cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : -     EISSN : 25031899     DOI : https://doi.org/10.15294/jtsp
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan (JTSP) is a scientific journal which biannualy published in April and October. We firstly published in 1999 as national journal of Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang. In 2016, JTSP was indexed in DOAJ with Green Tick critera. And in 2018, JTSP expands its range of article quality and publication through publishing English-language articles.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
STABILISASI TANAH EKSPANSIF DENGAN PENAMBAHAN KAPUR (LIME): APLIKASI PADA PEKERJAAN TIMBUNAN Sutikno, Sutikno
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i2.1718

Abstract

Behavior of soil influence by water rate which was containing, one the soil type havingmany internal issues development of construction in general and construction specially is ekspansifsoil. Soil this having the nature of very expaned, this research of ekspansif soil will be added somecalcify as minerals the core important, that is montmorilonite. As hoard material, form test stabilitythe used is CBR and direct shear test. Method the used is test-drive in laboratory according tosome standards of ASTM. Conclusion the got is : Level of stability soil CBR of ekspansif which notyet been added lime stone but have process condensation of Standard of Compaction have valueof CBR to 2,316 %. Level of value of CBR as stability form of ekspansif soil added by lime stonefrom 3%, 6%, 9%, and 12% as hoard mateial, getting maximum CBR to 12,5 % at the (time) ofoptimum chalk rate between 4% up to 6%. Difference of stability (CBR) between ekspansif soil ofwith addition of chalk to 10,184%. Influence of addition of lime soil of ekspansif compacted tostability (CBR) assign value very his influence, especially until addition of lime stone rate to 4% to6%.Perilaku tanah sangat dipengaruhi oleh kadar air yang dikandungnya, salah satu jenistanah yang mempunyai banyak masalah dalam pembangunan konstruksi pada umumnya dankonstruksi jalan khususnya adalah tanah ekspansif. Tanah jenis ini mempunyai sifat kembangsusutsangat tinggi, pada penelitian ini tanah ekspansif akan ditambahkan beberapa prosen kapursebagai pengikat mineral pembentuk utamanya, yaitu montmorilonite. Sebagai material timbunan,bentuk uji stabilitas yang digunakan adalah CBR dan uji geser langsung (Direct shear). Metodeyang digunakan adalah uji coba di laboratorium menurut beberapa standar ASTM. Kesimpulanyang didapat adalah : Besarnya stabilitas (CBR) tanah ekspansif yang belum ditambahkan kapurpadam namun telah melaui proses pemadatan Standard Compaction mempunyai nilai CBRsebesar 2,316 %. Besarnya nilai CBR sebagai bentuk stabilitas dari tanah ekspansif yangditambahkan kapur padam dari 3%, 6%, 9%, dan 12% sebagai mateial timbunan, mendapatkanCBR maksimum sebesar 12,5 % pada saat kadar kapur optimum antara 4% sampai dengan 6%.Perbedaan stabilitas (CBR) antara tanah ekspansif dengan tanah ekspansif dengan penambahankapur sebesar 10,184%. Pengaruh penambahan kapur pada tanah ekspansif yang dipadatkanterhadap stabilitas (CBR) memberikan nilai sangat signifikan pengaruhnya, terutama sampaipenambahan kadar kapur padam sebesar 4% s/d 6%. 
PENGARUH WARNA TERHADAP KAMAR TIDUR ANAK Setyohadi KP, RM. Bambang
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i1.7002

Abstract

Stock colors are very influential to the psychology of room occupants, because the bedroom is a very personal space. Each resident room has character, lifestyle, and needs vary. Color also depends on the age of room occupants. Color also has character and personality that makes it different from each other. Color can create a certain impression can even affect human feelings. Childhood is very long in the span of his life, because at that time someone has to know the objects and colors that have never known. During this period a person will also learn about life. Color is one of the media to develop the imagination, especially the children who are still in the development. The ideal child's bedroom is a room safe, healthy, and can stimulate creativity and develop a child's imagination. How to choose furniture and interior knacks appropriate, arrange furniture, and make use of lighting in accordance with the age of the child so the child comfortable in his room so as to create a child's room a charming, comfortable and able to meet some aspects such as function rooms, health, safety, psychological, and other aspects. For the bedroom children aged 6-12 years tend to use natural color and color of "heavy. " Colors are cheerful atmosphere and character produces fresh and creative imaginations to develop their full potential.Efek warna sangat berpengaruh bagi psikologi penghuni kamar, karena kamar tidur adalah ruang yang sangat pribadi. Setiap penghuni kamar memilki karakter, gaya hidup, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Warna pun tergantung pada usia penghuni kamar. Warna juga mempunyai karakter dan kepribadian yang menjadikannya berbeda satu sama yang lain. Warna dapat menimbulkan kesan tertentu bahkan dapat mempengaruhi perasaan manusia. Masa anak-anak sangat panjang dalam rentang kehidupannya, karena pada masa tersebut seseorang telah mengenal benda dan warna yang belum pernah diketahui. Pada masa tersebut seseorang juga akan belajar tentang kehidupan. Warna merupakan salah satu media untuk mengembangkan imajinasi khususnya anak-anak yang masih pada masa perkembangan. Kamar tidur anak yang ideal adalah kamar yang aman, sehat, serta dapat memacu kreatifitas dan mengembangkan imajinasi anak. Bagaimana memilih perabot dan pernik interior yang tepat, menata mebel, dan memanfaatkan pencahayaan yang sesuai dengan usia anak sehingga anak nyaman berada di kamarnya sehingga tercipta kamar anak yang memikat, nyaman serta dapat memenuhi beberapa segi seperti fungsi kamar, kesehatan, keamanan, psikologis, maupun segi-segi lain. Untuk kamar tidur anak usia 6-12 tahun cenderung menggunakan warna natural dan warna “berat”. Warna tersebut menghasilkan karakter suasana ceria dan segar serta dapat mengembangkan daya imajinasi mereka secara optimal.
Potential Development of Brayut Cultural Village, Sleman District, Yogyakarta Ariadi, Adyanti Putri; Wihardyanto, Dimas; Roychansyah, Muhammad Sani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v20i1.11568

Abstract

Brayut Tourism Village is an agricultural and culture - based tourism village located in Sleman Regency. Thepotential of nature and culture is very interesting to be developed further. However, during its development, there aresome emerging issues which damage the environment and the life of Brayut Tourism Village society. The purpose of thisresearch is to maintain and preserve the potential for sustainable tourism of Brayut Village. This research used aqualitative descriptive method, including explaining development strategy covering various aspects, which are theenvironmental, sociocultural, and economic direction of physical and non-physical development. For the sake of thecontinuity of the uniqueness of nature and culture, Brayut Tourism Village that grows in the middle of Sleman Regencydevelopment area requires sustainable tourism management. The important element in the development of villagetourism is the involvement of villagers in every aspect of tourism activities in the village.
PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI HIJAU KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEBAGAI PENDUKUNG MOBILITAS CIVITAS AKADEMIKA Prihanto, Teguh
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v16i2.7229

Abstract

Campus environment is an important public place where many people move for a full day. One of the main supporters of the movement of people and goods is an effective and efficient transportation. Internal Transport, Infrastructure and Mobility become important in the framework to determine the performance of an internal transport system and its implementation in the field. Some aspects related to the study include three aspects, namely: (1) internal transport system of governance; (2) internal transportation infrastructure, and (3) the movement of the user. The purpose of this study was to: (1) Develop supporting infrastructure green transportation program; (2) Develop environmental health Unnes optimal campus; (3) Develop a green transportation system that supports mobility Unnes academic community; and (4) Develop a green transportation system that supports the academic community Unnes performance. This study will be conducted by the research design and development (research and development / R and D) with a qualitative approach. This approach makes it very appropriate because it relates to the general purpose of the research: (1) Develop infrastructure supporting green transportation program; (2) Develop environmental health Unnes optimal campus; (3) Develop a green transportation system that supports mobility Unnes academic community; (4) Develop a green transportation system that supports the academic community Unnes performance. Based on the identification of conditions in the field, the internal transport system in Campus Unnes have now been partially implemented in the form of physical elements, namely Campus Unnes internal transport infrastructure, transportation and system settings. Although it has been available, facilities and infrastructure are still not optimal in supporting the movement and the academic community as a user convenience. Comfort academic community and environmental health is also affected by the level of pollutants present in the campus area.Lingkungan kampus merupakan tempat publik yang penting di mana banyak orang beraktivitas selama sehari penuh. Salah satu pendukung utama dari pergerakan manusia dan barang adalah transportasi yang efektif dan efisien. Transportasi Internal, Infrastruktur dan Mobilitas menjadi hal penting dalam kerangka untuk mengetahui kinerja sebuah sistem transportasi internal dan implementasinya di lapangan. Beberapa hal yang terkait dengan kajian meliputi tiga aspek yaitu: (1) sistem tata kelola transportasi internal; (2) sarana prasarana transportasi internal dan (3) pergerakan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; dan (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan desain riset dan pengembangan (research and development/ R and D) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipandang sangat tepat karena berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Berdasarkan identifikasi kondisi di lapangan, sistem transportasi internal Kampus Unnes di Sekaran sebagian telah terimplementasi dalam bentuk elemen-elemen fisik, yaitu infrastruktur transportasi internal Kampus Unnes, sarana transportasi dan sistem pengaturannya. Meski telah tersedia, sarana dan infrastruktur masih belum optimal dalam mendukung pergerakan dan kenyamanan civitas akademika sebagai pengguna. Kenyamanan civitas akademika dan kesehatan lingkungan juga dipengaruhi oleh tingkat polutan yang ada dalam kawasan kampus.
PROSPEK PUBLIC SPACE PADA KAMPUNG SUSUN SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL, EKONOMI DAN PENGEMBANGAN ILMU DI AREA BANTARAN SUNGAI Mulyandari, Hestin; Bhayusukma, Muhammad Yani
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v17i2.6883

Abstract

Commercial buildings in the city of Yogyakarta is growing rapidly and removing settlements outside the city of Yogyakarta. Some settlements reject commercial buildings, besides there is a plan of Ministry of public housing about the proposed location of settlements in the city of Yogyakarta to serve flats to maintain residential land and provide homes for low-income people. This study aims to explore the needs of the needs of the public space for children, adults, and the elderly. This study uses research methods - explorative search were the findings of the survey location, land use policy along the riverbank, and the use of public spaces in the building. RW 07 Jetis Harjo has become one of the targeted land for flats. Components of flats should enter "public space" that is used for public facilities together, and has designed the research team include: corridors, workshops, parking areas (motorcycles, bicycles, tricycles and  angkringan), banquet facilities, warehouses, open space, post of Code information that comes with this famous hawker centers and entertainment stage, children's playground (out door), where gardening and farming, planting space, business space, drying rooms, creative space including space of music (band). The expectations of the public space of flats can strengthen the social structure of society, by institutional structures and solidarity in society, and understanding the values of a new life in solving the problems of life.Bangunan komersial di Kota Yogyakarta tumbuh dengan pesat dan mendesak permukiman untuk bergeser ke luar ring Kota Yogyakarta. Namun beberapa permukiman menolak dengan tegas alih fungsi lahan tersebut, selain itu terdapat rencana dari Kemenpera tentang usulan lokasi permukiman di Kota Yogyakarta untuk dijadikan Rumah Susun dan/atau Kampung Susun untuk mempertahankan lahan permukiman dan menyediakan rumah tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan ruang bersama agar dapat memenuhi kebutuhan ruang publik untuk anak-anak, dewasa, dan lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian - eksploratif dengan penelusuran temuan-temuan pada hasil survey lokasi, kebijakan pemanfaatan lahan bangunan di bantaran sungai, dan penggunaan ruang-ruang publik dalam bangunan. Wilayah RW 07 Jetis Harjo menjadi salah satu lahan yang dibidik untuk perencanaan kampung susun milik seperti halnya rusunami. Komponen kampung susun harus memasukkan “public space” yang digunakan untuk fasilitas umum bersama, dan sudah dirancang tim peneliti antara lain: selasar/koridor, bengkel kerja, ruang parkir bersama (sepeda motor, sepeda, becak, dan gerobak angkringan), ruang serbaguna, gudang bersama, Ruang Terbuka Hijau (RTH)/ taman tepian Sungai Code, pos informasi wisata yang dilengkapi dengan angkringan pusat jajanan dan panggung hiburan, tempat bermain anak (out door), tempat berkebun dan beternak, ruang bercocok tanam, ruang usaha, ruang jemur bersama, ruang kreasi termasuk ruang bermusik (band). Harapan dari ruang publik kampung susun dapat memperkuat struktur sosial masyarakat, dengan membangun struktur kelembagaan maupun solidaritas di dalam masyarakat, dan memahamkan nilai-nilai kehidupan baru dalam menyelesaikan permasalahan hidup. 
OPTIMALISASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL BANGKONG KOTA SEMARANG Julianto, Eko Nugroho
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7097

Abstract

The position of the city of Semarang reviewed in national and regional strategic growth will have an impact that is local traffic as well as being large enough. Growth substantial traffic generating traffic flow should be assessed continuously so as not to cause a negative impact. Traffic flow is large enough without setting the appropriate traffic pattern would cause long delays and queues were quite long. Traffic patterns of a road we can see from the pattern setting which is at the intersection of the segment. The parameters studied include the number of vehicles coming out of each arm, current conditions and time of the signal. This analysis includes: basic saturation flow, traffic flow, cycle time, green time, capacity, degree of saturation and traffic behavior. Rated capacity of the intersection for the morning peak period in Simpang Kuhl has a value of 2171 pcu/hour to approach the direction of the straight east. Of the value of the degree of saturation at each approach that most had values 0.800; especially in the morning to the east to the west and the evening to the west to the east. In the morning peak period the average intersection delay that occurred at 42.80 seconds/pcu. At peak times during the intersection delay by an average of 55.10 seconds/pcu. In the afternoon peak period with an average intersection delay of 45.47 seconds/pcu.Posisi kota Semarang ditinjau dalam skala nasional maupun regional sangat strategis akan menimbulkan dampak pertumbuhan lalu lintas yang bersifat lokal maupun menerus yang cukup besar. Pertumbuhan lalu lintas yang cukup besar menghasilkan arus lalu lintas yang harus dikaji terus menerus sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Arus lalu lintas yang cukup besar tanpa disertai pengaturan pola lalu lintas yang sesuai akan menyebabkan tundaan yang cukup lama dan antrian yang cukup panjang. Pola arus lalu lintas suatu ruas jalan dapat kita lihat dari pola pengaturan simpang yang berada pada ruas tersebut. Parameter yang diteliti meliputi jumlah kendaraan yang keluar dari masing-masing lengan, kondisi saat ini dan waktu sinyalnya. Analisis ini meliputi : arus jenuh dasar, arus lalu lintas, waktu siklus, waktu hijau, kapasitas, derajat kejenuhan dan perilaku lalu lintas. Nilai kapasitas simpang untuk waktu puncak pagi di Simpang Bangkong memiliki nilai sebesar 2171 smp/jam untuk pendekat timur arah pergerakan lurus. Dari nilai derajat kejenuhan pada masing-masing pendekat yang sebagian besar memiliki nilai 0,800; terutama pada waktu pagi untuk arah timur ke barat dan waktu sore untuk arah barat ke timur. Pada waktu puncak pagi tundaan rata-rata simpang yang terjadi sebesar 42,80 detik/smp. Pada waktu puncak siang dengan tundaan simpang rata-rata sebesar 55,10 detik/smp. Pada waktu puncak sore dengan tundaan rata-rata simpang sebesar 45,47 detik/smp.
Pengaruh Gerakan Tanah Terhadap Perencanaan Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Perumahan Bukit Regency Semarang) Subastaryo, Subastaryo
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v8i2.20140

Abstract

Abstract: People escape from landslide because it brings disadvantage to their materials and soul. Even,  it can bring  calamity.  Landslide  is  very influence  toward construction planning  in  housing, esp. on Bukit Regency Housing in Semarang,  Indonesia.  The Influence of landslide to construction planning  in housing known from stripe faults,  clay stone, spring,  and slope.  Stripe faults can be use for open space, not building. Clay stone, as a landslide layer, consequently followed with foundation treatment,  its  base must be place on compacted breccia  under the clay.  Spring,  as a secondary signal of stripe fault, must be support  with drainage system.  Steep slope,  as landslide plane,  must be change to "terasering" that can be supported with plant cultivation.Abstrak:  Masyarakat  menginginkan  terhindar dari  gerakan tanah, karena gerakan tanah dapat menimbulkan kerugian  harta benda maupun nyawa.  Gerakan tanah bahkan dapat menimbulkan bencana.  Gerakan tanah sangat berpengaruh terhadap perencanaan  pembangunan perumahan, khususnya Perumahan Bukit Regency Semarang,  lndooesia.  Pengaruh gerakan tanah  terhadap perencanan pembangunan perumahan dapat diidentifikasikan dari: diketahuinya jalur patahan yang hanya direkomendasikan  untuk  digunakan  sebagai  ruang terbuka bukan  bangunan; batuan lempung sebagai lapisan gerakan tanah sehingga pondasi harus menembus batuan yang kompak berupa breksi di bawah lempung;  mata air sebagai tanda pendukung jalur rawan gerakan tanah perlu dilengkapi sistem drainase; dan lereng terjal sebagai bidang gerakan tanah diubah menjadi terasering, yang dapat diperkuat dengan penanaman pohon.
ANALISA PERMINTAAN PARKIR DI STASIUN PONCOL DAN TAWANG SEMARANG Sutarto, Agung
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v12i2.1350

Abstract

Abstract: Activities in a railway station will generate trips which need parking space. This research is aimed  to analyze  the difference demand characteristics between Poncol and Tawang stations. These  characteristics  are  the  effect  of  ticket  price  to  trip  attraction,  trip  attraction  model, transportation mode demand and parking space demand. The economic class and transportation of goods  are  served  in  Poncol.  Bussiness  and  executive  class  is  served  in  Tawang  stastion.  The correlation  between  trip  attraction  and  the  number  of  ticket  can  be  described  in  the  following equation  : Ytrip  attraction  =  120,51  +  1,0602 Xticket      for Poncol  station,  and  : Ytrip  attraction  =  175,21 + 1,3212 Xticket      for Tawang station. Correlation between  trip attraction and  transportation mode can be described  in  the  following equation  : Ytripattr = 7,3063 + 3,271 Xprivate  car + 2,464 Xbecak + 2,406 Xmotor cycle + 2,448 Xpick up   for Poncol,  and : Ytrip attraction   =  4,467 + 3,567 Xprivate car + 2,517 Xmotorcycle,  for Tawang station. It can be concluded that the parking space demand for each passenger is  1,48 m2  in Poncol station and 7,3 m2  in Tawang station. Trips attraction per  ticket    is 1,0602  in Poncol station  and  1,3212  in  Tawang  station.  Transportation mode which  is  dominantly  used  in Poncol station  is   motorcycle, while  in Tawang station  is private car and motorcycle. Private car  is often used because the public transport facility could not support the train passenger’s needs. There are variable  pick-up  vehicles  in Poncol  because Poncol  station  served  passengers  and  goods. SRP which are used in Poncol station for passenger car  65 SRP, motorcycle 282 SRP, pick-up 52 SRP, and  tricycle (becak) 64 SRP.   SRP which are used  in Tawang station for passenger car 235 SRP, motor cycle 350 SRP and tricycle (becak) 13 SRP. Keywords:  trips attraction,  parking demand,  poncol station,  tawang station .   Abstrak: Kegiatan di stasiun kereta api akan menghasilkan perjalanan yang membutuhkan  ruang parkir. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  karakteristik  permintaan  perbedaan  antara stasiun  Poncol  dan  Tawang. Ciri  ini  pengaruh  harga  tiket  ke  atraksi  perjalanan,  model  tarikan perjalanan,  kebutuhan  transportasi  mode  dan  kebutuhan  ruang  parkir. Kelas  ekonomi  dan transportasi  barang  disajikan  di  Poncol.Bisnis  dan  kelas  eksekutif  disajikan  di  Tawang stastion. Korelasi  antara  daya  tarik  perjalanan  dan  jumlah  tiket  dapat  digambarkan  dalam persamaan  berikut: Ytrip  atraksi =  120,51  +  1,0602 Xticket  untuk  stasiun Poncol, dan: Ytrip  atraksi = 175,21  +  1,3212  Xticket  untuk  stasiun  Tawang. Korelasi  antara  daya  tarik  dan moda  transportasi dapat digambarkan dalam persamaan berikut: Ytarikan = 7,3063 + 3271 Xmobil pribadi + 2.464 Xbecak + 2.406 Xsepeda  motor  +  2.448 Xpick-up  untuk  stasiun Poncol,  dan: Ytarikan  =  4467  +  3567 Xmobil  pribadi  + 2.517 Xsepeda  motor,  untuk  stasiun  Tawang. Dapat  disimpulkan  bahwa  ruang  parkir  permintaan penumpang masing-masing 1,48 m² di stasiun Poncol dan 7,3 m² di stasiun Tawang. Perjalanan atraksi per  tiket di stasiun Poncol 1,0602 dan 1,3212 di stasiun Tawang.Transportasi modus yang dominan digunakan di stasiun Poncol adalah sepeda motor, sedangkan di stasiun Tawang adalah mobil pribadi dan sepeda motor. mobil pribadi sering digunakan karena fasilitas transportasi publik tidak dapat mendukung kebutuhan penumpang kereta. Ada variabel kendaraan pick-up di stasiun Poncol  Poncol  karena  melayani  penumpang  dan  barang. SRP  yang  digunakan  dalam  stasiun Poncol untuk penumpang mobil 65 SRP, sepeda motor 282 SRP, pick-up 52 SRP, dan  roda  tiga (becak) 64 SRP. SRP yang digunakan dalam stasiun Tawang untuk mobil penumpang 235 SRP, sepeda motor 350 SRP dan roda tiga (becak) 13 SRP Kata kunci: bangkitan perjalanan, kebutuhan parkir, stasiun poncol, stasiun tawang
BEHAVIOUR OF HOLLOW COLUMNS CONFINED WITH FRP Kusumawardaningsih, Yuliarti; Tousi, Neda Fayaz; Nandang, Budi Sinaga
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v11i1.6964

Abstract

Confining columns with fiber reinforced polymer (FRP) composites have been investigated in the last few decades to answer problems in upgrading and retrofitting reinforced concrete (RC) columns; however, most studies concentrate on solid columns. This paper investigates the comparative behaviour of FRP confined hollow RC columns subjected to axial concentric loading. A total of twelve RC columns made from high strength concrete (HSC) were tested. Six of the columns had a circular cross section and five of them were hollow columns.  The remainder columns had a square cross section, similarly five of them were hollow columns. Six columns from each configuration were left unconfined as control specimens, while the others were confined with FRP. It was found that FRP confinement increased hollow RC columns’ axial load and ductility capacities; and hollow columns having circular holes had better performance compared to hollow columns having square holes. Pelapisan kolom dengan komposit fiber reinforced polymer (FRP) telah diteliti selama beberapa tahun terakhir untuk menjawab masalah-masalah dalam peningkatan dan retrofit kolom-kolom beton bertulang; tetapi kebanyakan penelitian berkonsentrasi pada kolom-kolom solid. Tulisan ini mengungkapkan perbandingan perilaku dari FRP yang melapisi kolom beton bertulang berlubang yang dibebani oleh beban aksial terpusat. Sejumlah dua belas kolom terbuat dari beton mutu tinggi di uji. Enam kolom memiliki penampang bundar, dimana lima diantaranya adalah kolom berlubang. Kolom lainnya memiliki penampang persegi, dimana lima diantaranya adalah juga kolom berlubang. Enam kolom dari tiap konfigurasi tidak dilapisi oleh FRP berperan sebagai kolom control, sedangkan yang lainnya dilapisi dengan FRP. Dihasilkan bahwa pelapisan dengan FRP meningkatkan beban aksial dan kapasitas daktilitas  kolom berlubang; kolom dengan lubang bundar memiliki perilaku yang lebih baik daripada kolom dengan lubang persegi.
KARAKTERISTIK KOMPOSIT SEMEN LIMBAH PARTIKEL BAMBU DAN SERAT AREN UNTUK BAHAN BANGUNAN Hermanto, Nor Intang Setyo; Haryanto, Yanuar; Eratodi, I Gusti Lanang Bagus
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 19, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v19i2.9646

Abstract

Kajian ini membahas karakteristik fisik dan mekanik komposoit semen limbah partikel bambu dan serat aren dengan variasi komposisi campuran untuk memperoleh formulasi empiris guna memprediksi sifat mekaniknya. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan sesuai standar ASTM D 143 dengan 5 variasi komposisi jumlah campuran partikel bambu dan serat aren masing-masing 0%:100%; 25%:75%; 50%: 50%; 75%:25%; dan 100%: 0%; dengan kerapatan direncanakan 0,8 g/cm3. Variasi lainnya adalah ukuran limbah partikel bambu yaitu tertahan saringan 5 cm x 5 cm; 1 cm x 1 cm, 0,5 cm x 0,5 cm, dan 0,2 cm x 0,2 cm. Jumlah semen divariasikan dengan perbandingan bahan dan semen 1:2, 1:3, dan 1:4. Hasil kajian memperlihatkan bahwa perilaku sifat fisik terbaik diperoleh pada perbandingan bahan dan semen 1:4 dan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm dan 0,5 cm x 0,5 cm. Kajian sifat mekanik menunjukkan tegangan lentur (MOR) balok/papan semen berkisar 4,77-6,59 MPa, dengan hasil terbesar pada komposisi balok semen campuran partikel bambu dan serat 50%:50% dengan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm dan panjang serat aren 5 cm. Modulus elastisitas (MOE) balok semen tertinggi diperoleh pada campuraan partikel bambu dan serat aren 100%:0% dan ukuran partikel bambu 0,2 cm x 0,2 cm. Kandungan semen terbaik untuk MOE sebesar 2283,02 MPa didapat pada perbandingan bahan dan semen 1:3.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Teknik SIpil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 2 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 11, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 2 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 10, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Vol 8, No 2 (2006) More Issue