cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PEMBELAJARAN CERITA RAKYAT DENGAN MEDIA FILM ANIMASI MELALUI PENDEKATAN TERPADUPADA SD NEGERI MAOS KIDUL 03 KABUPATEN CILACAP
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa. Salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran cerita rakyat adalah ketidaktertarikan siswa terhadap cerita rakyat. Penggunaan media film animasi cerita rakyat dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan kesulitan siswa kelas IV SD Negeri Maos Kidul 03, Kabupaten Cilacap pada pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.Rumusan masalah penelitian ini yaitu, (1) bagaimana perbedaan hasil belajar cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, (2) bagaimana perilaku siswa pada pembelajaran cerita rakyat dengan menggunakan media film animasi melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak menggunakan media film animasi pada SD Negeri Maos Kidul 03, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-eksperimental designs dalam bentuk Intact-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil dan perilaku siswa dalam pembelajaran cerita rakyat pada siswa kelas IV SD, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan media film animasi cerita rakyat melalui pembelajaran terpadu pada kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes (perbuatan dan tertulis), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, dan wawancara. Data hasil belajar dianalisis menggunakan program aplikasi SPSS 16, sedangkan data perilaku siswa dianalisis dengan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan dua hal, yaitu (1) nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas eksperimen sebesar 81,98, sedangkan nilai rata-rata pembelajaran cerita rakyat pada kelas kontrol sebesar 61,58. Hasil uji beda (t-test) diperoleh t = 8,509 dan sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena tingkat signifikan uji beda kurang dari 0,05%, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar pembelajaran cerita rakyat antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (2) perilaku siswa pada kelas eksperimen secara umum sudah baik dalam fokus, antusias, keaktifan dan respon yang baik, sedangkan perilaku siswa kelas kontrol masih kurang dalam keaktifan, respon, antusias, dan fokus pada pembelajaran cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian, saran yangdirekomendasikan yaitu,(1) guru dapat menggunakan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa di SD Negeri Maos Kidul 03, sehingga siswa tidak mengalami kesuliatan dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa, (2) siswa hendaknya diberi pengetahuan tentang cerita rakyat dari Kabupaten Cilacap, sehingga siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa, dan (3) Sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung penggunaan media film animasi cerita rakyat “Legendha Ketapang Dengklok” dalam pembelajaran cerita rakyat bahasa Jawa.The fourth grade students of SD Negeri Maos 03 Cilacap regency, have difficulty in learning Javanese folklore. One of the factors that cause students have difficulties in learning the folklore is the disinterest of the students toward folklore. The use of folklore animation film media can be used as an alternative to overcome the problems of the fourth grade students of SD N Maos Kidul 03, Cilacap in learning Javanese folklore. The research problems of this study are, (1) how is the difference of learning outcomes of folklore by using the media of animation film through integrated learning in the experimental class and control class that does not use animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap, (2 ) how is the students’ behavior in learning folklore by using animated film media through integrated learning in the experimental class and control class that does not use the animation film media at SD Negeri Maos Kidul 03, Maos, Cilacap. The method used in this research was the method of experimental research with pre-experimental research design in the form of Intact-Group Comparison. This research was conducted in fourth grade students. The dependent variable in this study was the learning outcomes and students’ behavior in learning folklore at the fourth grade students, while the independent variable in this study was the use of folklore animation film media through integrated learning in the experimental class. The research instruments were a test (deeds and written), interview guidance and observation sheet. Data collection techniques in this study were using tests, observations, and interview. Learning outcomes data were analyzed by using SPSS application program 16, while data of students’ behavior were analyzed using descriptive analysis technique. The results showedtwo things: (1) the mean score of learning folklore in the experimental class was 81.98, while the mean scoreof learning folklore in control class was 61.58. The results of t-test obtained t = 8.509 and sig. (2-tailed) of 0.000. Because of significant level of t-test wasless than 0.05%, it can be concluded that there are significant differences in learning outcomes of learning folklore between experimental class and control class, and (2) the students’ behavior in experimental class generallywas good in focus, enthusiastic, liveliness and a good response, while the students’ behaviorin control class was still less in liveliness, response, enthusiastic, and focus on learning folklore. Based on the results of the research, the recommended suggestions are, (1) teachers can use the folklore animation film media “Legendha Ketapang Dengklok” in learning Javanese folklore at SD N Maos Kidul 03, (2) the students should be given knowledge about the folklore of Cilacap regency, and (3) Schools should provide facilities and infrastructure that supports the use of folklore animation film media “Legendha Ketapang value Dengklok “ in learning the Javanese folklore.
KEEFEKTIFAN MODEL SHOW NOT TELL DAN MIND MAP PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BERDASARKAN MINAT PESERTA DIDIK KELAS X SMK
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana keefektifan penggunaan model show not tell pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK Kelas X, (2) bagaimana keefektifan penggunaan model mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X, (3) bagaimana keefektifan interaksi show not tell dan mind map pada pembelajaran keterampilan menulis teks eksposisi berdasarkan minat peserta didik SMK kelas X. Simpulan penelitian ini adalah (1) Show Not tell efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi. (2) Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat rendah. (3) Model Show Not Tell lebih efektif digunakan dalam membelajarkan menulis teks eksposisi bagi peserta didik yang memiliki minat tinggi, sedangkan model Mind Map efektif digunakan dalam membelajarkan teks eksposisi pagi peserta didik yang memiliki minat rendah.Problems of this research are (1) how is the effectiveness of using Show Not Tell model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (2) how is the effectiveness of using Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school, (3) how is the effectiveness of the interaction in Show Not Tell and Mind Mapping model in the learning of writing exposition text based on students’ interest at the tenth grade of vocational school. The conclusions of this research are (1) Show Not Tell is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have high interest;(2) Mind Mapping is more effective to use in the learning of writing exposition text for students who have low interest; (3) Show Not Tell is more effective than Mind Mapping model in the interaction of the learning of writing exposition text based on students’ interest.
MODEL KOLABORATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI PROSA MAHASISWA
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ditemukan fakta bahwapembelajaran apresiasi prosa kurang mendapat respons positif mahasiswa yang antaralain disebabkan cara mengajar dosen yang cenderung bersifat teoretis dan kurangmemberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengapresiasi karya sastra secara intens.Untuk mengatasi hal tersebut digunakan model kolaboratif tipe investigasi kelompok.Penelitian ini menggunakan desain kaji-tindak (action research) melalui dua siklus. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa model kolaboratif tipe investigasi kelompok dapatmeningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal itu ditandai oleh etos belajar mahasiswayang menunjukkan perkembangan sejak siklus I yang berkategori baik dan tetapdipertahankan pada siklus II untuk menciptakan perkuliahan yang kondusif. Kualitas hasilpembelajaran mengalami peningkatan yang signi!ikan. Kualitas respons belajarmahasiswa terhadap pembelajaran juga dalam kategori baik. This research aimed to find out the use of figurative language of discourse on the onlinenewspaper asahi.com. It used qualitative method for analysing data. The data weresentences and words in a form of writings from asahi shinbun online. The result of theresearch was the language used by the online newspaper, asahi.com, prioritize more onwriting efficiency filled on elliptical style. A vanishing language occured on no
ANALISIS BAHASA LISAN PADA ANAK KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) USIA 5 TAHUN
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas keterlambatan bicara (speech delay) yang diderita oleh Rifaai Khoirul Anam, seorang anak berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik SSR (Single Subject Research). Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada informan. Analisis difokuskan pada bahasa lisan anak dan alasan terjadinya keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5 tahun. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 1) ketepatan ucapan pada beberapa huruf vokal dan konsonan kurang jelas; 2) penempatan tekanan, nada, sendi, dan durasi sudah sesuai; 3) pilihan kata kurang bervariasi; 4) pembicaraan tepat sasaran apabila anak fokus. Selain itu, sering jatuh saat bayi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya speech delay dan kurangnya stimulus dari orang terdekat. Alternatif untuk menyembuhkan anak terlambat berbicara bisa dengan terapi wicara. Akibat dari keterlambatan berbicara yang dialami anak menyebabkan terjadi melambatnya perkembangan pada motorik maupun sensoriknya, selain itu mempengaruhi sulitnya berkomunikasi dengan baik yang membuat interaksinya dengan lingkungan menjadi sangat kurang, dan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.
ANALISIS STRUKTUR FISIK DALAM PANTUN DAN BUDAYA ADAT ISTIADAT TATA CARA PERKAWINAN KABUPATEN SAMBAS KARYA HAMDAN SIMAD DAN MUHANNI ABDUR
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik pantun yang terdapat dalam Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu buku Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah kajian isi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur fisik dalam pantun dan budaya adat istiadat tata cara perkawinan Kabupaten Sambas karya Hamdan Simad dan Muhanni Abdur meliputi: diksi, terdiri dari makna denotasi dan konotasi; pengimajian, terdiri 3 imaji; kata konkret, ditemukan kata-kata yang memberikan arti secara keseluruhan kepada pembaca; bahasa figuratif, terdiri dari 3 majas.This study aimed to describe the physical structure of a pantun that is contained in the pantun and the cultural customs of marriage etiquette from Regency of Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur. This study uses descriptive method with a form of qualitative research. The source of the data in this study is the book of Pantun dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur. Data analysis techniques in this research are the study of the contents The study concluded that the physical structure of the pantun and the cultural customs of marriage etiquette from Regency of Sambas created by Hamdan Simad and Muhanni Abdur include: diction, made up of the meaning of denotation and connotation; imagining, comprising 3 images; concrete words, found the words that give an overall sense to the reader; figurative language, consisting of 3 figure of speech
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GENERATIF BERBASIS KONTEKS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF LISAN BAHASA JAWA SISWA SMP
Lingua Vol 9, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMP dalam berkomunikasi dengan bahasa Jawa umumnya tidak memperhatikanaspek kesantunan. Kondisi ini terjadi karena pembelajarannya cenderung ke arah bahasatulis. Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan research development danbersifat multy years, yang dirancang dalam dua tahap penelitian. Tahap pertamamerupakan tahap penyusunan draf model pembelajaran generatif berbasis konteksuntuk meningkatkan kompetensi komunikasi lisan siswa SMP. Hasil penelitian tahappertama ini adalah (1) pelaksanaan pembelajaran komunikasi lisan mendapat porsi yangpaling sedikit karena guru dan siswa mengalami kesulitan. Umumnya siswa mengalamikesulitan berbicara dengan ragam krama karena tidak hafal kosa kata krama dan tidakmengatahui kaidah penggunaan ragam krama. Guru mengalami kesulitan dalammempersiapkan materi ajar, media pembelajaran, dan pemilihan strategi pembelajaran,(2) draf model pembelajaran komunikasi lisan dengan stategi pembelajaran generatifyang dikembangkan dilakukan dengan enam tahap, yaitu tahap eksplorasi, pemfokusan,pengenalan konsep, penerapan berbasis konteks, dan análisis kesalahan berbahasa. Default Paragraph Font;hps;High Students do not pay attention to use politeness. Thiscondition occurs because learning tends toward written language. The study design wasdesigned using research development in multi-year, which is designed in two step ofresearch. The first step is drafting a generative model of context-based learning to improveoral communication competence of junior high school students. The results of this first phaseare (1) the implementation of learning oral communication had a little portion in class andstudents had some difficulties. Generally, students had difficulty to speak in various registerbecause they don't memorized vocabulary and do not know the use in diverse situation.Teachers had difficulty in preparing teaching materials, instructional media, and theselection of instructional strategies, (2) a draft of oral communication learning model'susing generative learning strategy is developed in six steps: the exploration, focusing,introduction of the concept, context-based implementation, and errors analysis.
NILAI KARAKTER PADA TINDAK TUTUR ILOKUSI ‎DALAM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO
Lingua Vol 16, No 2 (2020): July 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter pada tindak tutur ilokusi yang terkandung di dalam percakapan antar tokoh animasi Adit dan Sopo Jarwo. Karakater yang baik dapat dicerminkan melalui tuturan yang baik pula, hal tersebut yang menjadi dasar peneliti melakukan penelelitian ini. Penelitian ini merupakan peneltian yang berjenis deskriptif kualitatif. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah percakapan antar tokoh dalam animasi Adit dan Sopo Jarwo yang merupakan sumber data yang berwujud dokumen. Teknik pengambilan data menggunakan teknik simak dan catat. Model interaktif yang terdiri dari reduksi, penyajian, dan penarikan digunakan sebagai teknik analisis data. ‎Penelitian ini menemukan tindak tutur ilokusi yang terkandung di ‎dalamnya yaitu ilokusi asertif, direktif, ‎komisif, dan ekspresif. Ilokusi asertif yang ‎terkandung adalah ilokusi yang bermakna ‎menduga dan mengumumkan, ilokusi direktif, yaitu ‎makna memerintah, melarang, dan ‎menganjurkan, ilokusi komisif, bermakna menawarkan ‎dan berjanji, sedangkan ilokusi ekspresif ‎memiliki makna meminta maaf, memaafkan, ‎dan berterimakasih.‎ Nilai karakter yang ditemukan dalam tindak tutur ilokusi dialog antar tokoh adalah enam nilai karakter terkandung di ‎dalam tindak tutur ilokusi percakapan antar ‎tokoh animasi Adit dan Sopo Jarwo ‎ditemukan enam nilai karakter baik. Keenam ‎nilai karakter tersebut, yaitu peduli sosial, ‎disiplin, cinta damai, tanggung jawab, religius, ‎dan toleransi. ‎berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tuturan yang baik akan mengandung karakter yang baik pula. Untuk itu, bagi orang tua dan pendidik tontonan layak anak yang mendidik sangat penting bagi pembentukan karakter.
MODEL KOGNITIF READING COMPREHENSION DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peradaban modern tidak bisa dipisahkan dengan peran pentingkegiatan membaca yang memungkinkan pesatnya perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi dewasa ini. Dalam masyarakat yang literatemembaca menjadi imperatif karena begitu banyak hal yang perlu untukdiketahui atau dikuasai, dikomunikasikan melalui teks tulis. Bertalian dengankenyataan ini, kurikulum bahasa Inggris untuk sekolah formal di Indonesia yangsekarang berlaku mengadopsi perspektif literasi dan keterampilan hidup (lifeskills) guna membekali siswa untuk bisa berpartisipasi dalam kehidupanmasyarakat modern. Membaca berurusan dengan pemahaman literal,inferensial, evaluasi, serta apresiasi suatu teks tulis. Jenis- jenis teks tulis yangdigunakan sebagai bahan pembelajaran diupayakan sedekat mungkinmenyerupai teks yang paling lazim ditemui dalam kegiatan membaca yangsesungguhnya dalam kehidupan sehari hari.Kata Kunci: literasi, pemahaman literal,pemahaman inferensial, evaluasi,apresiasi
PERSEPSI PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK TERHADAP PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI DALAM PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR BERMUATAN BUDAYA DI SMP
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan model pembelajaran merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran multiliterasi dapat diterapkan dalam pembelajaran masa kini sesuai perkembangan berbagai literasi dan media. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pendidik dan peserta didik terhadap pengembangan model pembelajaran multiliterasi dalam pembelajaran teks prosedur bermuatan budaya di SMP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu menurut persepsi pendidik dan peserta didik, adanya model pembelajaran multiliterasi penting dan bisa menjadi salah satu alternatif pembelajaran. Penerapan model multiliterasi dapat juga melatih kompetensi abad 21 karena sesuai perkembangan masa kini. Selain itu, pembelajaran multiliterasi jika digunakan dalam pembelajaran teks prosedur juga mampu mengubahnya menjadi lebih menarik dan memudahkan peserta didik saat belajar.The use of learning model is one way to improve the quality of learning. Multiliteration learning models can be applied in today’s learning to the development of literacy and media. The purpose of this study was to determine the perceptions of educators and learners on the development of multiliteration learning model in teaching the text of culturally charged procedures in junior high. This research uses descriptive qualitative research design. The result of this research is with perception of educator and learner, existence of multiliteration learning model is important and can become one of alternative learning. The application of multiliteration models can also train the competence of the 21st century as it is according to current developments. In addition, multiliterational learning when used in text learning procedures is also able to transform it into a more attractive and easier for learners while studying.
Efektivitas Strategi Information Charts dalam Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan strategi Information Charts dalam pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas 8 SMP N 12 Yogyakarta. Penelitian berjenis quasi eksperimen ini menggunakan pretest posttest control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Information Charts efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa kelas 8 SMP Negeri 12 Yogyakarta.