cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
FAKTOR PENENTU KESUKSESAN PROYEK RANCANG-BANGUN Yuwono, Bambang E.
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i1.6945

Abstract

Key Success Factors have been recognized in the management of design-build project and the factors are usually gained through results of analysis on questionnaires collected from conducted surveys. However, so far such factors have not been justified through modeling of interactions from various factors that influence the success of design-build projects. Factors assumed  to affect the success were then put into models and examined using SEM (Structural Equation Modeling) methodology to describe, quantify and demonstrate the interaction influences of various factors on the success of design-build projects. The results of modeling and examination showed the existence of direct and indirect factors as well as dominant and less dominant factors. From the research, it could be revealed that the determinant success factors of design-build projects were the direct and predominant factors of the projects including management capabilities of the projects’ owners, management capabilities of design-build team, symbiosis between projects’ owners and the design-build team. The symbiosis was dominated by defining the scope of project.Faktor kunci kesuksesan (Key Success Factors) telah dikenal dalam pengelolaan proyek konstruksi rancang-bangun dan faktor kunci kesuksesan tersebut biasanya didapatkan melalui hasil analisis terhadap kuesioner yang diterima dari survai yang telah dilakukan, namun sejauh ini belum pernah dilakukan pembuktian melalui pemodelan interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi kesuksesan proyek rancang-bangun. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kesuksesan proyek rancang-bangun kemudian dimodelkan dan diuji menggunakan metodologi SEM (Structural Equation Modeling) untuk mendeskripsikan, mengkuantifikasikan dan mendemonstrasikan pengaruh interaksi berbagai faktor-faktor terhadap kesuksesan proyek rancang-bangun. Hasil dari pemodelan dan pengujian pengaruh interaksi berbagai faktor terhadap kesuksesan proyek rancang-bangun adalah adanya faktor yang langsung mempengaruhi kesuksesan proyek rancang-bangun dan ada yang berpengaruh tidak langsung, terdapat pula faktor yang dominan dan faktor yang kurang dominan. Dari hasil penelitian ini dapat diungkap bahwa faktor penentu kesuksesan proyek rancang-bangun adalah faktor yang berpengaruh langsung dan dominan terhadap kesuksesan proyek rancang-bangun yaitu kemampuan manajemen pemilik proyek, kemampuan manajemen tim rancang-bangun, simbiosis antara pemilik proyek dan tim rancang bangun. Simbiosis antara pemilik proyek dengan tim rancang-bangun didominasi oleh pendefinsian lingkup proyek.
PEMODELAN KETERSEDIAAN AIR UNTUK PERENCANAAN PENGENDALIAN BANJIR KALI BLORONG KABUPATEN KENDAL Setyowati, Dewi Liesnoor
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6953

Abstract

At centered of Blorong watershed happened switching function of farm run quickly, towards to form of setlement area, causes happened improvement of floods at downstream Kali Blorong. Making base concept of water availability model is water balance. Software yielded in the form of KTSAIRDAS.EXE is made with program delphi version 7. Result of examination shows relationship enough signifikan between debits result of model with result of measurement in field. Test value t-tes shows value t-model 0,97 bigger than t-table 0,576, told model applicable to analyse water availability in Blorong watershed by doing simulation. Debit ratio value yielded from various alternative of land uses shows smallest debit ratio value at first alternative 27,64. The biggest ratio value at alternative of 3 is 28,48. Although result of debit ratio in Blorong watershed still at tolerance threshold boundary, but current debit Kali Blorong has value to range from 27,64 to 28,48 closing stall number. Degradation of ratio is not followed with improvement of farm production rate. Evaluated from aspect produce of farm, hence composition of farm wide in the form of reduction of area of rice field and garden, can reduce debit ratio but produce of farm declines.DAS merupakan suatu ekosistem yang memiliki kekomplekan variabel, untuk mempermudah dalam melakukan analisis sistem maka diperlukan pemodelan. Pemodelan dapat menyederhanakan sistem dengan tetap mempertahankan karakteristiknya. Model ketersediaan air disusun dalam rangka  melakukan upaya perencanaan pengelolaan DAS, dinamakan software model KTSAIRDAS. EXE. Pengujian model secara grafis dan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan cukup signifikan antara debit hasil model dengan hasil pengukuran lapangan. Model dapat digunakan untuk analisis ketersediaan air suatu DAS dengan melakukan simulasi berbagai alternatif penggunaan lahan. Nilai rasio debit Kali Blorong berkisar antara 27,64 sampai 28,48 mendekati angka kritis. Berdasarkan aspek produksi lahan, pengurangan lahan sawah dan kebun, dapat menurunkan rasio debit dan produksi juga menurun. Analisis aspek ekonomi termasuk merugikan karena terganggunya suplai beras dan tanaman tegalan yang diperlukan untuk menopang kehidupan masyarakat. Upaya pengendalian banjir Kali Blorong dapat ditekan dengan melakukan perencanaan simulasi penggunaan lahan sampai memperoleh angka rasio debit kecil, dengan harapan produksi lahan juga meningkat sehingga dari aspek ekonomi menguntungkan masyarakat.
Pengendalian Banjir Sungai Garang Melalui Upaya Peningkatan Elevasi Mercu Tanggul, Luas Penampang Basah Sungai dan Pengurangan Debit Banjir Sutopo, Yeri
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20151

Abstract

Abstract: The purposes of this research were (1)  to explain the ability of Garang river existing condition to flood control at the 100 years flood retum period (Q100); (2) to find out the proportional and combination simultaneously efforts (technically) on flood control at Garang river that can anticipate overtopping at both, westside ang eastside of the river, due to its 100 years flood retum period. This research had use the secondary data analysis method. Data collecting were Garang river. water level elevation at Panjangan (AWLR), river cross section, Simongan weir cross section, along river, figures of AWLR instrument site and TTG level at Panjangan, also data about tidal elevation at Garang river estuary. The data manually compiled, furthermore by DUFLOW The result of this research were: (1) Garang river didn't have any ability to control water level elevation at 100 years flood return period (Q100), the dam along Menorah and Panjangan to the North of Tanah Mas housing has flood run-off; (2) an effort by raising the dam crest elevation of Garang river in the amount of 20% from existing; increase river channel cross section damp  area in the amount of 30% from existing; and decrease the 100 Years (Q100) plan discharge in the amount of 50% technically has the maximal influence about damping of the flood water level elevation.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah  (1) Menjelaskan kemampuan Sungai Garang pada kondisi eksisting dalam meredam banjir pada kala ulang banjir 100 tahunan (Q100); (2) Menemukan proporsi kombinasi upaya pengendalian banjir (teknis) secara simultan yang mampu mengatasi terjadinya limpasan di atas tanggul sebelah Barat maupun Timur (over topping) karena debit banjir 100 tahunan (Q100)  di Sungai Garang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data sekunder. Data yang dihimpun adalah elevasi muka air sungai Garang di Panjangan (AWLR), tampang sungai, tampang bendung Simongan, tampang memanjang sungai, gambar letak instrumen AWLR dan ketinggian TIG di Panjangan, serta elevasi pasang surut di Muara Sungai Garang. Data-data itu dikompilasi secara manual, yang selanjutnya dimodelkan dengan aplikasi DUFLOW. Hasil penelitian ini adalah: (1) Sungai Garang tidak mempunyai kemampuan dalam meredam elevasi muka air banjir,  tanggul di sepanjang Menoreh dan Panjangan sampai dengan ujung Utara Perumahan Tanah Mas terlimpas oleh Banjir,(2) upaya peningkatan elevasi mercu tanggul Sungai Garang sebesar 20% dari kondisi eksisting; peningkatan luas penampang basah sebesar 30% dari kondisi eksisting; dan pengurangan debit rencana seratus tahunan (Q100) sebesar 50% secara teknis mempunyai pengaruh paling maksimal terhadap peredaman elevasi muka air banjir.
EVALUASI SIMPANG UTAMA KORIDOR SELATAN KOTA SEMARANG STUDI KASUS SIMPANG BANYUMANIK Nugroho, Untoro
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i1.1334

Abstract

Abstrak: The position of Semarang  reviewed  in national and  regional scale  is very strategic,  theimpacts of  traffic growth are sustained  locally and are quite  large. That growth  traffic  flows should be assessed  continuously  so as  to avoid negative  impacts. The pattern of  traffic  flows  in a  road section can be seen from the intersection arrangement pattern that is on the segment. Parameters studied include:  the number of vehicles out of each arm, current conditions and  time of the signal. This  analysis  includes:  the  basic  saturation  flow,  traffic  flow,  cycle  time,  green  time,  capacity, degree of saturation and traffic behavior. From the results of research on the signalized intersection at  the  intersection Banyumanik, obtained by  the basic saturation  flow on  the northern approach of 5310 pcu/h, east of 3060 pcu/h, south of 4740 pcu/h. Saturation flow rate on the northern approach of 4117 pcu/h, east of 2100 pcu/h, south of 4064 pcu/h. Comparison of  the current  intersection of 0.857. green  time of 161 seconds. Capacity on  the northern approach of 2474 pcu/h, east of 681 pcu/h, south of 2442 pcu/h. Degree of Saturation on  the northern approach of 0.7284 pcu/h, east .9261 pcu/h, south of 0.9261 pcu/h. The number of queues on the approach north of 58 pcu, pcu 32 east, south 96.3 pcu. Long queues at the northern approach of 180 meters, 178 meters east, south 294  yards.  The  number  of  stopped  vehicles  throughout  intersections  0.80  stop/pcu.Tundaan crossing  by  an  average  of  40.76  sec/pcu.  The  amount  of  capacity  and  degree  of  saturation  is almost past the recommended limit, so that wide approach needs to change. Keywords:  evaluation, optimization, intersection, Banyumanik   Abstrak:  Posisi  kota  Semarang  ditinjau  dalam  skala  nasional maupun  regional  sangat  strategis akan menimbulkan  dampak  pertumbuhan  lalu  lintas  yang  bersifat  lokal maupun  menerus  yang cukup besar. Pertumbuhan  lalu  lintas yang cukup besar menghasilkan arus  lalu  lintas yang harus dikaji  terus  menerus  sehingga  tidak  menimbulkan  dampak  negatif.  Arus  lalu  lintas  yang  cukup besar  tanpa  disertai  pengaturan  pola  lalu  lintas  yang  sesuai  akan menyebabkan  tundaan  yang cukup  lama dan antrian yang cukup panjang. Pola arus  lalu  lintas suatu ruas  jalan dapat kita  lihat dari  pola  pengaturan  simpang  yang  berada  pada  ruas  tersebut.  Parameter  yang  diteliti eliputi jumlah  kendaraan  yang  keluar  dari masing.masing  lengan,  kondisi  saat  ini  dan waktu  sinyalnya. Analisis ini meliputi : arus jenuh dasar, arus lalu lintas, waktu siklus, waktu hijau, kapasitas, derajat kejenuhan dan perilaku  lalu  lintas. Dari hasil penelitian pada simpang bersinyal di persimpangan banyumanik, diperoleh arus  jenuh dasar pada pendekat utara sebesar 5310 smp/jam,  timur 3060 smp/jam,  selatan  4740  smp/jam.  Nilai  arus  jenuh  pada  pendekat  utara  sebesar  4117 smp/jam, timur  2100  smp/jam,  selatan  4064  smp/jam.  Perbandingan  arus  simpang  sebesar  0,857.  waktu hijau  sebesar  161  detik.  Kapasitas  pada  pendekat  utara  sebesar  2474  smp/jam,  timur  681 smp/jam, selatan 2442 smp/jam. Derajat Kejenuhan pada pendekat utara sebesar 0,7284 smp/jam, timur 0,9261 smp/jam, selatan 0,9261 smp/jam. Jumlah antrian pada pendekat utara sebesar 58 smp,  timur 32 smp, selatan 96,3 smp. Panjang antrian pada pendekat utara sebesar 180 meter, timur  178  meter,  selatan  294  meter.  Jumlah  kendaraan  terhenti  seluruh  simpang  0,80 stop/smp.Tundaan persimpangan rata.rata sebesar 40,76 det/smp. Besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan hampir melewati batas yang disarankan, sehingga perlu perubahan lebar pendekat. Kata kunci : evaluasi, optimalisasi, simpang, Banyumanik
UNJUK KERJA PELAYANAN JARINGAN AIR BERSIH DI PERUMAHAN GRIYA SEKAR GADING RT 05 RW 03 KELURAHAN KALISEGORO, KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG -, Sucipto; -, Diharto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v15i1.7114

Abstract

Water distribution system is made to fullfil the need of water in a city or community and the management of water service in Semarang City carried out by Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). The aim of this study is to evaluate the performance of water distribution ability in providing the minimum customers service covering at water flow. Based on the result of water meter record flow analysis, it was found that the reliability level is 63,64%, where the system was in failed condition for 4,63 months. The failure level varies ranging from 1,59% to 27,78% deficit. From this study, it can be concluded that the service of water distribution of PDAM in Sekar Gading Area within te period of this study was still not satisfactory.Sistem jaringan air bersih dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih suatu kota atau komunitas dan untuk Kota Semarang, pengelolaan air bersih dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja layanan jaringan air bersih yang dikelola oleh PDAM dengan cara menganalisis unjuk kerja layanan jaringan terhadap kemampuan jaringan dalam memenuhi kebutuhan minimum pelanggan dari sisi debit air. Berdasarkan hasil analisis debit dari pencatatan meter air diketahui bahwa tingkat keandalan sekitar 63,33% dengan lamanya sistem berada dalam kondisi gagal sekitar 4,16 bulan dengan tingkat kegagalan yang bervariasi antara 1,59% sampai dengan 27,78% defisit. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah pelayanan jaringan air bersih oleh PDAM di Perum Sekar Gading Semarang sesuai dengan waktu penelitian belum memenuhi harapan. 
FENOMENA RETAIL DI KAWASAN PENDIDIKAN TEMBALANG Pigawati, Bitta
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i2.7063

Abstract

The development of shopping centers have a high competition. Bussiness competition development of retail shopping centers are fast nearby locations, and it will lead to pressure the market, also it have a weakening effect on the carrying capacity of the region. What if the competition is at the same location and target the same market? This study has aims to assess the sitting Alfamart and Indomaret stores in the District Tembalang and Banyumanik, based on the teory of location through geographic analysis approach that emphasizes aspects of deployment and interaction in space include: characteristic, distribution patterns. And distribution area as determining the location of retail. Analysis include: the characteristics of retail, distribution patterns of retail, and distribution services territory as well as determining the location of retail. The result showed the existence of overlapping service areas. Location retail closer to the market rather than raw materials. The nearby retail location doesn’t cause a problem because the number of demand more than the number of supply.Perkembangan pusat belanja khususnya retail cenderung mengalami kompetisi yang sangat pesat. Persaingan bisnis merupakan kondisi umum dan normal dalam sistem perekonomian. Fenomena perkembangan pusat belanja retail yang cepat pada lokasi yang berdekatan akan menimbulkan tekanan pasar serta berpengaruh pada melemahnya daya dukung wilayah. Bagaimana jika persaingan tersebut berada pada lokasi yang sama dan target pasar yang sama pula? Fenomena ini terlihat pada keberadaan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di kawasan pendidikan Tembalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penentuan lokasi toko Indomaret dan Alfamart di Kecamatan Tembalan dan Banyumanik yang ditinjau berdasarkan teori lokasi melalui pendekatan analisa geografi yang menekankan pada aspek penyebaran dan interaksi dalam ruang. Kajian penentuan lokasi retail di kawasan pendidikan Tembalang meliputi : karakteristik, pola sebaran retail, distribusi wilayah pelayanan serta  strategi penentuan lokasi retail.  Hasil penelitian menunjukkan adanya wilayah layanan yang tumpang tindih. Strategi pemilihan lokasi lebih mendekati pasar daripada bahan baku meskipun target pasar kedua toko ini sama namun pada kenyataannya menimbulkan masalah sebagai pesaing karena jumlah demand lebih banyak daripada jumlah supply.
KONSEP DASAR ARSITEKTUR TATA RUANG RUMAH TINGGAL TRADISIONAL JAWA TENGAH PADA PERKEMBANGAN TATA RUANG MASJID KADILANGU DEMAK DARI AWAL BERDIRI SAMPAI SEKARANG Kusyanto, Mohhamad
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i1.6924

Abstract

Mosque of Kadilangu represent inheritance mosque of Sunan Kalijaga, one of nine Wali in Java (Walisongo) propagating Islam with local culture approach.  Mosque of Kadilangu from early standing to date have experienced of some architecture growth that are phase of Sunan Kalijaga period, Mataram kingdom government period and year of 1990s till now. Growth of Kadilangu Mosque architecture estimated to use basic concept of traditional residence architecture of Central Java. This Research aim to know relation of basic concept of traditional architecture of Central Java with architecture of Kadilangu mosque in it’s growing from early standing to date. Result of this research shows relation existence among both of the architecture.Masjid Kadilangu merupakan masjid peninggalan Sunan Kalijaga, salah seorang dari sembilan wali di Jawa (Walisongo) yang menyebarkan agama Islam dengan pendekatan kebudayaan setempat. Masjid Kadilangu dari awal berdiri sampai saat ini telah mengalami beberapa perkembangan tata ruang yakni fase masa Sunan Kalijaga, fase masa pemerintahan Kerajaan Mataram dan fase tahun 1990-an sampai sekarang. Perkembangan tata ruang Masjid Kadilangu diduga menggunakan konsep dasar tata ruang rumah tinggal tradisional Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan konsep dasar tata ruang rumah tinggal tradisional Jawa Tengah dengan tata ruang Masjid Kadilangu dalam perkembangannya dari awal berdiri sampai saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan diantara kedua tata ruang tersebut.
PENGARUH CAMPURAN PASIR SUNGAI PENGGARON TERHADAP KUALITAS HASIL PEMBUATAN BATA MERAH DI SEPANJANG SUNGAI PENGGARON PEDURUNGAN KIDUL, KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Julianto, Eko Nugroho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1726

Abstract

Influence sand mixture of Penggaron River to quality of brick which yielded from as longas Penggaron River require to conducted research by giving addition raw material with differentsand mixture at each treatment of research covering; group without sand mixture, group with sandmixture 5 %, group with sand mixture 10 % and group with sand mixture 15 % so that from thetreatment each group can know the difference of its quality. With existence of sand mixture [at] clayraw material have positive and negative influence. When make-up the quality seen form physicallysand mixture will be more profit. But from strength, sand mixture will be more harm becauseexistence of sand mixture result degradation of strength depress. The result from analysis of sandmixture and clay raw material that taken from riverbank of Penggaron, hence mixing bestcomposition is 95% sand and 5% clay to be got quality in good shape, because having smalldecrease and transformation and reduction of its strength not too much. Beside
PEMODELAN BANGKITAN TRANSPORTASI BERBASIS RUMAH TANGGA Tjahyono, Sigit
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6971

Abstract

About 3% from household total at semarang live in housing,  or around 15.000 family in all  semarang. Total will evoke rising movement at every day. This watchfulness aims to composed model rising movement that come from housing. Looked for influential factors towards rising movement in housing location, so that can be used to predict magnitude  rising that will happen suppose be built new housing location. Sample is taken at nine housing locations that represent 3 housings class. Watchfulness is done by using structured interview technique by using kuesioner. Model arrangement is done by using doubled linear regression technique. Movement total (trip) as bound variable (dependent variable) while variable other as free variable (independent variable). Rising trip in luxurious housing is influenced by : (1) family income, (2) vehicle occupant total moment take a trip, (3) family member total in house, (4) car total that has, (5) motorcycle total that has, (6) child total that school / work. In intermediate housing is being influenced by: (1) sex that be family head, (2) vehicle occupant total moment take a trip, (3) family member total in house, (4) that pair, (5) child total that school / work. In simple housing is influenced by: (1) sex that be family head, (2) family head age, (3) family income each month, (4) vehicle occupant total moment take a trip, (5) family member total in house, (6) that pair, (7) child total that school / work.Sekitar 3% dari total rumah tangga di Semarang tinggal di perumahan, atau sekitar 15.000 keluarga di seluruh Semarang yang akan mendorong peningkatan pergerakan setiap hari. Kewaspadaan ini bertujuan untuk menyusun model peningkatan pergerakan yang berasal dari perumahan. Mencari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya gerakan di lokasi perumahan, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya kenaikan yang akan terjadi pada lokasi perumahan baru. Sampel tersebut diambil di sembilan lokasi perumahan yang mewakili kelas 3 perumahan. Kewaspadaan dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner. Pengaturan model dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier dua kali lipat. Gerakan total (perjalanan) sebagai variabel terikat (variabel), sementara variabel lainnya sebagai variabel bebas (independen variabel). Meningkatnya perjalanan di perumahan mewah dipengaruhi oleh: (1) pendapatan keluarga, (2) jumlah penghuni kendaraan saat melakukan perjalanan, (3) jumlah anggota keluarga di rumah, (4) total jumlah mobil yang dimiliki, (5) total jumlah sepeda motor yang memiliki , (6) jumlah anak sekolah / kerja. Di perumahan menengah dipengaruhi oleh: (1) jenis kelamin kepala keluarga, (2) jumlah penghuni kendaraan saat melakukan perjalanan, (3) jumlah anggota keluarga di rumah, (4) pasangan, (5) jumlah anak sekolah / bekerja. Di perumahan sederhana dipengaruhi oleh: (1) jenis kelamin kepala keluarga, (2) umur kepala keluarga, (3) penghasilan keluarga setiap bulan, (4) jumlah penumpang kendaraan saat melakukan perjalanan, (5) jumlah anggota keluarga di rumah , (6) pasangan, (7) jumlah anak sekolah/kerja.
UJI KOMPARASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN KAKU METODE AASHTO 1993 (STUDI KASUS PROYEK KBK PENINGKATAN JALAN NASIONAL BANYUMANIK – BAWEN) Apriyatno, Totok
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i1.6895

Abstract

KBK project Tujauan Road Improvement Banyumanik - Bawen besides increasing the capacity of the road, also aims to improve the quality of the pavement in the form of rigid pavement in order to overcome the damage to roads, especially in the area of incline / derivatives and around traffic light .. This is because the pavement in regional incline / derivatives or traffic light is always damage in the form of Ruts (groove). This study analyzes the thick rigid pavement CBC project is implemented and compared with if the use is thick flexible pavement (asphalt). In terms of cost requirements and the design life of pavement, the results of this study might be useful for research studies on the next, remembering of several studies found that for the same length, rigid pavement construction costs more expensive than flexible pavement, but the life of the plan rigid pavement longer than flexible pavement. Thick rigid pavement were implemented in this project is 27 cm, while the results of the analysis, using concrete K-350 and a 20-year design life of rigid pavement thickness obtained by 29 cm and when using flexible pavement with a design life of 10 years obtained a total thickness of 47.5 cm consisting of: (a). Surface layer (AC) 4 cm, (b). Base layers Over 12 cm, and (c). Under the foundation layers of 31.5 cm.Tujauan proyek KBK Peningkatan Jalan Banyumanik – Bawen selain meningkatkan kapasitas jalan, juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan berupa rigid pavement guna mengatasi kerusakan jalan, terutama di daerah tanjakan/turunan dan di sekitar traffic light.. Hal ini disebabkan karena perkerasan jalan di daerah tanjakan/turunan maupun traffic light selalu mengalami kerusakan berupa ruts (alur). Penelitian ini menganalisis tebal rigid pavement yang dilaksanakan proyek KBK ini serta membandingkannya dengan jika yang digunakan adalah tebal perkerasan lentur (aspal). Dalam hal kebutuhan biaya dan umur rencana perkerasan jalan, hasil penelitian ini barangkali akan bermanfaat  untuk kajian pada penelitian-penelitian berikutnya, mengingat dari beberapa kajian didapat bahwa untuk panjang jalan yang sama, biaya konstruksi perkerasan kaku lebih mahal dari perkerasan lentur,akan tetapi umur rencana perkerasan kaku lebih panjang daripada perkerasan lentur. Tebal rigid pavement yang dilaksanakan di proyek ini adalah 27 cm, sementara dari hasil analisis, dengan menggunakan beton K-350 dan umur rencana 20 tahun didapat tebal rigid pavement  sebesar 29 cm dan jika menggunakan perkerasan lentur dengan umur rencana 10 tahun didapat ketebalan total 47.5 cm yang terdiri dari : (a). Lapis permukaan (AC) 4 cm, (b). Lapis Pondasi Atas 12 cm, dan (c). Lapis Pondasi Bawah 31.5 cm. 

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue