste Romberg tipe G508 untuk mengukur efek pasang surut terhadap gaya berat. Pemodelan 3D anomali gaya berat mikro time-lapse efek dinamika fluida mampu mengidentifikasi 9 zona pengurangan air tanah yakni sekitar masjid Ataqwa,  PRPP,  Tugu Muda , Simpang Lima,  Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih dan daerah sekitar kelurahan Sendangguwo. The background of this research is that Semarang has experienced the ground water level degradation in some areas. The method used in this research was time lapse microgravity during December 2003 to June 2004. The purpose of the research is to apply the microgravity method in determining the reduction zone of groundwater and alluvial plains Semarang using a 3D modeling by usingGrav3D program to identify the reduction of groundwater zone of alluvial plains in Semarang. The acquisition method of gravity wass done by using a Lacoste Romberg gravitimeter G1158 and G1118 type equipped with alliod 100 to measure the gravity of each station and Lacoste Romberg gravitimeter G508 type to measure the tidal effect of the gravity. The 3D modeling microgravity anomaly time-lapse effects of fluid dynamics is able to identify 9 groundwater reduction zones which is about, Ataqwa mosque, PRPP, Tugu Muda, Simpang Lima, Jl. Majapahit, Genuk, Tanah Mas, Tanah Putih, and around Sendangguwo area.
EDTA Sebagai Agen Proteksi Ginjal pada Tikus yang Dipapar Timbal Asetat
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.15846

Abstract

Logam berat timbal (Plumbum/Pb) adalah salah satu logam berat yang bersifat toksik, dan ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) merupakan salah satu senyawa pengkhelat timbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya proteksi EDTA terhadap ginjal tikus yang dipapar timbal (Pb) asetat per oral. Penelitian ini menggunakan post test control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih galur wistar dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol (KK), kontrol negatif (KN) diberi Pb asetat 175 mg/kg BB, kelompok perlakuan (KP1, KP2, KP3) dipapar Pb asetat 175 mg/kg BB dan EDTA masing-masing 50, 150 dan 250 mg/kg BB. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 dilakukan pengukuran kadar Pb darah dengan AAS, kemudian tikus diterminasi dan diambil organ ginjal untuk dianalisis tingkat kerusakan jaringan ginjalnya. Data kadar Pb darah dianalisis menggunakan one way Anova dan Duncan Multiple Range Test (DMRT), tingkat kerusakan ginjal dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan penurunan kadar Pb darah dan penurunan kerusakan sel ginjal secara signifikan pada kelompok tikus yang dipapar Pb asetat dan diberi EDTA dibandingkan dengan kelompok tikus yang dipapar Pb asetat tanpa diberi EDTA. Disimpulkan, EDTA aman digunakan dan efektif mengkhelat Pb darah serta memproteksi organ ginjal pada dosis 150 mg/kg BB. Pada dosis 250 mg/kg BB, EDTA mulai bersifat toksik sehingga merusak jaringan ginjal.This research aims to investigate the protective effect of Ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA) on renal tissue in lead acetate-exposed rats via oral administration. This research applied post test control group design method for data collection. Twenty five Wistar rats were divided into five treatment groups, which are control group (KK); negative control group (KN), treated with 175 mg/kg b.w. of lead acetate; treatment groups (KP1, KP2, KP3), treated with 175 mg/kg b.w. of lead acetate and 50, 150, and 250 mg/kg b.w of EDTA respectively. Treatment was carried out in 30 days. On the 31 st day, blood lead level measurement was performed using AAS method. Rats were later terminated and had their kidney removed for further analysis in renal tissue damage. Research data were statistically analysed using one way Anova test and Duncan Multiple Range Test (DMRT). Renal damage was analysed using descriptive method. Result showed that there were significant decrease in blood lead level and renal cells damage in lead acetate-exposed rats with EDTA treatment. This result was significantly different from non- EDTA treatment. This research shows that EDTA is safety used and effective for chelating lead in rats blood in dose of 250 mg/kg b.w. and protecting rats kidney in dose of 150 mg/kg b.w. but EDTA becomes a toxic substances that damages renal tissue in dose of 250 mg/kg b.w.