cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKUTURISME PADA SEKOLAH BACKGROUND AGAMA
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13735

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya penanaman nilai – nilai multikulturisme pada sekolah dengan background agama. Penelitian ini berawal dari hasil observasi yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang lebih menitik beratkan golongan agama dalam sistem pengajarannya daripada menggambarkan multikultur yang ada di indonesia maupun disekitarnya. Kemudian yang menjadi dasar hukum dalam mendirikan sekolah dengan background agama atau sosial mengacu pada Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Artikel ilmiah ini menggambarkan bahwa pentingnya menanamkan nilai-nilai multikultural pada sekolah –sekolah dengan background agama karena dianggap minim sekali dalam menghargai dan saling menghormati perbedaan yang ada yang berpeluang besar terjadinya radikalisme di indonesia.
Analisis Partisipasi Penyandang Disabilitas Dalam Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul
Integralistik Vol 32, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.28818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi atau keterlibatan dari penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilakukan terhadap kelompok penyandang disabilitas dan organisasi perangkat daerah di kabupaten Gunungkidul. Kuesioner didistribusikan kepada responden sebagai teknik pengumpulan data, sedangkan teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden dari penyandang disabilitas mengusulkan ketersediaan sarana dan prasana yang dapat diakses oleh para penyandang disabilitas. Selain itu, pemberdayaan ekonomi para penyandang disabilitas juga menjadi usulan yang cukup banyak disebutkan para responden. Lebih lanjut, hasil penelitian memberikan implikasi bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatkan keterlibatan dari para penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal tersebut diperlukan karena keterlibatan para penyandang disabilitas masih belum efektif untuk mengakomodasi kebutuhan mereka.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS FLASH PADA MATA PELAJARAN PPKn SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA SEMARANG
Integralistik Vol 29, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i2.17950

Abstract

STRATEGI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN NELAYAN (Studi Kampung Nelayan Di Desa Widuri Dan Tanjung Sari Kabupaten Pemalang)
Integralistik Vol 28, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i1.11815

Abstract

Nelayan sebagai salah satu komponen masyarakat memiliki kontribusi yang penting bagi bangsa dan negara. Kehidupan pesisir pantai menjadi ujung tombak masuknya transaksi ekonomi dan perdagangan. Peran penting dari kehidupan masyarakat di pesisir pantai menimbulkan dampak negatif dan positif. Dampak positifnya menjadikan negara Indonesia memiliki kegiatan ekonomi yang baik.  Dampak negatifnya adalah kemungkinan pesisir pantai dimanfaatkan sebagai sasaran perdagangan narkoba.  Solusi atas permasalahan tersebut yaitu melalui penanaman sikap dan pengetahuan tentang bahaya narkoba serta upaya pencegahannya dengan menciptakan kampung nelayan yang tanggap akan bahaya narkoba. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu dengan mereduksi data, menyusun hasil reduksi sehingga data dapat disajikan,  dan yang terakhir yaitu menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan (1) pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan nelayan dilakukan dengan dua strategi, yaitu preventif dan represif. Untuk strategi preventif antara lain: memberikan sosialisasi; talk show dan pengajian. Sedangkan untuk strategi represif meliputi melaporkan kasus penyalahguanan narkoba kepada pihak kepolisian;  melakukan inspeksi mendadak (sidak); melakukan tes urine, (2) Kendala dalam pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotiba, antara lain: Terbatasnya anggaran menyebabkan fasilitas, sarana dan prasarana Pemerintahan yang masih belum optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok aparatur negara, belum efektifnya pelaksanaan sistem manajemen, belum optimalnya kinerja BNK Pemalang, masih lemahnya pengawasan dan kurang optimalnya koordinasi pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), minimnya pengetahuan tentang narkoba di lingkungan masyarakat. Adanya sebagian masyarakat kurang perduli terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba karena mereka beranggapan yang memakai dan pengedar Narkoba bukan keluarga mereka sendiri.
PROBLEMATIKA PARTISIPASI POLITIK PILKADA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013
Integralistik Vol 29, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i2.16697

Abstract

Upaya Meningkatkan Pemahaman Epistemologis Pancasila di Perguruan Tinggi Danang Prasetyo; Hastangka Hastangka
Integralistik Vol 31, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.25734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi dan pemetaan mahasiswa dalam memahami Pancasila. Fokus perhatian dalam kajian dan penelitian ini diarahkan pada pemikiran dan pandangan mahasiswa melalui studi kasus pada mahasiswa di mata kuliah Pendidikan Pancasila. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang Pancasila memiliki dasar-dasar epistemologis yang benar setelah mengalami proses pembiasaan membaca sumber bacaan berupa buku bahan ajar, buku teks, jurnal, penelitian ilmiah, dan artikel media massa tentang Pancasila. Setelah mahasiswa melalukan pencarian informasi, proses perkuliahan dilaksankan dengan model pembelajaran roleplay untuk mensimulasikan proses pengusulan, perumusan, dan pengesahan Pancasila sebagai dasar negara. Pada akhir perkuliahan, mahasiswa diminta menguraikan tentang makna dan pengertian Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia dengan menggunakan gaya bahasanya sendiri. Hasil proses pembelajaran ini dapat mendorong mahasiswa mampu berfikir secara tepat dalam memaknai dan memahami arti penting Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa. Upaya meningkatkan pemahaman tentang Pancasila menjadi penting bagi mahasiswa sebagai proses pembentukan karakter bangsa. 
Respon Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Hukum Indonesia UNESA Emmilia Rusdiana; Arianto Nugroho
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.21834

Abstract

Proses pembelajaran sebaiknya sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sudah disusun dosen di awal perkuliahan, tetapi dosen terkadang mengalami beberapa hambatan sehingga perkuliahan tidak berjalan dengan baik. Perkuliahan dilakukan 15x tatap muka dengan pertemuan ke 8 adalah UTS dan pertemuan ke 16 adalah UAS, dan dosen harus kesulitan mengganti waktu perkuliahan untiuk memenuhi 15 tatap muka. Beberapa tahun ini, Unesa menyediakan fasilitas daring  sebanyak 4x. Fasilitas perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan bagian penting dalam pembelajaran saat ini, karena perkuliahan daring bisa menggantikan pembelajaran tatap muka saat dosen berhalangan hadir, sehingga hal ini menjadi alasan pengembangan perkuliahan secara daring. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan perguruan tinggi terhadap tantangan digital dan respon mahasiswa adanya kegiatan perkuliahan daring. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan angket dan dilanjutkan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan perkuliahan dengan daring pada mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia (PHI) dengan menggunakan bahan ajar yang praktis dan mudah dipahami oleh mahasiswa S1 Hukum melalui beberapa tahap mulai dari pemetaan, pelaksanaan pembuatan media daring, pelaksanaan perkuliahan secara daring dan evaluasi yang dilakukan melalui tugas. Pelaksanaan  kuliah daring memerlukan evaluasi persiapan perguruan tinggi juga memerlukan evaluasi dari mahasiswa.  Hasil penelitian dan pembahasan  menunjukkan bahwa Interaksi mahasiswa dengan dosen melalui pembelajaran daring PHI memerlukan dukungan dari perguruan tinggi dan dosen, dukungan perguruan tinggi dalam menyediakan sarana dan prasarana dan dosen menyiapkan materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran daring tersebut diberikan Sementara mahasiswa telah mennunjukkan motivasi yang cenderung meningkat  sebab mahasiswa memerlukan variasi tersendiri yang berbeda dengan perkuliahan tatap muka,   dan mereka  lebih menyukai  pembelajaran daring sebagai variasi cara mengembangkan  dan penyampaian materi. Kata kunci : respon mahasiswa, Pengantar Hukum Indonesia, perkuliahan daring
PENGEMBANGAN CIVIC INTELLEGENCE BERBASIS KEGIATAN EKSTRA KURIKULER DI SEKOLAH DASAR
Integralistik Vol 29, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i1.14583

Abstract

Sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyyah di kecamatan Gunungpati yang dijadikan sasaran penelitian telah melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler yang cukup memadai. Artinya, bahwa semua sekolah yang diteliti melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler rata-rata empat sampai 5 jenis kegiatan ekstra kurikuler. Sekolah yang melaksanakan empat jenis kegiatan ekstra kurikuler sebanyak 70%, sedangkan yang 30% melaksanakan 5 jenis kegiatan ekstra kurikuler. Temuan penelitian menunjukkan betapa profil kecerdasan kewarganegaraan pada siswa sekolah dasar di kecamatan Gunungpati masih rendah. Pada tujuh aspek dari kecerdasan kewarganegaraan ini semuanya rendah kecuali aspek civic knowledge yang berada pada kategori sedang. Rendahnya kecerdasan kewarganegaraan siswa SD ini terkait dengan sistem pembinaannya di sekolah. Tanggung jawab pembinaan ini tidak hanya berada pada tataran kegiatan kurikuler di kelas saja melalui mata pelajaran terkait (Pendidikan Kewarganegaraan), tetapi juga melalui kegiatan ekstra kurikuler di luar jam pelajaran. Hal ini disebabkan kecerdasan kewaarganegaraan merupakan bagian dari keterampilan lunak (soft skills) yang harus dimiliki oleh para peserta didik khususnya di sekolah dasar. Sesuai dengan tatarannya, pembinaan softskills ini lebih merupakan domain kegitan ekstra kurikuler. Kemudian, model pengembangan civic intellegence berbasiskan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah dasar dapat dilakukan dengan metode atau cara yang demokratis, upaya pencarian bersama, aktivitas bersama, keteladanan, pengalaman langsung, live in serta melakukan klarifikasi nilai. Pada prinsipnya semua metode ini melibatkan seluruh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta kecerdasan sosial. Untuk itu, pemahaman konsep, pengenalan konteks, reaksi dan aksi menjadi bagian penting dari seluruh metode pengembangan civic intellegence berbasiskan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan akan dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan pendidikan, terutama dalam melakukan upaya pengembangan civic intellegence di sekolah dasar, sebagai titik tolak upaya membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik (good citizenship). Hasil penelitian juga akan memberikan kontribusi bagi sekolah dasar dalam upaya memperbaiki kegiatan ekstra kurikuler, agar lebih terarah pada pengembangan civic intellegence, melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan. 
Menguatkan Karakter Ecology Citizenship Masyarakat Melalui Aktivitas Ecotourism
Integralistik Vol 32, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.30353

Abstract

Tulisan ini mengguanakn pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Tujuan paparan dari tulisan ini adalah menemukan bukti-bukti pembentukan dan penguatan karakter kewarganegaraan ekologis masyarakat melalui aktivitas ekowisata (baik pengelola maupun wisatawan). Aktivitas ini menjadi bukti konsep kewarganegaraan ekologis dapat dilakukan melalui pendidikan non-formal berbasis kemasyarakatan. Hasil penelitian yang dipaparkan dalam tulisan ini menjelaskan bahwa aktivitas ekowisata yang dilakukan oleh pengelola objek wisata alam dengan menerapkan konsep eco-friendly activites  dan edu-ecotourism yang tidak merusak ekosistem lingkungan, menjaga kelestarian flora, dan fauna yang ada menjadi bukti karakter kewarganegaraan ekologis terbentuk dalam masyarakat. Begitu juga dengan wisatawan, dengan menjaga kelestarian lingkungan saat melakukan ativitas wisata, toleran terhadap budaya masyarakat yang beragam menjadi bukti memiliki karakter kewarganegaraan ekologis. Selain itu ada peran nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menjadi pedoman tata laku dalam melaksanakan aktivitas ekowisata.
Analisa Terhadap Pengetahuan Remaja Dalam Mengenakan Helm SNI Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 (Di Lingkungan Universitas Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang)
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18375

Abstract

Perlu kita ketahui dan sadari bahwa Helm digunakan untuk melindungi kepala bila terjadi kecelakaan lalu-lintas kepada para pengguna sepeda motor. Telah  diatur dan diwajibkan oleh pemerintahan Indonesia bahwa helm merupakan syarat mutlak untuk dipakai seta di anjurkan bagi siapapun pengguna sepeda motor yang akan berpergian kemanapun dan dimanapun. Melihat perkembangan masyarakat Indonesia saat ini sering kita temui dan jumpai, kebanyakan warga di Indonesia, khususnya para anak muda, pelajar atau mahasiswa masih enggan dan tidak mau memakai helm, dan beberapapun diantaranya juga masih asal-asalan menggunakan helm karena merk atau mengikuti tren dan gaya masa kini. Padahal jika kita lihat dan ketahui baik untuk keselamatan maupun keamanan berkendara, helm sangat berfungsi dan berpengaruh sekali sebagai pelindung atau pengaman dalam berkendara. Untuk itulah kita harus sadari penuh, apakah helm-helm tersebut atau yang kita gunakan selama ini sudah sesuai peraturan yang telah ditetapkan mengenai  kewajiban menggunakan helm standar nasional Indonesia bagi pengendara sepeda motor yang diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 dan sesuai ketentuan Pasal 3 huruf  b Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/M-IND/PER/6/2008 Tahun 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) termasuk helm pengendara kendaraan bermotor roda dua secara wajib. Sebagai pengguna sepeda motor khususnya para anak muda (remaja) yaitu pelajar dan mahasiswa di lingkungan Universitas Ngudi Waluyo kabupaten Semarang yang sering kita jumpai atau temukan dalam berkendara, perlu kita berikan pengetahuan yang lebih mendalam agar mengetahui serta mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah tentang kewajiban menggunakan helm ber standar SNI agar penggunaan dalam berkendara dapat dijadikan pelindung atau mengantisipasi cidera yang parah saat terjadi kecelakaan lalu lintas.