cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INTEGRALISTIK
ISSN : 08537208     EISSN : 25495011     DOI : -
Core Subject :
Integralistik is a peer reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The Integralistik is a academic journal that centered in citizenship studies i.e. civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE INVESTIGATION GROUP BAGI SISWA KELAS X. IPS 1 SMA NEGERI 1 GOMBONG
Integralistik Vol 29, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i1.14582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui metode Cooperative Learning tipe Group Investigation dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat: (1) meningkatkan aktifitas belajar siswa; menciptakan kondisi belajar yang interaktif dan dinamis; (3) menciptakan kebermaknaan belajar siswa, sehingga (4) meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2018, dengan subjek penelitian siswa Kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Gombong. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Untuk mengetahui ketepatan dan kesahihan instrumen dilakukan uji validitas content. Analisis data berupa deskriptif komparatif, dengan membandingkan proses belajar dan hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II. Berdasarkan penelitian ini, bahwa dengan penggunaan metode Cooperative Learning tipe Group Investigation dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan telah menunjukkan proses dan hasil yang meningkat, yaitu : (1) dari perbandingan kondisi awal, siklus I dan siklus II diperoleh fakta adanya peningkatan keaktifan siswa dari kondisi awal 29,41 % siswa aktif, siklus I 47,06 % siswa aktif dan pada siklus II meningkat menjadi 88,24 % siswa aktif ; (2) dari pengamatan terhadap hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan rata-rata hasil belajar. Pada kondisi awal rata-rata nilai hasil belajar mencapai 68,79, dan pada siklus I mencapai 76,82 sedangkan pada siklus II mencapai 86,06; (3) dari pengamatan terhadap hasil belajar pada kondisi awal, siklus I dan siklus II, diperoleh fakta adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa. Pada kondisi awal ketuntasan belajar siswa mencapai 9 siswa atau sekitar 26,47 %, dan pada siklus I mencapai 18 siswa atau sekitar 52,94 % sedangkan pada siklus II mencapai 33 siswa atau sekitar 97,05 %.
Pembentukan Karakter Berbasis Keteladanan Pada Murid Kelas V SD Islam Athirah 2 Makassar
Integralistik Vol 32, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.30319

Abstract

Pendidikan karakter yang kian merosot, hal tesebut dapat terlihat dari banyaknya penyimpangan seperti tindak korupsi, perusakan lingkungan hidup, tindak kriminal,  perilaku melanggar aturan, ditambah rendahnya disiplin waktu dan perilaku tidak bertanggungjawab. Sehingga, pembentukan karakter berbasis keteladanan menjadi penting  untuk dilaksanakan khususnya pada murid, sebagai dasar membangun peradaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembentukan karakter berbasis keteladanan pada murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pemaparan temuan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi partisipant, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan karakter berbasis keteladanan pada murid kelas V SD Islam Athirah 2 Makassar terbagi menjadi dua, yaitu : Keteladanan secara sengaja, yang terdiri dari: disiplin hadir tepat waktu, bertanggungjawab, peduli lingkungan dengan dan peduli sosial. Keteladanan secara tidak sengaja, yang terdiri dari: keteladanan guru mengaplikasikan teknologi pembelajaran mutakhir, sopan dan santun. 
Telaah Muatan Karakter Pembelajaran IPS Berbasis Kelas di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang
Integralistik Vol 30, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i1.18374

Abstract

Implementasi pendidikan karakter menjadi suatu keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan siswa cerdas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun, sehingga keberadaannya menjadi bermakna baik bagi dirinya maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pendidikan karakter berbasis kelas dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Batang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari informan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan analisis interaktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling guna memilih partisipan terkait pengalaman yang diteliti sesuai dengan implementasi karakter dalam pembelajaran IPS. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kelas ditunjukkan melalui pencantuman nilai karakter di dalam kurikulum, manajemen kelas, metode pembelajaran, serta pada gerakan literasi. Terlihat bahwa siswa memiliki nilai karakter yang ada dalam struktur kurikulum melalui proses modelling yang ditiru saat proses pembelajaran. Penelitian ini berkesimpulan bahwa teori kognitif sosial dengan proses modelling berdampak baik terhadap karakter seorang siswa, karena dapat menumbuhkan contoh karakter yang baik juga untuk siswa lainnya.
MODEL INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA OLEH GURU PPKN JENJANG SMP DI KOTA SEMARANG
Integralistik Vol 28, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i2.13721

Abstract

Materi PPKn didalamnya memuat nilai-nilai Pancasila. Berbagai informasi akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan bersama. Salah satu cara melestarikan ideologi Pancasila adalah melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila. Situasi nasional dan global yang berkembang sangat cepat perlu disiasati oleh guru PPKn. Salah satu materi di SMP kelas VIII adalah mengenai pembelajaran Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengetahui model internalisasi pembelajaran nilai-nilai Pancasila dan implementasinya di sekolah serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Pancasila. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran nilai-nilai Pancasila jenjang SMP di Kota Semarang menggunakan berbagai model yang bervariasi dalam setiap pembelajarannya, seperti model ceramah, diskusi, problem solving, jigsaw, audio visual, studi kasus, dan bermain peran. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran materi Pancasila di sekolah adalah keterbatasan waktu, jadwal mengajar siang, minat belajar peserta didik, dan keadaan variatif peserta didik pada saat pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh guru PPKn untuk mengatasi kendala tersebut adalah mempersiapkan sejak awal model pembelajaran jauh hari sebelum masuk ke kelas, mempersiapkan diri mengajar jam siang, memanfaatkan waktu mengajar seoptimal mungkin, kondisioning peserta didik, memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi yang terbaru, pendekatan komunikatif dengan peserta didik, menciptkan suasana kelas yang kondusif, dan memberikan keteladanan kepada warga sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Sirri’ Na Pacce melalui Strategi Inkuiri pada Pembelajaran PPKn SMA
Integralistik Vol 32, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v33i1.26956

Abstract

Pendidikan karakter merupakan isu urgen yang harus terintegrasi dalam setiap kegiatan pembelajaran terutama pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn). Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Sirri’ Na Pacce melalui Strategi Inkuiri Pada Pembelajaran PPKn SMA. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RD) dengan model ADDIE dan akan dilaksanakan di dua (2) sekolah yakni SMAN 2 Gowa dan SMAN 4 Takalar yang dipilih secara purposive dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara berkesinambungan guna mengetahui realitas proses pembelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi nilai-nilai karakter Sirri’ Na Pacce melalui strategi Inkuiri pada pembelajaran PPKn di SMA dilakukan melalui lima tahapan yakni; Tahap Orientasi, Tahap Merumuskan Masalah, Tahap Merumuskan Hipotesis, Tahap Mengumpulkan Data, Tahap Menguji Hipotesis, Tahap Merumuskan kesimpulan. Pada tahapan awal guru mengarahkan siswa berpikir pemecahan masalah yang berkaitan dengan pelanggaran nilai-nilai Sirri Na Pacce dan kemudian membimbing siswa untuk mengikuti tahapan tersebut. Pada akhir tahapan guru menyimpulkan bersama siswa agar tidak terjadi perbedaan penafsiran nilai. Adapun nilai-nilai Sirri’ Na Pacce yang di internalisasikan adalah Harga diri, Malu, Teguh Pendirian, Tepat Janji, Setia, Jujur.
MODEL IMPLEMENTASI MANAJEMEN KERJASAMA UNTUK MENCEGAH DAN MEMINIMALISIR PERKELAIHAN ANTAR PELAJAR DI KECAMATAN PARUNG - KABUPATEN BOGOR
Integralistik Vol 29, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i2.16701

Abstract

MEMBANGUN KECERDASAN BERDEMOKRASI BAGI MASYARAKAT SEBAGAI LABORATORIUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN)
Integralistik Vol 28, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v28i1.11806

Abstract

Periode tahun 1998 bangsa Indonesia benar-benar telah menganut sistem pemerintahan berasaskan kepada demokrasi yang berarti “rakyat berkuasa” (government or rule by the people). Namun kenyatannya, sebagian masyarakat awam khususnya di daerah masih belum tahu apa itu demokrasi meskipun mata pelajaran PKn termasuk pelajaran umum. Hal ini salah satunya disebabkan karena sampai saat ini mata pelajaran PKn tidak diujikan dalam Ujian Nasional. Padahal sudah ada UU tentang Pendidikan Kewarganegaraan yang mengarah pada berbagai dokumen resmi kenegaraan seperti pasal 37 UU  No. 20 tahun 2003, pasal 9 UU No. 3 thn 2003, Permen Diknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, SK Dirjen Dikti No. 43/ Dikti/ Kep/ 2006. Naskah akademik rancangan UU tentang PKn yang disiapkan oleh Direktorat Jenderal Potensi Departemen Pertahanan dapat diketahui beberapa arah dan kebijakan PKn di Indonesia di masa depan. Demokrasi Pancasila merupakan perwujudan dan pelaksanaan prinsip-prinsip berdasarkan UUD 1945 yang meliputi 10 pilar demokrasi. Karena kejenuhan terhadap pemerintahan yang totaliter, semi diktator militer menjadi alasan demokratitasi harus terus dilaksanakan untuk menuju masyarakat madani (civil society) untuk menhadapi semua itu maka demokrasi ditegakkan dengan cara masyarakatnya harus ada sikap menerima dan menghargai perbedaan dan tahu akan hak dan kewajibannya dengan cara mengikuti penerangan melalui sosialisasi yang dikerjakan oleh aparat pemerintah setempat bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat.
PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN WALIKOTA SEMARANG DI KOTA SEMARANG
Integralistik Vol 29, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v29i1.14602

Abstract

Partisipasi politik memiliki peran penting dalam proses pemilihan umum baik pemilu legislatif, pemilu presiden, maupun pemilu kepala daerah. Tahun 2015 Kota Semarang menyelenggarakan Pemilukada untuk memilih walikota. Jenis pemilih yang perlu diperhatikan tingkat partisipasi politik pemilihnya adalah bagi para pemilih pemula. Kurangnya kesadaran berpolitik atau rendahnya pendidikan politik bagi para pemilih pemula dikhawatirkan akan menurunkan tingkat partisipasi politik pada pemilukada di Kota Semarang. Mengingat pentingnya partisipasi politik pemula dalam pemilukada maupun pada pemilihan presiden pada tahun 2019, maka perlu dilakukan kajian penelitian tentang Partisipasi Politik Pemilih Pemula pada Pemilihan Walikota Semarang di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula menjelang Pemilihan Walikota Semarang di Kota Semarang, mengetahui peran partai politik, KPU, maupun perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula, mengetahui kesiapan para pemilih pemula dalam menggunakan hak pilih pada pemilihan walikota Semarang di Kota Semarang. Penelitian dirancang dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data dan fakta penelitian tentang partisipasi politik pemilih pemula pada pemilihan walikota Semarang pada tahun 2015 di Kota Semarang. Sasaran penelitian ini adalah para pemilih pemula yang telah menggunakan hak pilih yang pertama kali pada pemilihan Walikota Semarang, adapun sampel penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang merupakan pemilih pemula di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukan pemilih pemula belum memiliki kesiapan yang maksimal dalam menentukan pilihan dan tidak ada persiapan yang khusus, faktor-faktor yang mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihan dipengaruhi oleh visi dan misi ketika terpilih, latar belakang calon (tingkat pendidikan, agama), faktor sosial atau kedekatan calon dengan masyarakat , kinerja calon baik pada saat menjadi walikota sebelumnya (bagi calon incumbent), dan kinerja pada pekerjaannya, Track record calon, faktor karakter (jujur, amanah, merakyat, dan tidak pernah terkena kasus hukum).
Penggunaan Model Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran PPKn di MTsN 3 Ponorogo Sri - Harmanti; Sulton - -; Ambiro Puji Asmaroini
Integralistik Vol 31, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v31i1.22067

Abstract

Pengaruh Media Massa Terhadap Kesadaran Berpolitik Siswa di SMK Negeri 1 Cianjur
Integralistik Vol 30, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v30i2.20872

Abstract

This research is motivated to find out the influence of mass media on students' political awareness. The role of mass media in the era of globalization provides a very large role in providing information to students, especially as a voter beginner or 17 years old. Through the media, information about politics is widely spread quickly and widely. The role of PPKn teachers in dealing with the influence of the mass media is the existence of political education provided to students in PPKn subjects. The results showed that at SMK Negeri 1 Cianjur the influence of the mass media on political awareness of students was very large. Technology has a very important role in this case social media, print media and electronic media which contains a lot of information and the role of PPKn teachers as educators in providing understanding to students so that they use mass media more wisely and aim so that the knowledge obtained can be used in community environment, in order to increase student participation, especially in any political activities. Thus, the influence of mass media can significantly increase political awareness (political awareness) of students and be democratic (democratic attitude).Penelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa. Peran media massa di era globalisasi memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada siswa khususnya sebagai pemilih pemula atau berusia 17 tahun. Melalui media, informasi mengenai politik banyak tersebar secara cepat dan meluas. Peran guru PPKn dalam menghadapi pengaruh media massa yaitu dengan adanya pendidikan politik yang diberikan kepada siswa dalam mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Cianjur pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa sangat besar. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini media sosial, media cetak dan media elektronik yang di dalamnya banyak memuat informasi dan peran guru PPKn sebagai pendidik dalam memberikan pemahaman kepada siswa sehingga memanfaatkan media massa dengan lebih bijaksana dan bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dalam lingkungan masyarakat, guna meningkatkan partisipasi siswa khususnya dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. Dengan demikian, pengaruh media massa secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran berpolitik (political awareness) siswa dan bersikap demokratis (democratic attitude).This research is motivated to find out the influence of mass media on students' political awareness. The role of mass media in the era of globalization provides a very large role in providing information to students, especially as a voter beginner or 17 years old. Through the media, information about politics is widely spread quickly and widely. The role of PPKn teachers in dealing with the influence of the mass media is the existence of political education provided to students in PPKn subjects. The results showed that at SMK Negeri 1 Cianjur the influence of the mass media on political awareness of students was very large. Technology has a very important role in this case social media, print media and electronic media which contains a lot of information and the role of PPKn teachers as educators in providing understanding to students so that they use mass media more wisely and aim so that the knowledge obtained can be used in community environment, in order to increase student participation, especially in any political activities. Thus, the influence of mass media can significantly increase political awareness (political awareness) of students and be democratic (democratic attitude). AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa. Peran media massa di era globalisasi memberikan peran yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada siswa khususnya sebagai pemilih pemula atau berusia 17 tahun. Melalui media, informasi mengenai politik banyak tersebar secara cepat dan meluas. Peran guru PPKn dalam menghadapi pengaruh media massa yaitu dengan adanya pendidikan politik yang diberikan kepada siswa dalam mata pelajaran PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMK Negeri 1 Cianjur pengaruh media massa terhadap kesadaran berpolitik siswa sangat besar. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini media sosial, media cetak dan media elektronik yang di dalamnya banyak memuat informasi dan peran guru PPKn sebagai pendidik dalam memberikan pemahaman kepada siswa sehingga memanfaatkan media massa dengan lebih bijaksana dan bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dalam lingkungan masyarakat, guna meningkatkan partisipasi siswa khususnya dalam setiap kegiatan-kegiatan politik. Dengan demikian, pengaruh media massa secara signifikan dapat meningkatkan kesadaran berpolitik (political awareness) siswa dan bersikap demokratis (democratic attitude)

Page 11 of 19 | Total Record : 183