cover
Contact Name
-
Contact Email
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkomtek@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung Dekanat, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kompetensi Teknik
ISSN : 20862253     EISSN : 25979280     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jkomtek
Core Subject : Engineering,
Contains articles of research or ideas of thought (conceptual) in the development of education, teaching and technology in the field of engineering.
Articles 108 Documents
Kesetimbangan dan kinetika adsorpsi larutan logam timbal menggunakan protein keratin dari bulu ayam pedaging (gallus domesticus)
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17371

Abstract

Bulu ayam dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan timbal dalam larutan artifisial. Larutan artifisial dikondisikan dengan menambahkan NaOH yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi timbal pada bulu ayam. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kondisi kesetimbangan dan kinetika adsorpsi logam Timbal dari larutan. Adsorpsi dilakukan dengan adsorben yaitu protein keratin yang terdapat dalam bulu ayam. Pembuatan adsorben dilakukan dengan cara bulu ayam dicuci kemudian dikeringkan dan dipotong kecil sampai 200 mesh. Bulu ayam yang halus direndam dengan aseton dan selanjutnya dikeringkan. Adsorben diaktifasi dengan NaOH dan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Pada adsorpsi ini ditentukan oleh konsentrasi 20; 40; 60; 80; 100 ppm, suhu 25oC; 28oC; 31oC; 34oC selama waktu kontak adsorpsi 30; 60; 90; 120 menit. Jumlah timbal yang diserap oleh adsorben dapat dianalisis menggunakan AAS. Model kesetimbangan yang sesai adalah Freundlich sedangkan pada model kinetika yang sesuai adalah kinetika orde kedua.
ANALISIS PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN THINNER DENGAN VARNISH TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i2.20910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbandingan campuran thinner dengan varnish terhadap nilai ketebalan, kekilauan, dan daya lekat lapisan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas lapisan varnish yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini akan melakukan variasi perbandingan campuran thinner dan varnish yaitu 1:0,25, 1:0,75 dan 1:1,25 yang akan dilakukan pada plat baja, kemudian akan diuji ketebalan, kekilauan dan daya lekatnya. Penelitian ini menggunakan tiga variasi perbandingan pada satu merek varnish yaitu Propan. Nilai ketebalan pada campuran thinner dengan varnish rasio 1:0,25 adalah 31,5 µm, sedangkan pada rasio 1:0,75 menjadi 17,2 µm dan pada rasio 1:1,25 sebesar 43 µm. Nilai kekilauan pada rasio 1:0,25 adalah 67,65 GU, pada rasio 1:0,75 sebesar 76,15 GU dan pada rasio 1:1,25 sebesar 78,7 GU atau nilai yang paling besar dari semua rasio. Nilai daya lekat pada semua rasio sama yaitu 4B. Berdasarkan hasil pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa rasio campuran thinner dan varnish yang paling baik adalah 1:1,25.
Simulasi distribusi shear stress pada dasar tangki sistem pengadukan berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD)
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v9i1.11863

Abstract

Proses pengadukan dengan menggunakan tangki berpengaduk (mechanically stirred vessel) telah banyak digunakan pada berbagai macam proses di industri kimia. Tujuan dari proses pengadukan ini bermacam-macam, mulai dari pencampuran material yang berbeda atau membuat suspensi solid sampai pada optimasi proses transfer massa dan energi. Proses pengadukan pada sistem padat-cair dapat memicu erosi pada apparatus tangki berpengaduk. Mesin dan peralatan yang beroperasi dengan sistem aliran padat cair dapat rusak karena erosi yang memicu rendahnya efisiensi operasi dan berkurangnya masa pakai alat dengan biaya pemeliharaan yang tinggi. Untuk sistem multifase dimana teknologi eksperimen secara visualisasi memiliki beberapa batasan, metode CFD memberikan beberapa keuntungan untuk menganalisis fenomena MI secara lebih komprehensif. Penelitian CFD banyak berkonsentrasi pada pendekatan berbasis LES dan SM untuk memodelkan variasi pola alir berfrekuensi rendah yang lebih baik dibandingkan eksperimen karena juga mampu menampilkan seluruh vektor kecepatan pada jangka waktu tertentu. Lebih jauh lagi, variabel lokal seperti kecepatan dan konsentrasi solid dapat ditampilkan visualisasinya per time step.
KEMAMPUAN BANGUNAN PASAR TRADISIONAL SAMPANGAN DALAM MENGANTISIPASI BAHAYA KEBAKARAN (Studi Kasus Pasar Sampangan di Semarang, Jawa Tengah)
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i1.17847

Abstract

Abstrak Pembangunan suatu gedung pasar penting untuk memperhatikan beberapa aspek, terutama aspek mengenai keselamatan pada bangunan. Pada bangunan pasar, penanggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran sangatlah penting. Tujuan dari pengamatan lapangan secara langsung ditemukan beberapa kekurangan dalam studi kasus bangunan Pasar Sampangan. Kekurangan tersebut antara lain kurang jelasnya jalur evakuasi dan sirkulasi udara bersih bila terjadi kebakaran. Tetapi bahaya kebakaran pasar tersebut sudah diantisipasi oleh pengelola dengan adanya apar, pipa hidran, dan tabung pemadam api ringan di beberapa lokasi pasar. Peraturan yang dipakai adalah SKBI (Standar Konstruksi Bangunan Indonesia), SNI (Standar Nasional Indonesia), NFPA (National Fire Protection Association). Bangunan yang dijadikan studi kasus adalah pasar modern 3 lantai. System penanggulangan kebakaran yang dievaluasi adalah system proteksi pasis dan system proteksi aktif pada bangunan. Berdasarkan hasil evaluasi system pencegahan kebakaran, didapatkan pada beberapa yang sudah memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA. Dari beberapa evaluasi yang ditemukan ada yang belum memenuhi persyaratan SKBI, SNI, dan NFPA, maka disarankan untuk memenuhi peraturan dan persyaratan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada bangunan sesuai pada peraturan yang berlaku.  Kata Kunci : Pasar Sampangan, Keselamatan bangunan, Pencegahan.
PENGARUH LAJU PEMAKANAN DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA PROSES CNC TURNING TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 60
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v12i1.20729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh laju pemakanan dan kedalaman pemakanan pada proses CNC Turning terhadap tingkat kekasaran permukaan Baja ST 60. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan tujuan untuk mengetahui sebab akibat berdasarkan perlakuan yang diberikan. Penggunaan variabel kontrol laju pemakanan 0,2 mm/ rev dan kedalaman pemakanan 1,3 mm. Variasi kedalaman potong yang digunakan adalah 0,2 mm, 0,3 mm, 2,3 mm, dan 2,5 mm dengan penggunaaan laju pemakanan kontrol 0,2 mm/ rev. Sedangkan variasi laju pemakanan yang digunakan adalah 0,05 mm/rev, 0,1 mm/rev, 0,4 mm/rev, dan 0,5 mm/rev dengan penggunaan kedalaman pemakanan kontrol sebesar 1,3 mm. Pembuatan spesimen sejumlah 27 yang kemudian setelah dilakukan pembubutan dilakukan uji kekasaran untuk setiap spesimen. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman pemakanan hasil kekasaran permukaan semakin rendah, dimana kekasaran paling rendah dengan kedalaman pemakanan 2,5 mm sebesar 2,220 µm sedangkan semakin kecil laju pemakanan hasil kekasaran permukaan semakin rendah, dimana diperoleh kekasaran paling rendah dengan laju pemakanan 0,2 mm/rev sebesar 1,463 µm.
Teknologi penepungan kacang hijau dan terapannya pada biskuit
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17361

Abstract

Kacang hijau memiliki energi 323 kkal, protein 22,9 g, dan serat 7,5 g berpotensi untuk dijadikan tepung. Biskuit kacang hijau (60 %) mengandung 453 kkal, protein 11,3 g dan serat 13,1 g. Kendala pada tepung kacang hijau adalah aroma langu dan belum tersedia di pasar. Tujuan kegiatan adalah 1) menghilangkan aroma langu kacang hijau dan menghasilkan tepung yang halus sebagai bahan baku biskuit. Kemitraan dilaksanakan pada pengusaha Griya Ketelaku, dan 2) Mengetahui lama pemanggangan yang optimum pada biskuit dan daya terima masyarakat  Perbaikan yang dilakukan adalah  menghilangkan aroma langu kacang hijau dengan perlakuan pencucian, perendaman dan pengukusan dan meningkatkan kehalusan tepung dengan mengganti saringan, gir dan mesin. Pemanggangan dilakukan selama 13 menit, 15 menit, 17 menit, 19 menit dan 21 menit. Daya terima diuji oleh 80 panelis konsumen dengan skor 1 – 9. Lama pemanggangan optimum ditentukan dari tekstur dan warna terbaik dengan daya terima tertinggi. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan telah berhasil dengan baik dan meningkatkan pemberdayaan Griya Ketelaku. Penghilangan aroma langu dilakukan dengan  mencuci kacang hijau sampai warna kuning kehijauan hilang, merendam selama 30 menit dilanjutkan dengan mengukus selama 30 menit dengan api kecil. Penghalusan tepung dilakukan dengan perbaikan saringan bagian luar 100 mesh dan saringan bagian dalam 40 mesh, penggantian grinder dengan mengganti gir dari besi menjadi baja dan mesin dari 1 PK menjadi 4 PK. Peningkatan kapasitas produksi 3 kali lipat dari  40 kg/jam menjadi 120 kg/jam tepung kacang hijau dengan kehalusan 100 mesh. Biskuit kacang hijau yang memenuhi kriteria dibuat dengan waktu pemanggangan 17 menit dan disukai dengan skor keseluruhan 6,4, dengan rincian warna 6,1, aroma 5,8, kerenyahan 6,1, rasa manis 6,1 dan rasa kacang hijau 5,8.
PENGARUH TEMPERATUR TUANG DAN PENAMBAHAN SILIKON TERHADAP KEKERASAN, CACAT CORAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGECORAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN PASIR
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v12i1.20085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh variasi temperatur tuang dan penambahan silikon (Si) terhadap kekerasan, cacat coran dan struktur mikro hasil pengecoran dengan cetakan pasir, adapun variasi yang digunakan adalah 7000C, 7500C dan 8000C temperatur tuang serta 0%, 2%, 4% dan 8% penambahan silikon (Si). Bahan yang digunakan adalah aluminium ingot dengan spesifikasi Al–Si 0,5%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pre-Experimental Design yang berbentuk One-Shot Case Study. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini kemudian disajikan dengan tabel dan dianalisis dengan cara analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi temperatur tuang dan penambahan silikon (Si) terhadap kekerasan, cacat coran dan struktur mikro. Hasil nilai kekerasan terbaik pada variasi 8000C temperatur tuang dan dengan penambahan silikon (Si) sebanyak 8% dengan nilai sebesar 127,8 VHN. Hasil cacat coran yang terbaik pada variasi 8000C temperatur tuang dan dengan penambahan silikon (Si) sebanyak 4% dan 8% dengan tidak terlihat cacat coran. Untuk struktur mikro terbaik pada variasi 8000C temperatur tuang dan dengan penambahan silikon (Si) sebanyak 8% dengan bentuk fasa Al-Si yang merata dan terlihat menyebar.
Upaya peningkatan produksi dengan menggunakan alat pengaduk otomatis pada usaha donat kentang di Semarang
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v9i1.11565

Abstract

Donat merupakan suatu jenis olahan bahan makanan yang terbuat dari bahan dasar terigu dan bentuknya bulat, olahan makanan ini sangat dikenal dimasyarakat baik untuk dikomsumsi anak-anak maupun dewasa. Salah satu kreatifitas dalam mengolah donat yang bahan dasarnya dari terigu dapat dikembangkan pengolahannya dengan menggunakan bahan dasar kentang. Donat Kentang bukan hanya dijual di toko-toko tetapi juga banyak dijual di rumahan (UKM). Harga jual donat kentang di UKM relatif murah dibanding dengan di toko-toko modern. Donat Kentang yang dijual di toko modern harganya di atas Rp 3000,-/per buah dan di UKM relatif murah ± Rp 1.000,-/per buah. Permasalahan pada UKM donat disebabkan oleh  beberapa  aspek yaitu  aspek  produksi,  teknologi, aspek kualitas produk, kemasan, manajemen pemasaran. Pada pelaksanaan program IbM ini akan memberikan solusi permasalahan yang ada, yaitu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produk donat kentang dengan memberikan alat pencampur adonan   yang   otomatis.   Metode   atau   tahapan   yang   dilakukan   pada kegiatan IbM ini adalah  melakukan sosialisasi ke UKM tentang kegiatan IbM, mengumpulkan dan menganalisa data yang diperlukan untuk alat mekanisasi yang akan dirancang sesuai kebutuhan UKM , dan melakukan uji coba peralatan yang akan diberikan. Alat mekanisasi yang diberikan ini, membutuhkan daya listrik 450 watt yang sesuai dengan data kebutuhan UKM tersebut. Alat ini mampu mengaduk adonan donat kentang sebanyak 2 kg sekali. Waktu yang dibutuhkan untuk mencampur adonan yaitu selama 20 menit.  Adanya alat pengaduk otomatis ini,  maka UKM dapat meningkatkan kapasitas produksinya dari 4 kg sehari menjadi 15 kg dan hasil kualitas produk adonan donat kentang lebih homogen, tekstur yang lembut, dan higienisitas.
PROSES PEMBUATAN MINYAK PELUMAS MINERAL DARI MINYAK BUMI
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v11i1.19751

Abstract

base mineral oil was one of many product of crude oil fraction which pass through many refining process in refinery. In order to obtain fraction of lubricant oil (base mineral oil) from crude oil need much kind of process to get important traits from lubricant oil. Wherefore the crude oil contain many hydrocarbon compounds and very complex. To get high quality lubricant oil need many processing units and mutually integrated so in the lubricant oil did not contain bad compound later on used in the mechanical engine or vehicle.
Pengaruh variasi kampuh las dan arus listrik terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan las TIG pada aluminium 5083
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v8i2.11688

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi kampuh las dan arus listrik terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan las TIG pada Aluminium 5083. Variasi jenis kampuh yang digunakan adalah jenis kampuh V, X dan I serta arus listrik yang digunakan sebesar 110,130,dan 150 ampere. Data hasil penelitian dianalisis secara langsung menggunakan grafik dan foto mikro yang kemudian ditarik kesimpulan dari hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan tarik terbesar didapatkan dari variasi kampuh jenis X dengan arus pengelasan sebesar 150 ampere yaitu 170,98 MPa. Bentuk struktur mikro pada daerah base metal, HAZ, dan weld metal memiliki perbedaan pada setiap variasi arus pengelasan. Perbedaan terletak pada jumlah Mg2Si dan besarnya porositas akibat variasi arus pengelasan.

Page 9 of 11 | Total Record : 108