cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
PENAMBAHAN LIMBAH ABU BATU BARA PADA BATAKO DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN DAN SERAPAN AIR Pangestuti, Endah Kanti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i2.7068

Abstract

The increase of compression strength of hollow block can be conducted with addition cooal waste with ash fly. This research use mixture composition with comparison of materials compile hollow block which consist of pozolan portland cement, fly ash and sand. The comparison with  composition fly ash equal to 0 is% ( normal), 10%, 20%, 30%, 40%, 70% to cement weight. Sampel in the form of hollow block of the size 40 x cm 10 x cm 20 cm. Sampel in the form of batako of the size 40 x cm 10 x cm 20 cm. Experiment of various ratio of cement, sand and fly ash to make hollow block showed that subtitution of cement with fly ash 10 to 30 percent increased hollow block strength to 4,5 to 19,8 percent, while at  addition fly ash  to exceed 30% strength hollow block down progressively. Addition fly ash at pozolan portland cement make hollow bock become more waterproof because absorption value irrigate batako become lower progressively. Absorption at hollow block with fly ash 0% is equal to 12,55%, at 10% equal to 12,45%, at 20% equal to 11,92%, at  30% equal to 11,48%, at 40% equal to 11,07%, at  70% equal to 8,81%Peningkatan kuat tekan batako dapat dilakukan dengan penambahan limbah batu bara yang dikenal dengan abu terbang. Penelitian ini menggunakan   komposisi   campuran   dengan   perbandingan   berat bahan susun batako yang terdiri dari semen portland pozolan, abu terbang dan pasir. Perbandingan tersebut adalah dengan komposisi abu terbang sebesar 0% (normal), 10%, 20%, 30%, 40%, 70% terhadap berat semen. Sampel berupa batako dengan ukuran 40 cm x 10 cm x 20 cm. Dari hasil percoban dengan berbagai perbandingan antara semen, pasir dan abu batubara yang ditambahkan Dilihat dari kuat tekan penambahan abu batubara sebagai pengganti semen sebanyak 10 % sampai 30 % mampu meningkatkan kuat tekan produk batako 4,5 % dan 19,8 % dibanding tanpa penambahan abu batubara, sedangkan pada penambahan abu terbang melebihi 30% kuat tekan batako semakin menurun. Penambahan abu terbang pada  bahan ikat semen portland pozolan membuat batako menjadi lebih kedap air  karena nilai serapan air batako  menjadi  semakin  lebih  rendah.  Serapan  air  pada  batako dengan abu terbang 0% adalah sebesar 12,55%, pada persentase 10% sebesar   12,45%,   pada   persentase   20%   sebesar   11,92%,   pada persentase   30%  sebesar  11,48%,  pada  persentase  40%  sebesar 11,07%,  pada persentase 70% sebesar 8,81%.
ANALISIS ASAL MULA ARSITEKTUR BANJAR STUDI KASUS : ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMAH BUBUNGAN TINGGI Mentayani, Ira
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i1.6940

Abstract

The purpose of this research is to find out germinal of traditional Banjarese architecture in South Kalimantan. Using descriptive analysis method based on existing literature and the empirical evidence, hence it can be found germinal of  the traditional Banjarese architecture. Architecture that lifted as a comparison  is a traditional  architecture of Rumah Bubungan Tinggi (House of High Cam). Rumah Bubungan Tinggi is a traditional Banjarese architecture coming from  architecture of Malay that exists on coastal area. It has been formed far before the Banjarese formed itself. In its growth, the culture of  Dayak dan Java tribes and including Islam had also influenced. Physically, the environmental condition become primary factor of its physical form.Penelitian ini bertujuan untuk menemukenali asal mula arsitektur tradisional Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Dengan metode analisis deskriptif berdasar literatur yang ada dan bukti empiris, maka dapat ditemukankenali asal mula arsitektur Masyarakat Banjar. Arsitektur yang diangkat sebagai perbandingan adalah arsitektur tradisional Rumah Bubungan Tinggi. Rumah Bubungan Tinggi adalah arsitektur tradisional Masyarakat Banjar yang berasal dari arsitektur masyarakat Melayu yang ada di pesisir, yang telah terbentuk jauh sebelum terbentuknya Masyarakat Banjar. Dalam perkembangannya, kebudayaan Suku Dayak dan Jawa, serta ajaran Islam turut pula mempengaruhi. Secara fisik, kondisi lingkungan alam menjadi faktor utama bentuk/wujud fisik.
KERANGKA EVALUASI PENGEMBANGAN TERMINAL BUS ANTAR KOTA Apriyanto, Totok
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v10i2.6949

Abstract

Development of an inter-city bus terminal with its evaluations frame set are intended to reduces traffic congestion, improve services and capacity of the terminal, drives city developing through city’s hinterland, and increasing internal city’s income. This study conducted to determine the location of the new bus terminal based on the method of determining the location along with the theoritical assumption approach. Local governments must integrating between the various transportation modes and inter-city bus operator’s needs, inter-city bus terminal derived from traffic evaluation, the level of congestion, air pollution levels, the impact of the development of economic activities, and the level of community mobility. Study for developing better inter-city terminal location, can be more acceptable for users and bus operators, so terminal relocation won’t be the only choice we had.Pengembangan suatu terminal bus antar kota dengan kerangka evaluasinya dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas, meningkatkan pelayanan pengguna jasa dan kapasitas terminal, mengarahkan pembangunan ke pinggiran kota, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Studi dilakukan untuk menentukan lokasi terminal bus baru dengan menerapkan metode penentuan lokasi beserta asumsi pendekatan teoritisnya.  Pemerintah daerah harus melakukan integrasi antar berbagai moda transportasi dan kepentingan operator kendaraan antar kota, sehingga terwujud suatu pengembangan terminal bus antar kota dengan mengevaluasi tingkat kemacetan lalulintas, tingkat polusi udara, dampak pengembangan aktivitas ekonomi, dan tingkat mobilitas masyarakat. Kajian tentang pengembangan terminal menjadi lebih baik dan keberadaan terminal bus antar kota lebih bisa diterima oleh pengguna dan operator bus, sehingga tidak akan terjadi lagi pengembangan terminal yang hanya memiliki salah satu alternatif yaitu pemindahan  lokasi  ke terminal  baru.
FUNNY HAND PUPPET STORY TELLING SEBAGAI METODE PENGENALAN BENCANA LONGSOR Kusumawardani, Rini; Andiyarto, Hanggoro Tri Cahyo; Fansuri, Muhammad Hamzah; Anggraini, Kurnia Dwi; Mindiastiwi, Tigo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i1.6691

Abstract

Indonesia, as a tropical region, shows high potential for rainfall. At highlands, enormous rainfall triggers both soil and coastal erosion. Landslides are frequently occured in Semarang in which some of whose areas are indicated as highlands with unstable soil. This study was carried out in DeliksariSukerejo, Gunungpati sub-district of Semarang. Various effort have been done to prevent the disaster such as socialization of preventing landslide given by government, private institutions, colleges, and non-governmental organizations. However, most of those method only involve for the adults, involving of the children in effort to understandthe disaster mitigation concept are less. One of the effort used was FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling. This method tried to draw children’s attention by handy-puppets shows, so the the purpose which is hoped could be well-transferred. As many as 24 children attended this shows. From the pre-test, it was gained 84.3% of those who did not know simple ways to avert the landslide. After the socialization had been given, post-test results showed 94.8% of the children significantly understood the danger of landslide. From the results depicted the increasing of landslide awareness as 10.5%. All respondent were children between 4-13 years old.This method provided broader education about landslide happening in their surroundings.  Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi curah hujan yang tinggi. Pada daerah perbukitan, curah hujan yang tinggi merupakan faktor pemicu terjadinya longsoran baik pada tanah maupun batuan. Bencana longsor juga sering terjadi di kota Semarang yang sebagian wilayahnya perbukitan dengan kondisi tanah yang tidak stabil. Dilaksanakan penelitian yaitu di kawasan Dukuh Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang. Berbagai upaya telah dilakukan dalam pencegahan bencana tersebut, misalnya sosialisasi pencegahan bencana longsor yang dilakukan oleh pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan LSM. Kebanyakan upaya tersebut hanya melibatkan orang dewasa, sehingga anak-anak belum memiliki pemahaman sejak dini mengenai lingkungan tempat tinggal mereka yang rawan longsor. Salah satu metode yang digunakan adalah FHP (Funny Hand Puppet) Story Telling. Metode ini mencoba menarik perhatian anak-anak dengan menggunakan boneka tangan yang ditujukan kepada anak-anak sehingga pesan yang dibawa dapat tersampaikan dengan baik. Sebanyak 24 anak-anak yang mengikuti metode ini didapatkan dari hasil pre test 84,3% belum mengetahui cara sederhana menangani bencana longsor. Hasil dari post testmenunjukkan bahwa 94,8% anak-anak menjadi lebih paham. Dengan hasil tersebut anak-anak mengalami peningkatan sebesar 10,5%. Melalui metode ini, sesungguhnya anak-anak mendapatkan pendidikan yang jauh lebih luas tentang bencana longsor yang benar-benar terjadi di tempat mereka tinggal. 
SANITASI EKOLOGIS PADA IPAL SANIMAS SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS DALAM MENDUKUNG KEGIATAN SOSIAL PADA RUANG PUBLIK DI KAMPUNG JOYOTAKAN SURAKARTA Azizah, Ronim; Nugroho, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v15i1.7110

Abstract

At the present time, the condition of the utility in dense urban settlements and slums is very poor. Kampung Joyotakan a dense urban villages and slums, has a poor environmental sanitation. The needs of excretion, the people use a public toilets are located at the edge of village, in a ditch and the river close the site. A communal bathing, wasing and toilet block facilities (locally known as MCK-mandi, cuci, kakus) is very simple and not equipped with adequate sewage treatment systems that can contaminate groundwater and river. Currently, Kampung Joyotakan has used Sanimas (community based sanitation) as pilot sites to poor environmental sanitation management. Contruction of communal bathing, wasing and toilet block facilities are equipped with the wastewater treatment plant to be the solution for the management poor sanitaion in Kampung Joyotakan. Location MCK at the public area are used sosial activity for everyday. Based this conditions, it is necessary to study sanitation systems is applied to the wastewater treatment plant and any benefits for communities. Research method by means observations to search image and textual data and to identify the sanitation systems of Sanimas wastewater treatment plant. The aim research is to data verifivication and comparative methode of data analysis in the form of the concept of ecological sanitatuon and sanitaion systems at the Sanimas wastewater treatment plant. The results of this study indicate that Sanimas wastewater treatment plant in Kampung Joyotakan able to overcome the problem of poor enviromenatl sanitation through: (1) made of sanitary sewerage separately between grey water and black water, (2) the disposal of wastewater from toilets threated with biodigester that produces methane as a fuel for cooking in public area to help social events such as Iedul Adha, (3) an overflow of wastewater form biodigester and grey water flows into settler plant, baffle reactor and anaerobic filter are flows into the river. Pada masa sekarang ini, kondisi utilitas lingkungan di perkampungan perkotaan yang padat dan kumuh sangat buruk. Kampung Joyotakan merupakan kampung perkotaan yang padat dan kumuh, memiliki sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk memenuhi kebutuhan buang air besar masyarakat biasanya menggunakan sarana WC umum yang terletak di pinggir kampung, di selokan dan sungai yang dekat dengan lokasi tersebut. Sarana MCK sangat sederhana dan tidak dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah yang layak dapat mencemari air tanah dan sungai. Saat ini Kampung Joyotakan telah menggunakan SANIMAS (sanitasi berbasis masyarakat) sebagai lokasi percontohan pengelolaan sanitasi lingkungan yang buruk. Pembangunan MCK yang dilengkapi IPAL menjadi solusi untuk penanganan sanitasi buruk di Kampung Joyotakan. Lokasi MCK berada di ruang publik yang keseharian digunakan sebagai area sosial masyarakat. Berdasarkan  kondisi ini, maka perlu dikaji sistim sanitasi yang diterapkan pada IPAL Sanimas dan kemanfaatan apa saja yang  diperoleh masyarakat. Metode penelitian dengan cara observasi lapangan untuk: (1) pencarian data gambar dan data tekstual; dan (2) melakukan identifikasi sistim sanitasi pada IPAL SANIMAS. Penelitian ini bertujuan untuk verifikasi data sehingga analisis menggunakan  metode komparasi data berupa konsep sanitasi ekologis dan sanitasi pada IPAL SANIMAS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IPAL SANIMAS di Kampung Joyotakan mampu mengatasi masalah sanitasi lingkungan yang buruk dengan cara: (1) membuat saluran pembuangan dari MCK secara terpisah antara grey water dan black water; (2) pembuangan limbah dari kloset (black water) diolah dengan biodigester yang menghasilkan gas metan sebagai bahan bakar memasak  untuk membantu kegiatan sosial seperti Idul Adha; (3) limpahan air dari biodigester dan limbah grey water disalurkan ke bak settler, baffle reaktor dan anaerobik filter yang kemudian disalurkan ke sungai.
KAJIAN TEKNIS PERENCANAAN KORIDOR JALAN PANDANARAN SEMARANG -, Diharto
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.7004

Abstract

Pandanaran Road is one of corridor the golden triangle area of trade and services the city of Semarang, is a road that is quite important as a connecting node Simpang Lima and node Tugu Muda. The problems that occurred in the corridor Street Pandanaran including: the high intensity of traffic disrupt the ease and convenience of pedestrians, lack of greenery and arrangement of green belt, Cadger are concentrated at the center by-by, wide walkways between 2.1 - 3.8 m, and yet the (gate) Pandanaran Road corridor with the Simpang Lima area and Tugu Muda. The concept of using a futuristic design, green building architecture, and sustainable. Design approach based on the Regulation of the Director General of Highways, reviews building and environmental planning Regions Simpang Lima Semarang City, and field measurement. The result of the design is the arrangement of roads 14 m wide (four-lane two-way), 2 m road shoulder (as a bike path), the arrangement of pedestrian width 3 m, the addition of greenery, the addition of pedestrian lighting, street lighting additions, adding bookmarks, adding the sitting group , The arrangement of the panel box, and the gate area.Jalan Pandanaran merupakan salah satu koridor kawasan segitiga emas perdagangan dan jasa Kota Semarang, merupakan jalan yang cukup penting sebagai menghubungkan simpul Simpang Lima dan simpul Tugu Muda. Permasalahan yang terjadi di koridor Jalan Pandanaran diantaranya : tingginya intensitas lalu lintas mengganggu kemudahan dan kenyamanan pejalan kaki, kurangnya penghijauan dan penataan jalur hijau, Pedagang Kaki Lima terkonsentrasi di depan pusat oleh-oleh, lebar jalur pejalan kaki antara 2,1 - 3,8 m, dan belum adanya (gerbang) koridor Jalan Pandanaran dengan kawasan Simpang Lima dan Tugu Muda. Konsep desainnya menggunakan futuristik, green building architecture, dan sustainable. Pendekatan desain mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Bina Marga, review Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Simpang Lima Kota Semarang, dan pengukuran lapangan. Hasil desain adalah penataan lebar jalan 14 m (empat lajur dua arah), bahu jalan 2 m (sebagai jalur sepeda), penataan lebar pejalan kaki 3 m, penambahan penghijauan, penambahan lampu pedestrian, penambahan lampu penerangan jalan, penambahan penanda, penambahan sitting group, penataan box panel, dan gerbang kawasan.
DESAIN BANGUNAN PENANGKAP SEDIMEN DENGAN TEKNOLOGI BAFFLE (SEKAT) Hanwar, Suhendrik; Herdianto, Revalin
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v9i2.6928

Abstract

Suspended load transported by irrigation water should be inhibited to enter irrigation channels and farms due to its effects on channel and land aggradations. Current sediment traps are perceived to be costly in land requirement and construction cost. This research is intended to obtain an optimum length: width ratio for sediment traps, in order to minimize land requirement by extending their length without extra land. Experiment was conducted by introducing 1, 3, 5, and 7 cross baffles, and 0, 1, 2, and 3 elongated baffles into the model with 5 discharge for each configuration. From the experiment, it was found that the optimum sedimentation was gained by introducing 5 cross baffles into the current model, since the increment in discharge does not significantly increase sediment outcome.Muatan sedimen layang yang terbawa oleh air irigasi harus dicegah memasuki jaringan irigasi dan lahan karena dampaknya yang merugikan terhadap pendangkalan saluran dan peninggian lahan. Kantong lumpur yang dipakai saat ini dirasakan tidak efisien dalam hal biaya dan lahan. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh perbandingan panjang:lebar yang ideal untuk kantong lumpur, untuk meminimalkan kebutuhan lahan dengan cara meningkatkan panjangnya tanpa menambah luas lahan. Penelitian dilakukan dengan menambahkan 1, 3, 5, dan 7 sekat arah melintang,dan 1, 2, dan 3 sekat arah memanjang, dengan perlakuan 5 debit untuk masing-masing sekat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pengendapan sedimen yang optimum diperoleh dengan 5 sekat melintang, dimana peningkatan debit tidak meningkatkan persentase sedimen yang lolos melalui sekat secara signifikan.
ANALISIS GRADIEN KEPADATAN PENDUDUK DAN KONSUMSI BBM Handajani, Mudjiastuti
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1722

