cover
Contact Name
Ardhi Prabowo
Contact Email
ardhiprabowo@mail.unnes.ac.id
Phone
+62818240132
Journal Mail Official
kreano@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Mathematics Department, D7 Building, 1st Floor. Mathematics and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang. Taman Siswa Street, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
ISSN : 20862334     EISSN : 24424218     DOI : https://doi.org/10.15294/kreano.v13i2
Core Subject : Education,
Kreano is a place to share and communicate research results from researchers or invited authors. Kreano publishes original, novel, and empirical works in the field of mathematics education. Researchers can come from Lecturers, Teachers, Researchers, and students who need broad access to the publication of your research results. The Journal invites original research articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. Jurnal Kreano invites authors to conduct empirical research according to the classification in the Mathematics Education Database.
Articles 742 Documents
Keefektifan Pembelajaran Pogil Berbantuan LKPD Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Pokok Peluang
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v4i1.2884

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) berbantuan LKPD tuntas, apakah rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada model POGIL berbentuan LKPD lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran konvensional. Data penelitian diperoleh dengan metode tes dan observasi. Analisis data hasil belajar meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji proporsi, dan uji perbedaan rata-rata. Dari hasil uji ketuntasan belajar diperoleh pembelajaran pada kelas eksperimen tuntas. Dari hasil uji perbedaan dua rata-rata, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Simpulan yang diperoleh yaitu pembelajaran dengan model POGIL berbentuan LKPD tuntas, kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada model POGIL berbentuan LKPD lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran konvensional. The purpose of this study was to know whether learning model of Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) can achieve mastery learning, student’s problem-solving ability in learning of POGIL higher than student’s problem-solving ability in conventional learning. The data were obtained by the testing and observation method. The data analysis of learning outcomes included normality test, homogeneity test, proportions test, and mean difference test.  From result of mastery learning, showed that learning in experiment group can achieve mastery learning. From result of the average diffrence test, showed that student’s problem-solving ability in experiment group higher than student’s problem-solving ability in control group. The conclusions obtained were learning of POGIL can achieve mastery learning and student’s problem-solving ability in learning of POGIL higher than student’s problem-solving ability in conventional learning.
Geometer’s Sketchpad (GSP) dan Pemahaman Konsep Geometri Analitik Bidang
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i2.20560

Abstract

Catatan Editor: Naskah ini sudah publish, dan kemudian mendapat kritik dan masukan dari pembaca. Berdasarkan rapat dewan editor, kami me-non aktif-kan sementara naskah ini beberapa waktu. Tanggal 30 April 2020, kami mengaktifkan kembali metadata dengan beberapa catatan terlampir pada tautan ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aplikasi geometer’s sketchpad dapat meningkatankan secara signifikan terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada mata kuliah geometri analitik bidang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitiannya eksperimental semu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Berdasarkan teknik tersebut didapat subjek penelitiannya adalah mahasiswa kelas C semester II Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran. Sesuai dengan teknik pengumpul data yang digunakan maka alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa tes essai. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial (uji t).  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbantuan aplikasi geometer’s sketchpad (GSP) secara signifikan berpengaruh terhadap pemahaman konsep mahasiswa dalam memperlajari konsep geometri analitik bidang.The purpose of this study was to show how learning based on the geometer’s sketchpad application can be significantly improved to students' understanding of concepts in the field of analytic geometry. The research method used in this research was quantitative research with quasi-experimental research form. The sampling technique used cluster random sampling technique. Based on this technique, the research subjects obtained were C grade students in the second semester of Mathematics Study Program IKIP PGRI Pontianak. The data collection technique used in this study was measurement. In accordance with the data collection techniques used, the data collection tool used in this study was tests that contain essay tests. Data analysis techniques in this study used inferential statistics (t test). Based on the results of research and discussion, it could be concluded that the learning assisted by the application of the geometer’s sketchpad (GSP) significantly effect to students' understanding of concepts in learning the plane analytic geometry concepts.
Pembelajaran Menemukan Nilai PHI(π) melalui Pendekatan Matematika Realistik di Sekolah Dasar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v7i2.5996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dalam mengajarkan nilai  melalui pendekatan matematika realistik. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi Hypothetical Learning Trajectory (HLT) melalui penelitian Design Research yang terdiri atas tiga tahap yaitu (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, dan (iii) the retrospective analysis. Penelitian ini melibatkan satu orang guru dan 28 siswa kelas V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, video pembelajaran, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HLT yang dikembangkan dapat membantu siswa melukis titik pusat dan diameter benda berbentuk lingkaran, menemukan nilai yang paling akurat hasil pembagian keliling dengan diameter lingkaran yaitu  Kendala  dalam penelitian ini adalah siswa kesulitan melakukan operasi pembagian bilangan desimal.The purpose of this study was to determine the impact of the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) in teaching the value of π through realistic mathematics approach. This study describes the implementation Hypothetical Learning Trajectory (HLT) through research Design Research, which consists of three stages: (i) preparing for the experiment, (ii) the teaching experiment, and (iii) the retrospective analysis. The study involved one teacher and 28 students of class V MIN Rukoh, Banda Aceh. Data were collected through observation sheets, instructional videos, and field notes. The results showed that the HLT developed to help students paint the center and diameter of a circle-shaped object, find the most accurate value of the division of the circumference to the diameter of the circle is π = 3.14. Constraints in this study were students’ difficulty performing division operation decimals.
Penerapan Teknik Penilaian Learning Journal Pada Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Pokok Segiempat
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v2i1.1246

Abstract

Berawal dari rendahnya prosentase jumlah siswa untuk mencapai tuntasbelajar pada pembelajaran matematika khususnya geometri. Terdapat satukegiatan yang merupakan komponen kegiatan pembelajaran yang berfungsiganda yaitu penyusunan learning journal oleh siswa. Di satu pihak berfungsisebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran dan di lain pihak sebagaiinstrumen penilaian untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efektifitas penerapan teknik penilaian learing jurnal padamodel pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar siswakelas VII pada materi pokok segiempat.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIC SMPN 3Karanglewas.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes danmetode observasi yang kemudian dilakukan analisis untuk merumuskan hasilpenelitian.Presentase ketuntasan hasil belajar siswa untuk aspek pemecahanmasalah pada siklus I = 78.79% dan siklus II = 90.91%. Presentase ketuntasanhasil belajar untuk aspek keaktifan siswa pada siklus I = 78,79 % dan siklus II =87,88 %. Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik penilaian learningjournalpada model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasilbelajar siswa kelas VII C SMPN 3 Karanglewas pada materi segiempat efektif. Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, learning journal.
Proses Metakognisi Mahasiswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1)
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v9i1.13505

Abstract

Kesadaran siswa tentang proses berpikirnya sendiri sangat penting dalam pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika. Pemilihan subjek didasaran pada keunikan subjek dalam menyelesaiakan masalah dan adanya gejala selalu memikirkan kembali apa yang dipikirkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses metakognisi yang dialami subjek terdiri dari metacognitive awareness, metacognitive evaluation, dan metacognitive regulation. Students awareness of his own thinking process is important in problem solving. This study is a case study research that aims to describe the process of metacognition of students in solving mathematical problems. Subject was selected based on the uniqueness of the subject in solving the problem and the symptoms taht are always rethinking what he thinks. The results showed that the metacognition process experienced by the subject consists of metacognitive awareness, metacognitive evaluation, and metacognitive regulation.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melalui Strategi Abduktif-Deduktif Pada Pembelajaran Matematika
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v6i2.3713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah menggunakan strategi abduktif-deduktif. Penelitian yang dilakukan merupakan eksperimental dengan desain pretes-postes dan kelompok kontrol tidak acak pada siswa kelas XI di salah satu SMA di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Analisis data penelitian dilakukan secara kuantitatif-kualitatif berdasarkan kategori kemampuan awal matematis (KAM) maupun keseluruhan. Selain peningkatan kemampuannya, dianalisis pula interaksi antara pembelajaran dan KAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi abduktif-deduktif lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori. Secara lebih rinci dari kategori KAM, hanya pada kategori tengah yang menunjukkan peningkatan yang lebih baik. Sedangkan pada kategori KAM atas dan bawah memiliki peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang sama. Interaksi antara pembelajaran dan KAM dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.This research purpose is to improve the problem solving ability using abductive-deductive strategy. This study is experimental research using a pretest-posttest design with nonrandomized control group in XI class student at one senior high school in Pati, Central Java, Indonesia. Data analysis was performed by quantitative-qualitative analysis based on categories of early mathematical ability and overall. In addition, it also analyzed the interaction between learning and early mathematical ability. The results showed that the improvement of mathematical problem solving abilities in students with abductive-deductive strategy better than those who received the expository learning. More details based on early mathematical ability categories, only the middle category which showed better improvement. While the upper and the under categories have equal improvement. The interaction between learning and early mathematical ability showed no significant relationship to improve problem solving ability. 
Kontribusi Model Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Faktor AIK dalam Pembelajaran Matematika Siswa Kelas II/3 SMPN 2 Makassar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3277

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggunakan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan antusiasme, intensitas aktivitas, dan kecakapan siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian tindakan kelas dipilih sebagai jenis penelitian yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus memuat tahapan diantaranya: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Makassar, dengan subjek siswa kelas II/3 sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi model pembelajaran berbasis proyek, bukan hanya meningkatkan antusiasme, intensitas, dan kecakapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika, tetapi juga membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan. Secara statistik, persentase antusiasme berubah dari 58,7% (sedang) menjadi 80,7% (tinggi); persentase intensitas berubah dari 46,9% (kurang) menjadi 77,3% (tinggi); persentase kecakapan berubah dari 18,7% (sangat kurang) menjadi 64% (sedang). Kemudian rerata untuk hasil belajar siklus I ke siklus II meningkat dari 8,26 menjadi 8,27. Terdapat kenaikan 0,01. Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Proyek, antusiasme, intensitas, dan kecakapan  AbstractThis study aims to apply project-based learning model to enhance enthusiasm, activity intensity, and students competencies on learning mathematics. Making this aim, classroom action research is chosen for two cycles. Each of cycle consist of planning, action, observation, and reflection. It was held at SMPN 2 Makassar with subject of 45 graders in class II/3. The result shows that contribution of the model, not only to trigger entushiasm, intensity, and competency in which students are engaging with activities of learning mathematics, but to facilitate students improving comprehension about subject matter. Statistically, the percentage of enthusiasm, intensity, and competencies are changing from 58,7% (fair) to 80,7% (high), 46,9% (low) to 77,3% (high), and 18,7% (very low) to 64% (fair), respectively. Subsequently, the average of learning result from cycle I to cycle II increase from 8,26 to 8,27. There exists slight increase as 0,01. Keywords:     project-based learning model, enthusiasm, intensity, and competency 
Analisis Kemampuan Calon Guru Matematika Dalam Pengajuan Masalah Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v8i1.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan calon guru matematika dalam pengajuan masalah ditinjau dari gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Terdapat dua subjek dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa calon guru Pendidikan Matematika semester VI, IKIP Mataram. Gaya kognitif subjek ditentukan berdasarkan skor pemberian instrument GEFT dan kemampuan pengajuan masalah diperoleh melalui TPM dan wawancara. SFI dan SFD masing-masing mengajukan 10 masalah dari informasi berbentuk grafik dan kalimat verbal. Secara umum, kemampuan SFI lebih bagus dibandingkan SFD yaitu: (1) SFI mengajukan 7 masalah sementara SFD hanya mengajukan 5 masalah yang berkaitan dengan aritmetika sosial, (2) SFI mampu mengajukan masalah yang memenuhi semua unsur sintaksis dan semantik, sementara masalah yang diajukan SFD dari informasi grafik hanya memuat 2 unsur sintaksis dan 2 unsur semantik dan dan masalah yang diajukan dari informasi kalimat verbal masing-masing memuat 2 unsur sintaksis dan 3 unsur semantik, (3) SFI mengajukan 5 masalah, sementara SFD hanya mengajukan 1 masalah yang memuat data baru, (4) SFI mengajukan 2 masalah yang tidak bisa diselesaikan karena rasa penasaran, sementara SFD mengajukan 5 masalah yang tidak dapat diselesaikan karena kesalahan pemilihan kata, dan (5) SFI mengajukan masalah yang termasuk kategori mudah, sedang, dan sulit, sementara masalah yang diajukan SFD hanya masuk kategori masalah mudah.This is descriptive research with qualitative approach which has purpose  to describe the skill of preserve teacher in problem posing observed from cognitive style of  field independent (FI) and field dependent (FD). The subjects are two the mathematic students in the sixth semester, IKIP Mataram. Cognitive style of each subject was determined by giving GEFT instrument and to know the skill of preserve mathematics teacher in posing problem was obtained through TPM and interview. SFI and SFD each posed ten problems from graph information and verbal sentence.  SFI has better skill in problem posing than SFD: (1) SFI posed seven problems, while SFD only posed five problems related to arithmetic, (2) on SFI, all problems which were posed fulfilled all syntaxes and semantic elements which had been decided. While,  the graph information of SFD could only posed the information which showed  two syntaxes elements and two semantic elements, and each posed problems of verbal sentence information has two syntaxes elements and three semantic elements, (3) SFI pose five new data, while SFD could only show one problem which contained new data, (4) SFI posed two unsolved problems because of wondering, while SFD posed five unsolved problems because of choosing words error, and (5) SFI posed problems were included in each easy, middle and difficult category, while SFD only posed problem in easy category.
Desain Pembelajaran Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Permainan Tradisional Congklak Berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v3i2.2642

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pada materi pengurangan bilangan bulat melalui HLT, yang didesain dengan permainan tradisional congklak. Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Al Furqon Palembang yang merupakan salah satu sekolah mitra PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desain (design research). Penelitian didesain melalui pembelajaran materi pengurangan bilangan bulat menggunakan konteks permainan tradisional congklak. Tahapan penelitian dengan persiapan percobaan (preparing for the experiment), percobaan desain (design experiment), dan analisis retrospektif (retrospective analysis). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman siswa mengenai konsep pengurangan bilangan bulat dapat dipicu dengan menggunakan permainan tradisional congklak sebagai konteks dalam pembelajaran. Lintasan pembelajaran terdiri dari empat aktivitas untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu bermain congklak, bermain kartu congklak, bermain kartu bilangan, dan bermain dadu pengurangan untuk menyelesaikan masalah kontekstual pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan simbol pengurangan secara formal.
Keefektifan Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematik
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v10i1.12695

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada salah satu SMP di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-postest. Pemilihan sampel ditetapkan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII B sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah tes kemampuan pemecahan masalah pada pokok bahasan segi empat sub pokok bahasan persegi panjang dan persegi. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata gain adalah uji t. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model  pembelajaran problem posing tipe post solution posing adalah 13.91, sedangkan rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional adalah 7.09. Dengan uji t terlihat bahwa rata-rata gain kemampuan pemecahan masalah siswa yang memperoleh pembelajaran problem posing tipe post solution posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional.  Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran dengan model  problem posing tipe post solution posing dan menerapkan pada materi lain.The purpose of this study was to determine the effectiveness of applying the problem posing learning model type post solution posing to students' problem solving abilities in one of the junior high schools in the Semarang city. This research is a quasi-experimental study with a pretest-posttest design. Sample selection was determined by random sampling technique and was obtained by students of class VII A as an experimental group and students of class VII B as a control group. The instrument used for retrieval of research data is a problem solving ability test on the subject of rectangles. The test used to determine the difference in average gain is the t test. Based on the results of the study, the average gain problem solving ability of students who get learning with problem posing learning model type post solution posing is 13.91, while the average gain problem solving ability of students who obtain conventional learning is 7.09. With the t test it can be seen that the average gain of problem solving abilities of students who get problem posing learning model type post solution posing is better than students who get conventional learning. It is suggested that the teacher can continue to develop learning with problem posing learning model type post solution posing and apply it to other material.  

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 14, No 1 (2023): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 1 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 2 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 12, No 1 (2021): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 2 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 11, No 1 (2020): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 2 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 10, No 1 (2019): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 9, No 1 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif 9(1) Vol 9, No 2 (2018): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 2 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 8, No 1 (2017): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 2 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 7, No 1 (2016): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 2 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 6, No 1 (2015): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 2 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 2 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 4, No 1 (2013): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 2 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 3, No 1 (2012): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 2 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 2, No 1 (2011): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 2 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 1, No 1 (2010): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif More Issue