cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 590 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA FOTO DENGAN TEKNIK AKROSTIK
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui proses penerapan metode penggunaan media foto dengan teknik akrostik terhadap pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Proses dalam penelitian ini melingkupi kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media foto dengan teknik akrostik dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi pada siswa kelas VIII A MTs Mimbarul Huda Menggala Bumiayu. Hasil tes pada siklus I diperoleh nilai kelas rata-rata sebesar 67,97. Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 80,00. Hal ini menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,03. Peningkatan keterampilan menulis puisi tersebut diikuti dengan perubahan perilaku siswa semakin aktif dan antusias dalam pembelajaran menulis puisi menggunakan media foto dengan teknik akrostik.This research is conducted in order to know the implementation process in the use of photo media using technique akrostik towards teaching poetry writing. This research is an classroom research which consists of two cycles. The process in this research consists of pre activity, core activity, and the last is closing/post activity. The result of the research shows that the use of photo media using technique akrostikcan improve students’ achievement in writing poem at class VIII A MTs Mimbarul Huda Menggala Bumiayu. The result of the test in first shows the mean of the score was 67,97. On the cycle 2 the mean of score was 80,00. The skill improvement in writing poetry is followed by the changes of students’ attitude which is more active and enthusiastic in the learning process of writing poetry using photo media by using akrostik technique. 
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DAN MINAT MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA UNNES
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kesulitan yang dialami mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa adalah mengungkapkan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Padahal keterampilan menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi mahasiswa di samping keterampilan menyimak, berbicara dan membaca. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 dengan mengambil sampel 30 mahasiswa. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah angket minat minat membaca, tes penguasaan kosakata, dan tes menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif yang signifikan antara penguasaan kosakata mahasiswa dengan kemampuan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi sebesar 0,643. 2) ada hubungan positif  yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan menulis eksposisi dengan koefisien korelasi sebesar 0,661. 3) ada hubungan yang positif antara penguasaan kosakata, dan minat membaca secara bersama-sama dengan ketrampilan menulis eksposisi, dengan koefisien korelasi 0,735, dan koefisien determinasi 0,54. One of the difficulties of students in program of Javanese Language and Literature is expressing ideas in writing. Though writing skills is one of language skills very important besides the other skills as listening, speaking and reading. The research was done at the State University of Semarang, in Program of Javanese Language and Literature. The study population was a student of 2011/2012 and the sample is 30 students. Instrument to collecting data was a questionnaire concerning interest in reading, vocabulary test, and test of exposition writing. The results showed that 1) there was a positive relation between vocabulary acquisition and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.643), 2) there was a positive relation between interests in reading and ability in writing exposition (coefficient correlation was 0.661), 3) there was a positive relation between vocabulary, reading interests and exposition writing (correlation coefficient: 0.735 and coefficient of determination: 0.54).
Nilai Pendidikan Karakter Mitos Putri Pandan Berduri (PPB)
Lingua Vol 16, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mitos ini dilakukan dengan maksud untuk menggali nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam mitos Putri Pandan Berduri (PPB). Dalam proses penggalian nilai tersebut, peneliti menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam isi mitos. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumen, yaitu teks mitos Putri Pandan Berduri yang dijadikan sumber utama data berkaitan nilai pendidikan karakter. Sementara analisis datadilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi (conten analysis), yaitu menghubungkan isi mitos dengan teori berkaitan nilai pendidikan karakter.Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa mitos Putri Pandan Berduri mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti nilai: (1) religius atau keagamaan; (2) kejujuran; (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) mandiri, (7) demokratis; (8) komunikatif; (9) cinta damai; dan (10) nilai tanggung jawab. Kesepuluh nilai tersebut menyatu dalam mitos Putri Pandan Berduri.
VARIASI PEMAKAIAN TINGKAT TUTUR BAHASA JAWA DI WILAYAH EKS KARESIDENAN KEDU (KAJIAN SOSIODIALEKTOLOGI)
Lingua Vol 6, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims at studying the use of Javanese in Ex. Karesidenan Kedu (abbreviated as BJKK). Itis based on sociodialectology approach. This study deals with the social variables of the subjects includingtheir education, occupation, and age; besides rural-urban distinction that influences the variations BJKKspeakers. The language uses are classified into variations related to phonological, morphological,syntactical, lexical, speech-level aspects.The drawing of primary data was based on a research instrument containing 1001 questionsqualitatively developed from Swadesh List containing 200 new base-word items. The research location (RL)was classified into three RLs according their historical relations. There are RLs, i.e. RL -1 Magelang, RL -2Kebumen, RL -3 Dieng Wonosobo. The criterion of RL selection was based on the BJJS similarities (OP-1),Banyumas as well as Sundanese (RL-2) dialect influence, and lingual characteristics that are similar to thatof Banyumas dialect and BJJS (RL-3). All data have been analyzed using descriptive method.The research finding on phonological level showed that among he speakers at BJKK the phonologicalsystem has 8 vowels and 20 consonants. The BJKK words were formed through morphological process,such as affixation, reduplication, and composition process. In syntactical level, this research founddeclarative, interrogative, and imperative sentences based on the function and the related context, whosevariation can be applied in various speech level context such as Ng, Md, Kr, and KI. The acquisition ofspeech level of the three OP and six variables are different from each other. The speakers in RL-1 acquirethe speech level better than the ones in RL -2 and RL -3. The educated speakers whose occupation werefarmers, acquired the speech level better than the other variables.Among the speakers of Javanese at BJKK, there was a variety uses of phones and morphs such asthe use of {-aken} affix. This affix was intensively used at RL-2 and RL-3 as imperative Ng marking affix. Thistype of suffix was not used at BJJS whose affix was used in Kr level. The syntactical variation took place inthe part of imperatives and the use of dialect such as [si], [sih], [je], [lah], [.diG] used in informal situation.The dominating variety of lexicon that is different from BJJS was found in RL-2. In the speech level, thedominating variety was found in Kr level. BI interferences were intensively used in peripheral location. That isnot an extraordinary phenomenon when the speakers have obstacles to choose the best speech level order.Key words: sociodialectology, social variation, speech level variation
KAJI ULANG MATA KULIAH DALAM STRUKTUR KURIKULUM BERBASIS KKNI PRODI SASTRA INDONESIA UNESA
Lingua Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Evaluasi Kurikulum Berbasis KKNI Prodi Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dilatarbelakangi oleh penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang didasari oleh Perpres nomor 8 tahun 2012. Kurikulum tersebut telah diterapkan pada tahun ajaran 2015/2016. Salah satu Permasalahannya adalah masih banyak ketidaksesuaian antara komponen-komponen kurikulum, yaitu sebaran dan jenis mata kuliah. Sebab itu, perlu dilakukan kaji ulang terhadap mata kuliah dalam struktur kurikulum Prodi Sastra Indonesia Unesa. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kurikulum tersebut adalah metode observasi yang melibatkan pelaksana dan pengguna kurikulum yaitu dosen dan mahasiswa. Hasilnya yaitu 1) perlu mata kuliah khusus untuk capaian mahir berbahasa secara lisan dan tulis; 2) menyatukan mata kuliah antropologi linguistik dan etnolinguistik; 3) menghapus mata kuliah genolinguistik; 4) mengubah bobot SKS mata kuliah metode penelitian dan metode penelitian bahasa/sastra; 5) memunculkan mata kuliah prasyarat; dan 6) menambah mata kuliah bahasa daerah sebagai mata kuliah pilihan yang dapat menunjang analisis/penelitian bahasa/sastra.The research of KKNI Based Curriculum Structure Evaluation In Indonesian Literature Study Program Of UNESA is backed by the forming of KKNI based curriculum which is constituted by Perpres number 8 year 2012. The curriculum has been implemented in the school year 2015/2016. One of the problems is that there are still many discrepancies between the curriculum components, namely the distribution and type of courses. Therefore, it is necessary to review the courses in Indonesian Literature Study Program Of UNESA. The method used to evaluate the curriculum is the observation method which involves the implementers and users of the curriculum whom is lecturers and students. The result is 1) the needs of special courses to achieve proficiency in language both orally and written; 2) combining linguistic and ethno linguistic anthropology courses; 3) removing the genolinguistic courses; 4) adjusting SKS weight for the subjects of research methods and research methods of language / literature; 5) eliciting prerequisite courses; and 6) adding regional language courses as elective courses that can support the analysis / research of language / literature.
ANALISIS FREKUENSI, DURASI DAN INTENSITAS SUARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN JAWA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PRAAT
Lingua Vol 14, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) find out the differences in the frequency of male and female voice, (2) to know how the difference between male and female voice duration, (3) to know how the difference of male and female voice intensity. This research uses instrumental approach, that is using computer with application of Praat program. The population in this study were male voice and adult female voice. The sample in this research is taken the voice of 2 men and the voice of 2 women. The results of this study show that (1) the initial frequency of men is smaller than the female’s initial frequency, the final frequency of the male is smaller than the female final frequency, the male’s highest frequency is smaller than the female high frequency, male is smaller than the lowest female frequency. In general, it can be said that the male voice frequency is smaller than the female voice frequency. (2) The duration of the male voice is longer than the duration of the female voice. (3) The male’s initial intensity is greater than the female’s initial intensity, the male’s final intensity is greater than the female’s final intensity, the male’s highest intensity is greater than the intensity of the female’s high, the male’s lowest intensity is greater than at the lowest intensity of women. In general, it can be said that the intensity of the male voice is greater than the intensity of the female voice.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan frekuensi suara laki-laki dan perempuan, (2) Mengetahui bagaimana perbedaan durasi suara laki-laki dan perempuan, (3) Mengetahui bagaimana perbedaan intensitas suara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan instrumental, yaitu menggunakan komputer dengan pengaplikasian program Praat. Populasi dalam penelitian ini adalah suara laki-laki dan suara perempuan yang dewasa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah diambil suara 2 orang laki-laki dan suara 2 orang perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Frekuensi awal laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi awal perempuan, frekuensi akhir laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi akhir perempuan, frekuensi tertinggi lakilaki lebih kecil dari pada frekuensi tertinggi perempuan, frekuensi terendah laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa frekuensi suara laki-laki lebih kecil dari pada frekuensi suara perempuan. (2) Durasi suara laki-laki lebih lama dari pada durasi suara perempuan. (3) Intensitas awal laki-laki lebih besar dari pada intensitas awal perempuan, intensitas akhir laki-laki lebih besar dari pada intensitas akhir perempuan, intensitas tertinggi laki-laki lebih besar dari pada intensitas tertinggi perempuan, intensitas terendah laki-laki lebih besar dari pada intensitas terendah perempuan. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa intensitas suara laki-laki lebih besar dari pada intensitas suara perempuan
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENCERITAKAN KEMBALI CERITA ANAK BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN METODE SQ3R
Lingua Vol 11, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal, keterampilan menceritakan kembali cerita anak peserta didik kelas VII H SMP Negeri 16 Semarang masih rendah.Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap inti cerita.Solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan metode SQ3R dan cerita anak yang bermuatan pendidikan karakter.Penelitian dilakukan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II,tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Proses pembelajaran menceritakan kembali cerita anak pada peserta didik kelas VII H SMP Negeri 16 Semarang mengalami perubahan yang cukup baik. Nilai rata-rata peserta didik pada siklus I sebesar 70,85masuk dalam kategori cukup.Pada siklus II terjadi peningkatan dengan nilai yang mencapai batas ketuntasan dengan rata-rata sebesar 80,78dan masuk dalam ketegori baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 9,93. Setelah peserta didik menggunakan metode SQ3R dan cerita anak bermuatan pendidikan karakter untuk menceritakan kembali cerita anak terjadi perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik.Based on the first observations results, the children’s retelling story skill of students of class VII H SMP Negeri 16 Semarang is low. This is due to lack of students understanding to the story contents. The right solution to solve the problems is by using SQ3R method and children’s stories with character education. The study was conducted in two cycles, the first cycle and the second cycle, each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The learning process of children retelling story in the VII H grade students of SMP Negeri 16 Semarang changed quite good. The of students’ average value in the first cycle is 70,75 which is categorized enough. Then, in the second cycle the average value was increase which reached the limit of completeness with an average of  80,78and in good category. This shows an enhancement from the first cycle to the second cycle by 9,93. After the learners used SQ3R method and children’s stories with character education to retelling the children story, their behavior changed into better.
MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DENGAN TEKNIK ADU ARGUMEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK CALON GURU BAHASA INDONESIA
Lingua Vol 10, No 2 (2014): July 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan kebutuhan pengembangan model  investigasi kelompok dengan teknik adu argumen yang dapat  meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia peserta mata kuliah pembelajaran mikro kemudian menghasilkan model perkuliahan pembelajaran mikro yang digunakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru bahasa Indonesia dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran inovatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain research and development. Kebutuhan pengembangan model mencakup   mengimplementasikan tujuan dan karakteristik pembelajaran pada pendidikan menengah, menentukan desain pembelajaran yang tepat, praktik keterampilan dasar mengajar yang kreatif dan inovatif,  praktik mengelola kelas besar dan kecil, praktik menyesuaikan pembelajaran dengan lingkungan siswa dan sekolah, praktik mengelola dan mengatasi berbagai persoalan ketika praktik mengajar, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai kriteria. Sintakmatik model investigasi kelompok dengan teknik adu argumen meliputi pemberian masalah, eksplorasi respon, realisasi respon, diskusi dan analisis proses pembelajaran, dan revisi kegiatan.  This research is conducted to the aim of describing the development needs of the group investigation model with argument argued technique that can improve pedagogical competence of the students of Indonesian teachers candidates in planning and implementing innovative learning.  The research is carried out by applying a research and development design. The model development needs include to implement the objectives and characteristics of learning for secondary education, to determine appropriate instructional design, to practice basic skills in creative and innovative teaching, to practice large and small classes managements, to practice instructional adjustment with student and the school environments, to practice managing and resolving various problems when teaching, and to evaluate learning based on the criteria. Group investigation model syntagmatic with argument argued techniques include giving  problem, exploring response, realizing response, discussing and analyzing the learning process, and revising activities.
KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN BUTIR SOAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR
Lingua Vol 6, No 2 (2010): July 2010
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui perkembangan dan tingkatpencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasilpengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasilkegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajarmaupun tes psikologi. Tes, sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuanperuntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya.Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinanjawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiriatas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkanpengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkanmemilihnya jika tidak menguasai materinya.Kemampuan guru menyusun butir soal ujian akhir sekolah mata pelajaran bahasa Jawa sekolah dasartahun 2008/2009 di kecamatan Banyumanik masih memprihatinkan. Hal ini diperkuat hasil analisis terhadap soalyang disusun menunjukkan; soal dari SD Islam Terpadu Hidayatullah soal dengan kategori sukar 6%, sedang34%, dan mudah 60%. Soal ujian akhir sekolah dari SD Negeri Banyumanik 01 dengan kategori sukar 6%,sedang 26%, dan mudah 68%.Belum semua guru memiliki pengalaman menyusun butir soal tersebut. Hal ini terkait dengan sistempenyusunan butir soal yang diserahkan kepada tim tertentu. Hal ini dilakukan karena jika soal disusun dandiperbanyak oleh pihak sekolah biayanya lebih besar dibanding menginduk pada sekolah lain.Kata kunci: penyusunan, butir soal, ujian akhir sekolah
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SATU BABAK MELALUI MEDIA FILM BISU SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 5 BANJARHARJO KABUPATEN BREBES
Lingua Vol 12, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam menulis naskah drama disebabkan oleh kurangnya minat siswa dan kurangnya kreativitas guru memilih media. Film bisu merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian tindakan kelas ini ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah drama dan perubahan perilaku siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Banjarharjo dalam pembelajaran. Data diperoleh melalui teknik tes dan nontes berupa data perilaku siswa dari hasil observasi, wawancara, jurnal, dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prasiklus 59,26 (kurang) meningkat menjadi 66,6 (cukup) pada siklus I dan meningkat menjadi 79 (baik) pada siklus II. Sebagian siswa senang dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan media film bisu. Setelah mengikuti pembelajaran menulis naskah drama dengan media film bisu perilaku siswa mengalami perubahan kearah yang positif. Siswa menjadi lebih aktif, semangat dan antusias dalam pembelajaran menulis naskah drama. Selanjutnya, disarankan kepada guru bahasa dan sastra Indonesia agar menggunakan media film bisu sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis naskah drama.Low ability students in play writing students due to the lack of interest and lack of creativity of teachers for choosing the media. Silent film is an alternative media that can be used to study playwriting. This classroom action research aims to analyze the improvement of the ability to write a play and behavior changing of VIIIA grade students of SMPN 5 Banjarharjo in learning. The data obtained through test techniques and nontes a student behavioral data from observation, interviews, journals, documentation. Data was analyzed descriptively. The results showed an increase the pre-cycle averagescare was 59.26 (or less) increased to 66.6 (enough) in the first cycle and increased to 79 (excellent) the second cycle. Most students were excited and interested in learning the use media silent film. After following study play writing with the media silent film student behavior showed positive behaviar change. Students become more active, passionate and enthusiasm in learning playwriting. Furthermore, it is suggested to Indonesian language and literature teacher in order to use a silent film as the media in the alternative learning playwriting.