cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI MELALUI CITRA PENGINDERAAN JAUH DI PANTAI UTARA SEMARANG DEMAK Satyanta Parman
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.88

Abstract

Garis pantai utara Semarang Demak selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Perubahan yang serius ini perlu untuk dilakukan pemantauan terus menerus. Permasalahan yang dihadapi di daerah pantai utara adalah bagaimana mengetahui perubahan garis pantai, proses yang terjadi dan mengapa terjadi perubahan garis pantai. Metode penelitian yang digunakann adalah interpretasi citra satelit Landsat tahun 1998 dan citra Allos tahun 2006, dan pengujian lapangan. Dengan menumpang susunkan (overlay) ke dua citra satelit melalui sistem informasi geografis merupakan cara cepat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di pantai utara Semarang Demak. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan survei tersebut didapatkan ketelitian sebesar 93% dan dikatakan valid dari 28 titik pengamatan yang berupa garis pantai maupun penggunaan lahannya. Garis pantai yang terjadi antara tahun 1999 sampai tahun 2006 lebih banyak mengalami proses abrasi jika dibandingkann dengan akresi. Abrasi yang terjadi sebesar 771,424 ha, sedangkan akresi yang sebesar 177,931 ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik suatu simpulan yaitu citra stelit Landsat dan Allos dapat digunakan untuk mengetahui perubahan garis garis pantai utara Semarang Demak dengan tingkat kebenaran 93 %, perubahan garis pantai yang terjadi berupa abrasi sebesar 771,424 ha dan akresi sebesar 177,931 ha, perubahan garis pantai abrasi terjadi akibat adanya arus laut dan ombak laut yang terus menerus menghantam bibir pantai serta adanya pantai yang relatif datar. Sedangkan akresi pada pantai disebabkan oleh penumpukan sedimen yang berasal dari dari daratan dan terendapkan di pantai terutama melalui muara sungai. Saran dari penelitian adalah untuk mempercepat mengetahui perubahan garis pantai sebaiknya dengan menggunakan citra penginderaan jauh, agar masyarakat ikut menjaga dengan mencegah adanya abrasi pantai. Cara yang dapat dilakukan dengan melalui penghijauan kawasan pantai, misalnya dengan penanaman mangrove ditepi pantai. Kata kunci : Garis Pantai, Penguinderaan Jauh ,SIG
STUDI TENTANG KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL BAGI GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI KABUPATEN PATI Erni Suharini
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8024

Abstract

The teacher has a very strategic role in efforts to achieve national developmentgoals, particularly in education field, so it is necessary to develop asprofessionals who’s dignified and professional. Recognizing these conditions, thegovernment made efforts to develop competency standards. Under theseconditions, the researchers want to examine: (1) What condition of GeographyTeacher pedagogical competence in SMA Pati; (2) How does the professionalcompetence of geography teachers in SMA Pati. The population in this study wasa geography teacher at SMA Pati. Methods of data collection weredocumentation, observation, and interviews. Variables research is pedagogicalcompetence and professional competence for geography teachers in SMA Pati.The data obtained were processed using descriptive methods and statisticalanalysis with the percentage of Mann-Whitney test. The results of this studyindicate that geography teachers have pedagogical competence of 68.8%included in both criteria. But there was an indicator that included in the criteriawas not good, i.e. the evaluation tool accuracy. This is due to the lack ofteacher’s competences in providing feedback and assessment during the learningprocess. While on the professional competence of geography teachers are ownedby 70.5% included in both criteria.
ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH (APS) PADA MASYARAKAT PESISIR DAN PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Siti Aminah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v13i1.7988

Abstract

Analysis of the survey data and secondary data City Education Department Semarang School Enrollment AtCoastal Community District of Semarang Utara both GER and net enrollment ratio in 2015, in the Districtof Semarang north taken three village is Village Stage Lor the number of digits to a participatory Schoolselementary level 21.95 and 139.25 Junior level, Village Bandarharjo the number of elementary school aparticipatory Figures 70,71% and 18,12% Junior level, and Village Tanjung Mas by the number of digits toa participatory 105,59% elementary school and junior high school level of 59,38%. Direct role and the roleof parents indirectly in the northern district of semarang can be seen that the role of parents in children'seducation in the District of North Semarang can dikriteriakan very high.
PERBEDAAN INTENSITAS KONSUMSI PANGAN KETELA POHON ANTARA RUMAH TANGGA TANI DAN NON TANI DI DESA HARGOREJO KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULON PROGO Mohamad Deden Mutakin
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i1.15295

Abstract

Upaya penganekaragaman konsumsi pangan dapat mengurangi tekanan pada ketersediaan satu macam produk pangan terutama beras, seperti pangan lokal yang juga mengandung karbohidrat seperti ketela pohon, jagung, gembili dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan intensitas konsumsi pangan ketela pohon antara rumahtangga non tani dan tani di Dusun Selo Timur dan Ngulakan Desa Hargorejo Kecamatan Kokap. Penentuan lokasi penelitian menggunakan teknik sampling purposif dan besaran sampel didapat dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 120 orang. Untuk mengkaji perbedaan intensitas konsumsi pangan digunakan uji beda independen sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensitas konsumsi pangan ketela pohon antara rumahtangga non tani dan tani.
KAJIAN EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN TEKNIK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Dewi Liesnoor Setyowati
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i1.111

Abstract

Pemukiman merupakan tempat yang sangat diperlukan oleh manusia sebagai tempat tinggal dan melakukan segala aktivitas hidupnya. Pertambahan jumlah penduduk mempengaruhi kebutuhan akan permukiman. Namun kenyataannya luas lahan tetap tidak berubah, sehingga nilai tanah menjadi mahal dan masyarakat tetap membangun walaupun sebenarnya lahan tersebut tidak layak untuk dibangun. Inventarisasi data yang akurat tentang identifikasi kelayakan suatu lahan untuk permukiman sangat diperlukan, namun pada kenyataannya data tersebut sulit diperoleh. Teknologi Sistem Informasi Geografis sangat membantu dalam upaya inventarisasi dan penyajian data dalam bentuk peta, Hasil inventarisasi dan evaluasi kesesuaian lahan untuk keperluan kawasan permukiman sangat diperlukan, data ini akan memberikan sumbangan pemikiran bagi instansi terkait maupun masyarakat pengguna lahan dalam rangka pembangunan permukiman sehingga terjadi keselarasan dengan lingkungan alam. Kota Semarang terdapat 4 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 (sesuai), kelas S3 (sesuai dengan beberapa hambatan) dan kelas N1 (tidak sesuai) dan kelas N2 (sangat tidak sesuai). Kelas kesesuaian S2 meliputi kawasan seluas 5.549 hektar (36,9%), kelas S3 meliputi daerah seluas 944 hektar (6,3%), kelas N1 meliputi daerah seluas 8.059 hektar (53,5%), dan kelas N2 seluas 503 hektar (3,4%). Faktor penghambat atau pembatas yang dominan kelas kesesuaian lahan di Kota Semarang adalah kemiringan lereng, kekuatan batuan, kembang kerut tanah, jalur patahan, bahaya erosi, dan bahaya longsor. Kata kunci: SIG, mitigasi rawan bencana
KAJIAN KETERPADUAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GARANG PROVINSI JAWA TENGAH Muhammad Fatahilah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v10i2.8058

Abstract

Garang watershed is one of critical watershed with first priority treatment. Thedamage of Garang watershed have caused environment problem in SemarangCity become more complex. Natural limit of Garang watershed which lay onbetween Semarang Regency, Kendal Regency and Semarang City, need integrityin it’s management. This research aimed to assess the integrity level of Garangwatershed management and formulate strategy to improve it. This is descriptiveresearch with qualitative and quantitative approach which focused on integritymanagement function of Garang watershed. The aspects which assessed wereplanning integrity, organization, action and control. While strategy analysisusing AHP. The result showed that the integrity level of Garang watershedmanagement was still low, so it need a strategy to improve it. The prioritystrategy which can be used are arrangement of integrity planning management,organizing watershed limit with administrative area, and clearly separation offunction from each stakeholder in Garang watershed management.
MODEL PERGERAKAN BAHAN PENCEMAR MINYAK DISEL PADAAKUIFER BATUPASIR FORMASI VOLKANIK MERAPI MUDA Wahyu Setyaningsih
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i2.79

Abstract

Pencemaran merupakan penyebab utama penurunan kulaitas airtanah terutama di daerah perkotaan. Pencemaran umumnya disebabkan oleh aktifitas manusia diantaranya penggunaan bahan bakar hidrokarbon. Salah satu produk hidrokarbon yang digunakan dalam transportasi missal adalah bahan bakar minyak disel. Minyak disel digunakan sebagai bahan bakar kereta api di Indonesia. Dalam proses pemanfaatan minyak disel terjadi pencemaran airtanah di daerah Jlagran-gandekan, yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan melakukan penyelidikan kondisi sistem alami daerah penelitian. Benzene digunakan sebagai parameter dalam pemodelan transport polutan. Kadar benzene diperoleh dari hasil analisa sampel airtanah pada sumur-sumur penduduk. Data kondisi sistem alami dan kadar benzene diolah dengan menggunakan perangkat lunak Visual Modflow 3.1.0. Model yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat prediksi penyebaran pencemaran pada masa mendatang. Dari hasil pemodelan diketahui bahwa airtanah didaerah penelitian bergerak dari utara ke selatan dan barat daya. Karena berat jenisnya lebih ringan dari air, partikel benzene akan bergerak mengikuti arah aliran airtanah. Waktu tempuh benzene dalam airtanah rata-rata 1,99 tahun. Pada tahun 2010 diprediksikan panjang penyebaran pencemaran solar adalah 900 meter dengan konsentrasi solar kurang lebih 36585,36 mg/l. Penanggulangan pencemaran hidrokarbon di daerah penelitian dapat dilakukan dengan melakukan pemompaan, pembuatan tanggul penahan dan bioremediasi. Kata-kata Kunci : Pemodelan,Hidrokarbon, Plume
IMPLEMENTASI DAN SOSIALISASI MODEL PELATIHAN DALAM PEMBERDAYAAN PENDUDUK MISKIN PERKOTAAN Eva Banowati; Aulia Pradnya Paramita
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i1.8014

Abstract

Purpose of the study: 1) To improve the poor citizen’s skill of processing waste into compost, 2) To describethe steps of implementation and socialization of training model based on effectively empowerment to impovepoor citizen’s skill. Action research used in Semarang, socialization used in Pati. Study of population is poorBLSM receiver, sampling was used snowball method. The primary data of observation was taken duringtraining. Descriptive analysis techniques and used of cross table. Sub-model of training On The Job Trainingwith deductive and inductive methods can improve processing skills by 38%. Sustainability empowerment isused on training of sub-model of Off The Job Training- socialization method was used to build the integrityof the knowledge, attitudes, and skills of the poor trainee in improving the quantity and quality of theproduct. The effectiveness of the success of training model is ranging between 53, 75% to 71.75%. Thefindings in this study are implications of theoretical and managerial implications can provide a practicalcontribution to the deductive training management and inductive apprenticeship.
KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DI JAWA TENGAN DAN PROSPEK PEMBANGUNAN KE DEPAN - Sriyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.102

Abstract

Lingkungan hidup adalah ruang yang ditempati oleh suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan benda tak hidup. Keberadaan lingkungan hidup sangatlah penting bagi kehidupan manusia. Apabila terjadi kerusakan lingkungan hidup maka kehidupan manusia juga akan terganggu. Globalisasi dan reformasi membawa pengaruh yang besar terhadap kebijakan terhadap lingkungan. Adanya globalisasi dan reformasi merubah nilai dan pola pikir terhadap pengambilan kebijakan tentang lingkungan. Mengingat pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia, pemerintah baik pusat maupun daerah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut pengelolaan lingkungan hidup. Selain itu, peran serta masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sangat dibutuhkan karena masyarakatlah yang secara langsung berhadapan dengan masalah lingkungan. Dengan program pembangunan yang berwawasan lingkungan diharapkan selain pembangunan itu sendiri berhasil juga lingkungan tidak mengalami penurunan kualitas. Kata Kunci: lingkungan hidup, pengelolaan, prospek pembangunan
STATUS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA SIDODADI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG Mukhlisi Mukhlisi; I.B. Hendrarto; Hartuti Purnaweni
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i1.8040

Abstract

This research was aimed to analyze sustainability of mangrove forestmanagement at Sidodadi village. Sustainability analysis was conducted by themethod of multidimensional scaling (MDS) approach with Rap-Simaforesttechniques (rapid appraisal index sustainable for the Sidodadi mangrove forest).The result of study showed that multidimensions management sustainability wasin moderate sustainable status or it sustainability index was 55,63%. Meanwhile,that ecological and economics dimension has low sustainable status. Both socialand legal-institutional dimensions have moderate sustainable status. The resultsof leverage analysis indicated that 15 out of 33 indicators were categorized assensitivity indicators affected sustainability of mangrove management at Sidodadivillage. These sensitive indicators should be involved in increasing sustainabilityindex in the future.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue