cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
MINAT MAHASISWA UNTUK BEKERJA DI BIDANG INDUSTRI   SETELAH MELAKSANAKAN PRAKTIK INDUSTRI    
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNNES adalah program studi untuk mencetak guru SMK khususnya Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Otomotif, namun  dengan  berbagai  alasan  diantaranya karena terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi guru akan mempengaruhi minat  bekerja di bidang  lain termasuk bekerja  di  bidang  industri. Bidang Industri di sini adalah industri  otomotif dan industri produksi karena kedua bidang itu konsentrasi yang ada di Jurusan Teknik Mesi-n UNNES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (53%) memiliki minat bekerja di bidang industri yang tinggi bahkan 41% tergolong sangat tinggi dan selebihnya 6% memiliki minat bekerja di bidang industri yang rendah. Kata kunci : praktik industri, minat bekerja bidang industri     Basically, Mechanical Engineering Education Program  Semarang  State University  is  a program  to bear vocational school teachers especially Mechanical Engineering and automotive engineering teachers. Yet because of some reasons, in this case because of limited job vacancy to be teachers, working interest in industrial field or other ones are affected. Here industrial field includes automotive and production  industry because  these  two  fields are programs Mechanical  Engineering department  Semarang  State  University focuses. The result of research shows mainly students (53%) have high working interest in industrial  field.   Even about 41% of students have very high working interest and the leftovers, about 6% of student, have low working interest in this field.   Keywords: industrial practice, working interest in industrial field
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN PERAGA COMBINED BRAKE SYSTEM (CBS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI IDENTIFIKASI KOMPONEN MEKANISME PENGEREMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peraga Combined Brake System (CBS) memberikan efek pada hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-exsperimental design jenis One Group Pre test-Post test Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda SMK N 4 Semarang yang berjumlah 33 siswa. Penelitian diambil berdasarkan total sampling/ sampling jenuh dimana anggota populasi seluruhnya dijadikan sampel. Penelitian ini menggunakan uji Gain untuk melihat seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan peraga Combined Brake System (CBS), sedangkan untuk melihat besarnya pengaruh peraga terhadap hasil belajar siswa digunakan uji t berpasangan. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Gain menunjukan peningkatan hasil belajar termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis uji t berpasangan menunjukan “Peraga Combined Brake System (CBS) memberikan efek positif pada peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda SMK N 4 Semarang pada pembelajaran identifikasi komponen mekanisme pengereman”.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PENGAYAAN LATIHAN KOMPETENSI MENERAPKAN CARA PERAWATAN ANTILOCK BRAKE SYSTEM (ABS) UNTUK SISWA SMK MUHAMMADIYAH SAMPANG CILACAP
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan produk modul elektronik ABS yang dikembangkan, mengetahui keefektifan penggunaan modul elektronik ABS dalam meningkatkan hasil belajar siswa, serta mengetahui respon atau tanggapan tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan media modul elektronik ABS yang dikembangkan di SMK Muhammadiyah Sampang, Cilacap. Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE. Berdasarkan hasil uji kelayakan produk diperoleh persentase 95% untuk ahli media dan 96,4% untuk ahli materi, sehingga e-modul memenuhi kategori sangat layak. E-modul ABS terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai pretest 47,31 dan rata-rata nilai posttest 78,62 serta hasil Uji-t diperoleh nilai thitung = 12,05 sedangkan ttabel = 2,00. Peningkatan hasil belajar siswa diperoleh rata-rata uji N-Gain = 0,595 dengan kriteria sedang. Analisis tanggapan siswa diperoleh 89% termasuk kategori sangat baik.
ENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMELIHARA KOMPONEN SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model inkuiri pada kompetensi memelihara komponen sistem bahan bakar bensin , serta membuktikan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran inkuiri. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan setiap siklusnya meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui persentase ketuntasan klasikal dari pre-test, siklus I, dan siklus II. Pada pre-test siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 66,19. Selanjutnya pada pos-test siklus I meningkat menjadi 76,16. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 9,97. Kemudian pada pre-test siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 58,75. Sedangkan pada pos-test siklus II meningkat menjadi 77,63. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 18,88. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar memelihara komponen sistem bahan bakar bensin dapat dikatakan berhasil karena, dapat melampaui target indikator ketercapaian yang ditetapkan sebelumnya yaitu rata-rata nilai kelas ≥ 75.
PENERAPAN MODEL INTERNSHIPS WORK BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILL DAN JIWA ENTREPRENEUR MAHASISWA PENDIDIKAN VOKASI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk memformulasikan dan menerapkan model Internships Work Based Learning pada pembelajaran praktik untuk meningkatkan life skill dan jiwa entrepreneur mahasiswa vokasi. Model penelitian tindakan kelas (PTK) ini   dilaksanakan di Laboratorium  Media Penddidikan, dan laboratorium kelistrikan dan AC Mobil Jurusan Teknik Mesin FT. UNNES. Populasi dan sampel penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi D-3 Teknik Mesin (Pendidikan Vokasi) yang mengambil mata kuliah kelistrikan otomotif. Mahasiswa ini terdiri dari satu rombel berjumlah 21 mahasiswa.   Pemenuhan tolok ukur keberhasilan penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Pengukuran  life skill melalui instrumen tes parktik, sedangkan peningkatan jiwa kewirausahaan mahasiswa diukur melalui isian lembar observasi selama melaksanakan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi model Internships Work Based Learning pada pembelajaran praktik pada mahasiswa D-3 Teknik Mesin merupakan model pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman kerja (work experience) atau kerja dalam bimbingan (work shad- owing) saat praktik, pembelajaran terjadi sebagai hasil aktivitas di tempat kerja pada pembelajaran praktik yang meningkatkan life skill dan jiwa entrepreneur. Model dikembangkan dari penjabaran kurikulum, pembuatan RPP, kelengkapan alat, bahan serta adanya kolaborasi antara mahasiswa dengan latar belakang SMA dan SMK dalam ke- lompok pembelajaran praktik. Setelah model diterapkan dalam pembelajaran praktik, pemenuhan tolok ukur penelitian terjadi pada tiga siklus. Siklus pertama, kedua, dan ketiga dengan nilai life skill mahasiswa berturut-turut sebesar: 79,17, 80,74, dan 81,91. Frekuensi mahasiswa yang memperoleh nilai diatas 81 berturut-turut sebanyak 41,86%, 47,62%, dan pada siklus ketiga sebanyak 52,38%. Sedangkan hasil obeservasi terhadap jiwa Entrepreneur mahasiswa  menunjukkan  jiwa  kewirausahaan  mahasiswa  D-3  Teknik  Mesin  meningkat  optimal,  kondisi  ini  ditunjukkan dari pemenuhan sifat-sifat kewirausahaan berupa   frekuensi kehadiran saat praktik, hadir tepat waktu, Suasana pembelajaran berlangsung interaktif, terjalin kerjasama dan diskusi yang efektif dan  interaktif dalam kerja kelompok.
PENGARUH PENGGUNAAN JOB SHEET BERBASIS DEMONSTRASI TERHADAP HASIL MENGASAH PAHAT BUBUT RATA KANAN DAN HASIL PEMBUBUTAN RATA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan job sheet berbasis demonstrasi terhadap hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembubutan rata serta mengetahui hubungan antara hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembbutan rata. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental desain dengan desain penelitian Pretest – Postest control grup design dengan subyek penelitian mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang yang menempuh mata kuliah praktik pemesinan bubut 1 berjumlah 40 mahasiswa kemudian pengambilan sampel menggunakan teknik sampling yang berupa Cluster Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan tes hasil mengasah pahat dan tes hasil pembubutan kemudian data dianalisis menggunakan uji hipotesis yakni uji t berupa independen simple t-test dan pearson corelation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan job sheet berbasis demonstrasi memiliki pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan hasil belajar praktikum pemesinan bubut 1.  Hasil uji hipotesis posttest menunjukan nilai t hitung mengasah pahat bubut rata kanan sebesar 3,815 dan untuk pembubutan rata sebesar 2,217 sehingga lebih besar dari ttabel (1,686) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan job sheet berbasis demonstrasi memiliki pengaruh yang signifikan.  Peningkatan hasil praktik pada kelas eksperimen untuk kompetensi mengasah pahat bubut rata kanan meningkat sebesar 46,67% dan untuk kompetensi membubut rata sebesar 12,93%. Hasil mengasah pahat bubut rata kanan dan hasil pembubutan rata memiliki hubungan positif sebesar 0,282 atau dikategorikan memiliki hubungan yang rendah.
PEMBELAJARAN CERAMAH DENGAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBACA GAMBAR PROYEKSI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ability reads projection drawing is space shadow three dimensions becomes twodimensions, for the purpose usage of animation media in study of technical drawing it isof course will be able to assist fantasy (imagination) student to the shadow. As for thisresearch aim to know ability of student in reading projection drawing, are theredifference signifikan between the ability, and how much level of improvement of abilitybetween hit by study of discourse equiped by animation media and study of ordinarydiscourse. To express ability of student is applied by double alternative form test methodwith four alternative of answer (option). This research takes population of all classstudent 2nd expertise program of keeping engineering of industrial mechanic of SMKDr. Tjipto Semarang school year 2009/2010. Determination of group of treatment appliessample random/ is balloted. Result of data analysis indicates that improvement of abilityof group of higher experiment from at group of control and existence of differencesignifikan ability of student in reading projection drawing between both the groups.From result of this research, suggested to all drawing teacher technique in better applystudy method of discourse equiped by animation media alternatively when teachingocular diklat to read projection drawing discussion fundamental engineering drawing.Kata kunci: gambar proyeksi, kemampuan, media animasi.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW II PADA MATERI SISTEM REM
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan memperoleh informasi mengenai perbedaan hasil belajar antara siswa yang  mendapatkan pembelajaran model pembelajaran kooperatif TGT dengan Jigsaw II. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Control Group Pretest Posttest. Penentuan sampel menggunakan teknikrandom sampling. Hasil pretest menggunakan One Way Anova didapatkan F hitung = 0,185 Ftabel = 3,08 untuk peluang 0,95 dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 104 membuktikan ketiga kelas tidak memiliki perbedaansignifikan sebelum perlakuan. Hasil uji postest didapatkan F hitung = 21,803 F tabel = 3,08 untuk peluang 0,95 dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 104 membuktikan terdapat perbedaan signifikan antara ketiga kelas setelah perlakuan. Hasil t-test terhadap data posttest kelas TGT dan Jigsaw II diperoleh t hitung = -4,943 ttabel = 5% dengan dk = 70. Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi sistem rem dengan menggunakan model pembelajaran TGT dibandingkan dengan model pembelajaran jigsaw II. 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI PERMESINAN MATA PELAJARAN DASAR KOMPETENSI KEJURUAN SISWA KELAS X MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran konvensional menimbulkan rendahnya minat para siswa kelas X, SMK Slamet Riyadi Gemolong pada pembelajaran kompetensi permesinan yang akhirnya berdampak pada tingkat pemahaman dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dengan menerapkan media pembelajaran audio-visual. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observa- si dan juga refleksi. Pada siklus I, 18 siswa dari 25 siswa telah tuntas mengikuti tes, dengan nilai rata-rata kelas 69,92 atau sebesar 72 %. Setelah media audio-visual diterapkan pada siklus II, 20 siswa dari 26 siswa telah tuntas mengikuti tes dengan nilai rata-rata kelas sebesar 78,30 atau sebesar 76,92 %. Penggunaan media audio visual dalam pembalajaran meningkatkan kompetensi permesinan pada kompetensi dasar kejuruan siswa kelas X SMK Slamet Riyadi Gemolong. Hendaknya guru dapat menggunakan media audio visual sebagai variasi dalam pembelajaran.
KONSEP STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM PROFESI KEINSINYURAN PADA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to profession bill, a worker has to be certified. Several efforts could be conducted to make graduate of Mechanical Engineering Education Department accepted as an engineer. They are: reviewing the curriculum, add more 20  SKS  of subjects connected with profession engineer program, and cooperate with PJI to hold profession engineer program. In future these could make a person who can work in both engineering and teaching field.