cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DENGAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KOMPETENSI
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i1.9716

Abstract

Scientific Approach atau pendekatan ilmiah merupakan pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu. Pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki pemahaman siswa pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketercapaian kompetensi reaksi redoks siswa kelas X. Penelitian ini dilakukan di suatu SMA di Ungaran. Desain yang digunakan dalam penelitian ini pretest-posttest desain. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas X-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, lembar penilaian kognitif, lembar penilaian psikomotorik, lembar penilaian afektif dan angket respon siswa. Mula-mula pretest pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata 25,40 sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata 26,11. Rata-rata kedua kelas belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah diterapkan pembelajaran berbasis Scientific Approach dengan Mind Mapping, hasil posttest kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,5 dengan proporsi ketuntasan 0,88 sedangkan pada kelas kontrol tanpa Scientific Approach memperoleh nilai rata-rata posttest sebesar 74,70 dengan proporsi ketuntasan 0,85. Nilai ketuntasan kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 52,1 sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 48,59. Simpulan yang diperoleh yaitu model pembelajaran berbasis Scientific Approach dengan Mind Mapping dapat meningkatkan ketercapaian redoks siswa kelas X.
BAHAN AJAR MULTI-INTELEGENSIA BERBASIS ANIMASI SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TADRIS KIMIA IAIN WALISONGO SEMARANG
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i2.4414

Abstract

A study concerning the application of multi-intelligence teaching materials based animation to improve student achievement and student motivation in Chemistry Tadris IAIN Walisongo Semarang on the material structure of the metal packing have been observed. Research using cluster random sampling technique. The samples were divided into experimental class (a class that uses animation-based learning media) and control classes (classes that do not use animation-based learning media). Data analysis showed that there were significant differences between the experimental class and the control class. On the one hand the test calculations obtained t count less than t table with dk = 20 with  = 5%, then we can conclude that Ha is accepted, which means that the average student learning outcomes using media-based learning animation (the experimental group) was better than average of chemistry student learning outcomes that do not use the animation (the control group). As well as in the assessment of the affective aspects. Students who get the lesson with animated media proved to have the learning motivation better than students who do not use animation media. Therefore it can be concluded that the animationbased learning media is effective to improve student achievement and student learning motivation.Keywords: Multi-intelligence Animation-based 
PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PENDEKATAN SETS MELALUI METODE EKSPERIMEN APLIKATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i2.1274

Abstract

Kurangnya aktivitas dan motivasi belajar yang menampak pada saat siswa menjawab pertanyaan  guru  dan  anggapan  bahwa  kimia merupakan mata  pelajaran  yang  sulit menyebabkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA N 1 Gringsing kurang maksimal sehingga ketuntasan  belajar  tidak  tercapai  baik  secara  klasikal maupun  individual. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar  siswa dengan pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) melalui metode eksperimen aplikatif dengan subyek  penelitian  siswa  kelas XI  IPA  1  sejumlah  38  orang. Data  dikumpulkan melalui metode  dokumentasi  guna  mengetahui  kondisi  awal,  tes,    observasi,  dan  angket  untuk mengevaluasi  hasilnya. Peningkatan  hasil  belajar  kognitif  dievaluasi  dengan  tes,  aspek afektif dan psikomotor diperoleh dari pengamatan mengacu lembar observasi dan angket Hasil  penelitian menunjukan  adanya  peningkatan  hasil  belajar  kognitif,  afektif maupun psikomotorik yang signifi kan dari pra siklus, siklus I sampai dengan siklus III. Kata Kunci: pendekatan SETS, eksperimen aplikatif
PENGARUH PENDEKATAN TSTS DENGAN PERLAKUAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA MATERI HASIL KALI KELARUTAN KELAS XI SMA N 1 BANDAR
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v5i2.6197

Abstract

Te/ah dilakukan penelitian pengaruh pendekatan pembe/ajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) dengan perlakuan Group Investigation terhadap hasil be/ajar kimia pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan pembe/ajaran kooperatif TSTS­ GI terhadap hasil be/ajar siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA SMA N 1 Bandar. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yaitu dua kelas diambil secara acak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, observasi, dan angket. Ana/isis tahap awal menunjukkan, populasi memiliki tingkat homogenitas sama dan data terdistribusi normal. Setelah diberi perlakuan kemudian dilakukan post-test, diketahui rata-rata hasil be/ajar kelompok eksperimen lebih baik daripada kontrol. Uji korelasi menunjukkan bahwa korelasi antardua variabel ini signifikan, sehingga besamya pengaruh 24, 76%. Rata-rata skor total afektif dan psikomotorik kelompok eksperimen lebih baik daripada kontrol. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif TSTS-GI berpengaruh terhadap hasil be/ajar siswa. Selain itu, pembelajaran model pembelajaran kooperatif TSTS­ GI mencapai ketuntasan be/ajar klasikal sebesar 89, 13% sehingga pembelajaran ini efektif digunakan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS BAGI MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS INSTRUMEN BERBASIS INKUIRI
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v2i1.1218

Abstract

This research was aimed to improve the generic skill (observation, sense of scale,causality, logical frame, and logical inference) of students. The research was conductedby using education research and development design. The data were collected by test,questionnaire, and observation sheets. The subject of research was fourth semester studentsof chemistry education programme of educational institute of Central Java. Achievement ofgeneric skill enhancement was evaluated by written exam, deed test, work observation, andstudents’ work results. The result of research showed the signifi cant enhancement of thewhole developed aspects. The success was shown also by the students’ positive attituderesponse.Keywords: science generic skill; instrument analytical chemistry
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC DENGAN PENILAIAN PRODUK BERBASIS CHEMO-ENTREPRENEURSHIP
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v9i1.4815

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan evaluasi pada produk berbasis Chemo-Entrepreneurship pada materi sistem koloid dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan apakah model tersebut efektif diterapkan. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA suatu sekolah menengah atas di Magelang tahun ajaran 2013/2014. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol, teknik sampling dilakukan dengan subjek sampel. Rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen 79,28 dan kelas kontrol sebesar 71,10. Uji ketuntasan belajar menunjukan bahwa kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar (baik individual maupun klasikal) sedangkan kelas kontrol belum mencapai ketuntasan klasikal. Hasil dari uji perbedaan rata-rata pada dua kelas menunjukan adanya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai t-hitung hasil posttest menunjukan 3,948 sementara pada t-kritis 1,998. Uji pada perbedaan rata-rata dua kelas menunjukan terdapat perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji perbedaan rata-rata satu pihak (pihak kanan) menunjukan bahwa nilai t-hitung adalah 3,95, sementara t-kritis adalah 1,998 sehingga bisa disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. The purpose of this study was to determine whether the type of cooperative learning model CIRC with the evaluation based products Chemo-Entrepreneurship on the material colloidal systems can improve student learning outcomes and whether the model is effectively applied. The study population was a class XI IPA a high school in Magelang academic year 2013/2014. Samples in this research is class XI IPA 1 as an experimental class and class XI IPA 2 as the control class, sampling techniques performed with the subject sample. The average learning outcomes in experimental class and control class 79.28 for 71.10. Test completeness study showed that the experimental class have achieved mastery learning (either individually or classical) while the control group had not reached the classical completeness. Results of the test the average difference in the two classes shows the difference between the experimental class and control class. Value t-test results showed 3.948 posttest while on tcritical 1,998. Test on the difference in average there are two classes showed an average difference between the experimental class and control class. Test average difference one side (right side) shows that the value of t-test was 3.95, while the t-critical was 1,998 so it can be concluded that the results of the experimental class students learn better than the control class.
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MODEL GUIDED INQUIRY
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 15, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v15i1.22534

Abstract

One of the problems in a chemistry learning is the low learning outcomes mainly due to misconception. This study aims to study the student’s misconceptions on the topic of salt hydrolysis and the possible causes that come from them. This study was a case study with a one-shot case study design. Observation sheets on learning activities, observation sheets on student’s attitude, a test pack of three-tier multiple choice model, and guidelines of interviews involving students as respondents were used in the data collection. The results of observation on the implementation of learning showed that the learning using guided inquiry model has been carried out very well, it suggested that the learning process for embedding the correct concept of salt hydrolysis material has proceeded in accordance with the steps of the guided inquiry learning model. In addition, it was observed that the students showed a very good attitude during the learning process. The student’s misconception on the topic of salt hydrolysis was in a low category with the misconception percentage of 21.7%. The student’s misconceptions observed in this study suggested that those are possible due to incomplete/false reasoning (50%), associative thinking (30%), and intuition (20%). Students' interest in the chemistry lesson was also observed to contribute to misconceptions.
Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v12i2.7460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan, dan respon siswa pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan “one group pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA MAN Bawu Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 dengan 34 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, lembar validasi produk, lembar angket respon siswa, lembar angket respon guru, lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar soal evaluasi, lembar pengamatan afektif dan psikomotorik. Analisis data observasi menggunakan Inter Reters Reliability, sedangkan analisis data angket menggunakan a-Cronbach. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis soal evaluasi pre-test dan post-test meningkat diperoleh rerata N-gain ³ 0,70 dengan rata-rata nilai pre-test 23,97 dan rata-rata nilai post-test 81,47. Rerata penilaian afektif siswa “sangat baik” dan psikomotorik siswa “baik”. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung t (0,05)(66) yaitu 30,40 1,66. Hal  ini menandakan bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing efektif untuk meningkatkan hasil belajar.
Pengembangan Buku Pengayaan Kimia Digital Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Indramayu
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v16i2.32335

Abstract

Indramayu memiliki kearifan lokal yang beragam, namun belum banyak literatur yang menjelaskan tentang kearifan Indramayu secara khusus. Selain itu, pengenalan kearifan lokal melalui lembaga pendidikan formal juga belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan kimia digital berbasis kearifan lokal Kabupaten Indramayu yang dapat dijadikan inovasi dalam pengenalan kearifan lokal di Indramayu. Buku pengayaan dikembangkan dalam bentuk flip digital yang memiliki fitur membalik buku seolah-olah buku dalam bentuk cetak. Penelitian ini menggunakan model penelitian Three Stages Research and Development (TSRD) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu pra pengembangan (planning), pengembangan (development) dan pasca pengembangan/penyebaran (post development/dissemination). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi wawancara, validasi dan angket respon siswa. Angket respon siswa menilai aspek kelayakan isi, aspek penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek kegrafisan. Hasil uji terbatas menunjukkan bahwa siswa SMAN 1 Terisi menilai buku pengayaan ini dengan rata-rata persentase senilai 90,30%, sedangkan siswa SMKN Cikedung menilai dengan rata-rata persentase 81,45%. Dengan nilai rata-rata dari kedua sekolah, buku pengayaan kimia digital berbasis kearifan lokal Indramayu dalam diinterpretasikan dalam kategori sangat baik.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis E-learning pada Mata Pelajaran Kimia di SMA Negeri 8 Semarang
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 16, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v16i2.19138

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan media pembelajaran berbasis e-learning pada siswa kelas X materi Redoks di SMA Negeri 8 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang terdiri dari studi literatur dan studi lapangan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi kelas, penyebaran angket, dokumentasi, wawancara guru, dan wawancara siswa. Instrumen penelitian ini terdiri atas lembar observasi, angket, dan lembar wawancara. Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 8 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terbatasnya media pembelajaran di SMA Negeri 8 Semarang pada mata pelajaran Kimia khususnya materi Redoks kelas X. Hal tersebut dikarenakan guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan teknologi, kesulitan guru dalam berinovasi mengembangkan media pembelajaran, serta kurangnya aplikasi e-learning yang membuat siswa kurang tertarik dalam pembelajaran. SMA Negeri 8 Semarang telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam menerapkan pembelajaran berbasis e-learning. Pembelajaran kimia berbasis e-learning dapat diterapkan pada materi redoks untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dan meningkatkan motivasi belajar demi memperoleh nilai yang lebih baik.

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue