cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Media Pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.23618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang layak digunakan dalam materi Bilangan untuk siswa kelas 5 Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Bangsa Balikpapan. Penelitian ini merupakan kategori penelitian dan pengembangan (RD), dengan metode pengembangan model Borg Gall yang dimodifikasi dengan tahapan yang dilakukan sebagai berikut: (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan format produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Puzzle Angka dan Corong Angka (PANCORAN) yang dikembangkan termasuk kategori Sangat Valid (rata-rata skor 4,75), Sangat Praktis (skor 4,7), dan Efektif (ketuntasan belajar siswa mencapai 80%).This study aims to produce learning media for Number Puzzle and Number Funnel (PANCORAN) that aresuitable for use in Numbers material for Grade 5 Tunagrahita students at Tunas Bangsa Special Schools (SLB)Balikpapan. This research is a research and development (RD) category, with the method of developing themodified Borg Gall model with the following stages: (1) initial research and preliminary data collection, (2)planning, (3) developing the initial product format, ( 4) initial trials, (5) product revisions, (6) field trials, (7)product revisions. The results of the validation show that the learning media for Number Puzzle and NumberFunnel (PANCORAN) developed is in the category of Very Valid (average score 4,75), Very Practical (score4,7), and Effective (the percentage of completeness of student learning outcomes reaches 80%)
Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Smart Sticker untuk Meningkatkan Disposisi Matematik dan Kemampuan Berpikir Kritis
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.5060

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mengetahui model pembelajaran discovery learning berbantuan smart sticker mampu meningkatkan disposisi matematik dan kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 40 Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan adalah uji proporsi dan uji ketidaksamaan dua rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen mencapai nilai lebih dari 65 dan lebih dari 70% siswa di kelas eksperimen mencapai nilai lebih dari 65. Kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematik siswa kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol dan dinyatakan meningkat dibandingkan hasil pretest. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Smart Sticker dapat meningkatkan disposisi matematik dan kemampuan berpikir kritis.The purpose of this study was to find out that discovery learning model which is assisted by smart sticker can improve mathematical disposition and critical thinking skills. The method used in this research is quantitative research methods. The population in this study is eighth-grade students of SMP Negeri 40 Semarang. Sampling was carried out by cluster random sampling technique, is obtained as an experimental class in eighth grade H and  the eighth grade E as a control. Analysis of the data used is the proportion test, and test two average inequality. The result show that the test result of student’s critical thinking skills experiment class reached a value of more than 65 and more than 70% student in experimental class reached a value of more than 65. Critical thinking skills and mathematical disposition of experiment class better than control class and declared that increased if compared to the pretest. The final conclusion is that discovery learning model which is assisted by smart sticker can improve mathematical disposition and critical thinking skills.
Keefektifan Model Pembelajaran Generatif dan MMP Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i2.3136

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran menggunakan model ge-neratif dan model Missouri Mathematics Project (MMP)terhadap kemampuan pemacahan masalah siswa kelas X materi jarak pada bangun ruang dan untuk mengetahui pembelajaran yang lebih efektif antara pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dan pembela-jaran dengan model pembelajaran MMP terhadap kemampuan pemecahan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MAN 1 Kota Magelang tahun pelajaran 2012/2013 yang berada dalam sepuluh kelas. Uji ketuntasan belajar memberikan hasil yaitu sis-wa kelas eksperimen 1 dan 2 telah mencapai ketuntasan belajar. Uji proporsi memberikan ha-sil yakni kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen 1 sama baiknya dibanding kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen 2. Hasil Penelitian menunjukkan pembelajaran model generatif dan MMP efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi jarak pada bangun ruang dan pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif sama efektifnya dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran MMP terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci: Generatif; Jarak pada Bangun Ruang; Kemampuan Pemecahan Masalah; MMP.  AbstractThe purpose of this study was to know whether learning with generative model and Missouri Mathematics Project (MMP) model effective against problem solving ability of grade X students of distance in solid shapes material and to know which one was better between generative learning model and MMP model. The population of this study was the students of grade X MA State 1 Magelang year 2012/2013 in 10 classes. From the result of the test was obtained that experiment class students achieved the learning completeness. From the proportion test results gotten the student problem solving ability of 1st experiment class was more same as than 2nd experiment class. The research result showed that the generative and MMP model effective against problem solving ability of distance in solid shapes material and generative learning model as same effective as MMP against problem solving. Keywords: Distance in Solid Shapes; Generative; MMP; Problem Solving Ability.
Perangkat Pembelajaran berbasis Discovery Learning berbantuan Microsoft Excel untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Statistika dan Soft Skills Siswa SMP
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v11i1.22494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berbasis discovery learning berbantuan Microsoft Excel yang efektif dalam meningkattkan kemampuan pemecahan masalah statistika (KPMS)  dan soft skills siswa SMP. Kriteria efektif bersandar pada teori intervensi pembelajaran yang meliputi adanya peningkatan capaian hasil belajar setelah intervensi, adanya respon positif siswa dan guru terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan, keterlibatan (engagement) siswa yang tinggi dalam pembelajaran,  serta diperoleh lebih dari 65% siswa mencapai skor 65 dari skala 100 dalam tes KPMS. Peningkatan KPMS diselidiki melalui indeks gain ternormalisasi. Peningkatan soft skills dideskripsikan dengan bersandar pada statistik deskriptik. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang memiliki karakteristik efektif dalam meningkatkan KPMS dan soft skills siswa SMP sehingga siap untuk disebarluaskan. Disarankan agar guru lebih diberi kesempatan untuk mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika sehingga dapat diharapkan siswa memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan soft skills yang lebih tinggi lagi.This study aims to obtain discovery learning-based learning tools supported by Microsoft Excel that are effective in increasing statistical problem solving abilities (KPMS) and soft skills of junior high school students. Effective criteria rely on the theory of learning interventions which include an increase in learning outcomes after the intervention, positive student and teacher responses to the learning tools developed, high student engagement in learning, and obtained more than 65% of students achieving a score of 65 from a scale of 100 in the KPMS test. The increase in KPMS is investigated through a normalized gain index. Improved soft skills are described by relying on descriptive statistics. This research produces learning tools that have effective characteristics in improving problem solving skills and soft skills of junior high school students so that they are ready to be disseminated. It is recommended that teachers be given more opportunities to implement learning tools that are developed in accordance with the learning objectives of mathematics so that students can expect to get higher problem solving skills and soft skills. 
Proses Berpikir Kreatif Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Nonrutin Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.5919

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika nonrutin ditinjau dari kemampuan matematika. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa SMP Negeri 1 Painan yaitu satu siswa berkemampuan matematika tinggi dan satu orang siswa berkemampuan matematika sedang. Instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung  yaitu soal Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tugas Pemecahan Masalah Matematika Nonrutin (TPMMN) dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan tugas tertulis dan wawancara. Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara proses berpikir kreatif siswa berkemampuan matematika tinggi dan siswa berkemampuan sedang. Keduanya melalui tahapan proses berpikir kreatif yaitu tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.This study, a descriptive qualitative with qualitative approach, aimed at describing Junior High School students’ creative thinking process in solving mathematical nonroutine problem in terms of mathematical ability. The subjects of the research were two students of SMP Negeri 1 Painan; one student with high mathematical ability and the other with the intermediate ability. The instruments used on this research covered main instrument that was the author and supporting instruments; test of mathematical ability, tasks of mathematical problem solving nonroutine and interview guidelines. The data collection was conducted through written tasks and interview. To validate the data credibility, time triangulation was applied. The research showed that there was no significant difference between creative thinking process for a student with high mathematical ability and the other with intermediate one. Both of the study subject had been through creative thinking process phase; preparation, incubation, illumination, and verification.
Pemberdayaan Pembelajaran Materi Ajar Identifikasi Sifat-Sifat Bangun Datar Bagi Pengembangan Nilai Karakter Berpikir Kritis dan Logis
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i1.2609

Abstract

Kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dikeluarkannya Permendiknas no. 41 tahun 2007 tentang standar proses dan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah hasil pengembangan dan ketercapaian pelaksanaan perangkat pembelajaran matematika berbasis pemanfaatan lingkungan dan alat peraga manipulatif pada materi pokok mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar di SDN Sekaran 01? Bagaimanakah kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan? Penelitian ini termasuk penelitian Research and Development dengan menggunakan Model 4 D yang meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop). Sementara tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan mengingat terbatasnya waktu dan biaya.  Adapun hasil penelitian ini adalah (1)perangkat pembelajaran berupa RPP dengan lampiran- lampirannya yang berupa LAS, LTS, prototype APM, dan setting lingkungan yang valid; (2) perangkat dapat diterapkan dengan kategori keterlaksanaan adalah terlaksana dengan baik, KBM berjalan lancar dan pembelajaran mampu memacu semua siswa untuk aktif sehingga secara empiris perangkat yang dikembangkan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran; (3) kualitas proses pembelajaran cukup tinggi hal ini ditinjau dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan kelas 88,37%, motivasi belajar  25,58% siswa tinggi dan 74,42% siswa memiliki motivasi sangat tinggi, respon siswa positif sebanyak 97,67% dan kesan guru terhadap penerapan perangkat yang dikembangkan positif  sebanyak 100%. 
Mensinergikan Kemampuan Geometri Dan Analisis Pada Mata Kuliah Kalkulus Diferensial Melalui Bahan Ajar Berbasis Geogebra
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i2.15965

Abstract

Penelitian ini sebagai upaya mempermudah visualisasi dan penerapan konsep matematika dengan menggunakan software Geogebra. Sehingga mahasiswa dapat mensinergikan kemampuan analisis dan geometrinya. Penelitian ini melibatkan mahasiswa yang mengontrak matakuliah kalkulus diferensial pada semester genap. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan dengan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Hasil observasi kemampuan awal memunculkan perlunya kemampuan mengidentifikasi unsur yang diketahui dan yang diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan sesuai konsep, sehingga ini menjadi salah satu faktor yang membuat mahasiswa kesulitan dalam merepresentasikan hasil kedalam grafik/gambar. Hasil penelitian ini adalah: 1) Dugaan perlunya pengembangan bahan ajar di tunjukkan dengan adanya kebingungan mahasiswa dalam menggunakan bahan ajar yang sudah ada sehingga menunjukkan interaksi negatif antara mahasiswa. Penemuan terbimbing untuk pemahaman konsep dari hasil konflik kognitif mahasiswa kurang dapat dihasilkan dengan maksimal. 2) Pada hasil pengembangan bahan ajar, mahasiswa merasa dalam menarik kesimpulan dan argument dari hasil pembuktian, dapat dibantu dengan representasi gambar dan grafik yang dilakukan dengan menggunakan software Geogebra. 3) Variasi berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kalkulus diferensial tergolong kurang berkembang. 4) Pengembangan bahan ajar berdasarkan pada hasil analisis dan respon mahasiswa telah mencapai tahapan yang mendekati kebutuhan, walaupun diperlukan adanya perbaikan.This research is an effort to facilitate visualization and application of mathematical concepts by using Geogebra software. So that students can synergize their analytical skills and geometry. This study involved students who contracted differential calculus courses in even semester. The research method used is the development of ADDIE models (analyze, design, development, implementation, evaluation). The results of the initial ability observation show to the need for the ability to identify elements that were known and needed in solving problems according to the concept, so that this became one of the factors that made students difficult to represent the results into graphics / images. The results of this study are: 1) Suspicion of the need for the development of teaching materials is shown by the confusion of students in using existing teaching materials so as to show a negative interaction between students. Discovery Learning for understanding the concept of the results of student cognitive conflict can not be maximally produced. 2) In the results of the development of teaching materials, students feel that in drawing conclusions and arguments from the results of the proof, they can be helped by the representation of images and graphics that are carried out using Geogebra software. 3) Variations in student thinking in solving the problem of differential calculus are classified as less developed. 4) The development of teaching materials based on the results of analysis and response of students has reached a stage that is close to need, even though improvements are needed. 
Desain Didaktis Penalaran Matematis untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa SMP pada Luas dan Volume Limas
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.4833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa SMP pada materi geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian desain didaktis (didactial design research).  Penelitian diawali dengan studi pendahuluan untuk mendapatkan data kesulitan belajar (learning obstacle) yang dilaksanakan di SMP Negeri 29 Bandung kelas IXE sebanyak 35 orang, SMA Negeri 1 Lembang kelas XI IPA2 sebanyak 41 orang, dan STKIP Siliwangi Bandung mahasiswa semester VI sebanyak 49 orang pada tahun pelajaran 2011/2012 semester genap. Selanjutnya, dikembangkan desain didaktis yang diujicobakan terbatas kepada 30 siswa kelas VIII B SMP Assalam Bandung. Dari uji coba terbatas dilakukan analisis untuk menyusun desain didaktis revisi. Hasil dari penelitian ini diantaranya perangkat pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran sebelum menggunakan desain didaktis belum dapat menggali kemampuan penalaran matematis, desain didaktis penalaran matematis yang dikembangkan dapat memperkecil gap yang dihadapi siswa, dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap desain didaktis yang dikembangkan.The background of this research was the lack of junior high school students’ mathematical reasoning in geometry. This research used Didactical Design Research (DDR) method which started by a preliminary study to 35 students of grade IX E Public Junior High School 29 Bandung, 41 students of grade XI Science Program of Senior High School 1 Lembang, and 49 students of Siliwangi College of Education Bandung in semester VI for academic year 2011/2012. The preliminary study was aimed to explore students’ learning obstacles to develep didactical design. The developed didactical design was implemented to 30 students of grade VII B of Assalam Junior High School Bandung. After this implementation the developed didactical design was revised. The results of this research were the learning tools used by previous teacher have not explored mathematical reasoning yet, the developed didactical design had minimized students’ gaps, and students had positive response about the learning.
Pembelajaran Matematika Konstruktivistik Berbasis Humanistik Berbantuan E-Learning Pada Materi Segitiga Kelas VII
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i2.4034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan memperbaiki sikap belajar peserta didik melalui pengembangan perangkat pembelajaran matematika kons-truktivis berbasis humanistik berbantuan e-learning. Penelitian ini merupakan penelitian pe-ngembangan dengan model 4D yang diadaptasi menjadi 4P, yaitu pendefinisian (analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis materi, analisis tugas, dan merumuskan tujuan pembelajaran khusus), perancangan (penyusunan kriteria tes, pemilihan media, pemilihan format, dan desain awal), pengembangan (validasi ahli dan uji coba), dan penyebaran. Ada-pun perangkat yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, LKPD, dan E-learning. Teknik pe-ngumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode tes, dokumentasi, observasi, dan angket. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses dan sikap belajar peserta didik lebih baik, karena kedua variabel secara bersama memberikan pengaruh posi-tif terhadap prestasi belajar peserta didik. Rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen mele-bihi batas KKM, sehingga rata-rata prestasi belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan pembelajaran efektif. The purpose of this research was improving the understanding of the concept and improving the attitudes of learners through the development of software-based humanistic constructivist mathematics assisted e-learning. The research is a development research using 4D model, which is modified to 4P model, namely defining (initial-end analysis, students analysis, material analysis, assignment analysis, and formulate particular learning purpose), designing (formulate test criteria, choose media, chose format, and initial design), developing (validation by expert and try out), and dissemination. The devices develop are Syllabus, Lesson Plan, Worksheet, and E-learning. The data are collected though are test method, documentation, observation, and questionnaire. Based on the analysis of the data, we can conclude that the students’ process skill and attitude are better, because both variables positively impact the students learning outcome. The average of learning outcome in experiment class is more than the minimum criteria, and then the average of the learning outcome of experiment class is better than the control class. Thus, we can conclude that the learning is effective.    
Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Menggunakan Inquiry Based Learning Setting Group Investigation
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i2.8404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan metode inquiry based learning setting group investigation pada kelas VII.C SMP Negeri 12 Yogyakarta tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 34 siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar matematika siswa meningkat yang ditunjukkan dengan peningkatan minat belajar matematika siswa dari siklus 1 yaitu 4 (12%) siswa dalam kategori sangat tinggi, 24 (71%) siswa dalam kategori tinggi dan 6 (18%) siswa dalam kategori sedang, sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi 11 (32%) siswa dalam kategori sangat tinggi, dan 23 (68%) siswa dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode inquiry based learning setting group investigation dapat meningkatkan minat belajar matematika siswa kelas VII.C SMP Negeri 12 Yogyakarta. The aims of this research were increasing students interest in learning mathematics by using inquiry based learning setting group investigation in class VII.C SMP Negeri 12 Yogyakarta academic year 2016/2017 which amounted to 34 students. This research was a classroom action research consisting of planning, actions, observation, and reflection. This research instrument’s was questionnaires of interest in learning mathematics. The result of the research showed that the student’s interest in mathematics learning increased. It was showed by the increase of students’ mathematics learning interest from first cycles which was 4 (12%) of students in a category was very high, 24 (71%) of students in the high category and 6 (18%) of students in the medium category, whereas in second cycles increased to 11 (32%) of students in a category is very high, and 23 (68%) of students in the high category. The result showed that the method of inquiry based learning setting group investigation can increase student’s interest in learning mathematics class VII.C SMP Negeri 12 Yogyakarta.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue