cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
Konstruksi Kausatif dalam Bahasa Melayu Langkat
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.39825

Abstract

 AbstrakKonstruksi kausatif pada penelitian ini akan disajikan berdasarkan ciri tipologisnya yaitu kausatif analitik, kausatif morfologis, dan leksikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan apakah konstruksi kausatif bahasa Melayu Langkat memiliki konstruksi kausatif berdasarakan kategori kausatif yaitu kausatif analitik, kausatif morfologis, dan kausatif leksikal.Penelitian ini mengelompokkan beberapa verba berdasarkan konstruksi kausatifnya Metode yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data bersal dari data tulis berupa tulisan-tulisan dalam bahasa Melayu langkat yang terdapat dalam buku-buku bahasa Melayu Langkat dan data lisan diperoleh melaui informan yaitu penutur bahasa Melayu Langkat yang tinggal di kota Stabat, Kabupaten Langkat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kausatif analitik dalam bahasa Melayu langkat ditandai dengan adanya verba kausatif mbuat. Kausatif morfologis verbanya dervatif dan dapat dibubuhi afiks sehingga membentuk konstruksi kausatif morfologis seperti verba jatohka, matika, matahka, mecahka, ndatangke. Konstruksi kausatif leksikal bahasa Melayu Langkat dapat terbentuk dengan munculnya beberapa verba seperti sorong, mbunoh, motong, menghempaska, dan manggel.
REPRESENTASI KECEMASAN SOSIAL DALAM ANTOLOGI COVIDOLOGI PUISI DALAM PANDEMI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.40439

Abstract

AbstractThis study aims to describe the social anxiety narrated in the anthology of poetry Covidology in a pandemic. The sociological approach was chosen because it is more relevant to the object of study. The formulation of the problem in this study is divided into two. First, what is the form of anxiety due to the pandemic. The second is how the social representation in the anthology of poetry in the pandemic. This study uses a qualitative research methodology by using the listening and note-taking technique as the data collection technique. Then this type of research uses library research because the Covidology anthology is the object of research. Then, interactive techniques as data analysis. The results of this study indicate that there is a picture of social anxiety in the poems which are classified into mild, moderate, severe and very severe anxiety. This can happen purely because of the ubiquitous presence of the corona virus. Some described a melancholic atmosphere, containing moans of anxiety, expressions of sadness, longing, fear, and loneliness over the limited activities outside the home caused by the presence of the covid-19 virus. Not to mention, the many souls who have died due to the Covid-19 pandemic are adding more and more protracted and interpretations to each of these anthology books Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan sosial yang diceritakan dalam antologi Covidologi puisi dalam pandemi. Pendekatan sosiologi sastra dipilih karena lebih relevan dengan objek kajian. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini terbagi dua. Pertama, bagaimana bentuk kecemasan karena adanya pandemi. Kedua adalah bagaimana representasi kecemasan sosial dalam antolog covidologi puisi dalam pandemi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik simak dan catat sebagai teknik pengumpulan datanya. Kemudian jenis penelitian ini menggunakan studi pustaka karena antologi covidologi yang menjadi objek penelitiannya. Kemudian, teknik interaktif sebagai pisau analisis datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya gambaran kecemasan sosial dalam puisi yang digolongkan dalam kecemasan ringan, sedang, berat dan sangat berat. Hal ini dapat terjadi murni karena keberadaan virus corona yang ada di mana-mana. Beberapa puisi menggambarkan suasana melankolis, berisi rintihan kecemasan, ungkapan sedih, rindu, ketakutan, nan kesepian atas terbatasnya aktivitas luar rumah yang disebabkan kehadiran virus covid-19. Belum lagi, banyak jiwa-jiwa yang meninggal karena pandemi Covid-19 menambah kecemasan yang semakin berlarut dan terinterpretasi pada setiap puisi dalam buku antologi ini.    
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERDIFERENSIASI PADA MATERI MENULIS ARTIKEL OPINI UNTUK SISWA SMA
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.39887

Abstract

Inovasi pembelajaran yang berpihak pada profil belajar siswa belum banyak diterapkan. Hal tersebut memberikan dampak terhadap penurunan minat belajar. Akibatnya siswa tidak mampu menghasilkan artikel opini yang berkualitas. Hal tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel untuk siswa SMA yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aspek materi/isi, media, dan bahasa. Penelitian ini melakukan proses pengembangan produk model Borg dan Gall. Proses pengembangan dilakukan dengan tahapan analisis kebutuhan, perencanaan media, pengembangan produk, uji coba perseorangan, dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan rerata 88,41% uji ahli dan 92,23% uji rekan sejawat sehingga bahan ajar layak untuk diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran. Bahan ajar berdiferensiasi pada materi menulis artikel opini dapat direkomendasikan sebagai bahan ajar yang dapat diterapkan untuk memudahkan siswa dalam menulis artikel opini.
VARIASI BAHASA JAWA AREKAN-MATARAMAN DI KABUPATEN JOMBANG DALAM BUDAYA BESUTAN DI CHANNEL YOUTUBE BULIK GURU
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.40828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mengenai variasi leksikal bahasa Jawa pada channel Bulik Guru pada episode Besutan Rusmini Edyan, serta analisis mengenai cenderung kemanakah variasi leksikal ini digunakan, dan faktor-faktor apa aja yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil dari semua ujaran tokoh yang ada dalam satu episode tersebut yang dianalisis menggunakan teori variasi leksikal Wijana (2019). Teknik pengumpulan data menggunakan data dengar, baca, dan mengambil catatan. Cara analisis data dimulai dari melihat, mengoleksi, kemudian mengklasifikasi, dan mentranskrip. Dalam satu episode Besutan di channel Bulik Guru ditemukan adanya variasi bahasa Jawa yang berasal dari Mataraman (Madiun) dan Arekan (Surabaya) yang mempengaruhi variasi bahasa Jawa di Jombang. Kemudian, ditemukan bahwa terdapat variasi leksikal onomasiologi dan variasi leksikal semasiologi. Variasi leksikal onomasiologi terbagi atas empat medan makna yakni, pronominal, konjungsi, adjektiva, dan adverbial. Frekuensi penggunaan bahasa Jawa Arekan (Surabaya) lebih dominan dalam penelitian ini. Sementara itu, faktor-faktor dari perbedaan variasi bahasa Jawa terjadi karena adanya faktor geografi, latar belakang pendidikan sosial dari penutur maupun mitra tutur, konteks apa yang dibicarakan, serta menarik minat masyarakat agar menonton pertunjukkan Besut sebagai cikal bakal ludruk di Jawa Timur.  
TINDAK TUTUR TOKOH DENGAN GANGGUAN IDENTITAS DISASOSIATIF DALAM NOVEL PERAWAN PALSU KARYA MIEN HIESEL
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.39897

Abstract

This study aims to describe the types of speech acts in each character's personality with dissociative identity disorder in Mien Hiesel's novel Perawan Palsu. The dissociative identity disorder of the main character in this novel appears with symptoms of the emergence of three different personality figures in a main character. The research method used is a qualitative descriptive method by implementing a literature review. Collecting data in this study using a read-note technique, then analyzed with the stages of data identification, presentation of conclusion drawing data. The results obtained in this study are that the character with Muya's personality uses four types of speech acts, namely assertive, expressive, directive and commissive. While the character with Laksmi's personality uses five types of speech acts, namely assertive, expressive, directive, commissive and declaration. And the character with Miya's personality uses three types of speech acts, namely assertive, directive and commissive. The character with Muya's personality is very dominant using directive speech acts, the character with Laksmi's personality is dominant using expressive and commissive speech acts, while the character with Miya's personality is dominant using assertive speech acts. The dominant types of speech acts in each of these personalities are in line with the character of their personalities.
ANALISIS WCANA KRITIS BUKU TEMATIK PADA TEMA NASIONALIS UNTUK SISWA KELAS 6 SD
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.41009

Abstract

Analisis wacana kritis memandang objek wacana melalui tiga unsur yang terdiri dari teks, kognisi sosial, dan konteks. Setiap teks memiliki latar belakang mengapa teks tersebut diproduksi. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memaparkan bagaimana analisis wacana model Van Dijk yang meliputi teks, konteks, serta kognisi sosial. Penelitian  ini  menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan  sosiolinguistik.  Sumber  data  penelitian  ini adalah kumpulan buku tematik tingkat sekolah dasar terbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan Indonesia yang tersedia secara online.  Data  berupa kata dan frasa dalam judul tema dan subtema buku tematik yang bertopik nasionalis untuk siswa kelas 6 SD. Pengumpulan   data   dilakukan   melalui   proses (1) pengumpulan data, (2) pemilihan data, dan (5) penomoran data. Data dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  dari keenambelas data mengandung teks, kognisi sosial, dan konteks sosial yang selaras dengan tujuan pembelajaran.
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Tuturan Pemain Film Pendek Tilik Tahun 2018
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.40242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dan faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan dalam film Tilik karya Wahyu Ageng Prasetya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan teknik simak catat dengan metode dokumentasi. Setelah data terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan metode padan dengan teknik dasarnya adalah Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Berikutnya, data disajikan secara informal yaitu berupa penjelasan dengan menggunakan kalimat yang jelas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan 78 data yang terdiri atas 39 pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang meliputi pelanggaran maksim kebijaksanaan 11 data; maksim kerendahhatian 4 data; maksim kedermawanan 2 data; maksim kesimpatian 4 data; maksim kecocokan 9 data; dan maksim pujian 5 data; dan 39 faktor penyebab terjadinya pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam filmTilik yang meliputi faktor penyebab kritik langsung dengan kata-kata 6 data; dorongan emosi penutur 12 data; sikap protektif terhadap pendapat 7 data; menuduh lawan tutur 12 data; dan memojokkan lawan tutur 2 data. Berdasarkan hasil penelitian, pelanggaran maksim kebijaksanaan, dan faktor dorongan emosi penutur, serta faktor menuduh lawan tutur atau pihak lain merupakan pelanggaran kesantunan berbahasa dan faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang paling dominan ditemukan dalam film Tilik.
WUJUD WARNA LOKAL LAMALERA DALAM NOVEL LAMAFA KARYA FINCE BATAONA
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.41396

Abstract

The tradition of whaling in Lamalera is a tradition that the people of the Lamalera fishing village routinely carry out. Fince Bataona wrote about this whaling tradition, emphasising the stabber in his novel Lamafa. This study aims to describe the shape of the local Lamalera colour contained in the Lamafa novel. This study uses qualitative descriptive research with an anthropological literary approach. The source of this research is the novel Lamafa by Fince Bataona. The research data is in the form of sentences or paragraph fragments containing the local colour of Lamalera. Data collection was carried out using reading, note-taking, and coding techniques. In contrast, data analysis used content analysis techniques, namely connecting the novel's contents with the theory of literary anthropology. The results of the analysis show that the Lamafa novel contains a form of Lamalera's local colour, namely: (1) social system or social status, (2) whaling tools or equipment, (3) art, (4) religious or belief systems, (5) greetings, and (6) the name of the animal.
THE USE OF SYMBOLS TO SHOW THE MAIN CHARACTER’S PERSONALITY IN THE FAULT IN OUR STARS
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.39569

Abstract

As we all know, linguistics is interesting, and it always affects people in many ways. This study tries to uncover the main character’s personality through his/her language use in the novel The Fault in Our Stars by John Green. In this research, linguistic discipline from Ferdinand de Saussure (1916) – Theory of Linguistic Whorf (1956) – Language, Thought and Reality is applied to uncover the main character’s personality through his/her language use. The method used of this research was qualitative method and after that the data were classified based on the main theories from Saussure’s (1916) – Theory of Linguistics Whorf (1956) – Language, Thought and Reality and support with the theories from Schultz’s (2005) book entitled– Theories of Personality. Those theories used in this research to uncover the main character’s personality through his/her language use along the story. The result of this analysis based on Saussure’s theory shows that there is an internal factor from Hazel Grace itself is pessimistic. It’s shown by Hazel Graze describes herself in several symbols that show a different meaning from the actual meaning. In addition, based on Schultz’s theories, Hazel Grace is an introvert girl.
Analisis Tindak Tutur Perlokusi Pada Video Reels Instagram Ardhit Erwandha Terhadap Kasus KDRT
Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lingua.v19i1.40359

Abstract

Analisis ini mengkaji tindak tutur perlokusi yang dilontarkan oleh seorang comedian ternama  Ardhit Erwandha pada postingan reels Instagram miliknya dan penulis juga melihat bagaimana tanggapan atau efek yang terjadi kepada netizen setelah menonton video tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi yang di ujarkan Ardhit Erwandha. Dalam melakukan analisis ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatis dan disertai dengan metode simak, catat dan mentranskripsi. Dari hasil analisis yang dilakukan terdapat beberapa bentuk tindak tutur perlokusi, seperti tindak tutur yang bermakna perintah, nasehat dan sindiran. Tanggapan dari netizen pun beragam ada yang setuju dan ada pula yang memahami perkataan Ardhit sebagai sindiran, sehingga penulis mendapat sejumlah kesimpulan bahwa sebuah tindak tutur yang memiliki perlokusi di dalamnya dapat berdampak besar bagi masyarakat atau paling tidak bagi pemikiran dan reaksi mereka akan suatu hal.