cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN IPS SMP MELALUI PENGAJARAN PROFESIONAL DAN PEMBELAJARAN BERMAKNA (BETTER TEACHING AND LEARNING) Sutarji, -
Jurnal Geografi Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk membantu siswa mencapai tujuan belajar sesuai kompetensinya, guru harus melaksanakan pengajaran professional dan pembelajaran bermakna. Perubahan harus dilaksanakan dalam hal pendekatan, strategi, dan teknik pembelajaran di kelas. Guru punya otonomi dalam memilih pendekatan, strategi, dan pembelajaran, disesuaikan dengan tujuan pembelajaran masing-masing. Pilihan tersebut harus didasarkan pada criteria-kriteria tertentu. Pengajaran professional dan pembelajaran bermakna dapat dilaksanakan melalui beberapa langkah, yaitu telaah kurikulum, pembuatan lembar kerja, pengembangan media pembelajaran, Penilaian dan penyusunan rublik penilaian, dan penyusunan jurnal refleksi. Telaah kurikulum dilaksanakan dalam bentuk pemetaan SK/KD untuk menghasilkan tema. LK/LT ditujukan menggali ide siswa dalam bentuk hasil karya orisinil untuk menjawab pertanyaan tingkat tinggi. Pengembangan media diarahkan pada pemanfaatan lingkungan sekitar dengan berpedoman pada media pembelajaran yang efektif dan terjangkau. Teknik penilaian dan penyusunan rubrik merupakan standar obyektif dalam memberikan penilaian terhadap karya siswa. Adapun jurnal refleksi merupakan langkah bijak guru untuk memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Kata Kunci: Pengajaran professional, pembelajaran Bermakna
PENGELOLAAN SISTEM SOSIAL-EKOLOGI PESISIR PULAU-PULAU KECIL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT : STUDI KASUS GUGUS PULAU BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA A.R, Shofyatun
Jurnal Geografi Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan dengan tujuan utama mengidentifikasi pengelolaan ekosistem Pesisir Gugus Pulau Batudaka dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan alat pengumpulan data utama adalah melalui Participatory Focus Group Discussions Method (FGD) untuk mengetahui kebutuhan (Needs) dan keinginan (wants) masyarakat di kawasan ini. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dengan para stakeholders adalah kebutuhan pembangunan pelabuhan nelayan yang lebih kondusif dengan fasilitas yang memadai, seperti dermaga atau tambatan perahu, penampungan ikan, pelelangan ikan, pasar nelayan (pasar ikan) dan sarana pendukungnya seperti air bersih, listrik, drainase, tempat pembuangan sampah (TPS), sarana pendidikan dan kesehatan serta usaha mata pencaharian alternatif untuk kebelanjutan penghidupan masyarakat. Program Kerja yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat sesuai potensi yang ada dalam rangka penguatan sistem sosial-ekologi di Gugus Pulau Batudaka melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat meliputi Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan ketahanan pangan keluarga, Penyuluhan dan Pelatihan pembuatan produk berbasis perikanan serta penyuluhan pengembangan peternakan dan ketahanan pakan melalui penanaman hijauan unggul. Kata Kunci : Sistem Sosial-Ekologi, Pengelolaan PPK, keberlajutan penghidupan masyarakat
MODELAMBANG BATAS FISIK DALAM PERENCANAAN KAPASITAS AREAWISATA BERWAWASAN KONSERVASI DI KOMPLEKS CANDI GEDONG SONGO KABUPATEN SEMARANG Hayati, Rahma
Jurnal Geografi Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata budaya candi sesuai daya dukung fisik. 2. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata budaya candi sesuai daya dukung ekologis. 3. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung fisik. 4. Mengetahui nilai ambang batas untuk jumlah wisatawan di areawisata kemah sesuai daya dukung ekologis. Nilai ambang batas dihitung dengan metode Douglas (1975) dalamFandeli (2001). Hasil perhitungan nilai ambang batas adalah sebagai berikut; 1. Nilai ambang batas untuk jumlahwisatawan di area wisata budaya sesuai daya dukung fisik adalah 514 orang / ha. 2. Nilai ambang batas untukjumlah wisatawan di area wisata budaya sesuai daya dukung ekologis adalah 9374 orang / ha. 3. Nilai ambang batasuntuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung fisik adalah 3 orang / ha. 4. Nilai ambang batasuntuk jumlah wisatawan di area wisata kemah sesuai daya dukung ekologis adalah 40 orang / ha. Kata kunci: ambang batas, daya dukung fisik, daya dukung ekologi
GEMPA BUMI, TSUNAMI DAN MITIGASINYA Nur, Arif Mustofa
Jurnal Geografi Vol 7, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bumi sebagai tempat hidup dan kehidupan manusia menyimpan sumber daya alam yang mensejahterakan dan juga menyimpan potensi bencana yang merusakkan. Bencana kebumian yang sangat merusakan diantaranya adalah gempa bumi dan tsunami. Tsunami merupakan ikutan dari gempa tektonik yang berpusat di laut. Gempa bumi dan tsunami dapat meluluh lantakan sendi-sendi kehidupan manusia. Upaya meminimalkan resiko akibat gempa bumi dan tsunami dengan melakukan mitigasi yang meliputi memprediksi gempa bumi, tindakan sebelum kejadian, tindakan saat kejadian dan tindakan setelah kejadian. Kata Kunci : Gempa bumi, tsunami, mitigasi
PREFERENSI PERMUKIMAN DAN ANTISIPASI PENDUDUK YANG TINGGAL DI DAERAH RAWAN LONGSOR DI KOTA SEMARANG hariyanto, -; Suharini, Erni
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi kelangsungan hidupnya. Karena berbagai faktor, terkadang manusia rela tinggal di daerah yang rawan bencana seperti longsor. Sebagian dari mereka tidak mengetahui bahaya yang mengacam mereka, sebagian lain ada yang sudah mengetahui resiko yang mungkin terjadi, kemudia mereka membuat langkah-langkah antisipasinya. Oleh karena itu permasalahan yang muncul adalah bagaimana cara mereka para penduduk yang bertempat tinggal di daerah rawan lonsoran tersebut dalam menanggapi dan melakukan antisipasi dalam menghadapai ancaman bencana. Mereka yang tinggal di daerah rawan longsor mempunyai motivasi yang berlainan. Motivasi dan langkah antisipasi inilah yang menajdi tujuan dari penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah mereka (KK) yang tinggal di daerah rawan longsor di kota Semarang. Identifikasi daerah rawan longsor dilihat dari topografi/kemiringan lereng dan formasi batuan (formasi Kalibiuk) yang meliputi Kecamatan Tembalang, Gunungpati, dan Ngalian. Sampel KK diambil acak dari ketiga kecamtan tersebut (purposive sampling) sebanyak 50 KK. Variabelnya adalah preferensi permukiman penduduk, Metode pengumpulan data yang digunakan dengan panduan wawancara, sedangkan analisis data secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mereka yang tinggal di daerah rawan longsor terbagi dalam dua kelas yakni pendatang dan penduduk asli. Para pendatang umumnya tinggal di perumahan missal yang dibangun pengembang, tingkat ekonomi mereka lebih tinggi, mata pencaharian non pertanian. Sebaliknya penduduk asli membangun rumah sendiri, tingkat ekonomi lebih rendah dari pada pendatang, matapencaharian petani atau sektor informal lain. Motivasi pendatang memilih tinggal di sini karena pertimbangan dekat dengan tempat kerja, aksesibilitas tinggi, harga terjangkau. Bagi penduduk asli karena tanah warisan dan sumber penghidupan disini (sawah, tegalan). Baik pendatang dan penduduk asli sudah mengetahui resiko longsor. Hanya mereka berbeda dalam mengapresiasi terhadap longsor. Pendatang mengantisipasi dengan rekayasa teknis seperti memperkuat tulang bangunan, membuat tanggul, sampai reboisasi. Penduduk asli memandang longsor sebagai kejadian alami sehingga tidak perlu antisipasi dengan rekayasa teknis, mereka hanya melakukan reboisasi. Satu hal yang belum dilakukan oleh mereka baik pendatang maupun penduduk asli adalah sosialisasi pada anak-naka mereka bagaimana cara menyelamatkan diri seandainya longsor benar-benar terjadi. Kata kunci : Kesiapan penduduk, daerah rawan longsor, longsor
PENERAPAN METODE BERTANYA DALAM KEGIATAN PRAKTEK LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT MAHASISWA Sugiyanto, R
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum pada saat-saat semester awal, mahasiswa masih pada kondisi pasif dalam kegiatan proses belajar mengajar di kampus. Hal ini ditandai dengan adanya kegiatan praktik lapangan pada perkuliahan Geografi Tanah (Semester 2) masih banyak dijumpai mahasiswa yang kurang berani mengemukakan pendapat untuk meningkatkan taraf pemahamannya. Hambatan ini muncul karena rendahnya atmosfer akademik, yang di antaranya adalah masih kurang terampilnya dosen dalam bertanya dan kurangnya penerapan metode diskusi dan tanya jawab dalam proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen dalam bertanya dan kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat.Kegiatan penelitian terdiri atas dua siklus, yang setiap siklusnya meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Geografi FIS UNNES semester 2 tahun 2003/2004 yang mengambil mata kuliah Geografi Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan persiapan dan penguasaan materi serta pengetahuan tentang prinsip-prinsip dalam bertanya, dapat meningkatkan keterampilan dosen dalam memberi pertanyaan yang kemudian berimbas kepada semakin meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat (baik dalam menjawab pertanyaan, merespon materi kuliah maupun mengutarakan pendapat yang berkaitan dengan materi perkuliahan Geografi Tanah). Hal yang harus diperhatikan dalam rangka upaya mewujudkan lingkungan akademik yang kondusif, maka persiapan mengajar (pembuatan SAP dan Kontrak Perkuliahan), keterampilan bertanya dan sikap empati serta demokratis dosen harus selalu dikembangkan agar tercipta proses pembelajaran yang bersifat .active learning.. Kata Kunci : Keterampilan bertanya, kemampuan mengemukakan pendapat
SUNGAI MEANDER LUK ULO ANTARA KONDISI IDEAL DAN KENYATAAN Nur, Arif Mustofa
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Luk Ulo merupakan sungai terbesar yang melintas di daerah Kebumen. Sungai Luk Ulo yang membelah Kawasan Karangsambung menunjukan kenampakan berkelok-kelok atau meander. Sungai meander mempunyai harga sinuosity (rasio panjang alur terhadap jarak sumbu) > 1,5. Perlu dilakukan suatu kajian apakah sungai Luk Ulo sungai meander ataukah bukan. Kajian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran pada Peta Rupa Bumi Indonesia yang mengacu pada konstanta mengenai Sungai Meander Dury (1969), dan survei lapangan. Terdapat 7 segmen yang menampakan kelokan menyerupai huruf .S. dan dilakukan pengukuran dan pengamatan. Hanya 4 segmen saja yang merupakan meander yaitu di Kalikayen Pucangan, Pesanggrahan, Kedungwaru, dan Seling. Berdasar hasil kajian stadia sungai Luk Ulo di Kawasan Karangsambung tergolong stadia dewasa . tua. Kelokan sungai dipengaruhi oleh litologi penyusun dan struktur geologi yang tercermin pada kenampakan kelurusan-kelurusan geologi. Kata Kunci : Sungai Luk Ulo, meander, Karangsambung
TRACER STUDY MAHASISWA LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI Sriyono, -
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mendeteksi kualitas lulusan yang dihasilkan tidak cukup hanya melihat output-nya saja, yang hanya dilihat dari kemampuan penguasaan pengetahuan, ketrampilan dan sikap formal yang diwujudkan dalam Indeks Prestasi yang dicapai. Tetapi harus pula dideteksi dari outcome-nya, yaitu seberapa besar lulusannya dapat terserap dalam dunia kerja. Tingkat terserapnya lulusan di dunia kerja merupakan indikator keberhasilan program studi dalam mencetak lulusan (output). Oleh karenanya, Jurusan Geografi Universitas negeri Semarang bermaksud untuk  melakukan tracer study terhadap alumninya yang lulus sejak tahun 2004 s/d 2008. Subyek penelitian ini adalah  para alumnus Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang selama lima tahun terakhir, yaitu lulusan tahun 2004 sampai dengan 2008, namun yang dijadikan responden ada sejumlah 15 % dengan cara proporsional random sampling berdasarkan tahun kelulusannya. Variabel penelitian ini meliputi : (1) keterserapan alumni di pasar kerja bidang pendidikan maupun non bidang pendidikan, (2) waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan, dan (3) bidang pekerjaan yang dimasuki, dan (4) tanggapan lulusan tentang materi perkuliahan dan saran/masukan guna perbaikan kurikulum prodi Pendidikan geografi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui berbagai teknik, yaitu : dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan data penelitian, ternyata masa tunggu lulusan prodi Pendidikan Geografi sampai dengan mereka memperoleh pekerjaan di lapangan kerja memiliki rerata masa tunggu 0,5 tahun, tingkat keterserapan lulusan pada pekerjaan pertama mereka sebesar 96 % dan mereka yang bekerja telah menerima rerata gaji pada pekerjaan pertama, sebesar Rp. 600.000,- / bulan serta setelah bekerja pada pekerjaan kedua reratanya sebesar Rp. 900.000,-. Jenis pekerjaan yang dapat menampung sebagian besar (96 %) adalah sebagai tenaga pengajar. sebagian besar (64 %) dari para lulusan (responden) menyatakan bahwa materi perkuliahan yang dikembangkan oleh prodi Pendidikan Geografi masih .relevan. dengan bidang keahlian yang dibutuhkan di lapangan kerja atau dunia kerja dan dipertegas dengan pernyataan bahwa materi perkuliahan yang ada di dalam kurikulum masih .baik. (75 %) dalam mendukung pengetahuan dan keterampilan mereka bekerja (sinergi dengan kurikulum di lapangan kerja). Ada beberapa simpulan yang dapat diungkap antara lain: 1) waktu tunggu para lulusan prodi Pendidikan Geografi dalam memperoleh pekerjaan setelah lulus, reratanya 0,5 tahun (6 bulan), 2) tingkat keterserapan lulusan di lapangan kerja sebesar 96 %, 3) sebaran atau distribusi jenis pekerjaan yang diperoleh para lulusan sebagian besar jenis pekerjaan yang berkaitan dengan bidang pendidikan yakni tenaga pendidik, 4) materi perkuliahan yang diberikan kepada mahasiswa yang termaktub di dalam kurikulum prodi dirasakan oleh para lulusan masih relevan dengan bidang keahlian di lapangan kerja mereka dan masih sinergi dengan kurikulum di sekolah sebagai lapangan kerja. Meskipun demikian masukan dan saran dari para alumnus untuk pengembangan kurikulum di prodi maupun jurusan sangat diperhatikan untuk bahan revisi dan/ penyesuaian kurikulum di lembaga LPTK ini. Hal yang perlu disarankan bahwa lembaga jurusan harus selalu melakukan pemantauan perkembangan lapangan baik yang terkait dengan eksistensi lulusan (sebagai alumni) maupun perkembangan dan tuntutan dunia kerja di lapangan (lembaga maupun masyarakat pengguna). Kata kunci : tracer study, lulusan, program studi geografi
PEMODELAN TINGKAT PELAYANAN JALAN (LEVEL OF SERVICES) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGURAI KEMACETAN LALU LINTAS KOTA SEMARANG Putro, Saptono
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan lalu-lintas merupakan masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar, termasuk Kota Semarang, yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk baik secara alami maupun penduduk pendatang. Selama ini kemacetan sulit dipecahkan karena ratio pertambahan jalan sudah tidak seimbang dengan petambahan jumlah kendaraan yang melaluinya. Dalam penelitian ini yang akan menjadi obyek penelitian adalah faktor pendorong kemacetan lalulintas yang dijabarkan menjadi dua kelompok, yaitu: 1) Sarana lalu-lintas yang meliputi jenis dan jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan, dan fungsi kendaraan (umum atau pribadi); 2) Prasarana lalu-lintas yang meliputi, klas/ fungsi jalan, kalitas jalan, dan penggunaan badan jalan selalin sebagai jalur lalu-lintas kendaraan. Populasi dalam penelitian ini meliputi semua jaringan jalan di Kota Semarang, sedangkan sampel diambil 4 jalan utama lingkar luar (dari luar kota), Aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengukur Tingkat Pelayanan (Level of Services) masing-maing titik pengamatan, dimana dapat dipergunakan standar pengukuran tingkat pelayanan sesuai dengan DLLAJR yaitu lebih dari 0,7 (tingkat pelayanan klas D ke atas). Aspek lain yang dikaji adalah sebaran titik-titik kemacetan dan waktu terjadinya kemacetan lalu-lintas yang berbeda-beda tiap ruas jalan, dan waktu masing-masing kegiatan sehari-hari, waktu pencatatan setiap jam pada titik pengamatan mulai pagi hari pukul 06.00 sampai sore hari pukul 18.00, juga diteliti penyebab kemacetan pada jaringan jalan. Hasil penelitan pada jalan jalan lingkar luar yang meliputi Jalan Kaligawe. Jalan Sudiarto (Majapahit), Jalan Setya Budi, Jalan Siliwangi, mengalami tingkat pelayanan yang sangan rendah, yaitu di atas 0,7 yang berarti jalan dalam kondisi macet terbatas hingga macet padat di atas 1,0. Keadaan demikian terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada jam-jam sibuk pukul 7.00 sampai 9.00 pagi dan pukul 16.00 sampai pukul 18.00 sore. Kemacetan disebabkan disamping kapasitas jalan yang tidak mampu menampung arus lalulintas juga oleh penggunaan badan jalan yang menghambat arus lalulintas seperti parkir, ngetem, dan berjualan di badan jalan.Moda angkutan jalan yang paling mempengaruhi tingkat pelayanan jalan di semua titik pengamatan adalah sepeda motor diikuti mobil baik umum maupun pribadi. Simpulan Tingkat Pelayanan Jalan di Kota Semarang sudah sangat rendah diatas 0,7(> C), puncak kemacetan terjadi pada pukul 7.00 sampi jam 9.00 dan jam 16.00 sampai jam 18.00, moda peneybab rendahnya tingkat pelayan jalan adalah sepeda motor. Kapasitas efektif ruas jalan berkurang karean penggunaan badan jalan di luar kegiatan transportasi. Saran perlu pengaturan arus lalulintas oleh instansi berwenang untuk mengtur jumlah kendaraan yang melewati jalan raya, terutama kendaraan pribadi, dan pengaturan diisipiln lalu-lintas untuk kendaraan umum. Untuk melihat kemacetan dalam Kota Semarang perlu pemetaan kemacetan dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografi secara interkatif, karena dapat dengan cepat menganalisis penyebabnya dan penangulangannya secara terpadu. Kata kunci: Tingkat pelayanan, kemacetan lalu lintas, sistem informasi geografis
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN SOSIAL EKONOMI PEMULUNG Sutarji, -
Jurnal Geografi Vol 6, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurnal Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemulung adalah orang yang memulung dan mencari nafkah dengan jalan memungut serta memanfaatkan barang.barang bekas (seperti puntung rokok, plastik, kardus bekas dan sebagainya) kemudian menjualnya kepada pengusaha yang akan mengolahnya kembali menjadi barang komoditi.Di dalam penelitian ini yang dimaksudkan pemulung adalah pemulung yang mendapatkan barang bekas dengan cara memungut, mencari sampah dijalanan, TPS, TPA, atau rumah-rumah untuk dijual. Pada umumnya mereka bekerja dengan jalan kaki menggunakan alat kerja sederhana seperti karung dan gancau dan ada juga yang menggunakan sepeda berkeranjang dan becak, mereka juga bekerja tidak dibatasi oleh waktu jadi bekerja sesuka hati mereka. Jenis sampah yang dipungut adalah jenis sampah plastik, karet, minuman kaleng dengan besi, dan lain.lain. Karakteristik demografi yang dimaksud adalah ciri-ciri yang meliputi: umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anggota keluarga, status tempat tinggal, lama tinggal, dan intensitas pulang kampung. Kata kunci: Karakteristik demografi, sosial ekonomi, pemulung

Page 2 of 56 | Total Record : 555


Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue