cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas
ISSN : 14102765     EISSN : 25031252     DOI : -
Jurnal Abdimas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang sebagai wahana komunikasi penerapan ilmu pengetahuan teknologi, olahraga, budaya dan seni dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 734 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA MENGAJAR BIOLOGI DENGAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, INOVATIF, DAN MENYENANGKAN DI MGMP BIOLOGI KABUPATEN DEMAK Iswari, Retno Sri
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil observasi dan wawancara awal dengan para guru Biologi SMA di Kabupaten Demak, terasa bahwa para guru Biologi SMA sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi yang bermakna, sesuai dengan hakekat Biologi dan mendukung tercapainya makna KTSP. Para guru juga sangat menginginkan dapat mengajarkan Biologi dengan metode penemuan dan mengajarkan biologi dengan metode yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Selama ini para guru merasa kesulitan bagaimana menyampaikan pembelajaran Biologi dengan metode penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Para guru beranggapan bahwa untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan harus dengan percobaan. Untuk percobaan butuh alat dan bahan, kedua sarana itulah yang tidak dapat dipenuhi oleh para guru. Sebenarnya untuk melaksanakan pembelajaran penemuan dan metode pembelajaran yang aktif,  kreatif, inovatif dan menyenangkan tidak harus dengan eksperimen (percobaan) tetapi dapat juga dilakukan dengan metode yang lain seperti observasi, diskusi dan simulasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan pemahaman para guru Biologi SMA tentang pendekatan kontekstual, metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan; (2) meningkatkan ketrampilan para guru Biologi SMA menerjemahkan kurikulum Biologi ke dalam bentuk sillabi; (3) Meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA membuat rencana pembelajaran dari sillabi; (4) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA menggunakan alat peraga, alat percobaan dan lingkungan sebagai sumber belajar; dan (5) meningkatkan keterampilan para guru Biologi SMA mengajar Biologi dengan pendekatan kontekstual menggunakan metode penemuan dan metode pembelajaran Biologi yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Sasaran utama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para guru Biologi SMA di wilayah Kabupaten Demak baik negeri maupun swasta. Jumlah guru yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 37 orang guru. Ketigapuluh tujuh orang guru tersebut terdiri atas guru pengampu Biologi kelas X, XI dan XII. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2009 sampai 17 September 2009. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru Biologi SMA memperoleh pengetahuan tentang strategi Mengajar Biologi yang tepat dan metode Pembelajaran Biologi dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, cara pembuatan rencana dan pelaksanaan pembelajaran Biologi menggunakan metode Pembelajaran Aktif Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan. Diharapkan para guru Biologi SMA menyabarluaskan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dengan metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Inovatif dan Menyenangkan yang diperolehnya, di sekolah masing-masing sehingga benar-benar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di Kabupaten Demak. Kata Kunci: Biologi, Pembelajaran
PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI BATU BATA DI KABUPATEN BANGKALAN DENGAN PENDEKATAN DIVERSIFIKASI DAN INOVASI PRODUK Wilujeng, Sri; Fauzan, Fauzan
Jurnal Abdimas Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra usaha pembuatan batu bata di Desa Banyubunih dan Deleman Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun mempunyai permasalahan dalam mengembangkannya salah satunya adalah produk yang dihasilkan masih monoton dan kurang menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan jumlah dan kualitas produksi,peningkatan kemampuan ketrampilan kelompok usaha dalam membuat produk batu bata yang beraneka bentuk, meningkatkan daya saing produk batu bata melalui diversifikasi dan inovasi produk. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat sangat tertarik dan termotivasi mengembangkan usahanya dengan pendekatan diversifikasi dan inovasi produk dengan cara mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan batu bata aneka bentuk. Alih tekhnologi yang diberikan dan dilatihkan berupa alat cetak batu bata inovatif dengan harapan mampu meningkatkan kwalitas dan daya saing produk yang dihasilkan.
KEWIRAUSAHAAN PEMIJAHAN LELE SANGKURIANG DI KELURAHAN BUGEL KECAMATAN SIDOREJO KOTA SALATIGA Sulistyowati, Sulistyowati; Hutama, Tata Wedha
Jurnal Abdimas Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Bugel adalah Buruh Harian Lepas dan Karyawan Swasta baru kemudian diikuti oleh Wiraswasta (±22%). Banyaknya warga desa Bugel yang menjadi Buruh harian lepas kemungkinan karena banyak warga Desa Bugel yang hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD/Sederajat) sehingga mengakibatkan mereka kesulitan untuk mencari kerja. Dari permasalahan yang ada diatas maka perlu melakukan pelatihan dan pendampingan dengan baik dan benar sehingga hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan pasar dan menciptakan pekerjaan sendiri. Tujuan dan manfaat penyelenggaraan KKN vokasi adalah 1) Peserta pelatihan diharapkan mampu memproduksi benih yang optimal dan bisa mengerjakan dengan baik dan benar memijahkan lele sangkuriang sehingga dihasilkan benih yang sehat 2) Peserta pelatihan diharapkan bisa membuka usaha sendiri dan bisa menyerap tenaga kerja masyarakat sekitarnya 3) Menggali dan mengembangkan sumber daya lokal Kelurahan Bugel 4) Meningkatkan peran aktif Perguruan Tinggi, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang 5) Mewujudkan Kelurahan Bugel yang mandiri dan berbasis vokasi. Luaran kegiatan Yang Diharapkan: Peserta pelatihan bisa secara mandiri mengembangkan kewirausahaan pemijahan lele sangkuriang dan memenuhi kebutuhan benih lele di Kota Salatiga. Metode Pelaksanaan 1) Melalui proses pelatihan dan pendampingan di balai kelurahan, dan di Jl. Mutiara RT 02 RW 02 kelurahan Bugel untuk dibuatkan kolam percontohan yang dibantu oleh para Instruktur. Materi yang diberikan Pengenalan bahan, alat-alat dan kolam percontohan. Strategi-strateginya Memanfaatkan perangkat desa, Pokdakan yang berminat, untuk pelatihan pengembangan kewirausahaan pemijahan lele sangkuriang. Untuk mengetahui tingkat keuntungan, pengembalian investasi, maupun titik impas dilakukan analisis usaha. Dari perhitungan ternyata Usaha Pemijahan lele sangkuriang Skala Kecil secara finansial ini menguntungkan, dengan Nilai BEP harga sebesar Rp 45,75,- per ekor, BEP produksi sebesar 34.313 ekor maka usaha ini layak dipertahankan, maka usaha pemijahan ini dapat ditiru oleh semua anggota Pokdakan “Mina Kartika”.
PENINGKATAN PENYADARAN HUKUM TENTANG PENCEMARAN AIR BAWAH TANAH AKIBAT INTRUSI AIR LAUT DI DESA KEL DADAPSARI KOTA SEMARANG Latifiani, Dian; Widyawati, Anis
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air sebagai kebutuhan sehari-hari selain dari air PDAM juga berasal dari air bawah tanah dengan cara membuat sumur bor. Namun sayangnya daerah Semarang Utara yang merupakan pemukiman padat penduduk dan industri dalam pembuatan sumur tidak memperhatikan aspek lingkungan. Pembuatan dan pengeboran sumur secara besar-besaran selalu meningkat dari tahun ke tahun. Akibat dari pengambilan air bawah tanah secara berlebihan yaitu terjadi penurunan ketinggian tanah yang berdampak pada turunnya permukaan air bawah tanah dan juga kualitas dari air bawah tanah tersebut. Pada daerah kecamatan Semarang Utara yang merupakan daerah yang berbatasan dengan laut Jawa, sangat dimungkinkan terjadinya intrusi air laut, akibat dari pembuatan sumur bor secara besar-besaran. Air laut yang mengandung clorida (air asin)apabila merembes kedalam air tanah pada tingkatan tertentu, akan menyebabkan kualitas air bawah tanah turun dan tidak layak untuk dikonsumsi. Dapat dikatakan telah terjadi pencemaran air bawah tanah karena intrusi air laut.Untuk itu diperlukan sosialisasi peningkatan penyadaran hukum bagi masyarakat tentang pencemaran air bawah tanah akibat intrusi air laut. Model sosialisasi ini di pilih dengan pertimbangan untuk meningkatkan kesadaran hukum tentang perijinan dalam membuat sumur bor. Tim melihat keseriusan dan antusias peserta dalam mengikuti penjelasan mengenai penyebab terjadinya pencemaran air bawah tanah, akibat dari pencemaran air bawah tanah, mekanisme hukum untuk mencegah pencemaran air bawah tanah. Peserta pengabdian pro aktif dalam menanggapi dan merespon penjelasan pemateri. Sosialisasi dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten serta melibatkan stake holders yang terkait yaitu Pemerintah Kota Semarang, Dinas ESDM dan SDA kota Semarang.
IbPE TAS KULIT KOMBINASI KAIN TRADISIONAL JAWA TENGAH DI KABUPATEN KUDUS DAN MAGELANG JAWA TENGAH Astuti, Eka Yuli; Soesilowaty, Etty; Naam, Muh Fakhrihun
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan program IbPE antara lain : 1). Memberikan bekal wawasan pengetahuan UKM tentang produksi tas etnik kombinasi menjadi produk berorientasi ekspor; 2). Memberikan wawasan tentang pentingnya pengembangan SDM pengelola UKM; 3). Memberikan wawasan tentang pentingnya peningkatan kualitas dan kuantitas produk. Metode dan tahapan yang digunakan untuk diseminasi teknologi kepada UKM mitra melalui proses interaktif mengkomunikasikan pengetahuan kepada khalayak target. UKM Mitra terlibat langsung dalam proses produksi melalui pelatihan, latih kunjung, demontrasi dan contoh produk. Evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program terus dilakukan oleh Tim UNNES pada kegiatan IbPE dilapangan agar teknologi yang telah disampaikan tetap dan terus berdaya guna. Monitoring dan Evaluasi antara lain dilakukan dengan Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara periodik pada tiap 1 bulan sekali untuk megetahui perkembangan teknologi diseminasi. Capaian Luaran UKM Mitra dan Capaian Tahunan Program IbPE hingga bulan Juli 2017 pada pelaksanaan kegiatan tahun I sebesar 100%. Adapun capain tersebut antara lain : 1). Perusahaan telah memiliki Visi Misi Tujuan Usaha; 2). Perusahaan telah memiliki Tugas Pokok dan Fungsi Bagian Usaha; 2). Memiliki Alur Kerja Pra Produksi, Produksi, Pasca Produksi dan Pemasaran ; 3). Memiliki Standar Operasional Prosesdur (SOP); 4).  Keahlian SDM mitra meningkat; 5). Mitra UKM melaksanakan manajemen perusahaan dengan baik; 6). Kualitas produksi Mitra UKM memenuhi syarat produk Ekspor; 7). Meningkatnya kapasitas produksi dan varian barang; 8). Tersedianya mesin jahit cangklong 2 (dua) unit; 9). Mesin potong laser 1 (satu) unit; 10). UKM memiliki Jaringan Pemasaran Nasional– Rintisan Ekspor; 11). UKM mitra telah terekpos di Surat Kabar; 12). UKM mitra telah memiliki Web Site, Facebook, Istagram, Twitter; 14). UKM mitra memiliki merk dagang.
PELATIHAN ASESMENT DAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL BAGI TUTOR KEJAR PAKET B KESETARAAN PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DI KOTA SEMARANG Suryana, Sawa; Fakrudin, Fakrudin; Ustman, Ustman
Jurnal Abdimas Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan suatu organisissasi ,termasuk didalamnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang merupakan salah satu wujud kegiatan pendidikan non formal untuk memenuhi jawaban kebutuhan akan lembaga pendidikan yang setara dengan pendidikan formal. Tuntutan masyarakat yang lebih maju serta keterbatasan management serta kinerja lembaga akan mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan ( keluaran pendidikan). Program Kesetaraan, Paket B sebagai salah satu altenatif model pendidikan kesetaraaan non formal yang keberadaaanya saat ini sudah didukung oleh seperangkat peraturan dan perundang-indangan dalam implementasinya masih memiliki beberapa kendala yang antara lain meliputi kurang profesinalan tutor dalam pembelajaran yang bayak disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang kurang sesuai yang pada giliranya kemampuan belajarnya rendah ini tercermin dalam hal: (1) dalam membuat rencana pembelajaran, (2) penguasaan metode pembelajaran maupun yang ke (3) dalam mengevaluasi hasil belajar. Dalam kaitan ini evaluasi model penyelenggraaan pendidikan kesetaraan akan menjadi focus pengabdian yang akan dillaksanakan. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih para tutor Program Kesetaraan Paket B dalam bidang asesmen dan evaluasi pembelajaran. Model yang digunakan akan bertolak pada pemikiran yang akan selalu terkait dengan seperangkat persyartan ambang tersebut mengikat bagi (1) masukan yang terdiri dari sumber daya (tenaga kependidikan ,tutor dan laboran (2) Proses pendidikan yang penjabaranya meliputi pemanfaatan sumber daya untuk mengenal tujuan yang terdiri dari seperangkat kurikulum, PBM, sarana dan prasarana serta situasi pembelajaran dan yang ke (3) keluaran yang menjadi sasaran hasil evaluasi serta dampaknya. Adapun tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memberikan pelatihan kepada Tutor Program Kesetaraan Program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang agar memiliki ketrampilan, pengetahuan dan sikap dalam mengevaluasi program Kejar Paket B, sesuai dengan bidang /materi pembelajaran yang diampunya. Untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam melakukan evaluasi pembelajaran pada program Kejar Paket B di PKBM Kota Semarang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan pelatihan dengan langkah –kegiatan sebagai berikut; (1) Persiapan yakni Melakukan kordinasi dan identifikasi kebutuhan peserta pelatian, (2) persiapan penetapan materi pelatihan dengan cara FGD antara Tim dengan para pakar, tutor, Kasi PNFI Kota Semarang dan teman sejawat, 3 Pelaksanaan kegiatan dan 4 adalah melakukan evaluasi baik secara teori maupun praktek membuat alat evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah (1). Telah terlatih tutor PKBM sebayak 40 tutor Paket B yang mendalamai konsep, teknik, analisis, serta interpretasi test hasil belajar untuk program kejar Paket B, yang terdiri dari 21 pria dan 19 wanita (2) Sebanyak 40 peserta pelatihan telah memiliki kemampuan dalam pembuatan alat evaluasi hasil belajar yang sudah sesuai dengan KTSP. Adapun saran diberikan pada kegiatan ini adalah (1) Perlu diadakan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme tutor, mengingat di Kota Semarang tutor yang mengajar Di PKBM sebagian besar belum mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan asesment dan evaluasi. (2) .Untuk meningkatkan kemampuan profesional para tutor dalam mengevaluasi hendaknya lembaga LP2M Unnes ,khususnya Jurusan PLS lebih sering mengadakan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan.   Kata Kunci : Asesmen , Evaluasi, Tutor, Kemampuan profesional.
IBM BAGI KELOMPOK TANI BIOFARMAKA SUMBER REJEKI I DAN NGUDI MAKMUR I DI DESA SAMBIREJO KABUPATEN KARANGANYAR Fahma, Fakhrina; Astuti, Rahmaniyah Dwi; Priyaditama, Ilham
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Biofarmaka Sumber Rejeki I dan Ngudi Makmur I memiliki hasil utama berupa kunyit. Untuk meningkatkan nilai tambah produknya, kedua kelompok tani ini mengolah rimpang kunyit menjadi simplisia. Karena harga jual simplisia jauh lebih baik daripada menjual dalam bentuk rimpang. Simplisia adalah rimpang yang dipotong tipis dengan ketebalan 3–8 mm dan dikeringkan sampai kadar air mencapai kurang dari 10%. Sampai saat ini petani masih terkendala dalam memasarkan produk simplisianya. Penyebab utamanya adalah kualitas produknya masih dibawah standar yang ditetapkan pabrikan karena proses pengolahannya yang masih bersifat konvensional, baik dari sisi metodologi maupun teknologi. Selain produktivitasnya yang rendah, cara ini mengakibatkan variasi ketebalan dan kecelakaan kerja. Pengeringan masih dilakukan dengan cara menjemur secara langsung dibawah sinar matahari dengan menggunakan widik. Dengan cara seperti ini pengeringan membutuhkan waktu yang lama yaitu mencapai 20 hari. Selain itu juga terdapat resiko kontaminasi dan menguapnya minyak atsiri yang terkandung dalam simplisia kunyit. Melalui program IbM ini dirancang Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pemotong rimpang dan alat pengering simplisia yang dilengkapi dengan SOP pengolahan simplisia kunyit dan penggunaan peralatan. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), dalam artian mitra akan dilibatkan hampir di seluruh tahap kegiatan mulai dari perancangan alat, pembuatan alat, evaluasi kinerja alat, penyempurnaan alat, perancangan SOP, sosialisasi SOP dan implementasi SOP. Hasil pengujian kinerja kerja alat pemotong menghasilkan potongan membujur dengan rata-rata 4,58mm sedangkan kinerja alat pengering solar drayer dapat mencapai suhu rata-rata 53.5 C, laju aliran udara rata – rata sebesar 1,02m/s padalubang inlet dan 0.43m/s pada lubang exhaust. Dengan kinerja seperti ini maka pengeringan simplisia akan berjalan lebih cepat, yaitu kurang lebih lima hari. Kata kunci : Biofarmaka, Alat Pemotong Kunyit, Solar dryer
PELATIHAN BETTER TEACHER AND LEARNING BAGI GURU IPS SMP DAN MTS SWASTA DI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG Handoyo, Eko; Sholeh, Muh
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah a) meningkatkan keterampilan guru dalam memetakan kurikulum, b) meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun lembar kerja, c) meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, d) meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun rubrik penilaian, dan e) meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun jurnal refleksi. Pelatihan Better Teacher and Learning Bagi Guru Mata Pelajaran IPS SMP dan MTs Swasta di Kecamatan Genuk Kota Semarang mempunyai manfaat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berkualitas. Melalui kegiatan tersebut, guru dapat memdapatkan manfaat berupa peningkatan keterampilan dalam memetakan kurikulum, peningkatan keterampilan dalam menyusun lembar kerja, peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan media pembelajaran, peningkatan keterampilan dalam menyusun rubrik penilaian, dan peningkatan keterampilan dalam menyusun jurnal refleksi. Kata Kunci: Pengajaran Profesional, Pembelajaran Bermakna, Better Teacher and Learning
PELATIHAN PENGEMBANGAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENJADI ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL BAGI GURU GURU SEKOLAH DASAR KOTA SEMARANG DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL Siregar, Insan Fahmi
Jurnal Abdimas Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan karya ilmiah belum pernah dilakukan. Seorang guru mengetahui bahwa dirinya diharapkan dapat berkomunikasi dengan teman seprofesi tentang berbagai persoalan dan pemecahan yang dihadapinya secara timbal balik melalui artikel ilmiah yang ditulisnya dan dipublikasikan dalam jurnal. Dengan demikian guru dituntut untuk bisa memperbaiki kualitas profesionalnya agar memiliki kompetensi seperti yang diharapkan. Permasalahan yang dicari pemecahannya adalah memacu kreativitas guru untuk menulis karya ilmiah sebagai aktualisasi bentuk evaluasi, inovasi dan solusi meningkatkan kualitas sebagai pendidik, berbekal pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan kreativitas guru, yang tertuang dalam karya ilmiah hasil penelitian tindakan kelas atau hasil pemikiran/ konseptual yang siap dipublikasikan dalam upaya meningkatkan profesionalismenya. Pelatihan bagi para guru SD di Kota Semarang dilakukan dengan kegiatan Partisipasi Riset Aksi (PRA) dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan menggunakan metode yang meliputi kegiatan ceramah, diskusi dan praktek atau pemaparan hasil. Pengabdian masyarakat ini berhasil memberdayakan guru-guru SD yang berada di Kota Semarang. Mereka tergabung dalam KKG. Keberhasilan dilihat dari penyerapan hasil pelatihan mencapai sekitar 80% yaitu 30 dari 35 dari peserta hadir dalam pelatihan, dapat merancang penulisan karya ilmiah Peserta pelatihan berjumlah 35 orang, terdiri dari guru SD. Oleh karenanya pelatihan penulisan karya ilmiah hasil penelitian dan atau konseptual sangat bervariasi. Pelatihan penulisan karya ilmiah bagi para guru SD ini diharapkan dapat mendukung profesionalitas sebagai pendidik.
PENINGKATAN KETRAMPILAN AKUNTANSI DAN PEMASARAN KELOMPOK OLAHAN KERIPIK KABUPATEN SEMARANG Hardiningsih, Pancawati; Oktaviani, Rachmawati Meita; Sunarto, Sunarto
Jurnal Abdimas Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Ipteks bagi masyarakat (IbM) untuk meningkatkan produktifitas mitra kelompok aneka keripik olahan melalui ketrampilan pencatatan keuangan untuk bisa menghasilkan laporan keuangan sederhana, meningkatkan penjualan melalui pemasaran dengan melalui wordpress dan kemasan yang berlabel. Metode yang digunakan untuk mewujudkan tujuan tersebut dengan kaji tindak partisipatif melalui Forum Group Discusion(FGD) serta pendampingan. Luaran yang dihasilkan berupa label kemasan sebagai media pemasaran, tersedianya wordpresskelompok keripik olahan dan meningkatnya ketrampilan para pengrajin dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana berbasis kas pada kelompok mekar jati.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2023): December 2023 Vol 27, No 1 (2023): June 2023 Vol 26, No 2 (2022): December 2022 Vol 26, No 1 (2022): June 2022 Vol 25, No 2 (2021): December 2021 Vol 25, No 1 (2021): June 2021 Vol 24, No 3 (2020): December 2020 Vol 24, No 2 (2020): September 2020 Vol 24, No 1 (2020): June 2020 Vol 24, No 3 (2020): December Vol 24, No 2 (2020): September Vol 24, No 1 (2020): June Vol 23, No 2 (2019): December 2019 Vol 23, No 1 (2019): Juni 2019 (ASAP) Vol 23, No 1 (2019): June 2019 Vol 23, No 2 (2019): December Vol 23, No 1 (2019): June Vol 22, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 22, No 2 (2018): December 2018 Vol 22, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 22, No 1 (2018): June 2018 Vol 21, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 21, No 2 (2017): December 2017 Vol 21, No 1 (2017): June 2017 Vol 21, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 20, No 2 (2016): December 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 20, No 1 (2016): June 2016 Vol 19, No 2 (2015): December 2015 Vol 19, No 1 (2015): June 2015 Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 2 (2014): December 2014 Vol 18, No 1 (2014): June 2014 Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 1 (2013): June 2013 Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 2 (2013): December Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 17, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2011): December 2011 Vol 15, No 1 (2011): June 2011 Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 2 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 15, No 1 (2011) Vol 14, No 2 (2010): December 2010 Vol 14, No 1 (2010): June 2010 Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 2 (2010) Vol 14, No 1 (2010) Vol 14, No 1 (2010) More Issue