cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016): July 2016" : 16 Documents clear
Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Bola Basket di Kabupaten Magetan Wibowo, Kristianto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi oleh bagaimana pentingnya pembinaan prestasi olahraga bagi perkembangan prestasi di suatu daerah. Selain itu pembinaan prestasi juga dapat untuk mengembangkan minat, bakat dan juga potensi-pontensi masyarakat di suatu daerah. Fokus dari penelitian ini adalah pada bagaimana pelaksanaan pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analsisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah, Organisasi, Atlet, Pelatih, Ekstrakurikuler, serta sarana dan prasarana bola basket di kabupaten Magetan.Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan mengenai pembinaan prestasi olahraga bola basket di kabupaten Magetan termasuk dalam kategori kurang baik. Hal itu karena belum berjalan dengan baik faktor-faktor yang membantu mencapai prestasi olahraga yang tinggi yaitu faktor pemassalan, faktor pembibitan serta faktor pencapaian prestasi sehingga prestasi bola basket di kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 1) Dari segi pembinaan prestasi, kabupaten Magetan dalam kategori kurang baik karena belum adanya pembinaan usia dini serta tidak adanya klub-klub bola basket yang ikut membantu pembinaan prestasi di kabupaten Magetan. 2) Dari segi pemerintah, peran pemerintah diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan dana tetapi juga lebih memperhatikan atletnya. 3) Dari segi organisasi, PERBASI kabupaten Magetan diharapkan lebih fokus dalam hal-hal yang mengakibatkan pembinaan prestasi kabupaten Magetan tidak kunjung membaik. 4) Dari segi pelatih, mayoritas pelatih bola basket di kabupaten Magetan belum mempunyai lisensi pelatih dan belum menerapkan program latihan. 5) Dari segi atlet, atlet bola basket di kabupaten Magetan rata-rata baru mengenal dan latihan saat mereka di SMA, serta belum mempunyai rasa disiplin yang tinggi dalam mengikuti latihan. 6) Dari segi ekstrakurikuler, sekolah-sekolah di kabupaten Magetan belum secara penuh mendukung siswanya dalam ekstrakurikuler bola basket. 7) Dari segi sarana dan prasarana bola basket kabupaten Magetan termasuk dalam kondisi cukup baik karena hampir semua sekolah di kabupaten Magetan mempunyai sarana dan prasarana untuk menunjang untuk latihan bola basket. 8) Hambatan yang mempengaruhi pembinaan prestasi olahraga bola basket adalah tidak adanya pembinaan usia dini atlet bola basket di kabupaten Magetan. Kata kunci : Bola basket, Pembinaan Prestasi, Penelitian Evaluasi.  ABSTRACTThe background of this research was how important the coaching of sports achievement for the development of achievement in an area. In addition, performance coaching can also develop interests, talents and also the potentials of society in an area. The focus of this research was on how the implementation of basketball sport achievement coaching in Magetan.This research used qualitative descriptive research method. Data collection techniques used are observation techniques, interviews and documentation. Analysis of data by means of data reduction, data presentation and conclusion. The subjects of this study were Government, Organization, Athlete, Coach, Extracurricular, as well as basketball facilities and infrastructure in Magetan.Based on the results of the research, it can be concluded that the development of basketball sport achievements in Magetan was included in the category of less good. That was because the factors that help achieve high sports achievement had not run well which is the bulking, seeding and achievement factors so that the achievement of basketball in Magetan was not getting better. 1) In terms of performance coaching, Magetan in the category of poor because of the lack of early age coaching and the absence of basketball clubs that helped to improve the achievement in Magetan. 2) In terms of government, the expected role of the government was not only to give funds but also pay more attention to the athletes. 3) From the organizational perspective, PERBASI Magetan was expected to put more focus on things that making the achievement of Magetan Regency achievement did not improve. 4) In terms of coaches, the majority of basketball coaches in Magetan did not have a coach license and had not implemented an exercise program yet. 5) In terms of athletes, basketball athletes in Magetan are newly acquainted and exercised when they are in high school, and did not yet have a high sense of discipline in training. 6) In terms of extracurricular, schools in Magetan had not fully supported their students in basketball extracurricular. 7) In terms of facilities and basketball infrastructure Magetan is in good condition because almost all schools in Magetan have the infrastructure to support for the practice of basketball. 8) The obstacles that affect the development of basketball sport achievement is the absence of early age coaching for basketball’s athletes in Magetan.  Keywords: Basketball, Achievement Development, Evaluation Research
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MOTORIK BERBASIS PERMAINAN UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR USIA 9-10 TAHUN Riyanto, Ian Alfian
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran keterampilan motorik berbasis permainan yang sesuai untuk anak sekolah dasar usia 9-10 tahun serta mampu untuk mengembangkan aspek afektif (sikap), kognitif  (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D), yang mengadaptasi penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) wawancara dan observasi, (2) lembar observasi darft model, (3) lembar pengamatan aktifitas siswa, (4) lembar kuisioner siswa. Teknik analisis data dengan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran keterampilan motorik berbasis permainan ini sangat sesuai untuk anak sekolah dasar usia 9-10 tahun serta sangat baik untuk mengembangkan aspek afektif (sikap), kognitif  (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan). 
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GERAK DASAR MANIPULATIF MELEMPAR DAN MENANGKAP BOLA MELALUI MEDIA VISUAL PADA SISWA SDLB-B (TUNARUNGU) SLB NEGERI SRAGEN Nugroho, Dedy Agung
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar  manipulatif melempar dan menangkap bola melalui media visual pada siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri Sragen. Sumber data berasal dari guru, siswa dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, angket, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan media visual dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan hasil belajar keterampilan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola pada Siklus I 75% masuk kriteria tuntas dan pada Siklus II meningkat mencapai 100% atau semua siswa telah mencapai kreteria tuntas dengan KKM 75. Simpulan penelitian ini adalah dengan penerapan media visual dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola pada siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri Sragen.
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KEBERBAKATAN OLAHRAGA Huda, Khoirul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan kebenaran tentang kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga (2) Untuk menemukan kebenaran tentang struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 1 Slogohimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada general.Hasil penelitian adalah (1) kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga, mengacu pada Kurikulum 2013 baik secara filosofis maupun teoretis. (2) struktur kurikulum sekolah keberbakatan terdiri atas Kompetensi inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar dan Evaluasi Pembelajaran.Kesimpulan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan salah satu alternatif jalur pendidikan menengah yang diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraganya secara maksimal. SMA Keberbakatan Olahraga sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, serta kalangan akademisi dan Praktisi akan dapat berhasil, apabila seluruh kalangan dapat bersinergi secara positif mendukung kebijakan dan implementasi kurikulum SMA Keberbakatan Olahraga.
Pengaruh Latihan Jump To Box, Front Box Jump, dan Depth Jump Terhadap Peningkatan Explosive Power Otot Tungkai dan Kecepatan Perikles, Eknal Yonsa
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKata Kunci:, Explosive Power, Kecepatan, Plyometric.Kondisi fisik merupakan salah satu faktor penting untuk diperhatikan dalam setiap cabang olahraga untuk mencapai prestasi tertinggi. Tujuan mempersiapkan fisik dalam latihan adalah meningkatkan komponen biomotor ke standar yang paling tinggi. Kemampuan biomotor explosive power dan kecepatan merupakan komponen penting yang diperlukan disetiap cabang olahraga. Latihan plyometric seperti jump to box, front box jump dan depth jump merupakan jenis latihan yang mampu mengembangkan kemampuan bimotor tersebut.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh latihan jump to box terhadap explosive power, (2) pengaruh latihan jump to box terhadap kecepatan, (3) pengaruh latihan front box jump terhadap explosive power, (4) pengaruh latihan front box jump terhadap kecepatan, (5) pengaruh latihan depth jump terhadap explosive power, (6) pengaruh latihan depth jump terhadap kecepatan, (7) perbedaan pengaruh latihan jump to box,  front box jump dan depth jump terhadap explosive power, (8) perbedaan pengaruh latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap kecepatan.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian ini menggunakan matching only design, analisis data menggunakan uji-t dan ANOVA. Proses pengambilan data pretest dan posttest dilakukan dengan pengukuran berat badan dan vertical jump untuk mengukur explosive power, kemudian dilakukan pengukuran lari cepat 30 meter untuk mengukur kecepatan.Hasil analisis data diperoleh data rata-rata antara pretest dan posttest masing-masing kelompok yaitu: (a) Kelompok eksperimen I untuk explosive power = 14,470 watt, sig.= 0,029 dan kecepatan = 0,035 m/second, sig = 0,001. (b) Kelompok eksperimen II untuk explosive power = 14,153 watt, sig.= 0,002 dan kecepatan = 0,035 m/second, sig = 0,000. (c) Kelompok eksperimen III untuk explosive power = 19,113 watt, sig.= 0,002 dan kecepatan = 0,048 m/second, sig = 0,000. (d) Kelompok kontrol untuk explosive power = 4,757 watt, sig.= 0,000 dan kecepatan = 0,020 m/second, sig = 0,003. Sedangkan perbedaan pengaruh antar kelompok memiliki sig. 0,040 pada explosive power sedangkan sig. 0,001 pada kecepatan.Simpulan hasil penelitian, terdapat pengaruh signifikan latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap explosive power otot tungkai dan kecepatan. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap explosive power otot tungkai dan kecepatan. Latihan depth jump lebih baik dari latihan jump to box dan front box jump.
PERBEDAAN PENGARUH PENDEKATAN DIRECT INSTRUCTION (DI) DAN TEACHING GAME FOR UNDERSTANDING (TGFU) TERHADAP HASIL BERMAIN BOLA BASKET DITINJAU DARI MINAT SISWA Setiaji, Joko
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh pendekatan DI dan TGfU terhadap hasil bermain bola basket. (2) Perbedaan hasil bermain bola basket antara siswa yang memiliki minat bola basket tinggi, sedang dan rendah. (3) Pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat terhadap hasil bermain bola basket.Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan faktorial 2 X 3.  Populasi penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap yang berjumlah 80 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 30 siswa. Pengambilan data bermain bola basket dengan tes bermain bola basket. Pengambilan data dilakukan dengan Games Performance Assessment Instrument (GPAI). Pengambilan data minat siswa menggunakan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dua jalur dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%.Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan DI dan pendekatan TGfU terhadap hasil bermain bola basket.  Pengaruh pendekatan TGfU lebih baik dari pada dengan pendekatan DI. (2) Ada perbedaan yang signifikan pada hasil bermain basket antara siswa yang memiliki minat tinggi, sedang dan rendah. Peningkatan bermain bola basket pada siswa yang memiliki minat tinggi lebih baik dari pada yang memiliki minat sedang dan rendah. (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dan minat terhadap permainan basket. (a) Siswa yang memiliki minat tinggi dan sedang lebih cocok jika diberikan pendekatan TGfU. (b) Sedangkan siswa yang memiliki minat basket rendah lebih cocok menggunakan pendekatan DI.
Pengembangan Model Pembelajaran Keterampilan Motorik Berbasis Permainan Untuk Anak Sekolah Dasar Usia 9-10 Tahun Riyanto, Ian Alfian; Kristiyanto, Agus; Purnama, Sapta Kunta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.9548

Abstract

The purpose of this research is to produce a game-based motor skills learning model appropriate for the 9-10 year-old elementary school childern and capable to develop the asppects of affective (attitude), cognitive (knowledge), and psychomotor (skills). This research used the Research and Development (R & D) method, adapting the research and development according to Borg & Gall. The technique and instruments used in collecting data were: (1) interview and observation, (2) observation sheet of the model draft, (3) observation sheet of students’ activities, (4) student questionnaire. The data were analyzed using descriptive percentage. Based on the results of the research, it can be concluded that the game-based motor skills learning model is appropriate for the 9-10 year-old elementary school childern and very good to develop the aspects of affective (attitude), cognitive (knowledge), and psychomotor (skills).Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan model pembelajaran keterampilan motorik berbasis permainan yang sesuai untuk anak sekolah dasar usia 9-10 tahun serta mampu untuk mengembangkan aspek afektif (sikap), kognitif  (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan). Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D), yang mengadaptasi penelitian dan pengembangan menurut Borg & Gall. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) wawancara dan observasi, (2) lembar observasi darft model, (3) lembar pengamatan aktifitas siswa, (4) lembar kuisioner siswa. Teknik analisis data dengan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran keterampilan motorik berbasis permainan ini sangat sesuai untuk anak sekolah dasar usia 9-10 tahun serta sangat baik untuk mengembangkan aspek afektif (sikap), kognitif  (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan).
Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Dasar Manipulatif Melempar dan Menangkap Bola melalui Media Visual pada Siswa SDLB-B (Tunarungu) SLB Negeri Sragen Nugroho, Dedy Agung; Kristyanto, Agus; Purnama, Sapta Kunta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.8739

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar  manipulatif melempar dan menangkap bola melalui media visual pada siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri Sragen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri Sragen. Sumber data berasal dari guru, siswa dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, angket, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan media visual dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Dari hasil analisis yang diperoleh peningkatan hasil belajar keterampilan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola pada Siklus I 75% masuk kriteria tuntas dan pada Siklus II meningkat mencapai 100% atau semua siswa telah mencapai kreteria tuntas dengan KKM 75. Simpulan penelitian ini adalah dengan penerapan media visual dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap bola pada siswa kelas III SDLB-B SLB Negeri SragenThe objective of this research is to increase the result for studying manipulative based movement of throw and  catch a ball using visual media at the third year of SLB–B SLB NEGERI SRAGEN. This research is a classroom action research. This research is done in two cycles, and each cycle consists of planning, implementation of the action, observation, and reflection. The subject of this research is the third years of SLB–B SLB NEGERI SRAGEN. The data source of this research are teacher, student, and researcher. Technique of collecting data are observation, questionnaire, and documentation. Data validity uses technique of data triangulation. The data of this research are analyzed by using descriptive qualitative with percentage. The result of this research shows that by using visual media can increase the result the result for studying manipulative based movement of throw and  catch a ball from the pre-cycle to the cycle 1 and cycle 2. Based on the result of the analyze, there is increasing result of studying of the manipu lative based movement of throw and catch ability on the cycle 1 can get 75% that can get in to the through criteria. While on the cycle 2 the increasing can get 100%, on the other word all student can get the through criteria with is KKM. The conclution of this research is by using visual media can increase the result of studying manipulative based movement throw and catch a ball at the third years SLB–B SLB NEGERI SRAGEN
Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum di Sekolah Menengah atas Keberbakatan Olahraga Huda, Khoirul; Kristiyanto, Agus; Doewes, Muchsin
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.9688

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menemukan kebenaran tentang kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga (2) Untuk menemukan kebenaran tentang struktur kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga. Lokasi penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Klaten, SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 1 Slogohimo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada general. Hasil penelitian adalah (1) kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas Keberbakatan Olahraga, mengacu pada Kurikulum 2013 baik secara filosofis maupun teoretis. (2) struktur kurikulum sekolah keberbakatan terdiri atas Kompetensi inti, Mata Pelajaran, Beban Belajar dan Evaluasi Pembelajaran. Kesimpulan bahwa SMA Keberbakatan Olahraga merupakan salah satu alternatif jalur pendidikan menengah yang diharapkan dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik dan bakat olahraganya secara maksimal. SMA Keberbakatan Olahraga sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, serta kalangan akademisi dan Praktisi akan dapat berhasil, apabila seluruh kalangan dapat bersinergi secara positif mendukung kebijakan dan implementasi kurikulum SMA Keberbakatan Olahraga. 
Pengaruh Latihan Jump To Box, Front Box Jump, dan Depth Jump Terhadap Peningkatan Explosive Power Otot Tungkai dan Kecepatan Perikles, Eknal Yonsa; Mintarto, Edy; Hasan, Nur
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.7128

Abstract

Kondisi fisik merupakan salah satu faktor penting untuk diperhatikan dalam setiap cabang olahraga untuk mencapai prestasi tertinggi. Tujuan mempersiapkan fisik dalam latihan adalah meningkatkan komponen biomotor ke standar yang paling tinggi. Kemampuan biomotor explosive power dan kecepatan merupakan komponen penting yang diperlukan disetiap cabang olahraga. Latihan plyometric seperti jump to box, front box jump dan depth jump merupakan jenis latihan yang mampu mengembangkan kemampuan bimotor tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh latihan jump to box terhadap explosive power, (2) pengaruh latihan jump to box terhadap kecepatan, (3) pengaruh latihan front box jump terhadap explosive power, (4) pengaruh latihan front box jump terhadap kecepatan, (5) pengaruh latihan depth jump terhadap explosive power, (6) pengaruh latihan depth jump terhadap kecepatan, (7) perbedaan pengaruh latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap explosive power, (8) perbedaan pengaruh latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap kecepatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian ini menggunakan matching only design, analisis data menggunakan uji-t dan ANOVA. Proses pengambilan data pretest dan posttest dilakukan dengan pengukuran berat badan dan vertical jump untuk mengukur explosive power, kemudian dilakukan pengukuran lari cepat 30 meter untuk mengukur kecepatan.Hasil analisis data diperoleh data rata-rata antara pretest dan posttest masing-masing kelompok yaitu: (a) Kelompok eksperimen I untuk explosive power = 14,470 watt, sig.= 0,029 dan kecepatan = 0,035 m/second, sig = 0,001. (b) Kelompok eksperimen II untuk explosive power = 14,153 watt, sig.= 0,002 dan kecepatan = 0,035 m/second, sig = 0,000. (c) Kelompok eksperimen III untuk explosive power = 19,113 watt, sig.= 0,002 dan kecepatan = 0,048 m/second, sig = 0,000. (d) Kelompok kontrol untuk explosive power = 4,757 watt, sig.= 0,000 dan kecepatan = 0,020 m/second, sig = 0,003. Sedangkan perbedaan pengaruh antar kelompok memiliki sig. 0,040 pada explosive power sedangkan sig. 0,001 pada kecepatan. Simpulan hasil penelitian, terdapat pengaruh signifikan latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap explosive power otot tungkai dan kecepatan. Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan jump to box, front box jump dan depth jump terhadap explosive power otot tungkai dan kecepatan. Latihan depth jump lebih baik dari latihan jump to box dan front box jump.The physical condition is one important factor to consider in any sport to achieve the highest achievement. Interest physically prepare the exercise is to improve biomotor components to the highest standards. Biomotor ability explosive power and speed are essential components required in every sport. Plyometric exercises such as jump to box, front box jump and depth jump is a type of exercise that develops the ability bimotor. The purpose of this study is to analyze about: (1) the effects of exercise jump to box against explosive power, (2) the effects of exercise jump to box against speed, (3) the effects of exercise front box jumps on explosive power, (4) the effects of exercise front box jumps to the speed, (5) the effect exercise depth jump against explosive power, (6) the effect of exercise depth jump to the speed, (7) differences in the effects of exercise jump to box, front box jump and depth jump on explosive power, (8) differences in the effects of exercise jump to box, front box jump and depth jump to the speed. This research is a quantitative with quasi-experimental. The research design uses matching only design, data analysis using t-test and ANOVA. The process of data collection is done with a pretest and posttest weight measurements and to measure vertical jump explosive power, then measuring sprinting 30 meters to measure speed. The results of data analysis using SPSS version 20 on average between pretest and posttest each group, namely: (a) The experimental group I for explosive power = 14,470 watts, sig. = 0.029 and speed = 0,035 m / second, sig = 0.001. (b) The experimental group II for explosive power = 14,153 watts, sig. = 0.002 and velocity = 0.035 m / second, sig = 0.000. (c) The experimental group III for explosive power = 19,113 watts, sig. = 0.002 and velocity = 0.048 m / second, sig = 0.000. (d) The control group for explosive power = 4,757 watt, sig. = 0.000 and speed = 0,020 m / second, sig = 0.003. While the difference between the influence of the group had sig. 0.040 on explosive power while sig. 0.001 at speed. Conclusion The results of the study, that (1) There is a significant effect of exercise jump to box, front box jump and depth jump of leg muscle explosive power and speed. (2) There is a significant difference between the exercise jump to box, front box jump and depth jump of leg muscle explosive power and speed.Exercise depth jump better than exercise jump to box and front box jump.

Page 1 of 2 | Total Record : 16