cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PENGARUH BANGKITAN PERJALANAN PEMUKIMAN BARU TERHADAP JARINGAN JALAN AKSES (Studi Kasus Perumahan Bukit Semarang Baru, Mijen Kota Semarang) Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6894

Abstract

Bukit Semarang Baru Housing Mijen is one of the housing on the outskirts of the city of Semarang that most of the population works in the city, resulting in the overload trip generation pathways roads leading to the city center of Semarang. Hence it is important for transportation planning efforts conducted as early as possible, in this case directed at the generation characteristics and travel patterns in the residential population Bukit Baru Semarang Mijen. From regression analysis found that variables that influence significantly on the number of trips is the number of families, the number of family members working and family income. While family members berusaia over 7 years, family members of the school, motorbike and car ownership less significant effect on the number of trips that occurred. From the analysis of cross-classification with respect to the chi-square value and the value of existing contingency coefficientterlihat strong relationship that the modal choice of Bukit Semarang Baru Housing residents to travel is influenced by the ownership of the vehicle, the trip destination location and income level. Bukit Semarang Baru Housing residents who use public transport to get to the day-to-day activities is relatively small (8.22% taking public passenger cars and 11.42% using bus). In general, 57.08% of the Bukit Semarang Baru Housing residents prefer to use motorcycles. Public transport is more important role for people who are shopping (27.6% by MUP and 23.9% by buses).Perumahan Bukit Semarang Baru Mijen merupakan salah satu perumahan di pinggiran Kota Semarang yang sebagian besar penduduknya bekerja di Kota Semarang, sehingga terjadi bangkitan perjalanan yang membebani jalur-jalur jalan menuju ke pusat Kota Semarang. Oleh Karena itu penting adanya usaha perencanaan transportasi yang dilakukan sedini mungkin, dalam hal ini diarahkan pada karakteristik bangkitan dan pola perjalanan penduduk di perumahan Bukit Semarang Baru Mijen. Dari analisis regresi diketahui bahwa variabel yang pengaruhnya signifikan terhadap jumlah perjalanan adalah jumlah kepala keluarga, jumlah anggota keluarga yang berkerja dan pendapatan keluarga. Sedangkan anggota keluarga yang berusaia lebih dari 7 tahun, anggota keluarga yang sekolah, kepemilikan sepeda motor dan mobil pengaruhnya kurang signifikan terhadap jumlah perjalanan yang terjadi. Dari analisis Klasifikasi silang dengan memperhatikan pada nilai chi-square dan nilai contingency coefficientterlihat ada hubungan yang kuat bahwa pemilihan moda dari penduduk perumahan Bukit Semarang Baru untuk melakukan perjalanan dipengaruhi oleh kepemilikan kendaraan, lokasi tujuan perjalanan dan tingkat pendapatan. Pendududk Bukit Semarang Baru yang menggunakan angkutan umum untuk menuju tempat aktifitasnya sehari-hari relatif sedikit (8,22% yang menggunakan mobil umum penumpang dan 11,42% menggunakan bis). Secara umum, 57,08% penduduk Bukit Semarang Baru lebih memilih menggunakan sepeda motor. Angkutan umum lebih penting peranannya bagi orang yang berbelanja (27,6% menggunakan MUP dan 23,9% manggunakan bis).
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ROVING TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG Apriyatno, Henry
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i2.1616

Abstract

Concrete is enervating the strength of pull and it is brittle in nature (it is tragile) that in aconstruction design the capacity of longitudinal concrete tension area is not computered. Theenervating concrete can be fixed by adding some fibres with the purpose to erect the concreteframe uniformly. Roving fibers are used at the composition of 1.9; 3.8; 5.7; and 7. 6% of theconcrete volume. The concrete mechanical change is determined by a concrete cylinder andconcrete block measuring 15cm x 20cm x 120cm put to experiment with their respective 15experimental objects. Refracted capacity experiment is gained from a chaste refracted block. Theresearch result shows that the fibre accretion to concrete causes the pressure capacity of concretecylinder to decrease significantly, whereas the strong pull of concrete increases. The concreteductility significantly increases, whereas the modular concrete elasticity significantly decreases, thecapacity of refracted block at the fibre compositions of 1.9 and 3.8% with the spread of 0.25h and0.5h gains a very good result.Keywords: roving fibre concrete Beton memiliki kelemahan pada kuat tarik dan sifat getasnya rendah (mudah putus)sehingga dalam perencanaan kapasitas tampang beton daerah tarik tidak diperhitungkan.Kelemahan beton dapat diperbaiki dengan menambah serat yang memiliki tujuan menulangi betondengan serat secara uniform. Serat yang dipakai adalah serat roving pada komposisi 1,9; 3,8; 5,7;dan 7,6% dari volume beton. Perubahan mekanis beton diperoleh dari uji silinder beton dan balokbeton berukuran 15 cm x 20 cm x 120 cm masing-masing 15 benda uji. Pengujian kapasitas lenturdiperoleh dari balok lentur murni. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan seratmenyebabkan kapasitas tekan silinder beton secara signifikan turun, sedangkan kuat tarik betonnaik. Sifat daktilitas beton meningkat secara signifikan sedangkan modulus elastisitas beton secarasignifikan turun, kapasitas lentur balok pada komposisi serat 1.9 % dan 3.8 % dengan penyebaran0.25 h dan 0.5 h diperoleh hasil yang paling baik.Kata Kunci: beton serat roving
AIR SEBAGAI ALAT PENGENDALI IKLIM MIKRO DALAM BANGUNAN Studi Kasus : Taman Sari Royal Heritage Spa, Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Hendrawati, Dyah
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7477

Abstract

Indonesia is a country with wet tropical climate has constraints in obtaining thermal comfort because of the high air temperature, high air humidity and lower air speed. Modification of the microclimate might be conducted by increasing the cooling effect in a passive manner. Water can be used as one of control strategy thermal to build the microclimate or to site. Water also played an important role in lowering temperature and raise humidity in a room in building.Taman Sari Royal Heritage Spa, which is located in Yogyakarta,is one of building that implementing water as thermal control by making pool in door. This research aims to understand the influence of water in controlling the micro climate and the anything influence it .This research uses the quantitative methods by conducting observation and measuring temperature and humidity directly to the research objects. Secondary data is needed in this research. There was also  literature review on the stuff that supports research, and a literature study was  also conducted. The research and analysis on the results shows that 1 .The room in Tamansari royal heritage spa still in comfort zone in thermal .2 .The volume of water affects temperatures and humidity room 3 .Distance is a significant factor. Indonesia yang merupakan negara dengan iklim tropis basah, mempunyai kendala dalam memperoleh kenyamanan termal, yaitu suhu udara tinggi, kelembaban udara tinggi dan kecepatan udara rendah. Modifikasi iklim mikro dapat dilakukan salahsatunya dengan meningkatkan efek pendinginan secara pasif.Air bisa digunakan sebagai salah satu strategi pengendali thermal pada iklim mikro suatu bangunan atau site.Airjuga berperan penting dalam menurunkan temperatur dan menaikkan kelembapan pada suatu ruangan dalam bangunan.Taman Sari Royal Heritage Spa yang terletak di Yogyakarta, merupakan salah satu bangunan yang menerapkan air sebagai pengendali thermaldengan membuat kolam renang in door.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air dalam mengendalikan iklim mikro dan faktor apasaja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif , dengan cara melakukan observasi dan mengukur suhu serta kelembapan langsung ke objek penelitian. Data sekunder sangat diperlukan dalam penelitian ini, maka dilakukan pula studi literatur terhadap hal-hal yang mendukung penelitian tersebut.Data dan hasil analisa pada penelitian ini menunjukkan bahwa 1.Ruang-ruang oada Tamansari Royal Heritage spa masih dalam zona nyaman secara termal.2. Volume air sangat mempengaruhi suhu dan kelembaban ruangan 3.Jarak menjadi faktor yang signifikan.
KEBIJAKAN DAN TANTANGAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM Siswoyo, M. Pujo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6959

Abstract

Public city transportation is an integral part of the system of the city that make both interaction between the pattern of area with the system of transportation. If the public transportation is bad, so the captive group will try to fulfill necessity of transpotation service becomes choice group which usually happen in the cuty. In preparation of the system of public transportation service involve user, operator and regulator. Regulator is a controller between operator and user, to instruct the performance system in operational technic or financial economic and give the specification for the system of public transportation. The diserection of policy becomes a standard for the grade of public transportation supply which leader by service concept, with anticipate a number of challenge in order to get a dracnetion whicih can answer the problem effectivelly and correctly.Pelayanan angkutan umum perkotaan merupakan bagian integral dari sistem kota yang menyusun interankasi timbal balik antara pola tata guna lahan dengan suatu sistem transportasi. Bila pelayanan angkutan umum itu buruk, maka kelompok captive akan berusaha memenuhi kebutuhan jasa transportasi menjadi kelompok choice yang banyak terjadi di masyarakat perkotaan. Dalam penyelenggaraan sistem pelayanan angkutan umum itu melibatkan user (pengguna), operator (pengusaha) dan regulator (pemerintah). Regulator sebagai pihak pengontrol antara operator dan user, mengkaji performansi sistem dalam teknik operasional maupun ekonomi finansial, dan memberikan spesifikasi bagi sistem pelayanan sistem angkutan umum. Kebijakan regulator menjadi tolak ukur bagi tingkat pelayanan suplai transportasi umum yang dilandasi oleh konsep pelayanan, dengan mengantisipasi sejumlah tantangan agar kebijakan yang diambil dapat menjawab secara tepat dan efektif.
Evaluasi Simpang Koridor Utama Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20156

Abstract

Abstract: Position of Semarang City is evaluated in national and regional scales as a very strategic location. This strategic position generates significant impact to trafic growth, which has local and regional characteristics. Current traffic which is caused by the significant traffic growth must be reviewed continuously in order to avoid negative impacts. Significant current traffics growth without accompanied by appropriate traffic pattern arrangement will cause sufficient delay and long queue. Current traffic pattern of street can be known from the arrangement pattern of an interchange located at that street. Siliwangi interchange have four leg, North leg has degree of saturation 0.371, South leg has degree of saturation 0.467, East leg has degree of saturation 0.445, and West leg has degree of saturation 0.328. Based on these corresponding degrees of saturations at its legs, Siliwangi interchange still has an adequate degree of saturation (below  minimum requirement of 0.75). On the contrary, based on the site view, traffic in those interchange is often chocked up and traffic jam is often happened. The immediate optimalization which is needed is really leading to the existing signs functions and local coordination with other interchange near those interchange.Abstrak: Posisi Kota Semarang ditinjau dalam skala nasional maupun regional sangat strategis. Posisi strategis tersebut menimbulkan dampak pertumbuhan lalulintas yang bersifat lokal maupun menerus cukup besar. Pertumbuhan lalulintas yang cukup besar menghasilkan arus lalulintas harus dikaji terus menerus sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak negatif. Arus lalulintas yang cukup besar tanpa disertai pengaturan pola lalulintas yang sesuai akan menyebabkan tundaan cukup lama dan antrian cukup panjang. Pola arus lalulintas suatu ruas jalan dapat dilihat dari pola pengaturan simpang pada ruas tersebut. Simpang siliwangi memiliki empat lengan pendekat, lengan Utara mempunyai dearajat kejenuhan 0.371, lengan Selatan mempunyai derajat kejenuhan 0.467, lengan Timur mempunyai derajat kejenuhan 0.445, dan lengan Barat mempunyai derajat kejenuhan 0.328. Jika melihat derajat kejenuhan di masing-masing lengan, dapat dilihat bahwa Simpang Siliwangi masih memenuhi syarat yaitu < 0.75 derajat kejenuhannya. Namun, jika dilihat di lapangan, kondisi arus lalu lintas di simpang ini sering tersendat dan beberapa kemacetan sering terjadi. Optimalisasi yang diperlukan adalah penegakan terhadap rambu yang sudah dibuat dan koordinasi dengan simpang yang berdekatan  Abstrak:PosisiKotaSemarangditinjau  dalam  skalanasional  maupun  regionalsangat  strategis. Posisistrategistersebutmenimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalulintasyangbersifatlokalmaupunmenerus   cukup  besar.  Pertumbuhan  lalulintas  yang  cukup  besar  menghasilkanaruslalulintasharusdikaji  terus  menerussehingga  tidak  menimbulkan  dampak-dampaknegatif.Arus  lalulintas yang  cukup  besartanpa  disertai  pengaturan  pola  lalulintas  yang  sesuai  akan  menyebabkantundaan  cukuplamadanantriancukuppanjang.  Polaaruslalulintassuaturuasjalandapat dilihatdari  pola  pengaturan  simpang  pada  ruas  tersebut.  Simpang  Siliwangi  memiliki  empatlenganpendekat,  lengan  Utaramempunyaiderajat  kejenuhan  0,371.  lenganSelatan  mempunyaiderajat kejenuhan0,467,  lenganTimurmempunyai  derajatkejenuhan0,445,danlenganBaratmempunyaiderajat  kejenuhan  0,328.  Jika  melihatdera
PENERAPAN KONSEP HIJAB PADA RUMAH TINGGAL PERKOTAAN Azizah, Ronim
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6881

Abstract

This research identified the housing design which implement the hijab concept with limited square land. According to this limitation, the housing design will be minimalist. In general, a house consist of rooms for settlement function such as living room, bedroom, bathroom and kitchen. This general room arrangement leads to an unclear division of public and private zone. Therefore, architecture functions as a tool to accommodate human activity and hijab in housing design to implement Islam ideology that manage human live-hood.  Through this fusion of architecture and hijab arrangement, the Islamic housing design can be created. this research is using descriptive method which identified the extend of hijab concept implementation in urban housing design with limited square lot. Data analysis use several parameters (1) Physical hijab such as room arrangement, wall, door and window and (2) non physical hijab such as the user's activity or behavior. the result shows that hijab concept in urban housing design consist of (1) physical hijab such as room arrangement that divide public and private zone and (2) non physical hijab such as behavior or etiquette of visiting which implementing Islamic culture.Penelitian ini menjelaskan tentang desain rumah tinggal yang menerapkan konsep hijab  meskipun dengan luas lahan yang terbatas. Dengan keterbatasan luas lahan tersebut maka rancangan rumah tinggal berupa rumah  minimalis. Secara umum rumah tinggal terdiri atas ruang-ruang standar untuk berhuni yaitu ruang tamu, ruang tidur, km/wc dan dapur. Dengan tata ruang yang standar tersebut maka terjadi pemisahan yang tidak jelas antara zona publik dan zona privat. Oleh karena itu maka arsitektur berfungsi untuk mewadahi aktivitas dan hijab sebagai ajaran yang mengatur tata kelakukan menurut ajaran islam. Dengan adanya perpaduan tatanan arsitektur dan tatanan hijab maka model rumah tinggal islami dapat diwujudkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif  yaitu mengkaji sejauhmana penerapan konsep hijab pada rumah tinggal di perkotaan dengan luas lahan yang terbatas.  Analisis data menggunakan parameter: (1) hijab fisik berupa tata ruang, dinding, pintu, dan jendela  dan (2) hijab non fisik berupa perilaku atau aktifitas pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep hijab pada rumah tinggal di perkotaan terdiri atas: (1) hijab fisik berupa tata ruang yang memisahkan zona publik dan privat dan (2) hijab non fisik berupa perilaku atau adab bertamu yang menerapkan budaya islam. 
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN LALU LINTAS RUAS JALAN SILIWANGI SEMARANG Nugroho Julianto, Eko
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1348

Abstract

Abstract: The volume of traffic traveling on roads Siliwangi have increased from year to year. Thisis  due  to  the  development  of  this  area. To overcome  the problem  of  traffic  congestion on  these roads  is  required  prior  knowledge  about  traffic  characteristics  and  model  of  the  relationship between these characteristics. This study aims to analyze the model of the relationship between the characteristic volume (V), speed (S) and density (D)  traffic, in accordance with existing conditions. Survey data  includes  traffic volumes and speeds with  the manual count method, being analytical models  include  models  Greenshield,  Greenberg,  and  Underwood.  The  results  showed  that  the relationship model that is suitable for VSD Siliwangi road is to follow the model of Underwood with r = 0859, with the model of Us = 68.20 x exp(-D/-15.05). Keywords: relationship model, Greenshield, Greenberg, Underwood   Abstrak: Volume perjalanan lalu lintas pada ruas jalan Siliwangi mengalami peningkatan dari tahun ke  tahun.  Hal  ini  disebabkan  perkembangan  daerah  ini.  Untuk  mengatasi  masalah  kemacetan lalulintas  pada  ruas  jalan  ini  terlebih  dahulu  diperlukan  pengetahuan mengenai  karakteristik  lalu lintas  dan model  hubungan  antar  karakteristik  tersebut. Kajian  ini  bertujuan menganalisis model hubungan  antar  karakteristik  volume  (V),  kecepatan  (S)  dan  kepadatan  (D)  lalu  lintas,  sesuai dengan kondisi yang ada. Survai data meliputi volume dan kecepatan  lalu  lintas dengan metode manual  count,  sedang  analisis model meliputi model  Greenshield,  Greenberg,  dan  Underwood. Hasil analisis menunjukkan bahwa model hubungan V-S-D yang sesuai untuk ruas  jalan Siliwangi adalah mengikuti model Greenberg dengan nilai  r = 0.773, dengan model Us = 68.20 x exp(-D/-15.05). Kata kunci: model hubungan, greenshield, greenberg, underwood
PENGARUH RONGGA PADA DINDING BATAKO TERHADAP SUHU RUANG DALAM Hilmy, Mochamad; -, Indrayadi
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i1.7225

Abstract

Building is one of the basic human needs , especially for residential functions . In the era around 1980 , indonesia introduced in building materials which is expected to help to meet the basic human needs , namely brick . The building block is relatively lightweight building materials by providing a cavity in the middle , so as to reduce the overall development costs . Indonesia has a humid tropical climate makes the air temperature is high enough . This affects the thermal comfort in the building space . The use of brick walls have due to rising air temperature in the chamber that surrounds mainly in the afternoon until evening . The hypothesis that emerges is the presence of cavities in the walls of the thermal store and increase the temperature in the room . This study will be conducted with the prototype measurements to obtain the data and analysis to obtain the ideal composition . The independent variable in this study is the treatment of cavities in the wall -forming material , while the permanent variable is the temperature in the room . This assessment matches that  brick solid is able to get a lower air temperature in the room in comparison to normal brick.Bangunan gedung merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, terutama untuk fungsi hunian. Pada era sekitar tahun 1980, di indonesia diperkenalkan bahan bangunan yang diharapkan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tersebut, yaitu batako. Batako tersebut merupakan bahan bangunan yang relatif ringan dengan memberikan rongga di tengahnya, sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan secara keseluruhan. Indonesia yang memiliki iklim tropis lembab menjadikan suhu udara cukup tinggi. Hal tersebut mempengaruhi kenyamanan termal ruang dalam bangunan. Penggunaan dinding batako memiliki akibat meningkatnya suhu udara di dalam ruang yang dikelilinginya terutama pada sore hingga malam hari. Hipotesis yang muncul adalah keberadaan rongga di dalam dinding menyimpan termal dan meningkatkan  temperatur ruang dalam. Kajian ini akan dilakukan dengan pengukuran prototipe untuk mendapatkan data dan dilakukan analisa untuk mendapatkan komposisi yang ideal. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perlakuan terhadap rongga di dalam material pembentuk dinding, sedangkan variabel tetapnya adalah temperatur ruang dalam. Pengkajian ini mendapatkan hasil bahwa material batako yang solid mampu mendapatkan temperatur udara lebih rendah di ruang dalam dibandingkan batako normal.
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN Oktaviansyah, Evans
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7093

Abstract

The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area. Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan
KUALITAS BATU BATA MERAH DENGAN PENAMBAHAN SERBUK GERGAJ Handayani, Sri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.1339

Abstract

Abstract: This study is an experiment that will test the quality of red brick with the addition of a mixture of sawdust waste. Sawdust is a waste of a normal sawmills saws tool generated from both manual and mechanical chainsaw. The variable in this study are the standard of quality red bricks covering the outside view (shape, color), weight, size, compressive strength, content of salt and water absorption and weight of the contents. Basic materials taken from the agricultural and/garden which is less productive in the Village of Karanganyar District Adipala Regency of Cilacap. The results showed that the addition of sawdust, 10% showed no significant differences with bricks without the addition of sawdust (0%). Similarly, the heavy brick, a mixture of 10% will result in heavy brick lighter. Judging from the rift, a mixture of 10% does not happen cracks (0%) is more advantageous than a mixture of 0% obtained by cracking of 30%. The implications of this result is the addition of 10% sawdust bricks which will result in lighter weight, and can improve productivity because its rift is 0% but will give strength did not differ significantly with no mix. Therefore sawdust as waste sawmills can be used as an ingredient in the manufacture of bricks mixed with a percentage increase of 10%. Keywords: brick quality, clay, sawdust   Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang akan menguji kualitas batu bata merah dengan penambahan campuran limbah serbuk gergaji. Serbuk gergaji merupakan limbah dari penggergajian kayu yang biasa dihasilkan dari alat gergaji baik gergaji manual maupun gergaji mesin. Variabel dalam penelitian ini adalah standar kualitas batu bata merah yang meliputi pandangan luar (bentuk, warna), berat, ukuran, kuat tekan, kandungan kadar garam dan penyerapan air dan bobot isi. Bahan dasar diambil dari tanah lahan kebun pertanian/kebun yang kurang produktif di Desa Karanganyar Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk gergaji 10% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan batu bata tanpa penambahan serbuk gergaji (0%).  Demikian pula dari berat batu bata, campuran 10% akan menghasilkan berat batu bata yang lebih ringan. Ditinjau dari keretakan, campuran 10% tidak terjadi keretakan (0%) lebih  menguntungkan dibandingkan dengan campuran 0%  diperoleh keretakan sebesar  30%. Implikasi dari hasil ini adalah penambahan serbuk gergaji 10% akan menghasilkan batu bata yang lebih  ringan  beratnya, dan mampu meningkatkan produktifitas karena keretakannya 0%  tetapi akan memberikan kekuatan yang tidak berbeda secara signifikan dengan tanpa campuran. Oleh karena itu serbuk gergaji sebagai limbah penggergajian kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan batu bata dengan prosentase penambahan 10%. Kata Kunci: kualitas batu bata, tanah liat, serbuk gergaji

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue