cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JEJAK
ISSN : 1979715X     EISSN : 24605123     DOI : -
Core Subject : Economy,
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan p-ISSN 1979-715X | e-ISSN 2460-5123 is a scientific journal that contains the results of research and theoretical studies in the field of economic development, especially on matters of economic policy in Indonesia was published by the Department of Economic Development, Faculty of Economics, Semarang State University and Indonesian Economics Bachelor Society.
Arjuna Subject : -
Articles 860 Documents
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DENGAN PENDEKATAN ANALYSIS HIERARCHY PROCESS Daharti, Reni; Susilowati, Indah; Sutanto, Himawan Arif
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 1 (2013): March 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i1.3750

Abstract

Seorang guru sebagai seorang pendidik merupakan komponen penting dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis profil guru SLTP Komwil 05 Kabupaten Tegal, (2) menganalisis prioritas kebijakan dalam meningkatkan kompetensi guru di daerah penelitian, (3) menentukan strategi untuk meningkatkan kompetensi guru melalui prioritas kebijakan yang dapat diterapkan di daerah penelitian. Respondennya adalah 33 guru SLTP Komwil 05 Kabupaten Tegal. Mereka dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Selain itu 15 orang dipilih untuk menjadi keyperson. Statistik Deskriptif dan Analisis Hierarchy Process digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru adalah moderat dan guru memiliki kepribadian dan kompetensi sosial yang tinggi. Hal yang harus ditingkatkan adalah kompetensi guru. Prioritas utama dalam meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Tegal adalah (1) memilih moralitas calon guru 2) menyaring kualitas guru (3) mengirim guru untuk mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan karakter mereka.A teacher as an educator is an important component in the educational process. This study aims to (1) analyze the teacher profile of SLTP Komwil 05 Kabupaten Tegal,  (2) analyze the policy priorities in improving the competence of teachers in the study area, (3) determine the strategies for enhancing the competence of teachers through the policy priorities that can be applied in the study area. There are 33 junior high school teachers of SLTP Komwil 05 Kabupaten Tegal as the respondents. They were selected by using simple random sampling. Then, there are also15 key persons. Descriptive Statistics and Analysis Hierarchy Process were used to analyze the data in the study. The results show that pedagogical competence and professional competence are moderate and the teachers have high personality and social competence. The thing that should be improved is teacher competence. The main priorities in improving the competence of teachers in Tegal regency are (1) selecting the prospective teacher morality 2) filtering the quality of teachers (3) sending teachers to join some trainings to build their characters.
KETAHANAN PANGAN DAN POLA DISTRIBUSI BERAS DI PROPINSI JAWA TIMUR Syaifullah, Yunan
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i2.3881

Abstract

The problem of food security is availability, distribution and consumption. The problem of availability is limited and decreasing production capacity: the distribution’s problem are insfrastructure, institution, safety link of distribution’s and the variation production capacity between region dan season. The problem of consumption is most of energy consumption are grain and rice biased. The policy of food security not only to create the food sufficiency with development economic with rural and agriculture are the basis, but also the sufficiency of food for poor society. In order to create food reserve of society, lumbung desa is important to be improved.Masalah ketahanan pangan meliputi ketersediaan bahan pangan, distribusi dan konsumsi. Masalah ketersediaan bahan pangan dapat menurunkan kapasitas produksi : masalah distribusi ini meliputi infrastruktur, institusi, jaringan distribusi dan kapasitas produksi antara wilayah dan musim. Masalah konsumsi yang paling krusial adalah konsumsi untuk gandum dan beras. Kebijakan ketahanan pangan tidak hanya untuk menciptakan kecukupan pangan dalam hal pembangunan ekonomi, tetapi juga kecukupan pangan bagi masyarakat miskin. Dalam rangka menciptakan cadangan pangan masyarakat, Lumbung Desa penting untuk ditingkatkan.
ANALISIS BANTUAN KREDIT TERHADAP PERKEMBANGAN KELOMPOK USAHA BERSAMA Harsono, Priyo
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3904

Abstract

The object of research is KUB Rukun Mina Barokah in Juwana, Pati. The purpose of research is to investigate the differences of KUB Rukun Mina Barokah development before and after getting the credit assistance from the Department of Marine and Fisheries, Pati in terms of capital, labor, thenumber of buyers, the total sales, and profits. The population for this research is 45 small micro enterprises. The type of data collected are primary and secondary data. The methods of data analysis are validity test, reliability test, and Wilcoxon sign rank test statistics. Based on the results of Wilcoxon sign rank test statistics which focuses on the variables of capital, labor, number of buyers, total sales and profit , it is obtained that p-value is 0.000 (0.000 <0,05). It shows that the credit assistance of the Department of Marine and Fisheries, Pati has given the changes in the joint venture group, Rukun Mina Barokah. The changes here means an increase in the variables before and after getting the credit assistance. Therefore, besides financial aid in the form of business loans, collaboration expansion is also needed to develop the business groups (KUB) Objek dalam penelitian ini adalah KUB Rukun Mina Barokah di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perkembangan KUB Rukun Mina Barokah sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan kredit dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati ditinjau dari modal usaha, tenaga kerja, jumlah pembeli, total penjualan, dan keuntungan. Populasi penelitian sebanyak 45 usaha mikro kecil.Jenis datanya adalah data primer dan data sekunder.Metode analisis data meliputi uji validitas, uji reabilitas, dan uji statistic pangkat tanda wilcoxon.Berdasarkan hasil uji statistik pangkat tanda wilcoxon, baik variabel modal usaha, variabel tenaga kerja,variabel jumlah pembeli, variabel total penjualan maupun variabel keuntungan didapatkan nilai -p sebesar 0,000 (0,000 < 0,05). Hal itu menunjukkan bahwa adanya bantuan kredit dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati telah memberikan perubahan pada kelompok usaha bersama Rukun Mina Barokah.Perubahan yang dimaksud adalah adanya peningkatan pada variabel- variabelsebelum dan sesudah mendapatkan bantuan kredit.Oleh karena itu, selain bantuan modal berupa kredit usaha, perluasan jangkauan kerjasama sangat diperlukan untuk mengembangkan kelompok usaha bersama (KUB).
PENGARUH INDIKATOR UTAMA PERBANKAN TERHADAP PANGSA PASAR PERBANKAN SYARIAH Purboastuti, Nurani; Anwar, Nurul; Suryahani, Irma
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 8, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v8i1.3850

Abstract

This study is about syariah banking. The secondary data, obtained from the published reports of Bank Indonesia (BI) was used. It consists of Islamic Banking Statistics (SPS) and the Progress Report on Islamic Banking (LPPS). The analytical methods used were multiple linear regression, F test and t test. Based on the calculation of F test, deposit indicators - ROA, NPF, FDR, and the ratio jointly influence the market share of Islamic banking in Indonesia.  Further, based on t test that had been done,  the variable deposits, ROA, NPF and the ratio have a significant effect, while the FDR variables have no significant effect to the market share of Islamic banking in Indonesia. Then, DPK variables, ROA, and FDR have a positive effect while the NPF and the ratio have  a negative effect on the market share of Islamic banking in Indonesia. From the analysis, it can be implied that the bank should increase deposits and ROA because they will have an effect on increasing the market share of Islamic banking in Indonesia; and the NPF and the bank should lower the ratio because they will reduce the market share of Islamic banking in Indonesia.  Penelitian ini mengenai perbankan syariah. Data pada penelitian ini adalah data sekunder dan diperoleh dari laporan bank Indonesia yang dipublikasikan. Data-data tersebut terdiri dari  Statistik Perbankan Syariah (SPS) and Laporan Perkembangan Perbankan Syariah (LPPS). Metode analitik yang digunakan adalah multiple linear regression, F test dan t test. Berdasarkan perhitungan F tes, bisa dikatakan bahwa indikator-indikator seperti  ROA, NPF, FDR, dan nisbah secara bersama-sama mempengaruhi pangsa pasar perbankan Islam di Indonesia. Sedangkan berdasarkan t tes yang sudah dilakukan, deposit variabel termasuk di dalamnya adalah ROA, NPF dan nisbah mempunyai efek yang signifikan sedangkan variabel FDR tidak berpengaruh signifikan terhadap pangsa pasar perbankan Islam di indonesia. Kemudian, variabel DPK, ROA, dan FDR mempunyai pengaruh positif  sedangkan NPF dan nisbah berpengaruh negatif terhadap pangsa pasar perbankan Islam di Indonesia. Berdasarkan analisis yang dilakukan, bisa disimpulkan bahwa bank seharusnya meningkatkan deposits dan ROA karena berefek pada peningkatan pada pangsa pasar perbankan Islam di Indonesia kemudian NPF dan bank seharusnya menurunkan nisbah karena akan menurunkan pangsa pasar perbankan Islam di Indonesia. 
EFISIENSI PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Amirillah, Afif
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i2.3895

Abstract

This research aims to find out the factors that can cause the efficiency value difference of Islamic Banking in In-donesia. The data at this research is monetary data of Islamic Banking. It was obtained from Bank of Indonesia. Then, it was divided into input and output variables. The determination of input output variables at this research uses Value Added Approach. Its input output variables consist of Demand Deposits, Saving Deposits, Time Depo-sits, Paid -In Capital, Placement at Bank ofIndonesia, Inter Bank Assets, Mudharabah, Musyara kah, Murabahah, Istishna, Ijarahand Qardh. This research used Data Envelopment Analysis method. This method has a strength that is having the capability to measure inefficiency input output variables, so that, the variable can have the efficiency. This research has resulted Islamic Banking efficiency in Indonesia, but it does not include BPRS. The mean efficiency of Islamic banking in Indonesia is 99,94%. Penelitian ini bertujuan mencari faktor –faktor penyebab perbedaan nilai efisiensiperbankan syariah di Indo-nesia yang dibandingkan secara relatif untuk setiap periode. Data yang digunakan pada penelitian ini menggu-nakan data keuangan perbankan syariah yang diperoleh dari Bank Indonesia kemudian dibagi menjadi variabel input dan output. Penentuan variabel input dan output pada penelitian ini menggunakan pendekatan Value Added Approach. Variabel input outputnyaterdiri dari : Giro iB, Tabungan iB, Deposito iB, Modal disetor, Pen-empatan padaBank Indonesia, Penempatan pada bank lain, Mudharabah, Musyarakah, Murabahah,Istishna, Ijarah dan Qardh. Pada penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis yang mempunyai kel-ebihan dalam menghitung efisiensi untuk setiap variabel input outputyang mengalami inefisiensi. Penelitian ini menghasilkan nilai efisiensi perbankan syariah di Indoenesia (tidak termasuk BPRS). Efisiensi perbankan syariah di Indonesia mengalami efisiensi rata-rata sebesar 99,94%.
MODAL MANUSIA DAN PRODUKTIVITAS Sari, Erlinda Puspita; Farah, Alfa
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 7, No 1 (2014): March 2014
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v7i1.3840

Abstract

Modal manusia dianggap sebagai salah satu faktor penentu produktivitas. Modal manusia merupakan dimensi kualitatif dari sumberdaya manusia, seperti keahlian dan keterampilan, yang akan memengaruhi kemampuan produktif manusia tersebut. Dimensi kualitatif tersebut diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganaliss efek dari modal manusia terhadap tingkat produktivitas di provinsi-provinsi di Indonesia. Dalam penelitian ini, tingkat pendidikan diukur dengan beberapa indikator, yaitu; angka melek huruf dan angka partisipasi murni tingkat SD, SMP maupun SMA. Tingkat kesehatan diukur dengan angka kematian bayi. Data yang digunakan adalah data panel dari 25 provinsi di Indonesia selama perioede 1996-2010 yang dianalisis dengan menggunakan Model Panel Data Fixed Effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa modal manusia yang diukur dari tingkat pendidikan (APM) dan tingkat kesehatan (AKB) merupakan faktor yang berpengaruh dan signifikan untuk menjelaskan variasi produktivitas meskipun magnitude-nya lebih kecil dibandingkan dengan modal fisik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa variabel pendidikan memiliki magnitude yang lebih besar dibandingkan dengan variabel kesehatan. Human capital is regarded as one of the determining factors of productivity. Human capital is qualitative dimension of human resource which includes skills and knowledge. These qualitative dimensions are internalized through education, training and health. This study aimed to analyze the effect of human capital on productivity level across provinces in Indonesia. In this study, the level of education was measured by literacy and school enrollment rate (in primary, secondary and high school). The level of health was measured by infant mortality rate. The study employed a panel data of 25 provinces in Indonesia during the period of 1996-2010. Using fixed effect method, the result showed that secondary school enrollment rate and infant mortality rate are significant to explain the variation of productivity, albeit in smaller magnitude comparing to physical capital. The result also showed that the magnitude of education variable is higher than that of health variable. 
KONTRIBUSI PBB PERTAMBANGAN MIGAS BAGI DAERAH PENGHASIL DALAM PELAKSANAAN DESENTRALISASI Gunawan, Yunus
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 1 (2013): March 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i1.3746

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala penyaluran dana bagi hasil PBB pertambangan migas dan kontribusi bagi kabupaten/kota penghasil SDA migas. Realisasi penerimaan PBB kabupaten/kota penghasil SDA migas setiap tahunnya mengalami kenaikan rata-rata sebesar 44 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengenaan PBB pertambangan migas menemui kendala dalam penyalurannya. Kendala pada penentuan kabupaten/kota yang berhak atas PBB pertambangan migas, masalah “under value” pengenaan PBB pertambangan migas, terutama pada penggunaan harga jual minyak yang masih dibawah harga jual minyak sesuai APBN-P serta ketidaktahuan mekanisme pengenaan PBB pertambangan migas. PBB pertambangan migas memberikan kontribusi yang besar kepada kabupaten/kota penghasil SDA migas. Peranan pengenaan PBB pertambangan migas dalam lima tahun terakhir memberikan peran yang signifikan rata-rata sebesar 206 persen dari total PAD dan 11 persen dari total sisi penerimaan daerah. Hal ini sangat bertolak belakang dengan semangat otonomi daerah apabila dilihat dari porsi total PAD kabupaten/kota penghasil SDA migas terhadap total penerimaan daerah kabupaten/kota penghasil SDA migas yang hanya menyumbang 5 persen. This study aims to identify the obstacles in the allocation of fund from oil and gas mining property tax evenlyand its contributionfor kabupaten or kota that yields oil and gas. The revenue of kabupaten or kota that has oil and gas mining increases every year. It is 44 percent on the average. The results show that the meachanism of tax levyhas some obstatcles. They are problems in determining Kabupaten or kota that has right for having the fund from oil and gas mining property tax, the under value problem oftax levy, the lack of knowledge in managing the mechanism of tax levy. The oil and gas mining property tax gives great contribution for kabupaten or city that yields oil and gas. The tax contributes significantly at 206% of PAD (local revenue) total and 11% of the kabupaten or kota revenue. It is on the contrary to the motivation of region autonomy since PAD (local revenue) of Kabupaten or Kota that yields oil and gas only contribute 5%
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP IPM PROVINSI DI INDONESIA 2007-2011 Maulana, Ridwan; Bowo, Prasetyo Ari
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 6, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v6i2.3886

Abstract

The aim of this study is to estimate and analize the characteristics of Indonesian household expenditure on goods and services, for example food, clothes, household utensils, housing, medical care, education, oil and transportation, gas, electricity and communication. Linear Expenditure System (LES) model and seemingly uncorrelated regression (SUR) estimation method were applied. This study has some conclusions. First, if ones have more incomes, they will proportionally allocate them for housing, oil and transportation, education, food, and medical care. Second, medical care, education and communication are categorized as superior or deluxe commodities. Third, the approximation of minimum living expenditure to survive is Rp 147.236 for a household per week. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh pertumbuhanekonomi, pendidikan dan teknologi terhadap indeks pembangunan manusia dengan menggunakan data panel pada 33 provinsi di Indonesia selama 2007-2011. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah regresi dengan model fixed effect. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap IPM.Pertumbuhan ekonomi yang baik dapat mendorong terciptanya infrastruktur yang menjadi pemicubanyaknya industri, fasilitas publik seperti pendidikan dan rumah sakit yang akan mendorong tingginya indeks pembangunan manusia. Hubungan antara pendidikan dengan kualitas hidup adalahsemakin tinggitingkatpendidikanseseorangmakasemakintinggiIPM Namun, teknologi tidak berpengaruh signifikan.
PENGARUH DPR, GRE, DAN SYSTEMATIC RISK TERHADAP PER: UJI KONSISTENSI MODEL El Fuad, Fanny Rifqi; Kurniawan, Rudi
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 5, No 2 (2012): September 2012
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v5i2.3909

Abstract

The study aims to analyze the stock price valuation which is listed in Jakarta Stock Exchange by employing modelling approach of Price Earnings Ratio (PER) and factors that are assumed enable to explain the changes. These factors are Dividend Payout Ratio ( DPR ) , the Growth Rate of Earnings (GRE), and systematic risk. The result showed that among these three variables, the DPR is the only factor consistently influences the variation in the value of PER on the three models of regression cross section which were made respectively from 2000 to 2002. The next analysis was conducted by using a simple regression between variable of DPR, an independent variable, and PER, dependent variable. This analysis revealed a significant result- a level of consistency coefficient and high intercept. This research also aims to test the regression model consistency cross section. It showed that the theoretical value of PER (earning multiplier) gathered from regression cross section, can be used to determine the intrinsic stock if the regression model made is in the similar market situation during the valuation process. Without having this assumption accomplished, an investor cannot compare the theoretical PER value of the various models which are made by using equal sample and method. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penilaian harga saham yang listed di Bursa Efek Jakarta berdasarkan pendekatan model price earning ratio (PER), beserta faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahannya. Faktor-faktor yang diduga mampu menjelaskan perubahan PER adalah: dividend payout ratio (DPR), growth rate of earning (GRE), dan risiko sistematis. Dari keseluruhan pengujian hipotesis di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diduga mempengaruhi variasi nilai PER saham, hanya variabel DPR yang secara konsisten secara signifikan mempengaruhi variasi nilai PER pada ketiga model regresi cross section yang dibuat berturut-turut mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2002. Analisis selanjutnya dengan melakukan regresi sederhana antara variabel DPR sebagai variabel independen dengan PER sebagai variabel dependen menunjukkan hasil yang signifikan dengan tingkat konsistensi koefisien dan intercept-nya yang tinggi. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji konsistensi model regresi cross section menunjukkan bukti bahwa nilai teoritis PER (earning multiplier) yang diperoleh dari regresi cross section dapat digunakan untuk menentukan nilai intrinsik saham apabila model regresi yang dibuat berada dalam situasi pasar yang sama ketika proses security valuation dilakukan. Tanpa terpenuhinya asumsi ini, seorang investor tidak bisa membandingkan nilai teoritis PER dari berbagai model yang dibuat dengan menggunakan sampel dan metoda yang sama.
PENGEMBANGAN DAERAH BERDASARKAN TIPOLOGI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN SEKTOR DI WILAYAH KEDUNG SEPUR Suseno, Deky Aji
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 8, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v8i1.3855

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis tipologi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan sektor di wilayah Kedung Sepur, yang selanjutnya dapat menerapkan strategi pengembangan perekonomian di wilayah Kedung Sepur berdasarkan tipologi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan sektor.Metode analisis menggunakan tipologi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan sektoral serta analisis deskriptif.Hasilnya adalah Kabupaten Demak dan Grobogan (Purwodadi) masuk pada klasifikasi daerah dengan pertumbuhan dan ketimpangan sektoral dibawah rata-rata.Kota dan Kabupaten Semarang masuk pada klasifikasi daerah dengan pertumbuhan PDRB dan ketimpangan sektoralnya diatas rata-rata.Sedangkan Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga mempunyai pertumbuhan PDRB diatas rata-rata dan ketimpangan sektoralnya dibawah rata-rata.Fokus strategi pembangunan ekonomi yang harus dilakukan adalah sesuai dengan posisi klasifikasi daerah.Demak dan Grobogan fokus pada pertumbuhan ekonomi.Kota dan Kabupaten Semarang fokus pada pemerataan pendapatan sektoralnya.Kabupaten Kendal dan Kota Salatiga sudah baik, hanya perlu mempertahankan kondisi tersebut.This study aimed to analyze the typology of economic growth and inequality in the region Kedung railroad sector, which in turn can implement economic development strategies in the region Kedung railroad based typology of economic growth and inequality sektor.Metode typology analysis using economic growth and sectoral imbalances and analysis is deskriptif.Hasilnya Demak and Grobogan (Purwodadi) entered in the classification of areas with growth and sectoral imbalances below the rata.Kota and Semarang district entered on the classification of regions with GDP growth and sectoral imbalances above the rata.Sedangkan Kendal and Salatiga has a GDP growth above average and below the average sectoral imbalances rata.Fokus economic development strategy that should be done is in accordance with the position classification and Grobogan daerah.Demak ekonomi.Kota focus on growth and Semarang District focus on income distribution sektoralnya.Kabupaten Kendal and had good Salatiga , only need to maintain these conditions.

Page 6 of 86 | Total Record : 860


Filter by Year

2008 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2023): September 2023 Vol 16, No 1 (2023): March 2023 Vol 15, No 2 (2022): September 2022 Vol 15, No 1 (2022): March 2022 Vol 14, No 2 (2021): September 2021 Vol 14, No 1 (2021): March 2021 Vol 13, No 2 (2020): September 2020 Vol 13, No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 2 (2019): September 2019 Vol 12, No 1 (2019): March 2019 Vol 12, No 1 (2019): March 2019 Vol 11, No 2 (2018): September 2018 Vol 11, No 1 (2018): March 2018 Vol 10, No 2 (2017): September 2017 Vol 10, No 1 (2017): March 2017 Vol 10, No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 2 (2016): September 2016 Vol 9, No 2 (2016): September 2016 Vol 9, No 1 (2016): March 2016 Vol 9, No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2015): September 2015 Vol 8, No 2 (2015): September 2015 Vol 8, No 1 (2015): March 2015 Vol 8, No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2014): September 2014 Vol 7, No 2 (2014): September 2014 Vol 7, No 1 (2014): March 2014 Vol 7, No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2013): September 2013 Vol 6, No 2 (2013): September 2013 Vol 6, No 1 (2013): March 2013 Vol 6, No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2012): September 2012 Vol 5, No 2 (2012): September 2012 Vol 5, No 1 (2012): March 2012 Vol 5, No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2011): September 2011 Vol 4, No 2 (2011): September 2011 Vol 4, No 1 (2011): March 2011 Vol 4, No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2010): September 2010 Vol 3, No 2 (2010): September 2010 Vol 3, No 1 (2010): March 2010 Vol 3, No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2009): September 2009 Vol 2, No 2 (2009): September 2009 Vol 2, No 1 (2009): March 2009 Vol 2, No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 1 (2008): March 2008 Vol 1, No 1 (2008): March 2008 Vol 1, No 1 (2008): Jejak More Issue