cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Keefektifan Auditory Intellectually Repetition Berbantuan LKPD terhadap Kemampuan Penalaran Peserta Didik SMP
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3271

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran model pembelajaran Audi-tory intellectually Repetition (AIR) berbantuan LKPD terhadap kemampuan penalaran matematis peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Blado tahun pelajaran 2012/2013. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dila-kukan pada dua kelas yang memiliki kemampuan setara dengan model pembelajaran yang berbe-da. Berdasarkan pemilihan secara acak terpilih dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang diterapkan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran AIR dan kelompok kontrol yang diterapkan model pembelajaran STAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada aspek kemampuan penalaran matematis yang diajar menggunakan mo-del pembelajaran AIR mencapai ketuntasan klasikal, persentase hasil belajar peserta didik pada aspek kemampuan penalaran matematis pada kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol, rata-rata hasil belajar peserta didik pada aspek kemampuan penalaran matematis pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpul-kan bahwa pembelajaran menggunakan model AIR berbantuan LKPD efektif terhadap kemam-puan penalaran matematis peserta didik. Kata kunci:          Auditory Intellectually Repetition; Keefektifan; Kemampuan Penalaran.  AbstractThe purpose of this study was to determine learning using the Auditory Intellectually Repetition model approaches effective to student’s reasoning ability. The population in this study was students of grade VIII SMP N 1 Blado academic year 2012/2013. This research method is an experimental research that applied on two classes who have similar abilities with different learning models. Based on the random selection of two groups chosen experimental applied mathematics learning using learning model AIR and the control group were applied learning model. The results showed that the learning outcomes of students in reasoning ability aspects using the AIR model approach can achieve individual and classical mastery learning, the percentage of learning outcomes of student’s reasoning ability in experiment class in control class, the average of learning outcomes of student’s reasoning ability in experiment class in control class. So, the conclusion is learning using AIR model approaches effective to student’s reasoning ability. Keywords:             Auditory Intellectually Repetition; Effectiveness; Reasoning Ability.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Rhythm Reading Vocal pada Materi Konsep Pecahan Kelas VII SMP
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.23562

Abstract

Penelitian ini menghasilkan bahan ajar matematika berbasis Rhythm Reading Vocal yang layak, menarik, efektif pada materi konsep pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation, evaluation. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahan ajar berbasis Rhythm Reading Vocal. Perolehan hasil uji kelayakan ahli materi 4,26 “Sangat Layak” dan ahli media 3,9 “Sangat Layak”. Hasil angket kemenarikan peserta didik uji kelompok kecil diperoleh skor rata-rata 3,23 “Menarik” dari 10 peserta didik dan uji kelompok besar diperoleh skor rata-rata 3,41 “Sangat Menarik” dari 24 peserta didik. Hasil uji effect size diperoleh skor 1,03 “Tinggi’. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar matematika berbasis Rhythm Reading Vocal pada materi konsep pecahan layak, efektif dijadikan bahan ajar jenjang SMP.This research produces mathematics teaching material based on Rhythm Reading Vocal which is feasible, interesting, effective on fraction cocept material. This research is a development research using ADDIE model which consists of analysis, design, development, implementation, evaluation. The results obtained from this study are teaching materials based on Rhythm Reading Vocal. Aqcquistion of feasibility test results of material expert 4.26 “Very Feasible” and media expert 3.9 “Very feasible”. The results of the attractiveness of the small group test students obtained an average score of 3.23 “Attractive” from 10 students amd large group test obtained an average score of 3.41 “ Very Interesting” from 24 students. Effect size test results obtained score 1.03 “High”. Based on the results of the data analysis, it was concluded that the development of Rhythm Reading Vocal based mathematics teaching material on feasible fraction concept material, effectively became the teaching material for SMP.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Telaah Kurikulum Matematika 1 Mengintegrasikan Kreativitas dan Karakter Cerdas Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Proyek
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.4983

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses dan hasil pengembangan Perangkat Pembelajaran Telaah Kurikulum Matematika 1 Mengintegrasikan Kreativitas Dan Karakter Cerdas Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Proyek. Penelitian  ini merupakan  penelitian  pengembangan. Produk  yang  dikembangkan  dan  diuji cobakan  dalam  penelitian  ini  adalah    perangkat pembelajaran Telaah kurikulum matematika 1 mengintegrasikan kreativitas dan karakter cerdas melalui pembelajaran kooperatif berbasis asesmen proyek.. Adapun model pengembangan perangkat yang akan digunakan pada penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Plomp (1997). Perangkat yang dikembangkan kemudian divalidasi ahli dan diujicobakan. Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif. Subjek penelitian ini mahasiswa Telaah Kurikulum Matematika 1 sebanyak 45 orang.Pengembangan  perangkat pembelajaran telaah kurikulum matematika 1 mengintegrasikan kreativitas dan karakter cerdas melalui pembelajaran kooperatif berbasis asesmen proyek mengacu pada teori pengembangan yang dikemukakan oleh Plomp dengan fase-fase (1) investigasi awal, (2) Design, (3) Realisasi, dan (4) Tes, evaluasi, dan revisi. Perangkat yang dikembangkan meliputi penggalan silabus, (2) satuan acara perkuliahan, (3) kontrak perkuliahan, (4) instrumen penilaian kreativitas, (5) angket penilaian diri karakter cerdas, (6) instrumen penilaian pelaksanaan peer teaching, (7) lembar pengamatan kreativitas mahasiswa, (8) asesmen proyek (9) Tes matematika yang sesuai dengan dengan pembelajaran kooperatif dengan integrasi kreativitas dan karakter cerdas pada  telaah kurikulum matematika 1 yang mengintegrasikan kreativitas dan karakter cerdas melalui pembelajaran kooperatif berbasis asesmen proyek. Hasil pengembangan Perangkat Pembelajaran Telaah Kurikulum Matematika 1 Mengintegrasikan Kreativitas dan Karakter Cerdas Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Proyek diperoleh perangkat yang valid. Implementasi pengembangan Perangkat Pembelajaran Telaah Kurikulum Matematika 1 Mengintegrasikan Kreativitas dan Karakter Cerdas Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Asesmen Proyek menunjukkan praktis dan efektif. 
Pembelajaran Kalkulus Berbasis E-Learning Untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Karakter Mahasiswa
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3131

Abstract

AbstrakPeneltian ini dilakukan untuk merancang desain pembelajaran Kalkulus berbasis E-learning untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter mahasiswa  pada Prodi Pendidikan Matematika. Desain pembelajaran yang dibagi dalam beberapa tahap yakni: Perencanaan perangkat dan sarana yang akan digunakan pada saat pembelajaran, Pembuatan perangkat pembelajaran, Pembuatan media pembelajaran e-learning, Validasi perangkat dan media pebelajaran  dan e-learning oleh para ahli, Revisi hasil validasi oleh para ahli, Pengujian terbatas desain pembelajaran, Evaluasi  dan analisis hasil pengujian, Evaluasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dirancang berbentuk RPP, LKM dan Media E-learning dapat digunakan untuk proses pembelajaran dengan sedikit perbaikan. Hasil ujicoba terbatas menunjukan pula bahwa perangkat yang dibuat menumbuhkembangkan kreativitas mahasiswa, yang pada ujungnya adalah  terbentuknya karakter mahasiswa. Kata kunci:   pembelajaran; karakter; kreatif;  elearning   AbstractThe research was designing e-learning on Calculus to increase the creativity and student character in Mathematics Education Study Pogram. The learning design was divided into steps, that was: designing lesson plan and tool which would be used on learning, making lesson plan, making e-learning media, validating the lesson plan, learning kit, and elarning by experts, revising the result of validation process, limited testing of instructional design, evaluation and the result analysis. The research result show that the learning design those are RPP, LKM, and elearning kit could be used with a little implrovement. Limited test result also indicated that the instrument that was made could developed the creativity of student, and buid the student character. Keywords: learning, character; creative; elearning
Bayangan Konsep (Concept Image) Mahasiswa pada Konsep Kombinasi Ditinjau dari Perbedaan Gender dan Kemampuan Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.5901

Abstract

Bayangan konsep seseorang merupakan kumpulan gambar mental yang disertasi dengan sifat-sifat dan proses-proses yang terkait dengan konsep tersebut yang ada dalam pikiran. Oleh karenanya bayangan konsep berbentuk konsepsi-konsepsi nonverbal terhadap suatu konsep formal. Paper ini mengungkapkan tentang profil bayangan konsep mahasiswa program studi matematika tentang konsep kombinasi, khususnya untuk mahasiswa laki-laki dengan kemampuan rendah  Matematika Dasar dan mahasiswa perempuan dengan kemampuan tinggi Matematika Dasar.  Penelitian ini menggunakan  penelitian pendekatan deskriptif kualitatif. Di dalam penelitian ini diungkapkan pula adanya miskonsepsi mahasiswa dan konflik kognitif serta respon intuitif terhadap konsep kombinasi dan pemecahan masalah yang terkait dengan kombinasi.  Selain itu, adanya kategori bayangan konsep instrumental dan bayangan konsep relasional yang dimiliki mahasiswa terhadap konsep kombinasi serta dalam melakukan pemecahan masalah yang terkait kombinasi.Someone’s concept image to a concept be a collection of all  mental pictures together with properties and processes associated to the concept in his/her mind. Therefore, concept image as a non-verbal perceptions of a formal concept. This paper is to show the profile of  concept image about concept of combination of the mathematics students who have high ability in basic mathematic. This study used qualitative descriptive approach. In this study was shown students’ concept image and thinking process of concept combination k objekt of n objek as a reciprocal  connection between concept images and formal concepts and also shown category of concept image including instrumental concept image  and relational concept image that belonged the students about concept of combination k object of n object.
Analisis Deskriptif Soal Geometri dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII Berdasarkan Kriteria International Assessment TIMSS 2007
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  domain kognitif dan aspek kognitif (required behavior) soal matematika dalam Buku Matematika Bilingual untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas VIII berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007 dan proporsinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian adalah soal geometri dalam Buku Matematika Bilingual SMP. yang berjudul “Mathematics for Junior High School Grade VIII 1st Semester” dan “Mathematics for Junior High School Grade VIII 2nd Semester” karangan karangan M. Cholik Adinawan dan Sugijono. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara tentang penggunaan buku matematika bilingual yang paling banyak digunakan di kota semarang. Pedoman analisis soal berdasarkan kriteria International Assessment TIMSS 2007, dengan validasi hasil oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang dianalisis memuat satu hingga tujuh aspek kognitif. Sebagian besar soal memuat 4 aspek kognitif yaitu 44.04 %, diikuti soal dengan 3 aspek kognitif  yaitu 36, 42%,  soal dengan 2 aspek kognitif yaitu 14, 90%, kemudian 1,99% untuk soal dengan 1 atau 5 aspek kognitif, dan 0,33% untuk soal dengan 6 atau 7 aspek kognitif. Proporsi tinggi pada recall (28.26%) dan compute (26.57%), diikuti dengan SRP (10.85%), implement (10.65%), retrieve (8.36%), recognize (6.17%), analyze (1.99%), measure (1.59%), generalize (1.09%), SNRP (1.00%), classify (0.80%), represent (0.80%), justify (0.80%), select (0.60%), model (0.30%), synthesis (0.20%). Secara keseluruhan berdasarkan International Assessment TIMSS 2007 soal yang termasuk domain knowing memiliki persentase paling tinggi (52.28%), domain knowing-applying (24.83%), domain knowing- reasoning (12.91%), dan hanya sedikit yang termasuk domain knowing-apllying-reasoning (3.97%). Serta terdapat 4 soal (1.32%) yang mempunyai ketidaksesuaian penggunaan mathematics terms serta 1 soal (0.33%) mempunyai kesalahan penyajian dalam  soal versi bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek kognitif (required behavior) yang termasuk dalam domain reasoning sangat sedikit dibandingkan dengan aspek kognitif (required behavior) pada domain knowing dan applying yakni 5.07%.
Hubungan Antara Pemahaman Konsep Dan Kecemasan Menghadapi Mata Kuliah Teori Grup Dengan Prestasi Akademik Mahasiswa
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i2.15746

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara pemahaman konsep matematis dan kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup dengan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV kelas E Program Studi pendidikan Matematika FKIP UNSIKA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pemahaman konsep, angket kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup, dan hasil akademik mahasiswa. Dari hasil analisis korelasi sederhana, diperoleh nilai koefisien korelasi antara pemahaman konsep matematis dengan prestasi akademik mahasiswa sebesar 0,755 dan untuk nilai koefisien korelasi antara kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup dengan prestasi akademik mahasiswa sebesar −0,413. Kemudian untuk nilai koefisien korelasi ganda antara pemahaman konsep dan kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup dengan prestasi akademik mahasiswa sebesar 0,789. Berdasarkan perolahan data diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemahaman konsep matematis dengan prestasi akademik mahasiswa, terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup dengan prestasi akademik mahasiswa dan terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman konsep dan kecemasan menghadapi mata kuliah teori grup dengan prestasi akademik mahasiswa.The purpose of this study was to describe the relationship between understanding mathematical concepts and the anxiety of student when facing up the theory group class based on the student academic achievement. This experiment is a quantitative experiment with descriptive method. Subjects in this study were fourth semester students in E class of Mathematics education programme on Educational Science faculty. The instrument used in this study is a concept understanding test, the anxiety questionnaire in facing the group theory class, and student academic results. From the results of a simple correlation analysis, a correlation coefficient is obtained between understanding mathematical concepts with student academic achievement is 0.755 and for the correlation coefficient between the anxiety in facing group theory class with student academic achievement is -0.413. Then for the multiple correlation coefficient between concept understanding and the anxiety in facing group theory courses with student academic achievement is 0.789. Based on the processed data,  it can be concluded that there is a positive and significant relationship between understanding mathematical concepts with student academic achievement, there is a negative and significant relationship between the anxiety in facing group theory courses with student academic achievement and there is a significant relationship between concept understanding and the anxiety in facing theory group class with student academic achievement.
Komparasi Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Geometri Antara Model SPS dan Model SPS Dengan Hands On Activity
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i1.4739

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketuntasan penerapan model SPS, model SPS dengan hands on activity terhadap kemampuan pemecahan masalah; dan membandingkan rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah antara siswa model SPS dan siswa model SPS dengan hands on activity. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan bentuk Pretest-Posttest Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Karangtengah tahun ajaran 2014/2015. Dari 10 kelas, terpilih 3 kelas sampel yaitu kelas VIII E sebagai kelas eksperimen 1, VIII F sebagai kelas eksperimen 2, dan VIII G sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah tes, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan uji proporsi dan uji ANAVA. Uji proporsi secara berturut-turut menunjukkan bahwa siswa kelas eksperimen 1 mencapai ketuntasan dengan 87% siswa nilainya ≥70 dan siswa kelas eksperimen 2 mencapai ketuntasan dengan 97% siswa nilainya ≥70. Uji ANAVA menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah dengan rata-rata terbaik adalah model SPS dengan hands on activity dan selanjutnya model SPS. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hands on activity mampu menjadikan kemampuan pemecahan masalah menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa model SPS, SPS dengan hands on activity memiliki tingkat ketuntasan yang baik dengan model terbaik adalah model SPS dengan hands on activity.The purposes of this research were to determine the completeness level of the SPS, the SPS model with hands on activity to the student’s problem-solving ability; and to compare the mean of problem-solving ability test among the SPS and the SPS model with hands on activity. This research was quantitative. The design that employed was the quasi experimental “pretest posttest control” design. The population was the 8th grade students of SMP Negeri 1 Karangtengah in 2014/2015. From 10 classes, gotten 3 sample classes were the VIII E as the 1st experimental, the VIII F as the 2nd experimental, and the VIII G as the control class. Methods of collecting data used were test, documentation, and observation. Then, the data were analyzed by the proportion and the ANOVA test. The proportion test shown that the 1st experimental class could achieve the completeness with 87% getting score ≥70; the 2nd experimental class could achieve the completeness with 97% getting score ≥70. The ANOVA test shown that there were differences in the mean of test with the best mean was from the SPS model with hands on activity. Its result shown that hands on activity could make problem-solving ability be better. Based on it, concluded that the SPS, the SPS model with hands on activity had good completeness with the best model was the SPS model with hands on activity.
Analisis Terhadap Kemampuan Doing Mathematics Mahasiswa Pada Perkuliahan Kapita Selekta Matematika Sekolah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.3323

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan Sekolah Matematika belajar adalah realisasi maksimal matematika kompetensi melakukan melibatkan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, dan pemahaman konseptual, diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan melakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survei dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh Sekolah Matematika digest belajar untuk melakukan matematika kompetensi siswa, dan perbaikannya. Para siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian adalah mereka yang mengambil Sekolah Matematika Digest 1 saja, di semester genap dari 2013-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Matematika Digest 1 tentu saja memiliki pengaruh yang kuat pada peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, yaitu, kompetensi penalaran, komunikasi, koneksi, representasi, pemahaman konseptual, dan membuktikan. Selain itu, ditemukan bahwa 86% siswa dari matematika pemecahan masalah kompetensi yang sangat baik, sisanya 14% berada pada tingkat cukup. Sementara itu, kualitas peningkatan kompetensi melakukan matematika siswa, baik komponen dengan komponen dan sepenuhnya, jatuh ke dalam kategori yang adil.One of the indicators of the success of School Mathematics learning is the maximal realization of the doing mathematics competences involving problem solving, reasoning, communication, connection, representation, and conceptual comprehension, realized in the habits of thinking and doing. The research was a descriptive research by a survey approach intended to determine the influence of School Mathematics digest learning on students’ doing mathematics competence, and its improvement. The students selected as the subjects of research were those who took School Mathematics Digest 1 course, in the even semester of 2013-2014. The research findings showed that School Mathematics Digest 1 course has a strong influence on the improvement of the students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, i.e., reasoning competence, communication, connection, representation, conceptual comprehension, and proving. In addition, it was found that 86% students were of very good mathematic problem solving competence, the remaining 14% being at an insufficient level. Meanwhile, the quality of the improvement of students’ doing mathematics competence, both component by component and wholly, fell into a category of fair.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Kecemasan Belajar Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.8779

Abstract

Dalam memecahkan masalah, siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika mungkin mengalami kesalahan-kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan masalaha matematika. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan matematika tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika sesuai langkah-langkah Polya. Namun, ia  mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu: (1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2) pemaknaan model matematika, dan (3) ketidakkonsitenan dalam penggunaan simbol.In the problem solving, students learn math anxiety may have errors. This study aimed to analyze the errors that students learn math anxiety in mathematical problem solving. This type of study is a qualitative research with case study method. Sampling was done by using purposive sampling technique. The results showed that students who have high math anxiety was able to solve the problems of mathematics according to the steps Polya. However, he encountered an error in three ways, namely: (1) error in writing mathematical symbols, (2) the meaning of a mathematical model, and (3) inconsistent  in the use of symbols.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue