cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
“SUARA-SUARA DARI PEDALAMAN” BIAS DAN DILEMA IDENTITAS NASIONALISME DALAM NOVEL BURUNG-BURUNG MANYAR SEBUAH UPAYA PENCAPAIAN “ESENSIALISME STRATEGIS”
Lingua Vol 13, No 1 (2017): January 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji: (1) wacana identitas nasional dalam novel Indonesia modern, pada keberpihakannya terhadap suara sub-altern; dan (2) bias serta dilema “esensialisme strategis” posisi sub-altern dalam narasi yang coba disuarakan. Teori penunjang adalah teori poskolonial, strategi pembacaan kritis terhadap dampak kolonial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: suara sub-altern sebagai sub-ordinat, intens secara kritis “menyuarakan” komitmen identitas nasional. Hanya saja, akibat efek kolonialisme yang masih hegemonik (keinginan menjadi ‘pusat’), ‘suara’ kritis itu justru merepresentasi wacana identitas nasional dalam kodifikasi suara “pusat”, suatu tanda bagi langgengnya hegemoni kolonial. Hal itu dibuktikan dalam novel Burung-Burung Manyar karya YB. Mangunwijaya, dalam kaitan pencapaian “Esensialisme Strategis” wacana identitas nasional, masih menghadirkan dikotomi pusat dan pinggiran yang timpang. Akibatknya, secara horisontal identitas nasionalisme yang dibangun suara sub-altern (pedalaman) kian menempatkannya pada posisi marginal dan yang secara vertikal berada di bawah otoritas suara pusat. Hal tersebut mengimplikasikan pula ciri statis sistem kolonial yang hegemoni dalam novel Indonesia modern, di mana “pusat” hadir superior terhadap “pedalaman” yang inferior.  The Article is titled "Sounds of the Outback" - Bias and Dilemmas of National Identity in the Novel Birds Manyar, An Effort Achievement "Strategic Essentialism", to assess: 1). discourse of national identity in modern Indonesian novel, at its partiality towards the sound sub-altern, and 2). bias and the dilemma of "strategic essentialism" sub-altern position in trying voiced narrative. Supporting the theory is postcolonial theory, critical reading strategies to the impact of colonial rule. The results obtained are sub-altern voice as a sub-ordinate, intense critically "voicing" the commitment of national identity. However, due to the effects of colonialism which still hegemonic (the desire to be the 'center'), the 'noise' that actually represents the critical discourse of national identity in the codification of sound "center", a sign for the perpetuation of colonial hegemony. This was evidenced, novel Birds Manyar YB work. Mangunwijaya, in terms of achievement of the "Strategic Essentialism" discourse of national identity, still presents the dichotomy of center and periphery is lame. Akibatknya, horizontally identity nationalism built sound sub-altern (inland) are increasingly being placed in a marginal position, and vertically under the authority of the central sound. It also implies a static characteristic of colonial hegemonic system in modern Indonesian novel, where the "center" is present superior to the "deep" inferior.
PENDEKATAN KOMUNIKATIF DENGAN ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN KAIWA PADA MAHASISWA SEMESTER V TAHUN 2013/2014
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaplikasian pendekatan komunikatifteknik role play berupa pemberian latihan berdialog dengan berbagai peran gunamemperbaiki hasil pembelajaran mata kuliah kaiwa (percakapan) mahasiswa semester Vtahun 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiantindakan kelas. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes. Hasil penelitian yangdicapai adalah sebanyak 56 mahasiswa nilai rata-ratanya mencapai 83. Selain itu, 48(85,71%) mahasiswa memilih role play jenis kedua yakni dialog yang berbeda denganbuku teks. Berdasarkan hasil tersebut, ada peningkatan nilai yang diperoleh dariperkuliahan sebelumnya. Banyaknya mahasiswa memilih tes jenis kedua menunjukkanbahwa pengajaran dengan pendekatan komunikatif dalam pengajaran kaiwa berhasilditerapkan sesuai dengan yang diharapkan. This research aimed to describe application of communicative approach if role playtechnique, which was giving dialog exercise with various roles in order to improvelearning outcome of kaiwa (conversation) course of fifth semester students of 2013/1014academic year. Method applied in this research was action research method. Datacollection was done by test technique. Result of this research showed that there were 56students having average score 83. Besides that, 48 (85,71%) students chose role play typetwo that was constructing different dialogs from the textbook. Based on that finding, therewas increasing score achieved compared to previous lecture. The great numbers ofstudents took test type two showed that learning with communicative approach in kaiwateaching and learning process was successful to be applied in accord with what it wasexpected.
PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG PADA MATA KULIAH CHOKAI DENGAN METODE DISKUSI
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu pengajar dan pembelajar. Kedua pihak tersebut harus aktif agar tujuan suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Dalam proses pembelajaran bahasa Jepang terutama pembelajaran yang membutuhkan keterampilan berbahasa (yon ginou) yaitu mendengar (kiku ryoku), berbicara (hanasu ryoku), membaca (yomu ryoku), menulis (kaku ryoku) pengajar perlu menggunakan metode pengajaran yang tepat agar keempat keterampilan berbahasa dapat tercapai. Pada penerapannya pembelajaran empat keterampilan berbahasa tersebut terpisah, meskipun dalam prosesnya saling berkaitan. Mata kuliah chokai adalah mata kuliah mengutamakan keterampilan mendengar. Berdasarkan pengamatan, terdapat pembelajar yang kemampuan menyimak baik, namun dalam komunikasi pasif (tidak dapat mengungkapkan apa yang didengar/simak dengan komunikasi verbal). Oleh karena itu, pengajar menerapkan metode diskusi pada pengajaran chokai. Tujuan penerapan metode diskusi adalah pembelajar dapat mengapresiasi keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara dengan baik dalam proses pembelajaran chokai. Sebelum melakukan pembelajaran chokai melalui metode diskusi, pengajar perlu memperhatikan kelemahan dari metode diskusi. Terutama pengajar memberikan kesempatan yang sama kepada pembelajar yang keterampilan berbicara kurang. Dengan demikian, kelemahan metode diskusi dapat diatasi dengan baik. Setelah menerapkan metode diskusi dalam proses pembelajaran, maka hasil yang diperoleh, keterampilan berbicara dan mendengarkan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar mata kuliah Chokai dan proses pembelajaran yaitu pembelajar yang cenderung pendiam memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan berbicara yang meningkat. Kata Kunci: mata kuliah chokai, metode diskusi
PREDIKAT KOMPLEKS BAHASA KARO: KAJIAN X-BAR
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe predikat kompleks bahasa Karo dalam kalimat dengan menggunakan teori x-bar. Data penelitian diperoleh dari penutur asli bahasa Karo dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe predikat kompleks dalam bahasa Karo dibagi menjadi empat, yaitu: [VTRANSITIF + VTRANSITIF], [VINTRANSITIF + VINTRANSITIF], [VTRANSITIF + VINTRANSITIF], [VINTRANSITIF + VTRANSITIF]. Predikat  kompleks bertipe [VTRANSITIF + VTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang diikuti oleh objek + predikat yang diikuti oleh objek baik terstruktur maupun tersirat, predikat kompleks bertipe [VINTRANSITIF + VINTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang tidak diikuti objek + predikat yang tidak diikuti oleh objek, dan predikat kompleks bertipe [VINTRANSITIF + VTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang tidak diikuti oleh objek + predikat yang dikuti oleh objek.
NILA-NILAI ISLAMI DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBBURAKHMAN EL SHIRAZY
Lingua Vol 12, No 1 (2016): January 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan media komunikasi antara pengarang dan pembaca yang pesannya mempunyai nilai yang dapat menghegemoni pemikiran dan pola hidup masyarakat. Nilai-nilai dalam karya sastra seyogyanya menyiratkan nilai luhur yang dapat memperkokoh karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut adalah nilai religius dan karya sastra religius yang fenomenal adalah novel Ayat-ayat Cinta karya Habibburakhman El Shirazy. Hasil kajian novel AAC, nilai religius merupakan nilai yang paling dominan. Nilai religius berisi nilai-nilai islami yang selaras dengan rukun Iman dan rukun Islam. Nilai islami dalam teks novel AAC mempunyai kebermanfaatan dalam rangka memperkokoh karakter bangsa untuk bertakwa kepada Allah Swt. dan mencontoh kehidupan nabi Muhammad Saw. Nilai pendidikan karakter yang sesuai dengan substansi Nilai/Karakter yang ada pada SKL SMA/MA/SMLB ditemukan dalam novel AAC yaitu (1) Iman dan Taqwa, (2) disiplin, (3) tanggung jawab, dan (4) jujur. Pemanfaatan nilai karakter dalam novel AAC dapat dilakukan dalam kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi kegiatan; a) mengamati; b) menanya; c) mengumpulkan informasi; d) mengasosiasi; dan e) mengkomunikasikan sesuai dengan pendekatan yang ada dalam kurikulum 2013. Saran untuk pembaca dan sastrawan hendaknya nilai islami yang terkandung dalam novel ACC bisa dijadikan inspirasi, dijadikan konservasi nilai budaya dan teladan dalam kehidupan untuk memperkokoh karakter bangsa.Literary work is communication between authors and readers which message contains values that capable to hegemonize thought and lifestyle of the people. The values of literary works should strengthen the characters of the nation. This values is the religious value and novel Ayat-ayat Cinta is phenomenal religious literature work created by Habibburakhman El Shirazy. Review result of the novel AAC, religious values is most dominant value. Religious values contains islamic values that is consistent with the pillars of the Islamic faith and the pillars of Islam. Islamic values in the novel AAC are beneficial in strengthening the character of the nation’s piety to Allah. and modeled on the life of the prophet Muhammad Saw. The value of character education in accordance with the existing value in the SKL SMA/ MA/ SMLB found in the novel AAC namely (1) Iman and Taqwa, (2) discipline, (3) responsibility, (4) honesty. Exploitization the value of the characters in the novel AAC can be done in learning activity with a scientific approach including; a) observing; b) asking; c) collecting information; d) associating; e) communicating that appropriate with curriculum in 2013.Suggestions for readers and writers should use Islamic values from novel ACC as inspiration, as conservation of cultural values and exemplary in life to strengthen the character of the nation.
BENTUK DAN JENIS SASTRA LISAN BANYUMASAN
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk dan jenis sastra lisan Banyumasan perlu diungkap. Hasil wawancara, hasilobservasi, hasil dokumentasi, dan hasil perekaman tentang bentuk sastra dan jenis-jenissastra lisan yang ada di wilayah Banyumas dan sekitarnya merupakan dasar temuan ini.Informan dengan kuali!ikasi pewaris aktif sastra lisan Banyumasan, yaitu tukang cerita,dalang, guru, tokoh masyarakat, dan juru kunci merupakan sumber data tulisan ini.Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Parry dan Tuloli (1990:22) yangmeliputi transkripsi, terjemah, klasi!ikasi, analisis nilai dan aspirasi. Bentuk sastraBanyumasan yang ditemukan meliputi sastra tulis dan sastra lisan. Atas dasar jenisnya,ada dua jenis sastra lisan Banyumasan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu puisidan prosa. Sastra lisan Banyumasan jenis puisi yang ditemukan meliputi pantun, syair,seloka, parikan, geguritan. Sementara itu, sastra lisan Banyumasan jenis prosa yangditemukan mencakupi legenda, mite, peribahasa, pepatah, perumpamaan, pemeo, dankata-kata arif. This study aimed to reveal Banyumas' oral literature types and forms. The bases of thisfinding were the result of interview, observation, documentation, and recording about theforms and types of oral literature in Banyumas area and its surroundings. The data sourcewas from informants with the active heirs' qualification of Banyumas' oral literature suchas story tellers, puppeteers, teachers, community leaders, and caretakers. The techniquesof data analysis were applying techniques of Parry and Tuloli (1990:22) consisting oftranscription, translation, classification, aspiration and value analysis. The forms ofBanyumas' literature found were written and oral ones. Based on its types, there were twotypes of Banyumas' oral literature found, they were poetry and prose. Poetry types ofBanyumas' oral literature were poem, verse, seloka, parikan, geguritan. Meanwhile, prosetypes of Banyumas' oral literature were legends, myths, proverbs, sayings, parables,bywords, and sensible words.
PENGEMBANGAN SISTEM AKADEMIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN AKADEMIK JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Lingua Vol 5, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2007 Universitas Negeri Semarang melakukan peningkatan layananyang sangat berarti kepada mahasiswa dengan dicanangkannya penggunaanteknologi informasi komunikasi dalam memberikan layanan dalam bidangakademik. Layanan tersebut berupa sistem online yang diberi nama sistemlayanan terpadu (sikadu). Adanya sikadu dimaksudkan untuk meningkatkanlayanan akademik terpadu mahasiswa. Mahasiswa tidak harus datang kekampus, jurusan, untuk melakukan yudisium. Registrasi, isi KRS, dan revisi KRSjuga dapat dilakukan seperti itu. Disamping mempunyai manfaat yang sangatbesar, sikadu pada kenyataan mempunyai kelemahan atau kekurangan dalamimplementasinya. Dalam ”Daftar Komunian Pengunjung” di sikadu Milanelomengukur sulitnya mendaftar lewat sikadu. Keluhan yang disampaikan olehmahasiswa Unnes adalah semrawutnya sistem rombel dalam sikadu (Itah,Mahasiswa FMIPA 2006 Kompas Mahasiswa 2008.3) mengeluhkan sistemrombel. Masalahnya, bagaimanakah penerapan sistem sikadu di jurusanBahasa dan Sastra Indonesia yang sesuai dengan kondisi yang adadanpengambangan sistem akademik yang bagaimanakah yang dapatmeningkatkan layanan akademik jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasilpenelitian ini ada dua hal. Pertama, penerapan sistem Sikadu di Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah, registrasi akademik, jadwalperkuliahan, sistem rombel, yudisium, dan transkrip nilai. Menurut mahasiswapenerapan keenam program di Sikadu mempunyai dampak yang positif dannegatip. Kedua, pengembangan sistem sikadu untuk meningkatkan layananakademik di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia meliputi pesan mata kuliah,registrasi akademik, jadwal perkuliahan, sistem rombel, yudisium, dantranskrip nilai. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia mengembangkan sistemterpandu untuk pesan mata kuliah dan registrasi akademik. Sistem terprogramdigunakan untuk jadwal perkuliahan dan transkrip nilai.Sistem rombel yang adadi Sikadu dikembangkan dengan rombel kelas. Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia mengembangkan yudisium di Sikadu dengan yudisium bersama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (a) mahasiswa Jurusan Bahasadan Sastra Indonesia hendaknya mentaati program Sikadu yang terkait denganmereka secara baik dan benar, (b) dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesiahendaknya selalu membantu dan memfasilitasi mahasiswa yang bermasalahterkait dengan penerapan program Sikadu, (c) Jurusan Bahasa dan SastraIndonesia hendaknya memfasilitasi dan membuat tata aturan yang terkaitdenga penerapan Sikadu, (d). Puskom Unnes hendaknya selalu meningkatkandan memperbaiki layanan yang terkait dengan penerapan Sikadu.Kata kunci: pengembangan, sistem, akademik, dan layanan.
KESANTUNAN TUTURAN PENYIAR RADIO ERTE FM TEMANGGUNG
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang di kaji dalam penelitian ini adalah menganalisis pelanggaran prinsip kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung.Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, serta catat. Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi.Analisis data menggunakan teknik heuristik.Pelanggaran kesantunan tuturan penyiar radio eRTe FM Temanggung meliputi (1) maksim ketimbangrasaan, (2) maksim kemurahhatian, (3) maksim perkenanan, (4) maksim kerendahhatian, (5) maksim kesetujuan, (6) maksim kesimpatian.Pelanggaran tersebut disebabkan karena penyiar radio hanya mementingkan kekomunikatifan saja, tanpa memperhatikan kesantunan berbahasa.The problem which is studied in this research is about analyzing the violation of the politeness utterance principles of the radio announcers in eRTe FM Temanggung. This research uses theoretical approach and methodological approach. The data is collected using Observation Method and Uninvolved Conversation Observation, tapping and writing technique. The validation of the data is evaluated using triangulation technique. For the analysis of the data, Heuristic Technique is used in this research. The violation of the politeness utterance of the radio announcers in eRTe FM Temanggung occurs in (1) tact maxim (2) generosity maxim (3) approbation maxim (4) modesty maxim (5) agreement maxim (6) sympathy maxim. The violation is caused by the announcers who only focus on the communicativeness without paying attention to the politeness in speaking.
Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi dengan Model Sinektik Berdasarkan Kecerdasan Linguistik
Lingua Vol 15, No 1 (2019): January 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe aim of this research is analyzes the effectiveness of learning to write fantasy stories using the synectic model based on the linguistic intelligence of class VII junior high school students. Fantasy story material in the 2013 curriculum at grade VII junior high school requires teachers to be more creative. Creativity teachers learn by using models in learning. From the results of this research it can be proven that there is effectiveness in learning to write fantasy stories using the synectic model based on linguistic intelligence. The method used in this research is a quasi experiment with data collection techniques using instruments: tests of writing fantasy stories, linguistic intelligence tests, observation of attitude, photos, and interviews. Data normality test using the Kolmogorov Smirnov test. Data homogeneity test using Levense test. Hypothesis testing uses an independent test (t-test). All of these test use the SPSS 20th program. The conclusions of the results of this research is that the application of the synectic model is effectively used in learning to write fantasy story texts based on the linguistic intelligence in class VII junior high school students. Learning to write fantasy stories using the synectic model is more effectively applied to students with high average linguistic intelligence than students with average linguistic intelligence.
WACANA NARATIF SHORT-SHORT STORY BOKKOCHAN KARYA HOSHI SHIN’ICHI
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Short-short story merupakan salah satu genre karya sastra yang khas Jepang. Karya ini dicirikan oleh kuantitaskarya yang pendek dan ending cerita yang tidak terduga. Penulis genre ini yang paling terkenal adalah HoshiShin’Ichi dan karyanya yang paling dikenal berjudul Bokkochan. Karya ini berisi cerita tentang seorang robotcantik yang dibuat dan kemudian dipekerjakan oleh pemilik bar di barnya. Teks dalam cerita ini banyakmengandung kode budaya Jepang dan tentu saja kode bahasa Jepang karena ditulis dalam bahasa Jepang.Dengan latar belakang tersebut, penulis akan mencari kohesi dan koherensi dari wacana naratif tersebut.Selain itu, karena ciri dari wacana naratif adalah alur, peristiwa, dan tokoh, maka penulis juga akanmendeskripsikan ketiga unsur tersebut. Teknik analisis data dapat juga disebut sebagai model seperti yangdigagas oleh Kaplan bahwa sesuatu yang ideal sangat wajar untuk ditiru. Teknik analisis yang dipakai adalahmelalui teknik dengan model analitik. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa alat pemarkah kohesi yangpaling banyak dipakai adalah kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal paling sering dipakai,sedangkan jenis kohesi gramatikal yang paling sering dipakai adalah konjungsi, elipsis, dan subtitusi.Sedangkan kohesi leksikal yang dipakai dalam wacana ini adalah reiterasi.Kata Kunci: wacana naratif, kohesi gramatikal, kohesi leksikal