cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
PENERAPAN FLIPPED CLASSROOM PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING BELAJAR MAHASISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i2.10609

Abstract

Pembelajaran yang berorientasi pada mahasiswa sering terhalangi dengan alokasi waktu perkuliahan yang diberikan, namun tujuan dalam struktur perkuliahan mata kuliah Kimia Dasar tetap harus diselesaikan. Hal ini membuat dosen sebagai pendidik memikirkan metode pengajaran yang sesuai. Salah satu metode pengajaran yang dapat digunakan adalah flipped classroom, dimana pembelajaran dalam menggali dan memahami pengajaran dilakukan di luar kelas dan kegiatan interaktif dilakukan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan flipped classroom dalam meningkatkan self-regulated learning mahasiswa pada mata kuliah Kimia Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner SRL mahasiswa yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai data n-gain SRL pada kelas eksperimen -0,17 lebih tinggi daripada kelas kontrolyakni -0,19 namun nilai n-gain pada kedua kelas berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis perbedaan dua rata-rata data n-gain SRL dapat disimpulkan bahwa penerapan flipped classroom memberikan peningkatan self-regulated learning mahasiswa pada mata kuliah Kimia Dasar di kelas eksperimen, namun belum memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan data statistika inferensia menggunakan Mann-Whitney U Test dengan nilai signifikansi 0,2620,05 (a).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DENGAN PENDEKATAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i2.4419

Abstract

This research aimed to determine the effect of Problem Based Instruction learning model with Predict-Observe-Explain approach on chemistry learning outcomes. The population is XI grader Sciences of Senior High School in Brebes for academic year 2011/2012. Initial data analysis showed that the population are normally distributed and homogeneous, so the sampling technique which used is cluster random sampling. From this sampling, XI Science-5 used as a control class (Problem Based Instruction learning model without Predict-Observe-Explain approach) and XI Science-1 as an experiment class (Problem Based Instruction with Predict Observe Explain approach). Final data analysis showed that learning outcomes for both classes are normally distributed and have equal variances. In the correlation test, obtained 0.433 of r b value, which showed a middle correlation, so Problem Based Instruction with Predict-ObserveExplain approach has middle effect on chemistry learning outcomes in solubility and solubility product. This learning contributes to student learning outcomes is 19%. The average value of affective and psychomotor in experimental class is better than the control class. Based on this  research, we can conclude that Problem Based Instruction with Predict-Observe-Explain approach has a positive effect on chemistry learning product in Senior High School students.Key Words: Problem Based Instruction Learning 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i2.1279

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 5 Semarang pada mata pelajaran Kimia dengan objek penelitian siswa kelas X. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memaksimalkan implementasi KTSP khususnya pada mata pelajaran kimia di kelas X. Model pembelajaran kooperatif STAD dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refl eksi yang dilakukan oleh tim peneliti. Tim peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refl eksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat  pembelajaran  berbasis  pembelajaran  kooperatif STAD  yang  terdiri  dari  LKS, soal-soal kuis, lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran kooperatif STAD terdiri dari 4 tahap utama yaitu: penyajian materi oleh guru, siswa belajar didalam tim yang terdiri 4-5 siswa, pemberian kuis dan penghargaan tim berdasarkan hasil penilaian kuis. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 3 siklus selama 8 minggu dengan 6 kali pemberian kuis dan 1 (satu) kali tes akhir. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi kuis menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifi tas belajar siswa yang positif di kelas dari minggu ke minggu selama siklus penelitian berlangsung. Aktifi tas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh tim peneliti sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refl eksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat  disimpulkan  bahwa  penerapan model  pembelajaran  kooperatif STAD  di  kelas X SMAN 5 Semarang mampu memaksimalkan implementasi KTSP pada mata pelajaran Kimia yang ditunjukkan oleh aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik selama pembelajaran berlangsung. Kata Kunci: kooperatif STAD, KTSP
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE MAKE-A-MATCH DENGAN MEDIA EVIDENCE CARD TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM-BASA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2012): January 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v6i1.6523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model cooperative learning type make-a-match dengan media evidence card terhadap hasil belajar kimia materi larutan asam-basa. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh dengan XIA1 sebagai kelas kontrol dan XIA2 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan uji t dua pihak dihasilkan thitung(4,0293) t1abe1(1,9925) yang berarti ada perbedaan yang signifikan, sedangkan uji t satu pihak kanan thitun9(4,0293)t1abe1(1,9925) yang berarti rata-rata hasil belajar kognitif kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. N-gain kelas eksperimen (0,71) lebih baik daripada kelas kontrol (0,52). Hal ini menunjukkan bahwa penggunakan model Coperative Learning type make-a-match dengan media evidence card mempengaruhi hasil belajar kimia materi larutan asam-basa sebesar 28,99% sehingga guru hendaknya berupaya menerapkan model pembelajaran ini pada materi lain.The study was aimed to determine the effect of the use of cooperative learning model of type make-a-card match with the evidence card media on chemistry learning outcomes of acid-base solution. The population was students of Science class XI. Sampling was performed by saturated sampling with XIA 1 as the control and XIA2 as the experiment class. The two sides t test produced tcount (4.0293) Trable (1.9925) which means there was a significant difference, while the one right side t test produced tcount (4.0293) T Table (1.9925), which means that the average cognitive learning outcome of the experimental class was better than that of the control class. N-gain of the experimental class (0.71) was better than that of the control class (0.52). This showed that the use of this model affected the learning outcomes of acid-base solution of 28.99%, so teachers should try to apply this learning model on another matter.
PENGARUH MEDIA PERMAINAN TRUTH AND DARE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA DENGAN VISI SETS
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v2i1.1223

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mediapermainan Truth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar kimia siswayang diberi media permainan Truth and Dare dengan siswa yang tidak diberi media permainanTruth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS. Metode dokumentasi, observasi, dantes digunakan untuk mengumpulkan data. Uji kesamaan dua varians menunjukkan bahwavarians data hasil belajar kedua kelompok eksperimen tidak berbeda. Pada uji perbedaanrata-rata hasil belajar diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar kelompokeksperimen I lebih baik dari kelompok eksperimen II. Pada uji ketuntasan belajar klasikal,persentase siswa kelompok eksperimen I yang telah mencapai ketuntasan belajar lebihbesar dibandingkan dengan kelompok eksperimen II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwamedia permainan Truth and Dare dalam pembelajaran bervisi SETS berkontribusi sebesar30% terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar kimia siswa yang diberi media permainanTruth and Dare lebih baik daripada hasil belajar siswa yang tidak diberi media permainanTruth and Dare. Dengan demikian, media permainan Truth and Dare maupun pembelajaranbervisi SETS dapat menjadi alternatif dalam pencapaian hasil belajar kimia yang lebih baik.Kata Kunci: media Truth and Dare, hasil belajar, pembelajaran bervisi SETS
PENERAPAN MODEL LEARNING START WITH A QUESTION BERPENDEKATAN ICARE PADA HASIL BELAJAR
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v9i2.4820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besar kontribusi pengaruh model learning start with a question berpendekatan ICARE pada hasil belajar. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA5 sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data adalah tes, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil postes menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata sebesar 81,53, sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 77,60. Hasil uji pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi biserial 0,4407 dan koefisien determinasi 19,42 %. Nilai afektif, nilai psikomotorik, dan nilai angket dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik dari hasil belajar afektif dan psikomotorik kelas kontrol. Penerapan model learning start with a question berpendekatan ICARE memperoleh respon setuju dari siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model learning start with a question berpendekatan ICARE berpengaruh positif pada hasil belajar dan besarnya kontribusi pengaruh 19,42 %. This research aims to determine the influence and contribution value of learning start with a question model based ICARE approach on learning outcomes. Study design is posttest only control design. Sampling technique is used cluster random sampling. Class of XI IPA 4 as the control group and XI IPA 5 as the experiment group. Data collection methods are test, observation, documentation, and questionnaires. Posttest result showed that the average value in experiment group was 81,53 while the average value in control group was 77,60. Result of affecting among variable test show that biserial correlation coefficient value was 0,4407 and determination coefficient was 19,42 %. Affective value, psycomotoric value, and questionnaires value were analyzed by descriptive method. Result of descriptive analysis show that experiment group of affective and psycomotoric learning outcomes had better than control. Implementation of learning start with a question model based on ICARE approach get agreement from students. The research results concluded that the learning start with a question model based on ICARE approach get positive influence to learning outcome and contribution value was 19,42 %.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY MELALUI KEGIATAN PRAKTIKUM PADA MATERI STOIKIOMETRI LARUTAN
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i1.9712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran guided discovery  melalui kegiatan praktikum terhadap hasil belajar kimia. Desain yang digunakan adalah postest-only control group design. Pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran guided discovery  melalui kegiatan praktikum dan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah dan diskusi melalui kegiatan praktikum. Pengumpulan data menggunakan tes, angket, dan observasi. Analisis data menggunakan statistik parametrik, karena data berdistribusi normal. Uji t digunakan untuk menentukan perbedaan rata-rata data hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar aspek kognitif kelompok eksperimen memiliki rata-rata 83,20 dan kelompok kontrol memiliki rata-rata 75,52. Pada uji pengaruh antar variabel diperoleh harga rb sebesar 0,57 maka penerapan model pembelajaran guided discovery melalui kegiatan praktikum mempunyai pengaruh sedang terhadap hasil belajar kognitif siswa. Besarnya pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap hasil belajar kognitif siswa adalah 32,85%. Analisis deskriptif untuk data hasil belajar afektif dan psikomotorik menunjukkan bahwa hasil belajar aspek afektif kelompok eksperimen memiliki rata-rata 3,16 dan kelompok kontrol memiliki rata-rata 3,02, sedangkan hasil belajar aspek psikomotorik kelompok eksperimen memiliki rata-rata 3,22 dan kelompok kontrol memiliki rata-rata 3,09. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode guided discovery melalui kegiatan praktikum berpengaruh positif terhadap hasil belajar baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa pada materi stoikiometri larutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN CONCEPT MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i1.4410

Abstract

This research aimed to improve learning outcomes of student in an high school on academic year 2011/2012. Subject of this class action research is the class X-3 as many as 34 students at stoichiometry material. This research consisted of three cycles, each cycle consisted of four stages: planning, action, observation and reflection. The research data obtained by test and observation methods. The result showed that average cognitive learning outcome of student in cycle I is 78.53 with 76.47% of completeness classical, cycle II is 80.88 with 82.35% classical completeness, and cycle III is 87.06 with 88.24% completeness classical. The average affective learning outcome of student in cycles I, II, and III are 74.36, 78.77, and 86.22. While average psychomotoric learning  outcome of students in the cycle I is 70.59, cycle II is 76.66 and cycle III is 86.86. From these results, it can be concluded that the application of constructivism learning model assisted by concept map can improve student learning outcomes.
KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA ANTARA SISWA YANG MENDAPAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR DENGAN KURING SOJA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i1.1270

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar kimiaantara pembelajaran menggunakan LKB dengan KS pada materi kelarutan dan hasil kalikelarutan dan manakah yang lebih baik. Populasi, seluruh kelas XI IPA SMA Islam SultanAgung 1 Semarang. Sampel, kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen 1, menggunakan LKBdan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen 2 menggunakan KS. Hasil uji t rata-rata nilai posttest yaitu uji perbedaan rata-rata 2 pihak dan uji perbedaan rata-rata 1 pihak kanan, ranahkognitif kelas eksperimen 1 lebih baik dari pada kelas eksperimen 2. Hasil uji perbedaanrata-rata 2 pihak, ranah afektif {thitung = -2,579, ttabel = 2,00} thitung berada pada daerahpenolakan Ho, ada perbedaan. Dan uji perbedaan rata-rata 1 pihak kanan{thitung = 2,589ttabel = 1,67}, menyimpulkan hasil belajar kimia pada ranah afektif kelas eksperimen1 lebih baik dari pada kelas eksperimen 2. Hasil uji perbedaan rata-rata 2 pihak nilairanah psikomotorik {thitung = -2,067, ttabel = 2,00} dan uji perbedaan rata-rata 1 pihakkanan{thitung = 2,086 ttabel = 1,67}, ranah psikomotorik kelas eksperimen 1 lebih baikdari pada kelas eksperimen 2. Dapat disimpulkan, pembelajaran dengan LKB lebih baikdari pada KS pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Kata Kunci: lembar kerja berstruktur, kuring soja
PENGGUNAAN MEDIA SIRKUIT CERDIK BERBASIS CHEMO­ EDUTAINMENTDALAM PEMBELAJARAN LARUTAN ASAM BASA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v5i2.6192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirkuit cerdik terhadap hasil be/ajar siswa dalam pembelajaran kimia materi pokok larutan asam basa. Sirkuit cerdik adalah sebuah pengembangan media chemo-edutainment. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kudus tahun ajaran 2009/2010 sebanyak 196 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Pengambi/an sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata hasil be/ajar kognitif kelas ekperimen sebesar 70, 17; sedangkan kelas kontrol 61, 00. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan hasi/ be/ajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melalui analisis metode korelasi diperoleh angka r=O, 638, sehingga signifikan dengan harga koefisien detenninasi sebesar 40, 68% yang berarti penggunaan sirkuit cerdik memiliki kontribusi sebesar 40, 68% terhadap hasil be/ajar siswa, sedangkan 59,32% dijelaskan oleh faktorlainnya. Selain itu, hasi/ analisis data observasi menunjukkan bahwa hasil be/ajar afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata aspek psikomotorik dam afektif ke/as eksperimen masing-masing sebesar 82, 80 dan 84, 10, sedangkan kelas kontrol masing-masing sebesar 72,57 dan 77,69.

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue