cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENGGUNAAN KATA PENGHUBUNG (SEBALIKNYA, MALAH ATAU MALAHAN, APALAGI, DAN JANGANKAN) DALAM PENULISAN KALIMAT BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 25 MAKASSAR
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh hasil yang jelas tentang bagaimana penggunaan kata penghubung dalam kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar.jenis ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik penugasan, dan dokumentasi. Adapun sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar yaitu sebanyak 28 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum bentuk penggunaan kata penghubung dalam kalimat bahasa Indonesia pada siswa kelas VII SMP Negeri 25 Makassar sangat rendah. Dari 25 soal tentang penggunaan kata penghubung yang terdiri atas 13 jenis kata penghubung yang diberikan dalam tugas, seperti kata penghubung dan, dengan, dan atau; namun, sedangkan, dan sebaliknya; malah, hanya, dan lagipula; apalagi, itupun, dan jangankan; serta kata penghubung bahkan yang menunjukkan tingkat penggunaannya yang tertinggi yaitu kata penghubung sebaliknya sebanyak 16 orang siswa menggunakannya, kata penghubung apalagi sebanyak 10 orang siswa menggunakan, dan kata penghubung jangankan sebanyak 12 orang yang menggunakan. Penggunaan kata penghubung di atas dikarenakan siswa kurang memahami fungsi dari tiap-tiap kata penghubung dengan baik, sehingga dalam penggunaan kata penghubung tersebut seringkali tertukar atau salah. Selain itu, masih terdapat siswa yang menghadapi kerancuan dalam memahami makna suatu kata penghubung sehingga penggunaan kata penghubung dalam kalimat menjadi tidak tepat.The purpose of this study was to obtain a clear result of how the use of conjunctions in Indonesian Language sentences by class VII students of SMPN 25 Makassar. The type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques in this study are observation techniques, assignment techniques, and documentation. The sample of this research is class VII students of SMPN 25 Makassar as many as 28 students. The results of this study indicate that in general the use of conjunctions in Indonesian Language sentences by class VII students SMP Negeri 25 Makassar is very low. From 25 questions about the use of conjunctions consisting of 13 types of conjunctions given in the assignment, such as conjunctions dan, dengan, and atau; namun, sedangkan, and sebaliknya; malah, hanya, and lagipula; apalagi, itupun, and jangankan; as well as conjunction bahkan. Which shows the highest level of use is conjunction sebaliknya as many as 16 students use it, conjunction apalagi as many as 10 students use it, and conjunction jangankan as many as 12 students use it. The use of the above conjunctions is because the students do not understand the function of each conjunction well, so that the use of conjunctions is often switched or wrong. In addition, there are still students who face confusion in understanding the meaning of some conjunctions causing the use of the conjunction in the sentence to be inappropriate.
REKONTRUKSI BUKU CERITA ANAK BERLATAR KEGIATAN KEPRAMUKAAN PENGGALANG
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku-buku cerita anak sudah banyak beredar di pasaran, namun masih banyak kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalamnya. Salah satu buku yang masih mengandung banyak kelemahan berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah. Hal tersebut akan menyebabkan berkurangnya minat anak terhadap buku cerita anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan buku cerita anak yang berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah dan mengetahui rekontruksi buku cerita anak yang berjudul Asyiknya Ikut Pramuka karya Sifa Fauziah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitif. Berdasarkan penilaian ahli terhadap buku cerita anak berlatar kegiatan Kepramukaan Penggalang diperoleh persentase 72,2% dinyatakan layak dari aspek materi cerita anak, 84,7% dengan kategori layak dari segi materi Kepramukaan, dan 96,25% dengan kategori sangat layak dari segi pengembangan buku. Rekontruksi buku cerita anak berdasarkan hasil validasi ahli meliputi perbaikan pada aspek isi dan tampilan buku.Storybook has been widely circulated in the market, however there are many blind spots within. The book entitled Asyiknya Ikut Pramuka written by Sifa Fauziah is the one of the book which contained many blind spots. It will reduce the child’s interest to read the storybook. The purposes of this research are to discover the strength and the weakness, then to find out the reconstruction of the storybook entitled Asyiknya Ikut Pramuka written by Sifa Fauziah. This research using descriptive qualitative and quantitative technique. Based on an expert assessment of the storybook which set in scouting activities obtained 72.2% of eligible percentage of the material aspects of children's literature, 84.7% of the category in terms of material worthy of Scouting, and 96.25% to the category of very decent in terms of the development of the book. Reconstruction of the storybook based on the results of expert validation includes aspects improvements to the content and appearance of the book.
PERMAINAN BAHASA PADA HUMOR CAK LONTONG (Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik)
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permaian bahasa dalam sosiolinguistik pada prinsipnya untuk bercanda dan menimbulkan efek humor. Pengunaan permainan bahasa pada humor Cak Lontong dalam berbagai kesempatan memiliki  kekhasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permainan bahasa humor Cak Lontong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Permainan bahasa humor Cak Lomtong meliputi: pertama, penggunaan permainan logika/penalaran, yakni menggunakan penalaran Induktif generalisasi, penggunaan analogi yang salah, dan penggunaan silogisme yang salah. Kedua, menciptakan permainan peribahasa, meliputi kreasi dengan substitusi bunyi, kreasi dengan substitusi kata dan frase, kreasi dengan penggantian suku kata, permainan argumen atas sebagian atau seluruh peribahasa, kreasi penambahan kata, kreasi penghilangan dan penambahan, kreasi dengan pembalikkan dan substitusi, kreasi dengan kontaminasi dua peribahasa atau lebih. Ketiga, plesetan bahasa survei dan riset. Keempat,  permainan sinonim dan antonim.  Kelima, menggunakan anekdot. Keenam, menggunakan gaya bahasa berbagai majas di antaranya litotes, ironi, maupun personifikasi. Ketujuh, memainkan logika fakta yang demikian adanya. Kedelapan, memanfaatkan makna denotasi dan konotasi. Kesembilan, permainan kata-kata motivasi.  This research aims to describe Cak Lontong’s humorous language games since he uses them in different chances which have uniqueness. Language game in Sociolinguistics is principally for making jokes and emerging humorous effect. This research applies descriptive qualitative method. Cak Lontong’s humorous language plays include, first, using of logic game, that is using generalization inductive, wrong analogy, and wrong syllogism; second, creating proverb games which include a creation of sound substitution, a creation of word and phrase substitution, a creation of syllable replacement, argument games of a part or a full of proverb, a creation of word addition, a creation of word elimination and addition, a creation of inversion and substitution, a creation of two or more proverb contaminations; third, language slang (plesetan) of survey and research; fourth, synonymous and antonymous games; fifth, using anecdote; sixth, using various figures of speech, such as litotes, irony, or personification; seventh, playing factual logic of what it is; eighth, utilizing denotative and connotative meanings; ninth, motivation word games.  
KESINAMBUNGAN TOPIK WACANA PRANATACARA JAWA
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses komunikasi, topik dalam wacana memiliki kedudukan yang sangat penting. Kedudukan yang sangat penting ini bersangkutan dengan peranannya dalam memperlancar proses komunikasi. Oleh karena kedudukannya itu, topik selalu diacu dan dipertahankan oleh kalimat-kalimat dalam wacana. Dalam wacana panacara terdapat (1) penciptaan kesinambungan topik yang meliputi pronominalisasi, pengulangan, ekuivalensi leksikal, dan pelesapan dan (2) kadar kesinambungan topik yang meliputi jarak penyebutan, kebertahanan, interferensi, pelesapan, dan susunan beruntun. Kata Kunci: wacana, pranatacara,
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN BUDAYA JAWA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT PEMULA
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula, (3) mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD) yang dilakukan dengan lima tahap. Setelah penelitian dilaksanakan, diperoleh hasil analisis kebutuhan menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA dengan karakteristik bahan ajar BIPA yaitu menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa, serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Berdasarkan hasil penilaian, bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula dinilai sudah layak digunakan, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan pada beberapa bagian. Sebagai sebuah produk pengembangan, produk bahan ajar BIPA yang dikembangkan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan penutur asing tingkat pemula dan pengajar BIPA terhadap bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya Jawa.The purpose of this research are (1) to describe the characteristics neededin BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (2) to develop BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (3) to describe the assessment of BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level. This study uses Research and Development (R D) approach performed with five stages. After the research was carried out, the results of analysis needed by foreign speakers and BIPAteachers with the characteristics of BIPA materials, that is a book with language that is easily understood and in accordance with the legibility with foreign speakers beginner level, able to motivate, has exercises in  four aspects of language and exercises of grammar in each chapter. Based on the result of assessment, BIPA materials based on Javanese culture is considered to be fit for use, although it still needs to revize in some parts. As a product development, developed BIPA materials product has the potential to meet the needs of foreign speakers beginner level and teachers toward the BIPA materials based on Javanese culture.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DENGAN MEDIA GAMBAR SERI YANG BERMUATAN NILAI KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENULIS PARAGRAF PESERTA DIDIK KELAS III
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis paragraf peserta didik belum mendapatkan hasil yang maksimal. Guru masih kesulitan dalam mengajarkan menulis paragraf, sedangkan peserta didik kesulitan dalam memunculkan ide atau gagasan dan kurang menguasai keterampilan mikrobahasa. Penanaman nilai karakter pada peserta didik juga perlu dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, model pembelajaran induktif dikembangkan dalam pembelajaran menulis paragraf dengan media gambar seri yang bermuatan nilai-nilai karakter. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebutuhan pengembangan, prinsip-prinsip pengembangan, desain, dan keefektifan model pembelajaran induktif dengan media gambar seri yang bermuatan nilai karakter untuk meningkatkan kompetensi menulis paragraf peserta didik kelas III SD. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (RD) dari Borg and Gall (Sugiono 2009:298), kemudian disesuaikan dengan kebutuhan penelitian, yang meliputi tiga langkah, yaitu (1) studi pendahuluan dan awal pengembangan, (2) pengembangan, dan (3) pengujian/validasi. Dalam pengembangan model pembelajaran, produk yang dibutuhkan yaitu produk yang dikembangkan dengan menarik dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Selain itu, penilaian diberikan oleh dosen ahli dan guru dengan perolehan nilai rata-rata berkategori baik, serta efektif digunakan dalam pembelajaran.Paragraphs writing skills of students has not gotten maximum results yet. Teachers still has difficulties in teaching paragraphs writing, whereas students has difficulties in generating ideas or concepts and less skills in microlanguage mastery. Planting the value of the character on the learners also needs to be done early. Therefore, inductive learning model is developed in learning to write paragraphs with the help of the media image series which contains character values. The problem in this research is how the needs of the development of model, principles of model, design model, and effectiveness of inductive learning model with the media image series which contains character values to improve the competence of class III SD students in writing paragraphs. The design of this research is Research and Development (RD) by Borg and Gall (Sugiyono 2009:298), then adapted to the needs of research, which includes three stages, namely (1) a preliminary survey, (2) development, and (3)test expert/ validation. In the development of model of teaching, the required product is a product developed with attractive packaging and adjusted to the learners. In addition, the assessment given by expert lecturers and teachers with an average value acquisition categorized as well, and effective to use in learning.
REGISTER KHOTBAH JUMAT BERBAHASA JAWA (STUDI KASUS DI MASJID AGENG KABUPATEN KLATEN)
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diangkat dalam tulisan ini berkaitan dengan register khotbah Jumatberbahasa Jawa khususnya yang dipergunakan para khotib di masjid Ageng, Jatinom,Kabupaten Klaten. Kajian yang dipergunakan yakni sosiolinguistik dengan jenis penelitiandeskriptif kualitatif. Bahasa Jawa dipergunakan oleh khotib sebagai bahasa pengantarmengingat mitra tutur –dalam konteks ini adalah jamaah sholat Jumat- sebagaimasyarakat tutur Jawa. Variasi bahasa lain yang dominan muncul adalah bahasa Arab danserpihan bahasa Indonesia sering dipergunakan khotib dalam penyampaian khotbahnya.Register atau kekhasan bahasa dalam ranah agama yakni khotbah Jumat berbahasa Jawaini selain adanya penggunaan variasi bahasa juga ditemukan adanya ajakan, larangan,perintah dan dominasi ungkapan-ungkapan tradisional Jawa. Karakteristik registerkhotbah Jumat bersifat terang dan jelas, singkat padat, meyakinkan dan standar This study aimed to describe problems related to registers of Javanese language Fridaysermon, especially delivered by the preachers of Ageng Mosque, Jatinom, Klaten Regency.This study applied sociolinguistics with descriptive qualitative research. The preachersdelivered their sermon in Javanese language since the speech-partner, which in thiscontext was Jumat prayers, was society of Javanese language speech. Other dominantvariations of other languages used were Arabic language and cuttings of Indonesianlanguage which were often used by the preachers in delivering their sermon. Thelanguage registers and special characteristic in religion field were the Javanese languageFriday sermon and the existence of applying language variation found in persuasion,prohibition, command, and Javanese dominant traditional expressions as well. Thespecial characteristics of Friday sermon registers were bright and clear, concise,convincing, and standard.
PROFIL PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI STANDAR ISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMP/MTS DI KOTA SEMARANG
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KTSP disusun berdasarkan paradigma baru, yaitu perubahan dari paradigmakeilmuan ke paradigma kompetensi lulusan. Paradigma baru itu harusdiimplementasikan di sekolah agar terjadi peningkatan mutu penddikan,termasuk mutu pembelaaran bahasa Indonesia. Permasalahan yang ingindipecahkan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana permasalahan yangdihadapi guru, (2) bagaimana permasalahan yang dihadapi siswa kaitannyadengan kesiapannya untuk mengikuti proses pembelajaran yang berbasispenguasaan kompetensi? (3) bagaimana tanggapan/persepsi dan partisipasiguru lain dan kepala sekolah terhadap guru bahasa tersebut? (4) bagaimanacara analisis dan pemecahan masalah yang ditemukan, dan (5) bagaimanamengembangkan mekanisme kerja sama antarinstansi? Subjek percontohdalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia, siswa, dan kepala SMP/MTsdi Kota Semarang di 10 sekolah. Prosedur pengumpulan data dalam penelitianini dikelompokkan menjadi dua hal, yaitu (1) pengumpulan data untukmenjaring kondisi penguasaan kurikulum/standar isi tenaga kependidikan diSMP/MTs Kota Semarang dalam pengembangan dan pelaksanaan standar isidan (2) penyusunan silabus, pengembangan RPP, dan peningkatan kualitaspembelajaran guru. Analisis data menggunakan metode analisis kontekstualdengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian secara umum standar isibelum sepenuhnya diimplementasikan di sekolah. Hal ini dibuktikan denganrendahnya kemmapuan guru dalam hal (1) pemahaman dan penguasaantentang standar isi, (2) kemampuan menyusun silabus, (3) kemampuanmenyusun rencana pembelajaran, (4) kemampuan melaksanakanpembelajaran berorientasi kompetensi siswa dan pemahaman pembelajaransecara kontekstual dan inovatif, (5) kemampuan memilih dan menyiapkanbahan pembelajaran, dan (6) kemampuan melaksanakan penilaian berbasiskelas dan tindak lanjut dari penilaian tersebut. Rekomendasi dari hasilpenelitian standar isi untuk mata perlajaran Bahasa Indonesia perlu intensitaspelatihan yang terkontrol dan terukur kepada guru dengan pendampinganyang kontinu dan beresinambungan.Kata Kunci: standar isi, sulabus, pembelajaran kontekstual, pembelajaraninovatif, penilaian berbasis kelas
ELEVATION OF HUMAN CHARACTER BASED ON LOCAL WISDOM THROUGH FOLKLORE WHICH CONTAINS PROPHETIC VALUES AS A STRATEGY OF STRENGTHENING THE NATION’S COMPETITIVENESS
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the context of culture, folklore as part of the literature has an important position in shaping the character of the nation. Similarly, in the portion of mental formation, because the world in folklore is a world that is built on the dialectical space of beauty and value. Folklore comes with its function as a part to educate the public. Folklore as imaginative creativity of real community, either independently or process interrelationships, is a major source of character education work. In this context, folklore becomes a vehicle for educational in character education, better understanding of the nation’s culture and prophetic values contained.This research is related to the qualification of folklore with the insight of prophetic value as the character development and based on local wisdom. This research uses qualitative approach, with source of interviewees and various documents (text). The technique of data collection is done by purposive sampling with method of text review based on content analysis, interview, and documentation. To know the validity of data the author uses triangulation data method. This writing is expected to increase the nation’s competitiveness in the field of language; the folklore-based characters might be used as teaching material in BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) learning program. In addition, to increase the appreciation of literature, especially the works of local wisdom discoverer based on character.Dalam konteks kebudayaan, cerita rakyat sebagai bagian dari sastra memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter bangsa. Demikian pula dalam porsi pembentukan mental, sebab dunia dalam cerita rakyat merupakan dunia yang dibangun atas dialektika ruang keindahan dan nilai. Cerita rakyat hadir dengan fungsinya sebagai bagian untuk mendidik masyarakat. Cerita rakyat sebagai kreativitas imajinatif yang sesungguhnya dari masyarakat, baik secara mandiri maupun proses antarhubungan, merupakan sumber utama karya pendidikan karakter. Dalam konteks ini, cerita rakyat menjadi wahana edukatif dalam pendidikan karakter, baik pemahaman terhadap budaya bangsa maupun nilai profetis yang terkandung di dalamnya. Nilai profetis menekankan pada relevansi sastra keagamaan yang mendalam sebagai pusat bertemunya dimensi sosial dan transedental dalam penciptaan karya sastra. Semangat ini dianggap sebagai salah satu strategi potensial dalam mengembangkan nilai-nilai karakter dalam tiap sendi kehidupan. Cerita rakyat dengan caranya sendiri mampu menjadi jembatan antara wacana dan implikasinya, antara penghayatan dengan implementasinya, dan antara nilai dan karakternya. Cerita rakyat dengan resapan di alam bawah sadar manusia, akan menjadi elemen pikiran yang menggugah emosi pembaca dan menciptakan karakter. Tulisan ini diharapkan dapat memberi masukan bagi perkembangan ilmu ilmu humaniora khususnya sastra dan budaya serta diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra khususnya karya-karya pengungkap kearifan lokal berbasis karakter. Selain itu, dalam upaya peningkatan daya saing bangsa di bidang bahasa, maka cerita rakyat berbasis karakter dapat digunakan sebagai materi ajar dalam program pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
FLEXIBILITY OF LANGUAGE EXPERIENCE IN INDONESIAN HUMOR CULTURE (SYSTEMIC FUNCTIONAL GRAMMAR)
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research is to find flexibility of Indonesian humor culture using language experience. This research is a descriptive-qualitative research. Collecting data uses listening method by using basic technique of tap and then write. Analyzing data in this research uses equalizing reference method by using comparing technique to support codification, reduction, presentation, and interpretation such as work design of qualitative research. The results of this research, those are: exploiting the common truth that people already know; changing constituents with his language experience; putting false pronouns deliberately; conveying something incomplete; diverting different languages; providing an unrelated response at all; exploiting the language gap to distort its meaning; conveying something unnatural, absurd, even impressed controversy