cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Pengaruh Stretching terhadap Nyeri Punggung Bawah dan Lingkup Gerak Sendi pada Penyadap Getah Karet
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 4, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v4i2.5232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan tingkat keluhan nyeri punggung dan lingkup gerak sendi dengan pelatihan peregangan dan tanpa pelatihan peregangan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent control group design yang melibatkan 1 kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Responden penelitian ini adalah 60 orang penyadap getah karet. Instrumen yang digunakan adalah pedoman peregangan nyeri punggung bawah, skala pengukuran nyeri Visual Analog Scale dan Rapid Entire Body Assesment (REBA). Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan peregangan mempengaruhi nyeri punggung bawah (nilai p adalah 0,0660,05). Namun latihan peregangan tidak berpengaruh terhadap lingkup gerak sendi (nilai p adalah 0,0010,005) pada pekerja penyadapan getah karet PTPN IX (Persero) Kebun Merbuh Kendal.
Aerobics Development at Gymnasiums in Semarang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i2.4380

Abstract

The main purpose of this research is to detect the extent to which the organization structure, practice program, facilities and infrastructure, funding, and another supported factors that exist at gymnasiums in Semarang. This is a quantitative research. The data are collected directly by: (1) observation, (2) interview, and (3) documents collecting. The result of the research has shown that: there is a good management structure at St. Anna gymnasium, the practice program is general aerobic, types of the aerobics is the high impact and low impact aerobic, inadequate facilities and infrastructure, funding is managed by the owner of the gymnasium and has already got a fund help from the department of education of Semarang, it located at the strategic place, and already got a good support from the department. There is a good management structure at Tantia and Athalia gymnasium, the practice program are low impact and high impact aerobic, inadequate facilities and infrastructure, funding is managed by the owner of the gymnasium, it located at the strategic place, and already got a good support from the department.
Bokavia Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Pada Olahraga Petanque
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21368

Abstract

Siswa tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan dalam bermain petanque karena bola besi terasa berat saat dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternative media permainan melalui modifikasi bola petanque yang lebih murah, ringan, praktis, dan menarik tetapi tetap standar. Penelitian ini menggunakan 10 orang dalam uji coba kecil dan 20 orang dalam uji coba besar dengan rentang usia 8 sampai 10 tahun. Hasil dari penelitian ini pada uji coba skala kecil diperoleh 84% spesifikasi produk pada kategori baik dan 90% relevansi produk juga pada kriteria baik. Untuk uji coba skala besar diperoleh 88% spesifikasi pada kategori baik, sedangkan relevansi produk 92% pada kategori baik pula. Hasil lain pada komentar ahli ditemukan 94.15% untuk kualitas produk Bokavia pada kategori sangat baik dan 96.65% untuk spesifikasi produk juga pada kategori sangat baik.   Kesimpulan yang didapat bahwa Bokavia ini layak digunakan untuk bermain petanque dan juga sebagai alternative pilihan dalam pembelajaran.Elementary student felt difficult when playing petanque because of the weight. The aim of this study was to give media alternative using petanque ball modification that more cheap, light, and interesting as petanque standard. This study using 10 participants in small-scale and 20 participants in large-scale with the mean age 8 to 10 years old. Result of this study found that 84% product specifications in small-scale was good and 90% product relevance was also in good category. Large-scale data found 88% product specification in 88% and 92% relevance product was good in category. Results from the expertise found that 94.15% for product quality was very good and 96.65% product specification was also very good. The conclusion stated that Bokavia suitable for was petanque and also as an alternative choice for learning.
Minat Masyarakat dalam Menggunakan Sepeda Lipat untuk Olahraga Rekreasi di Kota Surabaya
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.29919

Abstract

Peningkatan minat masyarakat terhadap penggunaan sepeda khususnya jenis sepeda lipat meningkat sangat pesat, dapat dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas sepeda lipat yang bermunculan,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data faktor-faktor motivasi dan minat masyarakat surabaya dalam menggunakan sepeda lipat sebagai aktifitas olahraga rekreasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan Instrumen penelitian kuesioner yang telah di validasi. Subyek penelitian adalah komunitas sepeda di kota Surabaya dengan jumlah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan minat terhadap sepeda lipat adalah tertinggi kedua dengan persentase 24%. Kemudian sebanyak 60% melakukan bersepeda dengan frekuensi lebih dari 2x per minggunya dengan tujuan 98% untuk meningkatkan kebugaran. Informasi tentang sepeda lipat 66% didaatkan dari komunitas dengan 92% memilih sepeda lipat karena praktis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minat komunitas sepeda di Surabaya terhadap sepeda lipat berada pada urutan tertinggi kedua setelah sepeda MTB. Mereka melakukan aktivitas bersepeda pada hari aktif bekerja dengan frekuensi lebih dari 2 kali per minggu dengan tujuan utama untuk meningkatkan kebugaran. Sepeda lipat banyak dipilih karena alasan praktis dibawa kemana-mana.
Pendekatan Skill Time Tehnik Dasar Passing Sepakbola Pada Kelas 1 SD Islamiyah Pontianak
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 3, No 1 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v3i1.2660

Abstract

Physical education is an education that is geared towards the development of human motion as a whole and therefore the need for special attention and continuous, in this era of education itself should never be made arbitrarily without any firm and clear concepts, many teachers in the learning process experienced problems such as not looking at the characteristics of students who are facing conditions that is where the actual students need to move freely liluasan but the fact that students feel pressured irregular movement patterns are not conveyed by skill learning approach therefore time is the right solution in the process dariyang easy steps towards a difficult or from leading to the complex simple, the results are still having difficulty teryata approach in conducting basic technique passing the ball in the leg.
Persepsi Mahasiswa Ilmu Keolahragaan terhadap Permainan Tradisional dalam Menjaga Warisan Budaya Indonesia
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.23645

Abstract

Permainan tradisional yang ada di indonesia sebagai aset budaya yang harus dilestarikan dan di budidayakan, sehingga tidak begitu saja hilang karena hal hal yang dapat menyingkirkan permainan tradisional. Permainan tradisionarangl berkolaborasi dengan olahraga untuk menambah bentuk kegiatan diluar yang dapat memberikan segala bentuk permainan yang bermanfaat untuk berolahraga. Olahraga melalui permainan-permainan tradisional mampu memberikan efek kepada penggiat olahraga. Bentuk saling memberikan interaksi positif antara olahraga dan permainan tradisional tercipta saat permainan ini dimainkan dan memiliki menfaat bagi semua. Data yang menampilkan persepsi mahasiswa terhadap permainan tradisional untuk menambah unsur aktivitas kegiatan dilapangan dengan hasil pengetahuan tentang presepsi pengetahuan permainan  tradisional 87,79% menunjukan angka yang signifikan dalam pengetahuan tentang permainan tradisional, presepsi tentang peraturan permainan tradisioanl menunjukan prosentase 85,61 % menunjukan prosentase yang baik dalam pengetahuan peraturan permainan tradisional dan 89,23% menunjukan presentase implementasi permainan dilapangan yang amsih di lakukan di daerah masing masing, dengan hasil yang telah di tujukan bahwa presepsi mahasiswa ilmu keolahragaan terhadap presepsi permainan tradisional baik secara pengetahuan permaianan, peraturan permainan dan implementasi permainan tradisional memiliki presepsi baik yang dapat dikembangkan serta dibudidayakan serta dilestarikan. Traditional games that exist in Indonesia as a cultural asset that must be preserved and cultivated, so it does not simply disappear because of things that can get rid of traditional games. Traditional games collaborate with sports to increase the form of activities outside which can provide all forms of games that are useful for sports. Sports through traditional games can give effect to sports activists. The forms of mutual interaction between sports and traditional games are created when these games are played and have benefits for all. Data showing students' perceptions of traditional games to add elements of field activities with the results of knowledge about the perception of traditional game knowledge 87.79% shows a significant number in the knowledge of traditional games, the perception of traditional game rules shows the percentage of 85.61% shows the percentage both in the knowledge of traditional game rules and 89.23% shows the percentage of game implementation in the field that is still done in their respective regions, with the results that have been addressed that the perception of sports science students to traditional game perception both in game knowledge, game rules and game implementation traditional has a good perception that can be developed and cultivated and preserved.
Sistem Informasi Perencanaan Pola Hidup Sehat melalui Keseimbangan Aktivitas dan Asupan Makanan
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2033

Abstract

Salah satu faktor yang penting dalam pengaturan Pola hidup yang sehat adalah ketersediaan informasi tentang kesehatan yang cepat, baik dan akurat. Kajian ini menghasilkan sistem informasi berbasis komputer yang cepat mengenai kebutuhan kalori tubuh kita sehari-hari sekaligus kita diajak untuk mengurai pola aktivitas  kita setiap hari dalam menit.Sehingga prakiraan keseimbangan kebutuhan energi aktiftas dengan konsumsi makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat kita lakukan. Asupan makanan sehari-hari kitapun dapat direncanakan melalui produk sistem informasi  ini, Perencanaan pola hidup sehat, selaras dan seimbangpun dapat dirancang. Dengan produk ini kita dapat  memprediksi seberapa besar sebenarnya kebutuhan kalori tubuh kita, zat makanan berupa karbohidrat , lemak dan protein yang kita butuhkan dalam satu hari.Kata Kunci:  pola hidup; kalori; pola aktivitas tubuh; asupan makananAbstract One of factor which is of important deep arrangement Pattern to live that healthy is information accessibility about fast one health, well and accurate. This study result fasts one computer-based information system hit body calorie requirement our everyday at a swoop we are asked out to decompose our activity pattern everyday in minute. So balance  energy activity requirement by consumes food that our consumption everyday gets we do. consumption is our knockabout food even gets to be plotted through this information system product, Planning patterns to live healthy, harmony and even handed even gets to be designed. With this product we can predict how big actually body calorie requirement us, alimentary substance as carbohydrate, fat and protein that we needs deep one days.Keywords: living pattern; calorie;  activity pattern; food consumption
Perbedaan Pengaruh Pendekatan Direct Instruction (Di) dan Teaching Game for Understanding (Tgfu) terhadap Hasil Bermain Bola Basket Ditinjau dari Minat Siswa
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 6, No 1 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v6i1.9518

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh pendekatan DI dan TGfU terhadap hasil bermain bola basket. (2) Perbedaan hasil bermain bola basket antara siswa yang memiliki minat bola basket tinggi, sedang dan rendah. (3) Pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat terhadap hasil bermain bola basket. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan faktorial 2 X 3.  Populasi penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cipari Kabupaten Cilacap yang berjumlah 80 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 30 siswa. Pengambilan data bermain bola basket dengan tes bermain bola basket. Pengambilan data dilakukan dengan Games Performance Assessment Instrument (GPAI). Pengambilan data minat siswa menggunakan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dua jalur dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan DI dan pendekatan TGfU terhadap hasil bermain bola basket.  Pengaruh pendekatan TGfU lebih baik dari pada dengan pendekatan DI. (2) Ada perbedaan yang signifikan pada hasil bermain basket antara siswa yang memiliki minat tinggi, sedang dan rendah. Peningkatan bermain bola basket pada siswa yang memiliki minat tinggi lebih baik dari pada yang memiliki minat sedang dan rendah. (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dan minat terhadap permainan basket. (a) Siswa yang memiliki minat tinggi dan sedang lebih cocok jika diberikan pendekatan TGfU. (b) Sedangkan siswa yang memiliki minat basket rendah lebih cocok menggunakan pendekatan DI.
Pengembangan Pembangunan Industri Keolahragaan Berdasarkan Pendekatan Pengaturan Manajemen Pengelolaan Kegiatan Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 2, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v2i2.2651

Abstract

Bahkan Industri adalah salat Satu pasar terbesarnya di Dunia Dan memberikan kontribusi Besar Yang berdampak positif Ekonomi. Sektor Industri Pariwisata bahkan Masih baru Negara, Dinamis, Dan Berkembang Serta Dalam, tempo relatif yang singkat berubah Drastis. OLAHRAGA JUGA dirancang sebagai Industri modern yang berskala global. Dalam, MEMBANGUN Karakter Bangsa, OLAHRAGA sudah menjadi Identitas Industri Yang memiliki value per share tambah Yang signifikan. Industri OLAHRAGA merupakan Industri Yang menciptakan value per share tambah Artikel Baru memproduksi Dan menyediakan OLAHRAGA. Kondisi Industri OLAHRAGA Yang Masih Kecil sebagaimana disebutkan di Atas tentu Saja Ulasan Sangat bertentangan Artikel Baru tuntutan Arus Pasar prabayar bebas. Industri OLAHRAGA Bisa dibagi menjadi doa, yaitu olahraganya SENDIRI Serta pendukungnya. Industri mikro keolahragaan merupakan upaya kolektif Bahasa Dari berbagai pihak untuk mengembangkan therapy terapi Ekonomi ANTARA PRODUSEN Dan Chicken, Artikel Baru dijembatani Oleh bentuk-bentuk Produksi Barang atau Jasa OLAHRAGA. Materi Utama tulisan inisial berfokus FUNDS pertumbuhan usaha atau kegiatan OLAHRAGA Yang menjadi Ditempatkan Pendirian Pratama Afiliasi Pariwisata, Rekreasi Dan OLAHRAGA sebagai BAGIAN terpisahkan Yang Utama Bahasa Dari pengembangan Industri OLAHRAGA Dan Pengembangan strategi pemasaran. Pengelolaan Serta Manajemen Industri keolahragaan menjadi JUGA Satu diantara beberapa Hal Yang Ulasan Sangat mendasar Dalam, proses penelaahan Pembangunan Dan pengembangan nihil. Secara gari Besar terdapat Tiga segmen Industri OLAHRAGA yaitu: 1) kinerja Sport, 2) Sport Production, 3) Promosi Sport. Saran Dan rekomendasi Yang dapat diberikan Bahasa Dari Penulis diantaranya adalah berkaitan tentang Usage ‘masyarakat, cerminan produktivitas Industri keolahragaan, Dan Pola Pengambilan kebijakan Bahasa Dari pemangku kepentingan berkaitan FUNDS Kepemilikan Modal keolahragaan.
Model Pengembangan Wisata Alam Gunung Telomoyo oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedu Utara
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 8, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v8i1.17518

Abstract

 ABSTRAK Abstrak Gunung Telomoyo merupakan salah satu kekayaan alam yang ada di Kabupaten Magelang dan menjadi destinasi wisata yang belum tergarap secara maksimal. Akses jalan menuju puncak sudah ada, tetapi kondisinya kurang begitu baik. Kondisi inilah yang menyebabkan antusias wisatawan menjadi menurun, padahal potensi alam sekitarnya sangat indah. Penelitian yang dilakukan untuk mengkaji pengembangan wisata alam gunung Telomoyo oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedu Utara di Kabupaten Magelang. Penelitian ini untuk memudahkan pemetaan tempat garapan wisata sesuai dengan karakteristik dan potensi alam yang ada. Sehingga secara umum aktivitas wisata alam dapat berkembang dan lebih spesifiknya untuk olahraga rekreasi. Pengkajian model pengembangan wisata alam ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan. Dampak positif lain yang diharapkan berupa pengembangan  pengetahuan dan managemen wisata alam yang lebih terorganisir dengan baik, serta kecerdasan emosional dalam mengelola karunia Tuhan. Penelitian bersifat eksploratif dan dilaksanakan dalam 3 tahap dengan meliputi observasi, mapping, tata kelola. Observasi dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi ahli dan dilakukan berulangkali dengan melibatkan LMDH. Mapping/pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (kontur tanah, sumber air, luasan lahan, dan lain-lain). Sedang tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan managemen wisata alam secara komprehensif dalam jangka waktu yang relatif lama. Kata kunci: pengembangan, wisata alam Telomoyo