Abstract

One of challenges of sustainable transportation is a mobile activity that protects thesoure of urban resource conserving mobility. Gradient analysis is one of the methods to comparetrend pattern from several locations by observing the level of line declivity which is bridging twovariables. In the research, gradient analysis is used to observe linear relation between variable ofpeople density and premium necessity. Gradient line declivity of linear relation variable of peopledensity and premium necessity. Gradient line declivity of linear relation between of people densityand fuel consumption has a relatively-the- same pattern, that is, low declivity in middle town andhigh declivity in metropolitan cities. Middle town with less number of people (30% of all town peopleresearched) and low density, so fuel necessity increases a bit. Meanwhile metropolitan cities withlarge number of people (70%) and the high density will increase fuel consumption of towns aroundJava every year. Salah satu butir tantangan dalam transportasi berkelanjutan (sustainable transportation),adalah kegiatan mobilitas yang melindungi sumber/urban resource conserving mobilit. Analisisgradien adalah salah satu metode untuk membandingkan pola trend (kecenderungan) daribeberapa lokasi dengan mengamati tingkat kemiringan garis yang menghubungkan antara duabuah variabel. Dalam penelitian ini analisis gradien digunakan untuk mengamati hubungan linearantara variabel kepadatan penduduk dan konsumsi premium. bahwa kemiringan garis (gradient)hubungan linear antara kepadatan penduduk dan konsumsi BBM memiliki pola yang relative sama,yaitu kemiringan rendah di kota sedang dan kemiringan tinggi di kota metropolitan. Kota sedangdengan jumlah penduduk yang rendah (30% dari seluruh penduduk kota yang diteliti) dankepadatan rendah maka konsumsi BBM meningkatnya rendah, sedangkan kota metropolitanjumlah penduduk tinggi (70%) dan kepadatan tinggi pula, akan meningkatkan konsumsi BBMpertahun kota – kota di Jawa.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG-RAKIT PADA DAERAH RAWAN GEMPA MENGGUNAKAN METODE POULUS DAN PROGRAM NUMERIS PLAXIS Kusumawardani, Rini; Apriyatno, Henry; Rachmawati, Rizky Julia; Anggraini, Ririn
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v18i2.7835

Abstract

Abstract: Yogyakarta are situated in the zone with high  potential of seismicity. Based on Indonesia map seismicity area, it categorized in a seismic zone 4.  The secondary effect of this earthquake  phenomena is a soll settlement due to of decreasng of void volume of soil mass. Based on these issues, the foundation system of building is the primary factor which must be considered. This paper revealed the comparation of foundation behavior due to static by using Poulos Method and PLAXS 2D. Pile-raft designed by Poulos method was chosen as a subject of research. Analysis of liquefaction potential, soil settlement, carrying capacity, and the safety factor was analyzed by using CYCLIC 1D, 2D PLAXIS and Methods Poulus. For analysis by the Poulus method reached a soil settelement 4.3 cm and a safety factor 10.76. While by using PLAXIS 2D obtained 0.30 cm and 2,088 for soil settlement and safety factor respectively. Furthermore, a seismic motion of 9.2 scale of Richter mgnitude are injected into analysis resistance of foundation. Abstrak: Kota Yogyakarta merupakan wilayah yang memiliki potesi sesismik yang tinggi berdasarkan peta potensi gempa Indonesia. Dalam peta tersebut dikatakan bahawa Kota Yogyakarta terletak pada zona seismik 4. Bahaya sekunder yang terjadi akbat peristiwa gempa adalah adanya penurunan tanah. Berdasarkan permasalahan ini,  pemilihansistem fondasi pada pada suatu bangunan adalah hal yang terpenting. Pada artikel ini dijelaskan mengenai perbandingan mengenai perilaku fondasi akibat beban statik meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Fondasi tiang rakit dianalisa dengan meggunakan metode Poulos dan Plaxis 2D. Analisis megenai potensi likuifaksi, penurunan tanah, daya dukung fondasi dan faktor kemanan struktur dianalisis menggunakan CYCLIC 1D, Plaxis 2D dan Metode Poulus. Untuk analisis menggunakan metode Poulos pada fondasi rakit-tiang diperoleh nilai penurunan 4,3 cm dan faktor keamanan 10,76.  Untuk analisis menggunakan Plaxis 2D diperoleh penurunan sebesar 0,30 dan angka keamanan pondasi tiang-rakit sebesar 2,088. Selain itu juga dilakukan analisis mengenai ketahanan fondasi ketika menerima beban gempa dengan skala magnitude 9.2 Richter.
KAJIAN KUALITAS GENTENG KERAMIK DENGAN PENAMBAHAN PASIR SUNGAI (Studi Kasus Pasir Sungai Blorong, Boja, Kabupaten Kendal) Tugino, Tugino
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v13i1.1320

Abstract

Abstrak:  Ceramic roof tiles production process that uses basic ingredients of clay with high plasticity resulting in reduced quality of roof tiles, many of the cracked tiles and the shape deviation is high, so the value of quality ceramic tiles do not satisfy or are below the average standardSNI.03-2905-1998. The purpose of this study is to investigate the effect of river sand Blorong to quality ceramic roof tiles. The samples were ceramic roof tiles with a mixture of river sand Blorong 0%, 3% and 5%. Data collection method used is the method of observation. This observation method to observe the testing process in the field and in laboratory BBTPPI Semarang. The process of making sample was taken three tile craftmen, craftmen create each roof tiles with a mixture of Blorong river sand as experimental group and ceramic tile without Blorong sand mixture as the control group. The results found that the quality of ceramic roof tile observed from the outside view of the river sand ceramic tile without Blorong with ceramic tile using Blorong river sand shows that the view out the same, the surface of the roof tiles are not smooth, hair cracks, and the composition of the top batten both neat and good. The study also found that there is the influence of Blorong river sand of assessment length and width, height relationship, assessment forms, the quality of water absorption, and impact on the resistance to bending loads.Keywords: ceramic roof tiles, plasticity, bending loadsAbstrak: Proses produksi genteng keramik yang menggunakan bahan dasar tanah liat dengan keplastisan tinggi mengakibatkan kualitas genteng berkurang, banyak genteng yang retak*retak dan penyimpangan bentuknya tinggi, sehingga nilai kualitas genteng keramik belum memenuhi atau masih di bawah rata*rata standar SNI.03*2905*1998. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir sungai Blorong terhadap kualitas genteng keramik. Sampel penelitian adalah genteng keramik dengan campuran pasir sungai Blorong sebesar 0%, 3%, dan 5%. Metode pengumpulan data yang digunakan  adalah metode observasi. Metode observasi ini untuk mengamati proses pengujian di lapangan dan di laboratorium BBTPPI Kota Semarang. Proses pembuatan sampel dilakukan di tiga pengrajin genteng, masing*masing pengrajin membuat genteng dengan campuran pasir sungai Blorong sebagai kelompok eksprimen dan genteng keramik tanpa campuran pasir Blorong sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian didapat bahwa kualitas genteng keramik ditinjau dari pandangan luar antara genteng keramik tanpa pasir sungai Blorong dengan genteng keramik dengan  menggunakan pasir sungai Blorong menunjukkan bahwa pandangan luar sama, permukaan genteng tidak mulus, retak*retak rambut, dan susunan di atas reng keduanya sama rapih dan baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa ada pengaruh penggunaan pasir sungai Blorong terhadap ketetapan ukuran panjang dan lebar, ukuran tinggi kaitan, ketetapan bentuk, kualitas penyerapan air, dan pengaruh terhadap kekuatan dalam menahan beban lentur.Kata Kunci: genteng keramik, keplastisan, beban lentur

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue