cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
NILAI-NILAI MORALITAS DAN BUDAYA ASING DALAM SASTRA ANAK TERJEMAHAN MELALUI PEMAKNAAN SASTRA ANAK OLEH ANAK
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya mengungkap karakteristik karya sastra anak terjemahan yang beredar dan populer di kalangan anak-anak Indonesia, serta kandungan nilai-nilai moralitas dan budaya asing dalam sastra anak terjemahan menurut sudut pandang anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan. Nilai-nilai moralitas dan budaya dalam karya sastra anak terjemahan tersebut diyakini akan memperkaya wacana dan pengetahuan anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan, sehingga dapat bermanfaat dalam pengembangan karakter anak ke arah yang lebih positif. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan pendekatan resepsi sastra, yang bertumpu pada pada teori efek dari Wolfgang Iser. Adapun, metode pengumpulan data mempergunakan salah satu metode resepsi sastra, yaitu metode eksperimental. Metode eksperimental dalam pendekatan resepsi sastra dilakukan dengan teknik pengajuan daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah dipersiapkan. Kuesioner ini diberikan kepada subjek penelitian pada kelompok umur 6-12 tahun yang sudah lancar membaca dan bisa memberikan pendapat dan tanggapan secara tertulis. Teks sastra anak terjemahan terpilih adalah Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) karya E.T.A.Hoffmann; Hansel dan Gretel karya Grimm Bersaudara; dan Prajurit Timah karya Hans Christian Andersen. This study aims to describe the characteristics of popular translation of children’s literature among Indonesian children, the moral values of foreign cultures in the translation of children’s literature seen by children as reader. Moral values  and culture in children’s literature translation will enrich the discourse and knowledge of the children, so it can be useful in the development of children’s character into a more positive direction. This research is a qualitative study using literary reception approach, which is based on the theory of the effects of Wolfgang Iser. The method of collecting data used one of the methods of literary reception: the experimental method.  It used a list of questions or questionnaires prepared. The questionnaire was given to children of 6-12 years old who are able to read and can give opinions and respond in writing. Literature  chosen were Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) by ETAHoffmann;  Hansel and Gretel by Grimm, and Tin Soldier by Hans Christian Andersen. Characteristics of children’s literature has good characters and an interesting story. The values of morality and culture are contained in the story:  appreciate toys, respect for elders, love each other.
PENANDA KOHESI GRAMATIKAL DALAM LATAR BELAKANG SKRIPSI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the marker of what grammatical cohesion was in the background of the students’ thesis of  Padang State University. The research data was in the form of written data, namely paragraphs in the background of students' thesis at Padang State University. The results in this study showed 7 theses there were 263 used of grammatical cohesion. From the analysis of the data, the most dominant marker of grammatical cohesion was the reference marker of 142 data. There were 62 data substitution markers, 38 data ellipsis markers, and 21 conjunction markers. So, it could be concluded that the writing of the background of the students’ thesis at Padang State University had a marker of grammatical cohesion which made the paragraph intact and efficient.Keywords: markers, grammatical cohesion, scripts Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanda kohesi gramatikal apa yang terdapat dalam latar belakang skripsi mahasiswa Uiversitas Negeri Padang. Data penelitian ini berupa data tertulis, yaitu paragraf dalam latar belakang skripsi mahasiswa Universitas Negeri Padang. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan 7 skripsi terdapat 263 penggunaan kohesi gramatikal. Dari analisis data tersebut, penanda kohesi gramatikal yang paling dominan adalah penanda referensi sebanyak 142 data. Penanda subsitusi terdapat 62 data, penanda ellipsis sebanyak 38 data, dan penanda konjungsi terdapat 21 data. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penulisan latar belakang skripsi mahasiswa Universitas Negeri Padang terdapat penanda kohesi gramatikal yang menjadikan paragraf tersebut utuh dan efisien.Kata kunci: penanda, kohesi gramatikal, skripsi
PERSEPSI DAN HARAPAN MAHASISWA DAN DOSEN TERHADAP PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BAHASA ARAB
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap persepsi mahasiswa dan dosen terhadap penyelenggaraan danpelaksanaan pembelajaran keterampilan berbahasa Arab, dan mengungkap harapan-harapan mahasiswadan dosen tentang pembelajaran keterampilan berbahasa Arab di Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Penelitianini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Secaragaris besar persepsi mahasiswa dan dosen terhadap pembelajaran keterampilan berbahasa Arab ekspresifdan reseptif sudah berjalan dengan baik. (2) Kelemahan yang menonjol dalam proses belajar mengajarketerampilan berbahasa Arab yaitu; banyaknya materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhanmahasiswa dan tidak membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, dosendalam penyampaian materi tidak menggunakan metode bervariasi, banyaknya dosen yang tidakmenggunakan media pembelajaran, dan pola evaluasi yang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan sertahanya menguji pada ranah kognitif saja. (3) Mahasiswa dan dosen berharap agar pembelajaranketerampilan dapat berjalan dengan baik dengan dukungan fasilitas dan sarana yang lebih memadai.Kata kunci : persepsi, harapan, pembelajaran keterampilan, bahasa Arab
ANALISIS KORPUS TERHADAP IDIOM BAHASA INDONESIA YANG BERBASIS NAMA BINATANG
Lingua Vol 14, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penggunaan, makna konotasi, dan jenis idiom bahasa Indonesia yang berbasis nama binatang. Data dalam penelitan ini adalah korpus buatan sendiri. Korpus berjumlah 101.997 kata diambil dari artikel berbahasa Indonesia yang terdapat di dalam artikel berita, cerpen, dan opini yang terdapat pada internet. Penelitian ini menghasilkan tiga penemuan besar. Pertama, idiom bahasa Indonesia digunakan untuk merujuk kepada manusia atau orang dan benda. Apabila idiom tersebut digunakan untuk merujuk kepada manusia maka idiom tersebut dapat berkonotasi negatif dan positif. Sebaliknya, apabila idiom tersebut digunakan untuk merujuk kepada benda maka idiom tersebut berkonotasi netral. Idiom yang berkarakter negatif digunakan untuk merujuk kepada pelaku seksual, pencuri/koruptor, sifat licik, penyakit, penampilan fisik yang buruk, inferioritas, kondisi psikologis sesaat, ketidakjelasan, tidak tahu malu, dan alternatif. Selanjutnya, idiom yang berkarakter positif digunakan untuk merujuk kepada superioritas. Kedua, hanya ada dua tipe idiom yang muncul yaitu, pure idom dan semi idiom. Terakhir, idiom yang berkarakter netral digunakan untuk merujuk kepada nama/ label, makanan, tanaman, tatanan rambut, pondasi, cinta masa remaja, dan aktifitas. Penggunaan nama binatang pada idiom yang merujuk manusia disebabkan oleh karakter yang melekat pada binatang tersebut sedangkan penggunaan idiom yang merujuk kepada benda disebabkan oleh persamaan bentuk.This research is aimed to find out the uses of idoms, connotation meaning, and types of Indonesian idioms which are based on the name of animal. The data was the writer’s own made corpus. Corpus which contain of 101.997 words was taken from Indonesian article such as, news, short stories, and opinion article from the internet. This research delivers big discovery. First, Indonesian idioms are used to refer to human or things. If the idioms are used to refer to the human, the meaning can be positive or negative. In the other hand, if the idioms are used to refer to a thing, the meaning of idiom is neutral. Negative idiom are used to refer to sexual offender, thief or corruptor, sly nature, illness, bad appearence, inferiority, a short moment of physical condition, unclear condition, no same people, and alternative. The positive idioms are used to refer to superiority. Second, there are two types of idioms that occur in this research, they are pure idoms and semi idioms Last, neutral idioms are used to refer to name/label, foods, plants, hair style, foundation, teenage love, and activity. The used of Indonesian idiom which based on the name of animal are caused by the attacting character of that animals, whereas the use of idioms that refer to a thing are caused by the similarity of shapes.
KEPRIBADIAN MORAL IDEAL ANAK DALAM CERITA ANAK PADA MAJALAH BOBO DAN HARIAN KOMPAS
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan kepribadian moral ideal anak yang terdapat pada cerita dalam Majalah Bobo dan Harian Kompas. Kajiannya dilakukan secara kritis untuk menemukan dan mengungkapkan kepribadian moral yang diidealkan cerita anak. Hal ini terjadi karena hakikat cerita anak selalu merepresentasikan kepribadian moral ideal melalui tokohtokohnya. Kepribadian moral ideal dalam cerita anak merupakan representasi atas kenyataan problematika moral anak secara sosial. Cerita anak kemudian merepresentasikan kepribadian moral ideal sebagai wujud perannya dalam mengatasi problematika moral anak tersebut. Kepribadian moral ideal anak dalam cerita anak pada Majalah Bobo dan Harian Kompas memosisikan (1) anak yang menjadi bagian keluarga adalah anak-anak yang penyayang dan patuh; (2) anak sebagai siswa dalam konteks kehidupan sekolah kepribadian moral idealnya adalah anak yang bertanggung jawab dan kerja keras; (3) anak sebagai teman dalam kehidupan persahabatan, kepribadian moral idealnya adalah anak yang bersahabat; (4) anak sebagai anggota masyarakat, kepribadian moral yang diidealkan adalah anak yang pemberani.Article of the results of this studydescribes the child ideal moral personality which is found in stories on Bobo Magazine and Kompas Daily. Its studies were conducted critically to discover and express moral personality which is idealized of the child’s story. This happens because the nature of the child’s story always represents the ideal moral personality through its characters. The ideal moral personality in the children’s story is a representation of the moral problems of children according to social. Children’s stories then represent the ideal moral as a manifestation of its role in overcoming the children moral problems. The ideal moral personality of the child in the children’s story on Bobo Magazine and Kompas Daily positioned (1) the child who is part of the family is the compassionate and obedient children; (2) children as students in the context of moral school life are responsible children and hard work; (3) the child as a friend in a friendship life, the ideal moral personality is a friendly child; (4) the child as a member of society, the idealized moral personality is a brave child.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENANGKAP MAKNA TERTULIS TEKS EKSPLANASI SOSIOKULTURAL BERMUATAN PENDIDIKAN MORAL DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC METODE SQ4R
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya meningkatkan keterampilan menangkap makna tertulis teks eksplanasi peserta didik kelas VII E SMP Negeri 5 Semarang yaitu menggunakan teks eksplanasi sosiokultural bermuatan pendidikan moral dan pendekatan scientific metode SQ4R. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi proses pembelajaran, perubahan sikap religius, perubahan sikap sosial, dan peningkatan keterampilan menangkap makna tertulis teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan secara signifikan. Berdasarkan hasil observasi proses, peserta didik mengalami peningkatan keantusiasan. Hasil tes keterampilan prasiklus sebesar 65,99 dengan persentase ketuntasan 6,25%, meningkat pada siklus I menjadi 79,67 atau 50% dengan hasil portofolio 81,41 atau 68,75%. Pada siklus II hasil tes 88,92 dan nilai portofolio 89,97 dengan ketuntasan 100%. Peningkatan proses pembelajaran dan keterampilan menangkap makna tertulis teks eksplanasi ini juga diikuti perubahan sikap religius dan sosial peserta didik ke arah yang lebih positif.Efforts to improve the skills of catching the written meaning of explanation text class VII-E SMP Negeri Semarang 5 that uses sociocultural explanation text charged moral education and scientific approach with SQ4R method. This study aims to describe the learning process, student’s religious attitude changes, student’s social attitude changes, and improving the skills to grasp the written meaning of explanation text. This study uses classroom action research. The result showed significant improvement. Based on the observation of the process, the students increased enthusiasm. Prasiklus skills test results at 65.99 with the percentage of completeness of 6.25%, an increase in the first cycle to 79.67 or 50% of the portfolio returns 81.41, or 68.75%. In the second cycle test results of 88.92 and 89.97 for a portfolio with 100% completeness. Improved learning process and skills grasp the written meaning of explanation text also followed by changes in religious attitudes and social attitudes of students to a more positive direction.
CITRA DAN PENCITRAN ANAK DALAM NARASI FOKALISASI MIEKE BAL
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai fokalisasi dalam kaitannya dengan pngungkapan citra dan pencitraan anak dalam novel Negeri Awan Merah (NAM) karya Fahri Asiza. Penelitian ini menggunakan teori naratologi Mieke Bal dengan berfokus pada teks. Berdasar analisis diketahui bahwa (1) novel NAM merupakan teks naratifdengan melihat rangkaian peristiwa yang membangun dan dialog yang mengiringinya. Novel ini termasuk jenis teks berbingkai (cerita yang dibungkus cerita). (2) Fokalisator dalam novel NAM terbagi atas vokalisator internal dan fokalisator eksternal. Fokalisator internal biasanya melekat pada tokoh sedangkan fokalisator eksternal tidak terlibat dalam cerita tetapi berfungsi sebagai fokalisator.  This research aims to describe focalization relating to reveal children image and imagery in Negeri Awan Merah (NAM) novel, written by Fahri Asiza. This research applies Mieke Bal’s Narratalogy theory focusing on the text. Result of the study shows that (1) NAM novel is narrative text seen from sequence of events constructing and dialogs following. This novel belongs to framed text type (a story framed in a story); (2) focalizator in NAM novel is divided into internal focalizator and external focalizator. Internal focalizator clings to the charater, whereas external focalizator is not involved in the story but dunctions as focalizator.
RELASI GRAMATIKAL DALAM BAHASA BATAK TOBA DAN GAYO LUT
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses about Grammatical relation in Batak Toba and Gayo Lut language. In the field of micro linguistic, the study of grammatical relations of some languages already made by linguist but not for Gayo Lut with Batak Toba yet. So in this case, the writer aim to find out the grammatical relation in language especially GayoLut and Batak Toba language and to find out the structure of grammatical influence of their clause or sentence meaning in their each language.Artikel ini membahas tentang relasi gramatikal dalam bahasa Batk Toba dan Gayo Lut. Dalam ruang lingkup linguistik secara mikro, relasi gramatikal dalam beberapa bahasa telah banyak dikaji namun belum ada kajian tentang bahasa Batak Toba dan Gayo Lut. Jadi dalam hal ini, penulis bertujuan untuk menemukan relasi gramatikal dari bahasa khususnya dalam bahasa Gayo Lut dan Batak Toba dan untuk menemukan bagaimana struktur gramatikal tersebut mempengaruhi makna dari masing-masing klausa atau kalimat dalam kedua bahasa tersebut.
PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FBS UNNES
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masa lima tahun terakhir (2004-2008) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa telahmeluluskan sebanyak 108 mahasiswa. Keberadaan lulusan program ini perlu diketahui untuk melihat apakahtelah sesuai dengan visi dan misi yang telah digariskan. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini akanberusaha mengetahui profil lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Di samping itu,kompetensi-kompetensi apa yang diperoleh selama perkuliahan yang bermanfaat dalam profesinya sertainstitusi apa sajakah yang dapat menampung lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa selainintitusi pendidikan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian ini adalah data kualitatif profillulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa yang tersebar di Jawa Tengah. Pengumpulan datamenggunakan teknik dokumentasi, angket, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui (1) reduksi data, (2)sajian data, (3) penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyelesaian studi lulusan ini berkisar antara 4,06 – 4,46 tahun.Masa tunggu untuk memperoleh pekerjaan yang pertama antara 1 – 6,96 bulan. Dari 108 lulusan tersebut yangberhasil dihubungi sejumlah 104 orang. Dari 104 lulusan tersebut 2 di antaranya sampai sekarang belumbekerja. Semua lulusan program studi ini bekerja sebagai guru. Adapun mata kuliah yang mendukung profesimereka yaitu mata kuliah keterampilan berbahasa dan pengajaran.Profil lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa ini berdasarkan data yang diperoleh darilulusan program studi ini. Oleh karena itu, disarankan adanya penelitian lanjutan yang berfokus pada tanggapanpengguna dari lulusan program studi ini.
PENGEMBANGAN BULETIN KAMPUS BERMUATAN NILAI KEBHINEKAAN PANCASILA UNTUK MENANGKAL RADIKALISME PADA MAHASISWA STKIP DARUSSALAM CILACAP
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai macam etnis, budaya, dan agama. Para pendiri bangsa Indonesia menyatukan kebhinekaan tersebut melalui dasar negara Pancasila. Fenomena yang terjadi sekarang, kebhinekaan tersingkir oleh kelompok sosial yang lebih dominan dengan memaksakan pola yang berkarakteristik penyeragaman dengan alasan persatuan. Akumulasi dari hal tersebut, maka terjadi lunturnya pemahaman konsep nilai kebhinekaan Pancasila pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan pengetahuan mahasiswa STKIP Darussalam Cilacap tentang konsep Nilai kebhinekaan Pancasila, (2) Mengetahui kebutuhan mahasiswa terhadap buletin kampus yang bermuatan nilai kebhinekaan Pancasila, (3) Menyusun buletin kampus sesuai kebutuhan mahasiswa, dan (4) Mendeskripsikan efektivitas buletin kampus dalam menangkal radikalisme. Metode penelitian menggunakan research and development (RD) yang dilakukan dengan sepuluh tahap. Hasil penelitian menunjukan (1) 45% mahasiswa belum mengetahui konsep Kebhinekaan Pancasila yang tepat, (2) Mahasiswa membutuhkan buletin kampus yang dilengkapi kolom suara mahasiswa, (3) Penelitian berhasil mengembangkan buletin kampus dengan nama “WOLES” dan (4) Buletin kampus terbukti mampu menangkal radikalisme yang berasal dari dalam dan luar kampus. Pengembangan buletin kampus “WOLES” menjadi sinergi yang positif antara keterampilan mengolah kata dan rasa bagi mahasiswa.The Indonesian nation is a plural society consisting of various ethnic, cultural, and religious. The founders of the Indonesian nation united the diversity through the foundations of the Pancasila state. The phenomenon that occurs today, diversity is excluded by the more dominant social groups by imposing patterns characterized by uniformity with the reasons of unity. The accumulation of these things, then the lunturnya understanding of the concept of the value of diversity Pancasila in the younger generation. This study aims to (1) Describe the knowledge of STKIP Darussalam Cilacap students about the concept of the value of diversity of Pancasila, (2) to know the needs of students on campus bulletin with the value of diversity of Pancasila, (3) to prepare campus bulletin according to the students’ needs, and (4) to describe the bulletin effectiveness Campus in warding off radicalism. Research method using research and development (RD) done with ten stages. The result of the research shows that (1) 45% of students do not know the right concept of Pancasila Kebhinekaan, (2) Students need campus bulletin with student vocal column, (3) Research successfully develop campus bulletin with name “WOLES” and (4) Bulletin of proven campus Able to ward off radicalism that comes from inside and outside the campus. The development of campus bulletin “WOLES” becomes a positive synergy between word processing skills and taste for students.