cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas Olahraga Jalan Kaki
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1130

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jalan dengan intensitas rendah terhadap tingkat kesegaran jasmani pada kelompok usia lanjut. Responden 33 orang lansia. Variabel bebas latihan jalan dengan intensitas rendah, variable terikat tingkat kesegaran jasmani. Program latihan jalan selama 30 menit dengan intensitas rendah antara(60%-75%). Instrumen penelitian tes jalan cepat 4,82 km. Analisis data menggunakan Uji t  (t-test). Hasil thitung 22,27 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dan db=32 diperoleh nilai ttabel 2,04 sehingga nilai t hitung (22,27) ttabel ((2,04). Sehingga ada perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara sebelum dengan setelah latihan jalan dengan intensitas rendah dengan peningkatan waktu sebesar 78,79%. Simpulan penelitian adalah ada pengaruh latihan jalan dengan intensitas rendah terhadap tingkat kesegaran jasmani pada kelompok usia lanjut.Kata Kunci: latihan fisik; jalan kaki; lansiaAbstract  The purpose of research to determine the effect of road with low intensity of the level of physical fitness in the elderly. Respondents were 33 older people. Independent variables with low-intensity exercise path, a variable rate tied to physical fitness. Road training program for 30 minutes with a low intensity between (60% -75%). Research instruments fast 4.82 mile road test. Data analysis using t test (t-test) 22.27. Results by using a significance level of 5% and db = 32 obtained the value ttables so that the value tcount 2.04 (22.27) ttable ((2.04). So there is a difference between the level of physical fitness prior to after a road with low-intensity exercise in increments of 78.79%. Concluding the study is that there are effects of exercise on the road with a low intensity level of physical fitness in the elderly.Keywords: exercise; walking; elderly
Kemampuan Volume Oksigen Maksimal Atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Sepak Takraw Kalimantan Barat
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i2.5228

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuanvolume oksigen maksimal ( VO2 Max ) Atlet Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar ( PPLP ) Cabang Olahraga Sepak Takraw Kalimantan Barat 2014. metode survei tes, yaitu dengan cara tes dari multitahap bentuk penelitian deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah atlet PPLP cabang Olahraga Sepak TakrawOlahraga harus diberdayakan baik di lapisan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan, khususnya pembinaan olahraga di kalangan anak-anak yang dapat membantu disiplin diri, sportifitas, ketahanan diri dan mental yang kuat dalam upaya membangun manusia yang unggul dan berdaya saing prima.Permainan sepak takraw adalah salah satu cabang olahraga yang dalam permainannya membutuhkan gerakan-gerakan yang sangat komplek, tentunya untuk menunjang kebutuhan tersebut dibutuhkan kemampuan fisik atau ketahanan kardiorespirasi yang tinggi dalam permainannya. Berbicara kemampuan fisik maka akan berkaitan dengan ketahanan kardiorespirasi. Pada dasarnya, ada dua macam ketahanan kardiorespirasi, yaitu aerobik dan anaerobik. Pengukuran ketahanan kardiorespirasi untuk kapasitas aerobik dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen maksimal (VO 2 Max). VO Max merupakan kemampuan seseorang untuk menghirup dan menggunakan oksigen secara maksimal dalam melakukan aktivitas atau kegiatan olahraga hingga mengalami kelelahan, dengan mengetahui kondisi VO2 Max atlet dapat membantu seorang pelatih untuk membuat program latihan guna meningkatkan performa pada saat bertanding.
Pengaruh Latihan Aerobik terhadap Peningkatan Kadar High Density Lipoprotein pada Atlet Aerobic Gymnastics
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i2.4376

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of aerobic exercise on the increased levels of high-density lipoprotein in the blood of athletes aerobic gymnastics Central Java province. Experimental research methods  research design with one group pretest-posttestwith treatment form of aerobic exercise with intensity of 75-85% of DN Max, duration and frequency of exercise  4560 minutes of exercise 3-5 times per week for 8 weeks. The population in this study are all athletes aerobic gymnastics Central Java province. Data retrieval technique with purposive sample, obtained 6 samples aerobic gymnastics athletes. This study variables aerobic exercise and levels of high density lipoprotein (HDL) (mg / dl). To analyze differences in changes in HDL cholesterol levels in the two groups used the T test analysis.There are significant differences in the levels of HDL between before and after exercise aerobikkelompok, t t table, ie 4663 2571. Aerobic exercise can increase levels of high-density lipoprotein in the blood of athletes aerobic gymnastics Central Java province at 3:34 mg / dl or 7:47%. Conclusion: Aerobic exercise effect on increasing levels of high density lipoprotein. 
Kontribusi Recive Servis, Dig, Cover dan Toss Pemain Libero dalam Pertandingan Final SEA GAMES 2019
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi recive servis, dig, cover dan toss pemain libero dalam pertandingan bola voli. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dan match analisis pada pertandingan final bola voli putra indoor SEA GAMES 2019. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang dinilai oleh dua orang ahli, yaitu ahli bola voli dan ahli tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang libero tim nasional bola voli indoor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada set pertama libero 1 berkontribusi dalam recive servis, dig, cover dan toss sebesar: 38.6%. Set kedua libero 1 berkontribusi: 26.2%. Pada set kedua libero 2 berkontribusi sebesar: 16.3%. Pada set ketiga libero 2 berkontribusi sebesar: 52.1%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan dalam keberhasilan tim dalam melakukan serangan maupun bertahan, baik kemampuan recive servis, dig, cover dan toss. Rekomendasi peneliti hendaknya pelatih melatih libero dengan kondisi sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kesalahan yang dilakukan libero di lapangan hendaknya diulang-ulang dibenahi dan diberikan solusi atau pembetulan baik konsep maupun teknikPurposed of this study was to determine the contribution of recive servis, dig and toss libero players in volleyball matches. The research method was used quantitative descriptive research with observation and match analysis techniques in the SEA GAMES 2019 indoor men's volleyball final match. The study’s instrument was the observation sheet assessed by two experts, namely, volleyball expert, test and measurement expert. Subjects in this study were two Indonesian national volleyball national team libero. Results showed that in the first set libero number 1 contributed to the recive service, dig and toss by: 38.6%. The second set of libero number 1 provided: 26.2%. In the second set of libero number 2 participated: 16.3%. In third set, libero number 2 contributed: 52.1%. The conclusion in this study is that the contribution of Libero's ability was crucial to the success of the team in attack and defense, both the ability to recive service, dig, cover and toss. Common researchers' recommendation should be that the trainer train libero with conditions as close as possible to the field’s actual requirements. A libero made mistakes in the area should be repeated addressed and given a solution or correction of both concepts and techniques.
Keikutsertaan Masyarakat dalam Kegiatan Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 1 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i1.2656

Abstract

Global issues related to healthy lifestyle, one of them through physical activity has become a reference for many nations and institutions continue to encourage people to actively engage in physical activity, particularly through sporting activities. Athletic institutions in Indonesia in general and Central Java and Semarang in particular also uses a global issue healthy lifestyle as a reference to develop the program and use it as a direction in a variety of activities. In many instances, the Department of Sport Science FIK Unnes have participated instrumental in promoting a healthy lifestyle, both as a driver and as a partner for other institutions. Purpose of this study was to determine the community’s participation in the District Banyumanik, Gunungpati, Semarang south and Tembalang. This study used a questionnaire survey method to capture accurately the situation and condition of the public sports activities in the city of Semarang, and absorb the “taste” of society in exercising. Instruments will capture qualitative data and quantitative data. Analysis of the data used together according to the type of data obtained in order to achieve the research objectives. From the research it can be concluded: (1) Community participation in sports  (2) Teens status as high school students, have awareness of doing exercise,and Tembalang, low, (2) Teens status as high school students, have awareness of doing exercise, (3) Teens status as a student, have a consciousness for a preliminary equipment / exercise equipment independently, (4) type of physical activity performed is the most healthy way.
Model Latihan Heading Sepakbola Berbasis Sirkuit Pada Sekolah Sepakbola Usia 14-17 Tahun
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model-model latihan heading sepakbola berbasis sirkuit untuk meningkatkan keakurasian heading  pada permainan sepakbola. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall dengan menggunakan 10 tahapan dan dengan subjek penelitian adalah atlet sepakbola berusia 14-17 tahun di sekolah sepakbola di Provinsi Jambi. Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan, perencanaan, membuat produk, ujicoba, revisi dan produk final. Uji efektivitas model menggunakan Main Field Test yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan heading atlet sebelum dan sesudah pemberian perlakuan model latihan keterampilan heading sepakbola berbasis sirkuit yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk model latihan ini layak digunakan, pada hasil ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar dapat menerangkan bahwa model tersebut secara keseluruhan dapat dilakukan dengan baik. Dalam hasil uji efektifitas menunjukan peningkatan latihan heading hasil tes awal dan tes akhir setelah diberi perlakuan model latihan, hasil tersebut menunjukan bahwa model latihan heading sepakbola berbasis sirkuit yang dihasilkan dapat digunakan dan efektif dapat meningkatkan kemampuan heading atlet usia 14-17 tahun. Berdasarkan hasil dari output dengan menggunakan SPSS 16 bahwa nilai rata-rata hasil heading  sepak bola sebelum diberikan model latihan adalah 18.04 dan setelah diberikan perlakuan dengan model latihan 23.78 artinya bahwa nilai rata-rata heading sepakbola adanya peningkatan
Pengaruh Metode Latihan Global terhadap Akurasi Ground Stroke Forehand dalam Permainan Tenis
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2029

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruh latihan ground stroke forehand dalam permainan tenis dengan menggunakan metode latihan global. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi yang mengikuti perkuliahan tenis, yaitu berjumlah 78 orang. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Hipotesis penelitian adalah Metode latihan global dapat meningkatkan akurasi ground stroke forehand  dalam permainan tenis. Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji t. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diketahui terjadi peningkatan rata-rata antara tes awal dan tes akhir pada metode latihan, yaitu untuk metode latihan global sebesar 4,92. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis ketiga dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis statistik uji t tes. Setelah dilakukan pengujian hipotesis diketahui nilai t-hitung  adalah sebesar didapat  t hitung = 19.09 lebih besar dari t tabel  (ά=0.05:24) = 1.711. Dengan demikian dapat disimpulan bahwa metode latihan global  efektif dalam meningkatkan akurasi ground stroke forehand dalam permainan tenis mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan  FKIP Universitas Jambi.Kata Kunci: tenis; ground stroke forehand; metode latihan globalAbstract The purpose of this study is to see whether there are training effects of ground strokes forehand in tennis game by using the global training method. The populations in this study are students of Sport and Health  Education, Jambi University, who attending the tennis course, which numbered 78 people. The sample in this study are 25 people. The sampling technique is done by using proportional random sampling technique. Research carried out by using experimental method. Research hypothesis is the global training method can improve the accuracy of ground strokes forehand in tennis game. A data analysis technique in the study was performed by t-test. Based on the data analysis, there was improvement of score average between the initial test and final test on the training method, namely to the global training method for 4.92. Furthermore, the third hypothesis was tested in this study by using the t-test statistical analysis. After testing the hypothesis, known t count = 19. 09 bigger than t tabel  (ά=0,05:24) = 1.711. Thus it can be concluded that the global training method is effective in improving the accuracy of the ground stroke forehand in tennis game of students of Sport and Health  Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University.Keywords: tennis; ground stroke forehand; global training method
Pengembangan Prototipe Alat Bantu Latihan Mengayun (Swing Trainer) pada Atlet Woodball
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 7, No 1 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v7i1.8743

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) Menghasilkan desain prototipe alat bantu mengayun agar dapat digunakan dalam latihan mengayun bagi atlet woodball putra tingkat pemula dan lanjutan, (2) Menguji desain alat bantu mengayun dapat efektif digunakan atlet untuk meningkatkan keterampilan gerakan mengayun. Langkah-langkah yang digunakan dalam prosedur pengembangan adalah: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain 2 ahli woodball dan 2 ahli peralatan, (4) Perbaikan Desain, (5) Uji Coba Produk 6 atlet, dan (6) Uji Coba Pemakaian 10 atlet. Produk akhir model alat bantu mengayun“Swing Trainer” yang dapat digunakan untuk latihan gerakan mengayun. Hasil validasi alat dari rubrik penilaian ahli woodball dan ahli peralatan mendapatkan skor 92 (tepat) sedangkan hasil efektivitas model model alat bantu mengayun didapatkan dari hasil penilaian ahli woodball pada uji coba skala kecil dan uji coba skala besar dengan mendapatkan skor rata-rata atlet dapat melakukan keseluruhan gerakan mengayun dan sebanyak 16 atlet menyatakan alat bantu mengayun efektif digunakan untuk latihan gerakan mengayun.The purpose to: (1) to generate a prototype design tools that can be used to swing in swing training for beginner and advanced men's level, (2) to test swing design tools can be effectively used to improve the skills of swing motion. Here are steps of procedure developmet: (1) Potention and problems, (2) Data/information collection, (3) product design, (4) Design validation 2 woodball expert and 2 tools expert, (5) Upgrading design, (6) Product experiment 6 athletes, and (7) Aplication experiment 10 athletes. The result of this research is a product, this final product is a tools swing “swing trainer” which can be used for swing training. The tool’s validation result is obtained from an assessment rubric from woodball expert and tools expert with the score 92 (exact). Meanwhile the efectiveness resulf a tools swing prototype is obtained from an assessment result by woodball expert in small scale experiment and large scale experiment. From those experiments, the average score of athletes can do the whole swing motion and there are 16 athletes clarify that tools swing is an effective tool to be used in swing movement practice.
Progam Latihan Body Building dapat Meningkatkan Massa Otot Mahasiswa IKORA FIK UNY
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i2.2647

Abstract

This study aims to determine how much influence the body building exercise program to increase muscle mass (chest, arms, thighs, and calves) FIK IKORA UNY students class of 2009. This study uses a quasi-experimental design with the one-group pretest-posttest design. The study population was IKORA student class of 2009. The sample in this study involves the entire student Prodi IKORA FIK UNY class of 2009 who took the course in the concentration of Weight Training II. The instrument used is to use a tape measure to measure centimeter meter. Analysis using normality test to determine whether the distribution of data has a normal distribution. Variant test to test the homogeneity of variance of the data similarity experimental group. T-test to determine whether there are differences in the variables between pretest and posttest in the experimental group. Results of the analysis showed that {t | t - 2.160 or t 2.160} with a significance level of p = 0.000 0.05. So it can be demonstrated that significant research hypothesis: (1) body building training program can increase muscle mass chest with t test results {t = - 5.486 or 5.486}, (2) body building training program can increase muscle mass arm with the t test {t = - 7.431 or 7.431}, (3) body building exercise program can increase thigh muscle mass with the t test {t = - 2.403 or 2.403}, and (4) body building training program can increase muscle mass calf with the results of t test {t = - 2.834 or 2.834}.
Profil Glukosa Darah Sebelum, Setelah Latihan Fisik Submaksimal dan Selelah Fase Pemulihan Pada Mahasiswa FIK UNP
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i2.12726

Abstract

Latihan fisik submaksimal merupakan aktivitas dengan pembebanan berat yang berpengaruh pada sistem kardiovaskuler, kadar lemak tubuh, peningkatan kekuatan otot. Rangkaian gerakan yang terus meningkat pada latihan fisik memerlukan enegi yang besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penggunaan glukosa sebagai energi selama latihan fisik submasimal. Glukosa merupakan senyawa yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa dapat menjadi energi dengan jalur secara aerobik maupun anaerobik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP yang memenuhi kriteria inkuisi dengan jumlah 30 orang. Setiap sampel melakukan latihan fisik berupa lari intesitas submaksimal dengan 80% dari Heart Rate Maxmimal. Glukosa darah pada sampel diambil pada saat sebelum latihan, setelah latihan dan setelah fase pemulihan (10 menit setelah latihan dihentikan). Kadar glukosa ditentukan berdasarkan strip test monitoring menggunakan darah kapiler dengan menggunakan Autocheck glucose meter. Hasil penelitian menyimpulkan kadar glukosa mengamali penurunan setelah latihan dan kembali meningkat setelah fase pemulihan.