cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
PENGARUH PENERAPAN WORK PREPARATION JOB SHEET (WPJS) UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK PADA KOMPETENSI DASAR MELAKSANAKAN TEKNIK PENGERJAAN LOGAM
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktik melaksanakan teknik pengerjaan  logam pada siswa kelas X tanpa menggunakan metode pembelajaran WPJS dan yang menggunakan metode pembelajaran WPJS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Posttest-Only Control Design.  Populasi penelitian yaitu siswa kelas X Jurusan Teknik Pemesinan di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto sebanyak 210 siswa, sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas X M2 sebanyak 38 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X M5 sebanyak 38 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar praktik pengerjaan logam tanpa menggunakan metode pembelajaran WPJS dengan rata-rata nilai sebesar 73,87 termasuk dalam kategori baik, sedangkan menggunakan metode pembelajaran WPJS dengan rata-rata nilai sebesar 81,42 termasuk dalam kategori baik. Hal tersebut menunjukkan ada perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar praktik melaksanakan teknik pengerjaan logam antara menggunakan WPJS dan tanpa menggunakan WPJS dengan nilai t hitung sebesar 4,938 nilai ttabel sebesar 1,67.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MENGGAMBAR PROYEKSI AMERIKA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan lembar kegiatan siswa gambar proyeksi Amerika, mengetahui kepraktisan dan peningkatan hasil belajar. Model penelitian adalah Research and Development/RD. Penelitian ini menggunakan desain uji true eksperimental jenis pretest-posttest two group control design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X TKRO 1 untuk kelas control dan X TKRO 4 untuk kelas eksperimen dengan jumlah masing-masing 33 siswa. Hasil uji coba ahli media memperoleh presentase kelayakan sebesar 85,3% sedangkan ahli materi sebesar 87%, keduanya memperoleh kriteria sangat layak. Peningkatan rata-rata pretest dan posttest sebesar 65,21 untuk kelas control dan 78,82 untuk kelas eksperimen. Hasil analisis uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,235 untuk pretest yang berarti tidak terdapat perbedaan, sedangkan hasil analisis uji-t untuk posttest diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan lembar kegiatan siswa dengan pembelajaran biasa. Hasil perhitungan uji kepraktisan memperoleh rata-rata hasil uji sebesar 4,12 maka lembar kegiatan siswa dikategorikan sangat praktis digunakan.
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR ANTARA METODE PEMBERIAN TUGAS DENGAN METODE CERAMAH PADA MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT UKUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara metode pemberian tugas dengan metode ceramah pada Mata Pelajaran Menggunakan Alat-Alat Ukur di Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Kelas X SMK 17 Agustus 1945 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian t-test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 dan 2 yang berjumlah 75 siswa. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar antara metode pemberian tugas dengan metode ceramah Mata Pelajaran Menggunakan Alat-Alat Ukur Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) Kelas X SMK 17 Agustus 1945 Semarang. Peningkatan yang diperoleh dengan metode pemberian tugas sebesar 16,31% sedangkan dengan metode ceramah meningkat sebesar 9,33%. Dari hasil tersebut berarti dengan menggunakan metode pemberian tugas siswa akan dapat lebih memahami materi yang diberikan oleh guru serta diperoleh hasil yang lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN SISWA KELAS 2 TMO SMK TEXMACO SEMARANG PADA MATA DIKLAT SERVICE ENGINE DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine what factors are significantly influencingstudent success Grade 2 Semarang TMO on Texmaco Vocational Training ServiceEngine Eye and Its Components Year 2008/2009 lesson. Population in this research areall 2nd grade students SMK Texmco Semarang TMO totaling 67 students. Variables inthis study are the factors that affect student success in training the eye and the serviceengine components. Data collection method used is the questionnaire method, while forthe data analysis technique using factor analysis. Conclusions obtained from this studyare the factors that influence the success of 2nd grade students at TMO TexmacoVocational Training Service Engine Eye and Its Components of internal factors andexternal factors. Advice can be given from the results of the research is to achieveoptimal student success if supported by the positive synergies between the student(internal factors) as the subject of study with the school component, parents, and socialenvironment (external factors).Key words: Succes factor, engine service, vocational training
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN MODUL PADA MATA PELAJARAN MEMPERBAIKI SISTEM KEMUDI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara learning cycle 5E berbantuan modul dan model pembelajaran  ekspositori  pada  kompetensi  memperbaiki  sistem  kemudi.  Penelitian  ini  menggunakan  jenis penelitian  quasy  experiment  dengan  pola  nonequivalent  control  group  design,  menggunakan  tes  sebagai  alat pengumpul data penelitian. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII TKR SMK Texmaco Pemalang tahun ajaran 2013/2014 menempuh kompetensi memperbaiki sistem kemudi yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 70 siswa. Penentuan sampel diambil dengan metode purposive sampling, kelas XII TKR 1 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 34 siswa dan kelas XII TKR 2 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 36 siswa. Rata – rata hasil studi kompetensi memperbaiki sistem kemudi pada kelompok eksperimen yang semula 59,85 menjadi 84,71 atau terjadi peningkatan sebesar 41,52%, sedangkan pada kelompok kontrol yang semula memiliki rata –rata sebesar 62,86 menjadi 72,97 atau terjadi peningkatan sebesar 16,08%.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI K3 LAS OXY-ACETYLENE MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT)
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XI KKLP 1 SMK Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal dalam proses pembelajaran materi K3 Las Oxy-Acetylene. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan melaksanakan dua kali siklus. Alat pengumpulan data meliputi butir soal tes dan lembar pengamatan proses kegiatan pembelajaran materi K3 Las Oxy-Acetylene. Hasil penelitian menunjukkan: kondisi awal peserta didik masih banyak yang pasif dan sebagian mengantuk dalam mengikuti pelajaran, jumlah yang tuntas sebesar 41,18% rerata nilai 66,47; siklus I aktivitas peserta didik aktif (64,71%) dengan ketuntasan 61,76% rerata nilai 73,24; dan siklus II aktivitas peserta didik sangat aktif (81,51%) dengan ketuntasan 82,35% rerata nilai 85,00. Sehingga melalui penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) ada peningkatan aktivitas dan hasil belajar materi K3 Las Oxy-Acetylene
PEMBELAJARAN OPERASI SISTEM PENGISIAN KONVENSIONAL PADA MATA KULIAH PRAKTIK KELISTRIKAN ENGINE DENGAN PERAGA BERBASIS KERJA RANGKAIAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetabui keefektifan pembelajaran sub-kompetensi penguasaan operasi sistem pengisian konvensional menggunakan peraga sistem pengisian berbasis kerja rangkaian. Penelitian Ini menggunakan desaln Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Mesin D3 Universitas Negeri Semarang angkatan 2009 yang mengikuti mata kuliah Praktik Kelistrikan Engine rombel 1 (40 mahasiswa). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada setiap siklus terjadi peningkatan kualitas belajar. Besarnya efektlfitas pembelajaran dari kemampuan awal mahasiswa hingga siklus II sebesar 26,18% atau cukup efektif. Kata Kunci: peraga pembelajaran, sistem pengisian, operasi sistem pengisian   This research was aimed to identify the learning effectivity of understanding sub-competence about conventional charging system using visual aid of charging system based on working series. It used Class Act Research (PTK) design. The subject of it was the students of Mechanical Engineering D3 Program, Semarang State University year 2009 joining Engine Electrical Practice subject group 1 (40 students). The result of analysis showed that there was increase of learning quality in every cycle. The amount of student learning effectivity from the beginning until cycle II was about 26,18% or 'effective enough'. Keywords: learning visual aid, charging system, charging system operation
PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR MACROMEDIA FLASH PLAYER DAN JOB SHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL PADA MOBIL
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas Pengaruh Penggunaan  media belajar macromedia flash player pada materi sistem pengapian konvensional mobil di  SMK Negeri 1 Warungasem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kelas yang menggunakan macromedia flash player. Media belajar macromedia flash player yang digunakan dalam penelitian ini , terdapat materi sistem pengapian konvensional beserta job sheetnya, animasi dan terdapat latihan soal. Nilai post test rata-rata siswa pada kelas kontrol didapatkan 73,8. Nilai post test rata-rata siswa pada kelas eksperimen didapatkan 84,4.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar materi sistem pengapian konvensional meningkat setelah menggunakan media belajar  macromedia flash player dan job sheet.  Hal ini terlihat dari hasil post test yang dicapai kelas eksperimen memiliki rata-rata yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Persentase peningkatan hasil belajar kelas eksperimen adalah 26 %. Sedangkan persentase peningkatan hasil belajar kelas kontrol adalah 11%.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW  TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN    
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar kompetensi perbaikan sistem pengapian  yang  pembelajarannya  disampaikan  dengan menggunakan model  pembelajaran  konvensional  dan model kooperatif  tipe  Jigsaw.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  108  orang  siswa  kelas  X  Teknik Mekanik  Otomotif (TMO) SMK Negeri 4 Semarang tahun Ajaran 2008/2009 yang terdiri atas 36 siswa kelas X TMO 1, 36 siswa kelas X TMO 2, dan 36 siswa kelas X TMO 3. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain Control group pre­test­post­test. Hasil belajar pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengalami pe‐ningkatan dari perolehan rata‐rata awal sebesar 68,49 menjadi 83,17 setelah pembelajaran.  Peningkatan ini men‐capai 56,11%. Peningkatan hasil belajar kelompok kontrol hanya mencapai 24,73%; yaitu dari kemampuan awal sebesar 68,57 menjadi 78,81. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dibandingan dengan model konvensional.   Kata Kunci: Kooperatif tipe Jigsaw, konvensional dan hasil belajar.The objective of this research is to compare between the study  result with  repair  ignition system competence  in which  the  learning  is presented using conventional and  jigsaw cooperative  learning model. The population of  the research was 108 students of tenth grade in Automotive Mechanical Engineering (TMO) at SMK Negeri 4 Semarang year 2008/2009  that could be divided  into 36  tenth graders of TMO 1, 36 tenth graders of TMO 2, and 36 tenth graders of TMO 3. This research is experimental one with Control Group Pre­Test­Post­Test design. The student re‐sult  using  cooperative  learning model  jigsaw  type  gets  improvement  from  first  average  gaining  about  68,49  to 83,17  after  learning.  This  improvement  percentage  achieves  56,11%. Meanwhile,  the  study  result improvement percentage in controlled‐group only achieves 24,73%. It is from first ability about 68,57 to 78,81. It shows that the study result using jigsaw cooperative learning model is better that the conventional one.   Keywords: jigsaw cooperative model, conventional and study result
PENGEMBANGAN PERAGA TRAINER ELEKTROMAGNETIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONSEP KELISTRIKAN DASAR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan keefektifan peraga trainer elektromagnetik dijadikan media pembelajaran kompetensi memahami dasar-dasar listrik. Penelitian ini menggunakan metode research and development model ADDIE, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Teknik pengambilan data dilakukan dengan angket untuk penilaian kelayakan peraga dan instrumen tes menggunakan desain pretest-posttest control grup design untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Analisis terhadap instrumen tes yang dilakukan adalah dengan membandingkan hasil tes awal/pre-test (sebelum diberikan perlakuan) dan tes akhir/post-test (setelah diberikan perlakuan). Hasil penelitian didapatkan bahwa peraga trainer elektromagnetik memenuhi kriteria sangat valid dari penilaian ahli dan tanggapan siswa, sehingga dapat digunakan sebagai media peraga untuk pembelajaran. Analisis hasil belajar menunjukkan bahwa setelah diberikan pembelajaran menggunakan peraga trainer elektromagnetik terjadi peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen. Peningkatan menggunakan peraga trainer elektromagnetik sebesar 38,01%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang telah dikembangkan valid dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan tanpa menggunakan alat peraga