cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) DALAM PENGEMBANGAN KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan lembaga pendidikan tinggi keguruan (LPTK) di dalam menghasilkan guru yang profesional pertama-tama diukur dari kecakapan untuk melaksakan tugasnya sebagai tenaga kependidikan. Peran guru yang strategis itu menyiratkan makna bahwa upaya untuk menyiapkan tenaga guru yang berkualitas harus dilakukan melalui mekanisme yang berstandar, terkontrol, dan teruji. Oleh karaena itu, kami melakukan penelitian tindakan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek di dalam mengembangkan profesionalisme guru sebagai tenaga pendidik. Melalui model tersebut para guru (peserta pelatian) dapat belajar lebih efektif dan lebih sistematis karena proses yang mereka lakukan langsung berdasarkan masalah dan kebutuhan-kebutuhan nyata yang mereka hadapi di lapangan.The ability of higher education institutions to produce professional teachers is first measured by the ability to perform their duties as educational personnel. Such strategic role of the teacher implies, that the effort to prepare qualified teachers should be done through a standardized, controlled, and tested mechanism. Therefore, we conduct research action using a project based learning model in developing teacher professionalism as an educator. Through the model the teachers (trainees) can learn more effectively and more systematically because the process they do directly based on the problems and real needs they face in the field.
PENGGUNAAN LEKSEM BINATANG DALAM PERIBAHASA JAWA
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa akan mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik leksem yang digunakan. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dengan menganalisis kosakata suatu bahasa, lingkungan fisik dan sosial tempat penutur suatu bahasa akan terkuak. Ada keterkaitan antara bahasa dan cara pandang dunia penuturnya yang bisa terlihat dari pemakaian kosakata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis atau dinamakan kajian isi digunakan untuk memanfaatkan data dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah ranah penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa terbagi ke dalam lima ranah penggunaan, antara lain digunakan dalam ranah keluarga, masyarakat, spiritual, kerja, dan  sindiran. Dalam peribahasa Jawa yang menggunakan leksem binatang ditemukan beberapa makna yang muncul yaitu 1) hukum alam, 2) penyangatan, 3) perumpamaan, 4) pedoman hidup, 5) larangan, 6) lukisan kasus khusus. The use of animal’s lexeme in proverbs Java will facilitate the understanding of the symbolic value. It is closely related to the cultural background of Javanese community. We can determine the relation between language and society perspective by analyzing the vocabulary, physical and social environment of speakers. Collecting data used  “simak” methods and “cakap” methods with the techniques “simak libas cakap”, noting and recording. Methods and techniques of data analysis used. The results of this research was the animal’s lexeme in Javanese proverbs classified in five domains of use: family, community, spiritual, work, and satire.  Javanese proverbs that use animal’s lexeme have several meanings: 1) the laws of nature, 2) hiperbole, 3) parables, 4) a way of life, 5) prohibition, 6) special case.
PENGUASAAN KOSAKATA ANAK USIA 2 TAHUN (STUDI KASUS PADA ANAK: KAHFI RAMADHAN)
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penguasaan kosakata anak dan mengklasifikasikannya berdasarkan jenis kelas kata serta untuk mengetahui faktor yang menghambat perkemabangan bahasa anak. Data penelitian ini adalah ujaran yang berbentuk kelas kata, sedangkan sumber data penelitian yaitu seorang anak yang bernama Kahfi Ramadhan usia dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kelas kata yang diucapkan responden sebanyak 6 kelas kata. Kelas kata yang diucapkan responden yang termasuk kata benda sebanyak 15, yakni tatan, atuk, tutu, etek, amak, inyau, ees, lolo, uuk, bintan, cicak, opu, jeyud, balon,dan aci. Kelas kata yang termasuk verba, yakni kata metus. Kelas kata yang termasuk adjektiva sebanyak 6, yakni kata aak, biyu, odeh, warnana, jauh, dan ijau. Sementara itu, kelas kata yang termasuk numeralia sebanyak 9, yakni kata anyak, atu, uwa, iga,ampat, nima, mnam, ujuh, dan lapan. Sedangkan kata pronominal yakni kata di itu dan kelas kata adverbial yakni kata akik. Ada dua faktor yang mengahambat anak dalam penguasaan kosakata, yaitu faktor latar belakang lingkungan sosial dan faktor keturunan yang berkaitan dengan kepribadian dan gaya/cara pemerolehan bahasa.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN PENYIAR ACARA CAMPURSARI RADIO PESONA FM
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis alih kode dan campur kode pada tuturan penyiarcampursari radio Pesona FM. Subyek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan para penyiar acaracampursari di radio Pesona FM Sukoharjo, sedangkan obyeknya adalah alih kode dan campur kode padatuturan penyiar acara campursari radio Pesona FM. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah metode simak, dengan teknik rekam dan catat. Data-data yang diperoleh,kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Jenis-jenis kode yangditemukan adalah alih kode intern yang meliputi 1) alih kode antarbahasa yaitu bahasa Jawa ke bahasaIndonesia (50%) dan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa (23,6%). 2) alih kode antartingkat tutur (undhausukbasa) yaitu dari ragam krama ke ragam ngoko (17,6%) dan sebaliknya, dari ragam ngoko ke ragamkrama (8,8%). Jenis campur kode yang muncul pada tuturan penyiar acara campursari radio Pesona FMadalah 1) campur kode ke dalam (88,1%) dan alih kode ke luar (11,9%). Alih kode ke dalam meliputicampur kode antara kode bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia. Alih kode ke luar meliputi campur kodeantara bahasa Jawa dengan bahasa asing, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Arab.Kata kunci: campur kode, alih kode, tuturan, penyiar, campursari
UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA MINANGKABAU RAGAM NONFORMAL PADA KOMUNITAS SENI SAKATO DI KOTA YOGYAKARTA
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat yang penutur aslinya adalah suku Minangkabau. Komunitas Seni Sakato merupakan komunitas yang berasal dari suku Minangkabau yang cukup aktif dan berpengaruh di Kota Yogyakarta. Walaupun berada jauh dari daerah asalnya Sakato tetap menggunakan bahasa Minangkabau di tengah masyarakat bersuku Jawa. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang upaya pemertahanan bahasa kajian sosiolinguistik. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan wawancara. Upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dianalisis menggunakan teori Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan). Berdasarkan hasil analisis data, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau ragam nonformal pada Komunitas Seni Sakato di Kota Yogyakarta meliputi upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam kegiatan seni, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam bidang sastra, upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam keluarga dan upaya pemertahanan bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.Minangkabau language is one of the regional languages in Indonesia originating from West Sumatra whose native speakers are Minangkabau tribe. Sakato Art Community is a community that originated from the Minangkabau tribe who is quite active and influential in Yogyakarta City. Despite being away from his home region Sakato still uses the Minangkabau language in a Javanese tribal community. This makes the researcher interested to examine efforts to preserve the language of sociolinguistic studies. This research is descriptive qualitative. The data collection method used is the method of referring and interviewing. Effort to preserve Minangkabau language were analyzed using Miles and Huberman’s theories (data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing). Based on the data analysis, effort to preserve the non-formal Minangkabau language in Sakato Art Community in Yogyakarta City include efforts to preserve Minangkabau language in art activities, efforts to preserve minangkabau language in the field of literature, efforts to preserve minangkabau language in the family and efforts to preserve Minangkabau language in daily life day.
REPRESENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DALAM DIMENSI PRAKTIK KEWACANAAN DALAM SURAT KABAR BERSKALA NASIONAL DAN REGIONAL
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa dalam pandangan positivisme merupakan media informasi yang selalu memperhatikan aktualisasi dan objektivitas dalam menyampaikan informasi sehingga tidak ada unsur keberpihakan di dalamnya. Namun, dalam pandangan kritis, media massa bukanlah saluran yang bebas dan netral termasuk dalam memberitakan kebijakan pendidikan full day school dan moratorium ujian nasional. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti ihwalrepresentasi kebijakan pendidikan dalam teks berita Harian Kompas, Harian Jawa Pos, dan Harian Suara Merdeka.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis, yaitu analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, cakap, studi pustaka, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data, kebijakan pendidikan tersebut direpresentasikan secara positif dan negatif.Representasi tersebut ditentukan oleh praktik kewacanaan ketiga media massa tersebut, seperti menolak, mendukung, atau menggiring opini masyarakat seperti yang diinginkan media.Mass media in the view of positivism is a medium of information that always pay attention to the actualization and objectivity in conveying information so that there is no element of alignment in it. However, in a critical view, the mass media is not a free and neutral channel including in preaching full day school education policy and national examinations moratorium. This makes the researcher interested to examine the representation of education policy in Kompas Daily, Jawa Pos daily news, and Suara Merdeka Daily news.This research used a methodological approach, namely descriptive qualitative and theoretical approach, as known as the critical discourse analysis of Norman Fairclough mode. Data collection methods used were the method of referring, proficient, literature study, and documentation.Based on data analysis, the education policy was represented positively and negatively. The representation was determined by the practice of three mass media, such as rejecting, supporting, or heralding public opinion as the media wishes.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS TANGGAPAN DESKRIPTIF MELALUI TEKNIK KALIMAT MENGALIR DENGAN MEDIA GAMBAR
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks tanggapan deskriptif, mendeskripsikan perubahan sikap spiritual, mendeskripsikan perubahan sikap sosial, mendeskripsikan peningkatan pengetahuan peserta didik,dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks tanggapan deskriptif melalui teknik kalimat mengalir dengan media gambar pada peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Kalinyamatan Jepara. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas pada tes pengetahuan prasiklus sebesar 62,97. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 66,81 atau dalam kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi sebesar 82,81 atau dalam kategori baik. Hasil penelitian tes keterampilan pada prasiklus sebesar 66,5 atau dalam kategori cukup baik. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 77,2 dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi sebesar 84,3. Peningkatan menulis teks tanggapan deskriptif juga diikuti dengan perubahan sikap belajar peserta didik ke arah yang lebih baik selama proses pembelajaran menulis teks tanggapan deskriptif melalui teknik kalimat mengalir dengan media gambar.The purpose of this study is to describe the process of learning to write descriptive text responses, describes the spiritual attitude change, describing change social attitudes, describing an increased knowledge of learners, and describe the improvement of writing skills through the technique of descriptive text responses sentences flow with media images on students of class VIIC SMP Negeri 1 Kalinyamatan Jepara. The learning process is carried out through two cycles, the first cycle and second cycle. The results of this study showed that the average value of the class on the knowledge test pre-cycle at 62.97. In the first cycle increased by 66.81 or in a category quite well and the second cycle increased by 82.81 or more in both categories. The results of research on skills tests pre-cycle 66.5 or category quite well. In the first cycle increased by 77.2 and the second cycle increased again by 84.3. Improved writing descriptive text responses are also accompanied by changes in attitudes towards learners learn better during the process of learning to write descriptive text responses through techniques sentences flow with media images.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIKRO INOVATIF BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Micro teaching sebagai mata kuliah yang wajib diberikan kepada mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolahlatihan seharusnya menjadi wadah pematangan mental dan karakter mahasiswa calon guru bahasa dan sastranamun pada kenyataannya, pembelajaran mikro belum tergali secara maksimal. Mahasiswa masih kesulitandalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuanmenemukan hal-hal yang menjadi kebutuhan materi perkuliahan micro teaching, mahasiswa dan dosenberkenaan dengan pengembangan draf model pembelajaran mikro inovatif, dan menemukan karakteristik modelpembelajaran mikro inovatif yang dapat meningkatkan kompetensi pedagogik calon guru bahasa Indonesiadalam menerapkan model-model pembelajaran inovatif untuk membentuk karakter siswa. Model pembelajaranmikro inovatif ini, memiliki tiga konsep utama , yaitu penelitian atau inquiry, pengetahuan atau knowledge, dandinamika belajar kelompok atau the dynamics of the learning group. Dalam interaksinya model ini melibatkanberbagai proses berbagai ide dan pendapat serta saling tukar pengalaman melalui proses argumentasi dalamdiskusi.Kata Kunci: pengembangan model, pembelajaran mikro inovatif, kompetensi pedagogik, calon guru bahasaIndonesiaPENDAHULUAN
PEMBENTUKAN REPUTASI CALON PRESIDEN 2014 DALAM BERITA DI MEDIA MASSA ONLINE : KAJIAN WACANA KRITIS
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberpihakan media massa online dalam memuat berita sehingga membentuk reputasi kedua calon presiden 2014. Keberpihakan dalam membentuk reputasi pada berita di media massa online diwujudkan melalui tiga dimensi Faicrlough, yakni representasi, discourse practice, dan sociocultural practice. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan pustaka dan metode simak. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dan metode analisis wacana kritis model Fairclough. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa representasi wacana yang dimunculkan olehdetikNews.com,Kompas.com, dan VIVAnews.commemiliki kriteria yang sedikit berbeda. Namun ketiganya sama-sama melilih kata maupun kalimat sebagai bentuk fokus berita. Kata atau kalimat yang dimunculkan menunjukkan keberpihakan media terhadap calon preseiden; Tataran discourse practice, media detikNews.com dan Kompas. comcenderung berpihak kepada kubu Jokowi, keberpihakan ini terlihat dari pengemasan berita-berita yang dimunculkan kedua media tersebut. VIVAnews.com menunjukkan keberpihakan terhadap kubu Prabowo. Keberpihakan ditunjukkan dari berita-berita yang dimuat, yakni berita-berita yang muncul dominan tentang Prabowo-Hatta dan beberapa tentang Jokowi-JK tetapi VIVAnews.com memberikan kesan negatif; Tataran sociocultural practice, pembentukan reputasi calon presiden terlihat dari munculnya berita yang mengasosiasikan calon presiden dengan mantan presiden Soekarno dan Soeharto.This study aims to describe the online mass media bias in the news load so as to form a reputation both 2014 presidential candidates partisanship in shaping the reputation of the online news media Fairclough realized through a three-dimensional, ie, representation, discourse practice, and sociocultural practice. The data were captured using libraries and methods refer to. The method used in the analysis of the data is equivalent method and the method of critical discourse analysis Fairclough models. This study resulted in the following conclusions. First, discourse representation raised by detikNews.com, Kompas. com, and VIVAnews.com have slightly different criteria. But all three are equally melilih words or sentences as a form of news focus. Words or phrases that appear indicate media bias against candidates preseiden. Second, the level of discourse In practice, detikNews. com media and pro Kompas.com Jokowi camp, partisanship is evident from the packaging news raised both media. VIVAnews.com show partiality against Prabowo camp. Alignments shown on the news that was published, the news emerged dominant on Prabowo-Hatta and some of Jokowi-JK but VIVAnews.com leave a negative impression. Third, the level of sociocultural In practice, the formation of a presidential candidate’s reputation can be seen from the emergence of news that associate with the presidential candidates former president Sukarno and Suharto.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA KONTEKS EFL: PEMANFAATAN RECIPROCAL PEERTEACHING UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN PENGUASAAN SOFT SKILLS
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menyimak, salah satu keterampilan berbahasa, menyediakan input aural yang berfungsi sebagai dasar untuk pemerolehan bahasa dan memungkinkan peserta didik untukberinteraksi dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Pembelajaran menyimak pada  koteks EFL memiliki tantangan tersendiri karena siswa memiliki kesempatan yang lebih terbatas untuk mendengarkan dan berbicara dalam bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar kelas. Mereka memiliki lebih sedikit kebutuhan langsung untuk menggunakan bahasa Inggris (immediate English needs). Situasi ini, mereka membutuhkan latihan yang teratur dan paparan berlimpah untuk bahasa lisan dari waktu ke waktu. Di sisi lain, proses pembelajaran idealnya mampu mengembangkan hard skill dan soft skill secara terintegrasi menjadi sebuah life skill, bekal seseorang untuk berkembang baik di masyarakat. Mencermati uraian diatas, melalui penelitian deskriptif kualitatif ini, peneliti hendak mengungkapkan pemanfaatan keunggulan metode Reciprocal Peer Teaching-Learning Cell  pada pembelajaran menyimak pada konteks EFL dan penguatan soft skill. Metode ini mengkondisikan siswa saling berinteraksi untuk belajar bersama berdiskusi dan bertukar strategi dalam menyimak dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen/guru. Kegiatan pembelajaran kolaborasi ini juga diarahkan untuk pembiasaan soft skill seperti kerja sama, rasa saling menghargai pendapat, rasa saling memiliki (sense of belonging), rasa tanggung jawab (sense of responsibility), dan juga kepemimpinan agar terinternalisasi menjadi karakter baik mahasiswa.Listening skill is one of language skills providing aural input that serves as the basis for language acquisition and allows learners to interact in oral and written communication. Teaching listening skill in EFL context has its own challenge since students have limited opportunities to speak and listen to English both inside and outside of the class. They also have less immediate English needs. In this situation, they require regular practice and abundant exposure to spoken language over time. Besides, learning process ideally should be able to develop hard skills and soft skills that are integrated into a life skill, the provision of a person to thrive in the society. Concerning this, through a qualitative descriptive study, the researcher describes in detailed ways of accommodating the strength of “reciprocal peer teaching method - learning cell” for teaching listening in EFL context and reinforcement of soft skills. This method conditions student in small groups to learn together, discuss and exchange listening strategies to complete the tasks assigned by the lecturers/ teachers. This collaborative learning activity is also directed to accustom soft skills such as teamwork, mutual respect opinion, a sense of belonging, a sense of responsibility, and leadership as students’ good characters.