cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Imajinasi
ISSN : 1829930X     EISSN : 25496697     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni Imajinasi merupakan jurnal seni yang dikelola oleh Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. Terbit perdana pada bulan Juli 2004. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Januari, dengan isi artikel tentang kajian atau analisis kritis dan hasil penelitian di bidang seni rupa.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI" : 5 Documents clear
Bentuk dan Proses Pahatan Relief Karmawibhangga, Sebuah Telaah Visual Sunaryo, Aryo
Imajinasi Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karmawibhangga merupakan salah satu rangkaian relief candi Borobudur yangterdapat di bagian kaki candi. Ketika pembangunan candi belum selesai, rupanya kakicandi buru-buru ditutup dengan jutaan balok-balok batu menjadi pelataran yang luasuntuk menghindari bangunan runtuh. Candi Borobudur merupakan candi Budhaterbesar di dunia, didirikan di sebuah bukit, pada jaman dinasti Syailendra abad ke-9.Relief Karmawibhangga tersebut menggambarkan hukum sebab akibat, samsara dankarma kehidupan manusia, keseluruhannya telah didokumentasikan pada akhir abadke-19 ketika Borobudur dibongkar untuk penyelidikan dan restorasi, dan kemudianditutup kembali. Penggambaran ajaran penting dalam agama Budha itu jugamelukiskan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa pada waktu itu, dengan bahasarupa yang khas. Sebagian reliefnya dari keseluruhan yang berjumlah 160 panelpengerjaannya belum selesai, bahkan ada yang sengaja dirusak, merupakan gejalamenarik untuk dicermati secara visual dan ditelaah terkait dengan proses pengerjaanpemahatan relief candi tersebut. Pengerjaan relief dimulai dari membuat outlinebentuk-bentuk di atas susunan batu yang menjadi panelnya, tahapan kemudianpemahatan latar, dilanjutkan penggarapan sosok-sosok penting yang diawali daribentuk keseluruhan secara kasar sampai pada perbentukan lebih rinci, kemudianditeruskan dengan pemahatan unsur-unsur pendukung dan tahap penyelesaian akhir,yakni penghalusan atau pewarnaan. Proses pemahatan relief ternyata tidak jauhberbeda dengan tahapan mengukir pada masa kini. Melihat relief yang terdapat padakaki candi ini masih ada yang belum selesai, tampaknya pengerjaan pemahatan reliefdan ornamen candi di bagian bawah merupakan tahap-tahap akhir, setelahpengerjaan bagian atas diselesaikan.
DUKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP PERAJIN “FITRO” DALAM MEMBANGUN SENI KERAJINAN PERAK DI MALANG Herawati, Ida Siti
Imajinasi Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“FITRO” adalah sebuah perusahaan kerajinan perhiasan aksesoris perak yang sudahberhasil mengembangkan usahanya selama 15 tahun. Keberhasilan yang saat inidicapai bukanlah seperti benda turun dari langit akan tetapi karena faktor sosial dariberbagai struktur yang terlibat, model interaksi yang diciptakan, prospek kerajinan dimasa mendatang, serta kreativitas dalam menciptakan desain yang sesuai denganmasyarakat dan individu. Masyarakat yang memberikan dukungan kepada perajindibagi menjadi 3 kelompok, yaitu (1) perusahaan, (2) keluarga, (3) masyarakatkonsumen. Semua dukungan masyarakat dilakukan melalui model interaksi sosial.Model yang pertama disebut interaksi langsung, yaitu transaksi bisnis yang terjadi dilokasi usaha. Model yang kedua yaitu interaksi tidak langsung, peran pembeli (buyer)sebagai mediator sangat penting dan bahkan mendominasi transaksi bisnis. Modelyang ketiga, yaitu interaksi melalui pameran. Saat ini perajin sudah dapat memahamigaya hidup, selera, sifat, dan minat masyarakat sehingga perajin mampu menciptakandesain eksklusif, perfect, dengan sentuhan etnik, serta desain yang mempribadi.Perkembangan desain aksesoris “FITRO” merupakan perwujudan konkret dari seleramasyarakat.Kata-kata Kunci: dukungan sosial, kerajinan perak, aksesori, model interaksi,kreativitas desain.
PADEPOKAN SENI MANGUN DHARMA DALAM KAJIAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL Eksan, M.
Imajinasi Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tari wayang topeng atau seni drama tari wayang topeng Malangan hingga kinitetap eksis. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas berkesenian dari Padepokan SeniMangun Dharma yang fungsinya sebagai tempat belajar dan mengajarkan kesenian,termasuk bidang seni yang mendukung dalam seni pertunjukkan yang bercirikanMalangan kepada masyarakat di Malang Raya. Untuk kepentingan akademik danpraktis dampaknya organisasi kesenian tersebut penting untuk dikaji. Masalah utamayang akan dikaji di sini adalah bagaimana fungsi sistem, konsep keteraturan dankriteria yang dinilai fungsional. Metode yang diterapkan dalam kajian ini, yaknimetode deskriptif dalam konteks pendekatan fungsionalisme struktural. Hasil kajianmenunjukkan Padepokan Seni Mangun Dharma merupakan fakta sosial yangmemiliki konsep realitas empiris di luar imajinasi seseorang. Dalam hal ini sepertiyang diperankan oleh M. Soleh Adi Pramono yang menciptakan berbagai hubungansosial antara individu-individu secara teratur pada waktu tertentu dalam sistem sosial,sehingga dapat diartikan sebagai struktur sosial yang bersifat tetap dan stabil.Kata kunci : Padepokan Seni Mangun Dharma, FungsionalismeStruktural
ROLAND BARTHES DAN MITHOLOGI Iswidayati, Sri
Imajinasi Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roland Barthes sangat dikenal luas sebagai penulis yang menggunakananalisis semiotik dan pengembang pemikiran pendahulunya seorang bapaksemiologi atau semiotik Ferdinand de Saussure. Tulisan-tulisannyadipublikasikan dalam sebuah majalah di Perancis pada awal pertengahanabad silam memuat berbagai pesan, yang kemudian pesan-pesan itudisebutnya sebagai mitos. Barthes membahas mitos lebih serius danmenuangkannya pada bukunya yang diterbitkan oleh Noondy Press tahun1972 berjudul Mythologies di bagian Myth Today. Dalam konteks mitologilama, mitos bertalian dengan sejarah dan bentukan masyarakat padamasanya, tetapi Barthes memandangnya sebagai bentuk pesan atau tuturanyang harus diyakini kebenarannya walau tidak dapat dibuktikan. BagiBarthes, tuturan mitologis bukan saja berbentuk tuturan oral melainkandapat pula berbentuk tulisan, fotografi, film, laporan ilmiah, olah raga,pertunjukan, bahkan iklan dan lukisan. Di tangan Barthes semiotikdigunakan secara luas dalam banyak bidang sebagai alat untuk berfikirkritis.Kata Kunci: semiotik, mitos, tanda, sistem semiologi.
SENI SEBAGAI FAKTA SOSIAL: SEBUAH PENDEKATAN DENGAN PARADIGMA SOSIOLOGIS -, Wadiyo
Imajinasi Vol 2, No 2 (2006): IMAJINASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni dapat didekati dengan menggunakan berbagai sudut pandang ilmu, salahsatu di antaranya adalah sosiologi. Dalam sosiologi yang menjadi pokok persoalanadalah masyarakatnya bukan seninya. Dengan demikian jika seni tersebut didekatidengan menggunakan disiplin ilmu sosiologi maka yang dipelajari adalah masyarakatyang menggunakan seni tersebut untuk kepentingan apa pun, utamanya kepentinganuntuk memahami masyarakat pengguna seni. Dalam hubungannya dengan fakta sosial,sebenarnya hanya untuk menunjuk pokok persoalan tertentu yang menjadi fokus kajiansosiologi, yakni fakta sosial. Isi fakta sosial adalah struktur sosial dan pranata sosial.Salah satu wujud nyata fakta sosial adalah kehidupan kelompok. Dalam kenyataannya,kehidupan di masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Penggunaan istilahparadigma dalam kajian ini, digunakan untuk menunjuk pokok persoalan apa yangsemestinya dikaji oleh disiplin ilmu tertentu yang dalam hal ini adalah sosiologi.Nyatanya pokok persoalan yang dikaji ilmu sosiologi adalah ganda, di antaranyaadalah fakta sosial ini. Kehidupan seni di masyarakat juga merupakan fakta sosial.Oleh karena itu tidak keliru jika didekati dengan menggunakan pendekatan sosiologi.Kata kunci: fakta sosial, kelompok, struktur sosial, pranata sosial, seni.

Page 1 of 1 | Total Record : 5