cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PERAN PMR (PALANG MERAH REMAJA) DALAM MEMBANGUN GENERASI PANCASILA
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13722

Abstract

The concept of education is developed through the mechanism of the teaching-learning process called school, in which the role of the school as an intermediary link and the media of self-development, intelligence, creative imagination, and the formation of the character or character of the students. Extracurricular activities should not be positioned as a supplement, but rather a part that needs to be considered parallel to the teaching and learning activities in the classroom, because the extracurricular benefits and impact on the behavior and mindset of students, meaning that education outside the classroom has the same weight with the learning process in class. Extracurricular activities that can build the generation of Pancasila is one of them PMR. To know the activity is done through qualitative research method with technique of analysis through stages as follows: (1) Data collection; (2) data reduction; (3) Presentation of data; (4) Withdrawal of Conclusion/ Verification. The development of attitudes in accordance with the values of Pancasila is carried out through extracurricular activities of PMR covering Blood Student Donor activities (DORAS), health care in UKS, World HIV / AIDS Day, raising donations for natural disasters, Social service in the community, training with the KSR at PMI, assisting in the preparation of logistics for natural disasters at PMI. Development of attitude The planting of Pancasila principles in PMR activities is done by Moral Knowing, Moral Feeling and Moral Action. Activities carried out in extracurricular PMR provide valuable experience in real life so that it is
Kearifan Lokal Dalam Tradisi Gebyag Cah Angon
Integralistik Vol 32, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v33i1.26168

Abstract

Setiap tradisi memiliki nilai-nilai kearifan local begitu juga dalam tradisi Gebyag Cah Angon. Tradisi ini ada sebagai ungkapan rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki. Ungkapan ini tentu berbeda antara daerah satu dengan daerah yang lain. Seperti tradisi ngalap berkah, larung laut, gugur gunung, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kearifan local dalam tradisi Gebyak Cah Angon. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Cara memperoleh data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan di Desa Entak Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen pada bulan November 2019. Wawancara dengan informan tetua desa, pemerintah desa, dan masyarakat. Dokumentasi diperoleh dari dokumen desa. Uji keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber.  Teknik analisis data menggunakan model interaktif meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tradisi Gebyag Cah Angon memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang harus dilestarikan yaitu nilai religius, peduli, dan gotong royong.
PENGEMBANGAN METODE TUTOR TEMAN SEBAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PELAJAR
Integralistik Vol 29, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i2.16702

Abstract

PERAN PENDAMPING DESA DALAM MENDORONG PRAKARSA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT MENUJU DESA MANDIRI DI DESA GONOHARJO KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Integralistik Vol 28, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i1.11809

Abstract

Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, merupakan Nawacita ketiga yang salah satu agendanya mengawal implementasi UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, secara sistematis, konsisten dan berkelanjutan dengan fasilitasi, supervisi, dan pendampingan. Rendahnya peranserta masyarakat dan kelembagaan desa dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan desa serta pelestarian hasil-hasil pembangunan menyebabkan masyarakat desa semata-mata diposisikan sebagai objek atau sasaran pembangunan. Alhasil partisipasi yang ada masih sebatas pada output atau pemanfaatan hasil. Secara umum banyak potensi alam di desa yang masih dikelola secara subsisten, sebagai dampak ketidakmampuan penguasaan teknologi, pendidikan masyarakat yang relatif rendah serta kecenderungan sifat penduduk desa yang menerima kondisi apa adanya. Di sinilah peran pendamping menjadi strategis dalam mendorong prakarsa, kesadaran, dan partisipasi masyarakat desa dalam mewujudkan desa mandiri yang mampu bertindak selaku subjek pembangunan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan desa yang dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
PERAN ARENA (FIELD) TERHADAP KAPABILITAS PEREMPUAN ANGGOTA DPRD PROVINSI JAWA TENGAH
Integralistik Vol 29, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i1.14603

Abstract

Tujuan riset ini adalah mengeksplorasi peran arena (field) terhadap kapabilitas perempuan dalam lembaga legislatif di Jawa Tengah dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapabilitas perempuan dalam proses rekrutmen sampai dengan kinerja mereka dalam lembaga legislatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengambilan data; wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan agar dapat terungkap data yang mendalam mengenai pengalaman, perjuangan perempuan dalam proses rekrutmen sampai dengan pelaksanaan tugas, fungsi mereka sebagai legislator perempuan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa regulasi, KPU, partai politik, masyarakat, sistem pemilu dan budaya politik memberi kontribusi terhadap perempuan dalam proses rekrutmen legislatif di Jawa Tengah pada tahun 2014. Kapabilitas perempuan anggota DPRD seringkali baru terbentuk pada saat perempuan sudah menjadi anggota dewan, karena dipengaruhi oleh hal-hal; incumbent atau petahana; dukungan partai politik; program kerja setiap komisi; masyarakat dan peraturan yang mengikat ke dalam dan keluar. Faktor dalam arena (field) yang mempengaruhi kapabilitas perempuan selama proses rekrutmen sampai mereka menjalankan tugas sebagai lembaga legislatif adalah regulasi dan personal background. Peningkatan kapabilitas perempuan anggota DPRD Jawa Tengah, penting dilakukan sepanjang perjalanan waktu. Tidak hanya proses keterwakilan yang diatur dalam regulasi saja, atau tidak hanya kehadiran perempuan saja, namun lebih dari itu, kualitas, kapabilitas perempuan sebagai anggota DPRD Jawa Tengah harus selalu ditingkatkan. Terutama untuk mendorong kepentingan perempuan-perempuan yang mereka wakili dapat tercapai.
Implementasi Pemenuhan HAM Sebagai Upaya Penguatan Positive Peace di Indonesia Siti Maizul Habibah
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.20127

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam adat istiadat maupun budaya. Keanekaragaman ini menumbuhkan nilai-nilai keberagaman yang ada dimasyarakat dimana mereka mempunyai kewajiban dalam menghargai nilai-nilai keberagaman tersebut. Hidup bermasyarakat tidak mungkin terhidar dari konflik. Baik konflik intrapersonal, interpersonal. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan salah satu cara diantaranya dengan cara ang lebih bermartabat yaitu menumbuhkan kesadaran pada warganegara akan pentingnya hidup berdampingan yang bisa kita lakukan melalui pendidikan perdamaian. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya pendidikan perdamaian kepada seluruh bangsa Indonesia baik melalui tingkatan pendidikan maupun pendidikan dan pelatihan diluar pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif dan pengumpulan data secara literatur review yang menghasilkan gagasan tentang upaya penguatan Positive Peace yang sering kali terabaikan. Pertama, perlu dilakukan upaya pencegahan dini konflik sosial. Kedua, pemetaan konflik dapat membantu menggambarkan konflik secara grafis yang berguna untuk melihat secara keseluruhan aktor-aktor konflik dan hubungan-hubungannya. Ketiga, perlu dirumuskan sistem pengawasan secara terus menerus terhadap wilayah-wilayah dan masyarakatnya, yang rawan terjadi konflik.
Peran Narapidana Sebagai Pembangkit Sikap Empati Penghuni Penjara
Integralistik Vol 30, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i2.20873

Abstract

A person's status as a prisoner or prisoner has a new problem for them and their families that they leave, because not all problems can be resolved from outside the prison because the involvement of prisoners in the family is still needed. High demand for the necessities of life increases the inner pressure of the family when interacting with home, school, and other social environments in the form of expressions, awards, and conclusions that are not always true. This study is intended to determine the relationship between crime and the quality of prisoners' empathy from the point of view of compassion towards family members, as well as how prisoners express empathy for families. The method used is qualitative to obtain descriptive analysis data about phenomena, events, social activities, attitudes, beliefs, perceptions, individual thoughts, and groups about the empathy of prisoners. The results obtained are, the prisoner's ability to generate empathy for other prisoners does not depend on age and age, the prisoner's ability to establish communication with good persuasion, being an example for other prisoners, there must be a collection of books or other. Unprinted material on empirical and suggestive matters, and prisons are examples of ways to improve the quality of one's empathy.Status seseorang sebagai tahanan atau narapidana memiliki masalah baru bagi mereka dan keluarga mereka yang mereka tinggalkan, karena tidak semua masalah bisa diselesaikan dari luar penjara karena keterlibatan napi dalam keluarga masih diperlukan. Permintaan yang tinggi akan kebutuhan hidup meningkatkan tekanan batin keluarga ketika berinteraksi dengan rumah, sekolah, dan lingkungan sosial lainnya dalam bentuk ekspresi, penghargaan, dan kesimpulan yang tidak selalu benar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara kejahatan terhadap kualitas sikap empati narapidana dilihat dari sudut pandang kasih sayang terhadap anggota keluarga, serta cara narapidana mengekspresikan empati terhadap keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif untuk memperoleh data analisis deskriptif tentang fenomena, peristiwa, kegiatan sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran individu, dan kelompok tentang sikap empati tahanan. Hasil yang diperoleh adalah, kemampuan napi untuk menghasilkan empati bagi napi lain tidak tergantung pada usia dan usia, kemampuan napi untuk menjalin komunikasi dengan persuasi yang baik, menjadi contoh bagi napi lain, harus ada koleksi buku atau lainnya. materi yang tidak dicetak tentang hal-hal empiris dan sugestif, serta penjara adalah contoh cara meningkatkan kualitas empati seseorang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BATAKO JUMBO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI GLOBALISASI BAGI SISWA KELAS IXF SMP NEGERI 1 SAYUNG SEMESTER GENAP TAHUN 2015/2016
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13736

Abstract

Implementasi kurikulum 2006 meniscayakan pelaksanaan pembelajaran yang mengadopsi prinsip pembelajaran abad 21, yaitu Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation yang dikenal dengan 4C. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016, dengan bukti adanya peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II. Penerapan model pembelajaran Batako Jumbo juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXF SMP Negeri 1 Sayung dalam mempelajari materi globalisasi semester genap tahun 2015/2016. Dampak yang teramati bahwa Pembelajaran Batako Jumbo meningkatkan aktivitas siswa yang semakin bermakna terutama dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, komunikatif, kolaboratif, serta berfikir kritis dan pemecahan masalah.
ANALISIS MODEL PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KARAKTER DI SMA N 1 MALANG
Integralistik Vol 32, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.29973

Abstract

Perkembangan pendidikan abad 21 tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan kemampuan intelektual melainkan juga pada pembangunan karakter. Ketercapaian nilai-nilai pendidikan karakter dalam pendidikan nasional merupakan tanggung jawab bersama dan sebuah cita-cita luhur bangsa. Keterlibatan banyak pihak dalam mendukung keberhasilan tersebut merupakan sebuah kebutuhan. Dalam hal ini, pemerintah sebagai penentu arah kebijakan tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran sekolah dan guru sebagai pelaksana kebijakan di tingkat akar rumput. Guru sebagai tenaga profesional memiliki peran sentral dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis pada penguatan nilai karakter mengingat guru memiliki tugas utama antara lain sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, dan pengarah bagi siswa. Dalam hal ini, guru berperan sebagai role model penguatan nilai karakter di sekolah. Penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah dapat diintegrasikan dalam  beberapa  pendekatan,  salah  satunya  ialah  kegiatan  proses  belajar mengajar  pada  setiap  mata  pelajaran. 
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada Pembelajaran PPKn di Kelas X
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18370

Abstract

Curriculum 2013 aims to create productive, creative, innovative, affective Indonesian people by strengthening the integration of attitude, skill and knowledge. This curriculum points out scientific approach as the implemented approach in education, especially Civic Education learning. The approach is believed as the best way to develop attitude, skill and knowledge of students.  The objective of this study is to find out the implementations, obstacles, and methods to resolve scientific approach’s problem in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan. This study uses qualitative methods. The techniques of collecting data are: observation, interview, and documentation. The validity of study is examined by triangulation technique. The techniques of analyzing data are: reduction, presentation and conclusion. This study shows: (1) the implementations scientific approach in Civic Education learning Class X in SMA Negeri 1 Kradenan which are started from planning, implementation of 6M activities (Observing, Questioning, Experimenting, Associating, Communicating, and Creating ), and scoring. This learning method involves introduction, main activity, and conclusion. (2) the obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning are experienced by Civic Education’  teachers and students. There are some obstacles in every steps of the scientific approach, they are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. (3) teachers implement some methods to overcome obstacles of implementing scientific approach in Civic Education learning. The methods which are implemented in every step are: observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating.