cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 2 (2014): September 2014" : 14 Documents clear
Pengembangan Kurikulum Gelar Ganda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hartono, Bambang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3166

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan terdeskripsikannya 1) standar kompetensi lulusan (SKL), 2) struktur kurikulum, 3) muatan kurikulum, 4) model silabus dan RPP, 5) model pembelajaran, dan 6) model penilaian pada program gelar ganda prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Hasil yang dicapai 1) standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik; 2) struktur kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 1 tahun; 3) pengembangan muatan kurikulum, yang dapat dilakukan adalah pengembangan standar isi, yaitu aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar berdasarkan visi prodi; 4) silabus sebagai acuan pengembangan RPP, RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD; 5) model pelaksanaan pembelajaran Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengikuti persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran; dan 6) penilaian yang dilakukan oleh dosen terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam ben­tuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata kuliah. Penilaian diharapkan menyangkut penguasaan kompetensi dan produk yang menggambarkan karakteristik setiap mata kuliah.
THE USE OF PRAGMATIC DEIXIS IN CONVERSATION TEXTS IN “PATHWAY TO ENGLISH” Ekowati, Argian; Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan deiksis yang digunakan dalam teks percakapan dan menjelaskan bagaimana penggunaannya dalam konteks yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kuantitative deskriptif. Untuk mendapatkan data nya, peneliti menggunakan tekhnik observasi. Ada tiga belas teks percakapan yang untuk dianalysis yang diambil dari buku ajar Bahasa Inggris “Pathway to English”. Hasil penelitian menunjukkan deiksisyang sering muncuk adalah person deixis. Person deiksis muncul 234 kali, discourse deixis muncul47 kali, place deixis muncul 16 kali, time deixis muncul 15 kali, dan social deixis muncul 12 kali. Berdasarkan konteks dalam tiap percakapan, kata ganti orang “Saya”, “You”, “They”, “Dia” dapat merujuk pada subjek imajiner yang tidak ada dalam kehidupan manusia. Demikian pula dengan kata ganti “Kita atau Kami” yang bisa bermakna persatuan. Kesimpulannya adalah sangat penting untuk kita mengerti konteks dalam membaca maupun dalam berbicara kepada orang lain, karena akan memudahkan kita untuk paham apa yang dimaksud oleh pembicara.The study aims at finding out deictic words in conversation texts and explaining how they were realized under what context. The study used a descriptive qualitative-quantitative method. To get the data, the researcher used an observation technique. Thirteen conversation texts were chosen, taken from an English textbook “Pathway to English” for Senior High School. The result showed that the most dominant deixis appeared in the conversation was person deixis. Person deixis appeared 234 times. Discourse deixis appeared 47 times. Place deixis appeared 16 times. Time deixis appeared 15 times, and social deixis appeared 12 time. Based on the context in the conversations, the persondeixis of pronoun “I”, “You”, “They”, “He”, and “She” could be used to refer to an imaginary person in real life, while “We” could also mean a unity. Therefore, it is crucial to consider context-dependency in reading or having conversations with people, as it arrives at a correct interpretation of the utterance.
ANALYSIS OF COMPETENCE YUNIOR HIGH SCHOOL TEACHER TO WELCOMES CURRICULUM 2013 IMPLEMENTATION. (Case Study of Mapping to Yunior High School Teacher in Competence at Bengkalis Subdistrict,Riau Province) Suharso, Pudjo; Sukidin, Sukidin; Puryanto, Sidik
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3170

Abstract

Policy the implementation of curriculum 2013 that replaced curriculum 2006 is the government effort to improve education in Indonesia. The changed of education policy through the implementation of curriculum 2013 in all level from primary school to secondary school, it’s cause consequences and implication of learning activity  growth widely. The consequences and implication of learning activities based on curriculum 2013 is not only relating equipments and strategies of learning but also the readyness a teacher as a top actor of learning education at school.The changed of education policy through the implementation of curriculum 2013 is demand to re-analysis of basic competence from teacher due to based on curriculum 2013 explain that  it is not by sparated but integrated subject must being now. The purpose of the research is mapping competence in readiness a teacher of learning activity based on curriculum 2013 at yunior high school. The research of methode is survey by descriptive analysis. The result is a half of teacher at Bengkalis subdistricat have different competence, so caused of unoptimalisation in learning process. Giving rekomendation by resetting required for yunior high school teacher which curriculum 2013 rules.
PENERAPAN METODE CASE STUDY UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN Utami, Langgeng Widi; Indriyanti, Dyah Rini
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3176

Abstract

Pembelajaran  sains menjelaskan  fenomena  alam sekitar. Berdasarkan observasi di SMP N 1 Karangawen pembelajaran bersifat tekstual. Case study adalah metode yang mengurangi kesenjangan diantara teori dan praktik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada materi hama dan penyakit tumbuhan. Penelitian dilaksanakan di SMP N 1 Karangawen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain control group pretest-posttest design. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif dan afektif (sikap), tanggapan siswa dan guru. Hasil belajar kognitif dan afektif dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan n gain kelas eksperimen 0,53 sedangkan kelas kontrol 0,43 dan berbeda signifikan. Hasil belajar afektif (sikap) kelas eksperimen 53,26 sedangkan  kontrol 45,79 dan berbeda signifikan. Siswa memberikan tanggapan positif 87 % sedangkan guru 80 % terhadap penerapan metode case study. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode case study efektif pada materi hama dan penyakit pada tumbuhan yang ditunjukkan rata – rata peningkatan hasil belajar kognitif dan afektif kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol dan berbeda signifikan, siswa dan guru memberikan tanggapan positif > 70 % terhadap penerapan metode case study untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP N 1 Karangawen. The science learning is to explain the natural phenomenon surroundings. Based on the result in SMPN 1 Karangawen , the learning process is still textual. The case study recomended as a method to decrase the gap between theory and practice. This research is an exsperimental with pretest-posttes control group design. Sampling was done by purposive sampling. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the application of case study method to optimize students learning outcomes in pests and plant diseases material.The research is done in SMP N 1 Karangawen. The data taken is the result of cognitive learning, affective learning outcomes ( attitudes ), the responses of students and teachers. The result showed that the average of the cognitive outcomes learning’s improvement in experimental class (0,53) and the control class (0,40) and significantly different. Affective learning outcomes, the students attitudes on enviromental awareness in exsperimental class is 53,26 and controls class 45,79 and significantly different. Students give positive responses 87 % and teacher 80 % on the application of the case study method. Based on the result it can be concluded the application of the case study method is effective on the pests and plant diseases material shows the average enhance in cognitive and affective learning outcomes eksperimental class more than control class and is significantly different, students and teachers responded positively > 70 % on the application using case study is method to optimize students learning outcomes of class VIII in SMP N 1 Karangawen.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERVISI SETS KOMPETENSI TERKAIT PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT ORGAN TUMBUHAN Shofiyah, Siti; Indriyanti, Dyah Rini; Binadja, Achmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3173

Abstract

Pembelajaran IPA di SMPN 3 Mranggen kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan belum mengintegrasikan keterkaitan antara sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas perangkat pembelajaran IPA Bervisi SETS kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian yang dilakukan adalah Research and Development. Penelitian dilakukan di SMPN 3 Mranggen dan sentral pertanian organik desa Tlogoweru Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Sampel penelitian adalah peserta didik SMPN 3 Mranggen sejumlah 93. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan pertimbangan.Uji skala terbatas 10 peserta didik, uji skala luas tahap 1 sejumlah 27 peserta didik, dan uji skala luas tahap 2 kelas eksperimen dan kontrol masing-masing 28 peserta didik. Produk yang dikembangkan  berupa silabus, RPP, bahan ajar, LKS, LDS, dan alat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh peserta didik mencapai ketuntasan dengan rata-rata nilai 92 dan N-gain sebesar 0,83. Seluruh peseta didik bersikap baik, terampil, dan aktif.  Berdasarkan informasi di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA bervisi SETS kompetensi terkait pengendalian hama dan penyakit organ tumbuhan valid dan efektif. The learning Science in Public lower sec School 3, Mranggen did not utilize the integrate linkages of science, environment, technology and society. The purpose of this study was to know the effectiveness of learning package that feature SETS vision in the competency related to pest and disease control of plants organs to improve the outcomes of students. The study used Researh and Development design. The study was conducted in Public Lower Sec School 3 Mranggen and central organic farming in Tlogoweru village Guntur, Demak, Central Java. Selected under purposive random sampling. Small sample was 10, the large scale sample 27. The control sample class and the experiment class were using 28 students, of each products developed are syllabi, lesson plan, teaching materials, worksheet discussion sheet and evaluation instrument. The results showed that the learning implemented can help all students to the competency with an average value of 92 and the N-gain 0,83. All students are kind, skillful and active in learning process. The learn of science that feature SETS vission was valid, and effective to be used in achieve the designated competency the science learning SETS vision competence related pest and disease control of plants organs.
SECONDARY DATA ANALYSIS OF PARTIAL PRODUCTIVITY INDEX TO DETERMINE QUALITY OF SCHOOL Rinawati, Anita; Mutrofin, Mutrofin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3169

Abstract

Is not an easy thing to select Senior High School (SMA).The new students recieving  programme hold before new academic year in July make the parents of students who have just graduated from Junior High School confused. Generally, the reason  to select favourite school is based on a wrong public opinion. Selecting Senior High School (SMA) is supposed to rely on the quality of Instructional  work. One of Indicators of the instructional  work quality is a productivity level. This research aims to reveal partial productivity index of Senior High Schools (SMA)  located in Jember City and sequence them in top ten category. This research belongs to descriptive research which emphasizes on two things. The first emphasis   is on the final score of national examination (NEM) obtained by  Junior high School Students who graduated in academic year of  2011/2012 as the input while the second is the final score of national examination obtained by Senior high School (SMA) students who graduated  in 2013 as the output. The analysis is meant to find out the comparation result index betwen input and output score. The research result shows that 10 of 15 Senior High Schools located in Jember City have productivity level around 68,33%  up to 98,46%.    
Pengembangan Karakter Konservasi untuk Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (PPG-SM3T) Ridlo, Saiful
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3175

Abstract

Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah dipercaya sebagai salah satu penyelenggara PPG-SM3T angkatan pertama tahun 2013. Universitas berketetapan untuk menyelenggarakan perkuliahan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Konservasi (KBKK). Terdapat 11 nilai karakter konservasi yang ingin dikembangkan Unnes sebagai penciri profil lulusannya. Nilai prakondisi karakter yang telah dimiliki universitas konservasi ini adalah takwa, bersih, rapih, nyaman, dan santun. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengembangan nilai karakter konservasi bagi mahasiswa PPG-SM3T melalui pembelajaran berbasis strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Data diambil melalui observasi saat pembelajaran pada semester 1 dan angket, kemudian dipaparkan untuk dinarasikan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui inisiatif mahasiswa telah berkembang nilai nasionalis tetapi hanya 36% yang menyatakan ingin kembali ke daerah 3T, itupun dengan syarat setelah 3-5 tahun dapat kembali ke Jawa. Program studi telah mendidik melalui pembiasaan dalam pembelajaran SSP sehingga berkembang sikap demokratis, peduli, dan santun. Department of Biology, University of Semarang (Unnes) has been appointed as one of the organizers of the PPG-SM3T University in 2013. The first generation was determined to hold lectures using competency based curriculum and Conservation (KBKK). There are 11 conservation value of a character who wants to be developed as an identifier Unnes graduates profile. Value preconditions character who has owned this conservation university is piety, clean, neat, comfortable, and well mannered. This study aimed to describe the development of the character of the conservation value for students PPG-based learning strategies SM3T through Natural Roaming Around (JAS). Data retrieved through observation while learning in the 1st half and the questionnaire, and then exposed to narrated through a qualitative approach. The results showed that through the initiative of students has grown nationalist value but only 36% who said they wanted to return to the area 3T, and even then the condition after 3-5 years can go back to Java. The study program has been educating through habituation in learning so that the developing CNS democratic attitude, caring, and polite.
SECONDARY DATA ANALYSIS OF PARTIAL PRODUCTIVITY INDEX TO DETERMINE QUALITY OF SCHOOL Rinawati, Anita; Mutrofin, Mutrofin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3169

Abstract

Is not an easy thing to select Senior High School (SMA).The new students recieving  programme hold before new academic year in July make the parents of students who have just graduated from Junior High School confused. Generally, the reason  to select favourite school is based on a wrong public opinion. Selecting Senior High School (SMA) is supposed to rely on the quality of Instructional  work. One of Indicators of the instructional  work quality is a productivity level. This research aims to reveal partial productivity index of Senior High Schools (SMA)  located in Jember City and sequence them in top ten category. This research belongs to descriptive research which emphasizes on two things. The first emphasis   is on the final score of national examination (NEM) obtained by  Junior high School Students who graduated in academic year of  2011/2012 as the input while the second is the final score of national examination obtained by Senior high School (SMA) students who graduated  in 2013 as the output. The analysis is meant to find out the comparation result index betwen input and output score. The research result shows that 10 of 15 Senior High Schools located in Jember City have productivity level around 68,33%  up to 98,46%.    
Pengembangan Karakter Konservasi untuk Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mengajar di Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (PPG-SM3T) Ridlo, Saiful
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3175

Abstract

Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah dipercaya sebagai salah satu penyelenggara PPG-SM3T angkatan pertama tahun 2013. Universitas berketetapan untuk menyelenggarakan perkuliahan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Konservasi (KBKK). Terdapat 11 nilai karakter konservasi yang ingin dikembangkan Unnes sebagai penciri profil lulusannya. Nilai prakondisi karakter yang telah dimiliki universitas konservasi ini adalah takwa, bersih, rapih, nyaman, dan santun. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengembangan nilai karakter konservasi bagi mahasiswa PPG-SM3T melalui pembelajaran berbasis strategi Jelajah Alam Sekitar (JAS). Data diambil melalui observasi saat pembelajaran pada semester 1 dan angket, kemudian dipaparkan untuk dinarasikan melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui inisiatif mahasiswa telah berkembang nilai nasionalis tetapi hanya 36% yang menyatakan ingin kembali ke daerah 3T, itupun dengan syarat setelah 3-5 tahun dapat kembali ke Jawa. Program studi telah mendidik melalui pembiasaan dalam pembelajaran SSP sehingga berkembang sikap demokratis, peduli, dan santun. Department of Biology, University of Semarang (Unnes) has been appointed as one of the organizers of the PPG-SM3T University in 2013. The first generation was determined to hold lectures using competency based curriculum and Conservation (KBKK). There are 11 conservation value of a character who wants to be developed as an identifier Unnes graduates profile. Value preconditions character who has owned this conservation university is piety, clean, neat, comfortable, and well mannered. This study aimed to describe the development of the character of the conservation value for students PPG-based learning strategies SM3T through Natural Roaming Around (JAS). Data retrieved through observation while learning in the 1st half and the questionnaire, and then exposed to narrated through a qualitative approach. The results showed that through the initiative of students has grown nationalist value but only 36% who said they wanted to return to the area 3T, and even then the condition after 3-5 years can go back to Java. The study program has been educating through habituation in learning so that the developing CNS democratic attitude, caring, and polite.
Pengembangan Kurikulum Gelar Ganda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Hartono, Bambang
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i2.3166

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan terdeskripsikannya 1) standar kompetensi lulusan (SKL), 2) struktur kurikulum, 3) muatan kurikulum, 4) model silabus dan RPP, 5) model pembelajaran, dan 6) model penilaian pada program gelar ganda prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Hasil yang dicapai 1) standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan  Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik; 2) struktur kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 1 tahun; 3) pengembangan muatan kurikulum, yang dapat dilakukan adalah pengembangan standar isi, yaitu aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar berdasarkan visi prodi; 4) silabus sebagai acuan pengembangan RPP, RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD; 5) model pelaksanaan pembelajaran Program Gelar Ganda Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengikuti persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran; dan 6) penilaian yang dilakukan oleh dosen terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam ben­tuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata kuliah. Penilaian diharapkan menyangkut penguasaan kompetensi dan produk yang menggambarkan karakteristik setiap mata kuliah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 50, No 1 (2021): April Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue