cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
KARAKTERISTIK AIR TANAH DI SEKITAR RAWA JOMBOR, KLATEN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI DI LAPANGAN Indrayati, Ariyani; Setyaningsih, Wahyu
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i2.7976

Abstract

The groundwater characteristic at Rawa Jombor and surrounding area are very unique. There are aquiferstratified that produce three kinds of water: fresh, marsh, and salty. It’s very interesting to conduct researchfurthermore, about distribution, how is the occurrence, and how potential as geography learning resource in thefield. The research method are quantitative, data gets by measure the physical and chemical properties ofgroundwater. Next step are data analisys: by mapping to understand the distribution, occurance analize to knowthe genesis, and the last step is cross-classification to measure the potential as a learning resource, in suitabilityand relevance to the competence of geography graduates. Based on the physical (salinity) and chemical(electrical conductivity) properties of groundwater measurement, we sure that there are three kinds of water:fresh, marsh, and salty. Most of he aquifer that produce fresh water occurance in the northern swamp (RawaJombor). The genesis is because of this area formed from Merapi vulcan material. Most of he aquifer thatproduce salty water occurance in the southern swamp (Rawa Jombor). The genesis is because of this area formedfrom sea sedimentation that upraised. The marsh water is found at the border of both area. Based on crossclassificationbetween the research object and the standard variabel is known that Rawa Jombor and surroundingarea are suitable and relevance use as learning resource, to support geography competence graduate.
Analisis Potensi Pariwisata Air Terjun di Kabupaten Tasikmalaya Hendriawan, Nandang; Mulyanie, Erni
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i1.15274

Abstract

Kabupaten Tasikmalaya mempunyai banyak wisata air terjun yang dapat dijadikan potensi khusus bagi Kabupaten Tasikmalaya. Wisata air terjun di Kabupaten Tasikmalaya memiliki ciri khas yang unik dan berbeda dengan air terjun yang lainnya. Di satu sisi wisata air terjun ini menjadi wisata yang diunggulkan namun disisi lain, pengelolaannya yang masih kurang optimal dan tidak ada progam jangka panjang untuk mengembangkan wisata air terjun ataupun potensi yang dimiliki oleh lokasi air terjun tersebut. Perlu ada upaya yang dilakukan untuk mendukung kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Tasikmalaya tersebut salahsatunya dengan mengkaji potensi yang dimiliki oleh objek wisata air terjun yang nantinya dapat mengembangkan pariwisata Kabupaten Tasikmalaya dan dapat memberikan peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga lokal, baik langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan, objek wisata air terjun pada penelitian ini belum dapat memenuhi kriteria sebagai objek wisata. Namun fasilitas yang dasar untuk menunjang menjadi objek wisata sudah mulai dijalankan. Selanjutnya dapat ditentukan prioritas usaha pengembangan obyek wisata air terjun dan Langkah-langkah dalam menentukan usaha pengembangan ini didasarkan pada kelemahan dan ancaman yang dapat menghambat pengembangan. Usaha pengembangan dalam penelitian ini masih berupa gambaran secara umum, artinya perlu penelitian lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Survey Lapangan (Field Study), Wawancara (Interview), Studi Dokumentasi, Studi Literatur. Teknik analisis untuk memperoleh analisis kajian geografis potensi wisata air terjun di kabupaten Tasikmalaya adalah dengan analisis SWOT.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN GEOGRAFI TINGKAT SMA DALAM KONTEKS KTSP Sholeh, Muh
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007): July 2007
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.104

Abstract

Perencanaan pembelajaran sangat penting karena seorang guru sejenius apapun punya keterbatasan. Keterbatasan tersebut harus disadari sepenuhnya untuk diantisipasi agar ketika di tengah siswa-siswinya mampu menjadi motivator dalam proses pembelajaran yang mencerdaskan. Perangkat pembelajaran mata pelajaran geografi diwujudkan dalam bentuk silabus dan RPP. Silabus adalah suatu rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Perencanaan merupakan fungsi utama yang mempengaruhi fungsi-fungsi berikutnya, sehingga seorang guru harus mampu menyusun perencanaan secara tertulis. Kemampuan guru menuangkan perencanaan pembelajaran dalam bentuk silabus dan RPP sangat penting karena perencanaan pembelajaran juga perlu mendapat evaluasi. Bahan yang akan dievaluasi harus dapat dinilai terlebih dahulu apakah perencanaan yang disusun sudah betul-betul layak. Perencanaan guru tidak cukup dalam kepala atau angan-angan saja. Kata kunci : Perencanaan pembelajaran, KTSP
STRUKTUR MATA PENCAHARIAN PENDUDUK DAN DIVERSIFIKASI PERDESAAN DI KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG Hardati, Puji; Rijanta, R.; Ritohardoyo, Su
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8042

Abstract

This paper aims to determine the livelihoods structures and rural diversificationin Tengaran Sub District of Semarang Regency. Using secondary data, tables andmaps analysis are expected to provide an overview of the purpose. The results ofthe study showed that the structure of livelihood in study area was various. Theagricultural sector still become favorite in rural activities. There had beenchanges to industry and services sector, even though very small. The dominantservices sector are industrial workers, buildings, and transportation. Ruraldiversification has taken place, with a diversification index of 4.4. In spatialframe, diversification index is not similiar or very various. The villages withvarying structures livelihoods have higher diversification index.
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA CANDI GEDONGSONGO SEBAGAI LABORATURIUM IPS TERPADU Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i2.1663

Abstract

Meningkatnya teknologi pembelajaran sekarang ini menuntut tersedianya alat atau media pembelajaran yangefektif dan efisien.Pembelajaran dengan media elektronik seperti CD mempunyai beberapa kelebihan yakni : dapatdiulang berkali-kali, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak tergantung ruang dan waktu, biaya lebihmurah. Namun sering ketersediaan CD sebagai sumber belajar yang berisi semua topik bahasan IPS secara terpadumasih terbatas. Kalaupun ada biasanya kajiannya lebih bersifat bidang studi, misalnya masalah kemiskinan, orangsejarah akan mendekati dari aspek historis, orang ekonomi akan mendekati dari aspek ekonomi, orang geografimendekati dari aspek keruangan secara terpisah pisah. Jarang yang mengkaji suatu masalah secara terpadu/terintegrasi atau holistic. Tujuan dari kegiatan ini adalah terwujudnya Candi Gedongsongo sebagai sebagai laboraturiumIPS terpadu bagi siswa SMP maupun SMU. Siswa dapat memperoleh informasi mengenai candi Gedongsongo yangholistic/menyeluruh dari aspek sejarah, ekonomi, sosiologi-antropologi dan geografi melalui CD pembelajaran.Hasil kegiatan berupa CD pembelajaran IPS Terpadu dengan obyek kajian Candi Gedongsongo.Di pilihnyaobyek Candi Gedongsongo karena beberapa pertimbangan yakni, obyek ini mempunyai fenomena fisik, social, budayadan ekonomi yang kompleks.Selain itu pembuatan CD ini sekaligus untuk promosi wisata bagi Pemerintah DaerahKabupaten Semarang.Kajian geografi candi Gedongsongo meliputi aspek letak astronomis, letak geografis, kondisigeologi dan geomorfologi, bentang alam, iklim, sumber air panas dan sebagainya.Kajian sosiologi antropologi meliputiaspek adaptasi masyarakat terhadap lingkungan, budaya yang hidup ditengah masyarakat, dan system pranatasocial yang ada di masyarakat.Kajian ekonomi menyoroti aktivitas ekonomi, matapencaharian, potensi wisata, komoditasunggulan dan sebagainya.Kajian sejarah membahas aspek sejarah berdirinya candi, fungsi candi dan bagiannya,cerita/ mitos yang ada disekitar candi dan sebagainya.Simpulan obyek Candi Gedongsongo dapat dijadikan laboraturiumIPS terpadu sebab dapat dikaji dari berbagai bidang seperti sejarah, geografi, sosiologi-antropologi, ekonomi dansebagaianya dari sudut pandangnya masing-masing.
SUNGAI MEANDER LUK ULO ANTARA KONDISI IDEAL DAN KENYATAAN Nur, Arif Mustofa
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.95

Abstract

Sungai Luk Ulo merupakan sungai terbesar yang melintas di daerah Kebumen. Sungai Luk Ulo yang membelah Kawasan Karangsambung menunjukan kenampakan berkelok-kelok atau meander. Sungai meander mempunyai harga sinuosity (rasio panjang alur terhadap jarak sumbu) > 1,5. Perlu dilakukan suatu kajian apakah sungai Luk Ulo sungai meander ataukah bukan. Kajian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran pada Peta Rupa Bumi Indonesia yang mengacu pada konstanta mengenai Sungai Meander Dury (1969), dan survei lapangan. Terdapat 7 segmen yang menampakan kelokan menyerupai huruf .S. dan dilakukan pengukuran dan pengamatan. Hanya 4 segmen saja yang merupakan meander yaitu di Kalikayen Pucangan, Pesanggrahan, Kedungwaru, dan Seling. Berdasar hasil kajian stadia sungai Luk Ulo di Kawasan Karangsambung tergolong stadia dewasa . tua. Kelokan sungai dipengaruhi oleh litologi penyusun dan struktur geologi yang tercermin pada kenampakan kelurusan-kelurusan geologi. Kata Kunci : Sungai Luk Ulo, meander, Karangsambung
PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG UNTUK MENUJU KOTA BERSIH Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8031

Abstract

This study aimed to: 1) determine how much waste volume which resulted by theSemarang City residents, 2) determine waste management of Semarang City inorder to seize title “the cleanest city”. The method used was descriptivequantitative. Population of this study was 70 families (household) which taken bypurposive random sampling. The results of this research showed that wastevolume resulted was 1000-1500 tonnes per day, with 8-12% increasement peryear. Waste volume was affected by the number of members from each household,economic level, and type of activity. 61.2% was organic waste and the rest wasnon-organic waste. The waste management conducted by transported to landfill(31%), burned or dumped (53%), disposed to river or sewer (15%), andcomposted (1.5%). The community considered that waste problem isgovernment's business, not community’s business. The waste managementapproach was focused to after waste produced and not been directed to decreasewaste volume before produced.
POLA DAN INTENSITAS KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KOTA SEMARANG TAHUN 2000-2009 hariyanto, -
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.86

Abstract

Konversi lahan pertanian adalah fenomena yang tidak dapat dihindari bagi kota-kota besar seperti halnya kota Semarang. Desakan kebutuhan lahan untuk pembangunan begitu kuat, sementara luas lahan terbatas. Selama ini lahan pertanian mempunyai land rent yang rendah dibanding sektor lain, akibatnya lahan pertanian secara secara terus menerus akan mengalami konversi lahan ke nonpertanian. Padahal lahan pertanian (sawah) selain mempunyai nilai ekonomi sebagai penyangga kebutuhan pangan, juga berfungsi ekologi seperti mengatur tata air, penyerapan karbon di udara dan sebagainya. Konversi lahan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan intensitas konversi lahan pertanian di Kota semarang dari tahun 2000-2009. Pola konversi lahan meliputi dari penggunaan lahan apa menjadi apa, dan dimana saja konversi lahan terjadi. Intensitas meliputi kecepatan rata-rata pertahun atau kumulatif selama sepuluh tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan statistik (data luas lahan pertanian dari BPS) dan peta penggunaan lahan dari BPN. Data statistik untuk melihat intensitas konversi lahan, data dari peta untuk melihat penyebarannya. Hasil penelitian terjadi konversi lahan pertanian seluas 60,63 ha selama kurun waktu 2000-2009, tetapi juga diimbangi pencetakan sawah baru (akibat pembangunan irigasi) seluas 79,32 ha. Meskipun demikian pada dasarnya luas lahan pertanian berkurang, sebab sawah baru tersebut berasal dari lahan pertanian juga (tegal, sawah tadah hujan dan sebagaianya). Dengan luas sawah sekarang (2009) 3.980 ha, dengan intensitas konversi yang sama (60,63 ha); diprediksi dalam 66 tahun lagi sawah di Kota Semarang akan habis. Bahkan tidak sampai waktu itu jika intensitasnya terus bertambah. Pola konversi terjadi di daerah pinggiran seperti Kecamatan Gunungpati, Tembalang, Gayamsari. Simpulan perlu ada upaya untuk mengendalikan konversi lahan pertanian, baik intensitasnya maupun distribusinya. Konversi lahan pertanian harus diarahkan pada lahan yang kurang subur dan tidak beririgasi teknik. Keberadaan lahan sawah harus dipertahankan terutama untuk daerah yang berfungsi resapan seperti Kecamatan Gunungpati, Mijen, Banyumanik, Ngalian. Jika hal ini diabaikan akan berdampak buruk bagi kota bawah terutama masalah banjir. Kata kunci : Konversi lahan, pola konversi, intensitas konversi
DAMPAK PENAMBANGAN GALIAN TANAH TERHADAP TINGKAT PRODUKSI PERTANIAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN NALUMSARI KABUPATEN JEPARA Khoirun, Amin Muhammad
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8022

Abstract

The purpose of this study to determine the impact of mining excavation to theagricultural production level of rice plants. The population in this study was arice farm land after the mining excavation in District Nalumsari. Data collectionmethods used were observation, interviews and literature studies. EngineeringAnalysis using descriptive analysis and laboratory methods. The results showedthat the level of agricultural production of rice plants before any excavationmining activities in the district of Jepara regency Nalumsari average of 8.91tonnes / acres / year, while the mining excavation after an average of 7.87 tonnes/ acres / year after 2012 in a year produces two harvests. Suggestions arenecessary to provide additional information to farmers so that they could bebetter understand the negative impacts of soil excavation and to provideeducation about effective conservation methods to an ex-mined land.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE QUESTION STUDENT HAVE DAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI POKOK HIDROSFER SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NAHDLATUSY SYUBBAN JEPARA Nihayah, Ulfatun
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i2.7997

Abstract

In the process of learning geography in MA Nahdlatusy Syubban Jepara, teachers only provide learningusing lecture to students, thus making the students become passive in the learning process .This researchaims to determine 1) Implementation of the method of Question Student Have (QSH) in class X MANahdlatusy Syubban Jepara. 2) Knowing how much of a difference in the geography of learning outcomes inclass X MA Nahdlatusy Syubban Jepara using QSH method and the lecture method. QSH method is amethod that uses a technique to use student participation through writing. The subject in this study were allstudents of class X MA Nahdlatusy Syubban Jepara, amounting to 75 students ie 37 students X-1 as a grade38 student experiments and X-2 as a control class. From the research conducted, the average studentlearning outcomes that gain learning with QSH better method than the lecture method. Based on the analysisof test gain, increase control class learning outcomes by 43% and 50.3% for the experimental class.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue