cover
Contact Name
-
Contact Email
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kompetensi Teknik
ISSN : 20862253     EISSN : 25979280     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jkomtek
Core Subject : Engineering,
Contains articles of research or ideas of thought (conceptual) in the development of education, teaching and technology in the field of engineering.
Articles 108 Documents
PENGARUH ORIENTASI SUDUT SERAT PANDAN DURI TERHADAP KETANGGUHAN IMPACT KOMPOSIT SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF BUMPER MOBIL
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v12i2.23329

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan sains, manusia telah melakukan beberapa inovasi dalam penggunaan teknik material komposit untuk mendapatkan material yang memiliki kualitas lebih baik. Pengujian impactadalah salah satu pengujian mekanik yang dilakukan untuk mengetahui nilai impact pada suatu material. Pada penelitian ini digunakan komposit serat pandan duri dengan variasi orientasi sudut serat dan bumper mobil Toyota Avanza sebagai pembanding yang kemudian dilakukan pengujian impact untuk mengetahui nilai impact pada komposit. Hasil pengujian impact menunjukkan bahwa spesimen komposit sampleA (00 /0o /0o /0o ) memiliki nilai impact yang lebih tinggi dibandingkan spesimen komposit lainnya yaitu dengan rata – rata energi serap 0,44 J, rata – rata ketangguhan impact 0,0124 J/mm2 , dan sudut akhir (𝛽) 145,96o . Akan tetapi nilai impact spesimen komposit sampleA jauh dibawah nilai impact spesimen bumper mobil dengan rata – rata energi serap 1,42 J, rata – rata ketangguhan impact 0,0388 J/mm2 , dan sudut akhir (𝛽) 139,05o .
Kinetika reaksi oksidasi pada biosolar (B20) dengan antioksidan alami
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17367

Abstract

Biosolar (B20) memiliki komposisi biodiesel yang dihasilkan dari asam lemak tak jenuh, yang menyebabkan degradasi oksidatif pada biodiesel. Antioksidan alami memiliki senyawa fenolik yang dapat mencegah oksidasi biodiesel dengan menyumbang atom hidrogen. Reaksi oksidasi dilakukan pada sampel biosolar (B20) dengan ditambahkan ekstrak daun sirsak (DS) dan ekstrak kulit manggis (KM), dipanaskan dan diinjeksi dengan udara secara kontinu. Antioksidan menghambat atau menghentikan oksidasi dengan mendonorkan atom hidrogen pada reaksi berantai radikal bebas dari biosolar (B20). Selama reaksi oksidasi, suhu akan terus naik hingga suhu yang ditentukan (variasi suhu 100, 110, dan 120 oC) lalu suhu dijaga (suhu akhir) dan diinjeksi dengan udara 2,3 L/min. Hasil oksidasi diambil saat suhu 100 oC dan seterusnya dengan interfal waktu 10 menit. Bilangan asam digunakan untuk menganalisis kandungan asam pada sampel. Kinetika reaksi didekati dengan model homogen orde satu dan dua. Laju reaksi sebagai fungsi dari konversi dan waktu diselesaikan dengan metode regresi linier. Untuk konstante laju reaksi mengikuti persamaan Arrhenius dengan nilai energi aksivasi (Ea) sebesar 37,7; 38,9; dan 41 kJ/mol dan faktor tumbukan (A) sebesar 1070,2; 1047,65; dan 1394,09.
INOVASI PEMBUATAN KERUPUK GARUT DENGAN PERLAKUAN AWAL BAHAN KUKUS, PRESTO, REBUS
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.22498

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian mengetahui perbedaan kerupuk garut perlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus terhadap sifat organoleptik kerupuk garut yang meliputi tekstur, warna, rasa, dan aroma. Mengetahui tingkatkesukaan masyarakat, mengetahui kandungan gizi serat kerupuk garut hasil eksperimen. Metode analisis datayang digunakan analisis varian yang dilanjutkan uji tukey dan rerata skor. Hasil penelitian kualitas kerupuk garutperlakuan awal bahan kukus, presto, dan rebus menunjukan ada perbedaan nyata pada aspek tekstur Fhitung 4,27 Ft 2,76, dan aspek aroma Fhitung 4,36 Ft 2,76. Sedangkan pada aspek rasa Fhitung 2,06 Ft 2,76 dan warnaFhitung 2,364 Ft 2,76 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan karena nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel. Hasil uji kesukaan kerupuk garut paling disukai sampel kerupuk garut metode pengolahan kukus rerata skor6,43, diikuti presto rerata skor 6,31; kemudian rebus rerata skor 4,86. Hasil uji serat pada sampel kerupukpresentase paling tinggi kerupuk garut metode pengolahan presto 26,64%/0,5g, metode kukus 25,31%/0,5g,metode rebus yaitu 21,88%/0,5g. Simpulan dari penelitian ada perbedaan kualitas kerupuk garut terhadap sifatorganolepik; tingkat kesukaan kerupuk garut paling disukai kerupuk garut dengan metode kukus, diikutipresto, lalurebus; kandungan serat paling tinggi kerupuk garut dengan perlakuan awal presto, diikuti kukus, lalu rebus.
Prediksi kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol (1) + 1-propanol (2) menggunakan UNIFAC
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v9i1.11819

Abstract

Jumlah cadangan bahan bakar minyak berbasis fosil di Indonesia semakin menipis. Dengan menipisnya cadangan bahan bakar tersebut, pemerintah mencanangkan kebijakan energi nasional melalui Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006. Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar adalah dengan menggunakan batubara yang telah diolah lebih lanjut menjadi alkohol. Alkohol tersebut dapat dijadikan sebagai zat aditif pada bahan bakar dan untuk meningkatkan nilai oktan bahan bakar sehingga efisiensi pembakaran menjadi lebih sempurna, ramah lingkungan, dan dapat menghemat cadangan minyak bumi Indonesia. Pada proses produksi alkohol dari batubara dihasilkan produk campuran berupa alkohol dengan rantai karbon 1 sampai dengan rantai karbon 5. Campuran alkohol tersebut perlu dipisahkan dengan metode distilasi sehingga diperoleh alkohol dengan kemurnian yang tinggi. Proses distilasi dipilih karena mempunyai keuntungan yaitu dapat digunakan pada berbagai konsentrasi dan dapat menghasilkan kemurnian yang tinggi dengan biaya yang relatif rendah. Dalam mendesain kolom distilasi agar proses produksi menjadi optimal, efisien, dan hemat energi, maka diperlukan data kesetimbangan uap-cair campuran alkohol-alkohol yang valid. Beberapa data kesetimbangan seperti sistem biner tert-butanol (1) + 1-propanol (2) belum tersedia di berbagai literatur baik di jurnal atau buku di lingkup nasional maupun internasional. Dalam upaya mengatasi kekurangan data tersebut, data kesetimbangan uap-cair sistem biner tert-butanol + 1-propanol akan diprediksi dengan menggunakan model termodinamika UNIFAC.
Pengolahan Limbah Kulit Singkong sebagai Bahan Bakar Bioetanol melaui Proses Fermentasi
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i1.19752

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif dan dianggap ramah lingkungan karena bahan baku yang berasal dari sumber pati (jagung, ubi kayu, sorgun, dan lain-lain). Kulit singkong merupakan salah satu limbah yang dapat dijadikan sebagai sumber energi berupa etanol Bioetanol dapat dihasilkan melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Hasil dari fermentasi kulit singkong adalah kadar glukosa sebesar 9,9% dengan etanol tertinggi sebesar 6,00% pada waktu fermentasi 8 hari
Hubungan antara latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Otomotif
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v8i2.11686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi hubungan antara latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar. Digunakan rancangan penelitian korelasional dengan subjek mahasiswa pendidikan otomotif Universitas Negeri Malang angkatan 2015 sebanyak 79. Data dikumpulkan dengan kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis dengan teknik Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak ada hubungan yang signifikan antara latar belakang pendidikan dan hasil belajar mahasiswa; (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara minat terhadap profesi guru dan hasil belajar mahasiswa; (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara kemanfaatan ospek dan hasil belajar mahasiswa; (4) tidak ada hubungan yang signifikan antara kegiatan organisasi dan hasil belajar mahasiswa; (5) tidak ada hubungan yang signifikan secara simultan latar belakang pendidikan, minat terhadap profesi guru, kemanfaatan ospek, kegiatan organisasi, dan hasil belajar mahasiswa.
Pengaruh Model Sisitem Saluran Pada Cetakan Permanen Terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan Hasil pengecoran Aluminium Komponen Motor Listrik DC
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i2.13908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem saluran pada cetakan permanen terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran aluminium. Penelitian dilakukan dengan membuat tiga sistem saluran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil pengujian berupa angka atau bilangan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, sedangkan data berupa gambar disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan model B memiliki struktur lebih halus dari model A, dan model C memiliki struktur paling halus diantara model A dan B. Hasil pengujian kekerasan vickers menunjukkan model saluran A memiliki nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 100,4 VHN. Penuangan logam cair dalam waktu sesingkat mungkin akan mempengaruhi panjang alir dan proses pembekuan. Semakin cepat logam cair memenuhi rongga cetakan maka proses pembekuan akan semakin cepat, dan nilai kekerasan semakin tinggi. Kata kunci : Pengecoran, Aluminium, Sistem Saluran, Struktur Mikro, Kekerasan
PENGARUH PROSES QUENCHING OLI TERSIKULASI TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN VICKERS PADA MATERIAL MOLDING PUNCHING
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v12i1.20229

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Industri manufaktur pengolahan sheet metal sangat berkembang dalam pembuatan flange rotor pada motor listrik. Pengerjaan sheet metal menggunakan pisau potong berbentuk profil (molding punching). Material tool punching harus memiliki sifat baja yang keras dan tangguh. Membentuk material yang tangguh material memerlukan sebuah perlakuan heat treatmant dengan memanaskan hingga suhu austenit kemudian diinginkan secara cepat dengan fluida cair disebut quenching. Hal yang mempengaruhi proses ini pendinginan adalah waktu penahan dan laju aliran media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur mikro pada baja K110, K460 dan K945 dan peningkatan nilai kekerasan vickers sebelum dan sesudah perlakuan quenching dengan menggunakan quenching tersirkulasi. Penelitian ini menggunakan metode experiment untuk mencari perlakuan quenching oli yang tersirkulasi dan hasil meliputi data foto struktur mikro dan tingkat nilai kekerasan vickers. Guna menguji seberapa perubahan yang terjadi ada material punching (baja K110, K460 dan K945) setelah diberi perlakuan quenching oli tersirkulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan quenching oli tersirkulasi terhadap material punching ( baja K110, K460 dan K945) merubah struktur baja dari struktur ferit dan perlit berubah menjadi struktur martensit dan bainit. Semakin cepat laju aliran quenching struktur terbentuk struktur martensit semakin besar. Nilai kekerasan mengalami kenaikan yang pada setiap bahan punching. Material K110 meningkat 200,77%, material K460 meningkat 287,88% dan material K945 meningkat 31,63% dari raw material masing-masing. Peningkatan tertinggi pada perlakuan quenching oli tersirkulasi dengan laju aliran Q3= 0,921 m/s.Simpulan pada penelitian ini yaitu perlakuan quenching oli tersirkulasi sangat berpengaruh pasa struktur mikro dan kekerasan vickers. Laju aliran semakin cepat akan meningkatkan perubahan struktur dan meningkatkan nilai kekerasan vickers. 
Kajian jenis plasticizer campuran gliserol dan sorbitol terhadap sintesis dan karakterisasi edible film pati bonggol pisang sebagai pengemas buah apel
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17368

Abstract

Penggunaan plastik sebagai pengemas sudah tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, namun plastik juga dapat menimbulkan masalah lingkungan, yaitu tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat diuraikan secara alami. Salah satu alternatif untuk menggantikan plastik sebagai pengemas makanan yang ramah lingkungan (biodegradable) dan aman bagi kesehatan adalah edible film. Edible film berbasis pati umumnya memiliki kelemahan sebagai kemasan makanan memiliki kekuatan mekanik yang rendah sehingga diperlukan bahan tambahan untuk memperbaiki hal tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan inovasi untuk menghasilkan edible film yang memiliki sifat mekanik yang tinggi. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis edible film berbasis pati bonggol pisang dengan penambahan campuran plasticizer yaitu gliserol dan sorbitol. Penambahan campuran plasticizer dilakukan dengan variasi konsentrasi (0%, 40%, 60%, 80% b/b total). Selanjutnya edible film dikarakterisasi untuk mengetahui pengaruh konsentrasi campuran plasticizer terhadap sifat mekanik edible film, ketebalan, water uptake dan kelarutan dalam air, serta aplikasi edible film pada buah apel untuk mengetahui masa simpan buah. Edible film dengan penambahan campuran plasticizer 60% menunjukkan karakteristik terbaik yaitu memiliki nilai Tensile Strenght sebesar 1,4655 Mpa, % elongasi sebesar 21,607%, elastisitas 0,068 N/mm2, ketebalan 0,214 mm,  ketahanan air (55,31%) dan kelarutan dalam air (61,11%). Edible film dapat menambah masa simpan buah selama 4 hari.
PENGARUH KETINGGIAN TORCH TERHADAP LEBAR KERF DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMOTONGAN CNC PLASMA ARC CUTTING DENGAN BAHAN BAJA ST 37
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.21241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian torch terhadap lebar kerf dan kekasaran permukaan hasil pemotongan baja st 37 menggunakan CNC Plasma Arc Cutting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan teknik Analisa yang digunakan adalah statistika deskriptif pada pemotongan baja st 37 dengan menggunakan variasi ketinggian torch 0.1 mm, 0.2 mm dan 0.3 mm. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian lebar kerf menggunakan taper gauge dan kekasaran menggunakan Surfcorder SE-1700. semakin tinggi jarak torch yang digunakan pada saat pemotongan maka akan semakin tinggi nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Semakin rendah jarak torch yang digunakan maka semakin kecil nilai lebar kerf dan nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan. Nilai lebar kerf yang paling kecil mm yaitu rata-rata lebar kerf sebesar 1.31 mm dengan ketinggian torch 0.1 mm dan paling besar yaitu 1.37 mm dengan ketinggian 0.3 mm. Nilai kekasaran permukaan yang paling kecil yaitu rata-rata sebesar 6.959  µm dengan ketinggian 0.1 dan paling besar yaitu 11.913 µm dengan ketinggian 0.3 mm.

Page 7 of 11 | Total Record : 108